Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENGARUH EDUKASI DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KUALITAS HIDUP PEREMPUAN MENOPAUSE Lisda Maria 1. Dian Anggraini 2 Program Studi S1 Keperawatan. STIKES Mitra Adiguna Palembang1,2 lisdamaria83@gmail. anggrainidian34@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Menopause adalah fase alami yang dialami perempuan yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup akibat perubahan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Kurangnya dukungan suami dapat memperburuk gejala menopause, sementara peran suami yang aktif dalam mendukung istri dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan menopause. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi dukungan suami terhadap kualitas hidup perempuan menopause. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 52 perempuan menopause, dipilih dengan teknik total sampling. Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan WHOQOL-BREF, sebelum dan sesudah intervensi edukasi Analisis data dilakukan menggunakan T-Paired Test dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sekip Palembang pada tanggal 2Ae31 Januari 2025. Hasil: Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua domain kualitas hidup setelah intervensi . <0,. Perbedaan terbesar terjadi pada domain sosial (-24,37 A 17,. , diikuti oleh domain fisik (-21,56 A 11,. Edukasi dukungan suami berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Saran: Untuk tenaga pelayanan kesehatan agar meningkatkan program edukasi yang diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan primer guna meningkatkan kesejahteraan perempuan menopause, serta bagi suami untuk turut serta aktif mendukung istri yang menopause agar kualitas hidup dapat meningkat. Kata Kunci: Dukungan Suami. Edukasi. Kualitas Hidup. Menopause ABSTRACT Background: Menopause is a natural phase experienced by women that can result in a decrease in quality of life due to physical, psychological, social, and environmental changes. Lack of husband support can exacerbate menopausal symptoms, while an active husband's role in supporting his wife has been shown to improve the well-being of menopausal women. Objective: To analyze the effect of husband support education on menopausal women's quality of life. Methods: This study used a preexperimental one group pretest-posttest design without a control group. The study sample was 52 menopausal women, selected by total sampling technique. Measurement of quality of life was carried out using the WHOQOL-BREF, before and after the husband education intervention. Data analysis was performed using the T-Paired Test and Wilcoxon Signed Ranks Test. The study was conducted at Sekip Health Center Palembang on January 2-31, 2025. Results: The study showed significant improvement in all quality of life domains after the intervention . <0. The largest difference occurred in the social domain (-24. 37 A 17. , followed by the physical domain (-21. 56 A 11. Husband support education has a significant effect in improving the quality of life of menopausal women. Suggestion: For health service workers to improve educational programs that are integrated into primary health services to improve the welfare of menopausal women, and for husbands to actively participate in supporting menopausal wives so that quality of life can improve. Keywords: Husband Support. Education. Quality of Life. Menopause | 39 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Menopause Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup Wanita menopause diantarnya adalah fisiologis yang tak terhindarkan dalam kehidupan perempuan, ditandai dengan berhentinya menstruasi secara menopause beradaptasi dengan perubahan Proses ini biasanya terjadi pada ini, dan dukungan emosional, informasi, usia 45 hingga 55 tahun dan sering kali dan instrumental dari suami (Ariesti et al. disertai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan Dukungan suami terbukti memainkan (Bobak & Jensen, 2. Perubahan ini peran penting dalam meningkatkan kualitas mencakup gejala vasomotor seperti hot hidup perempuan menopause. Dukungan flashes, perubahan suasana hati, insomnia, ini