Dampak Media Sosial Terhadap Body Image Remaja Putri Ayu Endang Purwati*1. Sri Utami Asmarani1. Sri Wulan Ratna Dewi1 Prodi D3 Kebidanan. STIKes Muhammadiyah Ciamis Author's Email Correspondence (*) : ayuendang86@gmail. ABSTRAK Media sosial merupakan salah satu bentuk teknologi informasi dalam berkomunikasi, media sosial mempermudah informasi menyebar dan sampai kepada sasaran. Perkembangan jejaring sosial sangat luar biasa terjadi baik dikalangan usia anak-anak, remaja dan usia tua, hal ini terjadi karena media sosial mudah diakses dengan jejaring pertemanan yang tanpa batas. Media sosial mempunyai banyak manfaat jika digunakan dengan bijak. Remaja putri lebih detail dan memiliki standar dalam menilai bentuk tubuhnya dibandingkan dengan remaja laki-laki, informasi lain bahwa body image pada siswa laki-laki lebih baik dibandingkan body image siswa perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak dari media sosial terhadap body image remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional research. Sampel penelitian sebanyak 100 remaja putri yang diambil menggunakan purposive sampling . Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan alat ukur skala Multidimensional Body-self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQAS). Data dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden paling banyak berusia 18-20 tahun . %), sebanyak 30 orang . %) responden pengguna media sosial Instagram dengan konten yang paling banyak dilihat adalah kecantikan 48 orang . %) serta sebanyak 89 orang . %) menggunakan media sosial selama 2 jam dalam satu kali melihat. Body image (Citra Tubu. pada remaja putri di Kabupaten Ciamis usia 11-20 tahun berada dalam kategori sedang sebanyak 70 orang . %). Dampak penggunaan media sosial pada remaja putri adalah timbulnya body image positif dan body image negatif. Edukasi tentang body image melalui media sosial diperlukan untuk mengarahkan remaja putri pada body image postif. Kata Kunci: Body Image. Media Sosial. Remaja Putri. Published by: Article history : Tadulako University Received : 14 11 2023 Address: Received in revised form : 31 12 2023 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 31 12 2023 Indonesia. Available online : 31 12 2023 Phone: 6282348368846 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: preventifjournal. fkm@gmail. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 ABSTRACT Social media is a form of information technology in communication, social media makes it easier for information to spread and reach the target. The development of social networks is extraordinary both among children, adolescents and old age, this happens because social media is easily accessible with an unlimited network of friends. Social media has many benefits if used wisely, female teenagers are more detailed and have standards in assessing their body shape compared to male teenagers, other information that body image in male students is better than female students' body image. The purpose of this study is to see the impact of social media on the body image of adolescent girls. The research method used is quantitative research with observational research design. The research sample was 100 adolescent girls who were taken using purposive Data were collected using a questionnaire with the Multidimensional Body-self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS). Data were analysed by descriptive statistics. The results showed that most respondents were aged 18-20 years . %), as many as 30 people . %) respondents of Instagram social media users with the most viewed content was beauty 48 people . %) and as many as 89 people . %) used social media for 2 hours in one viewing. Body image in adolescent girls in Ciamis Regency aged 11-20 years is in the moderate category as many as 70 people . %). The impact of social media use on adolescent girls is the emergence of positive body image and negative body image. Education about body image through social media is needed to direct adolescent girls to a positive body image. Keywords : Body Image. Social Media. Adolescent Girls. PENDAHULUAN Remaja adalah penduduk dalam rentan usia 11-20 tahun . Remaja merupakan