Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Fungsi Pendidikan Dan Pengasuhan Dalam Keluarga Hadi gunawan1 Abstrak Pengasuhan dan pendidikan pertama yang diperoleh anak pada masa awal kehidupannya berasal dari orang tua. Pendidikan keluarga adalah pendidikan non formal yang terselenggara oleh dan di dalam keluarga yang berbentuk bimbingan atau pembelajaran terhadap anggota dari kumpulan satu keturuan atau satu tempat tinggal yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak dan seterusnya. Pola pengasuhan anak erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga atau komunitas dalam hal memberikan perhatian, waktu, dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anakanak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Perbedaan cara mengasuh ayah dan ibu tidak menjadi menghalang dalam mengurusi anak, tetapi akan menjadikan saling melengkapi kekurangan masingmasing dan menjalankan perannya dengan baik dan efektif. Kemudian akan menjadikan anak mempunyai kepribadian yang baik dan keluarga akan menjadi harmonis dan sejahtera. Kata Kunci: Pendidikan. Pengasuhan Dalam Keluarga. Pola Asuh Orangtua Abstract The first care and education that children receive in their early life comes from their parents. Family education is non-formal education that is carried out by and within the family in the form of guidance or learning for members of a group of one generation or one residence consisting of father, mother, children and so on. The pattern of parenting is closely related to the ability of a child. family or community in terms of providing attention, time, and support to meet the physical, mental, and social needs of children who are still growing. Differences in how to care for fathers and mothers will not hinder them in taking care of children, but will make each other complement each other's shortcomings and carry out their roles properly and effectively. Then it will make the child have a good personality and the family will be harmonious and prosperous. Keywords: Education. Parenting in the Family. Parenting Patterns PENDAHULUAN Pengasuhan anak merupakan kebutuhan pokok bagi orang tua dalam memenuhi kewajiban maupun tanggung jawab kepada anak-anaknya. Pengasuhan dan pendidikan pertama yang diperoleh anak pada masa awal kehidupannya berasal dari orang tua. Orang tua merupakan pendamping utama STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai, hadigunawan@ishlahiyah. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt dan contoh pertama dalam setiap proses perkembangan maupun pertumbuhan sang anak. Pengasuhan orang tua akan menjadi peletak dasar dalam pembentukan kepribadian yang baik pada diri anak, terutama pengasuhan dari seorang ibu karena sejak anak masih berada di dalam kandungan sampai anak dilahirkan, ibulah yang selalu ada disampingnya sampai anak dapat mencapai masa Pengasuhan yang diberikan kepada anak bisa dalam bentuk sikap, watak, tingkah laku, kebiasaan, dan karakter yang ditampilkan oleh seorang ibu dalam kehidupan sehari-hari. Terbentuknya sikap, watak, tingkah laku, kebiasan serta karakter anak tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga . rang tu. melainkan berasal dari Perilaku seseorang di luar lingkungan akan mencerminkan bagaimana kehidupan dalam keluarganya, oleh karena itu baik buruknya moral suatu bangsa akan sangat bergantung pada bagaimana pendidikan yang diterapkan oleh Jika individu dalam keluarga tumbuh dan berkembang dalam suasana yang harmonis dan saling menghargai, maka akan melahirkan generasi yang baik, sebaliknya jika dalam keluarga sering terjadi pertengkaran, maka akan tumbuh generasi yang rapuh. Di lingkungan keluarga peran wanita sangatlah penting untuk pembentukan anak apalagi di era perkembangan ekonomi, industri, dan informasi yang begitu melaju pesat. Kita ketahui bahwa proses pendidikan yang