KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 Kontribusi Dosen Dalam Organisasi Profesi Terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Pembelajaran Berbasis Praktek Yanti Haryanti1 Institut Nadhlatul Ulama Tasikmalaya. Indonesia1 https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim: 19 April 2025 Direvisi: 18 Mei 2025 Diterima: 25 Mei 2025 Kata Kunci: Dosen. Organisasi Profesi. Kompetensi Mahasiswa Abstrak Peningkatan kompetensi mahasiswa merupakan salah satu tantangan utama dalam pendidikan tinggi, terutama dalam memastikan kesiapan mereka untuk memasuki dunia profesional. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa adalah peran dosen dalam organisasi profesi. Tujuan Keterlibatan dosen dalam organisasi profesi tidak hanya meningkatkan wawasan akademik, tetapi juga membuka akses ke jejaring profesional, peluang magang, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri. Selain itu, pembelajaran berbasis praktik menjadi jembatan yang efektif dalam menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metodologi yuridis empiris atau sosiologis dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dosen yang aktif dalam organisasi profesi, mahasiswa, serta perwakilan organisasi profesi, serta melalui studi dokumen kebijakan pendidikan tinggi dan standar kompetensi profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dosen dalam organisasi profesi berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai mekanisme, seperti integrasi pengalaman profesional ke dalam pengajaran, fasilitasi magang, dan pemahaman etika profesi. Pembelajaran berbasis praktik terbukti menjadi metode yang efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dengan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan dunia nyata. Dengan demikian, sinergi antara akademisi dan dunia profesional melalui organisasi profesi serta implementasi pembelajaran berbasis praktik dapat meningkatkan kualitas lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Korespondensi: Yanti Haryanti yantiharyanti@inutas. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 PENDAHULUAN Kegiatan Konferensi Daerah yang di lakukan di Kabuapten Tasikmalaya merupakan salah satu kegiatan organisasi profesi Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bagi Penulis selaku Notaris & PPAT, dan Dosen di Kampus Institut Nahdlatul Ulama ( INU) Tasikmalaya. Kontribusi dosen dalam organisasi profesi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktek, termasuk salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dosen yang wajib dilakukan. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan konsep penting yang menjadi pedoman dasar bagi perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi dan tujuannya. Tri Dharma terdiri dari tiga elemen utama yaitu pendidikan, penelitian. Pada konteks ini, dosen berperan sebagai aktor utama dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan Pada aspek pendidikan dan pengajaran, dosen memiliki tugas untuk tidak hanya mengajar, namun juga mengembangkan potensi mahasiswa dalam berbagai aspek, baik spiritual, intellectual, atau Dalam menjalankan tugas ini, dosen diharapkan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional agar dapat memaksimalkan transformasi dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mahasiswa. Dosen harus mampu menjadi perantara antara dunia penelitian dan kelas, menyampaikan pengetahuan yang paling mutakhir kepada mahasiswa. Penelitian Penelitian mampu menjembatani ketidakseimbangan antara teori dan praktik sehingga menghasilkan inovasi. Dalam konteks ini, peran dosen adalah meneliti, menciptakan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berguna bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan umat manusia. Karena itu, keseimbangan antara pengajaran dan penelitian sangat penting. Oleh karena itu, dosen perlu dihadirkan dalam lingkungan yang mendukung keseimbangan pengajaran dan penelitian, serta mendapat dukungan dari institusi dalam menghadapi target penelitian, seperti publikasi artikel ilmiah. Pengabdian kepada Masyarakat Penelitian adalah aspek lain dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya menjadi mediator penyebaran pengetahuan dan inovasi, dosen juga harus berupaya menerapkannya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui implementasi pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan masyarakat, dosen dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Bagaimanapun, edukasi dan implementasi ini memerlukan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, baik itu dosen, institusi pendidikan, mahasiswa, maupun pemerintah. Dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen harus dapat beradaptasi dan tumbuh seiring dengan perkembangan