ANALISIS PEKERJAAN ALTERNATIF NELAYAN DESA PESISIR (STUDI KASUS :DESA KUALA GEBANG, KECAMATAN GEBANG. KABUPATEN LANGKAT) Analysis Of Alternative Occupation Of Coastal Fisherman (Case Study: Kuala Gebang Village. Gebang District. Langkat Regenc. Nurhadian Syahputra1 . Muhammad Jamil2 . Supristiwendi3 Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Samudra Langsa Dosen Fakulas Pertanian Universitas Samudra Langsa nurhadiansyahputra5@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untukmenganalisis pekerjaan alternatif dari berbagai aspek nelayan yang berada di Desa Kuala Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Metode analisis yang digunakan Teknik analisis data yang digunakan, ialah analisis deskriptif kualitatif. Mata pencahariaan lain selain sebagai nelayan adalah kuli bangunan, buruh serabutan, pedagang, pengerajin perahu, dan tukang ojek. Nelayan yang melakukan pekerjaan sebagai kuli bangunan berjumlah 8 orang, buruh serabutan berjumlah 4 orang, pedagang berjumlah sebanyak 14 orang, pengerajin perahu berjumlah 3 orang, tukang ojek 1 orang. Pekerjaan alternatif dilakukan untuk menambah pendapatan rumah tangga nelayan di Desa Kuala Gebang. Dapat disimpulkan bahwa Rata-rata pendapatan nelayan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan sebesar Rp. 000/bulan sedangkan pendapatan dari pekerjaan pokok sebagai nelayan rata-rata sebesar Rp. 00/bulannya. Pekerjaan alternatifyang dilakukan nelayan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kontribusi pendapatan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan rata-rata per bulannya 39,61% . alam tingkatan sedan. Pendapatan yang diperoleh oleh nelayan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan sangat membantu untuk pendapatan rumah tangga nelayan. Saran penelitian nelayan seharusnya tidak terpaku oleh 1 pekerjaan alternatif saja, karna terdapat tempat wisata yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan sebagai tambahan untuk mencukupi kehidupan keluarga, dan Pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan kehidupan nelayan yang berada dipesisir dengan mengadakan bimbingan ataupun program-program yang dapat membatu nelayan mencukupi kehidupan mereka, dan Pemerintah lebih memperhatikan akses jalan dari desa nelayan tersebut untuk dapat kekota. Kata kunci: Kontribusi. Pendapatan. Pekerjaan Alternatif. Abstract The purpose of this study is to analyze alternative jobs from various aspects of fishermen in Kuala Gebang Village. Gebang District. Langkat Regency. The analytical method used The data analysis technique used is descriptive qualitative Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi Other livelihoods besides being fishermen are construction workers, odd laborers, traders, boat craftsmen, and motorcycle taxi drivers. There are 8 fishermen who work as construction laborers, 4 odd laborers, 14 traders, 3 boat craftsmen, 1 motorcycle taxi driver. Alternative work is carried out to increase the income of fishermen's households in Kuala Gebang Village. It can be concluded that the average income of fishermen from alternative work is Rp. 000/month while the income from main work as fishermen is on average Rp. 00/month. Alternative work done by fishermen is very helpful in meeting their daily needs. The contribution of income from alternative work carried out by fishermen is 39. 61% per month on average . edium leve. The income earned by fishermen from alternative work is very helpful for fishermen's household income. Suggestions for fisherman research should not be fixed on one alternative job, because there are tourist attractions that can be used by fishermen in addition to providing for family life, and the government should pay more attention to the lives of fishermen who are on the coast by providing guidance or programs that can help fishermen meet their needs. their lives, and the Government pays more attention to road access from the fishing village to get to the city. Keywords: