Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. IMPLEMENTASI NILAI ASWAJA PADA MATA PELAJARAN KE-NU-AN DI SMK MAAoARIF 5 GOMBONG KEBUMEN Maryam Anisatun Khasanah. Fikria Najitama. Rose Kusumaningratri Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen E-mail: chasanahanisa194@gmail. Abstract The purpose of this study is to analyze the values of aswaja in the fikhiyah rules on the NU subjects at SMK Ma'arif 5 Gombong, the implementation of aswaja values in NU-an subjects at SMK Ma'arif 5 Gombong, as well as population and inhibiting factors along with evaluation of the implementation of Aswaja values at SMK Ma'arif 5 Gombong. This research is in the form of field research and the methods used in this study are interview methods, observation methods, and documentation methods. The data was collected based on interviews with the head of SMK Ma'arif 5 Gombong. NU-an teacher and class XII students of SMK Ma'arif 5 Gombong. Based on the results of the study, the implementation of the Aswaja value in the NU subject at SMK Ma'arif 5 Gombong is as follows: . the Aswaja value related to the rules of fikhiyah Nahdlatul Ulama rule al muhafadzah 'ala al qadimi as sholih wa al akdzu bi al jadidi al Ae ahslah, rule al 'adah muhakkamah ma lam tukhali al-syara', and the rule of ma la yudraku kulluhu la yutraku . the implementation of the Aswaja Value in nu jurisprudence rules takes place through learning planning, learning processes, and evaluation. factors that support and hinder the implementation of aswaja values related to NU's fikhiyah rules are caused by intrinsic factors and extrinsic factors. The main supporting factor is the existence of pesantren An Nahdliyah 5 so that the application of Aswaja values in schools follows. The obstacles include. students come from different schools and presumption that the subject of nu-ness is less important. Keywords: Implementation. Aswaja Values. Fikhiyah Rules. Nahdlatul Ulama Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai aswaja dalam kaidah fikhiyah pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong, implementasi nilai aswaja pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong, serta faktor pendudukung dan penghambat beserta evaluasi dari implementasi nilai Aswaja di SMK MaAoarif 5 Gombong. Penelitian ini berupa penelitian lapangan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode interview, metode observasi, dan metode dokumentasi. Data dikumpulkan berdasarkan wawancara dengan kepala SMK MaAoarif 5 Gombong, guru ke-NU-an dan siswa kelas XII SMK MaAoarif 5 Gombong. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data bahwa implementasi Nilai Aswaja pada mata Pelajaran Ke-NU-an di Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. SMK MaAoarif 5 Gombong sebagai berikut: . nilai Aswaja yang berkaitan dengan kaidah fikhiyah Nahdlatul Ulama itu meliputi. kaidah al muhafadzah Aoala al qadimi as sholih wa al akdzu bi al jadidi al Ae ahslah, kaidah al Aoadah muhakkamah ma lam tukhali al-syaraAo, dan kaidah ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluh. implementasi Nilai Aswaja dalam kaidah fikih NU itu berlangsung melalui perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi. faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dari implementasi nilai aswaja berkaitan dengan kaidah fikhiyah NU disebabkan oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor pendukung yang utama yaitu adanya pesantren An Nahdliyah 5 sehingga penerapan nilai Aswaja disekolah mengikuti. Adapun kendalanya antara lain. siswa berasal dari sekolah yang berbeda. beranggapan bahwa mata pelajaran ke-NU-an kurang penting. Kata kunci: Implementasi. Nilai Aswaja. Kaidah Fikhiyah. Nahdlatul Ulama PENDAHULUAN Aswaja atau Ahlusunnah wal JamaAoah menurut bahasa, berasal dari bahasa Arab yaitu ahlu, as-sunnah, dan al-jamaAoah. Pertama arti Ahl adalah ashabul madzhab yaitu Aupemeluk aliranAy atau Aupengikut madzhabAy. Kedua arti as-sunnah adalah sama dengan Thoriqah yaitu AujalanAy. Ahlus-Sunnah merupakan jalan . para sahabat Nabi dan tabiAoin. Ketiga arti al JamaAoah adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan. Sedangkan