KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. PENGARUH PERILAKU PELAKU USAHA DAN MODAL USAHA TERHADAP KEBERHASILAN UMKM DI KOTA SERANG Kusmiyatun1. Ahmad Rizki Anugerah2. Willy Nurhayadi3. Tedi Kusnadi4. Saeful Fachri5. 1,2,3,4,5 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Banten. Serang. Indonesia. rizkianugerah842@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku pelaku usaha dan modal usaha secara parsial dan simultan terhadap keberhasilan UMKM di Kota Serang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan jenis kuantitatif dan dengan menggunakan metode Populasi penelitian ini adalah UMKM di Kota Serang sebanyak 9. 239 UMKM. Sampel penelitian ini adalah UMKM di Kota Serang sebanyak 100 UMKM. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan berbantuan program SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh perilaku pelaku usaha terhadap keberhasilan umkm yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas uji t yang lebih kecil dari c = 0,05, tidak ada pengaruh modal usaha terhadap keberhasilan umkm yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas uji t 0,227 lebih besar dari c = 0,05, dan ada pengaruh perilaku pelaku usaha dan modal usaha terhadap keberhasilan umkm yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas uji F 0,000 yang lebih kecil dari c = 0,05. Kata kunci : Perilaku Pelaku Usaha. Modal Usaha. Keberhasilan UMKM PENDAHULUAN Perkembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah menjadi sorotan utama dalam memajukan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM tak hanya berperan strategis dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, namun juga menjadi sumber inspirasi bagi inovasi dan kreativitas. UMKM telah membuktikan diri sebagai sektor usaha yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Kontribusi UMKM dalam pertumbuhan ekonomi sungguh signifikan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 tercatat sekitar 64,2 juta unit UMKM di Indonesia. Jumlah ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki sektor ini. Lebih dari itu. UMKM juga menyumbangkan sekitar 61,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Fakta ini menegaskan peran UMKM yang krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Tidak hanya berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. UMKM juga memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada aspek menggerakkan perekonomian lokal. UMKM memiliki peran yang sangat penting. Karena beroperasi di tingkat lokal. UMKM sering kali melakukan pembelian bahan baku dan jasa dari sektor ekonomi lokal lainnya. Fenomena ini KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. memberikan efek multiplier yang signifikan, menggerakkan sektor-sektor tersebut, serta secara keseluruhan meningkatkan perekonomian lokal. Selain itu. UMKM juga turut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui pembayaran pajak dan retribusi kepada pemerintah daerah. Selain itu. UMKM juga menjadi pusat inovasi dan kreativitas dalam perekonomian Indonesia. Kendati memiliki keterbatasan sumber daya, pengusaha UMKM sering kali terdorong untuk mencari solusi inovatif dalam menghadapi tantangan yang dihadapi. samping itu. UMKM juga berperan dalam mengembangkan produk-produk unik dan kreatif yang mencerminkan budaya dan kekayaan lokal. Faktor ini memberikan nilai tambah dan keunggulan bersaing yang kuat bagi UMKM. Namun demikian, perkembangan UMKM di Indonesia tidak terlepas dari tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utamanya adalah akses terbatas terhadap Banyak UMKM menghadapi kesulitan dalam memperoleh pembiayaan yang memadai untuk mengembangkan usahanya. Selain itu. UMKM juga menghadapi kendala dalam hal pengetahuan dan keterampilan manajerial yang terbatas. Keberhasilan usaha mikro kecil dapat dilihat dari motivasi berwirausaha yang mengedepankan keberanian dalam mengambil resiko dan mempunyai sikap optimis atas suatu peluang. Keberhasilan usaha mikro kecil juga dapat dilihat dari jiwa wirausaha. Jiwa wirausaha menjadi salah satu faktor yang harus dimiliki bagi seseorang dalam menjalankan sebuah usaha. Keberhasilan usaha mikro kecil dapat dilihat juga dari Kemampuan seorang pengusaha dengan menerapkan kreativitas menjadi sebuah hal yang harus dimiliki. Inovasi menjadi salah satu karakter yang penting dalam upaya meraih sebuah kesuksesan usahanya dengan melakukan berbagai inovasi. Keberhasilan usaha mikro kecil dapat dilihat dari promosi yang dapat merubah sikap dan tingkah laku pembeli yang sebelumnya tidak mengenal dan ketika konsumen memiliki daya beli, maka dengan adanya kesadaran dan mengenal sebuah produk maka