UNES Journal of Education Volume 1. Issue 4. Agustus 2017 P-ISSN 2549-4201 E-ISSN 2549-4791 Open Access at: http://journal. univ-ekasakti-pdg. STUDI TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA SD NEGERI 12 KECAMATAN SUNGAI GERINGGING KABUPATEN PADANG PARIAMAN STUDY OF PHYSICAL FITNESS LEVEL STUDENTS OF STATE ELEMENTARY SCHOOL 12 SUNGAI GERINGGING. DISTRICT PADANG PARIAMAN Arfon Meirony. Muhshin. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta E-mail: arfonmeirony@bunghatta. INFO ARTIKEL ABSTRAK Kata kunci: Masalah dalam penelitian ini berawal dari observasi peneliti yaitu untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman yang berkenaan dengan tingkat kesegaran jasmani. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Populasi pada penelitian adalah siswa SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman yang berumur 10 Ae 12 tahun sebanyak 36 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan Total Sampling sehingga sampel berjumlah 36 Setelah data didapatkan, maka teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabulasi frekwensi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman, dari 36 orang siswa, tidak ada siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik sekali, sebanyak 6 orang siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik, sebanyak 18 orang siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi sedang, sebanyak 12 orang siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang dan tidak siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang sekali. Artinya masih banyak siswa yang rendah tingkat kesegaran studi, tingkat. Copyright A 2017 JE. All rights reserved. P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: The problem in this study originated from the observation of the researchers is to determine the physical fitness level of students of State Elementary School 12 Sungai Geringging District Padang Pariaman Therefore this study aims to determine the level of physical fitness of students of State Elementary School 12 Sungai Geringging District Padang Pariaman regency with respect to the level of physical This type of research is descriptive research. The population in this research is the students of State Elementary School of 12 Sungai Geringging District Padang Pariaman regency which is 10 - 12 years old as many as 36 people. Sampling was done by total sampling so that the sample of 36 people. After the data obtained, then the technique of data analysis in this study using the frequency tabulation. Based on the results of data analysis obtained State Elementary School 12 Sungai Geringging District Padang Pariaman regency, from 36 students, no students have the results of physical fitness in the classification is excellent, as much 6 students have the results of physical fitness in good classification, as much 18 students have The result of physical fitness in the middle classification, as much 12 students have the result of physical fitness in the classification of less and not students have the result of physical fitness in the classification is less once. This means that there are still many students who are low level of physical fitness. study, physical, fitness, level Copyright A 2017 JE. All rights reserved. PENDAHULUAN Sekolah merupakan wadah pembentukan aspek kepribadian, intelektual, dan bahkan pengembangan keterampilan bagi generasi muda. Agar setelah menamatkan sebuah jenjang pendidikan, para peserta didik mampu bersaing dalam mengikuti seleksi untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maka dalam proses pembelajaran yang dialami siswa diharapkan benar-benar menguasai mata pelajaran sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku. tidaklah berlebihan jika para siswa yang di didik mampu menguasai materi ajar yang diberikan. Karena kurikulum di terapkan tidaklah memaksa siswa untuk hanya menghapal dan mengingat, tetapi agar memahami, serta berhasil menguasai materi sampai batas ketuntasan minimal yang ditetapkan para pendidik berdasar pemikiran yang matang. Salah satu bagian dari proses pendidikan di sekolah adalah kegiatan pembelajaran yang memegang peran penting untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan nalar, membentuk sikap peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini adalah usaha guru dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa belajar. Oleh sebab itu tugas guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran saja, tetapi juga bertanggung jawab memajukan dan membimbing proses belajar siswa. Pelaksanaan tugas tersebut harus direncanakan dan dilaksanakan oleh guru sebaik mungkin UNES Journal of Education. : 341-351 sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif. Guru harus memiliki