Contribution. Income. Alternative Work. PENDAHULUAN Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan pengertian pencaharian adalah sumber nafkah utama dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan menangkap ikan. Nelayan dapat digolongkan sebagai penduduk yang terendah tingkat pendapatannya atau dikategorikan golongan penduduk miskin, dan pada umumnya mereka tinggal di daerah pesisir pantai. Usaha mereka dipengaruhi oleh musim penangkapanikan, kondisi alam, tingkat pendidikan yang masih rendah dan kendala ekonomi seperti terbatasnya modal sehingga usaha tidak berkembang, alat penangkapan ikan yang masih tradisional, transportasi kurang lancar, kelembagaan ekonomi tidak mendukung, dan posisi nelayan dalam penentuan harga hasil tangkapan sangat lemah. Hal ini mengakibatkan sebagian besar rumah tangga nelayan ekonominya lemah dan hidup pas-pasan atau miskin, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masihmemerlukan anggota keluarga untuk mengelolah usahanya dalam meningkatkan pruduktivitas dan pendapatan keluarga (Momongan, 2. Tingkat kesejahteraan masyarakat wilayah pesisir umumnya menempati strata yang paling rendah . dibandingkan dengan masyarakat lainnya di Bahkan termasuk kelompok paling miskin di semua negara dengan atribut Authe poorest of poorAo . ermiskin diantara yang miski. Menurut Rahim . faktor penyebab utama nelayan miskin dilihat dari pendapatannya. Dengan semakin terbatasnya hasil tangkapan maka pendapatan dan konsumsi rumah tangga nelayan akan menurun pula (Setyorini et al. , 2. Masyarakat nelayan Desa Kuala Gebang melakukan kegiatan menangkap ikan di laut merupakan suatu pilihan kegiatan yang di tekuni namun dapat dikatakan juga sebagai suatu kegiatan yang menjadi sandaran ekonomi keluarga. Namun kenyataanya kegiatan nelayan dalam menangkap ikan sangat dipengaruhi oleh cuaca dimana pada musim-musim tertentu teristimewa jika terjadi ombak yang besar karena angin kencang, memaksa nelayan tidak dapat Jika nelayan tidak dapat melaut maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka harus berhutang di warung-warung sekitar. Kadang mereka Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi tidak mendapat pinjaman sehingga mereka berusaha keluar dari kesulitan ekonomi dengan cara mereka sendiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh nelayan untuk memenuhi kebutuhannya yaitu dengan mencari pekrjaan alternatif atau pekerjaan sampingan sehigga dapat memenuhi kebutuhan keluarga nelayan. Masyarakat nelayan tidak terpaku pada pekerjaan nelayannya saja, tetapi mencari pekerjaan lain yang dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Desa Kuala Gebang merupakan desa pesisir di kecamatan gebang dengan masyarakat yang bergantung hidup dengan melaut. Masarakat desa kuala serapuh bias di kategorikan masarakat yang hidupnya tidak lepas dari melaut, dimana pada masa ombak besar masarakat desa kuala serapuh banyak tidak Maka mereka membutuhkan pekerjaan lain yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan dapat memenuhi kehidupan sehari Ae hari mereka, mereka maka akan mencari pekerjaan alternatif dimana dapat menjadi batu loncatan untuk memenuhi kehidupan mereka. Untuk mengetahui pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan pada saat tidak melaut. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Desa Kuala Serapuh. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langkat. Lokasi penelitian ini ditentukan dengan cara purposive yaitu dengan dengan sengaja. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa Desa Kuala Serapuh. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langkat merupakan tempat yang terdapat berbagai aspek nelayan dan juga merupakan daerah pesisir Kecamatan Gebang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara metode analisis probality sampling dimana semua nelayan yang ada di Desa Kuala Gebang diberikan peluang yang sama bagi setiap unsur . populasi untuk dapat dipilih menjadi anggota sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari nelayan dari objek penelitian yaitu nelayan didaerah penelitian dengan cara wawancara terarah dan kuesioner,serta pengamatan langsung dilapangan. Data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah ataupun dengan internet berupa jurnal, serta dengan buku-buku panduan. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif dimana pada penelitian deskriptif peneliti harus menjelaskan secara rinci tentang tahapan dan langkah-langkah penelitian secara bertahap, serta mampu menjelaskan keterkaitan antara tahapan yang satu dengan tahapan yang lainnya secara sistematis dan logis. HASIL DAN PEMBAHASAN Mata Pencaharian Mata pencaharian nelayan merupakan pekerjaan yang tergantung terhadap cuaca, serta keadaan laut. Berikut mata pencaharian dari nelayan yang berada di Desa Kuala Gebang, dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Matapencaharian. No Jenis pekerjaan Jumlah Persentase Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2 orang 0,34% Peternak 86 orang 14,82% Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi Nelayan 490 orang Dokter Pedagang keliling 2 orang Jumlah 580 orang Sumber: Data prodeskel. kemendagri, 2020 84,48% 0,34% Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa jumlah penduduk yang bermatapencaarian sebagai nelayan berada pada jumlah terbesar yaitu 490 orang atau 84,48%, dan disusul oleh matapencarian sebagai peternak dengan persentase sebesar 14,82%, dimana Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki persentase yang sama dengan pedagang keliling yaitu sebesar 0,34% dan juga merupakan persentase terendah. Dimana nelayan merupakan matapencarian terbanyak dibandingkan dengan matapencaharian yang lain, dan dikung dengan daerah Desa kuala Gebang yang merupakan daerah pesisir. Pekerjaan alternatif adalah kegiatan yang dilakukan oleh nelayan saat mereka tidak dapat melaut dikarenakan kondisi alam yang tidak memungkinkan. Terhentinya kegiatan melaut dengan berbagai penyebab sebenarnya dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi nelayan. Sebagai contoh, nelayan dapat memperbaiki mesin motor kapalnya sendiri tanpa membawanya ke bengkel, nelayan dapat membudidayakan ikan air tawar/laut/payau dan menjualnya ke pasar, istri-istri nelayan dapat mengisi waktu keseharian mereka dengan membuat berbagai macam bentuk olahan ikan dan menjualnya, atau mengisi waktu dengan membuat kerajinan kerang yang bahan bakunya dapat dengan mudah mereka dapatkan di sekitar lingkungan mereka. Namun, salah satu permasalahan mendasar yang menjadi penghalang terwujudnya harapan itu adalah kurangnya pengetahuan nelayan terhadap kegiatan penunjang tersebut. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan namun sepertinya belum sampai kepada nelayan di pedesaan seperti yang ada di Desa Kuala Gebang. Kecamata Gebang ini. Nelayan di Desa Kuala Gebang pada musim angin selatan tidak bisa melaut sama sekali sebab wilayah penangkapan mereka sangat beresiko. Pada musim selatan tersebut aktivitas nelayan di laut tidak ada sama sekali, namun karena kebutuhan keluarga tidak bisa berhenti maka mereka melakukan kegiatan alternatif sesuai dengan kemampuan masing-masing. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan diperoleh kegiatan alternatif nelayan di Desa Kuala Gebang sebagaimana dalam Tabel 2. Tabel 2. Pekerjaan Alternaif nelayan di Desa Kuala Gebang. No Jenis pekerjaan alternatif Jumlah nelayan Persentase Berdagang Buruh serabutan Pengerajin/tukang perahu Tukang ojek Kuli bangunan Sumber : Data primer tahun 2022 Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi Berdagang Dapat dilihat persentase dan jumlah nelayan yang memilih pekerjaan alternatif sebagai pedagang paling banyak diminati oleh nelayan dengan persentase sebesar 47%. Hampir setengah dari nelayan yang menjadi responden memlilih bedagang, itu dikarena berdagang dianggap pekerjan alternatif yang paling mudah, untuk biaya modal yang dikeluarkan dalam berdagang nelayan meminjam kepada toke atau pun