tidak hanya berupa bantuan fisik tetapi serta gangguan kesehatan seksual. Gejala- juga mencakup dukungan emosional dan gejala tersebut dapat memengaruhi kualitas informasi yang membantu perempuan menghadapi tantangan menopause dengan khususnya dalam aspek psikologis dan lebih baik (Yoshany et al. , 2. Studi di sosial (Ratnawati, 2. Lebih dari 80% Bantul. Yogyakarta, menunjukkan bahwa perempuan yang mendekati menopause perempuan menopause dengan dukungan melaporkan dampak buruk pada kualitas hidup mereka (Nappi et al. , 2. kecemasan yang lebih rendah dan kualitas Proses menopause biasanya terjadi hidup yang lebih tinggi dibandingkan secara alami antara usia 45Ae55 tahun. mereka yang tidak mendapatkan dukungan Namun, faktor-faktor seperti genetik, status (Cempaka, kesadaran dan pengetahuan suami tentang memengaruhi waktu terjadinya menopause menopause sering kali menjadi hambatan (Rokayah, 2. Menopause juga sering utama dalam pemberian dukungan yang dikaitkan dengan berbagai gejala fisik dan efektif (Erbil, 2. psikologis, seperti hot flashes, insomnia. Namun. Untuk mengatasi masalah ini, edukasi kecemasan, depresi, dan perubahan suasana Edukasi mempengaruhi kualitas hidup perempuan meningkatkan pemahaman suami tentang (Rokayah, 2. perubahan fisik dan emosional yang dialami | 40 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 istri selama menopause, serta memberikan ditemukan bahwa sebagian besar . perempuan merasa kurang mendapatkan mereka secara efektif (Annah & Mashar, dukungan dari suami dalam menghadapi masa menopause. Mereka juga melaporkan Penelitian Yoshany et al. gejala fisik seperti hot flashes dan nyeri menunjukkan bahwa edukasi untuk suami sendi, serta gangguan emosional seperti kecemasan dan perasaan tidak percaya diri. Sementara itu, sebagian besar suami . dalam mendukung istri selama masa oran. tidak memiliki pengetahuan yang Intervensi berkontribusi pada peningkatan kualitas mengakibatkan kurangnya empati dan hubungan pernikahan dan kesejahteraan dukungan yang dibutuhkan oleh istri. psikologis pasangan. Meskipun Penelitian oleh (Peate et al. , 2. membuktikan pentingnya edukasi suami, menopause yang menerapkan gaya hidup penelitian di Indonesia masih terbatas, sehat cenderung memiliki kualitas hidup terutama yang mengkaji pengaruh langsung yang lebih baik dalam semua domain. dari edukasi suami terhadap kualitas hidup Intervensi istri menopause di tingkat komunitas. membantu perempuan menopause dan Penelitian sebelumnya cenderung fokus keluarga mereka memahami pentingnya pada hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup tanpa memberikan intervensi edukasi secara langsung (Yuditia, 2. Selain itu, studi tentang menopause di Sedangkan penelitian yang dilakukan Indonesia oleh (Yuditia, 2. menunjukkan bahwa Jakarta dukungan suami selama menopause tidak Yogyakarta, sementara wilayah seperti hanya membantu mengurangi dampak Palembang yang memiliki karakteristik gejala fisik, seperti hot flashes dan budaya dan sosial yang berbeda masih insomnia, tetapi juga memberikan efek jarang mendapat perhatian. Berdasarkan wawancara pendahuluan Dukungan dengan tujuh perempuan menopause di memungkinkan istri merasa dihargai dan wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang, | 41 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 perubahan yang mereka alami, serta gambaran perubahan yang terjadi pada menegaskan pentingnya peran suami dalam subjek penelitian sebagai akibat dari intervensi yang diberikan. berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan menopause. Desain pretest-posttest digunakan pada penelitian yang bertujuan Begitu pula penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi oleh Yoshany et al. menunjukkan yang dilakukan pada kelompok tertentu. bahwa suami yang diberikan edukasi Dalam konteks penelitian ini, intervensi tentang menopause, termasuk gejala dan berupa edukasi kepada suami tentang dampaknya pada kualitas hidup, cenderung dukungan yang dapat mereka berikan lebih aktif terlibat dalam mendukung istri selama masa menopause. Dukungan ini Hasil penelitian ini menunjukkan mencakup aspek emosional, informasi, dan bahwa program edukasi berbasis komunitas dapat meningkatkan