Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 ANALISIS PENGARUH NILAI KURS DAN SUKU BUNGA TERHADAP INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DI KOTA BATAM Debora Sinaga1 Mursal2 R A. Widyanti Diah Lestari3 1 Program Studi Manajemen. Universitas Batam 2,3 Program Studi Akuntansi. Universitas Batam widyanti@univbatam. Abstract The Consumer Price Index (CPI) is an indicator of the Indonesian economy as a measure of changes in the average price of a group of consumer goods and services measured over time. The CPI is used in managerial economics, for a variety of purposes, including budget planning, demand analysis, strategy assessment, price setting, investment decision making, and contract negotiation. This research examines the influence of interest rates and exchange rates on the Consumer Price Index (CPI) in Batam for the period 2021 to 2024. The research was conducted using quantitative methods and multiple linear regression analysis. The results of (R. 699, show that the exchange rate and interest rates influence the CPI by 69. The exchange rate (X. and interest rate variable (X. has a significant influence on the CPI, which is shown from the Pvalue smaller than 0. Keywords : Consumer Price Index, interest rates, exchange rates Abstrak Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakam indikator ekonomi Indonesia sebagai alat ukur perubahan harga rata-rata dari kelompok barang maupun jasa konsumen yang diukur dari waktu ke waktu. IHK digunakan dalam ekonomi manajerial, dengan berbagai tujuan, termasuk perencanaan anggaran, analisis permintaan, penilaian strategi, penetapan harga, pengambilan keputusan investasi, dan negosiasi kontrak. Penelitian ini menguji pengaruh dari nilai suku bunga dan nilai tukar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Batam periode tahun 2021 hingga 2024. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan analisis regresi linier berganda. Hasil Pengolahan menunjukan nilai (R. sebesar 0,699, hal ini menunjukkan bahwa nilai tukar dan nilai suku bunga mempengaruhi IHK sebesar 69,9%. Nilai tukar (X. dan nilai suku bunga (X. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IHK di Kota Batam, dari hasil uji t yang mendapatkan nilai P-value yang lebih kecil dari 0,05. Kata kunci : Indeks Harga Konsumen, suku bunga, nilai kurs. PENDAHULUAN Ekonomi adalah aspek yang penting dalam kehidupan masyarakat. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator yang digunakan pemerintah dalam mengukur tingkat inflasi di suatu negara. IHK menggambarkan perubahan harga barang maupun jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat, yang dapat memengaruhi daya beli serta kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, berbagai faktor ekonomi yang terjadi, baik Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dapat memengaruhi pergerakan IHK. Dua faktor yang sering dianalisis terkait pergerakan IHK adalah suku bunga dan nilai IHK sebagai indikator yang digunakan pemerintah mengukur besaran tingkat inflasi akibat perubahan harga- barang di pasar. IHK juga memberikan cerminan stabilitas harga yang dikonsumi masyarakat baik barang maupun jasa yang. Menurut Bank Indonesia . IHK merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kestabilan ekonomi suatu wilayah. Fluktuasi nilai tukar dan suku bunga dapat memengaruhi IHK secara signifikan. Sebagai contoh, depresiasi nilai tukar dapat meningkatkan biaya barang impor, yang akhirnya menyebabkan kenaikan harga di pasar Hal ini juga dijelaskan oleh Mankiw . , yang menyatakan bahwa nilai tukar secara langsung memengaruhi inflasi melalui harga barang impor. Sementara itu, perubahan suku bunga berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan biaya produksi, yang pada gilirannya memengaruhi stabilitas harga secara keseluruhan. Ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh fluktuasi besarnya suku bunga dan nilai tukar tidak hanya berdampak negatif pada masyarakat, tetapi juga menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku usaha. Penelitian sebelumnya oleh Samuelson dan Nordhaus . menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang melibatkan perubahan suku bunga dapat menjadi alat yang efektif untuk menjaga stabilitas harga, meskipun perlu disesuaikan dengan kondisi regional guna menghindari dampak yang tidak Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai pengaruh kedua faktor ini terhadap IHK sangat penting. Dengan analisis ini dapat memberikan dasar yang kuat bagi pemerintah daerah dan pihak terkait digunakan sebagai perumusan kebijakan ekonomi