Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PERAN KECUKUPAN MODAL (CAR) MEMEDIASI PENGARUH RESIKO KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus pada Koperasi Apsari Manik AeTabanan ) Abstrak I Dewa Nyoman Usadha Email . mahausadha888@gmail. Fakultas Ekonomi Universitas Mahendradatta Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Resiko Kredit terhadap Hubungan Pengaruh Resiko Kredit terhadap Profitabilitas (ROA) dalam sejumlah penelitian yang telah dikembangkan diketemukan Pengaruh Resiko Kredit terhadap Profitabilitas dengan hasil negatif dan ada juga berpengaruh positif signifikan . Celah penelitian tersebut pada penelitian sekarang perlu dimediasi viable baru, agar Resiko Kredit tidak mempengaruhi menurunnya tingkat profitabilitas . Adapun variabel mediasi tersebut adalah kecukupan Modal ( CAR) Hasil dari analisis Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi menunjukkan bahwa CAR mampu memediasi pengaruh langsung NPL terhadap ROA. Dimana pengaruh langsung NPL terhadap ROA semula bernilai-0,562,namun setelah adanya CAR sebagai variabel mediasi, pengaruh hubungan tersebut meningkat menjadi Semakin banyaknya kredit macet pada suatu lembaga keuangan maka hal tersebut akan menyebabkan kerugian. Untuk menutupi kerugian tersebut lembaga keuangan mengembalikannya dari permodalan yang dimilikinya sehingga akan menurunkan nilai CAR dari Koperasi Kata Kunci . Kecukupan Modal (CAR). Resiko Kredit dan Profitiabilitas (ROA) Abstract The purpose of this study was to analyze the effect of credit risk on profitability. The relationship of the effect of credit risk on profitability (ROA) in a number of studies that have been developed found the effect of credit risk on profitability with negative results and there is also a significant positive effect. This research gap in current research needs to be mediated by new viables, so that credit risk does not affect the decline in the level of profitability. The mediating variable is Capital Adequacy (CAR). The results of the analysis of the Effect of Credit Risk on Profitability with Capital Adequacy as a Mediation Variable show that CAR is able to mediate the direct effect of NPL on ROA. Where the direct effect of NPL on ROA was originally valued at -0. 562, but after the presence of CAR as a mediating variable, the effect of this relationship increased to 0. The more bad credit in a financial institution, the more it will cause losses. To cover this loss, the financial institution returns it from the capital it owns so that it will reduce the CAR value of the cooperative Keywords . Capital Adequacy Ratio (CAR). Credit Risk and Profitability (ROA) Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PENDAHULUAN Lembaga keuangan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan dimana kegiatannya hanya menghimpun dana atau kembali menyalurkannya kembali dalam (Kasmir, 2012:. Keberadaan bank sangat penting bagi perekonomian suatu negara karena bank memperlancar lalu lintas keuangan yang berperan dalam mobilitas ekonomi negara dan merupakan bagian dari sistem moneter yang memiliki kedudukan strategis sebagai penunjang pembangunan Dinamisnya perekonomian masyarakat menuntut setiap lembaga keuangan mampu memberikan kepercayaan bagi masyarakat dalam fungsi utama bank yaitu sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan dana masyarakat secara efisien. Efisien dan optimalnya penghimpunan serta penyaluran dana yang dilakukan oleh bank akan sejalan dengan tujuan utama perbankan yaitu mencapai profitabilitas (Miadalyni 2. Profitabilitas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kelangsungan Koperasi Profitabilitas menjadi indikator untuk menilai baik buruknya kinerja dari sebuah Koperasi . Besarnya risiko kredit selain dapat menurunkan profitabilitas juga dapat perbankan lainnya, yaitu capital. Capital . Pengukuran capital suatu lembaga keuangan dilakukan dengan melihat Capital Adequacy Ratio (CAR). Tingkat CAR sangat Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek mempengaruhi kepercayaan terhadap Koperasi Rumusan Masalah Permasalahan pada penelitian ini adalah : Apakah risiko kredit berpengaruh signifikan terhadap kecukupan modal pada lembaga Koperasi ? Apakah risiko kredit berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada lembaga Koperasi ? Apakah kecukupan modal berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada lembaga Koperasi ? Apakah kecukupan modal secara signifikan mampu dalam memediasi pengaruh risiko kredit terhadap profitabilitas pada lembaga Koperasi ? LANDASAN TEORITIS Konsep Profitabiitas. CAR dan Resiko Kredit Profitabilitas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kelangsungan Koperasi Profitabilitas menjadi indikator untuk menilai baik buruknya kinerja dari sebuah Koperasi . Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya Koperasi akan berusaha menghasilkan profitabilitas yang optimal. Semakin tinggi profitabilitas yang diperoleh, maka Koperasi mendapatkan laba yang tinggi. Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan. Tingkat profitabilitas akan menjadi tolak ukur kemampuan bank untuk bertahan Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha dalam bisnis yang dijalankannya, dimana bank mendapatkan pendapatan operasional yang maksimal dengan beban operasional yang minimal. Penilaian kesehatan saat ini mengacu pada Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 perihal Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Koperasi . Tingkat kesehatan Koperasi dinilai dengan atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu Koperasi, yang meliputi aspek Permodalan. Kualitas Aktiva Produktif. Manajemen. Rentabilitas, dan Likuiditas (CAMEL). Dalam beberapa penelitian umumnya menggunakan rasio keuangan Return On Asset (ROA). Dipilihnya ROA sebagai variabel terikat karena ROA merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total aset. ROA yang semakin besar menunjukkan kinerja perusahaan atau bank semakin baik, karena tingkat pengembalian . semakin besar. Oleh karena itu ROA merupakan rasio yang tepat digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan atau bank dalam menghasilkan keuntungan Profitabilitas yang optimal dapat dicapai dengan melaksanakan kegiatan bank yaitu menyalurkan kredit. Dalam menyalurkan kredit bank akan dihadapkan dengan risiko Risiko kredit lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu keadaan ekonomi makro dan tingkat Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek persaingan industri. Risiko kredit dapat dilihat dari besarnya rasio Non Performing Loan (NPL). NPL merupakan rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menutupi risiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. NPL mencerminkan risiko kredit, semakin kecil NPL semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung pihak bank. Bank Indonesia (BI) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) menetapkan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) adalah sebesar 5% sebagai angka toleransi bagi kesehatan suatu bank Besarnya risiko kredit selain dapat menurunkan profitabilitas juga dapat perbankan lainnya, yaitu capital. Capital adalah kemampuan suatu bank menyediakan modal untuk pengembangan aktivitas dan mengendalikan risiko yang dihadapi. Pengukuran capital suatu bank dilakukan dengan melihat Capital Adequacy Ratio (CAR). Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio yang menunjukkan besarnya kecukupan modal yang dimiliki Semakin efisien modal bank yang digunakan untuk aktivitas operasional mengakibatkan bank mampu meningkatkan pemberian kredit sehingga akan mengurangi tingkat risiko bank. Tingkat CAR sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank. Difinisi Profitabilitas Profitabilitas merupakan penilaian bank terhadap kemampuan dalam menghasilkan Dalam penelitian ini profitabilitas Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha diproksikan dengan Return On Asset (ROA). ROA perbandingan antara