Volume 21 Nomor 2 JURNAL STUDI INTERDISIPLINER PERSPEKTIF JPIAN: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Jayabaya ISSN: 1412-9000 KEPEMIMPINAN DAN HUMAN RELATIONS TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LEBAK Eka Wahyu Hidayat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jayabaya Abstrak Kinerja pegawai sebagai suatu yang bersifat individu sesuai dengan tingkat kemampuan dalam melaksanakan tugas masing-masing yang didasarkan pada kepemimpinan dan human relation. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak secara parsial maupun Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, terdapat pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak. Kedua, terdapat pengaruh human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak. Ketiga, terdapat pengaruh kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak. Kata Kunci: kepemipinan, human relation, kinerja pegawai Abstract Employee performance as an individual, based on leadership and human relations, according to their level of ability in carry out their respective duties. The purpose of this study is to see whether leadership and human relations could have effect on the employee performance of the Manpower and Transmigration Office in Lebak Regency, either separately or together. The survey method as the research method. The results of the study show that first, there is an influence of leadership on the employee performance of the Manpower and Transmigration Office in Lebak Regency. Second, there is the influence of human relations on the employee performance of the Manpower and Transmigration Office in Lebak Regency. Third, there is the influence of leadership and human relations on the employee performance of the Manpower and Transmigration Office in Lebak Regency Keywords: leadership, human relations, employee performance Pendahuluan Kinerja pegawai sebagai suatu yang bersifat individu sesuai dengan tingkat kemampuan dalam melaksanakan tugas masing-masing. Lebih jauh. Aguinis . berpendapat bahwa kinerja pegawai bukan hanya hasil dari pekerjaan namun berkaitan dengan perilaku atau pekerjaan pegawai untuk mencapai tujuan organisasi yang dapat diukur berdasarkan standar yang berlaku dalam pekerjaanya. Begitu juga halnya dengan Aparatur Sipil Negara A 2022 Perspektif Universitas jayabaya. All Right Reserved Corresponding author: ekatea. id@gmail. Received 1 August 2022. Accepted 10 August 2022. Published 15 August 2022 Eka Wahyu / Kepemimpinan dan Human Relations Terhadap Kinerja . (ASN) yang diatur dalam UndangUndang Nomor 5 Tahun 2017 yang memposisikan ASN sebagai profesi dengan peran sebagai aparatur negara dan pemerintah. Oleh karena itu, konsekuensi logis sebagai pegawai aratur negara dan pemerintah adalah menunjukan kinerja yang baik sebagai cerminan integritas instansi pemerintah sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan intansi pemerintah dan pencapaian tujuan Salah satu instansi pemerintah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak. Permasalahan kinerja yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni kemampuan individu dalam pekerjaan, usaha yang diberikan serta dukungan organisasi . Permasalahan kinerja organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tentu tidak terlepas dari peran pimpinan dalam melaksanakan Senada pendapat Newstrom . yang menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mengatur dan membantu orang lain agar bekerja dengan benar untuk mencapai tujuan. Masalah perhatian dari berbagai ahli, karena gejala ini menunjukkan peranannya yang seringkali menentukan di dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. Kepemimpinan tidak hanya berarti memimpin terhadap manusia, tetapi juga mempimpin terhadap perubahan. Oleh sebab itu kepemimpinan adalah fenomena kompleks yang melibatkan pemimpin, pengikut, dan situasi (Hughes et al. , 2. , kemampuan menghubungkan orang lain melalui hubungan interpersonal dan proses komunikasi untuk mencapai tujuan (Ivancevich et. al, 2. Selanjutnya Robbins & Judge . mengemukakan bahwa karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat dipercaya oleh pegawai integritas, kebajikan, dan kemampuan yang dapat dilihat pada gambar 1 Leader Trustworthiness: Integrity Benevolence Trust Ability Risk Taking Information Sharing Group Effectiveness Productivity Ability Gambar 1. Model of Trust in Organizations Berdasarkan gambar di atas. Robbins dan Judge menguraikan tiga aspek kepemimpinan dalam organisasi, yakni: Pertama. Integritas (Integrit. mengacu pada kejujuran dan kebenaran. Hal kepemimpinan dalam organisasi adalah Page | 52 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 Selain itu, integritas juga berarti menjaga konsistensi antara apa yang dilakukan dan dikatakan. Kedua. Kebajikan (Benevolenc. dapat diartikan bahwa pemimpin memiliki kemampuan yang dapat dipercaya oleh pegawai degan cara mengakomodasi kepentingan pegawai yang ditunjukan melalui perilaku peduli dan sikap suportif sebagai bagian dari ikatan emosional antara pemimpin dan