koperasi sebesar Rp1. perbulan dengan masa pinjam 1 bulan, pendapatan nelayan sendiri saat melakukan berdagang yaitu sebesar Rp 175. -perhari . Nelayan Desa Kuala Gebang banyak memilih berdagang ikan asin dan juga berdagang terasi, karena bahan yang ingin diperjualkan mudah didapatkan didaerah mereka, banyak agen-agen yang memiliki stok ikan asin dan terasi yg cukup untuk dimodali oleh nelayan. Nelayan sendiri yang menjualkan dagangan mereka dengan waktu bekerja 10 jam dengan pengeluaran berupa uang bahan bakar, konsumsi dan keperluan lai dari nelayan. Berdagang juga menjadi pekerjaan yang walaupun usaha mereka hanya sebatas kebutuhan sendiri . kegiatan yang bersifat subsistence ini akhirnya menjadi kegiatan komersil pada saat dimana mereka dalam keadaan tidak dapat melakukan kegiatan di laut sebagai pekerjaan utama. Pada setiap minggu para nelayan tidak berdagang, waktu luang tersebut dimanfaatkan nelayan untuk sekedar kumpul dengan keluarga ada pun yang memperbaiki alat tangkap mereka dan melihat kondisi perahu mereka. Saat berdagang umur tidak menjadi patokan yang paling utama, karna semua usiabisa berdagang. Untuk keahlian dalam berdagang nelayan hanya menggunakan bahasa atau pun keahlian dalam menarik pelanggan agar mau membeli dagangan mereka. Pasar juga merupakan salah satu yang harus dilihat atau ditinjau oleh nelayan yang ingin melaukan berdagang, karena pasar sangat berpengaruh terhadap harga dagangan yang mereka jual. Modal nelayan untuk berdagan diperoleh dari koperasi atau pun pinjam modal ke toke yang ada didaerah mereka. Kuli Bangunan Menjadi kuli bangunan sudah tentu bukan suatu pekerjaan yang Dari hasil pendapatan jelas tidak begitu baik, hanya sebesar Rp - perhari karena mereka bukan buruh profesional. Disamping itu pekerjaan kuli bangunan ini tidak selalu ada sebab biasanya proyek-proyek bagunan jika sudah berjalan maka pekerjanya sudah ada. Namun jika mereka punya kenalan yang dapat membantu seperti mandor, maka mandor ini dapat mengusulkan kepada kepala tukang atau yang punya proyek untuk dapat menambah tenaga kerja. Jika pekerjaan bangunan ingin mempercepat penyelesaian pekerjaan maka sudah tentu lamaran mereka dapat diterima dengan mulus namun jika tidak maka sering para kuli bangunan ini tidak diterima sehingga mereka mencari ketempat lain. Pada saat keadaan mendesak tidak jarang mereka menawarkan jasa dengan harga yang murah, tetapi karena tidak ada lagi alternatif lain maka terpaksa mereka lakukan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Bekerja sebagai kuli bangunan sangat menguras tenaga sehingga pada saat selesai kerja mereka tidak dapat melakukan aktivitas lain. Disamping itu para kuli bangunan harus menjaga kesehatan serta kondisi tubuh yang prima, karena Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi pekerjaan tersebut semata-mata mengandalkan kekuatan fisik. Mereka sering mengkonsumsi makanan/suplemen ekstra seperti M 150, telur campur madu dll. Oleh sebab itu tidak jarang para kuli bangunan pada saat menerima gaji setiap hari sabtu atau akhir pekan mereka mendapat pemotongan untuk membayar hutang di warung-warung pada saat mereka belanja dengan sistim kasbon. Keadaan demikian merupakan hal yang wajar karena kalau mereka mengabaikan kondisi kesehatan maka sudah pasti biaya atau cost yang mereka keluarkan akan lebih besar seperti biaya ke dokter, dan beli obat-obatan. Keadaan akan lebih buruk lagi jika mereka terpaksa tidak bisa masuk kerja karena harus istirahat apakah dirumah atau di rumah sakit. Dengan kondisi seperti ini rata-rata setiap minggu mereka mendapat penghasilan Rp. - atau Rp 2. - perbulan. Menjadi kuli bangunan tidak menggunakan modal, mereka hanya mengeluarkan untuk mengisi BBM, usia dalam melakukan pekerjaan menjadi kuli bangunan sedikit berpengaruh karena harus memiliki fisik yang prima agar saat melakukan pekerjaan menjadi kuli bangunan. Menjadi kuli bangunan tidak terpengaruh tehadap harga pasar, dimana menjadi kuli bangunan hanya mengandalkan fisik dan