ISLAMICA : Journal Of Islamic Education Research E-ISSN: 3090-773X Editorial Address: Jl. Rawa Sakti. Tibang Syiah Kuala. Banda Aceh Received: 03-06-2. Accepted: 03-08-2. Published: 15-12-2025 MODEL KOMUNIKASI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MIN 28 PIDIE Tihalimah1. Zuhra Muizzah2. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Banda Aceh Email: tihalimah@ar-raniry. 210206048@student. ar-raniry. ABSTRACT In educational institutions, communication plays an important role in creating a harmonious working environment, and good communication can improve teacher This study aims to determine how the communication model applied by the head of the madrasah and the application of the head of the madrasah's communication model can contribute to teacher performance. This research was conducted at MIN 28 Pidie using a qualitative approach and descriptive methods through observation, interviews, and documentation involving the madrasah principal and teachers. The results showed that the madrasah principal applied transactional and transformational communication models through direction, motivation, appreciation, and the use of digital and non-digital communication media. Communication took place through morning briefings, direct discussions, and informal forums. This communication contributes to an increased understanding of tasks, work motivation, and a positive work atmosphere. However, there are obstacles such as differences of opinion, time constraints, and low technological literacy among some teachers. These obstacles are overcome through a participatory and dialogical approach. Effective communication is key to building teacher professionalism and competitiveness. Keywords: Communication model. Madrasah principal. Teacher performance ABSTRAK Dalam lembaga pendidikan, komunikasi memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, dan komunikasi yang baik dapat meningkatkan kinerja Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana model komunikasi yang diterapkan oleh kepala madrasah dan penerapan model komunikasi kepala madrasah dapat berkontribusi terhadap kinerja guru. Penelitian ini dilakukan di MIN 28 Pidie dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan model komunikasi transaksional dan transformasional melalui arahan, motivasi, apresiasi, serta penggunaan media komunikasi digital dan non-digital. Komunikasi berlangsung melalui briefing pagi, diskusi langsung, dan forum informal. Komunikasi ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman tugas. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah motivasi kerja, dan suasana kerja yang positif. Namun, terdapat hambatan seperti perbedaan pendapat, keterbatasan waktu, dan rendahnya literasi teknologi di kalangan sebagian guru. Hambatan-hambatan ini diatasi melalui pendekatan partisipatif dan Komunikasi yang efektif merupakan kunci dalam membangun profesionalisme dan daya saing guru. Kata kunci: Model komunikasi. Kepala Madrasah. Kinerja guru PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing, sehingga memiliki peranan yang sangat penting bagi masa depan bangsa dan negara. Melalui pendidikan, nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan, serta karakter peserta didik dapat dibentuk secara sistematis dan Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana prasarana, tetapi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya, terutama guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Guru memiliki peran sentral dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan, membimbing, serta membentuk kepribadian siswa agar mampu berkembang secara optimal(Fitria & Slamet. Kualitas guru menjadi faktor penentu dalam keberhasilan siswa, baik dari aspek akademik maupun nonakademik. Guru yang profesional, kompeten, dan memiliki kinerja yang baik akan mampu menciptakan suasana belajar yang efektif, menyenangkan, dan Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru merupakan suatu keharusan dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu. Kinerja guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup tanggung jawab, kedisiplinan, kreativitas, serta komitmen dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Dalam konteks pendidikan, komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Komunikasi yang efektif dapat mendukung terjalinnya hubungan yang harmonis antara seluruh komponen pendidikan, mulai dari kepala sekolah atau kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Melalui komunikasi yang baik, tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia seutuhnya, dapat diwujudkan secara lebih terarah. Komunikasi merupakan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah aktivitas fundamental dalam kehidupan manusia, karena melalui komunikasi seseorang dapat menyampaikan gagasan, informasi, dan perasaan kepada orang lain. Hal ini juga berlaku dalam dunia pendidikan, di mana komunikasi menjadi sarana utama untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan pendidikan agar berjalan dengan lancar dan (Wahyudi, 2. Kinerja guru sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah atau kepala Kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab mengelola, mengarahkan, dan mengembangkan seluruh potensi yang ada di lingkungan madrasah. Salah satu aspek penting dalam kepemimpinan kepala madrasah adalah keterampilan komunikasi. Kepala madrasah yang mampu berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah membangun kerja sama tim, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta mendorong guru untuk meningkatkan kinerjanya. Sebaliknya, komunikasi yang kurang efektif dapat menimbulkan kesalahpahaman, konflik, dan menurunkan motivasi kerja guru. Oleh karena itu, kepala madrasah dituntut untuk mampu membangun kerja sama yang solid dengan seluruh warga sekolah. Kepala madrasah harus mampu menjadi motivator, fasilitator, dan teladan bagi guru-guru dalam menjalankan tugas dan tanggung Melalui komunikasi yang terbuka, jelas, dan persuasif, kepala madrasah dapat mengajak seluruh anggota komunitas sekolah untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Komunikasi yang baik juga memungkinkan kepala madrasah untuk memahami kebutuhan, permasalahan, dan potensi guru, sehingga dapat memberikan solusi dan dukungan yang tepat. (Huda, 2. Komunikasi yang efektif terbukti mampu meningkatkan kinerja guru. Dengan adanya komunikasi yang baik, guru merasa dihargai, didengarkan, dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Hal ini dapat meningkatkan rasa memiliki . ense of belongin. terhadap madrasah dan mendorong guru untuk bekerja lebih optimal. Oleh karena itu, peran kepala madrasah sebagai komunikator menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan kinerja guru. Kepala madrasah harus mampu menerapkan proses komunikasi yang tepat, menggunakan strategi komunikasi yang sesuai. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah serta memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang baik, baik dalam situasi formal maupun informal. Di MIN 28 Pidie, kepala madrasah menunjukkan peran aktifnya dalam membangun komunikasi dengan guru-guru. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga dua arah, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi dan umpan balik. Kepala madrasah di MIN 28 Pidie menerapkan berbagai cara dalam berkomunikasi dengan guru, baik melalui pertemuan langsung, briefing rutin, maupun melalui media digital. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa informasi dapat tersampaikan dengan jelas dan merata kepada seluruh guru. Salah satu bentuk komunikasi yang diterapkan di MIN 28 Pidie adalah kegiatan briefing yang dilakukan setiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai. Dalam kegiatan ini, kepala madrasah mengawali dengan membaca Al-QurAoan bersama, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan membangun suasana kebersamaan. Setelah itu, kepala madrasah menyampaikan berbagai informasi penting terkait kegiatan madrasah, evaluasi kinerja, serta arahan-arahan yang bersifat motivasional. Selain itu, kepala madrasah juga memberikan nasihat dan peringatan kepada guru dengan cara yang tertekan(Mukhtar, 2. Selain komunikasi langsung, kepala madrasah juga memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi. Penggunaan media digital memungkinkan penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan efisien, terutama untuk hal-hal yang bersifat mendesak. Dengan demikian, komunikasi antara kepala madrasah dan guru dapat terjalin secara intensif dan berkesinambungan. Pendekatan komunikasi yang beragam ini menunjukkan bahwa kepala madrasah di MIN 28 Pidie memiliki kesadaran akan pentingnya komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai AuModel Komunikasi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIN 28 Pidie. Ay Penelitian ini diharapkan dapat mengkaji secara komprehensif bagaimana pola komunikasi yang diterapkan oleh kepala madrasah Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah serta bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas kinerja guru. Dengan memahami model komunikasi yang efektif, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan di madrasah. METODE Penelitian ini dilaksanakan di MIN 28 Pidie dengan menggunakan pendekatan Pendekatan ini dipilih karena peneliti ingin memahami secara mendalam fenomena yang terjadi di lingkungan madrasah, khususnya yang