E-ISSN 2798-3846 Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 EDUKASI PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS BAGI GURU SMK AKUNTANSI Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Diana Tien Irafahmi 1*. Sulastri1. Wildan Naufal1. Oktavia Eka W. Audia Ava Neisya1 . Ahmad Priyono1 Universitas Negeri Malang fe@um. id, sulastri. fe@um. 1904216@students. id, audia. 1904226@students. priyono@um. ABSTRAK Edukasi HOTS bagi guru dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berorientasi pada ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Dalam kegiatan ini, edukasi HOTS dilakukan khususnya melalui pengenalan case method, sebagai salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi analisis situasi, edukasi, evaluasi dan penyusunan laporan akhir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis HOTS melalui case method. Luaran kegiatan meliputi publikasi di media massa, artikel jurnal nasional terindeks Sinta. MOU dan perjanjian kerjasama, poster, serta HKI Kata Kunci: HOTS. guru SMK Akuntansi. case method ABSTRACT HOTS education for teachers is aimed at improving the ability of teachers to develop learning oriented to high-level thinking skills. In this activity. HOTS training is carried out in particular through the introduction of case methods, as one of the learning methods that can improve the ability to think at a high level. The methods used include situation analysis, training, evaluation and report. The results of the activity show an improvement in the teacher's ability to develop HOTS-based learning through case methods. The outputs from the activities include publications in the mass media, articles in Sinta's indexed national journal. MOUs and implementation agreements, posters, and HKI. Keywords: HOTS. vocational high school teachers. case method Tanggal Masuk:13 November 2023 Tanggal Diterima:29 Desember 2023 Halaman:109-119 Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 PENDAHULUAN HOTS adalah ketrampilan berpikir tingkat tinggi, yang didefinisikan sebagai proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar (Resnick, 1. Menurut taksonomi Bloom, ketrampilan berpikir dapat dibagi menjadi dua dimensi, yaitu adalah keterampilan berpikir tingkat rendah yang penting dalam proses pembelajaran, meliputi mengingat . , memahami . , dan menerapkan . Sedangkan dimensi kedua dari ketrampilan berpikir adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi meliputi keterampilan menganalisis . , mengevaluasi . , dan mencipta . Dimensi kedua ketrampilan berpikir inilah yang diharapkan dapat terus ditingkatkan dalam pembelajaran, sehingga peserta didik dapat menjadi pribadi yang adaptif dan kreatif dalam menghadapi kompleksitas kehidupan. Riset menemukan bahwa siswa yang memiliki Higher Order Thinking Skills (HOTS) cenderung baik prestasi belajarnya, dapat mengolah informasi dan ide dengan baik, berpikir kritis dan kreatif, serta dapat memecahkan masalah yang nyata dan kompleks (Kwangmuang et , 2021. Panggabean et al. , 2. Teori konstruktivisme oleh Piaget . dan Vygotsky . mendukung penerapan HOTS dalam kegiatan pembelajaran. Piaget . menyatakan bahwa anak-anak menjadi. pemikir yang aktif dan konstruktif dan melakukan proses kognitif yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik. Selain itu, teori ini menyatakan bahwa guru tidak dapat secara langsung memberikan pengetahuan mereka kepada Sebaliknya, mereka membantu siswa aktif memperoleh pengetahuan mereka sendiri (Singh et al. , 2. Siswa harus dapat memahami pelajaran secara mandiri dengan mengacu pada pengalaman mereka sebelumnya atau konstruksi pengetahuan mereka sendiri (Mann & Macleod, 2. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran dengan menawarkan bimbingan, strategi pembelajaran, dan bantuan ketika siswa mengalami kesulitan. Selain itu, pendidik juga menyediakan bahan dan media pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk belajar. Ini Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 memungkinkan siswa untuk mengembangkan pengetahuan mereka secara pribadi dan membuat pembelajaran menjadi bermakna (Karwono & Mularsih, 2. Salah satu syarat utama keterlaksanaan pembelajaran berbasis HOTS adalah kemampuan guru dalam mengimplementasikan HOTS. Dalam penelitian terdahulu, ditemukan bahwa guru menghadapi sejumlah masalah atau kesulitan dalam menerapkan HOTS dalam kegiatan pembelajaran. Ketidakpahaman