pengetahuan suami, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hubungan pernikahan dan kesejahteraan psikologis, sosial, maupun lingkungan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Penelitian oleh (Ariesti et al. , 2. wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang menemukan bahwa dukungan pasangan, pada tanggal 2 Ae 31 Januari 2025. Populasi khususnya suami, sangat berperan dalam membantu perempuan mengatasi gejala perempuan menopause yang berada di Dukungan ini tidak hanya wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang, dengan jumlah sebanyak 92 orang. tetapi juga memperkuat hubungan sosial. Sampel penelitian diambil dari populasi menggunakan teknik purposive METODE PENELITIAN sampling, pemilihan subjek penelitian Penelitian ini menggunakan desain berdasarkan kriteria tertentu yang relevan pre-eksperimen tanpa kelompok kontrol dengan tujuan penelitian maka sampel yang . ne group pretest-posttest desig. Desain digunakan adalah 48 orang ditambah 10% ini dipilih untuk mengevaluasi pengaruh untuk antisipasi dropout sehingga total sampel adalah 52 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup Pendekatan ini memberikan dua komponen utama, yaitu lembar booklet | 42 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 edukasi dan kuesioner kualitas hidup. antara skor pretest dan posttest, yang Kedua instrumen ini dirancang untuk menunjukkan efektivitas intervensi edukasi dukungan suami terhadap kualitas hidup perempuan menopause. Sebaliknya, jika nilai p > 0,05, maka tidak ada perbedaan signifikan, yang mengindikasikan bahwa intervensi tidak memberikan pengaruh yang Variabel dalam penelitian ini Tehnik Pengolahan data melalui adalah Variabel bebas yaitu intervensi editing, coding, skoring, tabulating, dan Etika penelitian yang digunakan variabel tergantung adalah kualitas hidup perempuan menopause. Informed (Lembar Persetujuan Penelitia. Anonymity (Tanpa Nam. dan Confidentiality (Kerahasiaa. HASIL PENELITIAN Asas kejujuran . dan asas menepati Analisa Univariat janji . Otonomi . , dan Asas keadilan . Analisis ini untuk menjelaskan atau Metode yang digunakan adalah uji variabel penelitian (Notoadmodjo,2. Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro- Wilk. Data univariat dalam penelitian ini adalah Jika data terdistribusi normal . > 0,. , karakteristik responden, kualitas hidup maka analisis dilakukan menggunakan uji t- perempuan menopause sebelum dan setelah berpasangan (Paired t-Tes. Namun, jika diberikan edukasi suami. Adapun analisis data tidak normal . O 0,. , analisis univariat masing-masing variabel tersebut dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Jika nilai sebagai berikut: p O 0,05, maka ada perbedaan signifikan Umur Tahun Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur MeanASD Median Min 52,12A3,02 Maks Berdasarkan tabel 1, distribusi umur penelitian ini adalah 52,12 A 3,02 tahun, responden menunjukkan bahwa rata-rata dengan usia termuda 47 tahun dan tertua 57 | 43 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Frekuensi . Persentase (%) SMP SMA Total Berdasarkan tabel 2, didapatkan hasil paling banyak responden adalah responden . ,7%) dan paling sedikit lulusan SMA 9 responden . ,3%). lulusan perguruan tinggi lebih banyak 17 Tabel 3. Kualitas Hidup Perempuan Menopause Sebelum Diberikan Intervensi Edukasi Suami Kualitas Hidup MeanASD Median Min Maks Domain Fisik 23,21A8,23 Domain Psikologi 25,88A7,84 Domain Sosial 25,63A10,94 Domain Lingkungan 23,86A6,94 WHOQOL Total 24,57A4,20 Berdasarkan tabel 3, menunjukkan WHOQOL. Domain sosial memiliki skor bahwa sebelum diberikan intervensi, rata- rata-rata 25,63 A 10,94, sedangkan domain rata kualitas hidup responden berada pada fisik menunjukkan skor terendah, yaitu tingkat yang rendah di semua domain 23,21 A 8,23. Tabel 4. Kualitas Hidup Perempuan Menopause Setelah Diberikan Intervensi Edukasi Suami Kualitas hidup MeanASD Median Min Maks Domain fisik 44,78A9,98 46,43 Domain psikologi 44,71A11,3 45,83 Domain sosial 50,0A13,90 Domain Lingkungan 44,23A11,09 43,75 WHOQOL Total 45,93A7,37 46,32 Menurut tabel 4 menunjukkan. Rata-rata Setelah diberikan edukasi dukungan suami. WHOQOL total meningkat dari 24,57 A terdapat peningkatan signifikan pada semua 4,20 menjadi 45,93 A 7,37. Domain sosial | 44 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 mengalami peningkatan tertinggi dengan skor 50,0 A 13,90. Tabel 5. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Kualitas Hidup Statistik Domain Fisik Pre Domain Psikologi Pre Domain Sosial Pre Domain Lingkungan Pre WHOQOLPre Domain Fisik Post Domain Psikologi Post Domain Sosial Post Domain Lingkungan Post WHOQOLPost Menurut tabel 5 didapatkan Hasil uji Kolmogorov- Smirnov menunjukkan bahwa sebagian P Value besar data berdistribusi normal (P Value > 0,. , kecuali pada domain sosial pre-test dan post -test dengan nilai p < 0,05. Tabel 6. Pengaruh Edukasi Dukungan Suami Terhadap Kualitas Hidup Perempuan Menopause Kualitas Hidup MeanASD P value T/Z Domain fisik -21,56A11,22 0,000 -13,853* Domain psikologi -18,83A14,01 0,000 -9,689* Domain sosial -24,37A17,6 0,000 -5,826** Domain Lingkungan -20,37A12,73 0,000 -11,536* WHOQOL Total -21,36A7,1 0,000 -21,499* Berdasarkan tabel 6. Hasil uji beda PEMBAHASAN T-Paired Test dan Wilcoxon Signed Ranks Karakteristik responden Test menunjukkan peningkatan signifikan Hasil pada semua domain kualitas hidup setelah bahwa rata-rata usia perempuan berada Perbedaan terbesar terjadi pada dalam rentang usia menopause. Temuan ini domain sosial, dengan perubahan rata-rata sesuai dengan teori yang menyatakan sebelum dan sesudah sebesar -24,37 A 17,6, bahwa menopause umumnya terjadi pada diikuti oleh domain fisik (-21,56 A 11,. usia 45-55 tahun, di mana produksi estrogen menurun secara signifikan, menyebabkan | 45 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 psikologis (Santoro et al. , 2. menunjukkan bahwa tingkat pendidikan Rentang usia menopause dalam penelitian ini masih berada dalam kisaran menghadapi menopause dan kemampuan yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyebutkan bahwa reproduksi (Erbil et al. , 2. Perempuan rata-rata perempuan mengalami menopause dengan tingkat pendidikan lebih tinggi antara 50-52 tahun di berbagai populasi cenderung lebih memahami perubahan global (WHO, 2. tubuhnya dan mencari cara yang lebih sehat Jika penelitian sebelumnya, temuan ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Yoshany pendidikan lebih rendah. et al. yang menemukan bahwa rata- Temuan ini juga sejalan dengan rata usia menopause di beberapa negara penelitian Charandabi et al. , yang berkembang adalah 51,4 tahun, sedangkan menemukan bahwa perempuan menopause di negara maju, usia menopause cenderung dengan pendidikan lebih tinggi lebih aktif lebih tinggi karena gaya hidup dan dalam mencari layanan kesehatan, seperti perawatan kesehatan yang lebih baik. konsultasi dokter dan terapi hormonal. Faktor-faktor dibandingkan mereka dengan pendidikan menopause meliputi genetik, pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres (Nappi et menunjukkan bahwa perempuan dengan , 2. Dengan demikian, variabilitas pendidikan lebih tinggi lebih mungkin usia menopause yang ditemukan dalam mengadopsi gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan pola makan seimbang, dipengaruhi oleh perbedaan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi dampak serta kondisi kesehatan perempuan di menopause (Mirhaghjou et al. , 2. wilayah penelitian. Faktor pendidikan juga mempengaruhi Selain Dari segi karakteristik pendidikan, tingkat pemahaman perempuan mengenai sebagian besar responden dalam penelitian pentingnya dukungan sosial, termasuk ini adalah lulusan perguruan tinggi. Hasil perubahan menopause. Adapun asumsi peneliti bahwa penelitian ini memiliki tingkat pendidikan tingginya proporsi perempuan menopause Studi | 46 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 berkontribusi pada kesadaran yang lebih Suami Hasil menopause dan pentingnya peran suami dalam memberikan dukungan emosional berada pada tingkat rendah di semua dan fisik. Selain itu, perempuan dengan pendidikan lebih tinggi mungkin lebih mudah menerima intervensi edukasi karena menopause di Wilayah Kerja Puskesmas memiliki keterampilan literasi kesehatan Sekip Palembang mengalami berbagai yang lebih baik (Polat et al. , 2. Namun, keterbatasan dalam aspek sosial dan fisik, faktor lain seperti lingkungan sosial, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan ekonomi, dan akses ke layanan kesehatan mereka secara keseluruhan. Kualitas hidup juga perlu diperhitungkan sebagai variabel yang rendah pada kelompok ini dapat yang dapat mempengaruhi hasil penelitian disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormonal, penurunan fungsi WHOQOL. Temuan Secara keseluruhan, hasil penelitian fisik, serta kurangnya dukungan sosial yang ini mengkonfirmasi bahwa usia menopause memadai (Santoro et al. , 2. Di samping yang terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas itu, domain sosial juga menunjukkan hasil Sekip Palembang masih sesuai dengan rata- rata usia menopause global, dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi berperan menopause dalam penelitian ini mungkin dalam meningkatkan pemahaman serta mengalami penurunan interaksi sosial, baik kesiapan perempuan dalam menghadapi dalam keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, program Secara Rendahnya edukasi menopause perlu dirancang dengan menyebabkan penurunan hormon estrogen yang berperan penting dalam menjaga sebagai aspek penting dalam meningkatkan fungsi tubuh, termasuk kesehatan tulang, metabolisme, serta keseimbangan emosi kesehatannya, serta mendorong keterlibatan (Nappi et al. , 2. Defisiensi estrogen suami dalam memberikan dukungan yang sering kali berkontribusi pada munculnya optimal selama masa menopause. hot flashes, keringat malam, kelelahan. Kualitas Hidup Perempuan Menopause serta nyeri sendi, yang semuanya dapat Sebelum Diberikan Intervensi Edukasi menurunkan skor domain fisik dalam | 47 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 WHOQOL. Dalam penelitian ini, rendahnya cenderung memiliki kondisi psikologis skor domain fisik menunjukkan bahwa mengalami gejala menopause yang parah. mengalami keterbatasan dalam aktivitas Dalam konteks penelitian ini, rendahnya sehari-hari akibat gejala menopause yang domain sosial mengindikasikan bahwa mengganggu (Polat et al. , 2. Hal ini sejalan dengan teori yang menyebutkan penelitian mungkin tidak mendapatkan bahwa menopause dapat menyebabkan dukungan sosial yang optimal dari keluarga perubahan psikologis, seperti kecemasan, dan lingkungannya. mudah tersinggung, dan perasaan tidak Asumsi peneliti bahwa rendahnya percaya diri, yang dapat menghambat hubungan sosial (Mirhaghjou et al. , 2. Selain menopause masih dianggap sebagai tanda penuaan dan menurunnya peran perempuan dengan baik. Faktor lain yang mungkin dalam keluarga, yang dapat memengaruhi berkontribusi adalah keterbatasan akses status sosial mereka (Erbil et al. , 2. terhadap layanan kesehatan yang khusus Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yoshany et al. Kurangnya edukasi tentang menopause dan dengan hasil penelitian bahwa perempuan menopause dengan gejala fisik yang lebih menyebabkan perempuan mengalami gejala parah cenderung memiliki kualitas hidup lebih berat dibandingkan mereka yang yang lebih rendah. Jika dibandingkan memiliki akses ke informasi dan dukungan dengan penelitian lain yang dilakukan oleh medis yang baik. Selain itu, skor rendah Charandabi et al. menemukan dalam domain sosial dan fisik juga dapat dikaitkan dengan gaya hidup dan kebiasaan mengalami kurangnya dukungan sosial dari yang kurang mendukung kesehatan selama pasangan atau keluarga lebih cenderung Perempuan menopause yang mengalami stres dan depresi, yang pada tidak terbiasa dengan pola hidup sehat dan olahraga tidak rutin dapat mengalami gejala Studi tersebut juga menunjukkan menopause yang lebih parah, sehingga berdampak pada skor WHOQOL yang lebih memiliki hubungan sosial yang baik Dengan | 48 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penelitian ini memperkuat fakta bahwa hidup perempuan menopause. Menurut menopause tidak hanya berdampak pada teori psikososial, dukungan dari pasangan kesehatan fisik, tetapi juga pada aspek psikologis dan sosial perempuan. Kualitas meningkatkan kesejahteraan emosional, hidup yang rendah sebelum intervensi dan memperbaiki hubungan interpersonal menunjukkan perlunya program edukasi selama menopause (Santoro et al. , 2. dan dukungan sosial yang lebih baik bagi Penelitian