calon konsumen akan mengingat produk tersebut. Salah satu media promosi yang saat ini sedang marak digunakan adalah media sosial. Pengusaha dapat memasarkan produk yang dihasilkan melalui media sosial yang terdapat pada smartphone mereka. Menurut Tambunan . , kualitas SDM yaitu termasuk perilaku pelaku usaha dapat mempengaruhi keberhasilan usaha. kekuatan modal dapat mempengaruhi keberhasilan usaha. Modal usaha mutlak diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha. Oleh karena itu diperlukan sejumlah dana sebagai dasar ukuran financial atas usaha yang Sumber modal usaha dapat diperoleh dari modal sendiri, bantuan pemerintah, lembaga keuangan baik bank dan lembaga non bank. Modal adalah faktor usaha yang harus tersedia sebelum melakukan kegiatan. Besar kecilnya modal akan mempengaruhi perkembangan usaha dalam pencapaian pendapatan (Riyanto, 2. Berdasarkan hasil wawancara oleh Bapak Gilang Tri Santoso. MM, selaku pegawai Dinas Koperasi. UMKM. Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang,bagian staff data sistem bidang UMKM, jumlah UMKM di Kota Serang tahun 2024 terdapat sebanyak 239 UMKM dari berbagai jenis usaha tersebar di 6 Kecamatan yakni Kecamatan Serang. Kecamatan Kasemen. Kecamatan Walantaka. Kecamatan Curug. Kecamatan Cipocok Jaya, dan Kecamatan Taktakan. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya karena pesatnya pertumbuhan saat ini. Modal usaha menjadi salah satu hal yang penting untuk keberhasilan suatu usaha. Semakin besar modal usaha yang dimiliki maka semakin besar pula kemungkinan usaha tersebut dapat berhasil. Hal ini tergambar di Kota Serang, dimana banyak UMKM di Kota Serang tersebut belum memiliki izin usaha sebagai syarat untuk mendapatkan modal KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. tambahan, serta perilaku usaha dari para pelaku usaha disana yang tidak berpikir kreatif dan inovatif sebagai syarat berkembangnya UMKM. Serta sebagian besar para pelaku usaha belum dapat mengelola modal usaha secara optimal dari pemerintah, sehingga menyebabkan suatu usaha belum berkembang dengan baik. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Perilaku Pelaku Usaha, dan Modal Usaha Terhadap Keberhasilan Umkm di Kota SerangAy. TINJAUAN PUSTAKA Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Usaha Mikro Kecil Menengah adalaH usaha yang memiliki modal awal sedikit, sedikit nilai kekayaan . serta jumlah tenaga kerja yang sedikit . , nilai modal atau jumlah tenaga kerja sesuai dengan definisi yang diberikan oleh otoritas publik atau instansi lain dengan tujuan tertentu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa UMKM yakni usaha yang termasuk dalam skala kecil atau terbatas dengan modal awal yang sedikit dan jumlah tenaga kerja yang masih terbatas. Akan tetapi UMKM berupaya terus menerus mempertahankan kepuasan pelanggan. (Alimudin et al. Perilaku Pelaku Usaha Pengertian perilaku pelaku usaha tersusun dari dua kata, yaitu kata perilaku dan pelaku usaha. Perilaku adalah suatu sifat yang ada dalam diri manusia. Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam suatu usaha adalah perilaku pelaku usaha. Menurut. Pasal 1 angka 3 PP Nomor 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen. Pelaku Usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi. Modal Usaha Modal merupakan faktor pendukung yang sangat dibutuhkan oleh setiap pelaku usaha, karena dengan modal dapat mempengaruhi keberhasilan usaha. Pendapatan dalam setiap usaha juga akan dipengaruhi oleh besar kecilnya modal awal usaha tersebut didirikan (Safitri dan Setiaji Khasan, 2. Keberhasilan UMKM Menurut Henry Faizal Noor . Aukeberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan dari bisnis dalam mencapai tujuannya. Ay Dalam kamus bahasa indonesia kata keberhasilan berarti Aumendapatkan hasil, beroleh hasil tercapainya maksud dari suatu Ay sedangkan pengertian usaha Aukegiatan dengan menggerakkan tenaga, pemikiran atau badan untuk mencapai suatu maksud pekerjaan . erbuatan, ikhtisar, daya upay. untuk mencapai sesuatu. Ay Pengaruh Perilaku Pelaku Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM Menurut peneliti Edwar Situmorang . menunjukkan hasil bahwa perilaku pelaku kewirausahaan harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap kinerja bisnis yang mana mampu meningkatkan keberhasilan kinerja usaha. Begitupun juga dengan penelitian oleh Ratih Aprilia . yang mengatakan perilaku pelaku usaha secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. terhadap keberhasilan kinerja UMKM. Semakin baik perilaku pelaku kewirausahaan yang dimiliki oleh pemilik usaha maka kinerja usaha akan meningkat dan jika perilaku usaha yang dimiliki