guru tentang HOTS adalah masalah yang berdampak pada cara mereka mengajarkan siswa (Afifah & Retnawati. Arumugam M. Pillay et al. , 2018. Assaly & Jabarin, 2021. Rafizah Mohamed Salleh et al. , 2020. Sulaiman et al. , 2. Menurut Seman et al. , guru yang tidak memiliki pemahaman dasar tentang HOTS tidak dapat membuat dan menerapkan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Semakin rendah pemahaman guru tentang HOTS, maka semakin sulit mereka mengajarkan pada Guru yang tidak memahami HOTS dengan baik, maka akan mempengaruhi kompetensi dan keterampilan guru dalam mengajar HOTS (Seman et al. , 2. Selain itu, ada tantangan tambahan, yaitu bagaimana mengelola dan mengontrol berbagai tingkat kognitif dan karakteristik siswa di kelas. Ini akan berdampak pada kemampuan belajar siswa, penguasaan materi, dan fokus mereka (Assaly & Jabarin. Seman et al. , 2. Siswa yang memiliki keterbatasan kognitif dan tidak mampu mengeksplorasi kegiatan pembelajaran secara mandiri akan sangat bergantung pada guru mereka. Oleh karena itu, guru harus memastikan bahwa semua siswa memenuhi tujuan pembelajaran. MGMP akuntansi Kabupaten Malang adalah komunitas guru bidang studi akuntansi pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Malang. Kabupaten Malang memiliki wilayah yang sangat luas, dengan lokasi sekolah yang tersebar sampai Total luas area Kabupaten Malang adalah 3,530. 65 kmA. Luasnya wilayah Kabupaten Malang dan luasnya persebaran sekolah di Kabupaten Malang ini menjadi salah satu faktor kurang meratanya akses informasi terkini, khususnya tentang pembelajaran yang berorientasi HOTS. Permasalahan terkait pembelajaran berbasis HOTS adalah minimnya kemampuan guru akuntansi untuk mengembangkan Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 pembelajaran yang dapat meningkatkan HOTS ini. Hal ini disebabkan kurangnya edukasi guru terhadap strategi/metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Case method adalah salah strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Case method telah biasa digunakan dalam pembelajaran kedokteran, hukum dan bisnis, namun masih minim digunakan dalam pembelajaran akuntansi di tingkat sekolah Oleh karena itu diperlukan edukasi kepada guru terkait pembelajaran berbasis HOTS melalui case method. Adapun spesifikasi dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah sebagai berikut: . Memberikan edukasi kepada guru akuntansi SMK Kabupaten Malang terkait pembelajaran berbasis HOTS. Fokus pembelajaran berbasis HOTS yang diedukasikan kepada guru adalah dalam bentuk pembelajaran case method. METODE Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut. Analisis Situasi Tahap pertama yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah analisis situasi. Analisis situasi dilakukan dengan melakukan observasi terhadap pihak mitra, yaitu MGMP akuntansi Kabupaten Malang. Analisis situasi ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait permasalahan yang dihadapi pihak mitra. Dari hasil analisis situasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim pelaksana pengabdian dengan melakukan penyusunan strategi termasuk menyusun anggaran biaya yang diperlukan untuk keterlaksanaan kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah dalam bentuk edukasi kepada guru akuntansi terkait pembelajaran berbasis HOTS utamanya melalui case method. Guru akuntansi akan belajar tentang: konsep pembelajaran berbasis HOTS, manfaat HOTS, mengimplementasikan pembelajaran berbasis HOTS, konsep pembelajaran HOTS Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 dengan case method, serta bagaimana merancang case untuk case method yang berorientasi HOTS. Evaluasi Untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pre-test sebelum kegiatan edukasi, dan setelah edukasi dilaksanakan post-test. Luaran Luaran yang ditargetkan pada kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis HOTS melalui case method. Luaran lainnya meliputi artikel jurnal nasional terindeks Sinta. MOU dan perjanjian kerjasama, poster, serta HKI. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti guru-guru MGMP se-Kabupaten Malang. Profil peserta terlihat di Tabel 1. Mayoritas peserta adalah perempuan . %), sedangkan yang laki-laki hanya 13%. Adapun pengalaman mengajar peserta cukup 53% peserta menyatakan telah memiliki pengalaman mengajar selama 1-5 tahun, 43% peserta memiliki pengalaman mengajar 6-10 tahun, dan hanya 7% peserta yang menyatakan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun. Tabel 1. Profil Peserta Edukasi HOTS Kategori Jenis Kelamin Persentase Laki-laki Perempuan Pengalaman Mengajar 1 Ae 5 tahun 6 Ae 10 tahun >10 tahun Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Gambar 1. Kegiatan Edukasi Pembelajaran HOTS bagi Guru SMK Untuk mengukur peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran HOTS, dilakukan pengukuran awal . re-tes. dan pengukuran akhir . ost-tes. Instrumen yang digunakan adalah kuesinoner dengan 5-point likert scale. Terdapat 5 dimensi yang diukur, yaitu terkait pemahaman konsep HOTS, manfaat HOTS, strategi pembelajaran HOTS, konsep case method, dan merancang case untuk case method. Hasil pengukuran kemampuan guru terlihat di Tabel 2. Tabel 2 menunjukkan perkembangan kemampuan guru sebelum dan sesudah kegiatan edukasi pembelajaran HOTS. Secara umum, sebaran jawaban guru terkait 5 dimensi yang diukur menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan Sebelum pelaksanaan kegiatan, mayoritas guru menyatakan kurang mengerti dan ragu-ragu terkait berbagai dimensi yang diukur. Hasil ini senada dengan riset sebelumnya oleh Hashim et al. Mustika et al. , dan Wilson & Narasuman . yang menunjukkan bahwa guru sebenarnya menyadari pentingnya menerapkan HOTS dan mendukung penerapannya dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, guru merasa kemampuannya untuk menerapkan pembelajaran berbasis HOTS masih rendah, sehingga perlu mengikuti pelatihan tentang cara mengajar HOTS (Assaly & Jabarin, 2021. Mohamad, 2015. Hassan et al. , 2. Untuk itulah kegiatan pengabdian masyarakat ini hadir untuk mengedukasi guru terkait pembelajaran HOTS. Setelah pelaksanaan kegiatan edukasi, guru diukur kembali dengan kuesioner yang sama. Tidak seperti pengukuran sebelum edukasi, setelah edukasi mayoritas Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 jawaban guru bergeser ke skala AosetujuAo dan Aosangat setujuAo, yang berarti bahwa guru memahami 5 dimensi yang diukur. Gambar 2 semakin memperjelas distribusi kemampuan guru sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Rerata kemampuan guru . sebelum pelaksanaan kegiatan adalah 3. 1 sedangkan rerata kempuan guru . setelah pelaksanaan kegiatan adalah 4. Perbedaan kemampuan sebelum dan sesudah kegiatan ini adalah signifikan, yang terbukti dari hasil uji paired sample t-test (Gambar . Hasil uji paired sample t-test menunjukkan signifikasi 0,00, yang berarti bahwa ada perbedaan signifikan kemampuan guru sebelum dan setelah pelaksanaan edukasi HOTS. Tabel 2. Perkembangan Kemampuan Guru Sangat Tidak setuju Konsep HOTS Sebelum Sesudah Manfaat HOTS Sebelum Sesudah Strategi HOTS Sebelum Sesudah Konsep Case Method Sebelum Sesudah Merancang Case Sebelum Sesudah Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Sangat Tidak setuju Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Gambar 2. Rerata Kemampuan Sebelum dan Setelah Kegiatan Gambar 3. Paired sampled test SIMPULAN DAN SARAN Edukasi pembelajaran HOTS telah menunjukkan dampak positif yaitu peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis HOTS. Hal ini ditandai dari peningkatan kemampuan guru terkait konsep HOTS, manfaat HOTS, strategi pembelajaran HOTS, konsep case method dan merancang case pada case Saran kepada guru adalah diharapkan guru segera menerapkan pembelajaran HOTS pasca kegiatan edukasi ini, karena peningkatan kemampuan tidak akan berarti tanpa menerapkan HOTS pada kegiatan pembelajaran dapat mendorong siswa untuk memiliki keterampilan tinggi dalam berpikir kritis yang penting dalam pembelajaran akuntansi untuk mempersiapkan lulusan memiliki kompetensi teknis dan non teknis (Irafahmi et al. , 2. Siswa yang terbiasa berpikir kritis akan dapat Irafahmi. Sulastri. Naufal. Eka. Neisya. Priyono Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 mengambil keputusan secara objektif, mengevaluasi ide dan teknik baru secara efisien, mengevaluasi argumen secara kritis, dan mengambil keputusan secara logis (Irafahmi et , 2. UCAPAN TERIMAKASIH Tim pelaksana pengabdian masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Universitas Negeri Malang yang telah memberikan support finansial berupa hibah desentralisasi fakultas untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada seluruh guru SMK Akuntansi yang telah berpartisipasi sebagai peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA