LAPLACE : Jurnal Pendidikan Matematika p-ISSN : 2620 - 6447 e-ISSN : 2620 - 6455 ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLTV BERDASARKAN KRITERIA WATSON DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Agni Aditia Agustin1*). Dian Kurniawan. Eko Yulianto. 1,2,3 Universitas Siliwangi. Indonesia Email: agniadty@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze studentsAo errors in solving word problems on systems of linear equations in three variables (SPLTV) based on WatsonAos criteria, reviewed from their learning styles. The research subjects were three students from class X-4 of SMA Negeri 1 Cihaurbeuti, selected based on the highest number of errors and representing each learning style category: visual, auditory, and kinesthetic. Data collection techniques included an SPLTV word-problem test, documentation of studentsAo cognitive assessment results, and unstructured interviews. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students with a visual learning style making mistakes skill hierarchy problems, inappropriate data, undirected manipulation, and omitted conclusion. Students with an auditory learning style making mistakes inappropriate data, omitted data, and omitted conclusion. Meanwhile, students with a kinesthetic learning style making mistakes omitted data, skill hierarchy problems, undirected manipulation, and omitted conclusion. Keywords : Error Analysis. SPLTV. Watson Criteria. Learning Style. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berdasarkan kriteria Watson ditinjau dari gaya belajar. Subjek penelitian berasal dari kelas X-4 SMA Negeri 1 Cihaurbeuti sebanyak 3 siswa, yang dipilih berdasarkan kesalahan siswa paling banyak dan dari setiap kategori gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes soal cerita SPLTV, dokumentasi hasil asessmen kognitif siswa, dan wawancara tak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan masalah hierarki keterampilan . kill hierarchy problem/sh. , kesalahan data tidak tepat . nappropriate data/i. , kesalahan manipulasi tidak langsung . ndirected manipulation/u. , dan kesalahan kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan kesalahan data tidak tepat . nappropriate data/i. , kesalahan data hilang . mitted data/o. , dan kesalahan kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan kesalahan data hilang . mitted data/o. , kesalahan hierarki keterampilan . kill hierarchy problem/sh. , kesalahan manipulasi tidak langsung . ndirected manipulation/u. , dan kesalahan kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Kata Kunci : Analisis Kesalahan. Gaya Belajar. Kriteria Watson. SPLTV. https://doi. org/10. 31537/laplace. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan A (Agustin. Kurniawan. Yuliant. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan kepada siswa mulai jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah atas. Namun pada kenyataannya, pelajaran matematika di Indonesia cenderung kurang diminati dan hanya dapat dipahami oleh sebagian siswa, terutama dalam menyelesaikan soal cerita yang melibatkan situasi pada kehidupan sehari-hari. Soal cerita cenderung lebih sulit dipecahkan karena dalam pengerjaannya tidak hanya memperoleh hasil perhitungan, namun juga melibatkan tahapan-tahapan proses berpikir yang harus dipahami siswa (Labibah et al. , 2. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pengerjaannya. Salah satu materi yang dipelajari pada jenjang SMA kelas X adalah materi persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yang merupakan materi lanjutan dari materi sistem persamaan dua variabel (SPLDV). Materi SPLTV memiliki struktur penyelesaian yang lebih kompleks, sehingga sering kali siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal karena proses pengerjaannya yang panjang, rumit, dan memerlukan waktu yang lama (Benyamin & Sulandra, 2. Berdasarkan hasil wawancara kepada salah satu guru matematika di SMA Negeri 1 Cihaurbeuti, diperoleh informasi bahwa siswa menganggap materi SPLTV ini cukup sulit dan rumit karena pengerjaannya yang panjang, sehingga masih ditemukan siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLTV. Kesalahan tersebut terjadi karena sejak awal siswa menganggap materi SPLTV itu rumit. Selain itu, kesalahan siswa juga disebabkan karena pemahaman konsep materi siswa yang kurang Kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dipengaruhi karakteristik siswa dalam memahami konsep dari suatu materi, salah satunya gaya belajar siswa (Filayati et al. , 2. Mengetahui gaya belajar siswa sangatlah penting bagi guru dalam proses pembelajaran, karena membantu guru untuk memahami karakteristik siswa dan memilih media yang tepat untuk siswa (Telaumbanua & Harefa, 2. Deporter & Hernacki mengatakan bahwa gaya belajar Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 siswa dibedakan menjadi 3 jenis yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik (Khasanah et al. , 2. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kriteria Watson untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa. Menurut Viani et al. , . , kriteria kesalahan Watson dapat digunakan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Watson mengkategorikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kedalam 8 kriteria, yaitu prosedur tidak tepat . nappropriate procedure/i. , data tidak tepat . nappropriate data/i. , data hilang . mitted data/o. , kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. , konflik level respon . espon level conflict/rc. , manipulasi tidak langsung . ndirected manipulation/u. , masalah hirarki keterampilan . kills hierarchy problem/sh. , dan selain ketujuh kriteria di atas . bove other/a. (Usqo et al. , 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, penting untuk melakukan analisis terhadap kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal SPLTV dengan memperhatikan gaya belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal SPLTV berdasarkan kriteria Watson ditinjau dari gaya belajar. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persaman linear tiga variabel (SPLTV) ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cihaurbeuti. Subjek penelitian ini sebanyak 3 siswa yang terdiri dari 1 siswa dengan gaya belajar visual, 1 siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 1 siswa dengan gaya belajar kinestetik, yang dipilih berdasarkan banyaknya kesalahan yang dilakukan Instrument yang digunakan yaitu instrument tes berupa soal cerita SPLTV sebanyak 2 soal, dokumentasi hasil asessmen kognitif siswa, dan wawancara tak Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menurut Miles & Huberman (Sugiyono, 2. yang terdiri dari reduksi data, penyajian data. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan A (Agustin. Kurniawan. Yuliant. dan penarikan kesimpulan. Kesalahan siswa dianalsiis menggunakan kriteria Warson dengan indikator kesalahan yang diadaptasi dari (Usqo et al. , 2. sebagai berikut. Tabel 1. Indikator Kesalahan Kriteria Watson Kriteria Watson 1 Data tidak tepat . nappropriate data/i. 2 Prosedur tidak tepat . nappropriate procedure/i. Data hilang . mitted data/o. Kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Konflik level respon . espon level conflict/rc. Manipulasi tidak langsung . ndirected manipulation/u. Masalah hirarki keterampilan . kill hierarchi problem/sh. Kesalahan selain ketujuh kriteria . bove other/a. Indikator Kesalahan Tidak menggunakan data yang seharusnya dipakai Kesalahan memasukan data ke variabel Menggunakan cara atau prinsip yang tidak tepat dalam menyelesaikan soal Langkah-langkah yang digunakan tidak sesuai dengan permasalahan Tidak menuliskan langkah-langkah yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal Kurang lengkap dalam memasukan data Tidak menggunakan data yang sudah diperoleh untuk membuat kesimpulan dari jawaban soal Tidak ada kesimpulan Menuliskan kesimpulan namun tidak tepat Langsung menuliskan jawaban tanpa ada alasan atau cara yang logis Cara yang digunakan tidak logis/tepat Data langsung tanpa tahu dari mana data tersebut Melakukan kesalahan dalam menuangkan ide Melakukan kesalahan dalam perhitungan Menulis ulang soal saja Tidak menuliskan jawaban sama sekali HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui gaya belajar siswa dalam penelitian ini menggunakan dokumen hasil asessmen kognitif siswa. Gaya belajar siswa dikelompokkan menurut Deporter & Hernacki (Khasanah et al. , 2. yang terdiri dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Adapun hasil pengelompokkan gaya belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengelompokkan Gaya Belajar Siswa Tipe Gaya Belajar Visual Auditorial Kinestetik Jumlah Siswa Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 Selanjutnya peneliti memberikan soal tes SPLTV sebanyak 2 soal kepada seluruh siswa. Berdasarkan hasil pengerjaan siswa, ditemukan kesalahan yang dilakukan siswa berbeda-beda. Berdasarkan gaya belajar dan hasil tes soal cerita, peneliti menetapkan 3 siswa sebagai subjek penelitian yang dipilih berdasarkan siswa yang melakukan paling banyak kesalahan dari setiap jenis gaya belajar siswa. Subjek yang terpilih pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Subjek Penelitian Gaya Belajar Siswa Visual Auditorial Kinestetik Kode Siswa SV11 SA1 SK1 Subjek dengan Gaya Belajar Visual (SV. Soal Nomor 1 Shp Gambar 1. Jawaban Subjek SV11 pada Soal Nomor 1 Pada Gambar 1, terlihat bahwa SV11 melakukan kesalahan dalam perhitungan, dimana ia menuliskan 100. 000 Oe 110. 000 = 10. 000 yang seharusnya 100. 000 Oe 000 = Oe10. 000, dan pada bagian 10. 000 y (Oe. = 40. 000 yang seharusnya 000 y (Oe. = Oe40. 000, sehingga menyebabkan kesalahan masalah hierarki keterampilan . kill hierarchy problem/sh. Selanjutnya. SV11 keliru dalam penulis 000 dimana seharusnya 220. 000, maka kesalahan ini dikategorikan menjadi kesalahan data tidak tepat . nappropriate data/i. SV11 juga tidak melakukan proses Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan A (Agustin. Kurniawan. Yuliant. penyelesaian soal hingga akhir sehingga menyebabkan kesalahan pada kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Berdasarkan wawancara, diketahui bahwa SV11 kurang teliti dalam menuliskan jawaban dan saat melakukan perhitungan. Selain itu. SV11 merasa kebingungan sehingga tidak dapat menyelesaikan pengerjaan hingga akhir. Soal Nomor 2 Gambar 2. Jawaban Subjek SV11 pada Soal Nomor 2 Berdasarkan Gambar 2, dapat dilihat SV11 salah menuliskan informasi 5 buku gambar yang seharusnya 2 buku gambar saja, maka SA1 melakukan kesalahan data tidak tepat . nappropriate data/i. Selanjutnya. SV11 sudah dapat menuliskan 2 langkah eliminasi dengan tepat namun tidak menyelesaikannya sampai tahap akhir, dan langsung menuliskan kesimpulan tanpa adanya alasan atau cara yang logis, sehingga SV11 melakukan kesalahan manipulasi tidak langsung . ndirected manipulation/u. Berdasarkan wawancara. SV11 keliru saat membaca soal sehingga salah memasukkan data yang diketahui pada soal. SV11 juga mengaku kurang mengerti maksud soal dan materi, serta kehabisan waktu sehingga tidak dapat menjelaskan dan menyelesaikan perhitungan hingga akhir. Subjek dengan Gaya Belajar Auditorial (SA. Soal Nomor 1 Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 Gambar 3. Jawaban Subjek SA1 pada Soal Nomor 1 Dapat dilihat pada Gambar 3. SA1 salah menuliskan informasi pada bagian Dea 1 porsi mie bakso yang seharusnya 2 porsi mie bakso, dan pada bagian ditanyakan SA1 menuliskan 1 porsi mie bakso yang seharusnya 3 porsi mie bakso, sehingga SA1 melakukan kesalahan data tidak tepat . nnapropriate data/i. Selanjutnya SA1 tidak memisalkan data sehingga melakukan kesalahan data hilang . mitted data/o. SA1 juga tidak melanjutkan penyelesaian hingga akhir, sehingga melakukan kesalahan kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Berdasarkan hasil wawancara. SA1 kurang teliti saat menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan. SA1 tidak memisalkan data lupa dan tidak teliti. Selain itu SA1 mengaku kurang memahami soal dan materi sehingga tidak dapat menyelesaikan soal. Soal Nomor 2 Gambar 4. Jawaban Subjek SA1 pada Soal Nomor 2 Pada Gambar 4. SA1 tidak memisalkan data pada soal sehingga melakukan kesalahan data hilang . mitted data/o. Selanjutnya SA1 salah menuliskan persamaan Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan A (Agustin. Kurniawan. Yuliant. 1 dimana ia menulis 3ycu 2yc 3yc = 140. 000 yang seharusnya 3ycu 2yc yc = 000, ini menyebabkan kesalahan data tidak tepat . nnapropriate data/i. SA1 juga tidak melanjutkan penyelesaian hingga akhir sehingga melakukan kesalahan pada kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Berdasarkan wawancara. SA1 mengaku terlewat akibat kurang teliti sehingga ia tidak menuliskan pemisalan pada lembar jawaban. Selanjutnya ia kurang teliti saat menuliskan jawaban sehingga melakukan kesalahan saat menuliskan persamaan. SA1 juga tidak melanjutkan penyelesaikan karena tidak terlalu mengerti soal dan materi, serta mengaku kehabisan waktu. Subjek dengan Gaya Belajar Kinestetik (SK. Soal Nomor 1 Gambar 5. Jawaban Subjek SK1 pada Soal Nomor 1 Berdasarkan Gambar 5. SK1 tidak memisalkan data pada soal sehingga melakukan kesalahan data hilang . mitted data/o. Selanjutnya SK1 salah pada perhitungan 11ycu = 220. 000 menjadi ycu = 220. 000 Oe 11 yang seharusnya ycu = Ia juga salah pada bagian 4yc = 479. 967 menjadi yc = 479. 967 Oe 4, yang seharusnya yc = , maka SK1 melakukan kesalahan masalah hierarki keterampilan . kill hierarchy problem/sh. SK1 juga tidak melanjutkan proses penyelesaian hingga akhir sehingga melakukan kesalahan pada kesimpulan hilang . mitted conclusion/o. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh bahwa SK1 tidak memisalkan variabel ycu, yc, yc karena lupa menuliskannya. Kemudian ia mengaku kurang teliti saat Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 melakukan perhitungan. SK1 juga mengaku tidak terlalu mengerti soal sehingga tidak melanjutkan pengerjaan. Soal Nomor 2 Gambar 6. Jawaban Subjek SK1 pada Soal Nomor 2 Pada Gambar 6, dapat dilihat SK1 tidak memisalkan data pada soal sehingga melakukan kesalahan data hilang . mitted data/o. SK1 juga langsung menuliskan kesimpulan tanpa adanya proses perhitungan yang logis, sehingga melakukan kesalahan manipulasi tidak langsung . ndirected manipulation/u. Berdasarkan wawancara, diketahui bahwa SK1 lupa menuliskan pemisalan variabel ycu, yc, yc karena tidak terbiasa menuliskannya terlebih dahulu. SK1 juga mengaku tidak dapat menentukan prosedur pengerjaan yang tepat karena kurang memahami soal dan merasa kekurangan waktu saat mengerjakan soal. Kesalahan yang dilakukan siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik berbeda-beda. Subjek SV11 dalam menyelesaikan soal persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yaitu kesalahan masalah hierarki keterampilan, kesalahan data tidak tepat, kesalahan manipulasi tidak langsung, dan kesalahan kesimpulan hilang. Kesalahan masalah hierarki keterampilan yang dilakukan subjek SV11 diakibatkan siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan. Sejalan dengan DePorter dan Hernacki . alam Zuhri et al. , 2. bahwa siswa dengan gaya belajar visual akan sering melakukan kesalahan masalah hirarki keterampilan saat menyelesaikan soal Kesalahan data tidak tepat disebabkan siswa kurang teliti saat menuliskan informasi yang diketahui pada soal. Viani et al. menyatakan bahwa kesalahan data tidak tepat . nappropriate data/i. disebabkan karena kurangnya keteilitian siswa sehingga tergesa-gesa dalam mengerjakan soal. Kesalahan manipulasi tidak langsung diakibatkan