masa transisi seorang anak menuju dewasa . , pada masa ini remaja mengalami perubahan perkembangan yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, kognitif, dan psikososial . Tugas perkembangan dan kebutuhan merupakan sesuatu yang muncul pada periode tertentu dalam rentan kehidupan remaja . Jika individu tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap dan tugas perkembangan, maka individu tersebut dapat melewati perannya sebagai remaja dan mampu menjalani tugas kehidupan selanjutnya yakni usia dewasa. Perkembangan psikologis pada masa remaja awal ditandai dengan adanya perkembangan minat dan cita-cita yang terwujud dalam berbagai kategori, diantaranya kategori minat pribadi dan sosial . Minat pribadi merupakan hal paling kuat yang dimiliki remaja awal karena minat pribadi timbul ketika kesadaran penuh atas penerimaan sosial dari lingkungan sekitar sangat penting. Hal ini mejadi dasar remaja putri khususnya sangat memperhatikan segala sesuatu bersifat pribadi yang dapat menambah kepercayaan dirinya dalam bersosialisasi. Sejalan dengan hasil penelitian yang mejelaskan bahwa perilaku sering memperhatikan penampilan dilakukan untuk mendapatkan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 penghargaan atas dirinya, penghargaan diri . elf estee. remaja akan menumbuhkan sikap percaya diri, kuat menghadapi rasa sakit dan perasaan damai jika terpenuhi . Penghargaan diri . elf estee. pada remaja akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana remaja tersebut memandang dirinya sendiri, baik itu memandang penampilan fisiknya, memberikan persepsi tentang bentuk tubuhnya, membandingkan penampilan dengan orang lain yang dianggap memiliki standar tubuh ideal. Munculnya penilaian pada remaja putri mengenai standar ideal bentuk tubuh yang harus dimiliki, membuat sebagian besar remaja putri merasa kurang percaya diri. Penilaian dan cara pandang individu terhadap tubuhnya sendiri disebut body image . Body image dapat berupa body image positif dan body image negatif. Body image negatif terjadi apabila remaja mempunyai ketidakpuasan terhadap tubuhnya sendiri yang mengakibatkan mereka melakukan segala hal untuk mengubah penampilan sesuai dengan yang diinginkan tanpa melihat kekurangan dan kelebihan dari tindakan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya body image, salah satunya adalah media massa. Media massa lebih banyak memperlihatkan peran atau public figure yang dianggap sesuai dengan standar ideal, sehingga menarik untuk dijadikan target komparasi . Persepsi remaja tentang tubuh ideal dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya media seperti televisi, film, video, majalah, serta media sosial yang menampilkan public figure yang ideal. Remaja putri lebih detail dan memiliki standar dalam menilai bentuk tubuhnya dibandingkan dengan remaja laki-laki, sejalan dengan hasil penelitian bahwa body image pada siwa laki-laki lebih baik dibandingkan body image siswa perempuan . Kemajuan teknologi menambah dan mengubah media massa menjeadi lebih inovatif sehingga mempermudah sasaran dalam melihat atau mengakses informasi dengan lebih cepat, salah satunya dengan menggunakan media sosial. Media sosial mempunyai banyak manfaat jika digunakan dengan bijak, sejalan dengan penjelasan bahwa untuk mejaga kesehatan mental remaja selama pandemi dibutuhkan peningkatan kualitas komunikasi dengan orang tua dan penggunaan sosial media secara bijak . Media sosial merupakan salah satu bentuk teknologi informasi dalam berkomunikasi, media sosial mempermudah informasi menyebar dan sampai kepada sasaran. Perkembangan jejaring sosial sangat luar biasa terjadi baik dikalangan usia anak-anak, remaja dan usia tua, hal ini terjadi karena media sosial mudah diakses dengan jejaring pertemanan yang tanpa batas . PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Penilaian terhadap tubuh remaja akhir pengguna media sosial dapat dipengaruhi oleh mudahnya menyerap informasi tentang penampilan fisik dengan penunjang gambar atau foto yang ditampilkan sebagian besar memperlihatkan penampilan tubuh teman sebaya dan selebritis yang mudah diingat . Sejalan dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat terpaan media sosial instagram dengan tingkat persepsi mengenai body image . Beberapa media sosial yang sering digunakan pada tahun 2022 adalah Whatsapp. Instagram, facebook. Tiktok dan Telegram . Hasil survey we are social yang bertajuk AuDigital 2023Ay. Whatsapp masih merupakan aplikasi yang paling banyak diminati oleh pengguna internet pada rentan usia 16-64 tahun . Informasi lain menunjukkan bahwa saat ini Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna Tiktok terbesar kedua di dunia . Berdasarkan uraian sebelumnya dapat diketahui bahwa penggunaan media sosial dapat mempengaruhi body image remaja putri. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian yang dapat melihat dampak dari media sosial terhadap body image remaja putri. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional research atau teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. dengan metode statistik deskriptip. Kriteria inklusi sampel penelitian ini adalah remaja putri pengguna media sosial aktif dan bersedia mengisi informed consent, untuk selanjutnaya megisi Penelitian dilakukan di Kabupaten Ciamis dengan populasi remaja putri usia 11-20 tahun. Pengambilan sampel didasarkan pada rumus Slovin . , sehingga mendapatkan hasil sampel sebanyak 100 remaja putri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling . Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan alat ukur skala Multidimensional Body-self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) yang dikembangkan oleh Cash & Pruzinsky dan didiadaptasi Andini . Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara statistik Analisis deskriptip bertujuan memberikan deskripsi tentang subjek penelitian berdasarkan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 data dari variabel yang dikumpulkan dari kelompok subjek yang diteliti, dan tidak untuk menguji hipotesis . Data yang terkumpul dijumlahkan dan dikelompokan sesuai dengan bentuk instrument yang digunakan. Untuk mempermudah pemahaman tentang hasil, maka data perlu dilengkapi dengan kata-kata yang dapat menggambarkan body image, kemudian dibandingkan dengan cara pemberian kriteria . HASIL Responden pada penelitian ini adalah remaja putri pengguna media sosial aktif dengan rentan usia 11-20 tahun. Berikut hasil penelitian: Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Media Sosial yang Sering Digunakan. Konten yang Sering Dilihat, dan Waktu Responden Melihat Konten Variabel Usia Media Sosial Konten Durasi Waktu Kategori 11-13 tahun 14-17 tahun 18-20 tahun Jumlah Persentase Jumlah Instagram Whatsapp Facebook Tiktok Jumlah Fashion Kecantikan Kesehatan Jumlah Jumlah Sumber : Data Primer 2023 Berdasarkan tabel 1 nomor 1 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori remaja usia 18-20 tahun sebanyak 43 responden . %) dan sebagian kecil termasuk dalam kategori remaja usia 14-17 tahun sebanyak 32 responden . %). Berdasarkan tabel 1 nomor 2 dapat PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 dilihat bahwa sebagian besar responden menggunakan media sosial Instagram sebanyak 30 reponden . %) dan sebagian kecil menggunakan media sosial Tiktok sebanyak 19 responden . %). Berdasarkan tabel 1 nomor 3 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden menggunakan media sosial untuk melihat konten kecantikan sebanyak 48 reponden . %) dan sebagian kecil menggunakan media sosial untuk melihat konten kesehatan sebanyak 9 responden . %). Berdasarkan tabel 1 nomor 4 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden menggunakan media sosial untuk melihat konten dengan durasi 2 jam sebanyak 89 responden . %) dan sebagian kecil menggunakan media sosial untuk melihat konten dengan durasi 3 jam sebanyak 1 responden . %). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Body Image Responden ditinjau dari Aspek Appearance Evaluation. Aspek Appearance Orientation. Aspek Body Areas Satisfaction. Aspek Overweight Preoccupation dan Aspek Self-classified Wight Variabel Body Image (Citra Tubuh Responde. Appearance Evaluation (Evaluasi Penampila. Appearance Orientation (Orientasi Penampila. Areas Satisfaction (Kepuasan terhadap Bagian Tubu. Overweight Preoccupation (Kecemasan menjadi Gemu. Self-classified Wight (Pengkategorian Ukuran Tubu. Interval Skor 124,7 O X Subjek Persentase (%) 79,3 O x < 124,7 < X 79,3 25,7 O X 16,3 O x < 25,7 < X 16,3 44 O X Kriteria Keterangan Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Positif Sedang Negatif Positif Sedang Rendah Negatif Positif Sedang 28 O x < 44 Tinggi Sedang < X 28 Rendah Negatif 33 O X 21 O x < 33 < X 21 14,7 O X 9,3 O x < 14,7 Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Positif Sedang Negatif Positif Sedang < X 9,3 Rendah Negatif 7,3 O X 4,7 O x < 7,3 Tinggi Sedang Positif Sedang < X 4,7 Negatif Negatif Sumber : Data Primer 2023 PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Berdasarkan tabel 2 nomor 1 dapat diketahui bahwa Body Image (Citra Tubu. pada responden sbesar berada dalam kategori sedang sebanyak 70 responden . %) dan sebagian kecil berada dalam kategori positif sebanyak 30 responden . %). Berdasarkan tabel 2 nomor 2 dapat diketahui bahwa Body image (Citra Tubu. pada responden menurut aspek Appearance Evaluation (Evaluasi Penampila. sebagian besar berada dalam kategori sedang sebanyak 71 responden . %), dan Sebagian kecil dalam kategori positif sebanyak 29 responden . %). Berdasarkan tabel 2 nomor 3 dapat diketahui Body Image (Citra Tubu. pada responden menurut aspek Appearance Orientation (Orientasi Penampila. sebagian besar termasuk dalam kategori positif sebanyak 85 responden . %) dan sebagian kecil dalam kategori sedang sebanyak 15 responden . %). Berdasarkan tabel 2 nomor 4 dapat diketahui Body Image (Citra Tubu. pada responden menurut aspek Body Areas Satisfaction (Kepuasan terhadap Bagian Tubu. sebagian besar berada dalam kategori sedang sebanyak 77 responden . %), dan sebagian kecil berada dalam kategori negatif sebanyak 5 responden . %). Berdasarkan tabel 2 nomor 5 dapat diketahui Body Image (Citra Tubu. pada responden menurut aspek Overweight Preoccupation (Kecemasan menjadi Gemu. sebagian besar berada dalam kategori sedang sebanyak 57 responden . %), dan sebagian kecil berada dalam kategori positif sebanyak 43 responden . %). Berdasarkan tabel 2 nomor 6 dapat diketahui Body image (Citra Tubu. pada responden menurut aspek Self-classified Wight (Pengkategorian Ukuran Tubu. sebagian besar berada dalam kategori sedang sebanyak 95 responden . %), dan sebagian kecil termasuk dalam kategori positif sebanyak 5 responden . %). PEMBAHASAN Remaja putri di Kabupaten Ciamis sebagain besar pengguna media sosial aktif, media sosial menjadi salah satu kebutuhan bagi remaja karena banyak manfaat yang dirasakan seperti kemudahan dalam mencari informasi yang sesuai kebutuhan, media komunikasi, hiburan, media aktualisasi diri dan sebagai penunjang proses pembelajaran. Penggunaan media sosial banyak memberikan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 perubahan pada pola pikir remaja, khususnya remaja putri mulai dari gaya hidup, fashion, sampai perilaku konsumtif. Hal tersebut sangat mempengaruhi cara pandang terhadap tubuhnya sendiri . ody imag. Body image atau citra tubuh adalah gambaran mental yang terbentuk terhadap karakteristik fisik dan fungsional tubuh, seperti ukuran, bentuk, berat maupun estetika tubuh berdasarkan persepsi, evaluasi dan penilaian terhadap apa yang dipikirkan dan dirasakan serta pendapat orang lain terhadap dirinya . Body image remaja putri di Kabupaten Ciamis sebagain besar termasuk dalam kategori sedang, hanya sebagian kecil yang termasuk dalam kategori positif. Hal ini dapat disebabkan masih banyaknya remaja merasa kurang puas dengan keadaan tubuhnya setelah membandingkan dengan orang lain yang dianggap sesuai kriteria atau ideal terutama membandingkan dengan yang dilihat dari media sosial. Body image dikatakan positif apabila individu memiliki rasa kepuasan dan menghargai apa yang dimiliki, serta akan berusaha menjaga tubuhnya dengan baik . Body image remaja putri di Kabupaten Ciamis diketahui dari beberapa aspek diantaranya aspek Appearance Evaluation (Evaluasi Penampila. , aspek Appearance Orientation (Orientasi Penampila. , aspek Body Areas Satisfaction (Kepuasan terhadap Bagian Tubu. , aspek Overweight Preoccupation (Kecemasan menjadi Gemu. , dan aspek Self-classified Wight (Pengkategorian