menurut istilah. Aswaja berarti penganut sunnah dan mayoritas umat. Yang dimaksud mayoritas umat adalah mayoritas sahabat Nabi Muhammad SAW. Ahlus sunnah wal jamaAoah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia dan memiliki pengaruh besar dalam pendidikan Islam di Indonesia. Paham Aswaja merupakan akidah yang di ikuti oleh mayoritas kaum Nahdliyin. Dalam realitanya Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang menjadi kunci kestabilan Negara ini. Senada dengan pendapat Hanta Yuda AR (Direktur Eksekutif Poltracking Indonesi. mengenai survey tentang NU, mengatakan bahwa NU adalah pilar pemersatu bangsa yang mempunyai komitmen dan kontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan NKRI. Nahdlatul Ulama merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan untuk membangun dan mengembangkan insan dan masyarakat bertakwa kepada Allah Swt, cerdas, terampil, berakhlakul karimah, tentram, adil, dan sejahtera. Dalam khittah atau rencana NU tahun 1926 yaitu dapat menghantarkan NU pada semangat perjuangan dalam berbagai aspek, yakni Muchtob Hamzah, dkk. AuPengantar Studi Aswaja An NahdliyahAy, (Yogyakarta: LKiS. Cet. I 2. ,40. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. terwujudnya cita-cita masyarakat adil dan makmur yang menjadi cita-cita seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan yang tertuang dalam sila ke-5 Pancasila. Lembaga Pendidikan di Indonesia yang berada dibawah naungan NU terhitung banyak dan sebanding dengan jumlah umat NU di negeri ini. Dalam konteks. LP MaAoarif NU sebagai lembaga yang bernaung dalam pendidikan telah mendirikan kurang lebih 6000 lembaga pendidikan dari TK. SD/MI. SMP/Mts, dan MA/SMA/SMK serta perguruan tinggi dari tingkat akademi sampai 3 Materi Aswaja akan melekat pada diri siswa sebagai bentuk internalisasi nilai-nilai aswaja yang ada dan untuk generasi selanjutnya. Materi ini terhimpun dalam mata pelajaran keNU-an di setiap lembaga pendidikan berbasis NU. Pendidikan ke-NU-an memberikan tuntunan bahwa visi aswaja adalah untuk mewujudkan manusia yang berpengatuhan, rajin beribadah, etis, jujur, dan adil disiplin, menjaga keseimbangan, toleransi dan menjalankan amar maAoruf nahi munkar. Adapun salah satu lembaga pendidikan yang memasukkan mata pelajaran ke-NU-an dalam kurikulum pendidikan Islam di Jawa Tengah adalah SMK MaAoarif 5 Gombong. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan LP MaAoarif NU. Sekolah ini memiliki semangat untuk menyebarkan ajaran Ahlus sunnah wal JamaAoah. Sejak muncul wabah covid-19, sekolah ini tidak menyurutkan semangat agar aktivitas pembelajaran tetap berjalan seperti biasa Implementasi nilai aswaja melalui mata pelajaran keNU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong dipraktikkan dalam bentuk kegiatan pembiasaan sehari-hari. Kegiatan pembiasaan yang dilakukan diantaranya, melakukan kegiatan kesamaptaan atau tes fisik setiap pagi, melaksanakan shalat dhuha, pembacaan surat Yasin dan Tahlil setiap minggu, dan sholat berjamaAoah. Berbasis sekolah kejuruan dan memiliki fasilitas pendukung yakni pondok pesantren AN NAHDLIYAH 5 adalah ciri khas sekolah ini. Dengan adanya pondok pesantren ini, akan memudahkan guru dalam menyelaraskan pendidikan pesantren pada mata pelajaran ke-NU-an. Tentunya pondok pesantren ini menjadi figure atau pengaruh yang signifikan Abdul Muchith Muzadi. AuMengenal Nahdlatul UlamaAy, (Surabaya: Khalista,2. , 47. Jumarim dan Akhmad AsyAoari. AuDilema Desentralisasi Pendidikan MaAoarif NU di Nusa Tenggara BaratAy. Jurnal UIN Mataram. Vol. 7 Nomor 1 2013, 10. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. bagi siswa lain yang non santri. Dalam dunia pendidikan, internalisasi nilai agama itu sangat penting. Namun hal ini bertolak belakang dengan realita saat ini. Para peserta didik cenderung terpengaruh oleh pergaulan yang menyimpang dari norma-norma agama, dengan tampil berbeda sebagai keinginan mereka agar mendapat perhatian lebih. Upaya dalam mewujudkan insan yang mengikuti aturan agama dengan baik dan benar adalah salah satu tujuan dari SMK MaAoarif 5 Gombong dalam pola implementasi nilai aswaja dalam mata pelajaran ke-NU-an. Berdasarkan pembahasan diatas, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data penelitian tentang nilai Aswaja dalam kaidah fikhiyah pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong, implementasi nilai aswaja pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong, faktor pendukung dan penghambat dari implementasi nilai Aswaja pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK Maarif 5 Gombong, serta evaluasi dari faktor penghambat yang ada. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif atau disebut field riset. Dimana peneliti meneliti secara langsung kondisi obyek secara alamiah. Peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snawbal, teknik pengumpulan dengan triangulasi . , analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi. 5 Menurut Creswell, proses penelitian kualitatif melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedurprosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema yang umum dan menafsirkan makna data. Peneliti melakukan penelitian di SMK MaAoarif 5 Gombong yang beralamat di Jl. Lingkar Selatan No. 32 Patemon. Gombong Kabupaten Kebumen. Objek yang diteliti yakni siswa kelas XII melalui pengumpulan data dari beberapa subjek diantaranya, guru ke-NU-an. Kepala Sekolah, dan Wawancara dengan Ahmad Shobirin (Guru ke-NU-an SMK MaAoarif 5 Gombon. , pada tanggal 28 Maret Sugiyono. AuMetode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D)Ay, (Bandung: Alfabeta, 2. , 15. Adhi Kusuma dan Ahmad Mustamil Khoiron. AuMetode Penelitian KualitatifAy, (Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarno Presindo (LPSP), 2. , 2-3. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. siswa kelas XII. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dan Teknik wawancara dilakukan dengan cara komunikasi secara langsung dengan subjek atau orang yang dapat memberikan informasi sebagai data penelitian, adapun komunikasi berlangsung dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disediakan. Dokumentasi merupakan kegiatan mengumpulkan bukti berupa gambar ataupun data lain terkait proses penelitian dari awal hingga akhir. Teknik ini dilakukan dengan cara pengumpulan data . enghimpun dan menganilisi. dokumen tertulis. 7 Sementara itu, observasi merupakan kegiatan yang dilakukan peneliti untuk secara langsung dating dan melihat objek yang diteliti. Menurut Bogdan. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat di informasikan kepada orang lain. 8Analisis data dalam penelitian ini menggunakan anilisis data kualitatif yang menyatu dengan teknik penggalian data, dan berkaitan pula dengan aktivitas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan hasil penelitian. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Nilai Aswaja dalam Kaidah Fiqh pada Mata Pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong Lembaga Pendidikan MaAoarif Nahdlatul Ulama mengupayakan sekolah yang berada dibawah naungannya untuk memasukkan pembelajaran Aswaja dalam mata pelajaran ke-NUan sebagai mata pelajaran yang wajib di ajarkan. Pendidikan ke-Aswaja-an merupakan tujuan daripada salah satu cara menyebarkan ajaran ahlussunnah wal jamaAoah. SMK MaAoarif 5 Gombong merealisasikan ajaran aswaja dalam berbagai kegiatan yang masuk dalam kegiatan warga Nahdliyin dan termasuk dalam sunnah Nabi Muhammad Saw. Adapun ajaran Aswaja yang direalaisasikan tersebut meliputi implementasi nilai aswaja dalam kaidah fiqhiyahnya. Al Muhafadhah Aoala al qadimi al- shalih wa al akdzu bi al-jadidi al-ashlah . empertahankan kebaikan masa lalu dan mengkreasi hal baru yang lebih bai. Nana Syaodih Sukmadinata. AuMetode Penelitian PendidikanAy, (Bandung: PT Remaja Roskadakarya, 2. Sugiyono. Op. Cit. , 334-335. Ahmad Rijali. AuAnalisis Data KualitatifAy. Jurnal Pendidikan UIN Antasari Banjarmasin. Vol. 17, 2018, 84. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Budaya merupakan warisan yang perlu dilestarikan apabila memiliki unsur Nilasi aswaja yang terkandung dalam kaidah fiqhiyah ini antara lain yaitu Tawazun. Tawazun artinya menyikapi sebab akibat dengan keputusan yang diambil. hasil wawancara, menghasilkan bahwa dalam mata pelajaran ke-NU-an, kaidah fikhiyah ini berkaitan dengan implementasi disekolah seperti budaya orang muslim dahulu. Contoh penerapan dalam kaidah fikhiyah ini adalah perubahan model seragam setiap tahun khususnya seragam kejuruan. AlAoAdah Muhakkamah ma lam tukhalli As-Syara (Budaya atau tradisi yang baik bisa jadi pertimbangan hukum selama tidak bertentangan dengan norma agam. Kaidah fiqhiyah ini menyangkut bagaimana siswa mampu melestarikan budaya Islam terdahulu dizaman sekarang. Dengan catatan bahwa budaya tersebut tidak bertentangan dengan syariAoat Islam. Kaidah ini menjadikan Islam lebih dinamis dan tidak tergerus oleh budaya lain yan justru akan mempengaruhi umat Islam melakukan tindakan diluar syariAoat. Nilai aswaja dalam kaidah fiqh ini adalah amar maAoruf nahi munkar. arti dari amar maAoruf nahi munkar adalah menjalankan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang Penerapan kaidah fiqhiyah ini diterpakan melalui pembiasaan membaca surat Yasin dan Tahlil setiap minggu pada hari JumAoat. Ma la Yudraku Kulluh la Yudraku Kulluh . ika tidak dapat mencapai kebaikan semuanya maka tidak haru ditinggal semuanya Kaidah fiqhiyah ketiga ini dipahami ketika mendapati sebuah tradisi baru ada dalam lingkup sekolah apabila sudah terbiasa dengan kebiasaan lama, maka akan didapat dua Pertama, menjalankan tradisi baru atau tetap menjalankan tradisi lama. Nilai aswaja yang berkaitan dengan kaidah fiqih ini diantaranya adalah Tawasuth. Kaidah fiqhiyah ini diterapkan dalam amaliyah ziarah kubur yang diadakan setiap setahun sekali. Implementasi Nilai Aswaja dalam Kaidah Fikhiyah Sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan yang akan dicapai suatu lembaga pendidikan, maka diperlukan implementasi. Implementasi bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Namun tidak pada sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. terencana dan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 10 Proses pendidikan terjadi dalam suatu Hal ini sejalan dengan pengertian pendidikan, dimana pendidikan merupakan proses penyesuaian seseorang dan lingkungan hidup dimana ia hidup, baik lingkungan alam maupun sosial. Arti dari proses ini adalah suatu proses pendidikan tidak akan pernah terwujud tanpa adanya lingkungan. Dalam praktik implementasi nilai Aswaja di SMK MaAoarif 5 Gombong dilakukan amaliyah aswaja dilakukan setiap hari ataupun kegiatan yang sudah terjadwal dalam satu minggu sekali atau satu tahun sekali. Kegiatan yang dilakukan diantaranya sholat duha setiap sebelum memulai pembelajaran, kesamaptaan, pembacaan asmaul husna, dan doAoa bersama. Selainn kegiatan yang dilakukan setiap hari, ada kegiatan yang dilakukan setiap minggu yang masuk dalam ekstrakulikuler diantaranya diskusi aswaja. Diskusi aswaja adalah kegiatan yang berkaitan dengan musyawarah antar siswa dan guru tentang ke-Aswaja-an. Hal ini dijelaskan oleh salah satu guru di SMK MaAoarif 5 Gombong. 12 Implementasi nilai aswaja dalam kaidah fiqhiyah di SMK MaAoarif 5 Gombong diantaranya Implementasi dari kaidah fiqhiyah Al Muhafadhah Aoala al qadimi al shalih wa al akdzu bi al jadidi al-ashlah . empertahankan kebaikan warisan masa lalu dan mengkreasi hal baru yang lebih bai. Kaidah fikhiyah ini menuntun warga NU untuk memperlakukan fenomena kehidupan secara seimbang. Dengan menggunakan kaidah ini, warga NU memiliki pegangan dalam menyikapi tradisi atau budaya, yang dilihat bukan tradisi dan budayanya melainkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kaidah fikhiyah ini apabila dikaitkan dengan implementasi yang berlangsung disekolah yaitu berupa peraturan kelas ataupun rancangan pembelajaran (RPP) yang dapat berubah sewaktu-waktu karena adanya penyesuaian guna memperbaiki kualitas. Contoh Aulia Ramdan Ray dan Akhtar Mauza. AuPengertian Implementasi, tujuan, tahapan, dan contoh ImplementasiAy, diakses melalui https://teropong. id/pengertian-implementasi-tujuan-tahapan-dan-contohimplementasi/ Shodiq. AuTransmisi Ideologi Ahlussunnah wal JamaAoah: Studi Evaluasi Pembelajaran ke-NU-an di SMA al MaAoruf KudusAy. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 9 Nomor 2, 2015, 184. Wawancara dengan Pak Sodikun (Guru SMK MaAoarif 5 Gombon. , pada tanggal 31 Juli 2022. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. lain ada pada perubahan model seragam kejuruan, akan dikembangkan lagi modelnya dan berbeda dari sebelumnya. Contoh tersebut menjadi penerapan kaidah fiqhiyah ini dalam arti berkesinambungan. Upaya penyelarasan yang berkesinambungan menjadikan seseorang itu harus mengapresiasi tradisi atau kebiasaan yang ada. Tradisi tersebut merupakan hasil kebaikan yang dibuat orang-orang pendahulu sehingga harus bersikap kreatif mencari trobosan baru untuk menyemournakan tradisi tersebut atau menciptakan akar traidisinya. Implementasi dari kaidah fikhiyah Al Aoadah muhakkamah ma lam tukhalli as syaraAo (Budaya atau tradisi yang baik bisa jadi pertimbangan hukum selama tidak bertentangan dengan norma agam. Al Aoadah muhakkamah menjadi performa menjadi baik, menjadikan agama Islam yang dinamis dan membumi, selalu aktual ditengah-tengah masyarakat. Islam menjadi agama yang mampu menjawab tantangan zaman dan tuntutan umat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Sikap tersebut membawa warga NU melakukan dialog kreatif dengan budaya yang ada. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, maka budaya atau warisan akan tergerus sehingga kaidah fikhiyah ini menjadi hal utama yang perlu di jaga oleh warga Nahdliyin. Kebaikan masa lalu perlu dikreasaikan menjadi lebih baik dapat diterapkan pada tradisi warga setempat, seperti memberikan sesajen di pojok rumah. Hal ini akan di anggap menyimpang jika hanya dilihat dari perspektif mistisnya. Kebiasan menaruh sesajen ini akan memiliki nilai ibadah jika diarahkan atau diniatkan untuk memberi makanan kepada makhluk Allah, seperti semut, kucing, dan lainnya. Sesuai dengan dalil yang artinya AuSesuatu itu tergantung pada niatAy. AuJika sesajen itu diniatkan agar terjadi keberuntungan pada diri manusia, maka itu keliru, namun jika diniatkan untuk sedekah maka akan bernilai pahalaAy ujar Pak Shobirin. Adat atau kebiasaan itu terbagi menjadi dua, adat yang sesuai dengan syarAoat Islam dan ada adat yang bertentangan dengan syariAoat Islam. Definisi Al AoAdah Muhakkamah dalam penerapannya di SMK MaAoarif 5 Gombong yaitu diantaranya budaya kerja. Hal ini Wawancara dengan Pak Makmuri (Kepala SMK MaAoarif 5 Gombon. , pada tanggal 13 Agustus 2022 Wawancara dengan Pak Shobirin (Guru ke-NU-an SMK MaAoarif 5 Gombon. , pada tanggal 8 Agustus Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mengingat bahwa Islam sangat menghargai waktu, sehingga budaya kerja ini diterapkan Adapun implementasinya berupa apel pagi, olahraga, kesamaptaan, dan push up. Kegiatan ini berlangsung mulai jam pertama . dan setiap hari JumAoat membaca surat Yasin dan Tahlil. AuMeskipun dalil daripada Yasin dan Tahlil tidak ditemukan secara spesifik. Allah memerintahkan kepada umatNya melalui perantara Nabi Muhammad Saw agar senantiasa membaca Al QurAoan. Ay Barangsiapa membaca Al QurAoan maka aka nada pahala setiap huruf itu 10 kali lipatan A aOaE UIAUa U a a eA U A aOEaE eaI EAUa U A aE aCa eO aE EI a eAUAIaa a a e a a eIa aE aNA a AA Ia eI aE aA U AaI eI Ca a a a eA a AIaU aO eE aA a A EEcA aN AaEaNa aN aA Ua U Aa eA a U AaOIa eO UI a eA AuBarangsiapa membaca satu huruf dari Al QurAoan maka baginya satu kebaikan dengan membaca huruf tersebut. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan disetiap 1 Aku tidak berkata A EIAsatu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf mim satu huruf Ay ( H. Bukhari dalam Tarikhnya. Tirmidzi. Ibnu Dlasris. Hakim, dan Baihaqi. Menekankan pada nilai Aswaja al Aoadah muhakkamah. SMK MaAoarif 5 Gombong juga menerapkan pembiasaan membaca asmaul husna. Seperti yang disampaikan kepala sekolah SMK MaAoarif 5 Gombong bahwa Rasulullah SAW tidak membatasi dan tidak memberikan waktu secara spesifik dalam membaca asmaul husna, namun Allah Swt AEaE eaEa e aI a eE a eIaO Aae eaONa a aNA a c a AaOA Au Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna. Ay (Al- Hijr : . Dalam memahami ayat tersebut secara kontekstual, maka membaca asmaul husna dapat dilakukan kapan saja, sehingga melahirkan pembiasaan asma keaswajaan namanya asama ul husna setiap hari jumAoat