Infotekmesin Vol. No. Juli 2025 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2595, pp. Perancangan Prototipe Deteksi Kebocoran Gas dengan Sensor MQ2 dan NodeMCU ESP8266 Anggie Maesyaroh1*. Hendra Marcos2 1, 2Program Studi Informatika. Universitas Amikom Purwokerto 1,2Jln. Letjend Pol. Soemarto No. Kec. Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah 53127. Indonesia E-mail: maesyarohanggie@gmail. com1, hendra. marcos@amikompurwokerto. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 27 Desember 2024 Direvisi: 30 Juni 2025 Diterima: 24 Juli 2025 Penelitian ini berhasil mengembangkan prototipe sistem deteksi kebocoran gas LPG berbasis IoT menggunakan sensor MQ-2 dan NodeMCU ESP8266 dengan output digital. Sistem bekerja secara biner untuk mendeteksi ada/tidaknya gas dan mengirimkan notifikasi melalui Telegram. Metode penelitian meliputi perancangan perangkat keras, pemrograman mikrokontroler menggunakan Arduino IDE, serta pengujian sistem melalui 10 kali simulasi kebocoran gas pada jarak 5 cm. Hasil pengujian menunjukkan prototipe berfungsi dengan sangat baik, mencapai akurasi deteksi sempurna . %) dalam semua Sistem mampu merespons kebocoran gas dengan cepat, memiliki waktu respons rata-rata 1,6 detik dan mengirimkan notifikasi Telegram dalam waktu kurang dari 3 detik. Yang penting, sistem tidak memberikan alarm palsu . alse alar. pada kondisi normal. Prototipe ini dilengkapi tiga lapis peringatan: suara buzzer, indikator LED merah, dan notifikasi Telegram yang dapat diakses dari mana saja. Dengan biaya produksi yang relatif terjangkau, sistem ini menawarkan solusi deteksi dini kebocoran gas yang efektif, andal, dan terjangkau untuk keamanan rumah tangga. Abstract Keywords: gas detection. IoT. MQ-2. ESP8266. home security. This research successfully developed a prototype of an IoT-based LPG gas leak detection system using an MQ-2 sensor and NodeMCU ESP8266 with digital The system works in binary to detect the presence or absence of gas and send notifications via Telegram. The research method includes hardware design, microcontroller programming using Arduino IDE, and system testing through 10 simulated gas leaks at a distance of 5 cm. The test results show that the prototype functions very well, achieving perfect detection accuracy . %) in all trials. The system can respond to gas leaks quickly, having an average response time of 1. 6 seconds and sending Telegram notifications in less than 3 Importantly, the system did not give false alarms under normal The prototype features three layers of alerts: a buzzer sound, a red LED indicator, and a Telegram notification that can be accessed from anywhere. With a relatively affordable production cost, the system offers an effective, reliable, and affordable gas leak early detection solution for household safety. *Penulis korespondensi: Anggie Maesyaroh E-mail: maesyarohanggie@gmail. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari. LPG (Liquefied Petroleum Ga. menjadi salah satu sumber energi utama di rumah tangga. Sebagaimana disebutkan oleh Desi Nurmaningsih dalam Pratiwi dan Nurhastuti . LPG mengalami peningkatan konsumsi setiap tahunnya di sektor rumah tangga . LPG umumnya dicampur dengan etil merkaptan sebagai zat pemberi bau agar kebocoran gas mudah terdeteksi oleh manusia. Meskipun senyawa merkaptan memiliki ambang penciuman manusia yang sangat rendah, bahkan lebih rendah daripada batas deteksi alat monitoring . ekitar <0,1 ppb. , kebocoran gas dalam jumlah kecil tetap dapat terjadi tanpa terdeteksi oleh indra penciuman manusia. Hal ini menjadikan keberadaan kebocoran gas sebagai risiko tersembunyi yang sulit teridentifikasi secara langsung melalui penciuman saja . Gas yang umumnya terkait dengan kebocoran meliputi gas alam, seperti metana, serta gas LPG (Liquefied Petroleum Ga. , seperti propana dan butana . Karena