Kolaborasi aktif, pendekatan holistik dan berkelanjutan serta evaluasi rutin terhadap beban kerja dan profesionalisme dosen menjadi beberapa faktor penting dalam upaya memaksimalkan peran dan tugas dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. ttps://suteki. id/peran-dan-tugas-dosenpada-tri-dharma-perguruan-tinggi/). Peningkatan kompetensi mahasiswa merupakan salah satu tujuan utama dalam dunia pendidikan tinggi, yang berperan penting dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia profesional. Dalam upaya mencapai tujuan ini, metode pembelajaran berbasis praktik menjadi kunci utama, karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di dalam kelas ke dalam dunia nyata. Dalam konteks ini, dosen sebagai pengajar dan pembimbing memiliki peranan yang sangat signifikan, baik dalam hal mengembangkan kurikulum yang relevan maupun dalam memberikan arahan dan dukungan kepada Salah satu cara dosen berkontribusi dalam peningkatan kompetensi mahasiswa adalah melalui keterlibatan dalam organisasi profesi. Organisasi profesi salah satunya Ikatan Notaris Indoenesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), yang merupakan wadah bagi para profesional di bidangnya, seorang pejabatn Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memiliki peran penting dalam pengembangan keilmuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Dosen yang aktif dalam organisasi profesi tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan terbaru, tetapi juga dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada mahasiswa. Dengan cara ini, dosen dapat memperkaya pembelajaran berbasis praktik dengan pengalaman nyata dan perkembangan terbaru dalam dunia profesi. Pemahaman dan kontribusi dosen dalam organisasi profesi sangat penting untuk memastikan bahwa pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di perguruan tinggi relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terkini. Dalam kegiatan Penelitian Pengamdian kepada masyarakat ini, penulis pengambil Judul: KONTRIBUSI DOSEN DALAM ORGANISASI PROFESI E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTEK. Penulis akan membahas lebih lanjut mengenai kontribusi dosen dalam organisasi profesi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, serta bagaimana pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi jembatan yang efektif dalam menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan di dunia profesional. Gambar 1 Konferensi Daerah. Kegiatan profesi Ikatan Notaris Indonesia (INI) & organisasi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Kabupten Tasikmalaya METODE Metode ini menggunakan pendekatan yuridis empiris atau sosiologis merupakan pendekatan kualitatif yang cocok untuk meneliti kontribusi dosen dalam organisasi profesi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Metode ini menggabungkan aspek hukum . dan aspek sosial . untuk memahami bagaimana regulasi, kebijakan, dan praktik dosen dalam organisasi profesi berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa. Pendekatan Yuridis empiris atau Sosiologis. Pendekatan ini menitikberatkan pada: Aspek Yuridis: Menganalisis peraturan perundangundangan terkait peran dosen dalam organisasi profesi misalnya Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, kebijakan organisasi profesi Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tana. Aspek Sosiologis: Mengobservasi dan menggali pengalaman dosen dalam organisasi profesi serta dampaknya terhadap metode pengajaran. Mengkaji praktik pembelajaran berbasis praktik dan hubungannya dengan dunia kerja. Metode Pengumpulan Data: Studi Dokumen: Menganalisis regulasi, kebijakan, dan dokumen organisasi profesi Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). Wawancara: Dosen, mahasiswa, dan perwakilan organisasi profesi. Observasi: Mengamati metode pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan dosen dan kegiatan organisisi profesi. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara keterlibatan dosen dalam organisasi profesi dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara keterlibatan dosen dalam organisasi profesi dan peningkatan kompetensi mahasiswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kontribusi Dosen Dalam Organisasi Profesi Terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Kontribusi dosen dalam organisasi profesi memiliki peran penting dalam peningkatan kompetensi Berikut beberapa kontribusi utama yang dapat diberikan dosen melalui keterlibatannya dalam organisasi profesi dari hasil wawancara dan observasi dalam kegiatan Penelitian di Kegiatan Organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). Akses ke Jaringan Profesional Dosen yang aktif dalam organisasi profesi memiliki jaringan luas dengan para ahli di bidangnya. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan wawasan industri, peluang magang, serta kesempatan kolaborasi dengan para profesional. "Jaringan profesional yang kuat memungkinkan mahasiswa untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia kerja melalui pemahaman langsung dari praktisi dan akademisi. " (Siregar, 2020. Pendidikan dan Profes. Peningkatan Kualitas Pengajaran Melalui keterlibatan dalam organisasi profesi, dosen dapat memperbarui pengetahuannya sesuai dengan perkembangan terkini dalam bidangnya. Ini berpengaruh pada peningkatan kualitas pengajaran, metode pembelajaran, dan materi yang diberikan kepada mahasiswa. "Dosen yang terus memperbarui kompetensinya melalui organisasi profesi dapat mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. " (Hendrawan, 2018. Inovasi dalam Pendidika. Peluang Riset dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Dosen dapat mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian, seminar, atau konferensi yang diselenggarakan oleh organisasi profesi. Ini memberikan pengalaman akademik yang berharga serta meningkatkan keterampilan analisis dan pemecahan masalah mahasiswa. "Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan akademik bersama dosennya akan memiliki pengalaman lebih luas dalam penelitian dan publikasi ilmiah. " (Sudjana, 2019. Metodologi Penelitian Pendidika. Sertifikasi dan Pelatihan Profesional Banyak organisasi profesi menawarkan sertifikasi dan pelatihan yang dapat meningkatkan daya saing mahasiswa di dunia kerja. Dosen yang terlibat dalam organisasi ini dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi yang relevan dengan bidang studi mereka. "Sertifikasi profesional memberikan keunggulan kompetitif bagi lulusan dalam memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif. " (Rahmawati, 2021. Kesiapan Kerja dalam Pendidikan Tingg. Kolaborasi dengan Industri Organisasi profesi sering kali menjalin kerja sama dengan industri. Dosen yang aktif di dalamnya dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung melalui program magang atau proyek bersama industri. "Keterlibatan dosen dalam kerja sama dengan industri melalui organisasi profesi berkontribusi terhadap kesiapan mahasiswa dalam dunia " (Santoso, 2022. Link and Match Pendidikan dan Industr. Keterlibatan dosen dalam organisasi profesi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Dengan akses ke jaringan profesional, pengajaran berkualitas, peluang riset, sertifikasi, serta kolaborasi industri, mahasiswa lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Dalam Hukum Positif Indonesia di jelaskan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengatur peran dan kewajiban guru serta dosen dalam kaitannya dengan organisasi Berikut beberapa poin penting yang relevan: Kewajiban Guru Menjadi Anggota Organisasi Profesi Pasal 41 ayat . menyatakan bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi yang bersifat independen dan berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pemberdayaan Profesi Guru dan Dosen Pasal 44 menegaskan bahwa pemberdayaan profesi guru atau dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Peran Organisasi Profesi dalam Pengembangan Kompetensi Organisasi profesi memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi guru dan dosen, termasuk dalam penyusunan kode etik, peningkatan kualitas pendidikan, dan advokasi terhadap hak-hak anggota. Dari hasil wawancara dan observasi ke Notaris Organisasi (INI) & Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), menjelaskan bahwa Notaris memiliki dasar hukum dalam melaksanakan tugas dan jabatannya khusus dalam bidang keaktifan dalam organisasi profesi dalam wadah organisasi Ikatan Notaris Indonesia E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris mengatur kewajiban notaris untuk menjadi anggota organisasi Berikut kutipan yang relevan: Pasal 82: "Notaris wajib menjadi anggota dari satu-satunya organisasi Notaris. " . Organisasi profesi yang dimaksud adalah Ikatan Notaris Indonesia (INI), yang diakui sebagai satusatunya wadah organisasi bagi seluruh Notaris di Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam Anggaran Dasar INI hasil Kongres Luar Biasa di Bandung pada 27 Januari 2005: Pasal 2 Ayat . : "Ikatan Notaris Indonesia, selanjutnya disingkat INI, merupakan satu-satunya wadah organisasi bagi segenap Notaris di seluruh Indonesia yang berbentuk Perkumpulan yang berbadan hukum. "( ini. Kewajiban keanggotaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa notaris berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi mereka, guna menjaga standar profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas jabatan notaris. Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN) tidak secara eksplisit mengatur kewajiban notaris untuk memberikan pengetahuan keilmuan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Namun, dalam Pasal 15 ayat . huruf e UUJN, disebutkan bahwa notaris memiliki kewenangan untuk "memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta". ( kemhan. Hal ini menunjukkan bahwa notaris dapat berperan dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terkait pembuatan akta otentik. Selain itu. Kode Etik Notaris menekankan bahwa notaris harus mengutamakan pengabdian kepada kepentingan masyarakat dan negara. Notaris juga diharapkan memberikan jasa pembuatan akta dan jasa kenotariatan lainnya untuk masyarakat yang tidak mampu. Contoh: Data Notaris & PPAT di Kabuapten Tasikmalaya aktif dalam kegiatan organisasi profesi . ttps://w. mm-story. com/865/daftar-nama-dan-alamat-ppat-notaris-di-kabupatentasikmalaya. html?utm_source=chatgpt. Data Notaris dan PPAT Kabupaten Tasikmalaya Nama : Yanti Haryanti Alamat email : yharyanti170972@gmail. com No. SK : 727/SK400. HR. 01/XII/2019 Tahun : 31/12/2019 Alamat Lengkap : Perum Cintaraja Permai. Jl. Flamboyan Blok A No. RT 021/RW 005. Desa Cintaraja. Kecamatan Singaparna. Kabupaten Tasikmalaya Status : PPAT | Aktif Google Map Nama : Emma Nurohima Alamat email : emma_not@yahoo. com No. SK : 63-XI-1993 Tahun : 24/07/1993 Alamat Lengkap : Jl Raya Timur No. Cikiray Singaparna Status : PPAT | Aktif Google Map Keterangan Notaris dan PPAT Aktif di organisasi INI & IPPAT ( Tim Kepengurusan Organ Profes. Notaris dan PPAT Aktif di organisasi INI & IPPAT (Ketua Majelis Kehormatan Daera. Kabupaten Tasikmalay. Nama : Dede Fitriani Alamat email : ddfitriani@yahoo. com No. SK : 15-XI-1998 Tahun : 24/09/1998 Alamat Lengkap : Jl. Raya Timur Komplek Pasar Raya Kudang Blok B. No. 3 Status : PPAT | Aktif Google Map Nama : Riyan Rasyid Noor Alamat email : riyan_mkn@yahoo. id No. SK : 1-XVII-PPAT-2009 Tahun : 12/02/2009 Alamat Lengkap : Perum Graha E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah Notaris dan PPAT Aktif di organisasi INI & IPPAT (Ketua IPPAT Kabupaten Tasikmalaya periode 2024-2. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 Jatihurip Blok A No 10 Desa Jatihurip Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Status : PPAT | Aktif Google Map Notaris dan PPAT Aktif di organisasi INI & IPPAT Nama : Resardianti Tinoy Alamat email : tinoyr@yahoo. No. 726/SK400. HR. 01/XII/2019 Tahun : 31/12/2019 Alamat Lengkap : JALAN RAYA TIMUR SINGAPARNA KAV. Status PPAT Aktif Notaris dan PPAT Aktif di organisasi INI & IPPAT (Ketua INI Kabupaten Tasikmalaya periode 20242. (Tim Kepengurusan Organ Profes. Gambar 2 Contoh Data Nama Notaris & PPAT yang Aktif di Organisasi INI & IPPAT Kabupaten Tasikmalaya Pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi jembatan yang efektif dalam menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan di dunia profesional. Pembelajaran berbasis praktik memainkan peran krusial dalam menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dan kebutuhan dunia profesional. Melalui pengalaman langsung. Mahasiswa dapat mengaplikasikan konsep teoretis dalam situasi nyata, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Selain itu, teori Experiential Learning yang diperkenalkan oleh David Kolb menekankan bahwa pembelajaran melalui pengalaman langsung lebih efektif karena melibatkan empat tahap utama: pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Proses ini memungkinkan mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan teoretis dengan aplikasi praktis, sehingga mempersiapkan mereka lebih baik untuk tantangan profesional. Sebagai contoh, dalam buku "Model Pembelajaran: Teori. Praktik, dan Inovasi" pada halaman 63, dibahas tentang Pembelajaran Berbasis Proyek yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek nyata, memungkinkan mereka mengintegrasikan teori dengan praktik. Selain itu, buku "Model Pembelajaran Berbasis Riset (Teori dan Prakti. " karya Dr. Siminto. Hum. , menekankan bahwa pembelajaran berbasis riset melibatkan mahasiswa secara aktif dalam penelitian, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan analitis dan pemecahan masalah yang esensial dalam dunia profesional. iain-palangkaraya. Implementasi pembelajaran berbasis praktik dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti magang, proyek lapangan, simulasi, dan studi kasus. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa tetapi juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan adaptabilitas kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Dengan demikian, integrasi antara teori dan praktik dalam kurikulum pendidikan menjadi esensial untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Bagi penulis kontribusi selaku Dosen. Notaris dan PPAT . rganisasi Propesi INI & IPPAT) yang dilakukan dalam Penelitian untuk meningkatkan Pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi jembatan yang efektif dalam menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan di dunia profesional, diantaranya yang penulis lakukan: Memberi kesempatan untuk mahasiswa melakukan magang di kantor Notaris dan PPAT YANTI HARYANTI. S,H. ,M. Kn khusus mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya dan berjalan sudah cukup lama, dan telah melakukan MOU dari tahun 2020 Kontribusi dosen selaku penulis dalam Kegiatan Pembelajar Khusus dalam Mata Kuliah Legalpreneurship sebagai dosen pengampu diantaranya: Mata kuliah Legalprener (Legalpreneurshi. adalah suatu kajian yang menggabungkan aspek hukum /legal dengan kewirausahaan /entrepreneurship. Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang bagaimana hukum dapat diterapkan dalam dunia bisnis, baik dalam mendirikan usaha maupun dalam menjalankan kegiatan bisnis yang sesuai dengan regulasi. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 Tujuan Mata Kuliah Legalprenersif adalah dari hasil penulis lakukan: Memahami Aspek Hukum dalam Bisnis Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan Mata kuliah ini mendorong mahasiswa untuk memiliki mindset entrepreneur yang kreatif, inovatif, dan mampu melihat peluang bisnis. Menyiapkan Mahasiswa untuk Berbisnis Secara Legal Mahasiswa dibekali dengan pengetahuan tentang hukum bisnis, hukum kontrak, hak kekayaan intelektual, dan regulasi perusahaan. Mahasiswa diajarkan bagaimana mendirikan badan usaha sesuai hukum, menyusun kontrak bisnis, serta memahami aspek legalitas pajak dan perizinan usaha. (Pelaksanaan Magang Kantor Notaris & PPAT ) Melindungi Bisnis dari Risiko Hukum Mahasiswa belajar bagaimana menghindari sengketa hukum dalam bisnis serta menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah hukum yang mungkin timbul. Mata kuliah ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang tertarik menjadi pengusaha, konsultan hukum bisnis, atau profesional yang bekerja di bidang hukum perusahaan. Dengan memahami aspek hukum dalam bisnis, mahasiswa dapat membangun usaha yang kuat dan terhindar dari risiko hukum yang dapat merugikan. Dengan "Pendidikan adalah alat yang ampuh untuk mengubah masyarakat" (Smith, 2020, . Berikut adalah grafik yang menunjukkan persentase mahasiswa yang melakukan magang dan memahami tujuan dari magang, serta hasil nilai UTS dan UAS mereka. penulis akan menyajikannya dalam bentuk grafik batang. Gambar 3 Grafik di atas menunjukkan bahwa 100% mahasiswa melakukan magang, 80% dari mereka memahami tujuan magang, dan 100% berhasil dalam nilai UTS & UAS . erkuliahan tatap muka/online dan magang/pembelajaran berbasis praktek ) mahasiswa semester 5 reguler dan 5 kelas karyawan. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2025. Vol. 2 No. 1: 46-53 KESIMPULAN Kontribusi Dosen dalam Organisasi Profesi terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa yaitu dengan keterlibatan dosen dalam organisasi profesi memberikan manfaat signifikan bagi peningkatan kompetensi mahasiswa. Melalui partisipasi dalam organisasi profesi, dosen dapat memperbaharui wawasan tentang tren industri, standar kompetensi, serta inovasi di bidangnya. Hal ini memungkinkan dosen untuk menyampaikan materi ajar yang lebih relevan dan berbasis kebutuhan dunia kerja. Selain itu, koneksi dengan praktisi industri membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan bimbingan profesional, magang, dan kesempatan kerja yang lebih luas. Pembelajaran Berbasis Praktik sebagai Jembatan antara Teori dan Kebutuhan Dunia Profesional Pembelajaran berbasis praktik, seperti proyek berbasis industri, magang, dan studi kasus nyata, menjadi metode efektif dalam menjembatani teori akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Hal ini meningkatkan keterampilan, kolaborasi, serta kesiapan kerja mereka. Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik membantu mengurangi kesenjangan antara pendidikan tinggi dan tuntutan dunia profesional. Kesimpulan ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif dosen dalam organisasi profesi dan penerapan pembelajaran berbasis praktik berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja. UCAPAN TERIMAKASIH Pelaksana pengabdian kepada masyarakat menyampaikan terima kasih kepada organisasi Profesi Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengda Kabupaten Tasikmalaya dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT). Kampus Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, juga semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan lancar. Diharapkan inisiatif ini akan terus berlanjut sesuai dengan hasil evaluasi dan laporan yang telah disiapkan dengan cermat. DAFTAR PUSTAKA