Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING MATA PELAJARAN PAI PADA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 4 KOTA BENGKULU Desi Firmasari 1. Aissyah Sulistyoningrum 2. Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Bengkulu. Indonesia2 desi@umb. aissyahsulistyoningrum@gmail. ABSTRAK The Merdeka Learning curriculum is to hone the greatest abilities of a teacher and also students so that they can vary more in developing the quality of learning. Project Based Learning (PjBL) is an innovative approach which emphasizes contextual learning through complex activities, this learning is a system that combines teachers and students in terms of transferring the knowledge and skills possessed by the teacher through the process discovery with a series of questions that have been prepared in a project that is being done. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. The results of this study indicate that the learning model applied is in accordance with the achievements of creativity and the independent curriculum, because students can accept Project Based Learning as a learning model that helps them develop their creativity in learning according to the independent curriculum. The results of the research and discussion that have been described regarding the Project-Based PAI Learning model in the Merdeka Belajar curriculum in the learning activities of class X students at Muhammadiyah 4 Bengkulu High School can be concluded as follows: The learning model process in Class X Muhammadiyah 4 High School is using Project Based Learning (PJBL) ) which makes students more active and creative and there are 3 projects given, for each semester a project is definitely given, odd semester there are 2 projects and even semester 1 Keywords: Independent Learning. Project Based Learning ABSTRAK Kurikulum Merdeka Belajar yaitu untuk mengasah kemampuan terbesar para seorang guru dan juga siswa agar dapat bervariasi lagi dalam mengembangkan kualitas pembelajaran. Project Based Learning (PjBL) ialah pendekatan inovatif yang didalamnya menegaskan tentang belajar kontekstual melalui kegiatan yang kompleks, pembelajaran ini adalah sistem yang menggabungkan guru dan siswa dalam hal mentransfer pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki guru melalui proses penemuan dengan rangkaian pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun dalam sebuah proyek yang dikerjakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan sudah sesuai dengan capaian kreativitas dan kurikulum merdeka, karena peserta didik dapat menerima Project Based Learning sebagai model pembelajaran yang membantu mereka dalam mengembangkan kreativitas mereka dalam pembelajaran sesuai kurikulum merdeka. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai model Pembelajaran PAI Berbasis Proyek pada kurikulum Merdeka Belajar dalam aktivitas belajar siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu dapat ditarik kesimpulan yakni: Proses model pembelajaran di SMA Muhammadiyah 4 Kelas X adalah dengan mengunakan Project Based Learning (PJBL) yang menjadikan siswa lebih aktif dan kreatif dan ada terdapat 3 proyek yang diberikan, untuk setiap semester pasti diberikan proyek, semester ganjil terdapat 2 proyek dan semester genap 1 proyek. Kata Kunci : Merdeka Belajar. Project Based Learning Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian dari pengalaman belajar yang terprogram dalam bentuk pendidikan formal, nonformal, dan informal di sekolah, dan luar sekolah, yang berlangsung seumur hidup dengan tujuan optimalisasi kemampuan individu, agar dapat memainkan peran hidup dengan tepat. Pendidikan dalam arti luas memiliki pengertian sebagai proses yang berkaitan dengan uapaya untuk mengembangkan pada diri seseorang dalam tiga aspek kehidupannya, yakni pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup. Pendidikan merupakan konsep pendidikan yang merupakan pembudayaan atau AuenculturationAy yaitu merupakan proses dalam mentasbihkan seseorang untuk mampu hidup dalam suatu budaya tertentu. Dalam proses berlangsungnya pendidikan, kurikulum menjadi alat yang penting sebagai komponen yang mendukung proses pembelajaran di dalam kelas. Kurikulum diartikan sebagai alat yang berfungsi untuk mengubah perilaku siswa yang sesuai dengan perkembangan para peserta didik. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas merupakan proses dalam perwujudan pelaksanaan atau operasionalisasi kurikulum, sehingga dapat dinyatakan bahwa pendidikan dan kurikulum memiliki kaitan yang erat. Kurikulum di sekolah menjadi bentuk operasionalisasi pendidikan dalam tujuan mencapai keberhasilan dan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran diartikan sebagai pedoman perencanaan yang Kurikulum menjadi program yang dapat meningkatkan hasil belajar dari kegiatan belajar siswa atas pengetahuan dan pengalaman siswa. Penetapan kurikulum harus mencakup komponen yang instruksional seperti adanya ruang lingkup pelajaran, uturan materi dan kegiatan pembelajaran, strategi, metode dan teknik membelajarkan peserta didik serta hal yang dapat direncanakan terlebih dahulu. Didunia pendidikan kurikulum memiliki kedudukannya sebagai berikut : Kurikulum mempunyai sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum bertujuan sebagai arah, pedoman, atau sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran . elajar-mengaja. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi, serta proses pendidikan. Kurikulum merupakan suatu bidang studi, yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum, yang menjadi sumber konsep-konsep atau memberikan landasanlandasan teoritis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. Penerapan kurikulum juga mengalami pengembangan, pengembangan kurikulum mencakup kegiatan penyusunan kurikulum dalam proses pelaksanaan yang disertai dengan penilaian yang intensif, dan penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukan terhadap atas dasar penilaian. Pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai proses kegiatan penyusunan kurikulum, mengimplementasikan, mengevaluasi dan memperbaiki sehingga diperoleh suatu bentuk kurikulum yang dianggap lebih tepat. Seiring dengan perkembangan zaman, maka akan mempengaruhi ketetapan kurikulum yang digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas. Perubahan pada kurikulum dikaitkan pada perubahan dalam kekuasaan, sehingga mempengaruhi perubahan kurikulum . Perubahan kurikulum di Indonesia juga didasari oleh Menteri Pendidikan yang ada di Indonesia. Kurikulum akan berubah dan berkelanjutan mengikuti perkembangan zaman. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Perubahan kurikulum di Indonesia sudah dimulai sejak periode sesudah kemerdekaan hingga Pada tahun 1947 kurikulum yang diterapkan yaitu Rencana Pelajaran. Kurikulum ini merupakan kurikulum pertama di Indonesia setelah kemerdekaan. Istilah kurikulum masih belum digunakan. Sementara istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. Pada tahun 1964 diterapkannya kurikulum rencana (Pendidikan Sekolah Dasa. Kurikulum ini masih sama dengan kurikulum sebelumnya. Selanjutnya kurikulum yang digunakan yaitu Kurikulum Sekolah Dasar 1968. Kurikulum ini merupakan kurikulum terintegrasi pertama di Indonesia. Beberapa masa pelajaran, seperti Sejarah. Ilmu Bumi, dan beberapa cabang ilmu sosial mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studie. Beberapa mata pelajaran, seperti Ilmu Hayat. Ilmu Alam, dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPS) atau yang sekarang sering disebut Sains. Kurikulum (PPSP) diterapkan pada tahun 1973. Kurikulum ini sebagai Kurikulum Proyek Printis Sekolah Pembangunan (PPSP). Kurikulum Sekolah Dasar 1975 Kurikulum ini disusun dengan kolom-kolom yang sangat rinci. Pada tahun 1984 Kurikulum yang ditetapkan menjadi penyempurnaan dari kurikulum 1975. Kurikulum 1994 menjadi penyempurnaan dari Kurikulum 1997 (Revisi Kurikulum 1. Revisi Kurikulum 1994. Pada tahun 2004 menjadi rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Beberapa sekolah telah dijadikan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum ini. Kemudian pada tahun 2006 ditetapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP, karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidika. Kurikulum mengalami perkembangan pada tahun 2013 yang Lebih ditekankan pada kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan Kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang: Produktif. Kreatif. Inovatif. Afektif melalui penguatan Sikap. Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi. Pada tahun 2020 Kurikulum Darurat Kurikulum Prototipe Menghadapi pandemi Covid 19, maka Kemdikbud mengeluarkan kebijakan tentang kurikulum darurat. Kurikulum darurat ini adalah kurikulum 2013 yang di sederhanakan. Setelah pemberlakukan kurikulum darurat, kemudian pemerintah mengeluarkan Kurikulum Prototipe yang di dalam pembelajarannya di rancang berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter . man, taqwa, dan akhlak mulia. gotong royong. kebinekaan global. nalar kritis. Fokus pada materi esensial seperti literasi dan numerasi. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran . esuai kemampuan murid . each at the right leve. dan konteks serta muatan loka. Kurikulum Merdeka Pada tahun 2022 ini, sekolah dan guru di berikan tiga opsi kurikulum yang dapat di gunakan. Menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh Menggunakan Kurikulum Darurat yaitu kurikulum 2013 yang di sederhanakan Kurikulum Merdeka Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Jadi Kurikulum Merdeka, hanyalah satu opsi. Ada 2 opsi lain yang dapat di pilih oleh sekolah dan Guru. Sekolah dan Guru di beri kebebasan untuk menentukan mana kurikulum yang akan di gunakan, dengan menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Saat ini sebagian sekolah sudah menetapkan kurikulum Merdeka dalam Kegaiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas. Kurikum Merdeka Belajar adalah menjadi bentuk kurikulum yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah dialami. Kurikulum Merdeka menjadi implikasi kebijakan merdeka belajar. Kurikulum Merdeka Belajar memiliki karakteristik, yaitu fleksibel, berdarkan kompetensi, berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan lunak, dan akomodatif terhadap kebutuhan dunia (Permendikbud Nomor 22 Tahun 2. Dalam penerapannya kurikulum Merdeka Belajar memiliki prinsip beberapa prinsip yaitu, sederhana, mudah dipahami dan diimplementasikan, fokus pada kompetensi dan karakter semua peserta didik, fleksibel, selaras, bergotong royong dan memperhatikan hasil kajian dan umpan balik. Dalam proses pembelajaran seorang pendidik akan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan dijadikan sebagai bahan panduan dalam mengajar yang meliputi Kompetensi Inti (KI). Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran, alat dan bahan, model pembelajaran, materi pembelajaran, penilaian. Berlangsungnya kegiatan belajar mengajar tentu ada model pembelajaran yang diperankan oleh pendidik kepada peserta didik. AuModel pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorialAy. Pendidik dapat menentukan model pembelajaran di kelas sesuai dengan kemampuan peserta didik dan materi yang diajarkan di dalam kelas. Model pembelajaran menjadi pola sistematis yang digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran yang menarik maka akan mempengaruhi daya tarik peserta didik dalam belajar. Dalam proses pembelajaran guru yang terlibat aktif pada proses pembelajaran atau bisa disebut teacher centered. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu pada proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan LCD proyektor, guru memberikan instruksi atau contoh kemudian siswa menirukan apa yang dicontohkan. Tetapi pada prosesnya siswa kesulitan mengikuti instruksi dari guru, guru harus mengulang-ulang instruksi tersebut sampai siswa paham. Hal ini menyita banyak waktu saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga ada pokok bahasan lain yang tidak dapat disampaikan oleh guru kepada siswa. Guru merasa tidak dapat menyampaikan materi ajar dengan maksimal karena keterbatasan jam mengajar. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, siswa kurang aktif. Hal ini dapat dilihat dari . jarangnya siswa bertanya maupun menanggapi pertanyaan . siswa jarang mengkomunikasikan kesulitan yang dialami kepada guru. siswa juga sering terlambat dalam mengumpulkan tugas. Untuk itu perlu diterapkannya Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL). PJBL menjadi salah satu proses dalam kegiatan belajar mengajar yang memberi penekanan pada pemecahan masalah sebagai usaha kolaboratifnya. Misalnya dengan penerapan pengguaan audio visual akan memudahkan peserta didik dalam belajar membaca Al-Quran. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Berdasarkan latar belakang masalah yang ada maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul Model Pembelajaran Project Based Learning Mata Pelajaran Pai Kurikulum Merdeka Belajar Di Sma Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan sudah sesuai dengan capaian kreativitas dan kurikulum merdeka, karena peserta didik dapat menerima Project Based Learning sebagai model pembelajaran yang membantu mereka dalam mengembangkan kreativitas mereka dalam pembelajaran sesuai kurikulum merdeka. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai model Pembelajaran PAI Berbasis Proyek pada kurikulum Merdeka Belajar dalam aktivitas belajar siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu dapat ditarik kesimpulan yakni: Proses model pembelajaran di SMA Muhammadiyah 4 Kelas X adalah dengan mengunakan Project Based Learning (PJBL) yang menjadikan siswa lebih aktif dan kreatif dan ada terdapat 3 proyek yang diberikan, untuk setiap semester pasti diberikan proyek, semester ganjil terdapat 2 proyek dan semester genap 1 proyek. Pembahasan Model pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penentu dalam pelaksanaan proses belajar di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu. Oleh karenanya, dalam Kurikulum Merdeka, model pembelajaran yang ditentukan adalah model berbasis Project. Hal ini sesuai dengan implementasi dari Kurikulum Merdeka di setiap jenjang pendidikan yang membagi dua jenis kegiatan menjadi dua yakni intrakurikuler dan berbasis Project. Model pembelajaran berbasis Project mengedepankan proses pembelajaran yang memanfaatkan pembuatan Project sebagai aktivitas inti dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Project based learning akan memberikan kebebasan bagi siswa untuk melakukan kegiatan mulai dari eksplorasi, observasi, interpretasi hingga penilaian dalam tujuan memperoleh pengetahuan baru, keterampilan baru, hingga sikap sosial yang menjadi bekalnya di masa depan. Seperti diketahui, dalam Kurikulum Merdeka yang sudah diterapkan oleh SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu alokasi waktu jam pelajaran sebanyak 20 sampai 30 persen dalam satu tahunnya dilakukan untuk membuat Project kelompok dalam kaitannya mencari solusi permasalahan dalam lingkungan sosial siswa. Penilaian pembelajaran berbasis Project ini tak hanya dilihat dari menciptakan lingkungan belajar yang seru dan menyenangkan semata, tapi juga mampu membantu guru maupun siswa untuk lebih mengembangkan karakter dan keahlian agar pelaksanaan belajar bisa lebih bermakna. Belajaran berbasis Project memiliki karakter khusus. Beberapa ciri utamanya seperti yang tertera berikut ini: Kegiatan pembelajaran yang terfokus kepada siswa melalui aktivitas pertanyaan, tantangan hingga persoalan yang bisa diteliti, dianalisa dan dicari solusi terbaiknya. Tiap siswa akan melakukan kegiatan refleksi pembelajaran secara berkala untuk mengetahui apa yang telah diketahui, dipahami serta yang telah dilakukan oleh siswa. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Guru mengajukan masalah dalam lingkungan nyata dan meminta para siswa untuk merancang serta menyampaikan ide Project yang dilakukan dengan tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah yang telah disampaikan oleh guru. Kegiatan pembelajaran lebih berfokus pada keterampilan dan kemampuan berpikir secara kritis, komunikatif, kolaboratif dan kreatif dengan berkolaborasi secara berkelompok untuk memecahkan masalah yang disampaikan guru. Siswa membuat rancangan hasil project secara teratur dan sistematis sebagai standar apa yang telah dikerjakan oleh siswa terhadap masalah yang disampaikan guru. Proses penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran berbasis project dilakukan secara Hasil akhir dari pelaksanaan pembelajaran berbasis Project dilakukan melalui penilaian secara kualitatif dengan mempresentasikan masalah dan pelaksanaan penelitian, metode analisa, proses pengerjaan Project hingga hasil dari Project yang telah dibuat oleh siswa. Model pembelajaran berbasis Project memiliki kelemahan diantaranya banyak peralatan yang harus disediakan. ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja Kelemahan Project Based Learning berikut: Au. membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk. membutuhkan biaya yang . membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar. membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai. tidak sesuai untuk siswa yang mudah menyerah dan tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan. kesulitan melibatkan semua siswa dalam kerja kelompok. Sedangkan kelebihan dari Model Pembelajaran Project Based Learning yaitu: Au. meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu dihargai. meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. meningkatkan kolaborasi: . mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber. memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi Project dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang berkembang sesuai dunia nyata. melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata. membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaranAy. Memperhatikan hasil penelitian tersebut, sangat dibutuhkan penyamaan persepsi untuk guru dalam menerapkan model pembelajaran Project pada kurikulum merdeka yang sudah diterapkan oleh SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu. Oleh karena guru banyak yang belum memahami secara tepat. Sehingga kebutuhan akan pemahaman dan kemauan untuk menerapkan pembelajaran berbasis Project, yang berbeda dengan Model pembelajaran berbasis Project yang telah diterapkan oleh guru Muhammadiyah PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai model Pembelajaran PAI Berbasis Project Based Learning pada kurikulum Merdeka Belajar dalam aktivitas belajar siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu dapat ditarik Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 kesimpulan yakni: guru SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu sudah menggunakan pembelajaran berbasi Projek Based Learning (PJBL) karena sudah melakukan langkahlangkah seperti Menyiapkan pertanyaan. Menyusun jadwal Guru dan peserta didik. Memonitor peserta didik. Menguji hasil Penilaian serta melakukan evaluasi secara berkala, dan untuk P5 sudah terpenuhi seperti pelaksanan projek Seni Tari. Seni Musik dengan tujuan melestarikan seni-seni yang ada di Provinsi Bengkulu dan Project yang ketiga yaitu bercocok tanam karena sebagian besar siswa SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu memiliki latar belakang orang tua sebagai petani untuk strategi yang dilakukan yaitu menyusun RPP dengan kegiatan berorientasi student center. Secara keseluruhan SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu sudah cukup maksimal menggunakan pembelajaran berbasi Projek Based Learning (PJBL) karena ada beberapa guru yang belum memahami secara tepat tentang pembelajaran berbasi Projek Based Learning (PJBL). Saran Pada kesempatan ini penulis ingin memberikan saran sebagai berikut: Kepada Pihak Sekolah Diharapkan agar turut serta mengoptimalisasikan proses-proses belajar mengajar pada kurikulum merdeka khususnya Pendidikan Agama Islam Dibutuhkannya pelatihan guru dalam Mendesain perencanaan Project Menciptakan suasana belajar pendidikan agama Islam yang kondusif, agar proses belajar mengajar lancar dan tercapainya tujuan Menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik. Sekolah harus dapat memberikan media untuk pembelajaran berbasis proyek dengan Bagi Siswa Bagi siswa dalam pembelajaran berbasis Project pada kurikulum merdeka melakukan aktivitas, memusatkan pada pengumpulan dan penggunaan bukti bukti, sehingga tidak hanya berpusat pada kegiatan menghafal dan penyampaian informasi secara langsung DAFTAR PUSTAKA