berkaitan dengan proses dan praktik pendidikan(Fatmawati et al. , 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan akurat kondisi, situasi, serta faktafakta yang ditemukan di lapangan tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel yang Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan Subjek penelitian meliputi kepala madrasah dan para guru di MIN 28 Pidie yang berperan penting dalam memberikan informasi terkait pelaksanaan kegiatan pendidikan di madrasah tersebut. (Andila & Nasution, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Dasar Komunikasi Kepala Madrasah Pengertian Komunikasi Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communis dan bahasa Inggris common yang berarti AusamaAy. Makna tersebut menunjukkan bahwa komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan pemahaman antara pihak-pihak yang terlibat mengenai suatu pesan atau informasi yang disampaikan. Dengan demikian, komunikasi merupakan proses yang bertujuan untuk membangun kesamaan makna, sikap, dan persepsi antara komunikator dan komunikan. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah Dalam konteks organisasi pendidikan, komunikasi memiliki peran yang sangat Ibrahim dan Mahmoud menyatakan bahwa komunikasi merupakan kebutuhan mendasar dalam mengoordinasikan sebagian besar kegiatan, khususnya di lembaga Melalui komunikasi yang efektif, kerja sama antarunsur pendidikan dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan lembaga pendidikan dapat dicapai secara optimal. Oleh karena itu, komunikasi menjadi instrumen strategis dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. (Ritonga, 2. Handoko mendefinisikan komunikasi sebagai proses pemindahan informasi atau pengertian yang berbentuk gagasan dari seseorang kepada orang lain. Dalam praktik kepemimpinan kepala madrasah, setiap program dan kebijakan yang telah dirancang harus dikomunikasikan secara jelas kepada guru agar dapat dipahami dan dilaksanakan secara efektif demi tercapainya tujuan pendidikan. Tujuan KomunikasiTujuan komunikasi berkaitan erat dengan kualitas keseluruhan proses komunikasi itu sendiri. Gordon menyatakan bahwa tujuan komunikasi mencakup aspek motivasi yang tercermin dalam seluruh perilaku komunikasi manusia. Artinya, komunikasi tidak hanya bertujuan menyampaikan pesan, tetapi juga memengaruhi sikap dan tindakan penerima pesan. Secara umum, tujuan utama komunikasi meliputi upaya memengaruhi, menumbuhkan empati, menyampaikan informasi, dan menarik perhatian. Secara lebih spesifik, tujuan komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu mengubah sikap . ttitude chang. , mengubah opini . pinion chang. , dan mengubah perilaku . ehavior Ketiga tujuan tersebut sangat relevan dalam konteks kepemimpinan kepala madrasah dalam membina dan meningkatkan kinerja guru. Selain itu, komunikasi juga berfungsi untuk mempermudah interaksi Melalui komunikasi yang efektif, ide, pikiran, dan gagasan dapat disampaikan secara jelas, memungkinkan terjadinya pemahaman terhadap orang lain, serta mendorong individu untuk melakukan tindakan tertentu sesuai dengan tujuan yang telah (Herman, 2. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah Strategi Komunikasi Strategi pada dasarnya merupakan kombinasi antara perencanaan . dan pengelolaan . yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks komunikasi, strategi komunikasi berfungsi sebagai panduan perencanaan dan pengelolaan proses komunikasi agar berjalan secara efektif dan efisien. Strategi komunikasi yang baik harus mampu menunjukkan langkah-langkah operasional yang dapat diterapkan secara praktis. Zamzami dan Wili Sahana menjelaskan bahwa strategi komunikasi merupakan proses perumusan untuk mengubah perilaku manusia dengan mengintegrasikan berbagai elemen komunikasi guna mencapai tujuan yang diharapkan oleh suatu lembaga atau Dalam lingkungan madrasah, strategi komunikasi kepala madrasah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja guru melalui pendekatan langsung, seperti rapat, diskusi, pemberian arahan, serta keteladanan. Suyanto mengemukakan bahwa penerapan strategi komunikasi yang efektif perlu memperhatikan beberapa aspek, yaitu komunikasi yang terstruktur, pelibatan anggota organisasi, penciptaan suasana komunikasi yang kondusif, serta adanya pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan. (Iflya & Hidayah, 2. Model Komunikasi Model komunikasi merupakan gambaran sederhana dari proses komunikasi yang menunjukkan hubungan antara komponen-komponen komunikasi. Steward L. Tubbs dan Sylvia Moss mengemukakan tiga model komunikasi yang relevan dalam komunikasi organisasi, yaitu komunikasi interpersonal, interaksional, dan transaksional Komunikasi interpersonal merupakan