otot. Pengerajin/tukang perahu Nelayan yang punya ketrampilan sebagai tukang atau pengrajin perahu di Desa Kuala Gebang ada 3 orang yang menjadi responden. Pekerjaan membuat perahu jenis Pamboat jika dilihat dari penghasilannya cukup menjanjikan dimana satu buah perahu dapat dikerjakan selama 3 minggu oleh dua tenaga kerja dengan upah total sebesar Rp. - Jadi setiap orang rata-rata mendapat penghasilan setiap tiga minggu sebesar Rp 2. Namun pekerjaan ini harus menunggu pesanan dari nelayan-nelayan yang sifatnya tidak Ada saat-saat pesanan lebih dari satu buah per bulan, tetapi sering dalam beberapa bulan tidak ada pesanan sama sekali. Oleh sebab itu sering para pengrajin perahu harus melakukan usaha mendatangi perkampungan nelayan di desa lain bahkan di kecamatan lain untuk menawarkan jasa membuat perahu. Keadaan ini makin diperparah dengan adanya industri Fiber glass. Berbeda dengan pekerjaan sebagai kuli bangunan pekerjaan sebagai pengrajin perahu tidak terlalu menguras tenaga karena yang diutamakan adalah ketrampilan serta kerapihan. Namun para pengrajin perahu selalu berusaha menjaga kondisi kesehatan agar supaya mereka tidak menambah biaya hidup dengan membayar dokter serta obat-obatan. Menjadi pengerajin perahu tidak mengeluarkan modal hanya mengeluarkan uang untuk membeli bahan bakar, apabila mereka dipanggil ke Desa lain untuk membuat perahu ataupun membenarkan perahu. Menjadi pengerajin perahu juga tidak mempengaruhi kegiatan dipasar ataupun menggangu harga pasar, karena meraka hanya menggunakan keterampilannya saja. Tukang Ojek Pekerjaan tukang ojek adalah pekerjaan yang memerlukan ketrampilan, keberanian, serta kepercayaan diri yang tinggi. Berbeda dengan tukang ojek di kota dengan medan/jalan yang mulus. tukang ojek di desa diperhadapkan dengan medan yang tingkat kesulitan tinggi. Tanggung jawab seorang tukang ojek berhubungan dengan nyawa manusia yang diantarnya. Kesalahan atau kelalaian Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi menyebabkan kerugian berupa kerusakan sepeda motor atau kecelakan fisik baik tukang ojek itu sendiri maupun penumpang yang dia hentar. Jika terjadi kecelakaan bukannya membawa hasil, malah sebaliknya harus menebus biaya kerusakan atau lebih parah pengobatan baik diri sendiri maupun penumpang. Tukang ojek di Desa Kuala Gebang pada umumnya memiliki kendaraan Mereka hanya menggunakan kendaraan yang ada dengan kondisi yang bias dibilang cukup baik. Prnghasilan tukang ojek setiap harinya antara Rp. - sampai Rp 75. 000 tergantung dengan jarak tempuh dan juga konsumen ojek. Jika hari baik tukang ojek sering pulang dengan penghasilan sampai Rp 150. - tapi sering pula tukang ojek hanya membawa uang paspasan untuk melanjutkan perjalanan esok kepangkalan ojek. Menjadi tukang ojek merupan pekerjaan alternatif yang kurang diminati oleh masyarakat nelayan di Desa Kuala Gebang, karena membutuhkan keterampilan dalam mengendarai kenderaan dan juga memerlukan fisik yang sehat, menjadi tukang ojek memerlukan modal hanya untuk memngisi bahan bakarnya, umur juga berpengaruh terhadap fisik dan kondisi tukang ojek saat melakukan pekerjaan. Buruh Serabutan Pekerjaan buruh serabutan menjadi alternatif bagi nelayan di Desa Kuala Gebang, banyaknya industri rumahan seperti pembuatan ikan asin dan pembuatan tersasi menjadi pekerjaan yang dibutuhksn nelayan pada saat tidak melaut guna untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan untuk menyambung Pekerjaan menjadi buruh serabutan banyak terdapat didesa kuala gebang dimana pekerjaan ini dilakukan nelayan dengan hasil yang cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari nelayan pada saat tidak melaut. Jam kerja dari nelayan menjadi buruh serabutan yaitu 10 jam, hasil yang didapatkan menjadi buruh serabutan juga sangat menjanjikan yaitu sebesar Rp 90. Pekerjaan menjadi buruh serabutan banyak lumayan banyak dilakukan nelayan karena nelayan tidak memerlukan modal untuk nmelakukan pekerjaan Menjadi buruh serabutan hanya memerlukan tenaga dan waktu untuk mengerjakan dan tidak harus memerlukan keterampiran, karena dalam pembuatan ikan asin dan terasi sudah memiliki cetakan terutama pada saat pembuatan terasi, jadi nelayan tidak perlu memerlukan keterampilan. Pendapatan Nelayan Berikut ini adalah tabel pendapatan nelayan yang berada di Desa Kuala Gebang, dimana nelayan yang diambil hanya 30 orang untuk menjadi responden: Tabel 3. Pendapatan Nelayan Beserta Persentase Pendapatan Nelayan 000 - 1. >1. 