setelah membaca yasin dan tahlil. Implementasi dari kaidah fikhiyah Ma la yudraku kulluh la yudraku kulluh . ika tidak didapat kebaikan semuanya, maka tidak harus ditinggal semuany. Fiqh Ahlussunnah wal JamaAoah menjadikan tradisi sebagai salah satu yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan suatu hukum. Jika sebuah produk budaya tidak bertentangan dengan ajaran pokok islam. Dalam arti mengandung kebaikan. Maka bisa bahkan bisa dipertahankan sebagai yang layak di ikuti. Wawancara dengan Pak Makmuri (Kepala SMK MaAoarif 5 Gombon. , pada tanggal 10 Agustus 2022 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Proses dialog memungkinkan upaya penyelarasan unsur-unsur budaya yang dianggap menyimpang dari ajaran pokok Islam. Hal ini penting ditekankan, karena sekalipun mungkin ditemui adanya tradisi yang tidak sejalan dengan ajaran pokok Islam, namun di dalamnya mungkin juga menyimpan butir-butir kebaikan. Menghadapi permasalahan seperti ini, sikap arif bila tidak membuang semuanya, mempertahankan unsur-unsur lain sesuai dengan ajaran islam. Implementasi dari kaidah fikhiyah ini diterapkan ketika ada anak pindahan dari sekolah lain. Pihak sekolah memiliki kewenangan menerima anak tersebut atau tidak, karena pada dasarnya anak pindahan itu pasti siswa yang bermasalah. Dikatakan bermasalah karena, bisa jadi anak tersebut menjadi penyakit bagi siswa lain. Namun berbeda jika anak tersebut mampu mematuhi peraturan sekolah yang ada, sehingga dapat disekolah ini. AuKita terima semuanya juga itu tidak mungkin, karena mayoritas anak pindahan adalah siswa yang bermasalah. Sehingga nanti jika diterima akan mengganggu stabilitas sekolah. Kita juga tidak bisa menolak semua karena sekolah kita masih kecil dan masih butuh muridAy, ujar Pak Makmuri. Kedua sudut pandang dari hal tersebut dikaitkan dalam kaidah fikhiyah ini, dalam arti meskipun tidak diterima semua anak pindahan maka sebagian yang diterima dan memenuhi syarat saja. Evaluasi dari Implementasi Nilai Aswaja dalam kaidah fikhiyah pada mata pelajaran keNU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong Evaluasi dari Implementasi Nilai Aswaja dalam kaidah fikhiyah pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui indikator kinerja yang akan di evaluasi yaitu efektifitas program dan aplikasinya. Adapun evaluasi implementasi nilai aswaja dalam kaidah fkhiyah pada mata pelajaran ke-NU-an ini disesuaikan dengan penilaian K. 3 dan K. 4 sesuai dengan standar penilaian Kurikulum 2013. Dalam poin K. 3 merupakan penilaian siswa dimana siswa Ahmad Nurudin dan M. Dalhar. Ke NU-an Ahlussunnal wal JamaAoah MA/SMA/SMK kelas XII, (Semarang: CV Asna Pustaka: Cet. Cet. II. , 45-48. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dituntut aktif dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung, dan mampu merealisasikan hasil belajar sesuai dengan apa yang sudah diajarkan atau diterangkan guru. Guru mengevaluasi sikap siswa selama mengikuti pembiasaan di sekolah dengan memantau lewat jurnal harian yang sudah tersedia. Setelah jurnal terisi, maka guru akan memasukkan hasil jurnal harian tersebut kedalam nilai raport. Evaluasi peserta didik ini selain mengacu pada jurnal harian siswa, juga diambil dari nilai kegiatan ekstrakurikuler mauoun ko-kulikuler siswa. Dari data evaluasi tersebut, secara menyeluruh telah dilaksanakan oleh guru maupun lembaga madrasah dengan system evaluasi yang telah Dari data hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa SMK MaAoarif 5 Gombong dalam mengimplementasikan nilai Aswaja sesuai dengan kaidah fiqhiyah bersama dengan Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama melalui jalur pendidikan sudah berjalan dengan baik dan optimal. Implementasi dilakukan secara sistemtis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi. Meskipun sudah pada tahap evaluasi, masih banyak pekerjaan yang masih menjadi PR bagi SMK MaAoarif 5 Gombong sebagai lembaga pendidikan yang dinaungi oleh LP MaAoarif NU agar pembelajaran ke-NU-an semakin meningkatkan kualitas mutu pendidikannya. Mengingat kembali dalam muktamar NU di Situbondo . , bahwa tujuan Nahdlatul Ulama yakni demi terciptanya generasi Nahdliyin yang memiliki modal intelektual dan spiritual. Diharapakan dengan adanya evaluasi ini, peserta didik lebih terbuka kesadarannya sehingga mereka dapat lebih meningkatkan motivasi belajar disekolah agar mendaptkan hasil maksimal dan mampu menerapkannya di masyarakat setelah lulus nanti. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat serta evaluasinya dari Implementasi Nilai Aswaja berkaitan dengan kaidah Fikhiyah Faktor pendukung dan faktor penghambat dari proses implementasi dimungkinkan akan muncul dari berbagai aspek. Hal ini juga ada di SMK MaAoarif 5 Gombong berkaitan dengan terealisasikannya nilai Aswaja yang sudah dipelajari pada mata pelajaran ke NU an. Faktor pendukung dari implementasi nilai aswaja di SMK MaAoarif 5 Gombong diantaranya. Adanya Pesantren An Nahdliyah 5 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Pesantren merupakan tempat pendidikan tradisional dengan tinggal secara bersama dan belajar di bawah bimbingan kyai, serta memiliki asrama untuk menginap para santri. Sama halnya dengan SMK MaAoarif 5 Gombong juga menyediakan fasilitas pondok pesantren bagi siswa yang bersedia untuk sekolah sekaligus mengaji. Pondok pesantren An Nahdliyah 5 di SMK MaAoarif 5 Gombong adalah dalah sau faktor pendukung terealisasikannya nilai aswaja dan implementasinya. Kegiatan keaswajaan ini sudah include atau masuk dalam kurikulum pesantren ini. Mata Pelajaran ke-NU-an sebagai muatan lokal ke-Aswaja-an Mata Pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong merupakan muatan lokal pembelajaran yang wajib di ajarkan sesuai dengan jadwal yang tersedia setiap 2 jam pelajaran setiap minggunya. Sehingga ini menjadi pendukung bagi implementasi dalam bentuk memberi pengajaran tentang ke Aswjaan yang nantinya akan diterapkan secara langsung oleh siswa. AuKarena sekolah kita adalah sekolah swasta, maka ditambahkan muatan lokal lain seperti akidah aswaja, fikih ibadah, dan akhlak. Dimana itu semua muatannya ahlussunnah wal jamaAoahAy tambah pak Makmuri. Masyarakat sekitar mayoritas NU SMK MaAoarif 5 Gombong merupakan sekolah yang letaknya sangat strategis sekaligus dekat dengan pemukiman warga. Sekolah yang dinaungi oleh LP MaAoarif NU ini sangat didukung oleh masyarakat sekitar yang pada dasarnya mereka menganut paham ahlussunnah wal jamaAoah (NU). Sehingga ini menjadi faktor pendukung juga bagi implementasi nilai Aswaja di sekolah. Begitu juga sinkronisasi atau kesinambungan antara kebiasaan yang ada di desa masing-masing siswa dengan apa yang dilakukan sekolah SMK MaAoarif 5 Gombong. Selain faktor pendukung, ada pula faktor penghambat dari implementasi nilai Aswaja di SMK MaAoarif 5 Gombong. Faktor penghambatnya antara lain: Input . yang heterogen Wawancara tanggal 13 Agustus 2022 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Siswa yang mendaftar sebagai siswa baru di SMK MaAoarif 5 Gombong maupun siswa pindahan itu tidak semua mengetahui tentang Aswaja. Ada yang lulusan dari SMP Negeri. PGRI, atau Mts yang bukan berada dibawah naungan LP MaAoarif NU. Sehingga apabila siswa tersebut masuk di SMK MaAoarif 5 Gombong akan terjadi kendala dalam memahami kurikulum aswaja itu sendiri. AuFaktor penghambat dari implementasi nilai aswaja di sekolah yaitu input dari siswa yang heterogen, hal itu memicu terjadinya kekagetan ketika memahami mata pelajaran tentang ke aswajaanAy kata Pak Makmuri menjelaskan. Penjelasan tersebut jelas menjadi penghambat terealisasikannya implementasi nilai Aswaja. Karena ketika siswa dihadapkan pada mata pelajaran ke-Nu-an yang terjadi mereka justru mengalami kesulitan untuk memahami karena tidak pernah diajarkan di sekolah sebelumnya. Mata Pelajaran ke-NU-an dianggap kurang penting Mata Pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif 5 Gombong merupakan muatan lokal wajib dicantumkan dan di ajarkan kepada siswa. Namun, tidak jarang siswa yang menganggap mata pelajaran ke-NU-an ini merupakan mata pelajaran yang kurang Karena dianggap kurang penting, sehingga siswa kurang fokus mengikuti mata pelajaran ke-NU-an yang diberjalan. Kemampuan siswa untuk memahami mata pelajaran yang sedang di ajarkan itu tergantung bagaimana siswa itu