pengikut. Ketiga Kemampuan (Abilit. pengetahuan, keterampilan teknis dan interpersonal individu. Stogdill (Robbins & Judge 2. mempengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian visi atau serangkaian tujuan. Hal tersebut berarti kepemimpinan juga merupakan proses memhubungani kegiatan kelompok untuk mencapai maupun eksternal yang membutuhkan penyelesaian dalam konflik tersebut. Dalam menyelesaikan konflik, selain peran dari kepemimpinan dibutuhkan adanya interaksi agar pegawai memiliki semangat kerja, keterbukaan di antara pegawai serta harmonisasi hubungan kerja yang dapat diciptakan melalui human relations. sosial melalui human relation (Tourish & Hargie. Ide-ide pendekatan human relation dapat pengambilan keputusan dalam situasi konflik, perubahan emosi, keragaman, dan penggunaan teknologi yang sangat relevan dalam organisasi saat ini (Miller & Barbour, 2. Berbeda halnya dengan pendapat Allen . yang menyatakan bahwa untuk membangun human relation dapat menggunakan pelatihan, pengembangan pegawai, komunikasi terbuka, dan pengambilan Dalam konteks human relation, aktifitas pegawai menekankan pada kebutuhan interpersonal dan sosial individu yang mengasumsikan bahwa semua orang dalam organisasi ingin merasa bersatu, terikat pada sesuatu dengan berbagai alasan untuk mencapai tujuan organisasi (Eisenberg et al. , 2. Selanjutnya. Eisenberg, et al (May & Mumby, 2. berpendapat bahwa ide tersebut menandai dimulainya cara berpikir baru tentang kepemimpinan, kelompok, komunikasi, dan hubungan antara pimpinan dan pegawai, nilai-nilai, dan norma-norma efisiensi, dan usaha kerja. Model teoritis kemampuan human relation dengan Human relations dalam perspektif yang lebih luas meliputi semua jenis interaksi antara manusia dengan konflik mereka, usaha dan hubungan dengan kelompok. Studi menekankan pada analisis perilaku manusia, strategi pencegahan, resolusi masalah perilaku dan pengembangan diri (Barry et al. , 2. Dalam perspektif jangka panjang, setiap organisasi akan memprioritaskan pentingnya modal Page | 53 Eka Wahyu / Kepemimpinan dan Human Relations Terhadap Kinerja . berbagai aspek lainya dapat dilihat pada AHuman Relation (HRL) Skill AHuman Resource Development (HRD) Communication Conflict Multitasking Negotiation Organization Reimagined/ Impoved: Role Conten Delivery Coaching Care Collaboration Emotional Instrumental Informational A ACompetencies Behaviors Gambar 2. Hubungan Kemampuan Human Relation dengan berbagai aspek Dari gambar 2, dapat diketahui bahwa human relation memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek, yakni bagian sumber daya manusia, kemampuan dan Interaksi human relation memiliki perhatian khusus terhadap . erupa perawatan dan kolaboras. didorong untuk berpartisipasi . elalui dukungan emosional, instrumental, informas. , termasuk di dalamnya terdapat aspek kemampuan menyelesaikan pekerjaan dalam satu waktu . ulti taskin. , negosiasi, dan organisasi. Selain itu, unsur-unsur pengembangan sumber daya manusia (SDM) terlihat jelas, memanfaatkan berbagai disiplin ilmu yang saling melengkapi dalam proses pembelajaran sistem yang terintegrasi melalui peran, konten, dan penyampaian saat ini (Lloyd, 2. Tujuan dalam penelitian ini adalah kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak secara parsial maupun simultan yang digambarkan pada gambar 3 Kepemimpinan (X. Kinerja (Y) Human relations (X. Gambar 3. Kerangka berpikir Berdasarkan gambar 3 . erangka berpiki. , hipotesis dalam penelitian ini Ha1: Ada kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Ho1: Tidak ada pengaruh positif kepemimpinan terhadap kinerja Page | 54 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Ha2: Ada pengaruh positif human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Lebak Ho2: Tidak ada pengaruh positif human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Ha3: Ada kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Ho3: Tidak pengaruh kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Menurut Creswell . , desain penelitian survei adalah prosedur dalam penelitian kuantitatif di mana peneliti melakukan survei ke sampel atau ke perilaku, atau karakteristik populasi. Penelitian kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai yang berlokasi Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Lebak dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi kepustakaan . ibrary researc. melalui kajian kepuatakaan seperti buku, jurnal ilmiah serta bacaan lain yang memiliki relevansi dengan Variabel doperasionalisasikan dalam penelitian ini meliputi kepemimpinan, human kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. agar lebih cepat, lebih akurat, dan efisien. Software yang digunakan adalah IBM SPSS Statistict v. 24 dengan uji prasarat analisis, asumsi klasik, uji parsial . , uji simultan . ji F) dan uji koefisien determinasi. Hasil Dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Lebak dapat diketahui bahwa persamaan regresi berganda dalam penelitian ini adalah = a b1X1 b2X2. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji analisis regresi linier berganda dengan menggunaan program IBM SPSS Statistict v. 24, maka didapat persamaan = 19,223 0,474X1 0,020X2. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja. Maka hasil terjemahkan sebagai berikut: Pertama. Nilai a = 19,223 yang berarti jika tidak kepemimpinan dan human relations, maka nilai kinerja sebesar 19,223 point. Kedua. Nilai b1 = 0,474 yang artinya setiap ada kenaikan dari nilai kepemimpinan satu kali, maka akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0,474 point, sementara variabel human relations konstan . idak beruba. Ketiga. Nilai b2 = 0,020 yang artinya ada setiap kenaikan dari nilai human telations satu kali, maka akan diikuti dengan peningkatan kinerja Page | 55 Eka Wahyu / Kepemimpinan dan Human Relations Terhadap Kinerja . sebesar 0,020 point, sementara variabel kepemimpinan konstan . idak beruba. Rekapitulasi hasil uji hipotesis secara parsial variabel kepemimpinan (X. terhadap kinerja (Y) dan variabel human relation (X. terhadap kinerja (Y) dengan menggunakan program IBM SPSS Statistict v. 24 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Rekapitulasi Uji Parsial Variabel X1 Terhadap Y dan X2 Terhadap Y Uji Parsial Variabel X1 Terhadap Y X2 Terhadap Y X1 dan X2 Terhadap Y thitung / Fhitung 4,138 19,991 Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa thitung X1 Terhadap Y sebesar 6. 365 dan X2 Terhadap Y sebesar 4,138. Sedangkan ttabel dapat dicari pada tabel statistik pada signifikansi 0,05/2 = 0,025 dengan df = nk atau 75-2 = 73 maka didapat ttabel sebesar 1,993 sehingga disimpulkan bahwa thitung > ttabel yang berarti Ha1 dan Ha2 diterima. Adapun pengaruh X1 Terhadap Y sebesar 0,357 atau 36% dan pengaruh X2 Terhadap Y sebesar 0,190 atau 20%. Selanjutnya hasil uji hipotesis secara simultan variabel X1 dan X2 Terhadap Y (Fhitun. sebesar 19,991 dan Ftabel sebesar 3,124 sehingga dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel yang berarti Ha diterima. Maka kesimpulanya kepemimpinan dan human relations signifikansi atau nilai R Square sebesar 0,357 atau 36%. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel kepemimpinan . %) lebih dominan mempengaruhi kinerja pegawai dibandingkan human relations . %). Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Lebak didukung oleh peran kepemimpinan yang kuat. Pendapat lain tentang R Square 0,357 0,190 0,357 diungkapkan Minzberg seperti figur pemantau, juru bicara, pengusaha, sumber daya, dan negosiator (Yukl. Studi Universitas Ohio Robbins dan Judge . mengemukakan model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang tipe-tipe tingkah laku . ypes of behaviour. para pemimpin yang Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menjelaskan: tingkah dikatagorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan . nitiating structur. dan konsiderasi . Selanjutnya Lewin et al. (Kreitner & Kinicki, 2. mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian otoriter, pemimpin tidak memberi kesempatan pada bawahannya untuk bertanya ataupun minta penjelasan. Democratic yang mengikut sertakan bawahannya serta memberi kesempatan bawahan untuk berdiskusi. Dan Laissez fair yang membiarkan kondisi yang ada dan menyerahkan kekuasaannya pada Page | 56 JURNAL PERSPEKTIF Volume 21 Nomor 2 Meskipun kepemimpinan memiliki peran yang cukup besar terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak lebih besar dari human relations. Namun menurut penulis peran dari human relations juga penting terutama untuk mengatasi permasalahan kinerja yang dihadapi oleh pegawai. Sebagaimana teori atribusi yang pertama kali diperkenalkan oleh Heidler (Pandit, 2. merujuk pada peran untuk membantu menjelaskan perilaku orang lain dengan menggambarkan cara membuat penjelasan hubungan tindakan Pendapat tersebut diperkuat mengatakan bahwa teori atribusi menunjukkan hasil perilaku yang telah mereka buat sehingga dapat diketahui efek kognitif-emosional dari atribusi sumber daya manusia pada pegawai (Alfes et al. , 2. Human relation di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak menjadi sangat penting yang dapat dijadikan sebagai jembatan anatara pimpinan dan seluruh pegawai melalui interaksi yang tercipta dalam lingkungan kerja yang harmonis sehingga pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak dapat meningkatkan kinerjanya untuk mencapai tujuan Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Pertama, pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigras Kabupaten Lebak. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji menunjukkan hasil thitung > ttabel . dengan besarnya pengaruh 36%. Kedua, terdapat pengaruh human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji hipotesis secara parsial yang menunjukkan hasil thitung > ttabel . ,138 > 1,. dengan besarnya pengaruh 20%. Ketiga, kepemimpinan dan human relations terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji hipotesis secara parsial yang menunjukkan hasil Fhitung > Ftabel . ,991 > 3,. dengan besarnya pengaruh 36%. Referensi