000 - 2. >2. 000 - 3. >3. 000 - 4. Sumber: Data diolah . Dapat dilihat dari tabel diatas pendapatan nelayan jaring dari hasil melaut Rp. 000perbulan yaitu sebanyak 13%, nelayan yang Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi Rp. >Rp. 000,- s/d Rp. 000,- perbulan sebanyak 40% pendapatan nelayan >Rp. 000 sebesar 20%. Pendapatan nelayan tergolong rendah karena dipengaruhi oleh wilayah penangkapan yang hanya sekitar pulau dan dipengaruhi oleh alat tangkap yang digunakan oleh nelayan. Total pendapatan nelayan yang ,menjadi responden yaitu sebesar Rp. Rata pendapatan nelayan yang menjadi reponden yaitu sebesar Rp. Nelayan menangkap ikan menggunakan kapal sendiri dan menggunakan alat tangkap berupa jarring, bahan bakar dari kapal nelayan berupa solat dengan setiap harinya menghabiskan Rp. 000 untuk sekali melaut dengan meminjam modal pada toke , dimana nanti pada saat siap melaut hasil tangkapan nelayan dipotong dengan bahan bakar tersebut. Pendapatan Pekerjaan Alternarif Pendapatan pada setiap kegiatan yang dilakukan nelayan Bagian Hulu berbeda-beda. berikut ini deskripsi pendapatan dari beberapa pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan Desa Kuala Gebang: Tabel 4. Pendapatan Pekerjaan Alternatif No Pekerjaan Alternatif Pendapatan Pekerjaan Alternatif Kuli Bangunan 000 - 1. Pedagang 000 - 3. Buruh Serabutan 000 - 1. pengerajin Perahu 000 - 1. Tukang Ojek 000 - 70. Sumber: Data diolah . Dapat dilihat dari tabel diatas pendapatan nelayan sebagai kuli bangunan yaitu Rp. 000 perbulannya dari responden, pendapatan nelayan dari pekerjaan sebagai pedagang yaitu sebesar Rp. 000 perbulan dari responden yang diteliti, pendapatan nelayan sebagai buruh serabutan yaitu sebesar Rp. 000 dari beberapa responden yang diteliti, pendapatan pekerjaan nelayan sebagai pengerajin/pembuat perahu yaitu sebesar Rp. 000 dari responden, sedangkan dari pekerjaan nelayan sebagai tukang ojek yaitu sebesar Rp. 000 dari responden, terkeculi pada saat hari-hari besar tukang ojek dapat mendapatan pendapatan sebesar Rp. 000 perhari. Total dari pendapatan pekerjaan alternatif dari semua responden yaitu sebesar Rp. - perbulan dari setiap nelayan yang menjadi responden. Rata-rata pendapatan pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan yang menjadi reponden yaitu sebesar Rp. Pendapatan Anggota Keluarga Pendapatan anggota keluarga yaitu pendapatan yang diperoleh dari yang bukan nelayan tersebut, biasa diperoleh dari istri nelayan ataupun keluarga lain yg tinggal dirumah nelayan tersebut. Dari penelitian yang dilakukan terdapat total pendapatan dari anggota nelayan yang menjadi responden yaitu sebesar Rp. Dengan rata-rata pendapatan yang dihasilkan yaitu sebesar Rp. Pekerjaan yang dilakukan oleh anggota keluraga yaitu pembuat ikan asin, membuat terasi, berdagang keliling, dan berjualan sarapan pagi, asisten Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi rumah tangga, honorer. Seluruh pendapatan anggota keluarga yang diperoleh dalam penelelitian ini yaitu dari istri nelayan. Berikut ini tabel pekerjaan dari anggota keluarga beserta pendapatan: Tabel 5. Pendapatan Anggota Keluarga. No Pekerjaan Pendapatan Anggota Nelayan Jumlah orang pembuat terasi 5 orang Pembuat Ikan Asin 5 orang Berdagang Keliling 10 orang Berjualan Sarapan Pagi 800. 6 orang Asisten Rumah Tangga 400. 