Pengaruh Pemberian Kompres Ice Gel Terhadap Nyeri Persalinan kala I Fase Aktif Zelna Yuni Andryani. A* 1. Nurul Fitri Sugiarti Syam2. Nurhidayat Triananinsi3. Marlina Aziz4. Marselina5 * Prodi Kebidanan. Univeristas Islam Negeri Alauddin Makassar. Indonesia1 Prodi Di Kebidanan. Universitas Megarezky Makassar. Indonesia2 Prodi Pendidikan Profesi Bidan. Universitas Megarezky Makassar. Indonesia3 Prodi Pendidikan Profesi Bidan. Universitas Megarezky Makassar. Indonesia4 Prodi Pendidikan Profesi Bidan. Universitas Megarezky Makassar. Indonesia5 Corresponding Author : . triana@gmail. com/085255554. Info Artikel Sejarah artikel Diterima : 06. Disetujui : 16. Dipublikasi : 28. Keywords: Ice Gel Compress. Labor Pain During Active Phase 1 Abstrak Rasa nyeri dalam persalinan apabila tidak diatasi maka akan menimbulkan masalah lain seperti meningkatnya kecemasan saat menghadapi persalinan sehingga produksi hormone meningkat dan mengakibatkan vasokontraksi yang menyebabkan aliran darah ibu kejanin Janin akan mengalami hipoksia sedangkan ibu akan mengalami persalinan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Kompres Ice Gel Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasieksperimental dengan pendekatan one group pre test post test Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin di BPM SURIYANTI S. ST sebanyak 52 orang yang berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga di dapatkan 15 sampel. Analisis yang digunakan adalah uji Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan nilai A=0,003 dengan nilai kemaknaan 5% . sehingga nilai A=0,003<=0. 05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres ice gel terhadap nyeri kala 1 fase aktif. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu cara alternatif untuk mengurangi rasa nyeri persalinan kala I fase aktif. Kata Kunci : Kompres Ice Gel. Nyeri Persalinan. Kala 1 Fase Aktif The Effect of Giving Ice Gel Compresses on Labor Pain During The Active Phase I Abstark If pain in labor is not treated, it will cause other problems such as increased anxiety when facing labor so that hormone production increases and causes vasoconstriction which causes the mother's blood flow to the fetus to decrease. The fetus will experience hypoxia while the mother will experience a long labor. This study aims to determine the effect of applying ice gel compresses to labor pain in the active phase of the first stage of The type of research used in this research is quasi-experimental with a one group pre test post test design approach. The population in this study were all mothers giving birth at BPM SURIYANTI S. ST as many as 52 people based on inclusion and exclusion criteria using a purposive sampling technique so that 15 samples were obtained. The analysis used is the Wilcoxon test. The results showed that there were differences in pain intensity before and after being given treatment with a value of A = 0. with a significance value of 5% . so that the value of A = 0. 003 < = 05, then Ho was rejected and Ha was accepted. So the results of. analysis show that there is an effect of giving ice gel compresses to pain during the first active phase. This research can be used as an alternative way to reduce labor pain during the first active phase. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 18 Nomor 1 Tahun 2023 a eISSN : 2302-2531 Pendahuluan Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar. Persalinan mencakup proses fisiologis yang memungkinkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janin melalui jalan lahir. Persalinan mencakup proses fisiologis yang meningkatkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk melahirkan janinnya melalui jalan lahir. Persalinan dan kehamilan cukup bulan . -42 mingg. Lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin (Siregar, 2. World Health Organisation (WHO) memperkirakan lebih dari 585. 000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Penyebab langsung kemataian ibu secara global yaitu perdarahan, sepsis, hipertensi, partus macet . artus lam. , komplikas, abortus yang tidak aman dan sebab-sebab lainnya(Pratiwi, 2. World Health Organisation memperkirakan 800 perempuan meninggal setiap harinya akibat komplikasi kehamilan dan proses kelahiran, sekitar 99% dari seluruh kematian ibu terjadi dinegara berkembang sekitar 80% kematian maternal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan dan setelah persalinan (WHO, 2. Sedangkan untuk sesama ASEAN tahun 2013 seperti Tailand berkisar 44/100. 000 kelahiran hidup. Filipina 170/100. 000 kelahiran hidup. Vietnam 160/100. Malaysia 39/100. kelahiran hidup dan Indonesia sekitar 214/100. keahiran hidup dan termasuk dijajaran AKI tertinggi ketiga dalam Negara ASEAN (WHO, 2. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 309 per 100. kelahiran hidup. Angka ini turun jika di bandingkan pada tahun 2012 yang hanya 359 per 100. kelahiran hidup. Target global SDGs (Sustainable Development Goal. tahun 2030 adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100. kelahiran hidupbayi (AKB) 26/100. 000 kelahiran ( Depkes, 2. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, penyebab langsung kematian maternal di indonesia terkait kehamilan, persalinan terutama perdarahan, preeklamsi dan eklamsi, infeksi, partus lama /macet. Dan abortus. Penelitian Chowdhury . yang dilakukan di 9 pakistan, menyatakan bahwa terdapat empat penyebab komplikasi langsung kematian ibu, yang tertinggi adalah partus lama pada tahun 2017 sebanyak 1270. ,5%), perdarahan 601 . ,6%), infeksi sebanyak 485 . ,3%), dan kejang sebanya 166 . ,2%) (Depkes, 2. Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2015 ibu bersalin sebanyak 154. 956, dan mengalami peningkatan pada tahun 2016 yaitu sebanyak 468, dan tahun 2017 sebanyak 178. (Kemenkes RI, 2. Dikota Makassar pada tahun 2015 jumlah persalinan sebanyak 25. 240 sedangkan di BPM SURYANTI. ST pada tahun 2015 jumlah persalinan sebanyak 52, tahun 2016 sebanyak 63, tahun 2017 sebanyak 73 dan tahun 2018 periode Januari Ae Oktober jumlah ibu bersalin sebanyak 64 Berdasarkan data yang di peroleh di BPM Suryanti S. ST Ibu bersalin periode januari-oktober sebanyak 64 orang dan pada umumnya semua mengalami nyeri namun matode pananganan yang digunakan di BPM yaitu pijat dan sentuhan, oleh karena itu saya tertarik untuk meneliti penanganan nyeri dengan kompres ice gel. ( BPM Suryanti. Rasa nyeri dalam persalinan apabila tidak diatasi maka akan menimbulkan masalah lain seperti persalinan sehingga produksi hormone meningkat menyebabkan aliran darah ibu kejanin menurun. Janin akan mengalami hipoksia sedangkan ibu akan mengalami persalinan lama (Indah, 2. Namun Metode non-farmakologi yang dianggap efektif dalam penurunan nyeri salah satunya adalah kompres dingin. Dimana kompres dingin ini dapat mengurangi aliran darah ke suatu bagian dan mengurangi perdarahan edema yang diperkirakan menimbulkan efek analgesik dengan memperlambat kecepatan hantaran saraf sehingga impuls nyeri yang mencapai otak lebih sedikit. Beberapa jenis alat yang dapat digunakan untuk kompres dingin seperti sarung tangan karet yang diisi es, handuk yang dibasahi air es, dan ice gel. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian kompres ice gel terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Suryanti. ST. Ada membuktikan bahwa kompres dingin dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan : Sebuah Penelitian yang dilakukan Nova Elok Mardliyana di Surabaya tahun 2016 membuktikan bahwa pengaruh pemberian kompres ice gel terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif dengan dengan hasil uji statistic nilai p value sebesar 0,000<0,005 secara signifikan tanpa memberikan efek samping pada ibu dan janin (Nova, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Khusniyah tahun 2012 Dari hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh pemberian kompres dingin terhadap penurunan nyeri kala I fase aktif pada primipara dengan nilai p 0,001<0,005. Sehingga H1 diterima artinya ada pengaruh pemberian kompres Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 18 Nomor 1 Tahun 2023 a eISSN : 2302-2531 dingin terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif pada primipara. ( Khusniyah, 2. Bahan dan Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahQuasieksperimental dengan pendekatan one group pre testpost testdesign. Penelitian ini terdiri dari 1 kelompok sampel dan diobservasi terlebih dahulu sebelum diberikan perlakuan kemudian setelah diberikan perlakuan sampel tersebut diobservasi kembali. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian kompres ice gel sedangkan variabel dependen adalah nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Penelitian ini dilaksanakan di BPM SURYANTI. Perintis Kemerdekaan 12 lor. pada 11 November 2018 s/d 31 Mei 2019. Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin di BPM Suryanti. ST. Sampel dari penelitian ini adalah sebagian dari ibu bersalin primipara kala 1 fase aktif di BPM Suryanti. ST. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Purposive sampling merupakan cara pengambilan subjek penelitian yang akan menjadi responden dalam penelitian yang akan berdasar pada kriteria tertentu yakni kriteria inklusif dan eksklusif (Carsel,2. Sampel dalam penelitian ini bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi, merupakan kriteria sample yang diinginkan peneliti berdasarkan tujuan penilitian. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah: Inpartu kala 1 fase aktif ( pembukaan 8 c. , . Multipara. Persalinan normal. Usia ibu 20-30 tahun. Ibu sehat tidak mengalami disabilitas seperti tuli, buta, tunawicara dan kelainan mental. Pengelolahan data Editing, yaitu melakukan pengecekan terhadap hasil pengeiian angket yang meliputi kelengkapan identitas dan jawaban yang diberikan oleh responden Coding, yaitu memberikan kode jawaban secara angka atau kode tertentu sehingga lebih muda dan sederhana. Transfering, yaitu memindahkan jawaban responden kedalam bentuk table Tabulating, yaitu mengelompokkan resoonden berdasarkan kategori yang telah dibuat untuk variabel yang diukur dan ditampilkan kedalam bentuk table. Analisa Univariat Analisis Univariat bertujuan utuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik variabelsetiap penelitian. Pada umumya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari setiap variabl. Analisis Bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga atau berkolerasi (Ari sumantri 2. Dalam penelitian ini analisis Bivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres ice gel Terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di BPM SURYANTI. STAy Uji penelitian yang digunakan yaitu Uji paired sample T test yaitu salah satu uji parametricyang menggunakan variabel kategorik degan data rasio, interval dan ordinal. Apabila data tiak terdistribusi normal maka pengujian dilakukan pada uji nonparametric, hal ini dapat menggunkan uji wilcoxon. (Carsel,2. Hasil Penelitian Penelitian Pengaruh Kompres Ice Gel Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di BPM SURYANTI. ST Tahun 2019. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dimana responden penelitian diambil berdasarkan pertimbangan inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Responden pada penelitian ini berjumlah 15 orang . Analisis data yang didapat dalam penelitian ini adalah ujiPaired Sample T Test yaitu salah satu uji parametricyang menggunakan variabel kategorik degan data rasio, interval dan Apabila data tidak terdistribusi normal maka pengujian dilakukan dengan uji nonparametric, hal ini dapat menggunkan uji wilcoxon. Analisis univariate Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden di BPM Suryanti. Karakteristik Frekuensi Persentase (%) Umur Pendidikan SMA SMP Pekerjaan IRT Wiraswasta Berdasarkan table 1 Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur diketahui bahwa dari jumlah 15 responden diperoleh data responden yang berusia 20-25 tahun yaitu 9 orang . %) dan responden yang berusia 26-30 yaitu 6 orang . %). ditribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan pendidikan diketahui bahwa dari jumlah 15 responden diperoleh data responden yang berpendidikan SMP sebanyak 6 orang responden . %). SMA sebanyak 8 orang responden . 3%) dan SI sebanyak 1 orang responden Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 18 Nomor 1 Tahun 2023 a eISSN : 2302-2531 . 7%). distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diketahui bahwa dari jumlah 15 responden diperoleh data responden yang bekerja sebagai IRT sebanyak 14 orang responden . /3%) dan wiraswasta sebanyak 1 orang responden . 7%). Table 2 Distribusi frekuensi nyeri sebelum diberikan perlakuan di BPM Suryanti Nyeri Sebelum Perlakuan Frekuensi Berat Sedang Jumlah Presentase (%) Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa dari 15 responden sebelum diberikan perlakuan ada 11 orang responden yang mengalami. Tabel 3 Distribusi frekuensi nyeri sesudah diberikan perlakuan di BPM Suryanti,S. Nyeri Sesudah Perlakuan Frekuensi Presentase (%) Berat Sedang Jumlah Berdasarkan tabel 3 dapat dikatahui bahwa dari 15 jumlah responden sesudah diberikan perlakuan terdapat 13 responden yang mengalami nyeri sedang . 6%) dan 2 respoden yang mengalami nyeri berat . 7%). Analisi Bivariat Analisis Bivariat dilakukan untuk mengatahui pengaruh variabel independen dan dependen. Maka untuk dinilai adanya pengaruh pada penelitian ini, peneliti menggunakan uji statistic. Peneliti telah melakukan uji kolmogrov smirnov dengan hasil analisis sebelum diberikan perlakuan A=0. 004<=0. 05 dan sesudah diberikan perlakuan nilaiA=0. 001<=0. 