siswa kurang memahami bentuk soal dan materi, serta kehabisan waktu sehingga tidak dapat menjelaskan dan menyelesaikan perhitungan hingga akhir. Kesalahan kesimpulan hilang disebabkan Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan A (Agustin. Kurniawan. Yuliant. siswa kebingungan dalam menentukan penyelesaian soals. Viani et al. menyebutkan bahwa kesalahan ini disebabkan karena siswa tidak mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal sehingga tidak ada jawaban akhir. Kesalahan SA1 dalam menyelesaikan soal persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yaitu kesalahan data tidak tepat, kesalahan data hilang, dan kesalahan kesimpulan hilang. Kesalahan data tidak tepat yang dilakukan SA1 diakibatkan siswa kurang teliti saat menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan. Kesalahan data hilang disebabkan kurang teliti sehingga tidak menuliskan pemisalan. Mafruhah & Muchyidin, . menyatakan bahwa kesalahan seperti ini biasanya karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, padahal dalam menyelesaikan soal cerita matematika diperlukan ketelitian dalam menyelesaikannya. Kesalahan kesimpulan hilang dikarenakan siswa tidak terlalu mengerti soal dan materi, serta mengaku kehabisan waktu. Ini sejalan Triyani et al. , . dengan faktor penyebab kesalahan kesimpulan hilang karena kurangnya pemahaman terhadap soal dan kurang waktu. Kesalahan SK1 dalam menyelesaikan soal persamaan linear tiga variabel (SPLTV) yaitu kesalahan data hilang, kesalahan hierarki keterampilan, kesalahan manipulasi tidak langsung, dan kesalahan kesimpulan hilang. Kesalahan data hilang disebabkan siswa lupa menuliskan variabel. Dewi menyebutkan penyebab siswa melakukan kesalahan data hilang karena siswa kurang teliti dalam pengerjaan sehingga siswa salah menulis jawaban (Andini & Sutirna, 2. Kesalahan hierarki keterampilan dikarenakan kurang teliti dalam melakukan perhitungan. Hal ini terjadi disebabkan oleh siswa kurang teliti dalam mengerjakan (Fahlevi & Zanthy, 2. Kesalahan manipulasi tidak langsung disebabkan siswa kurang memahami soal sehingga tidak dapat menentukan prosedur pengerjaan yang tepat karena dan merasa kekurangan waktu saat mengerjakan soal. Kesalahan kesimpulan hilang disebabkan siswa tidak terlalu mengerti soal. Viani et al. menyebutkan bahwa siswa melakukan kesalahan kesimpulan hilang disebabkan karena siswa tidak mengetahui bagaimana cara menyelesaikan soal. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal SPLTV menurut kriteria Watson Volume 9. Nomor 1. Mei 2026 berbeda-beda. Subjek SV11 dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan masalah hierarki keterampilan, kesalahan data tidak tepat, kesalahan manipulasi tidak langsung, dan kesalahan kesimpulan hilang. Faktor penyebab kesalahan subjek dengan gaya belajar visual adalah kurangnya ketelitia, serta kurang memahami soal dan Subjek SA1 dengan gaya belajar auditorial kesalahan data tidak tepat, kesalahan data hilang, dan kesalahan kesimpulan hilang. Penyebab kesalahan subjek dengan gaya belajar auditorial yaitu ketidaktelitian dalam menuliskan informasi, kurang memahami soal dan materi, serta kehabisan waktu. Subjek SK1 dengan gaya belajar kinestetik kesalahan data hilang, kesalahan hierarki keterampilan, kesalahan manipulasi tidak langsung, dan kesalahan kesimpulan hilang. Kesalahan yang dilakukan subjek dengan gaya belajar kinestetik disebabkan oleh Saran yang dapat diberikan yaitu, bagi guru hendaknya menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa untuk memotivasi siswa agar lebih teliti dan fokus dalam mempelajari materi dan memecahkan masalah. Bagi siswa disarankan agar dapat menyelesaikan soal sesuai dengan prosedur penyelesaian, lebih teliti dalam melakukan perhitungan dan menulis jawaban, dan lebih meningkatkan pemahaman konsep dasar materi. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan tinjauan yang berbeda. REFERENSI