memberikan fokus penuh dan perhatian lebih pada mata pelajaran tersebut sehingga menghasilkan output siswa dapat merealisasikan apa yang Berbeda jika siswa tidak mampu focus dengan apa yang diajarkan, hal ini akan menjadi penghalang bagi guru sebagai penyalur ilmu dan siswa yang nantinya akan mengamalkan ilmu tersebut. Maka, faktor penghambat ini juga sangat berpengaruh dalam implementasi nilai Aswaja di sekolah Evaluasi dari faktor penghambat yang ada Wawancara tanggal 3 Agustus 2022 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Setiap hambatan atau penghalang suatu jalan merealisasikan tujuan baik pasti memiliki evaluasi serta beberapa cara untuk mengatasinya. Faktor penghambat yang ada ini dapat di atasi dengan berbagai cara, diantaranya: Masa Orientasi Siswa Baru ikut dalam Makesta Raya MOS (Masa Orientsi Sisw. adalah jalan awal bagi siswa untuk beradaptasi di lingkup belajar yang baru. Pada masa ini merupakan kesempatan bagi pendidik untuk memasukkan pembelajaran awal mengenai ke-NU-an dengan mengikuti makesta raya. Apa itu makesta raya? Makesta Raya adalah kegiatan dimana nantinya siswa yang masuk sebagai peserta didik baru akan diberikan arahan, sehingga nantinya mereka siap untuk masuk sebagai anggota IPNU maupun IPPNU. AuSemua di makesta, sehingga akan terbentuk kader NU. Untuk mengantisipasi yang bersifat tidak penting itu, kita mendiklatkan guru kita melalui pendidikan dasar kader penggerak NU. Jika guru sudah menyadari itu, maka siswa akan mengikutiAy jelas Pak Makmuri. Siswa kelas X sebagai siswa baru wajib mengikuti makesta, sedangkan kelas XII sebagai pemateri untuk mengajarkan kepada adik kelas X. AuYang mengikuti Makesta itu semua kelas X wajib, setelah itu ada diskusi rutin setiap seminggu sekali guna menjaga hasil diklat yang disampaikanAy, jelas kembali pak Makmuri. Mendiklatkan semua Guru SMK MaAoarif 5 Gombong dalam Pendidikan Dasar Kader Penggerak NU Pengajaran terhadap siswa mengenai pemahaman tentang ke Aswaja-an tentunya harus di bimbing oleh guru yang sudah professional. Maka, dengan melibatkan semua guru dalam diklat Pendidikan Dasar Kader Penggerak NU sangat penting di ikuti. Karena ilmu dari diklat tersebut menjadi bekal ketika menghadapi siswa di sekolah, sehingga ketika mereka para guru sudah mapan akan Pendidikan ke NU-an maka siswa juga akan mengikuti. Wawancara tanggal 13 Agustus 2022 Wawancara tanggal 13 Agustus 2022 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 1-16 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa nilai aswaja dalam kaidah fikhiyah al muhafadzah Aoala al qadimi as shalih wa al akdzu bi al jadidi al ashlah meliputi tawazun, kaidah fikhiyah al Aoadah muhakkamah ma lam tukahlli as syaraAo berupa amar maAoruf nahi munkar, dan kaidah ma la yudraku kulluhu la yudraku kulluh meliputi sikap tawasuth. Implementasi nilai aswaja pada mata pelajaran ke-NU-an di SMK MaAoarif Gombong dilakukan dengan cara memberikan pemahaman Aswaja sesuai dengan rencana pembelajan yang sudah ada. melakukan pembiasaan setiap pagi hari, mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ektrakulikuler yang berhubungan dengan ke-NU-an, dan melibatkan siswa dalam kegiatan IPNU maupun IPPNU. Implementasi ini berlangsung dengan baik karena didukung dengan fasilitas pondok pesantren yang ada. Hal ini beralasan bahwa amaliyah santri pondok pesantren An Nahdliyah sebagian di ajarkan dalam amaliyah sehari-hari siswa. Implementasi nilai Aswaja yang diterapkan memiliki beberapa penghambat. Adapun faktor penghambatnya yaitu siswa berasal dari sekolah yang beagam, anggapan bahwa mata pelajaran ke-NU-an itu kurang penting. Dari penghambat yang ada, maka pihak sekolah melakukan evaluasi dengan memberikan materi atau pemahaman mengenai Ahlussunnah wal JamaAoah melalui kegiatan MOS (Masa Orientasi Sisw. dimana siswa baru wajib ikut dalam kegiatan makesta raya. Karena guru sebagai figur yang menjadi teladan bagi siswa, maka guru SMK MaAoarif 5 Gombong wajib mengikuti diklat bagi kader penggerak NU. Hasil diklat tersebut akan diajarkan kepada siswa khususnya kelas XII yang nantinya akan mengajarkan materi tersebut pada saat pelaksanaan makesta raya. DAFTAR PUSTAKA