ini mendukung teori tersebut, di perempuan menopause, terutama dalam terhadap cara mengelola gejala menopause. signifikan dalam domain sosial. Hal ini Oleh dukungan suami menjadi langkah yang diberikan kepada suami telah meningkatkan penting dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause secara keseluruhan. dukungan yang lebih baik, baik secara Kualitas Hidup Perempuan Menopause Setelah Diberikan Intervensi Edukasi Suami. Hasil ini juga konsisten dengan Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh bahwa setelah diberikan edukasi dukungan Yoshany et al. , yang menemukan suami, terdapat peningkatan signifikan pada semua domain kualitas hidup perempuan mendapatkan dukungan dari suami lebih Rata-rata WHOQOL total cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup meningkat, yang mencerminkan perbaikan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapat dukungan. Studi Peningkatan terbesar terjadi tersebut menyatakan bahwa ketika suami pada domain sosial. Hasil ini menunjukkan memahami gejala menopause dan berperan bahwa intervensi edukasi yang diberikan aktif dalam membantu istri, perempuan kepada suami telah berdampak positif menopause lebih mampu mengelola stres dan merasa lebih dihargai dalam hubungan menopause, terutama dalam meningkatkan Dalam konteks penelitian ini, dukungan sosial yang mereka terima. peningkatan domain sosial yang signifikan Secara dapat dikaitkan dengan keterlibatan suami memainkan peran penting dalam kualitas dalam memberikan perhatian lebih kepada | 49 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 istri setelah menerima edukasi. Selain . juga menunjukkan bahwa suami mengalami peningkatan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa dukungan suami tidak suportif dan berpartisipasi dalam perawatan hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga membantu perempuan menopause peningkatan pada domain psikologis, juga dalam meningkatkan kesejahteraan fisik menunjukkan bahwa edukasi dukungan Selain Penelitian suami membantu perempuan menopause dalam mengelola stres dan emosi mereka menopause yang mendapatkan dukungan dengan lebih baik. Peningkatan signifikan emosional dari pasangan lebih cenderung dalam domain psikologis dapat dikaitkan memiliki gaya hidup yang lebih sehat, dengan meningkatnya komunikasi antara seperti meningkatkan aktivitas fisik dan pasangan setelah edukasi diberikan kepada menjaga pola makan (Nappi et al. , 2. suami, yang memungkinkan perempuan Dalam penelitian ini, kemungkinan besar menopause merasa lebih dihargai dan peningkatan domain fisik terjadi karena Dengan demikian, intervensi suami yang telah mendapatkan edukasi edukasi dukungan suami memiliki dampak lebih aktif dalam membantu istri dalam yang nyata dalam meningkatkan kualitas menjaga kesehatan mereka. hidup perempuan menopause. Oleh karena Asumsi peneliti bahwa peningkatan itu, edukasi kepada suami sebaiknya kualitas hidup setelah intervensi juga menjadi bagian dari program kesehatan disebabkan oleh peningkatan kesadaran menopause di fasilitas kesehatan primer. suami terhadap pentingnya peran mereka Dengan adanya pemahaman yang lebih baik dalam mendukung istri selama menopause. Sebelum intervensi, kemungkinan besar menopause dapat menjalani fase ini dengan lebih nyaman dan memperoleh dukungan menopause dapat memengaruhi kehidupan yang optimal dari pasangan mereka. istri mereka, baik secara fisik maupun Pengaruh Edukasi Dukungan Suami Setelah mendapatkan edukasi. Terhadap Kualitas Hidup Perempuan Menopause komunikasi, empati, dan tindakan nyata Hasil uji beda menggunakan T- dalam membantu istri menghadapi masa Paired Test dan Wilcoxon Signed Ranks transisi ini. Penelitian oleh Polat et al. Test | 50 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pengaruh signifikan terhadap peningkatan meningkatkan kepuasan sosial perempuan kualitas hidup perempuan menopause di WHOQOL. Temuan ini juga didukung oleh Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Yoshany et terbesar terjadi pada domain sosial. Hasil . , yang menunjukkan bahwa ini menunjukkan bahwa intervensi yang perempuan menopause yang mendapatkan diberikan tidak hanya berdampak pada dukungan dari pasangan memiliki tingkat