diberikan kepada anak memiliki gerak berkesinambungan dengan alur klimaks. Dengan demikian, masalah-masalah yang muncul harus bisa ditangkap, diikuti, dan dihadapi oleh orang tua semakin bertambah pula. Oleh karena itu orangtua harus bisa menghadapi sikap anak agar mampu memberikan yang terbaik dan dibutuhkan Setiap pola pengasuhan harus memberikan rasa nyaman tetapi juga diperkuat dengan batasan norma-norma yang menghindarkan anak pada perilaku Batasan tersebut sejatinya bukan bermaksud membuat anak terkekang namun justru membuat anak merasa terlindungi. Misalnya dengan selalu mendampingi anak ketika menonton acara televisi dan mengarahkanya agar tidak kecanduan game online, serta mengarahkan anak agar lebih mengutamakan belajar. Bila batasan-batasan tersebut terlalu mengekang anak justru akan membuat anak merasa terancam. Belajar dari kasus yang sering terjadi, anak susah yang sudah diarahkan merupakan bukti bahwa sebagai orang tua seharusnya lebih memperhatikan anak secara serius. Kita dapat membiarkan anak-anak menjadi diri mereka sendiri dan lebih memfokuskan perhatian untuk membantu anak tumbuh dengan berbagai tantangan yang ada. Jika orangtua dapat menaggapi secara rileks dan penuh kepercayaan, anak akan mempunyai kesempatan besar untuk percaya kepada diri sendiri, kepada orang tua, dan masa depan. Sesuai dengan pendapat Hurlock bahwa orang yang paling penting bagi anak adalah orang tua, guru, dan teman sebaya . eer grou. Melalui merekalah anak mengenal sesuatu positif dan negatif. Anak mulai belajar dan meniru apa yang dilihatnya, terutama adalah perilaku orang tua sebab keluaga merupakan salah satu pembentuk karakter anak. Pengasuhan kelurga sangat penting bagi perkembangan anak. Dengan demikian anak harus diasuh dengan hal-hal yang baik, yaitu mulai dengan mengenalkan agama, mengajarkan disiplin, berperilaku jujur, suka menolong, dan hal-hal yang positif harus diajarkan orang tua kepada Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt anak sedini mungkin . Hal tersebut dilakukan agar tertanam atau terinternalisasi dalam jiwa anak. Kesalahan dalam pengasuhan anak juga dapat membawa dampak ketika dewasa nanti. Seorang anak akan merasa trauma bila pengasuhan di keluarganya dilakukan dengan cara memaksa . Lain halnya jika anak selalu dipenuhi permintaannya oleh orang tua. Pola demikian akan membuat mereka menjadi pribadi yang manja. Oleh karena itu, orang tua harus bisa menerapkan pola pengasuhan yang fleksibel namun tetap bisa menanamkan nilai positif kepada METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode libriari reaserch dengan menggunakan metode observasi dalam menganalisis dan mendeskripsikan tetang pendidikan dalam keluarga HASIL DAN PEMBAHASAN PENGERTIAN PENDIDIKAN Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pendidikan diartikan sebagai proses perubahan sikap dan atau tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Kemudian, dalam arti luas. Pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlansung dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat Di dalam sebuah keluarga pasti akan terjadi pola pendidikan dari orangtua kepada anak. Orangtua adalah subyek pendidikan ini dan anak sebagai obyeknya, karena memang tugas dan tanggung jawab orangtua adalah mendidik, menjaga, mengawal tubuh perkembangan anak. Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang berlangsung dalam keluarga yang dilaksanakan oleh orangtua sebagai tugas dan tanggung jawabnya untuk mendidik anak dalam keluarga tersebut. Pendidikan keluarga adalah pendidikan non formal yang terselenggara oleh dan di dalam keluarga yang berbentuk bimbingan atau pembelajaran terhadap anggota dari kumpulan satu keturuan atau satu tempat tinggal yang terdiri dari ayah, ibu, anakanak dan seterusnya. FUNGSI PENDIDIKAN Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan martabat dan peradaban manusia. Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, seorang kepala keluarga hendaknya memberikan bimbingan dan pendidikan bagi setiap anggota keluarganya, baik itu istri maupun anak-anaknya. Fungsi Pendidikan Keluarga diantaranya, yaitu : Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak Seperti yang kita ketahui bahwa Pendidikan pertama anak itu adalah keluarga, dimana dengan keluarga waktu anak lebih banyak dibanding dengan lingkungan ataupun Pendidikan formal. Didalam rumah tentu anak akan menemukan pengalaman pertamanya dari segi kasih sayang, kemandirian, kerjasama dan norma adat istiadat. Maka dari itu sebagai orangtua harus memberikan kesan pengalaman pertama kepada anak agar anak memiliki pengalaman pertama pada masa kanak-kanak sangat baik. Menjamin kehidupan emosional anak. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Dalam keluarga tentu harus bisa menstabilkan emosi anak yang terkadang marah, menangis, sedih, merajuk bahkan kesal. Nah sebagai orangtua harus mengetahui hal-hal apa saja yang disukai anak dan membuat emosinya stabil atau juga hal yang tidak disukai anak dan membuat emosinya tidak stabil. Menanamkan dasar pendidikan moral Keluarga harus senantiasa menanamkan moral kepada anak, dimana moral itu akan ditanamkan sejak dini dan dimulai dari dalam keluarga, sebab Pendidikan yang utama itu adalah keluarga. Maka keluarga harus mengenalkan selalu takut akan Allah, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi laranganNya. Bawa anak terjun langsung kedalam hal yang membawa anak menjadi takwa, contohnya ajarkan anak sholat, mengaji dan selalu berbuat baik. Maka dengan hal yang selalu diualang tersebut akan menjadi kebiasaan untuk mereka Memberikan dasar pendidikan social Keluarga juga harus mengajarkan anak untyk berteman baik dengan siapapun, berlaku hormat dengan orang yang lebih tua dan tidak pernah membedakan setiap teman. Ajarkan anak untuk selalu bersosialisasi dengan siapapun, nah terutama dari dalam trumah itu sendiri lalu ke lingkungan, namun pantauan dari orangtua harus tetap ada. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak Orangtua memiliki hak untuk mendidik anak dibidang agama, dimana anakanak harus senantiasa selalu memiliki dasar-dasar Pendidikan agama bagi anak. Awal Pendidikan agama itu mengenalkan Tuhan dengan ciptaan-Nya, mengajarkan tentang akhlak, perilaku terpuji dan apapun yang berkaiatan dengan agama, sholat dan juga mengaji PENGASUHAN KELUARGA Pola pengasuhan anak erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga atau komunitas dalam hal memberikan perhatian, waktu, dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Orang tua yang berperan dalam melakukan pengasuhan pada kasus ini terdiri dari beberapa definisi yaitu ibu, ayah, atau seseorang yang berkewajiban membimbingatau melindungi. Orangtua merupakan seseorang yang mendampingi dan membimbing anak dalam beberapa tahap pertumbuhan, yaitu mulai dari merawat, melindungi, mendidik, mengarahkan dalam kehidupan baru anak dalam setiap tahapan perkembangannya untuk masa berikutnya. Kemudian pengasuhan merupakan tugas membimbing, memimpin, atau mengelola. Menurut Darajat mengasuh anak artinya mendidik dan memelihara anak, mengurusi makan, minum, pakaian, dan keberhasilannya dalam periode pertama sampai dewasa. Pengasuhan atau disebut juga parenting adalah proses mendidik anak dari kelahira hingga anak memasuki usia dewasa. Tugas ini umumnya dikerjakan oleh ibu dan ayah . rang tua biologi. Namun, jika orang tua biologis tidak mampu melakukan pengasuhan, maka tugas tersebut dapat dilakukan oleh kerabat dekat termasuk kakak, nenek dan kakek, orang tua angkat, atau oleh institusi seperti panti asuhan . lternative car. Selanjutnya pengasuhan mencakup beragam aktivitas yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik, bisa