laba sebelum pajak dengan total Asset Kecukupan Modal Kecukupan modal adalah suatu regulasi yang menetapkan suatu kerangka kerja mengenai bagaimana lembaga keuangan harus menangani permodalan mereka. Rasio kecukupan modal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR). CAR digunakan untuk mengukur antara modal sendiri dengan Aktiva Terimbang Menurut Risiko (ATMR) dan satuan pengukuran CAR adalah dalam Menurut Slamet Riyadi . Risiko Kredit Risiko kredit adalah suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidakmampuan dari debitur untuk membayar kewajibannya baik berupa pembayaran utang pokok maupun pembayaran bunga kredit. Indikator yang digunakan untuk menilai risiko kredit adalah Non Performing Loan (NPL) METODELOGI PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat Penelitian kausalitas merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara suatu variabel atau lebih terhadap variabel tertentu (Sugiyono, 2012:. Penelitian kausalitas dalam penelitian ini adalah mengenai pengaruh Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek risiko kredit terhadap profitabilitas dengan kecukupan modal sebagai variabel mediasi. Identifikasi Variabel Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu terdiri dari variabel eksogen, variabel endogen dan variabel interverning. Variabel Eksogen Variabel eksogen yang berfungsi sebagai penyebab, dimana variabel ini memberikan efek terhadap variabel lainnya,(Yamin dan Kurniawan, 2011:. Variabel eksogen dianggap memiliki pengaruh terhadap variabel lain, namun tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam model. Variabel eksogen dalam penelitian ini adalah risiko kredit Variabel Endogen Variabel endogen yang berfungsi sebagai variabel terikat adalah efek dari variabel Dalam diagram jalur, variabel endogen ditandai secara eksplisit oleh kepala panah yang menujunya, baik itu tanda panah dari variabel eksogen ataupun variabel error (Yamin dan Kurniawan, 2011:. Variabel endogen dalam penelitian ini adalah profitabilitas. Variabel Mediasi Variabel mediasi atau intervening adalah variabel yang berfungsi untuk memediasi hubungan antara satu atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini variabel mediasi atau interverning adalah kecukupan modal. Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Profitabilitas (ROA) ROA digunakan untuk mengukur perbandingan antara laba sebelum pajak Risiko Kredit NPL diukur dari perbandingan antara dengan total Asset, dapat dihitung dengan kredit bermasalah terhadap total kredit ROA = kredit ini adalah dalam bentuk presentase. Kecukupan Modal (CAR) CAR dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : CAR = Jenis dan Sumber Data Berdasarkan penelitian ini jenis data yang dipakai adalah data kualitatif dan kuantitatif. ( . Data kualitatif adalah data yang sifatnya tidak dinyatakan dalam bentuk angka (Sugiyono, 2013:. Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka (Sugiyono, 2013:. Sumber data dalam penelitian ini yang digunakan adalah sumber data sekunder. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data melalui dokumen, majalah, keteranganketerangan atau publikasi lainnya (Sugiyono, 2013:. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yaitu observasi dilakukan dengan membaca, mengumpulkan, mencatat data-data tanpa melibatkan diri dan Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Satuan yang digunakan untuk menilai risiko Menurut Slamet Riyadi . NPL dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: NPL = (Sugiyono, 2009:. Teknik Analisis Data (Path Analysi. Teknik analisis jalur yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur . ath analysi. Analisis jalur . ath analysi. dikembangkan dari regresi berganda. Menurut Ridwan dan Kuncoro . , model path analysis digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas . terhadap variabel terikat . Dasar perhitungan koefisien jalur adalah analisis korelasi dan regresi dalam perhitungan menggunakan software dengan program SPSS 13. 