keterbatasan pasokan dan efisiensi penggunaan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggulirkan Program Konversi Minyak Tanah ke LPG sejak tahun 2007 sebagai solusi pengganti bahan bakar rumah tangga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi subsidi, serta mendorong masyarakat beralih dari minyak tanah ke LPG. Hingga saat ini. LPG telah menjadi kebutuhan utama energi rumah tangga masyarakat Indonesia, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan . Selain itu perhatian terhadap aspek keamanan juga harus ditingkatkan. Data dari berbagai lembaga keselamatan menunjukkan bahwa insiden terkait kebocoran gas sering terjadi di area pemukiman dan rumah tangga . Salah satu insiden yang menggambarkan bahaya dari kebocoran gas LPG terjadi di Kabupaten Tegal, di mana kebocoran gas yang tidak segera terdeteksi menyebabkan ledakan dan mengakibatkan dua rumah terbakar serta satu orang luka-luka . Kasus ini menunjukkan bahwa keterlambatan dalam mendeteksi kebocoran gas dapat berdampak fatal bagi keselamatan jiwa dan harta benda. Hal ini disebabkan karena banyak orang tidak menyadari adanya kebocoran gas hingga mencapai level berbahaya. Mengandalkan indra penciuman manusia untuk mendeteksi kebocoran tidak selalu efektif, terutama saat gas mencapai area yang sulit dijangkau atau saat tidak ada orang di rumah. Untuk menjawab tantangan tersebut, penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) menjadi salah satu solusi yang menjanjikan. Internet of Things (IoT) membuka peluang besar untuk memecahkan masalah ini dengan menghubungkan berbagai perangkat seperti sensor dan mikrokontroler ke jaringan internet . Internet of Things (IoT) merupakan konsep di mana berbagai perangkat atau objek saling terhubung menggunakan teknologi seperti sensor dan perangkat lunak . Hal ini memungkinkan perangkat tersebut untuk berkomunikasi, mengendalikan, berbagi data, dan beroperasi secara otomatis melalui jaringan internet tanpa interaksi manusia secara langsung. Lebih lanjuit, dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem keamanan berbasis IoT. Telegram menawarkan solusi notifikasi cepat dan mudah diakses . Fitur Telegram seperti pengiriman pesan real-time dan kemampuan berinteraksi melalui bot memungkinkan pengguna untuk menerima peringatan kebocoran gas di mana saja, mempercepat tindakan pencegahan . Penelitian ini fokus pada deteksi kebocoran gas dengan menggunakan sensor MQ-2 dan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler, serta penerapan notifikasi berbasis Telegram untuk meningkatkan efisiensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe sistem detek si kebocoran gas berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan sensor MQ-2 dan mikrokontroler NodeMCU ESP8266. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan risiko kebakaran, ledakan, dan keracunan yang disebabkan oleh kebocoran gas yang tidak segera terdeteksi . Sensor MQ-2 digunakan untuk mendeteksi keberadaan gas yang mudah terbakar, seperti LPG, butana, dan metana, sehingga memungkinkan tindakan pencegahan yang lebih cepat dan efektif. Sensitivitasnya yang tinggi terhadap berbagai gas menjadikan MQ-2 ideal untuk aplikasi deteksi kebakaran dan kebocoran gas di lingkungan yang beragam . NodeMCU ESP8266 berfungsi sebagai penghubung perangkat ke jaringan internet, memungkinkan data hasil deteksi dikirimkan secara langsung kepada pengguna. Sistem ini juga akan memberikan notifikasi secara otomatis ketika tingkat konsentrasi gas mencapai level yang membahayakan. Dengan prototipe ini, diharapkan dapat tercipta solusi yang ekonomis dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Selain membantu dalam upaya meningkatkan keamanan rumah tangga, sistem ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut pada sektor keamanan berbasis IoT di bidang lainnya. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat berkontribusi untuk menurunkan angka kejadian kebakaran akibat kebocoran gas, serta menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman dan nyaman bagi para Metode 1 Perancangan Sistem Pada Gambar 1 merupakan alur dari perancangan Perancangan sistem deteksi kebocoran gas LPG ini berfokus pada penggunaan sensor MQ-2 yang telah terbukti efektif dalam mendeteksi keberadaan gas LPG . Gambar 1. Alur Penelitian p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Sensor MQ-2 beroperasi dengan elemen pemanas yang diaktifkan oleh arus listrik dan dilengkapi lapisan khusus yang peka terhadap gas. Saat gas tertentu terdeteksi, molekul-molekul gas tersebut bereaksi dengan lapisan sensitif, yang mengakibatkan perubahan resistansi pada sensor . Perubahan ini kemudian diubah menjadi sinyal output yang dapat dianalisis. Perangkat lunak yang dikembangkan akan memproses data digital ini dan membandingkannya dengan nilai ambang batas yang telah Jika nilai konsentrasi gas melebihi ambang batas, sistem akan memberikan peringatan berupa suara alarm. Selain itu, sistem juga mengirimkan notifikasi melalui Telegram, memberi tahu pengguna meskipun mereka tidak berada di lokasi. Program atau sistem dibuat berdasarkan Gambar 2. Untuk skematik rancangan sistem ditunjukan pada Gambar 3 yang dibuat menggunakan software fritzing. Gambar 2. Alur kerja sistem 2 Implementasi Prototipe Implementasi prototipe diawali dengan proses perakitan perangkat keras. Komponen-komponen elektronik seperti sensor MQ-2. NodeMCU ESP8266, dan breadboard sesuai dengan desain yang telah dibuat. Setelah perakitan selesai, mikrokontroler NodeMCU diprogram. NodeMCU ESP8266 dapat diprogram dengan compiler arduino menggunakan Arduino IDE. Arduino IDE (Integrated Development Environmen. adalah perangkat lunak yang digunakan untuk memprogram board Arduino, yang berfungsi sebagai alat untuk menulis dan mengunggah kode ke perangkat Arduino . Program yang dibuat mencakup fungsi pembacaan data sensor dan pengolahan data untuk mendeteksi kebocoran gas. Selain itu. NodeMCU juga diprogram untuk mengirimkan notifikasi melalui aplikasi Telegram saat gas terdeteksi. Untuk memastikan sistem bekerja dengan baik, dilakukan pengujian integrasi antara seluruh komponen. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi fungsi sensor, memastikan bahwa sensor MQ-2 mampu mendeteksi keberadaan gas dengan akurat, serta pengujian koneksi antara NodeMCU dan aplikasi Telegram. 3 Pengujian Prototipe Pengujian prototipe difokuskan pada kemampuan sistem dalam mendeteksi keberadaan gas LPG dan meresponsnya secara otomatis. Pengujian dilakukan dengan mensimulasikan kebocoran gas menggunakan korek gas butana . anpa pemantik ap. sebagai sumber LPG dalam jumlah kecil. Ujung nozzle korek diarahkan sejajar dengan sensor MQ-2 pada jarak A5 cm untuk memastikan gas dapat terdeteksi tanpa menyentuh langsung permukaan sensor. Pengukuran waktu respons dilakukan dengan mencatat durasi dari saat gas mulai dikeluarkan hingga sistem mengaktifkan indikator peringatan pertama . aik berupa bunyi buzzer. LED merah menyala, atau notifikasi Telegra. Pengukuran waktu dilakukan dengan bantuan stopwatch digital dan dicatat selama beberapa kali pengulangan untuk melihat konsistensinya. Kejelasan dan kenyaringan alarm diuji secara kualitatif dengan mengamati tingkat kekerasan suara buzzer dalam lingkungan tertutup. Untuk pengukuran kuantitatif, intensitas suara buzzer diukur menggunakan aplikasi pengukur desibel . B mete. pada jarak A1 meter dari Parameter ini bertujuan untuk memastikan bahwa alarm dapat terdengar jelas oleh pengguna dalam kondisi normal di dalam ruangan. Gambar 3. Skematik perancangan sistem Hasil dan Pembahasan Prototipe ini dirancang dan membutuhkan beberapa hardware atau komponen yang digunakan yang bertujuan sebagai alat pendeteksi kebocoran