Ukuran Tubu. Body image remaja putri di Kabupaten Ciamis dilihat dari aspek Appearance Evaluation (Evaluasi Penampila. memiliki penilaian yang netral terhadap penampilan keseluruhan tubuhnya, hal ini membuktikan bahwa responden masih dapat menerima keadaan yang kurang sesuai dengan cara memperbaiki atau merawat tubuhnya dengan melihat konten di media sosial. Sebagian kecil dari responden bahkan dapat menerima apa adanya dan tidak merasa khawatir tentang penampilan Remaja putri yang memiliki body image positif kemungkinan besar akan memiliki penerimaan diri yang positif juga, sehingga lebih menghargai setiap perubahan yang terjadi pada bentuk fisiknya. Body image positif dapat dipengaruhi oleh gratitude . asa syuku. seseorang, semakin bersyukur semakin baik body image . Body image positif pada remaja putri di Kabupaten Ciamis yang dilihat dari aspek Appearance Orientation (Orientasi Penampila. dapat dipengaruhi oleh perasaan bahwa penampilan merupakan hal yang sangat penting, sehingga ketika ada ketidaksesuaian dengan penampilannya dan mulai membandingkan dengan orang lain terutama yang dianggap role model di media sosial mereka PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 berusaha untuk memperbaiki diri agar terlihat lebih menarik. Sejalan dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri adalah penempilan fisik . Penelitian lain menjelaskan bahwa responden yang berjerawat memiliki harga diri, citra tubuh, dan ideal diri karena melakukan perawatan wajah . Penjelasan lain menerangkan bahwa informan akan belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada untuk memenuhi kriteria standar kecantikan, akan tetapi mereka mempertimbangkan apakah hal yang dilakukan membuat informan merasa nyaman dan percaya diri . Body image sedang pada remaja putri di Kabupaten Ciamis menurut aspek Body Areas Satisfaction (Kepuasan terhadap Bagian Tubu. merupakan keadaan responden dimana mereka menerima setiap bentuk tubuhnya meskipun ada beberapa bagian tubuh yang dirasa belum atau kurang ideal. Kepuasan terhadap bagian tubuh dapat dirasakan berbeda bagi setiap individu, hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah responden dengan body image positif berdasarkan aspek Body Areas Satisfaction. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa masih adanya responden dengan body image negatif menurut aspek Body Areas Satisfaction, hal ini dapat diakibatkan dari perasaan tidak puas dengan salah satu bagian tubuhnya akan yang akhirnya menurunkan rasa percaya diri, merasa cemas dan merasa tidak cantik. Sejalan dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa remaja perempuan cenderung lebih peka terhadap keadaan tubuh karena kepedulian utamanya adalah memiliki tubuh kurus yang diidentikkan dengan kecantikan dan kesadaran remaja perempuan yang tidak mungkin mencapai tubuh ideal dapat menyebabkan kecemasan . Bahkan pendapat lain menjelaskan bahwa remaja putri yang sudah memiliki bentuk tubuh kurus cenderung akan mempertahankan berat badannya agar tetap merasa ideal dengan melakukan diet . Remaja putri tidak menyadari akan akibat negatif dari diet tanpa pengawasan dokter dan ahli gizi, karena dengan diet tanpa aturan gizi seimbang akan menjadikan remaja putri kekurangan gizi dan berdampak pada kesehatan lainnya. Sejalan dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan tekanan darah pada siswa MA Putri Maskummbang di Kabupaten Gresik . Body image sedang pada remaja putri di Kabupaten Ciamis menurut aspek Overweight Preoccupation (Kecemasan menjadi Gemu. terbentuk dari persepsi responden secara umum bahwa deskripsi cantik itu harus memiliki kulit putih, badan kurus dan penampilan menarik. Berdasarkan penjelasan tersebut sebagian besar responden mempunyai kecemasan akan berat badan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 semakin bertambah dengan kata lain menjadi gemuk, hal inilah yang menjadi faktor responden melakukan diet secara terus menerus sampai merasa kurus. Sesuai dengan penjelasan tentang kecemasan yang berlebih pada remaja overweight dan obesitas terjadi akibat usaha untuk menjadi kurus yang dilakukan secara terus menerus . Body image sedang pada remaja putri di Kabupaten Ciamis