00 for Adapun langkah-langkah menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan path analysis sebagai berikut : Merumuskan hipotesis dan persamaan Penelitian ini terdapat empat hipotesis yang kemudian disusun kedalam dua model Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Berikut merupakan hipotesis dan Model I model dalam penelitian ini : Hipotesis: Risiko kredit (X) berpengaruh terhadap kecukupan modal ( ) Stuktur: Model II Hipotesis: Risiko kredit (X), kecukupan modal ( berpengaruh terhadap profitabilitas ( Struktur: Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi Dalam langkah kedua ini terdapat dua tahap menggambarkan diagram jalur lengkap dan tahap kedua adalah menghitung koefisien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan. Berikut adalah tahap pertama dalam penelitian ini yaitu gambar diagram jalur. Gambar 2. 1 Analisis Jalur Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi NPL(X. ROA(Y. CAR(Y. Pada tahap kedua adalah koefisien regresi yang distandarkan, yaitu koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang telah diubah dalam angka baku dan digunakan Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek untuk menjelaskan besarnya pengaruh variabel bebas . terhadap variabel terikat . Khusus untuk program SPSS, koefisien path ditunjukkan oleh output Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha yang dinamakan coefficient pada nilai beta di kolom standardizedcoefficient. Jika ada diagram jalur sederhana mengandung satu unsur hubungan antara variabel eksogen dengan variabel endogen, maka koefisien path-nya adalah sama dengan koefisien r sederhana (Riduwan dan Kuncoro, 2011:. Menghitung koefisien jalur secara simultan Uji secara keseluruhan ditunjukkan oleh tabel ANOVA. Hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut: Ha : Ho : Jika nilai probabilitas sig. lebih dari atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 atau . maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan. Jika nilai probabilitas sig. kurang dari atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 . maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya Menghitung koefisien jalur secara individu atau parsial Uji secara individual dapat dilihat pada tabel Hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan dalam hipotesis statistik Ha : Ho : Jika nilai probabilitas sig. lebih dari atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 atau . maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan. Jika nilai probabilitas sig. kurang dari atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 . Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya Dalam langkah ini dilakukan pula perhitungan pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, pengaruh total dan pemeriksaan validitas model. Validitas model adalah sejauh mana ketepatan dan menunjukkan tingkat dari kemampuan tes untuk mencapai sasarannya. Meringkas dan menyimpulkan Langkah terakhir dalam analisis jalur adalah meringkas dan menetapkan intepretasi dari hasil analisis yang diperoleh. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan dalam penelitian karena akan menggunakan analisis regresi linear berganda dalam mencari signifikan sipengaruh hubungan antar Menurut Utama . , sebelum model regresi digunakan perlu dilakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu, yang meliputi Uji Normalitas. Uji Autokorelasi. Uji Multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam residual dari model regresi yang dibuat berdistribusi normal ataukah Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi residual yang normal atau mendekati normal. Umumnya regresi dengan residual yang berdistribusi normal diperoleh dari variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha ataukah tidak. Jika tidak normal, maka Ho diterimabilaDhitung O Dtabel prediksi yang dilakukan dengan data tersebut Ho ditolakbilaDhitung>Dtabel akan tidak baik, atau dapat memberikan hasil prediksi yang