gas. Untuk hardware yang diperlukan meliputi NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler, sensor MQ-2, led merah, led hijau, buzzer, dan breadboard . Prototipe ini dirangkai pada breadboard untuk memudahkan pengujian dan pengatura jalur antar komponen. Pada Gambar 4 menunjukan rangkaian lengkap dari prototipe alat deteksi kebocoran gas yang telah berhasil dirancang dan diimplementasikan. Pada rangkaian ini, setiap komponen dihubungkan dengan cara yang terorganisir untuk p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 memastikan kinerja optimal dalam mendeteksi keberadaan Ketika sensor MQ-2 mendeteksi adanya gas, sistem akan memicu peringatan berupa nyala led merah sebagai indikator visual dan bunyi buzzer sebagai alarm untuk menarik perhatian pengguna. Gambar 5 menggambarkan kondisi alat yang siap beroperasi atau digunakan ketika tidak ada kebocoran gas yang terdeteksi. Dalam keadaan ini, led hijau menyala, yang menandakan bahwa kondisi aman tanpa adanya gas berbahaya yang terdeteksi oleh sensor. Gambar 4. Rangkain alat deteksi kebocoran gas Telegram dalam waktu kurang dari 3 detik setelah deteksi Gambar 7 memperlihatkan tampilan notifikasi peringatan yang diterima oleh pengguna melalui Telegram, dengan pesan "Peringatan! Gas terdeteksi pada sistem Anda!" sebagai bentuk peringatan dini terhadap potensi Respons cepat ini dirancang untuk memberikan peringatan dini yang efektif, memungkinkan tindakan segera guna mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna. Gambar 6. Terdeteksi adanya kebocoran gas Gambar 7. Notif jika terdeteksi kebocoran gas Gambar 5. Tidak terdeteksi adanya kebocoran gas Gambar 6 menunjukkan kondisi ketika alat mendeteksi kebocoran gas. Pada kondisi ini, sensor MQ-2 mampu mengidentifikasi keberadaan gas dalam waktu 1,2 hingga 1,9 detik setelah terpapar, dengan waktu respons rata-rata 1,6 Begitu gas terdeteksi, sistem secara otomatis mengaktifkan tiga indikator peringatan secara simultan: . menyalakan LED merah sebagai tanda bahaya visual, . mengaktifkan buzzer dengan intensitas 85 dB sebagai alarm suara, dan . mengirimkan notifikasi real-time ke aplikasi Berikut merupakan kode program yang diterapkan pada rangkaian alat deteksi kebocoran gas. Kode program tersebut menggunakan bahasa pemrograman C dan menggunakan software Arduino IDE. String ssid = "ab". // SSID WiFi Anda String pass = "". // Password WiFi Anda String "7531656908:AAGsSzj9yYbMqKfIAN72jtXjN9JBbJVEct0". // Token Telegram bot String idchat = "1958988858". // Ganti dengan Chat ID Anda #define merah #define hijau p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 #define buzzer 3 #define mq bool b=0. int nilaimq=0. CTBot myBot. Serial. println("Gagal mengirim pesan ke Telegram. "). void setup() { pinMode. OUTPUT). pinMode. OUTPUT). pinMode. OUTPUT). pinMode. INPUT). Didalam program ini, jika sensor mendeteksi kebocoran gas, maka buzzer akan aktif mengeluarkan suara dan led merah menyala. Dan sebaliknya jika tidak terdeteksi gas, maka buzzer dan LED merah akan mati, tapi led hijau yang menyala menandakan kondisi aman. Serial. Serial. println("Setup mulai. "). digitalWrite. HIGH). digitalWrite. HIGH). digitalWrite. HIGH). digitalWrite. LOW). digitalWrite. LOW). digitalWrite. LOW). myBot. wifiConnect. sid, pas. myBot. setelegramToken. ==. { if . yBot. testConnection()){ Serial. println("Koneksi ke Telegram berhasil"). b=1. } else { Serial. println("Koneksi ke Telegram gagal"). b=0. myBot. setTelegramToken. , . Serial. println("Setup Selesai"). void loop() { nilaimq = digitalRead. Serial. print("Nilai MQ"). Serial. ilaimq== LOW){ Serial. print("Gas Menyalakan "). digitalWrit. LOW). , . sendTelegramMessage("Peringatan! Gas terdeteksi pada system Anda!"). Serial. println("Tidak ada gas terdeteksi. "). digitalWrite. LOW). digitalWrite. HIGH). void alarm. nt x, int . { for . nt i = 0. 1