yang tepat dalam menjaga stabilitas harga. Suku bunga adalah alat kebijakan yang digunakan dalam moneter, dimana yang ditetapkan oleh bank sentral sebagai pengendalian inflasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Perubahan nilai suku bunga dapat mempengaruhi tingkat konsumsi dan investasi, yang memberikan dampak pada perubahan harga barang dan jasa di pasar. Selain itu, nilai tukar mata uang juga memberikan peran penting dalam memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya dalam konteks perdagangan internasional dan pergerakan arus modal yang dapat memengaruhi harga barang impor serta barang yang diproduksi di dalam negeri. Dalam ekonomi manajerial, keputusan ekonomi yang diambil oleh manajer perusahaan sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, seperti nilai suku bunga dan nilai tukar. Adanya Perubahan suku bunga dapat memengaruhi biaya modal perusahaan, yang pada akhirnya berpengaruh pada keputusan investasi dan produksi. Sementara itu, fluktuasi nilai tukar memberikan pengaruh ke biaya impor dan daya saing produk domestik di pasar internasional. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dampak kedua variabel ini terhadap IHK di Batam sangat penting bagi manajer perusahaan dalam merencanakan strategi bisnis, baik dalam pengelolaan biaya, penetapan harga, maupun pengelolaan risiko. Dikutip dari beberapa sumber IHK dapat digunakan sebagai: Perencanaan Anggaran: Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Perubahan IHK dapat mempengaruhi biaya operasional perusahaan, seperti biaya bahan baku dan tenaga kerja. Oleh karena itu, manajer harus memperhitungkan perubahan ini dalam perencanaan anggaran dan dapat juga digunakan sebagai pengendalian biaya. Penetapan Harga: Manajer perlu mempertimbangkan inflasi yang tercermin dalam IHK ketika menentukan harga produk atau layanan. Jika IHK menunjukkan kenaikan harga secara umum, perusahaan mungkin perlu menyesuaikan harga mereka agar margin keuntungan tetap terjaga. Analisis Permintaan: Inflasi yang tercermin dalam IHK dapat mempengaruhi daya beli konsumen. Manajer perlu memahami bagaimana perubahan daya beli ini dapat berdampak pada permintaan produk atau layanan mereka. Strategi Penggajian: Perusahaan mungkin perlu menyesuaikan gaji karyawan sesuai dengan perubahan IHK untuk memastikan upah riil tetap kompetitif dan memadai. Pengambilan Keputusan Investasi: IHK dapat mempengaruhi suku bunga dan kebijakan moneter, yang pada gilirannya akan memengaruhi keputusan investasi perusahaan. Manajer harus mempertimbangkan dampak inflasi terhadap nilai masa depan investasi. Negosiasi Kontrak: Dalam kontrak jangka panjang, klausul penyesuaian inflasi sering kali didasarkan pada IHK. Manajer perlu memahami konsekuensi dari klausul ini saat bernegosiasi dengan pemasok atau pelanggan. Kota Batam merupakan daerah yang ada di Indonesia memiliki karakteristik ekonomi yang dipengaruhi oleh luar negri, karna kota ini berbatasan dengan Singapura dan malsya. Selain itu. Kota Batam merupakan salah satu pusat industri dan perdagangan yang memiliki peran yang besar dalam perekonomian nasional. Sebagai wilayah dengan banyak kawasan industri dan pelabuhan internasional. Kota Batam menjadi pintu utama bagi arus keluar masuk barang, dari dalam negeri maupun luar negeri. Karakteristik ini membuat perekonomian Kota Batam sangat terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, yang sering digunakan pada perdagangan Selain itu, perubahan suku bunga juga berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi di wilayah ini, termasuk tingkat konsumsi dan investasi masyarakat Oleh sebab itulah Perekonomian Kota Batam tidak hanya dipengerahui gejolak dalam negri tetapi ekonomi luar nengri juga memberikan pengaruh terhadap ekonomi di Kota Batam. Atas dasar itulah pentingnya kajian dalam menganalisis bagaimana perubahan nilai suku bunga dan nilai tukar dapat memberikan pengaruh terhadap angka IHK di Batam. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan data sekunder yang diperoleh dari sumber-sumber resmi seperti Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS), diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang baik dalam memahami dinamika inflasi di Kota Batam. Sejalan dengan hal tersebut , hasil dari penelitian ini Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengambilan keputusan kebijakan ekonomi di tingkat regional, berdasarkan pendekatan teori ekonomi makro yang sesuai. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diketahui sejauh mana suku bunga dan nilai tukar mempengaruhi pergerakan IHK di Kota Batam, serta memberikan wawasan yang berguna bagi manajer perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan ekonomi, khususnya dalam hal pengelolaan inflasi dan stabilitas ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi daerah Harapanya penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang dinamika perekonomian daerah ini, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif. TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Teori Inflasi Inflasi adalah terjadinya kenaikan komoditas harga komoditas barang maupun jasa yang berlangsubf secara terus-menerus. Terjadinya Inflasi yang tinggi dapat memberikan pengaruh terhadap daya beli masyarakat dan menciptakan ketidakstabilan Ukuran tingkat inflasi di suatu wilayah adalah dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagai alat ukur perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Menurut Mankiw . IHK digunakan untuk mengukur tingkat inflasi berdasarkan rata-rata perubahan harga dalam keranjang barang dan jasa yang dianggap mewakili konsumsi masyarakat. IHK memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara atau daerah karena dapat memberikan gambaran mengenai stabilitas harga dan daya beli Kenaikan IHK yang signifikan sering kali dianggap sebagai indikasi inflasi yang tidak terkendali, sementara penurunan IHK dapat menandakan deflasi yang berpotensi merugikan perekonomian secara keseluruhan 2. Pengaruh Suku Bunga terhadap IHK Suku bunga Suku bunga adalah instrument yang digunakan dalam kebijakan moneter oleh bank sentral untuk mengupayakan dalam pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Samuelson dan Nordhaus . , perubahan suku bunga dapat memengaruhi ekonomi melalui saluran pasar uang, investasi, dan konsumsi. Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, hal ini akan meningkatkan biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan, yang pada gilirannya akan mengurangi tingkat konsumsi dan investasi. Dampaknya, permintaan terhadap barang dan jasa menjadi lebih rendah, yang dapat mengurangi tekanan inflasi. Penurunan suku bunga akan membuat biaya pinjaman menjadi lebih rendah, yang mendorong peningkatan konsumsi dan Peningkatan permintaan ini dapat menyebabkan harga barang dan jasa naik, sehingga berpotensi mendorong kenaikan IHK. Oleh karena itu, perubahan suku bunga Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 sering digunakan oleh bank sentral sebagai alat untuk mengatur inflasi dan menjaga stabilitas harga dalam perekonomian (Mankiw, 2. Pengaruh Nilai Kurs terhadap IHK Nilai tukar mata uang juga memiliki dampak signifikan terhadap IHK, terutama dalam ekonomi yang bergantung pada perdagangan internasional. Adanya Perubahan nilai tukar memberikan pengaruh harga barang impor dan daya beli masyarakat terhadap barang tersebut. Sebagai contoh, depresiasi mata uang domestik dapat menyebabkan harga barang impor naik, yang akan meningkatkan biaya hidup dan berpotensi menyebabkan inflasi domestik (Krugman & Obstfeld, 2. Dalam konteks Indonesia, terutama di Kota Batam yang dekat dengan Singapura dan memiliki perdagangan internasional yang signifikan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan memberikan pengaruh perekonomian. Pada saat nilai tukar rupiah menjadi lemah, akan menyebabkan barang impor akan naik, yang memberikan meningkatkan IHK. Sebaliknya, penguatan nilai tukar rupiah dapat menurunkan biaya barang impor dan mendukung stabilitas harga domestik (Bank Indonesia, 2. Penelitian Terkait Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji adanya pengaruh nilai suku bunga dan nilai kurs terhadap IHK. Penelitian oleh Suyanto dan Widyastuti . di Indonesia menjelaskan bahwa fluktuasi suku bunga dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap inflasi yang tercermin dalam IHK. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Fitrani . , yang menyatakan bahwa perubahan suku bunga memiliki hubungan yang erat dengan pergerakan harga barang dan jasa, serta dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Di sisi lain, penelitian oleh Nasution . menyatakan bahwa nilai tukar memiliki dampak langsung terhadap inflasi, terutama dalam hal peningkatan harga barang impor yang berkontribusi pada kenaikan IHK. Meskipun demikian, pengaruh nilai kurs terhadap IHK dapat berbeda-beda di tiap wilayah, tergantung pada ketergantungan terhadap barang impor dan kondisi ekonomi lokal. Kerangka Pemikiran Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, disimpulkan bahwa baik nilai suku bunga maupun nilai kurs memberikan peran yang besar dalam mempengaruhi IHK. Kota Batam, yang memiliki karakteristik ekonomi yang sangat terbuka dan bergantung pada perdagangan internasional, kedua variabel ini kemungkinan akan memiliki pengaruh yang lebih besar jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji lebih lanjut bagaimana suku bunga dan nilai kurs mempengaruhi pergerakan IHK di Kota Batam. BPR didefinisikan sebagai pendekatan yang dirancang untuk merombak proses bisnis secara menyeluruh untuk mencapai peningkatan kinerja yang signifikan (Hammer & Champy, 1. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 METODE PENELITIAN Penelitian ini mengunakan jenis data kuantitatif yang di peroleh dari data sekunder sebagai sumber dari tabel dinamis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam. BPS RI dan Bank Indonesia. Metode penelitian digunakan dalam melakuka analisis data adalah mengunakan model regresi liner berganda yang diolah mengunakan SPSS. Teknik analisi data yang dilakukan adalah uji asumsi klasik . ji normalitas, uji multikolineratias, uji heteroskedasitas, uji hipotesis t parsial dan f simultan. Jenis variabel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Konsumen (Y) sebagai Variabel Dependen, serta Kurs Tengah USD (X. dan Suku Bunga (X. sebagai Variabel Independen. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan agar mendapatkan hasil uji dalam model regresi, apakah variabel pengganggu . memiliki distribusi normal. Uji yang di gunakan untuk uji normalitas residual adalah: Ho: Residual yang diperoleh Berdistribusi Normal dan H1:Residual yang diperoleh tidak berdistribusi Normal. Hasil yang ditunjukkan dalam Tabel 1, menunjukkan bahwa nilai P-value > 0,05 sehingga dapat disimpulkan residual memiliki distribusi normal. Tabel 1. Uji Normalitas Residual One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. e Sig. Confidence Interval Lower Bound Upper Bound 0,0000000 2,24153081 0,089 0,089 -0,069 0,089 ,200d 0,662 0,650 0,674 Test distribution is Normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolineritas dilakukan untuk mengetahui adanya korelasi antara variabel bebas . Sebuah model regresi dinyatakan valid apabila tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas. Ketiadaan multikolinearitas dapat ditentukan dengan melihat nilai toleransi lebih besar dari angka 0,10 dan Varians Inflation Faktor (VIF) kurang dari 10,00, sebagaimana dijelaskan oleh Ghozali . Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Dari tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai VIF kurang dari 10, sehingga model persamaan regresi yang diperoleh bebas dari multikolinearitas. Tabel 2. Uji Multikolinearitas Model Statistics VIF (Constan. 2,856 Sig. 0,007 Kurs Tengah USD (X. 2,440 0,020 3,376 Suku Bunga (X. 2,527 0,016 3,376 Dependent Variable: Indeks Harga Konsumen (Y) Uji Heteroskedastisitas Dalam pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk mengevaluasi apakah adanya perbedaan yang terjadi antara varians residual antar pengamatan dengan model regresi yang digunakan. Pendeteksian heteroskedastisitas ini dilakukan dengan melakukan analisis grafik scatterplot antara residual dan nilai prediksi. Dari hasil grafik dapat menunjukkan pola, seperti adanya titik-titik yang tersusun dalam pola teratur, hal ini mejelaskan indikasi bahwa adanya heteroskedastisitas. Jika hasil grafik teridentifikasi dengan titik-titik yang terbentuk tersebar secara mengacak diatas dan dibawah di garis nol pada sumbu Y, maka model yang di uji disimpulkan bebas dari heteroskedastisitas. Gambar 1 menunjukkan bahwa pola acak tersebar dengan tidak ada pembentukan satu yang pola teratur, dengan penyebaran yang terjadi di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak adanya gejala heteroskedastisitas dari model yang digunakan. Gambar 1. Scatter Plot uji heteroskedastisitas Analisis Regresi Linier Berganda Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Analisis Regresi Linier Berganda merupakan metode yang digunakan untuk mengukur seberapa besar berapa besar pengaruh variabel bebas Kurs Tengah (X. dan Suku Bunga (X. terhadap variabel terikat Indeks Harga Konsumen (Y). Berikut hasil Analisis Regresi Liner berganda. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 52,528 18,393 Kurs Tengah USD (X. 0,003 0,001 Suku Bunga (X. 1,664 0,658 Standardized Coefficients Beta Sig. 2,856 0,007 0,428 2,440 0,020 0,444 2,527 0,016 Dependent Variable: Indeks Harga Konsumen (Y) Berdasarkan hasil pada Tabel 3 dapat dituliskan rumusan persamaan regresinya: Y = 52,528 0,003 X1 1,664 X2 e Nilai tersebut dapat diinterpertasikan sebagai beriku: Nilai konstanta yang didapatkan adalah 52,528, nilai ini menunjukkan besarnya Indeks Harga Konsumen jika tidak ada pengaruh dari nilai kurs dan nilai suku bunga dengan kata lain nilai kurs dan suku bunga adalah konstan. Nilai koefisien regresi untuk Kurs Tenggah USD (X. = 0,003. Hal ini menunjukkan apabila nilai kurs terjadi kenaikan sebesar satu satuan maka akan menimbulkan kenaikan sebesar 0,003 pada nilai IHK dengan asumsi bahwa suku bunga konstan. Nilai koefisien regresi untuk Suku Bunga (X. = 1,664. Hal ini menunjukkan apabila nilai suku bunga terjadi kenaikan sebanyak satu satuan maka IHK mengalami kenaikan sebesar 1,664 dengan asumsi jika nilai kurs konstan. Uji Koefisien (Uji-. Uji t bertujuan mengevaluasi setiap variabel independen secara individu apakah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yang diteliti. Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 4 diperoleh nilai P-value (Si. pada nilai kurs sebesar 0,020, angka ini lebih kecil dari pada level alpha 0,05 sehingga dapat disimpukan nilai kurs tengah menunjukan adanya pengaruh yang signikan. Untuk nilai suku bunga diperoleh P-value (Si. sebesar 0,016 yang lebih kecil dari alpha sebesar 5%, sehingga hasil ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara suku bunga dan IHK. Tabel 4. Hasil Uji t Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Model Sig. (Constan. 2,856 0,007 Kurs Tengah USD (X. 2,440 0,020 Suku Bunga (X. 2,527 0,016 Dependent Variable: Indeks Harga Konsumen (Y) Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan sebagai penilai apakah variabel independen yang di teliti secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependennya. Dari hasil pada Tabel 5, diperoleh nilai P-value (Si. <0,001yang menunjukkan nilai kurang dari 0,005. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa Ho ditolak, artinya variabel nilai suku bunga dan nilai kurs secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan kepada variabel indeks harga konsumen. Tabel 5. Hasil Uji Simultan Sum of Squares 408,181 Model Regression Mean Square 204,090 5,329 Residual 175,856 Total 584,037 Sig. 38,298 <,001b Dependent Variable: Indeks Harga Konsumen (Y) Predictors: (Constan. Suku Bunga (X. Kurs Tengah USD (X. Koefesien Determinasi R2 Koefisien determinasi (R. menggambarkan sejauh mana dua atau lebih variabel independen memberikan pengaruh kepada variabeldependen. Nilai R2 yang dihasilkan antara 0 hingga 1, di mana jika hasil yang diperoleh mendekati 1 menunjukkan adanya hubungan erat antara variabel. Jika nilai R mendekati 1, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen semakin kuat. Jika nilai R2 yang diperoleh mendekati 0, variabel independent yang di teliti memberikan pengaruh terhadap variabel dependen semakin lemah. Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi R Square Std. Error of the Adjusted R Estimate Square 0,69 0,68 2,30846 ,836 Predictors: (Constan. Suku Bunga (X. Kurs Tengah USD (X. Mo del Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Desember 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Dependent Variable: Indeks Harga Konsumen (Y) Nilai kofesien Determinasi (R. pada Tabel 6 menunjukkan bahwa hubungan variabel nilai suku bunga dan nilai kurs dolar terhadap variabel volume IHK sebesar 0,699 atau 69,9 %. Hasil dari menunjukkan bahwa sebesar 69,9 % IHK dijelaskan oleh variabel niai suku bunga dan kurs dollar. Sedangkan sisanya 31,1 % dipengaruhi oleh variabel lain yang diperoleh dari di luar model yang diteliti. KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Penelitan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai kurs dan suku bunga memberikan pengaruh yang signikan terhadap nilai yang terjadi pada IHK. Baik nilai kurs dan suku bunga memberikan arah hubungan yang positif. Dengan kata lain kenaikan nilai kurs dan suku bunga akan menimbulkan keanikan pada nilai IHK. Adanya hubungan positif ini menandakan bahwa relasi kenaikan nilai kurs dan nilai suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia memberikan reaksi positif terhadap kenaikan harga yang terjadi di kota Batam. Saran dari penilitan ini bagi pemerintah yaitu supaya kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia tetap terjaga baik dalam menaikkan nilai suku bunga maupun dalam menjaga kestabilan harga dolar. Karena dari penelitan yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah yang positif terjadi di Kota Batam. Bagi pemangku usaha dan manajerial dalam pengambil keputusan supaya tetap melihat indikator suku bunga dan nilai kurs dalam analisis keputusan yang diambil. DAFTAR PUSTAKA