aspek fisik, tetapi juga secara signifikan perempuan menopause, terutama dalam mendapat dukungan sosial. Studi tersebut interaksi dengan pasangan dan lingkungan juga menemukan bahwa pasangan yang mendapatkan edukasi terkait menopause Secara cenderung lebih sabar dan lebih memahami perubahan emosional yang dialami oleh menentukan kualitas hidup perempuan istri mereka. Dalam konteks penelitian ini. Menurut teori psikososial, perempuan yang mendapatkan dukungan menunjukkan bahwa intervensi edukasi emosional dan sosial yang memadai akan yang diberikan kepada suami efektif dalam memiliki tingkat stres yang lebih rendah, memperbaiki hubungan suami-istri selama serta lebih mampu beradaptasi dengan menopause, yang pada akhirnya berdampak perubahan fisiologis yang terjadi selama pada peningkatan kualitas hidup istri menopause (Santoro et al. , 2. Temuan Selain domain sosial, domain fisik ini sejalan dengan konsep yang menyatakan bahwa hubungan interpersonal yang positif, signifikan setelah intervensi. Peningkatan membantu perempuan menopause merasa menopause yang mendapatkan dukungan lebih dihargai dan diterima selama masa suami lebih mampu mengelola gejala fisik transisi ini (Nappi et al. , 2. Oleh karena yang dialami, seperti hot flashes, nyeri itu, peningkatan signifikan dalam domain sendi, kelelahan, dan gangguan tidur. sosial setelah intervensi mengindikasikan Studi bahwa suami yang telah mendapatkan Charandabi et al. menunjukkan dukungan kepada istri mereka, sehingga | 51 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menopause dalam menjalani pola hidup penelitian WHO . , yang menyatakan sehat, seperti olahraga teratur, konsumsi bahwa intervensi berbasis edukasi memiliki makanan bergizi, dan manajemen stres. Dalam penelitian ini, kemungkinan besar peningkatan domain fisik terjadi karena terutama dalam meningkatkan dukungan suami yang telah diberikan edukasi lebih sosial dan peran pasangan dalam membantu aktif dalam membantu istri menjalani gaya perempuan menghadapi perubahan ini. hidup sehat dan memberikan dorongan moral yang lebih besar. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa intervensi edukasi Asumsi peneliti bahwa peningkatan dukungan suami merupakan strategi yang kualitas hidup setelah intervensi terjadi efektif dalam meningkatkan kualitas hidup tidak hanya karena peningkatan dukungan perempuan menopause. Oleh karena itu, suami, tetapi juga karena peningkatan kesadaran perempuan menopause dalam diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan menghadapi perubahan yang terjadi pada memberikan manfaat yang lebih luas bagi Setelah Puskesmas, perempuan menopause mungkin merasa lebih dihargai dan mendapatkan informasi Implementasi lebih baik tentang bagaimana menghadapi diharapkan dapat membantu perempuan gejala menopause, sehingga secara tidak menopause menjalani fase ini dengan lebih langsung membantu mereka mengelola nyaman dan mendapatkan dukungan yang kondisi fisik dan emosional dengan lebih optimal dari lingkungan sosial mereka. Selain itu, hasil penelitian ini juga KESIMPULAN menunjukkan bahwa intervensi edukasi Sebelum diberikan intervensi, rata-rata memiliki efek berkelanjutan, terutama kualitas hidup responden berada pada tingkat yang rendah di semua domain Perempuan menopause yang sebelumnya perempuan menopause di Wilayah merasa terisolasi atau tidak mendapatkan Kerja Puskesmas Sekip Palembang. dukungan kini merasa lebih diperhatikan Setelah diberikan edukasi dukungan dan dihargai setelah pasangan mereka suami, terdapat peningkatan signifikan mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada semua domain kualitas hidup di tentang menopause. Hal ini mendukung Wilayah Kerja Puskesmas Sekip | 52 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Palembang. SARAN Adanya peningkatan signifikan pada Disarankan bagi suami untuk turut semua domain kualitas hidup setelah serta aktif mendukung istri yang menopause intervensi perempuan menopause di agar kualitas hidup istri dapat meningkat Wilayah secara lebih efektif didalam kehidupan Kerja Palembang. Puskesmas Sekip sehari-hari, serta agar pelayanan kesehatan program edukasi dukungan suami dalam menghadapi menopause pada istri. DAFTAR PUSTAKA