05 yang artinya nilai sebelum dan sesudah diberikan perlakuan lebih kecil dari =0. 05 hal ini menunjukan data tidak terdistribusi normal, oleh karena itupeneliti menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4 Hasil uji normalitas data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test di BPM Suryanti,S. Kompres Ice Gel Mean Sig. -paile. Nyeri sebelum Nyeri sesudah Berdasarkan table 4. diketahui bahwa nyeri sebelum dierikan perlakuan nilai Sig. -paile. A=0,004<=0. 05 dan nilai nyeri sesudah diberikan perlakuan nilai Sig. -paile. A=0,001<=0. menandakan bahwa data tidak terdistribusi normal. Di katakan data terdistribusi normal, apabila nilai p> =0. 05 pada uji normalitas data. Tabel 5 Hasil Uji Wilcoxon Pengaruh pemberian kompres ice gel terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di BPM Suryanti,S. Pretest-Postest Kompres Ice Gel Signifikan (A) Meningkat Kala I fase Menurun Tetap Jumlah Responden Berdasarkan tabel 5 dapat diketahi bahwa nilai Sig. -taile. sesudah diberikan perlakuan sebesar A=0. 003<=0. 05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres ice gel terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif. jalan lahir. Persalinan dan kehamilan cukup bulan Pembahasan . -42 mingg. Lahir spontan dengan presentasi Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin dunia luar. Persalinan mencakup proses fisiologis (Siregar, 2. yang meningkatkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk melahirkan janinnya melalui Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 18 Nomor 1 Tahun 2023 a eISSN : 2302-2531 Menurut (Judha, 2. Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari ada nya kontraksi . otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar kearah paha. Kontraksi ini menyebabkan 397 adanya pembukaan mulut rahim . Dengan adanya pembukaan serviks ini maka akan terjadi persalinan. Rasa nyeri muncul akibat respon psikis dan refleks fisik. Kualitas rasa nyeri fisik dinyatakan sebagai tusukan, nyeri terbakar, rasa sakit, denyutan, sensasi rasa tajam, rasa mual dan kram. Ketika seorang ibu merasa sangat takut maka secara otomatis otak mengatur dan mempersiapkan tubuh untuk merasa sakit, sehingga rasa sakit saat persalinan akan lebih terasa. Kompres ice gel merupakan suatu tindakan kompres dingin dengan menggunakan alat bentuk gel yang dikemas dalam kantong plastic yang sudah dinetralkan dan tidak beracun. Ice gel dapat digunakan sebagai metode non farmakologi dalam pengurangan nyeri persalinan. Hal tersebut karena ice gel dapat menjaga suhu dingin tidak berair seperti es, aman serta efisien dan efektif sangat ekonomis karena dapat digunakan berulang kali sehingga dapat memudahkan bidan memberikan asuhan persalinan dalam pengurangan nyeri persalinan,( Nova, 2. Berdasarkan pada hasil penelitian ini dengan melakukan intervensi terhadap ibu bersalin multigravida kala I fase aktif dengan melakukan pemberian kompres ice gel di bagian punggung bawah ibu Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh yaitu terlihat adanya penurunan nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Sebelum dilakukan intervensi pemberian kompres ice gelberdasarkan intensitas nyeri yang dialami oleh responden yaitu 11 responden mengalami nyeri berat, dan 4 responden yang mengalami nyeri sedang dan setelah dilakukan intervensi pemberian kompres ice gel 2 responden mengalami nyeri berat dan 13 responden yang mengalami nyeri sedang. Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji wilcoxon di dapatkan nilai A=0,003<=0. 05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada Perngaruh Pemberian Kompres Ice Gel Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di BPM SURIYANTI. ST Tahun 2019 Pada table 4. 4 Hasil analisis didapatkan sebagian ibu termasuk dalam tingkat nyeri sedang . dan nyeri berat . 3%). Kompres ice gel dapat mengurangi nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Hal ini sesuai dengan studi yang menjelaskan terdapat wanita yang melahirkan mengalami nyeri sedang dan berat. (Baker & Ferguson 2. Kompres dingin adalah metode non-farmakologi yang dianggap sangat efektif dalam mengurangi nyeri. Kompres dingin merupakan suatu terapi es yang dapat menyebabkan vasekontraksi pada daerah nyeri, dan tubuh berusaha menghilangkan panas. (Nova, dkk. Pada penelitian ini dilakukan pada ibu bersalin dengan inpartu kala 1 fase aktif pada pembukaan 8 dengan memberikan kompres ice gel dibagian bokong ibu tepatnya di area tempat kepala janin menekan tulang belakang selama 10 menit pada saat kontraksi dengan pasien dalam posisi miring. Pegukuran nyeri dengan