menurut aspek Self-classified Wight (Pengkategorian Ukuran Tubu. dipengaruhi oleh kewaspadaan responden terhadap berat badannya dengan melakukan penilaian terhadap diri sendiri secara berkesinambungan apakah sudah sudah termasuk kategori ideal atau belum, hal ini sebagai dasar untuk mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan jika hasil penilaian tidak sesuai dengan harapan. Senada dengan hasil penelitian bahwa remaja merasa memiliki penampilan fisik yang menarik jika bentuk tubuh dan berat badannya ideal . Body image atau citra tubuh dapat diartikan sebagai pandangan individu terhadap penampilan fisik diri sendiri, pada masa remaja setiap individu akan mengalami banyak perubahan fisik dan psikologi yang akan mempengaruhi body image masing-masing. Salah satu faktor yang mempengaruhi body image adalah media sosial . Media sosial banyak menampilkan visual yang dianggap ideal sehingga mempengaruhi body image terutama untuk remaja putri . Media sosial seringkali menampilkan berbagai konten yang sudah melewati proses penyuntingan dengan berbagai filter sehingga tampak sempurna dan ideal bagi yang melihat. Remaja yang mendapat paparan secara terus menerus dari media sosial akan mulai membandingkan antara keadaan fisik diri sendiri dengan fisik orang lain yang terlihat di media sosial. Hal ini menjadikan remaja berkeinginan merubah menampilan fisik, gaya berbusana bahkan melakukan operasi plastik sesuai dengan role model yang sering dilihat pada media sosial meskipun dianggap ekstrem. Sebagian remaja akan merasa puas dengan hasilnya . , akan tetapi tidak sedikit remaja merasa tidak puas, gagal, bahkan sampai mengganggu mental dan kesehatannya setelah mengikuti trend di media sosial. Hal tersebut merupakan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan media sosial . Dampak yang dirasakan menjadi salah satu faktor yang mendasari remaja mempunyai body image yang beragam. Dampak tersebut mungkin lebih banyak dirasakan oleh remaja pada usia sekolah . PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Media sosial yang sering digunakan remaja putri usia 11-20 tahun di Kabupaten Ciamis adalah Beberapa motif penggunaan instagram pada remaja diantaranya seseorang membutuhkan media untuk kebutuhan interaksi sosial dan kebutuhan akan hiburan. Penggunaan instagram membawa pengaruh yang positif dan negatif pada remaja . Dampak positif penggunaan instagram diantaranya sebagai media informasi, sarana komunikasi, mengikuti trend dan sebagai media unjuk diri . Dampak negatif dari penggunaan instagram diantaranya krisis kepercayaan diri, persaingan hidup mewah, tidak mau menerima kenyataan dan tidak mau dibilang ketinggalan zaman oleh teman sebaya karena tidak mengikuti trend . Penggunaan media sosial dikalangan remaja pada awalnya lebih sering dianggap sebagai trend yang harus diikuti, akan tetapi semakin diikuti semakin banyak informasi dan konten yang menurut remaja sangat menarik. Berbagai konten yang sering dilihat adalah postingan artis dan influencer, dunia fashion, make up dan skincare . Ketertarikan melihat postingan atau konten pada instagram menjadi sebuah kebutuhan dikalangan remaja, hal ini yang mendasari remaja dapat berlama-lama menggunakan media soaial. Hal tersebut merupakan salah satu alasan bahwa sebagian besar remaja putri di Kabupaten Ciamis dapat menggunakan media sosial dengan durasi 2 jam setiap melihat Sejalan dengan survei yang menjelaskan bahwa warga Indonesia sebagian besar melihat konten di media sosial selama 2,5-3 jam/hari . , artikel lain menjelaskan bahwa Indonesia berada di urutan keempat negara dengan penggunaan terlama di dunia dengan rata-rata 15,4 jam per bulan . Semakin lama remaja putri menggunakan media sosial, maka semakin ketergantungan remaja akan smartphone, hal ini menjadi salah satu dampak negatif dari penggunaan media sosial. Senada dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa intensitas penggunaan smartphone yang semakin lama dan sering maka semakin tinggi tingkat kejadian nomophobia pada remaja . Kesadaran diri remaja tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial terhadap body image sangat penting. Remaja harus banyak belajar untuk mengenali