menerima dan diterima oleh lingkungannya. Adapun beberapa definisi tentang pengasuhan tersebut menunjukkan bahwa pengasuhan anak merupakan sebuah proses interaksi yang terus menerus antara orangtua dengan anak yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt perkembangan anak secara optimal, baik secara fisik, mental maupun sosial. Dalam hal ini perlu diingat bahwa proses interaksi dan sosialisasi tidak dapat dilepaskan dari setting sosial budaya tempat anak dibesarkan. Pola asuh orangtua merupakan segala bentuk dan proses interaksi yang terjadi antara orangtua dan anak yang dapat memberi pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak. Interaksi orang tua dalam suatu pembelajaran menentukan karakter anak nantinya. Senada dengan hal tersebut Rasullah SAW pernah menaruh perhatian yang sedemikian besar terhadap proses pertumbuhan anak semasa masih kecil, baik anak normal maupun anak yang berkebutuhan khusus sekitar usia 0-5 tahun. Rasullah menyuruh para orang tua pada khususnya untuk memberikan bimbingan dan pendampingan dalam setiap harinya, misalnya dengan memberi bimbingan tentang akhlak, etika, budi pekerti serta teladan agar anak mewarisi sikap terpuji dan santun. Pola pengasuhan anak dalam garis besarnya, didefinisikan menjadi tiga macam, antara lain sebagai berikut : Pola Asuh Otoriter Pola asuh otoriter merupakan pengasuhan yang dilakukan dengan cara memaksa, mengatur, dan bersifat keras. Orang tua menuntut anaknya agar mengikuti semua kemauan dan perintahnya. Jika anak melanggar perintahnya berdampak pada konsekuensi hukuman atau sanksi. Pola asuh otoriter dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan psikologis anak. Anak kemudian cenderung tidak dapat mengendalikan diri dan emosi bila berinteraksi dengan orang lain. Bahkan tidak kreatif, tidak percaya diri, dan tidak mandiri. Pola pengasuhan ini akan menyebabkan anak menjadi stres, depresi, dan trauma. Oleh karena itu, tipe pola asuh otoriter tidak dianjurkan. Pola Asuh Permisif Pola asuh permisif dilakukan dengan memberikan kebebasan terhadap Anak bebas melakukan apapun sesuka hatinya. Sedangkan orang tua kurang peduli terhadap perkembangan anak. Pengasuhan yang didapat anak cenderung di lembaga formal atau sekolah. Pola asuh semacam ini dapat mengakibatkan anak menjadi egois karena orang tua cenderung memanjakan anak dengan materi. Keegoisan tersebut akan menjadi penghalang hubungan antara sang anak dengan orang lain. Pola pengasuhan anak yang seperti ini akan menghasilkan anak-anak yang kurang memiliki kompetensi sosial karena adanya kontrol diri yang kurang. Pola Asuh Demokratis Pola asuh ini, orang tua memberikan kebebasan serta bimbingan kepada Anak dapat berkembang secara wajar dan mampu berhubungan secara harmonis dengan orang tuanya. Anak akan bersifat terbuka, bijaksana karena adanya komunikasi dua arah. Sedangkan orang tua bersikap obyektif, perhatian, dan memberikan dorongan positif kepada anaknya. Pola asuh demokratis ini mendorong anak menjadi mandiri, bisa mengatasi masalahnya, tidak tertekan, berperilaku baik terhadap lingkungan, dan mampu berprestasi dengan baik. Pola pengasuhan ini dianjurkan bagi orang tua. POLA PENGASUHAN ORANGTUA TERHADAP ANAK Secara umum, ayah dan ibu memiliki peran yang sama dalam pengasuhan anak-anaknya. Namun, ada sedikit perbedaan dalam sentuhan dari apa yang ditampilkan oleh ayah dan ibu. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Peran Ibu antara lain : Menumbuhkan perasaan sayang, cinta melalui dan sayang dan kelembutan seorang ibu, menumbuhkan kemampuan berbahasa dengan baik kepada anak, mengajarkan anak perempuan berperilaku sesuai jenis kelaminnya dan baik. Peran Ayah antara lain : Menumbuhkan rasa percaya diri dan berkompeten kepada anak, memumbuhkan untuk anak agar mampu berprestasi, mengajarkan anak untuk tanggung jawab. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memberi anak pengalaman yang dibutuhkan anak agar kecerdasannya berkembang sempurna. Masing-masing orangtua tentu memiliki pola asuh yang berbeda. Oleh karena itu keterlibatan ibu dalam mengasuh dan membesarkan anak sejak masih bayi dapat membawa pengaruh positif maupun negatif bagi perkembangan anak dimasa yang akan Perbedaan cara mengasuh ayah dan ibu tidak menjadi menghalang dalam mengurusi anak, tetapi akan menjadikan saling melengkapi kekurangan masingmasing dan menjalankan perannya dengan baik dan efektif. Kemudian akan menjadikan anak mempunyai kepribadian yang baik dan keluarga akan menjadi harmonis dan sejahtera. Menurut Harun Al Rasyid pembeian pengasuhan pada anak usia dini akui sebagai periode yang sangat penting dalam membangun sumber daya manusia. Periode ini hanya datang sekali serta tidak dapat diulang lagi, sehingga stimulasi dini salah satunya adalah pola pengasuhan anak yang baik bersifat mutlak Lalu, pola pengasuhan yang tidak sekedar mengejar target merawat, membimbing atau untuk mengejar keinginan masyarakat / orang tua, seperti kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung secara maksimal, tetapi pendidikan yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengasuhan bagi anak telah berkembang luas, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Berbagai pengembangannya anak ini dikembangkan oleh pemerintah, swasta maupun Minat mengembangkan pengasuhan anak sebenarnya bersumber dari lima macam pemikiran Meningkatkan tuntutan terhadap pengasuhan anak dari para ibu yang bekerja, yang berasal dari berbagai tingkatan sosial ekonomi. Adanya perhatian yang dikaitkan dengan produktivitas, persaingan yang bersifat internasional, permintaan tenaga kerja yang bersifat global, kesempatan kerja yang luas. Pandangan bahwa pengasuhan anak sebagai sesuatu kekuatan utama membantu para ibu untuk meningkatkan kualitasnya, baik sebagai ibu maupun sebagai sumber daya manusia pada umumnya, sehingga dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja. Adanya hasrat untuk meningkatkan kualitas anak terutama bagi mereka yang orang tuanya kurang beruntung, antara lain yang kurang mampu memasukkan anak ketaman kanak-kanak. Program untuk anak usia dini mempunyai dampak positif yang panjang terhadap peningkatan kualitas perkembangan anak. Manusia lahir ke dunia dan tumbuh serta berkembang menjadi besar dan melalui perjalanan waktu, pengalaman pergaulan dengan sesame manusia, alam sekitar dan pendidikan tentunya. Kemudian bekerja dan selanjutnya melakukan pernikahan yang melahirkan generasi baru yang baik. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 101 - 108 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt itulah siklus kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia. Manusia tidak bisa terlepas dari itu semua karena manusia sudah mempunyai jalan dan garis sendiri-sendiri. KESIMPULAN Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang berlangsung dalam keluarga yang dilaksanakan oleh orangtua sebagai tugas dan tanggung jawabnya untuk mendidik anak dalam keluarga tersebut. Pendidikan keluarga adalah pendidikan non formal yang terselenggara oleh dan di dalam keluarga yang berbentuk bimbingan atau pembelajaran terhadap anggota dari kumpulan satu keturuan atau satu tempat tinggal yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak dan seterusnya. Dan salah satu contoh dari fungdi Pendidikan adalah sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak Pola asuh orangtua merupakan segala bentuk dan proses interaksi yang terjadi antara orangtua dan anak yang dapat memberi pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak. Interaksi orang tua dalam suatu pembelajaran menentukan karakter anak nantinya. Dan Adapun contoh dari pola asuh yaitu pola asuh otoriter, permisif dan demokratis. DAFTAR PUSTAKA