skala NRS (Numeric Rating Scal. dilakuan sebelum intervensi dan setelah intervensi. Kompres dingin dengan menggunakan ice gel dapat menyarap kalori area lokal nyeri persalinan sehingga terjadi penurunan Kompres ice gel memberikan stimulasi pada kulit sehingga bersifat terapiutik. Stimulasi ini mengirimkan impuls dari perifer ke hipotalamus yang kemudian menjadi sensasi temperature tubuh secara normal (Potter, 2. Kompres ice gel dapat menyebabkan transmisi nyeri tertutup sehingga cortex cerebri tidak dapat menerima sinyal karena nyeri sudah diblok dengan stimulasi dingin yang mencapai otak lebih dulu (Mander, 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nova Elok Mardalina Di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Kota Surabaya tahun Bahwa pemberian kompres Ice gel berpengaruh terhadap nyeri kala 1 fase aktif berdasarkan hasil uji statistic didapatkannilai A=0,003<=0. hasil analis didapatkan nilai RR sebesar 6 . % CI 2,1-18. Hal ini berarti terdapat pengaruh pemberian kompres ice gei terhadap nyeri persalinan yang signifikan sehingga hipotesis dan ibu bersalin yang diberikan kompres ice gellebih berpeluang 6 kali untuk mengalami nyeri sedang disbandingkan yang tidak diberikan kompres ice gel. Dan juga sejalan dengan penelitin yang dilakukan oleh Nagwa Abdhel . Tentang Efek Pemberian Pijat Es Dan Acupressure Terhadap Nyeri Persalinan Dan Persalinan Lama. Kedua tindakan yang diakukan sama-sama dapat mempersingkat waktu persalinan kala I dan IIdengan pemberian intervensi yang harus diulang setiap 30 menit. Pijat es lebih efektif mengurangi nyeri persalinan disbanding dengan ecupressure dan lebih sederhana, murah untuk dilakukan pada saat (Abdel, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Lilin Turlina tentang Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Terhadap Penurunan Nyeri Kala 1 Fase Aktif Di Di BPS Ny. Mujiyati Kabupaten Lomongan tahun 2013, berdasarkan tingkat nyeri persalinan sebelum diberikan kompres yaitu sebanyak 20 orang . yang mengalami nyeri berat dan 3 orang . yang mengalami nyeri sedang, sedangkan setelah pemberian kompres didapatkan 23 0rang . yang megalami nyeri sedang dan 2 orang . yang mengalami nyeri berat dingindengan hasil uji statistic wilcoxon di dapatkan nilai A=0,000<=0. sehingga Ha diterima yang berarti ada pengaruh pemberian kompres dingin terhadap nyeri Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 18 Nomor 1 Tahun 2023 a eISSN : 2302-2531 Menurut asumsi peneliti pemberian kompres ice gel sangat bermanfaat dalam mengurangi nyeri persalinan berdasarkan apa yang peneliti observasi responden rata-rata mengatakan bahwa nyeri persalinan yang dirasakan berkurang. Oleh karena itu, kompres ice gel ini dapat diberikan pada ibu yang sedang bersalin sehingga asuhan sayang ibu bisa tercapai dan ibu bersalin menjadi lebih Namun dalam penelitian ini masih ada 2 Responden yang masih mengalami nyeri berat setelah diberikan perlakuan salah satu responden dikarenakan factor jarak kehamilan yang terlalu jauh antara persalinan pertama dan persalinan kedua yang mengakibatkan ibu merasakan nyeri seperti pada saat persalinan pertama dan responden yang satu dikarenakan factor psikologis ibu yaitu tidak adanya pendamping saat proses persalinan yang mengakibatkan ibu merasa takut, dan terus berpikir akan rasa sakit yang dirasakan,sehingga perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh apapun. Dalam penelitian ini, peneliti masih menemukan berbagai kerterbatasan dalam melakukan penelitian. Yakni keterbatasan waktu dan keterbatasan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperiment dengan desain penelitian pre test post test group dimana penelitian ini merupakan kelompok berpasangan yaitu dilakukan penilaian terlebih dahulu sebelum diberikan perlakuan dan dinilai kembali setelah diberikan perlakuan. Kesimpulan Ada Pengaruh Pemberian Kompres Ice Gel Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di BPM Suryanti. S,ST. Saran Bagi Pendidikan. Lebih memperbanyak sumber referensi bagi mahasiswa untuk menunjang mahasiswa dalam melakukan penelitian, sehingga mahasiswa tidak kesulitan dalam mencari sumber referensi untuk penelitian. Bagi masyarakat. Memberikan informasi dari hasil penelitian bahwa Pemberian kompres ice gel berpengaruh terhadap nyeri persalinan Bagi pelayanan Kesehatan. Memberikan informasi tentang pemberian kompres ice gel sebagai salah satu metode non farmakologi yang dapat mengurangi intensitas nyeri Ucapan Terimakasih Mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung penelitian ini. Referensi