menyimpang. Penelitian ini . Uji Autokorelasi menguji apakah distribusi data normal atau Uji Auto korelasi bertujuan untuk melacak tidak, pertama dapat dilakukan dengan adanya korelasi auto atau pengaruh data dari melihat normal probability plot yang uji pengamatan sebelumnya dalam model membandingkan distribusi kumulatif dari regresi di atas dilakukan uji auto korelasi. data sesungguhnya dengan distribusi Jika suatu model regresi mengandung gejala kumulatif dari distribusi normal. Jika titikauto korelasi, maka prediksi yang dilakukan titik menyeba rmendekati garis diagonal dengan model tersebut akan tidak baik, atau maka data tersebut dianggap berdistibusi dapat memberikan hasil prediksi yang Kedua, dapat dilakukan dengan Uji Uji Komogorov Sminarnov . caranya adalah dilakukan dengan Uji Durbin-Watson (DWdengan membandingkan distribusi kumulatif tes. atau d statistic terhadap variabel relative hasil pengamatan dengan distribusi pengganggu . isturbance error ter. Dalam kumulatif relative teoritisnya . uji DW ini, kriteria yang harus dipenuhi atauFcr. adalah sebagai berikut. Kriteria pengujiannya: Tabel 3. 1 :Penerimaan dan Penolakan Ho Durbin Watson Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi negative Tidak ada korelasi negative Tidak ada autokorelasi, positif atau Sumber: Imam Ghozali . Uji Multikolinearitas Uji multi kolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel Model regresi yang baik seharusnya tidak terja dikorelasi di antara variabel Model regresi yang baik adalah bebas dari gejala multi kolinier. Jika suatu model Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Keputusan Tolak No decision Tolak No decision No decision Jika 0 . maka dikatakan data terdistribusi normal (Ghozali, 2012:. Berikut hasil pengujian uji noemalitas pada model I, dan model II. Unst. Residual 0,0000000 0,2324530 0,062 0,058 -0,062 0,062 0,200 disimpulkan bahwa data yang diuji menyebar normal karena nilai sig. -taile. lebih dari 0,05 . ,200>0,. Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha . Model II Tabel 4. 5 Kolmogorov-SmirnovTest Model II One-SampleKolmogorov-SmirnovTest Normal Parameters Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative MostExtreme Differences TestStatistic Asymp. Sig. -taile. Pada Tabel Unst. Residual 0,0000000 0,1820259 0,122 0,096 -0,122 0,122 0,193 SPSS tersebuta tidak baik, atau dapat memberikan 0,193 sedangkan tingkat signifikan yang korelasi dalam peneitian ini dilakukan menyatakan bahwa sig. -taile. sebesar 0,05. Maka menyebar normal karena nilai sig. -taile. lebih dari 0,05 . ,193>0,. Uji Autokorelasi Suatu hasil prediksi yang menyimpang. Uji auto dengan Uji Durbin-Watson (DW-tes. atau d . isturbance error ter. Berikut hasil pengujian uji autokorelasi pada model I dan model II. prediksi yang dilakukan dengan model Tabel 3. 6 Hasil Uji Autokorelasi Model I Model DurbinWatson 2,352 Sumber: data diolah Level of signifikan : = 5% atau 0,05 = 36 K . umlah variabe. = 2 Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek 4-dU 4-dL = 1,35 = 1,58 = 2,42 = 2,65 Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Berdasarkan hasil output SPSS Tabel 3. didapatkan DurbinWatson (DW) sebesar 2,352 yang berada diatasdU dan dibawah 4- dU, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model ini. Tabel 3. 7 Hasil Uji Autokorelasi Model II Berdasarkan hasil output SPSS Tabel 3. DurbinWatsonsebesar = 5% atau 0,05 = 36 = 1,29 K . umlah variabe. 2,095 yang berada diatasdU dan di bawah 4-dU, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model ini. = 1,65 4-dL = 2,71 4-dU Model DurbinWatson 2,095 Sumber: data diolah Level of signifikan : = 2,35 Pada model I hanya terdapat satu variabel bebas yaitu risiko kredit (NPL) Uji untuk mengetahui korelasi antar variabel bebas, sedangkan pada model I hanya 3 Uji Multikoleniaritas Hasil Uji Multikolinearitas Model I Tabel 4. 