UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 PENERAPAN STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS VI SD PLUS AISYIYAH KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG Armen Edvil Armenedvil@gmail. SD Plus Aisyiyah Nanggalo Abstract :This study aims to improve student achievement Class VI SD Plus Aisyiyah Nanggalo District of the city of Padang on the subjects of Civics. This research is motivated by student achievement is still low due to the limited variation of teachers in applying learning strategies in the classroom. As efforts to improve the quality of learning and increase student achievement in subjects Civics, then applied innovative teaching strategies that can boost the spirit of students to be active in the learning process, namely Problem Based Learning strategy. This research is a classroom action research (PTK) is conducted in two cycles. At each cycle begins with planning, action, observation and In the implementation of the action, used observation, testing and documentation as methods of data collection. The results showed an increase learning achievement in the subject of Civics by implementing learning strategies Problem Based Learning in Class VI student at SD Plus Aisyiyah Nanggalo District of Padang. This can be seen in the average value of the class in the first cycle was 68. 92 and rose to 75. 71 in the second cycle. Students who achieve KKM . in the first cycle is 16 students or by 57. 14% and in the second cycle to 23 people or by 82. The conclusion by applying learning strategies Problem Based Learning can increase learning achievement in the subjects Civics Class VI student SD Plus Aisyiyah Nanggalo District of Padang. Keywords: Learning Strategies. Problem Based Learning. Learning Achievement PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam peningkatan mutu hidup manusia yang tidak dapat lepas dari Menurut Undang-undang no 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yaitu pasal 3 mengenai fungsi dan tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan (Sugiyono, 2. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut, salah satunya dilakukan melalui pembelajaraan di Salah satu mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar adalah Pendidikan ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Kewarganegaraan atau PKn. Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang berorientasi pada pembentukan watak/karakter warga negara yang mampu memahami dan melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, cerdas, dan terampil sesuai amanat yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di Kelas VI SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang pada pembelajaran PKn, masih terlihat siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran kurang mengembangkan keterampilan intelektual siswa seperti kemampuan siswa dalam menganalisis serta merespon terhadap berbagai persoalan yang menyangkut dalam materi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang. Ada kecenderungan ketidaktertarikan siswa pada pelajaran PKn yang dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hapalan, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya partisipasi serta kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah kurang. Saat pembelajaran di kelas, siswa jarang mau menyampaikan pendapatnya sehingga partisipasi siswa kurang. Pembelajaran PKn di SD Plus Aisyiyah Nanggalo cenderung menggunakan metode ceramah yang mengarah pada aspek kognitif serta memberi informasi pada siswa secara Hal ini menyebabkan siswa tidak menyadari permasalahan dalam pembelajaran dan nilai yang terkandung dalam pembelajaran. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada prestasi belajar siswa yang belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang yaitu 75. Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, perlu dicari strategi pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif berpikir terutama pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa . ocus on learner. Pembelajaran yang dapat melatih siswa memecahkan masalah akan memberikan pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan nyata dan mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa. Guru perlu mencari strategi atau model yang cocok untuk topik yang akan diajarkan sehingga pengetahuan dapat tersampaikan secara sistematis dan Strategi pembelajaran Problem Based Learning merupakan salah satu strategi pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keaktifan siswa, berpikir kritis dan keterampilan intelektual. Tidak seperti strategi pembelajaran yang berpusat pada guru ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 . eacher centere. , strategi Problem Based Learning merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent centere. , sehingga model pembelajaran ini sangat tepat untuk digunakan dalam pembelajaran. Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang menghadapkan siswa pada permasalahan-permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar atau dengan kata lain siswa belajar melalui permasalahanpermasalahan (Made Wena, 2010: . Problem Based Learning menurut Sugiyanto . adalah pembelajaran yang menyajikan masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning dimulai oleh adanya masalah yang dalam hal ini dapat dimunculkan oleh siswa maupun guru, kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui atau apa yang perlu mereka ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong berperan aktif dalam kegiatan belajar. Strategi pembelajaran Problem Based Learning juga harus dilakukan dengan tahaptahap tertentu. Menurut Fogarty (Made Wena 2010: . tahap-tahap Problem Based Learning yaitu . Menemukan masalah, . Mendefinisikan masalah, . Mengumpulkan fakta, . Menyusun hipotesis . ugaan sementar. , . Melakukan penyelidikan, . Menyempurnakan permasalahan yang teleh didefinisikan, . Menyimpulkan alternatif pemecahan masalah secara kolaboratif, . Melakukan pengujian hasil . pemecahan Menurut Trianto . ada lima langkah dasar dalam pengimplementasian problem based learning, yaitu: Orientasi siswa pada masalah Pada tahap ini, guru menjelaskan tujuan pembelajaran, mengajukan fenomena atau cerita untuk memunculkan masalah, mengarahkan pada pertanyaan atau masalah, mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih Mengorganisasikan siswa untuk belajar Kegiatan yang dilakukan guru pada tahap ini adalah membantu siswa menemukan konsep berdasar masalah, mendorong keterbukaan, proses-proses demokrasi dan cara belajar siswa aktif, menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan, guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut Membimbing penyelidikan secara mandiri atau kelompok ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Guru harus mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, mendorong dialog, diskusi dengan teman, membantu siswa merumuskan hipotesis, membantu siswa dalam memberikan solusi Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja Kegiatan yang dilakukan guru adalah membimbing siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa (LKS) dan membimbing siswa menyajikan hasil kerja Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan Pada tahap ini guru membantu siswa mengkaji ulang hasil pemecahan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah dan mengevaluasi materi Dalam pemilihan strategi pembelajaran, kategori siswa yang diajar juga menjadi bahan pertimbangan. Kelas VI merupakan kategori kelas tinggi yang mempunyai karakteristik yang kompleks. Menurut Piaget (Rita Eka, 2008: . masa kelas tinggi sekolah dasar memiliki ciri senang terhadap masalah konkret yang ada di sekitarnya, mampu memberikan analisis serta memecahkan masalah, bersikap sosial, memperhatikan dan menerima pandangan orang lain dan mengerti perubahan-perubahan dan proses dari kejadian yang lebih kompleks serta hubungannya. Ruminiati . 7: 1. menyatakan bahwa pelajaran PKn merupakan salah satu pelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan cenderung pada pendidikan afektif. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program pendidikan yang menekankan pada pembentukan warganegara agar dapat melaksanakan hak dan kewajiban. Sebagaimana disebutkan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 yaitu :mata pelajaran PKn merupakan mapel yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang 1945. Sedangkan menurut Soemantri (A. Ubaedillah & Abdul Rozak, 2013: . Pendidikan Kewarganegaraan . ivic educatio. ditandai oleh kegiatan yang sudah diprogramkan oleh sekolah. Kegiatan ini meliputi kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan perilaku yang baik. Pendidikan Kewarganegaraan dilakukan dengan kegiatan yang menyangkut pengalaman yang dikaitkan dengan kehidupan nyata seperti kehidupan dalam keluarga dan masyarakat. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Berdasarkan pemaparan masalah dan pendapat para ahli tentang strategi pembelajaran Problem Based Learning, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui penggunaan model Problem Based Learning terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn siswa di Kelas VI SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Diharapkan dengan adanya penelitian ini maka dapat bermanfaat bagi guru, sebagai panduan dalam upaya mengoptimalkan pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi seperti Problem Based Learning dalam rangka peningkatan prestasi belajar siswa. siswa, untuk lebih meningkatkan minat dan prestasi belajarnya agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sekolah memberikan sumbangan yang positif untuk perbaikan pembelajaran terutama dalam penerapan pembelajaran PKn. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Kunandar . Aupenelitian tindakan kelas adalah bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku pendidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan keadilan tentang praktik-praktik pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VI SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VI SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang semeter I tahun pelajaran 2015/2016. Yang menjadi subjek penelitian adalah 28 orang siswa Kelas VI yang terdiri dari 11 orang laki Ae laki dan 17 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sejalan dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, yakni 2 siklus yang setiap siklusnya 2 kali pertemuan terdiri dari masing-masing 2x35 menit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2015. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, tes dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan berlangsung, tes dilaksanakan pada akhir siklus dan dokumentasi diambil sewaktu peneliti sebagi guru memberikan tindakan pada siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis data kualitatif dan kuantitatif, karena penelitian bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Seperti yang ditawarkan oleh Miles . alam Rochiati, 2007:. yakni analisis kualitatif dimulai dengan menelaah sejak pengumpulan data sampai seluruh data terkumpul, data tersebut direduksi berdasarkan masalah yang diteliti, diikuti penyajian data dan terakhir penyimpulan dan verifikasi. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 HASIL PENELITIAN Siklus I Pada pengamatan siklus I ini ditemukan bahwa siswa masih kurang aktif dan partisipatif dalam proses pembelajaran. Ada beberapa siswa yang tidak ikut berpartisipasi di dalam kelompok yang menyebabkan kurang optimalnya penggunaan strategi pembelajaran Problem Based Learning ini. Selain itu, siswa juga masih ada yang tidak berani dan malu sewaktu diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada siklus I ini juga masih kurang maksimal, hal ini dikarenakan guru membagi siswa dalam kelompok dengan anggota yang cukup banyak sehingga diskusi berjalan tidak maksimal serta siswa cenderung ribut dan mengganggu Hal ini berdampak pada prestasi belajar siswa. Adapun hasil prestasi siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel. 1 Hasil Prestasi Belajar Siswa Kelas VI pada Siklus I Nama Siswa Nilai Muhamad Riyan Lina Kurnia Fauzan Novriandi Asrida Farilla Gustin Yesi Pince Putri Dairy Novrianto Desy Seventiana Putri Inem Sintia Sefti Hasnila Bayu Subkhan Fredrick Niko Indah Putri Parisa Dwi Tania Mifta Husyalam Edo Kurniawan Fauzan Rijal Zulma Hendra Septian Utama Annis Ismayenti Keterangan (KKM= . Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Nilva Winda Lidya Kurniady Astari Ningsih Ranita Juliani Gabriel Sababak Ranti Fitriyani Siziah Juandri Fifi Fitna Wati Jumlah Rata Ae rata Persentase Tuntas Persentase Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas 68,92 57,14% 42,85% Dari tabel 1 diatas dapat diketahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Learning. Tabel diatas mendeskripsikan nilai rata Ae rata pada siklus I ini adalah 68,92. Dari 28 orang siswa, hanya 57,14% yang memperoleh nilai sesuai dengan KKM. Sebanyak 42,85% atau 12 orang siswa belum mampu memperoleh nilai sesuai dengan KKM. Artinya angka ini belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian yaitu siswa yang mencapai KKM secara persentase mencapai 60%- 75%. Siklus II Pengamatan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan pengamatan yang dilakukan pada siklus I. Pengamatan dilakukan oleh guru kelas VI SD Plus Aisyiyah Nanggalo sebagai pengamat dan kolaborator. Sedangkan proses pembelajarannya dilaksanakan oleh peneliti sendiri sebagai guru. Pengamatan ini dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tindakan awal pertemuan 1 sampai tindakan akhir pada pertemuan 2. Pengamatan lebih difokuskan pada prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Evaluasi penilaian dilakukan pada akhir siklus. Adapun hasil prestasi siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel. Hasil Prestasi Belajar Siswa Kelas VI pada Siklus II Nama Siswa Muhamad Riyan Lina Kurnia Fauzan Novriandi Asrida Farilla Gustin Nilai Keterangan (KKM= . Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Yesi Pince Putri Dairy Novrianto Desy Seventiana Putri Inem Sintia Sefti Hasnila Bayu Subkhan Fredrick Niko Indah Putri Parisa Dwi Tania Mifta Husyalam Edo Kurniawan Fauzan Rijal Zulma Hendra Septian Utama Annis Ismayenti Nilva Winda Lidya Kurniady Astari Ningsih Ranita Juliani Gabriel Sababak Ranti Fitriyani Siziah Juandri Fifi Fitna Wati Jumlah Rata Ae rata Persentase Tuntas Persentase Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 75,71 82,14% 17,85% Dari tabel 2 diatas dapat diketahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Learning. Tabel diatas mendeskripsikan nilai rata Ae rata pada siklus II ini adalah 75,71 dan terdapat peningkatan sebesar 6,79 poin. Dapat dilihat dari 28 orang siswa, sebanyak 23 orang siswa telah mencapai nilai KKM . sedangkan 17,85% atau sebanyak 5 orang siswa belum mencapai KKM. Dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan sudah mencapai KKM secara persentase. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dapat dinyatakan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan model ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 ProblemBased Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SD Plus Aisyiyah Nanggalo. Peggunaan strategi Problem Based Learning ini dapat membuat siswa merasa sangat senang dan aktif dalam proses pembelajaran . Hal ini dapat dilihat dari adanya interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru karena strategi Problem Based Learning dilakukan dengan diskusi kelompok yang membuat siswa terbiasa berinteraksi dalam memecahkan masalah. dan selain itu siswa dapat mengemukakan pendapatnya dan menanggapi presentasi dari kelompok lain. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini. Tabel 3. Hasil Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Aspek yang Diamati Siklus I Siklus II Jumlah Siswa 28 orang 28 orang Jumlah Siswa yang Tuntas 16 orang . ,14%) 23 orang . ,14%) Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas 12 orang. ,85%) 4 orang . ,28%) Peningkatan prestasi belajar siswa melalui strategi problem based learning pada proses pembelajaran juga dapat dilihat pada gambar grafik dibawah ini: Grafik 1. Hasil Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Pada grafik tersebut, terlihat peningkatan prestasi belajar siswa dari evaluasi yang telah dilakukan. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas sebanyak 16 orang siswa, pada ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 siklus II sebanyak 23 orang siswa telah mencapai KKM yang ditetapkan atau dinyatakan telah tuntas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada BAB IV, adapun hal-hal yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan haruslah sesuai dengan strategi pembelajaran yang digunakan, sehingga akan dapat meningkatkan hasil prestasi belajar pada pembelajaran PKn siswa kelas VI SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Penggunaan strategi PBL dan media yang tepat dalam pembelajaran PKn kelas VI SD Negeri Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang, dapat meningkatkan hasil belajar pada siklus I yaitu 68,92 menjadi 75,71. Dengan demikian pembelajaran PKn dengan menggunakan strategi PBL pada siswa kelas VI SD Plus Aisyiyah Kecamatan Nanggalo Kota Padang dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh dalam penelitian ini ditujukan beberapa saran untuk dipertimbangkan : Pendidik atau guru sekolah dasar hendaknya dapat meningkatkan semangat dan kreatifitas siswa dalam belajar, yaitu menggunakan strategi yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran. Guru sekolah dasar khususunya kelas VI agar berinisiatif, mengembangkan dan menciptakan strategi yang dapat memudahkan proses pembelajaran. Kepala sekolah dasar seharusnya dapat memberikan perhatian dan memfasilitasi guru dalam menyediakan menambah buku sumber sebagai rujukan untuk pemilihan yang strategi yang sesuai dengan materi pembelajaran yang bermasalah. REFERENSI