kemampuan menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif dan membantu meningkatkan kesegaran jasmani agar tercapai hasil belajar praktek olahraga sesuai dengan yang Pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah harus betul-betul dilaksanakan secara profesional oleh seorang guru. Pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah, selain ditunjang tenaga pendidikan yang profesional, sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, juga tidak terlepas dari kesiapan peserta didik itu sendiri untuk menerima pelajaran yang diberikan guru. Keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) tentunya sangat tergantung kemampuan guru dalam menguasai setiap materi pembelajaran penjas sesuai dengan harapan kurikulum. Kesegaran jasmani memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah maupun dalam pencapaian prestasi di luar sekolah. Secara umum kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luang. Kesegaran jasmani juga tidak terlepas dari faktor gizi dan makanan, yang berguna untuk membangun selsel tubuh, komponen biokatalisator, dan metabolisme tubuh. Agar dapat memperoleh tingkat kesegaran jasmani yang baik, perlu memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. Diantaranya: Aukerja . ktifitas fisi. , waktu istirahat seseorang, keturunan, gaya hidup, keadaan lingkungan, kebiasaan seseorang, makananAy (Arsil, 1999:. Selanjutnya Gusril . mengemukakan Aufaktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani siswa antara lain: jenis pekerjaan, keadaan kesehatan, jenis kelamin, umur, tingkat terlatihnya siswa, motivasi belajar dan status giziAy. Dari uraian di atas maka banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani. Kesegaran jasmani diperlukan tiap-tiap individu terutama dalam mengikuti pembelajaran khususnya dalam peningkatan prestasi guna tercapainya prestasi maksimal. Kesegaran jasmani memiliki peranan yang sangat penting, karena jika siswa memiliki kesegaran jasmani yang baik, maka akan dapat membantu siswa tersebut dalam menghadapi proses pembelajaran dengan penuh semangat tanpa merasa capek dan lelah. Sebaliknya apabila kesegaran jasmani siswa rendah mereka merasa tidak konsentrasi dalam menghadapi pembelajaran, karena mereka mudah lelah, lesu dan capek. Terdapat banyak pengertian serta pendapat dari para ahli mengenai kesegaran jasmani seperti apa yang dikemukakan Sutarman dalam Apri Agus . menyatakan bahwa Aukesegaran jasmani adalah aspek fisik dari kesegaran yang menyeluruh, memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaian terhadap stress fisik yang layakAy. Selanjutnya Sudoso dalam Efwilza . mengemukakan Aukesegaran jasmani lebih menitik beratkan kepada physical fitness yaitu kemampuan tubuh untuk menyesuaian fungsi alat-alat dalan fisikologis terhadap lingkungan . etinggian, kelembaban, suhu dan sebagainy. Ay. Sedangkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa Aukesegaran jasmani sebagai suatu aspek dari kesegaran yang menyeluruh bahwa seseorang dalam keadaan segar, jika ia cukup mempunyai kekuatan kemampuan, kesanggupan, daya kreasi dan daya tahan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisiensi tanpa menimbulkan kelelahan fisik yang berartiAy. Berdasarkan pedapat diatas dapat didefinisikan bahwa kesegaran jasmani adalah merupakan aktifitas olahraga dan latihan-latihan yang dilakukan sehari-hari, semakin banyak aktifitas olahraga dan latihan yang dilakukan seseorang, akan semakin baik pula tingkat kesegaran jasmaninya. Hal ini disebabkan dengan melakukan aktifitas olahrga dan latihan akan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menkonsumsi oksigen secara maksimal, maka secara otomatis akan berpengaruh terhadap tingkat kesegaran jasmani. Menurut Tim Pengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan . Aukesegaran jasmani adalah kondisi jasmani yang menggambarkan potensi dan kemampuan jasmani untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan hasil yang optimal tanpa memperlihatkan keletihan yang berartiAy. Selanjutnya Apri Agus . menyatakan bahwa Aukesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian . terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya . ari kerja yang dilakukan sehari-har. tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihanAy. Menurut Soemowenrdojo dalam Ismaryati . Kesegaran jasmani adalah: AuKemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari dengan mudah,tanpa merasa kelelahan yang berlebihan dan masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya untuk keperluan mendadakAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani adalah aspek-aspek kemampuan fisik yang menunjang kesuksesan siswa dalam melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengakibatkan kelelahan yang berarti. Dan hal ini yang penting untuk meningkatkan kesegaran jasmani adalah latihan dan olahraga yang teratur, tubuh memerlukan oksigen untuk memproduksi energi, tubuh tidak menyimpan oksigen. Oksigen harus diambil dan disalurkan keorgan-organ tubuh dan jaringan yang membutuhkan energi. Kemampuan tubuh untuk melakukan hal tersebut sangat tergantung dari tingkat kesegaran jasmani masing-masing Bagi orang yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang baik akan mudah untuk melakukan pengambilan oksigen yang dibutuhkan tubuh. Bagi orang yang tingkat kesegaran jasmaninya rendah, hal ini merupakan suatu kesulitan yang berarti dengan kata lain orang yang banyak melakukan aktifitas dan olahraga yang teratur maka tingkat jasmaninya relatif baik dibanding dengan orang yang melakukan sedikit aktifitas jasmaninya. Hal yang penting dalam meningkatkan kesegaran jasmani adalah aktifitas fisik dan latihan olahraga teratur, tubuh memerlukan oksigen untuk reproduksi energi. Oksigen harus diambil dan disalurkan ke organ-organ tubuh. Kemampuan tubuh untuk melakukan hal tersebut sangat tergantung dari kesegaran jasmani seseorang. Bagi orang yang mempunyai kesegaran jasmani yang baik akan mudah untuk UNES Journal of Education. : 341-351 pengambilan oksigen yang dibutuhkan tubuh. Sedangkan orang yang kesegaran jasmaninya kurang baik akan kesulitan dalam pengambilan oksigen secara baik dan optimal, bagi orang yang banyak melakukan aktifitas fisik dan olahraga yang teratur, tingkat kesegaran jasmaninya bertambah baik bila dibandingkan dengan orang yang kurang melakukan aktifitas fisik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Nurhasan . 6: . , bahwa Auuntuk mendapatkan tingkat kesegaran jasmani yang baik, sebaiknya kita melakukan olahraga yang teraturAy. Selain itu untuk meningkatkan kesegaran jasmani seseorang adalah dengan latihan. Bompa dalam Apri Agus . mengemukakan bahwa seseorang melakukan latihan untuk mengejar tujuan perbaikan fungsi sistem organ untuk mengoptimalkan prestasi dan penampilannya dalam berolahraga. Sesuai dengan pendapat diatas bahwa semakin banyak aktifitas fisik dan latihan olahraga yang teratur yang dilakukan seseorang maka cenderung akan bertambah baik tingkat kesegaran jasmaninya dan begitu juga sebaliknya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan pada saat penelitian. Dimana Arikunto . penelitian deskriptif adalah AuPenelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala kejadian di masa sekarang atau dengan perkataan lain penelitian terhadap masalahmasalah actual sebagaimana adanya saat penelitian dilakukanAy. Tempat pelaksanaan penelitian dan pengambilan data adalah di SD Negeri 12 Sungai Geringging. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Januari Ae Maret 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas V SD Negeri 12 Sungai Geringging yang telah berumur 10 Ae 12 tahun dan berjumlah sebanyak 36 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling, selanjutnya kesegaran jasmani siswa diukur antara lain: adalah lari cepat, gantung siku tekuk, baring duduk, loncat tegak dan lari jarak sedang, selanjut setiap tes yang dilakukan oleh siswa dicatat dan di skor menurut daftar nilai pada Tabel 1. Tabel 2 dan Tabel 3. Tabel 1. Nilai TKJI (Untuk Putra Usia 10 -12 Tahu. Lari 40 Gantung Siku Baring Loncat Lari 600 Nilai Tekuk Duduk Tegak d Ae 6. 3Ay 51Ay Ae ke atas 23 Ae ke atas 46 Ae ke atas d Ae 2Ao09Ay 4Ay Ae 6,9Ay 31Ay Ae 50Ay 18 Ae 22 38 Ae 45 2Ao10Ay Ae 2Ao30Ay 7,0Ay Ae 7,7Ay 15Ay Ae 30Ay 12 Ae 17 31 Ae 37 2Ao31Ay Ae 2Ao45Ay 7,8Ay Ae 8,8Ay 5Ay Ae 14Ay 4 Ae 11 24 Ae 30 2Ao46Ay Ae 3Ao44Ay 8,9Ay Ae dst 4Ay Ae dst 0Ae3 23 Ae dst 3Ao45Ay Ae dst Sumber: Arsil & Aryadie Adnan dalam buku Evaluasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Nilai P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 Tabel 2. Nilai TKJI (Untuk Putri Usia 10 -12 Tahu. Lari 40 Gantung Siku Baring Loncat Lari 600 Nilai Tekuk Duduk Tegak d Ae 6. 7Ay 40Ay Ae ke atas 20-ke atas 42 Ae ke atas d Ae 2Ao32Ay 8Ay Ae 7,4Ay 20Ay Ae 39Ay 19 Ae 27 34 Ae 41 2Ao33Ay Ae 2Ao54Ay 7,5Ay Ae 8,3Ay 8Ay Ae 19Ay 9 Ae 18 28 Ae 33 2Ao55Ay Ae 3Ao28Ay 8,4Ay Ae 9,6Ay 2Ay Ae 7Ay 3Ae8 21 Ae 27 3Ao29Ay Ae 4Ao22Ay 9,7Ay Ae dst 0Ay Ae 1Ay 0Ae2 20 Ae dst 4Ao23Ay Ae dst Sumber: Arsil & Aryadie Adnan dalam buku Evaluasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Nilai Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi. Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu nilai. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir tingkat kesegaran jasmani Indonesia. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani Tabel 3. Norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Jumlah nilai Klasifikasi Kesegaran Jasmani 22 Ae 25 Baik sekali ( BS ) 18 Ae 21 Baik (B) 14 Ae 17 Sedang (S) 10 Ae 13 Kurang (K) 5Ae9 Kurang sekali ( KS ) Sumber: Arsil & Aryadie Adnan dalam buku Evaluasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Selanjutnya data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, dengan menggunakan rumus sebagai berikut: yce ycy = ycu100% ycu Keterangan: : Presentase hasil yang diperoleh : Frekuensi dari masing-masing jawaban : Jumlah responden (Yusuf, 2005:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 12 Sungai Geringging tentang tingkat kesegaran jasmani, bahwa tingkat kesegaran jasmani siswa SD Negeri 12 Sungai Geringging masih rendah. Terbukti dari hasil akhir tingkat kesegaran jasmani siswa UNES Journal of Education. : 341-351 SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman jika dibandingkan dengan Norma Klasifikasi Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 10 -12 tahun, maka dapat ditentukan bahwa dari 36 orang siswa, tidak ada siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik sekali, sebanyak 6 orang siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik, sebanyak 18 orang siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi sedang, sebanyak 12 orang siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang dan tidak siswa memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang sekali. Siswa Putra Secara statistik deskriptif dengan tabulasi frekwensi siswa putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman diukur dengan menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Berdasarkan hasil tes TKJI siswa putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman diperoleh nilai tertinggi 21 dan nilai terendah adalah 10 dengan rata-rata 15,95 dan standar deviasi 2,75. Untuk lebih jelasnya data hasil tes ini, dibuatkan tabel distribusi frekwensi sebagai berikut: Tabel 4. Distribusi Frekwensi Data Kesegaran Jasmani Siswa Putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Klasifikasi Baik sekali Baik Sedang Kurang Kurang sekali Kelas Interval 22 Ae 25 18 Ae 21 14 Ae 17 10 Ae 13 5Ae9 Jumlah Frekwensi Absolut (FA) Frekwensi Relatif (FR) Berdasarkan tabel frekwensi di atas dari 20 orang siswa putra, ternyata tidak ada siswa putra . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 22 Ae 25 dengan klasifikasi baik sekali, kemudian sebanyak 5 orang siswa putra . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 18 Ae 21 dengan klasifikasi baik, sedangkan sebanyak 11 orang siswa putra . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 14 Ae 17 dengan klasifikasi sedang, lalu sebanyak 4 orang siswa putra . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 10 Ae 13 dengan klasifikasi kurang dan tidakada siswa putra . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 5 Ae 9 dengan klasifikasi kurang Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Gambar 1. P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 Grafik 1. Data Kesegaran Jasmani Siswa Putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Siswa Putri Tingkat kesegaran jasmani siswa putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman diukur dengan menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Berdasarkan hasil tes TKJI siswa putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman diperoleh nilai tertinggi 19 dan nilai terendah adalah 11, dengan rata-rata 13,88 dan standar deviasi 1,90. Untuk lebih jelasnya data hasil tes ini, dibuatkan tabel distribusi frekwensi sebagai berikut: Tabel 5. Distribusi Frekwensi Data Kesegaran Jasmani Siswa Putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Klasifikasi Baik sekali Baik Sedang Kurang Kurang sekali Jumlah Kelas Interval 22 Ae 25 18 Ae 21 14 Ae 17 10 Ae 13 5Ae9 Frekwensi Absolut (FA) Frekwensi Relatif (FR) 6,25 43,75 Berdasarkan tabel frekwensi di atas dari 16 orang siswa putri, ternyata tidak ada siswa putri . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 22 Ae 25 dengan klasifikasi baik sekali, kemudian sebanyak 1 orang siswa putri . ,25%) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 18 Ae 21 dengan klasifikasi baik, sedangkan sebanyak 7 orang siswa putri . ,75%) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 14 Ae 17 dengan klasifikasi sedang, lalu sebanyak 8 orang siswa putri . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 10 Ae 13 dengan klasifikasi kurang dan tidak ada siswa putri . %) memiliki hasil TKJI dengan kelas interval 5 Ae 9 dengan klasifikasi kurang Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut: UNES Journal of Education. : 341-351 Grafik 2. Data Kesegaran Jasmani Siswa Putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Berdasarkan dari pertanyaan penelitian bahwa AuBagaimanakah tingkat kesegaran jasmani siswa SD Negeri 12 Sungai Geringging?Ay, maka jawaban pertanyaan penelitian dari studi tingkat kesegaran jasmani siswa SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman adalah dikategorikan sedang. Hasil ini diperoleh dari hasil akhir data kesegaran jasmani siswa SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman yang dibandingkan dengan Norma Klasifikasi Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 10 12 tahun. Pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah harus betul - betul dilaksanakan secara profesional oleh seorang guru. Pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah, selain ditunjang tenaga pendidikan yang profesional, sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, juga tidak terlepas dari kesiapan peserta didik itu sendiri untuk menerima pelajaran yang diberikan guru. Kesegaran jasmani memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah maupun dalam pencapaian prestasi di luar sekolah. Secara umum kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu Siswa yang memiliki kesegaran jasmani yang baik, maka akan dapat membantu siswa tersebut dalam menghadapi proses pembelajaran dengan penuh semangat tanpa merasa capek dan lelah. Sebaliknya apabila kesegaran jasmani siswa rendah mereka merasa tidak konsentrasi dalam menghadapi pembelajaran, karena mereka mudah lelah, lesu dan capek. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data mengenai AuStudi Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang PariamanAy, maka akan dijawab pertanyaan penelitian sesuai dengan perumusan masalah yang telah diajukan sebelumnya yaitu AuApakah siswa SD Negeri 12 Sungai Geringging sudah memiliki P-ISSN: 2549-4201. E-ISSN: 2549-4791 tingkat kesegaran jasmani yang baik?Ay. Agar lebih jelasnya jawaban dari pertanyaan dapat diuraikan sebagai berikut : Siswa Putra Rata - rata tingkat kesegaran jasmani siswa putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman 15,95 dikategorikan sedang, siswa putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman sudah memiliki kesegaran jasmani, tetapi belum maksimal. Diharapkan dengan kesegaran jasmani yang dimiliki sekarang agar dapat ditingkatkan lagi kesegaran jasmani siswa putra. Hasil kesegaran jasmani siswa putra SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman jika dibandingkan dengan Norma Klasifikasi Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk putra usia 10 -12 tahun, maka dapat ditentukan bahwa dari 20 orang siswa putra, tidak ada siswa putra memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik sekali, sebanyak 5 orang siswa putra memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik, sebanyak 11 orang siswa putra memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi sedang, sebanyak 4 orang siswa putra memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang dan tidak ada siswa putra memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang sekali. Siswa Putri Rata - rata tingkat kesegaran jasmani siswa putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman 13,88 dikategorikan kurang, siswa putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman belum memiliki kesegaran jasmani. Diharapkan dengan kesegaran jasmani yang dimiliki sekarang agar dapat ditingkatkan lagi kesegaran jasmani siswa putri. Hasil kesegaran jasmani siswa putri SD Negeri 12 Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman jika dibandingkan dengan Norma Klasifikasi Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk putri usia 10 -12 tahun, maka dapat ditentukan bahwa dari 16 orang siswa putri, tidak ada siswa putri memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik sekali, sebanyak 1 orang siswa putri memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi baik, sebanyak 7 orang siswa putri memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi sedang, sebanyak 8 orang siswa putri memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang dan tidak ada siswa putri memiliki hasil kesegaran jasmani pada klasifikasi kurang sekali. Saran Sesuai dengan kesimpulan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: Perlu adanya pemahaman lebih tentang penting kebugaran jasmani Memintak pemeritah pusat ataupun dinas terkait untuk menambah wahana bermain anak terutama yang berhubungan dengan aktifitas fisik. Diharapkan kepada guru penjasorkes untuk dapat kesegaran jasmani siswa yang ada saat sekarang agar lebih ditingkatkan menjadi lebih baik. UNES Journal of Education. : 341-351 Penelitian ini hanya terbatas pada siswa SD Negeri 12 Kecmatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman, untuk itu perlu dilakukan penelitian pada pemain yang lain atau daerah yang berbeda dengan jumlah sampel yang lebih banyak lagi. DAFTAR PUSTAKA