3 orang Honorer 1 orang 30 orang Sumber. Data diolah. Dapat dilihat dari tabel diatas pendapatan anggota keluarga dan pekerjaan yang paling dominan yaitu menjadi pedagang keliling dengan jumlah 10 oeang dengan pendapatan Rp. 000 perbulannya, dimana mereka keliling dari 1 kampung kekampung lain untuk menjual dagang mereka. Pekerjaan yang yang 2 yang dipilih istri nelayan yaitu berjualan sarapan pagi, dimana mereka ada yang berjualan di Desa Kuala Gebang dan ada yang berjualan di luar Desa Kuala Gebang, dengan jumlah 6 orang dengan pendapatan Rp. perbulannya, dalam penelitian ini terdapat 1 orang pegawai honorer dari perangkat Desa tersebut yang menjadi Responden dengan pendapatan Rp. 000,-, dimana pegawai honorer tersebut ialah istri nelayan. Dalam penelitian ini juga dapat diliat ada pekerjaan yang menjadi ART. sisiten rumah tangg. , dimana meraka menjadi buruh cuci pakaian dengan kerja setengah hari dengan pendapatan Rp. - perbulannya. Ada juga pekerjaan yang dilakukan anggota nelayan tersebut sebagai pembuat terasi dan pembuat ikan asin yang dimana mana hasil yang meraka buat akan dijual dan dibeli sama konsumen ataupun pengepul disana. Dimana pekerjaan anggota keluarga yang mengerjakan pekerjaan sebagai pembuat terasi dan pembuat ikan asin masing masing berjumlah 5 orang dengan pendapatan yang beragam mulai dari RP. - perbulannya untuk pembuatan ikan asin dan untuk pembuatan terasai mendapatkan pendapatan sebesar Rp. Kontribusi Pekerjaan Alternatif Kontribusi pendapatan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan rata-rata perbulannya 39,61% . alam tingkatan sedan. Pendapatan yang diperoleh oleh nelayan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan sangat membantu untuk pendapatan rumah tangga nelayan. Pendapatan nelayan yang melakukan pekerjaan alternatif beruguna untuk mendukung ekonomi keluarga nelayan, walau pun tergolong kedalam tingkatan sedang, pekerjaan alternatif cukup untuk memenuhi kehidupan nelayan pada saat tidak melaut. Dari penelitian yang dilakukan dapat dilihat bahwa yang paling dominan dilakukan oleh nelayan yaitu berdagang, dimana berdagang cukup menjanjijan dalam hal pendapatan. Rekomndasi pekerjaan alternatif bagi nelayan yaitu sebagai pedagang. Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pekerjaan alternatif nelayan adalah kuli bangunan, buruh serabutan, pedagang, pengerajin perahu, dan tukang ojek. Nelayan yang melakukan pekerjaan sebagai kuli bangunan berjumlah 8 orang, buruh serabutan berjumlah 4 orang, pedagang berjumlah sebanyak 14 orang, pengerajin perahu berjumlah 3 orang, tukang ojek 1 orang. Pekerjaan alternatif dilakukan untuk menambah pendapatan rumah tangga nelayan di Desa Kuala Gebang. Dapat disimpulkan bahwa Rata-rata pendapatan nelayan dari pekerjaan alternatif yang dilakaukan sebesar Rp. 000/bulan sedangkan pendapatan dari pekerjaan pokok sebagai nelayan rata-rata sebesar Rp. 00/bulannya. Pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kontribusi pendapatan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan nelayan rat-rata per bulannya 39,61% . alam tingkatan sedan. Pendapatan yang diperoleh oleh nelayan dari pekerjaan alternatif yang dilakukan sangat membantuh untuk pendapatan rumah tangga nelayan. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir, nelayan seharusnya tidak terpaku oleh 1 pekerjaan alternatif saja, karna terdapattempat wisata yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan sebagai tambahan untuk mencukupi kehidupan keluarga. Keterbatasan akses jalan untuk masyarakat nelayan Desa Kuala Gebang sebaiknya ditinjau oleh pemerintah setempat agar masyarakat nelayan dapat mengerjakan pekerjaan alternatif yang lain, yang berarada diluar daerah mereka. Pemerintah sebaiknya lebih melihat kondisi nelayan di Desa Kuala Gebang dimana mereka diberi pelatihan ataupun penyuluhan agar masyarakat nelayan disana dapat memanfaatkan apa saja yang ada di Desa meraka untuk menjadi pendapatan keluarga nelayan. Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Pekerjaan Alternatif Nelayan Desa Pesisir (Studi Kasus :Desa Kuala Gebang. Kecamatan Gebang. Kabupaten Langka. Nurhadian Syahputra. Muhammad Jamil. Supristiwendi DAFTAR PUSTAKA