segala sesuatu yang ditampilkan di media sosial sehingga tidak mempengaruhi perasaan mereka tentang tubuhnya dan dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental dan body image KESIMPULAN DAN SARAN PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Dampak dari penggunaan media sosial pada remaja putri adalah timbulnya body image positif dan body image sedang yang jika tidak dikelola dengan baik akan mengarah pada body image Dikatakan body image negatif apabila individu mempunyai ketidakpuasan terhadap tubuhnya sendiri yang mengakibatkan mereka melakukan segala hal untuk mengubah penampilan sesuai dengan yang diinginkan tanpa melihat kekurangan dan kelebihan dari tindakan tersebut. Sedangkan body image dikatakan positif apabila invidu memiliki sikap penerimaan diri dan cenderung menghargai setiap perubahan yang terjadi pada bentuk fisiknya. Beberapa aspek yang telah di teliti pada remaja putri dikabupaten Ciamis diantaranya body image sedang pada aspek Appearance Evaluation (Evaluasi Penampila. , body image positif pada aspek Appearance Orientation (Orientasi Penampila. , body image sedang pada aspek Body Areas Satisfaction (Kepuasan terhadap Bagian Tubu. , body image sedang pada aspek Overweight Preoccupation (Kecemasan menjadi Gemu. , dan body image sedang pada aspek Self-classified Wight (Pengkategorian Ukuran Tubu. Edukasi tentang body image melalui media sosial diperlukan untuk mengarahkan remaja putri pada body image postif. Lebih spesifik remaja harus mendapatkan informasi tentang penggunaan media sosial secara bijak, dan dapat menyaring informasi mana yang lebih bermanfaat bagi dirinya DAFTAR PUSTAKA Pratama D. Sari YP. Karakteristik Perkembangan Remaja. Edukasimu. Sarwono S. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers. Gumantan Aditya. Mahfud Imam. Yuliandra Rizky. Pengembangan Aplikasi Pengukuran Tes Kebugaran Jasmani Berbasis Android. J Ilmu keolahragaan . :196Ae205. Saputro KZ. Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Apl J Apl Ilmu-ilmu Agama. :25. Ahyani LN. Astuti D. Buku Ajar Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Kudus: Badan Penerbit Universitas Muria Kudus. 131 p. Lubis NL. Depresi Tinjauan Psikologi. Jakarta: Kencana. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Aspita Sari N. Putri Rahayu SZ. Psikologi islam J. Ushuluddin Adab dan Dakwah F. Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar U. Dampak Intesitas Mengakses Media Sosial Dengan Body Image Pada Remaja. JPI J Psikol Islam [Interne. :58Ae71. Available from: https://ojs. id/ojs/index. php/jps: Wahyuni GAKTE. Wilani NMA. Hubungan Antara Komparasi Sosial dengan Citra Tubuh pada Remaja laki-laki di Denpasar. J Psikol Udayana. :945Ae54. Eisenberg ME. Ward E. Linde JA. Gollust SE. Sztainer DN. Exposure to teasing on popular television shows and associations with adolescent body satisfaction. J Psychosom Res. 103:15Ae21. Alidia F. Body Image Siswa Ditinjau Dari Gender. Tarbawi J Ilmu Pendidik. :79. Melina SA. Herbawani CK. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Remaja Selama Pandemi Covid-19 : Tinjauan Literatur. Media Kesehat Masy Indones. :286Ae91. Aini K. Apriana R. Dampak Cyberbullying Terhadap Depresi Pada Mahasiswa Prodi Ners. J Keperawatan Jiwa. Martanatasha M. Primadini I. Relasi Self-Esteem dan Body Image dalam Terpaan Media Sosial Instagram. Ultim J Ilmu Komun. :158Ae72. Good Stats. https://goodstats. id/infographic/media-sosial-yang-paling-banyak-digunakandi-indonesia-2022-JpfD1. Flatform Sosmed Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022. Saskia C. 14 Februari. ited 2023 Jul . 15 Medsos Favorit Orang Indonesia. Nomor 1 Bukan Instagram. Available from: https://tekno. Rizaty MA. 19 Mei. Per April 2023. Pengguna TikTok Indonesia Terbanyak Kedua Dunia. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfhabet. Andini SF. Hubungan antara Body Image dengan Kecemasan Sosial pada Remaja Perempuan yang mengalami Obesitas. Repos Univ Airlangga [Interne. Available from: http://repository. id/id/eprint/72538 Saifuddin A. Penyusunan Skala Psikologi . Pustaka Pelajar. Pustaka Pelajar. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 169 p. Riadi Kajian Pustaka.