proses pertukaran informasi, pikiran, dan perasaan antara dua orang atau lebih yang berlangsung secara langsung maupun melalui Dalam konteks pendidikan, komunikasi interpersonal antara kepala madrasah dan guru sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, meningkatkan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah koordinasi, serta menciptakan pemahaman bersama dalam pelaksanaan tugas. (Sonedi et , 2. Model komunikasi interaksional menekankan komunikasi dua arah yang berlangsung secara timbal balik. Model ini banyak digunakan dalam media komunikasi modern dan menggambarkan adanya umpan balik yang berkesinambungan antara pengirim dan penerima pesan, sehingga efektivitas komunikasi dapat terjaga. Sementara itu, model komunikasi transaksional memandang komunikasi sebagai proses yang berlangsung secara simultan dan berkelanjutan, di mana setiap individu berperan sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Model ini menekankan bahwa seluruh perilaku manusia bersifat komunikatif dan hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan antarindividu. Pengertian Kepala Madrasah Kepala madrasah merupakan pemimpin tertinggi dalam suatu lembaga Asmani menyatakan bahwa madrasah adalah lembaga tempat berlangsungnya proses pemberian dan penerimaan pelajaran, sedangkan Yahya menjelaskan bahwa kepala madrasah adalah seorang guru yang diberi amanah untuk memimpin sekolah. Gary Yukl memandang kepemimpinan kepala madrasah sebagai proses memengaruhi anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, kepala madrasah dapat dipahami sebagai tenaga fungsional guru yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin serta mengelola proses pembelajaran dan interaksi antara guru dan peserta didik di madrasah. (Rambe et al. , 2. Kinerja Guru Kinerja guru merupakan indikator penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Supardi menjelaskan bahwa kinerja guru mencerminkan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Kinerja guru juga berkaitan dengan kemampuan menciptakan hubungan interpersonal yang baik, iklim sosio-emosional yang positif, serta pengelolaan kelas yang efektif dan efisien Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah Rachmawati menyatakan bahwa kinerja guru adalah kemampuan yang ditampilkan guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sementara itu. Maklassa dan Nurbaya mendefinisikan kinerja guru sebagai hasil kerja yang dicapai secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugas profesional, seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar. Usman menegaskan bahwa kinerja guru yang baik ditentukan oleh kemampuan kerja, motivasi yang tinggi, serta kapasitas dan kecakapan profesional. Kapasitas tersebut mencakup kemampuan, bakat, keterampilan, pengalaman, dan pemanfaatan teknologi yang mendukung pelaksanaan tugas guru secara optimal. (Irwan, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan seluruh pembahasan dan beberapa proses penganalisaan, dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut: Model komunikasi yang diterapkan kepala madrasah bersifat transaksional dan Dalam komunikasi transaksional, kepala madrasah menyampaikan informasi dengan jelas, dua arah, dan memperhatikan respon guru. Sedangkan dalam komunikasi transformasional, kepala madrasah berupaya membangun semangat kerja, memberikan motivasi, serta memberikan apresiasi terhadap kinerja guru. Hal ini terlihat dari briefing pagi, diskusi langsung, serta penggunaan media komunikasi Model komunikasi yang diterapkan ini dapat mencipatakan lingkungan kerja yang harmonis, partisipatif, dan mendukung profesionalisme guru. Peningkatan komunikasi kepala madrasah terhadap peningkatan kinerja guru dapat memberikan guru merasa lebih termotivasi, paham terhadap tugas dan tanggung jawab, serta guru terdorong untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Komunikasi yang baik menjadikan guru lebih disiplin, percaya diri, dan terbuka dalam menerima evaluasi maupun masukan. Hubungan profesional yang baik antara kepala madrasah dan guru Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Halimah Model Komunikasi Kepala Madrasah juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab serta kesadaran terhadap pentingnya kolaborasi demi peningkatan mutu pendidikan. Kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam menyampaikan informasi terhadap guru masih mengalami beberapa kendala yang mencakup perbedaan pendapat antara kepala madrasah dan guru dalam penentuan kebijakan, keterbatasan waktu yang membuat komunikasi tidak selalu dapat dilakukan secara tatap muka, serta masih rendahnya literasi teknologi pada sebagian guru dalam memanfaatkan media digital. DAFTAR PUSTAKA