buruk maka kinerja usaha akan mengalami kemunduran. Dan penelitian yang dilakukan oleh Lia Arliani & Luh Indrayani & Lulup Endah Tripalupi . berpendapat bahwa perilaku pelaku usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha selalu gigih, dan ulet dalam menjalankan suatu usaha, sehingga mempunyai perilaku positif seorang wirausaha dalam melayani konsumen, seperti: Keramahannya dalam melayani konsumen dan selalu menjaga kebersihan lingkungannya. Berdasarkan uraian diatas, sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H1 : Perilaku Pelaku Usaha berpengaruh positif signifikan terhadap keberhasilan UMKM Pengaruh Modal Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM Menurut Safitri & Setiaji . dan Apriliani & Widiyanto . mengatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara modal dan keberhasilan usaha yang artinya apabila modal usaha mengalami kenaikan maka keberhasilan usaha juga akan mengalami Sedangkan penelitian yang dilakukan Ratnasari . menunjukkan variabel modal usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hal ini diperkuat dengan penelitian Purwanti . menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan faktor modal usaha terhadap perkembangan usaha UMKM di desa Dayaan dan desa Kalilondo di Salatiga. Modal usaha yang dimaksud adalah modal usaha yang digunakan dalam menunjang usaha dan kemudahan mendapatkan modal usaha. Semakin besar modal yang digunakan dan semakin mudah untuk mendapatkan modal usaha akan mengakibatkan meningkatnya perkembangan Berdasarkan uraian diatas, sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H2 : Modal Usaha berpengaruh positif signifikan terhadap Keberhasilan UMKM. Pengaruh Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM Menurut Peneliti Ilham Kudratul Alam & Joni Efendi . , berpendapat bahwa Karakteristik kewirausahaan dan Modal Usaha terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan UMKM. Untuk membangun suatu karakteristik kewirausahaan terutama pada dimensi jiwa kepemimpinan wirausaha, wirausaha perlu memperbaiki komunikasi-komunikasi yang lebih efektif dan mengikuti beberapa kegiatan workshop atau pelatihan leadership sehingga dapat menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya. Penelitian yang dilakukan oleh Nisa Gistia Ningsih & Anzu Elvia Zahara & Puteri Anggi Lubis . menyatakan Perilaku kewirausahaan dan modal usaha secara bersama-sama berpengaruh secara simultan terhadap keberhasilan UMKM. Dengan pola pikir pelaku usaha, dan modal usaha yang baik, maka akan membentuk kepribadian perilaku pelaku usaha yang baik, jujur, bertanggung jawab dalam suatu usaha, serta dapat mempertahankan usahanya pada setiap pelaku usaha. Sehingga, dapat memicu faktor keberhasilan usaha. Maka dapat kita simpulkan, bahwa perilaku pelaku usaha, dan modal usaha memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan UMKM. Berdasarkan uraian diatas, sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H3 : Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha berpengaruh positif signifikan terhadap Keberhasilan UMKM. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Model Penelitian Populasi Dan Sampel Menurut Sugiyono . populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas : objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah beberapa pelaku usaha UMKM yang telah berhasil membuka usaha di wilayah kota serang. Populasi umum dalam penelitian ini adalah beberapa pelaku usaha UMKM di Kota Serang. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode asosiatif dengan pendekatan Penelitian asosiatif menurut Sugiyono . merupakan pertanyaan penelitian yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif yang digunakan untuk menjelaskan tentang pengaruh perilaku pelaku usaha, dan modal usaha terhadap keberhasilan UMKM di Kota Serang. Teknik sampling yang digunakan oleh peneliti adalah non-probability sampling. Teknik ini digunakan karena populasi terlalu banyak dan keterbatasan waktu yang peneliti Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif digunakan untuk menunjukkan jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata serta standar deviasi dan masing-masing variabel. Variabel dalam penelitian ini meliputi Perilaku Pelaku Usaha. Modal Usaha, dan Keberhasilan UMKM. Tabel 1. Hasil uji t untuk Pengaruh Perilaku Pelaku Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM Standardized Coeffici Unstandardized Coefficients Std. Error Model TOTA L X1 TOTA L X2 (Cons Beta Coefficientsa Sig. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Cara penelitian ini menggunakan penyebaran kuesioner. Informasi yang didapat dari kuesioner kemudian diolah melalui pendekatan kuantitatif yang merupakan jenis penelitian yang menghasilkan penemuan- penemuan yang dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik atau cara lain dari pengukuran. Hasil dari kajian kuantitatif mampu menjawab pertanyaan penelitian dalam bentuk asosiatif antar variabel. Pengertian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih dengan penelitian ini maka akan dibangun teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala (Sujarweni, 2. Dependent Variable: TOTAL Y Tabel 2. Hasil uji t untuk Pengaruh Modal Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM. Coefficientsa Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients (Cons Sig. Std. Error Model Beta TOTA L X1 TOTA L X2 AUDependent Variable: TOTAL Y Tabel 3. Hasil uji F untuk Pengaruh Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM. ANOVAa Sum of Mean Squares Square Model 1 Regres 129. Residu Total Sig. AUDependent Variable: TOTAL Y AUPredictors: (Constan. TOTAL X2. TOTAL X1 KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Pengaruh Perilaku Pelaku Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM Hasil pengujian hipotesis atas arah pengaruh variabel Perilaku Pelaku Usaha terhadap Keberhasilan UMKM adalah 0,363 sebagaimana dapat diperlihatkan oleh koefisien jalurnya, dilihat dari nilai t hitung sebesar 2,659 lebih besar dari 1,66023 dan alpha hitung (Si. sebesar 0,009 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan UMKM. Dengan demikian, hipotesis pertama dapat diterima. Hal ini bersifat positif, yang artinya setiap ada peningkatan terhadap Perilaku Pelaku Usaha, maka Keberhasilan UMKM juga akan meningkat. Pengaruh Modal Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM Hasil pengujian hipotesis atas arah pengaruh variabel Modal Usaha terhadap Keberhasilan UMKM adalah 0,174 sebagaimana dapat diperlihatkan oleh koefisien jalurnya, dilihat dari nilai t hitung sebesar 1,217 lebih kecil dari 1,66023 dan alpha hitung (Si. sebesar 0,227 lebih besar dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa variabel Modal Usaha tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan UMKM. Dengan demikian, hipotesis kedua tidak dapat diterima . Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara X2 dan Y. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Modal Usaha tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan UMKM. Hal ini memiliki makna, yang artinya semakin bertambah modal terus-menerus maka pendapatan Pengaruh Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha Terhadap Keberhasilan UMKM. Berdasarkan hasil Uji F yang telah dilakukan, diketahui bahwa Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha secara bersama-sama . berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan UMKM. Dimana Fhitung = 12. 370 lebih besar dari Ftabel = 3,09 dan alpha hitung (Si. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa variabel Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha secara bersama-sama . memiliki pengaruh terhadap meningkatnya Keberhasilan UMKM. Pengaruh dari penelitian ini bersifat positif, artinya setiap ada peningkatan variabel Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha maka Keberhasilan UMKM juga akan meningkat. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha secara bersama-sama . memiliki pengaruh terhadap meningkatnya Keberhasilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Serang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data mengenai pengaruh perilaku pelaku usaha dan modal usaha terhadap keberhasilan umkm, dapat disimpulkan bahwa: AU Perilaku Pelaku Usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan UMKM di Kota Serang, yang berarti apabila Perilaku Pelaku Usaha meningkat, maka Keberhasilan UMKM juga akan mengalami peningkatan. AU Modal Usaha tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan UMKM di Kota Serang, yang artinya semakin bertambah modal terus-menerus maka pendapatan menurun. Sehingga, keberhasilan usaha tidak tercapai. AU Perilaku Pelaku Usaha dan Modal Usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan UMKM. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Saran Berdasarkan kesimpulan yang sudah diuraikan diatas, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut : AU Bagi para pelaku umkm hendaknya dapat dijadikan acuan dalam menjalankan suatu usahanya, dan menjadi bahan masukan bagi para pelaku usaha tentang perlunya analisis untuk menentukan dan mempertimbangkan usahanya dalam menuju suatu AU Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti variabel Pengetahuan Akuntansi. Inklusi Keuangan. Sistem Informasi Akuntansi, dan lain DAFTAR PUSTAKA