8 Hasil Uji Multikolinearitas Model II CollinearityStatistics Model Tolerance VIF NPL 0,869 1,150 CAR 0,869 1,150 terdapat satu variabel bebas. Sumber: data diolah Hasil outputSPSS uji multikolinearitas pada sebesar 0,869 dan 1,150. nilai tolerancedan bahwa nilai tolerancelebih dari 10% dan 1,150. Disimpulkan bahwa tidak terdapat model kedua pada Tabel 4. 10 dapat dilihat Varians InflationFactor(VIF) Hasil tolerancedan VIF pada variabel NPL yaitu Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek VIF pada variabel CAR sebesar 0,869 dan gejala multikolinearitas. Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Uji Heteroskedastisitas Uji ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. menguji apakah dalam model regresi terjadi . Model I Tabel 3. 9 Hasil Uji Heteroskedastisitas Model I Coefficients Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. 1,936 NPL -0,010 Sumber: data diolah 0,293 0,032 Standardized Coefficients Beta -0,054 6,620 -0,316 Sig. 0,000 0,754 Berdasarkan output SPSS dilihat bahwa nilai terhadap absolute residual, baik secara besardari5% . ,754 > 0,. Ini berarti model yang dibuat tidak mengandung gejala signifikansi secara simultan dan parsial lebih bahwa tidak ada pengaruh variabel bebas . Model II serempak maupun parsial. Dengan demikian heteros kedastisitas. Tabel 3. 10 Hasil Uji Heteroskedastisitas Model II Coefficients Unstandardized Coefficients Std. Error Model 1 (Constan. 0,303 NPL 0,029 CAR 0,043 Sumber: data diolah 1,880 0,028 0,081 Standardized Coefficients Beta 0,191 0,097 0,161 1,037 0,529 Sig. 0,873 0,307 0,600 Berdasarkan output SPSS dilihat bahwa nilai residual, baik secara serempak maupun besar dari5%. Ini berarti bahwa tidak ada signifikansi secara simultan dan parsial lebih pengaruh variabel bebas terhadap absolute Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Dengan demikian model yang dibuat Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Analisis Jalur (PathAnalysi. model yaitu model pertama pengaruh risiko data dengan analisis jalur . untuk (CAR) dan model kedua adalah pengaruh Penelitian ini menggunakan teknik analisis menguji hipotesis pengaruh langsung dan Penyelesaian analisis jalur tersebut dibagi menjadi dua kredit (NPL) terhadap kecukupan modal risiko kredit dan kecukupan modal terhadap (ROA). Adapun langkah dalam analisis jalur adalah sebagai Merumuskan Hipotesis dan Persamaan Struktural Model I Hipotesis : Risiko kredit berpengaruh terhadap kecukupan modal Struktur Kecukupan Modal Keterangan : -0,361 risiko kredit 0,93 = Kecukupan Modal X = Risiko Kredit u= Nilai R squarepada model I adalah 0,131 . artinya pengaruh risiko kredit terhadap kecukupan modal sebesar 13,1% Model II Hipotesis Struktur Profitabilitas Keterangan : sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. : Risiko kredit, kecukupan modal berpengaruh terhadap profitabilitas = -0,562 risiko kredit -0,454 kecukupan modal 0,81 = Profitabilitas X = Risiko Kredit = Kecukupan Modal u= Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Nilai R square pada model II adalah 0,338 . , artinya pengaruh risiko kredit dan kecukupan modal terhadap profitabilitas 33,8% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model Menggambar Diagram Jalur Lengkap Gambar 3. 2 Analisis Jalur Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel Mediasi -0,562 NPL ROA -0,361 -0,454 CAR Koefisien Jalur Secara Simultan. Koefisien Jalur Secara Parsial Model I Tabel 3. 11 Rekapitulasi Output Model I UnstandardizedCoeff Model StdError 1 (Constan. 22,998 0,511 Risiko Kredit -0,125 0,055 R Square = 0,131 Adj R Square = 0,105 Sumber: data diolah Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Standardized Coefficients Beta 45,035 -0,361 -2,260 F Hitung = 5,106 Probabilitas/sig = 0,030 0,000 0,030 Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Berikut O 0,. , ini menunjukkan bahwa model I : Risiko kredit tidak memiliki pengaruh standardized coefficients adalah -0,361 yang yang negatif dan signifikan kecukupan modal : Risiko kredit memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kecukupan Dari berpengaruh signifikan. Nilai beta pada mengindikasikan arah negatif. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa risiko kredit terhadap kecukupan modal memiliki pengaruh negatif dan signifikan yang berarti ditolak dan perbandingan nilai sig. t sebesar 0,030 kurang dari nilai sig. yang digunakan . ,030 Model II Tabel 3. 12 Rekapitulasi Output Model II Model UnstandardizedCoe Std. Error 14,682 3,161 -0,175 0,047 -0,408 0,136 1 (Constan. Risiko Kredit Kecukupan Modal R Square = 0,338 Adj R Square = 0,298 Sumber: Lampiran 13 Standardized Coefficients 4,644 -0,562 -3,700 -0,454 -2,990 F Hitung = 8,417 Probabilitas/sig = 0,001 Beta Hasil uji sig. F sebesar 0,000 yang kurang dari nilai sig. ,000 < 0,. menunjukkan bahwa risiko kredit dan kecukupan modal Berikut merupakan analisis hipotesis model II : Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Pengaruh Profitabilitas Sig 0,000 0,001 0,005 Risiko Kredit Terhadap : Risiko kredit tidak memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha : Risiko kredit memiliki pengaruh yang Dari perbandingan nilai sig. t sebesar 0,001 kurang dari nilai sig. yang digunakan . ,001 O 0,. , ini menunjukkan bahwa terdapat Nilai standardized coefficients adalah -0,562 yang mengindikasikan arah negatif. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa risiko kredit terhadap profitabilitas memiliki pengaruh negatif dan signifikan yang berarti ditolak dan . Pengaruh Kecukupan Modal Terhadap Profitabilitas : Kecukupan modal tidak memiliki terhadap profitabilitas O 0,. , ini menunjukkan bahwa terdapat Nilai standardizedcoefficients adalah -0,454 yang mengindikasikan arah negatif. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kecukupan modal terhadap profitabilitas memiliki pengaruh negatif dan signifikan yang berarti . Perhitungan ditolak dan Pengaruh Langsung. Pengaruh Tidak Langsung dan Pengaruh Total Berdasrkan hasil analisis jalur . , maka dapat dihitung pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dari model penelitian. Berikut adalah tabel perhitungan pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total antar : Kecukupan modal memiliki pengaruh Dari hasil perhitungan yang didapatkan perbandingan nilai sig. t sebesar 0,005 kurang dari nilai sig. yang digunakan . ,005 Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Tabel 3. 13 Perhitungan Pengaruh Langsung. Pengaruh Tidak Langsung dan Pengaruh Total Variabel Risiko Kredit. Kecukupan Modal, dan Profitabilitas Pengaruh Variabel Pengaruh Pengaruh Tidak Pengaruh Langsung Langsung (Melalui Total Kecukupan Moda. NPL ke ROA -0,562 0,163 -0,399 NPL ke CAR -0,361 -0,361 CAR ke ROA -0,454 -0,454 Sumber: data diolah Dari tabel 3. 13 Hasil menunjukkan bahwa juga berpengaruh tidak langsung dari risiko langsung ke profitabilitas (ROA) dan dapat sebagai mediasi lalu ke profitabilitas. (NPL) Pengaruh Langsung = - 0. Pengaruh Tidak Langsung kredit (NPL) ke kecukupan modal (CAR) = (-0,361 x -0,. = 0,163 Total pengaruh = - 0. 163 = -0. Kesimpulannya, pengaruh tidak langsung Pemeriksaan Validitas Model langsung -0,562, yang berarti kecukupan dengan menghitung koefisien determinan 163 lebih besar dari pengaruh modal (CAR) mampu memediasi pengaruh risiko kredit (NPL) terhadap profitabilitas (ROA). = 1- . ,93 . ,81 Variasi data yang dipengaruhi oleh model Pemeriksaan validitas model dapat dilakukan 43,2% terkandung dalam data sebesar 43,2% dapat dijelaskan oleh model, sedangkan sisanya sebesar 56,8% dijelaskan oleh variabel diluar Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek = 0,432 KESIMPULAN Peran Kecukupan Modal Dalam Memediasi Pengaruh Profitabilitas. Risiko Kredit Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas Dengan Kecukupan Modal Sebagai Variabel CAR Mediasi memediasi pengaruh langsung NPL terhadap Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha ROA. Dimana pengaruh langsung NPL Koperasi terhadap ROA semula bernilai-0,562,namun CAR Semakin banyaknya kredit macet pada suatu koperasi DAFTAR PUSTAKA .