The Role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Management Institution (Lazism. in Asahan and Medan in the Development of Islamic Education for MTS and MA Students Rudi Erdianto Universitas Islam Negeri Sumatera Utara rudierdianto619@gmail. Haidir Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Haidir@uinsu. AAli Imran Sinaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Corresponding Author: Rudi Erdianto Article history: Received: April 23, 2024 | Revised: June 30, 2025 | Available Online: July 21, 2025 Abstract This study uses a qualitative approach to gain an in-depth understanding of the role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Institution (LAZISMU) in Asahan and Medan in supporting the development of Islamic education for students of Madrasah Tsanawiyah (MT. and Madrasah Aliyah (MA). Data was collected through nonparticipatory observation, in-depth interviews with key informants (LAZISMU chairperson, school principals, teachers, and beneficiary student. , and documentary studies of program reports and institutional archives. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, with validity testing through source triangulation, member checking techniques, and referential adequacy. The research findings indicate that LAZISMU's educational programs, such as the Mentari Scholarship. Sang Surya Scholarship, and School Kit, significantly contribute to improving access to and the sustainability of education for students from underprivileged These programs reduce the risk of school dropout and enhance students' motivation to learn and their engagement in school. LAZISMU's transformative approach through Islamic development activities, such as Qur'an memorization. Ramadan boarding schools, and spiritual training, further strengthens the formation of religious character and discipline among students. These findings indicate that professionally managed zakat not only functions as charitable assistance but also as an instrument for sustainable and valuebased educational development. This study provides empirical contributions to the discourse on Islamic philanthropy by emphasizing the importance of value-based philanthropy in shaping intellectually and spiritually superior Muslim generations at the local level. Keywords: LAZISMU. Islamic philanthropy. MTs and MA Copyright: A 2025. The authors. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Peran Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (Lazism. Asahan dan Medan dalam Pengembangan Pendidikan Islam Bagi Siswa MTS dan MA Abstrak Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam peran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) di Asahan dan Medan dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MT. dan Madrasah Aliyah (MA). Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci . etua LAZISMU, kepala sekolah, guru, dan siswa penerima manfaa. , serta studi dokumentasi atas laporan program dan arsip kelembagaan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan pengujian validitas melalui triangulasi sumber, teknik member checking, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan LAZISMU, seperti Beasiswa Mentari. Beasiswa Sang Surya, dan School Kit, secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan akses dan keberlanjutan pendidikan bagi siswa dari keluarga pra-sejahtera. Program ini tidak hanya mengurangi risiko putus sekolah, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan keterlibatan siswa. Pendekatan transformatif LAZISMU melalui kegiatan pembinaan keislaman, seperti tahfidzul QurAoan. Pesantren Ramadan, dan pelatihan spiritual, turut memperkuat pembentukan karakter religius dan disiplin siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa zakat yang dikelola secara profesional tidak hanya berfungsi sebagai bantuan karitatif, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap wacana filantropi Islam dengan menekankan pentingnya model value-based philanthropy dalam membentuk generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual di tingkat lokal. Kata Kunci: LAZISMU. filantropi Islam. MTs dan MA. Rudi Erdianto dkk. The Role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Management Institution (Lazism. in Asahan and Medan in the Development of Islamic Education for MTS and MA Students Pendahuluan Dalam satu dekade terakhir, pendidikan Islam di Indonesia terus bergulat dengan tantangan struktural dan sistemik, khususnya terkait aksesibilitas, kualitas pendidikan, dan keberlanjutan pendanaan. 1 Madrasah, sebagai institusi pendidikan Islam formal, seringkali menjadi pilihan utama bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, masyarakat di wilayah pedesaan, serta mereka yang berasal dari latar belakang sosialekonomi dan pendidikan orang tua yang terbatas. 2 Kondisi ini menjadikan madrasah sebagai elemen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Muslim, sekaligus sebagai lembaga yang rentan secara kelembagaan akibat keterbatasan sumber daya. Sementara itu. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun Baznas, 2022. 4 Namun, potensi ini belum tergarap secara optimal, mengingat realisasi penghimpunan zakat baru mencapai sekitar 3,5% dari estimasi tersebut. Kesenjangan yang mencolok antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat tersebut mencerminkan lemahnya ekosistem filantropi Islam, terutama dalam mendukung pembiayaan pendidikan Islam secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peran strategis lembaga pengelola zakat dalam memperkuat dan membiayai sektor pendidikan menjadi krusial untuk ditinjau dan dioptimalkan dalam kerangka pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Konsep filantropi Islam telah berkembang tidak hanya sebagai instrumen karitatif, tetapi juga sebagai kekuatan sosial-transformasional. Menurut Fauzia, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bila dikelola secara produktif dan strategis dapat menjadi third stream dalam pembiayaan pendidikan, melengkapi alokasi dari negara dan sektor privat. Pendapat senada dikemukakan oleh Ummi Ibrahim Atah, yang menyatakan bahwa Iqbal Arraniri et al. Tantangan Pendidikan Indonesia Di Masa Depan (Penerbit Insania, 2. M Niaz Asadullah and Maliki. AuMadrasah for Girls and Private School for Boys? The Determinants of School Type Choice in Rural and Urban Indonesia,Ay International Journal of Educational Development 62 . : 96Ae111, https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. M Ihsan Dacholfany. AuInisiasi Strategi Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia Islami Di Indonesia Dalam Menghadapi Era Globalisasi,Ay At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam 1, no. Baznas. AuLaporan Indeks Zakat Nasional 2022Ay (Badan Amil Zakat Nasional, 2. , https://baznas. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. AuPerkuat Pengelolaan Zakat. Dorong Ekonomi UmatAy (Kementerian Keuangan RI, 2. , https://opini. id/article/read/perkuat-pengelolaan-zakatdorong-ekonomi-umat. Amelia Fauzia. Faith and the State: A History of Islamic Philanthropy in Indonesia, vol. 1 (Brill, 2. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 lembaga zakat harus menjalankan fungsi ganda: sebagai penghimpun dana dan sebagai agen pembangunan berkelanjutan. Meskipun Lazismu telah memiliki berbagai program unggulan di bidang pendidikan seperti Beasiswa Mentari dan insentif guru honorer, masih terdapat disparitas dalam optimalisasi program di wilayah-wilayah tertentu. 8 Wilayah Asahan dan Medan, sebagai contoh, memiliki jumlah madrasah yang cukup tinggi namun masih menghadapi kendala akses pendidikan bagi kelompok miskin. Belum optimalnya distribusi dana zakat dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap peran Lazismu menyebabkan minimnya partisipasi publik dalam pengumpulan dana. 9 Oleh karena itu, diperlukan penelitian Lazismu pengembangan pendidikan Islam, khususnya di dua wilayah tersebut. Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas kontribusi lembaga zakat terhadap pendidikan Islam. Pertama. Arif Maftuhin, dalam bukunya Filantropi Pendidikan Islam menekankan bahwa zakat dapat dijadikan pilar pembiayaan pendidikan alternatif yang berkelanjutan. 10 Kedua. Milana Abdillah Subarkah, menelaah filantropi zakat dalam mendukung pendidikan madrasah dan menemukan bahwa efektivitas sangat tergantung pada tata kelola dan transparansi lembaga zakat. 11 Ketiga. Azaki Khoirudin, dalam studi mereka tentang Lazismu di Jawa Timur menemukan bahwa pemberdayaan pendidikan lewat ZIS berkontribusi terhadap kesalehan sosial siswa, namun distribusinya masih terpusat di wilayah perkotaan. 12 Keempat. Anggoro Sugeng, menganalisis strategi penghimpunan zakat digital oleh Lazismu, tetapi belum mengaitkan langsung dengan sektor pendidikan. 13 Kelima. Tanzila Arifah Putri, meneliti hubungan antara ZIS dan Ummi Ibrahim Atah. Wafa Mohammed Ali Nasr, and Mustafa Omar Mohammed. AuThe Role of Zakat as an Islamic Social Finance towards Achieving Sustainable Development Goals: A Case Study of Northern Nigeria,Ay in E-Proceedings of the Global Conference On Islamic Economics And Finance, 2018. Indah Firdanilla AAoyun and Taufiqur Rahman. AuRisk Management for the Distribution of Zakat. Infaq, and Shadaqah (ZIS) Funds on the Mentari Scholarship Programme at Zakat Center LAZISMU Gresik,Ay AlAmwal: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan SyariAoah 16, no. : 160Ae77. Wan Zulkarnain and Alim Murtani. AuAnalisis Implementasi Penyaluran Dana Zis Untuk Beasiswa Pendidikan (Studi Kasus: Lazismu Meda. ,Ay JURNAL ECONOMIC ALTERNATIVE 2, no. : 11Ae Arif Maftuhin. Filantropi Islam: Teori Dan Praktik (Magnum Pustaka, 2. Milana Abdillah Subarkah and Ety Kurniyati. AuImplementasi Sikap Kesalehan Spiritual Dan Sosial Pada Mata Kuliah Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan,Ay Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan 3, no. Azaki Khoirudin. AuMuhammadiyah Dan Pemberdayaan Masyarakat: Habitus. Modal. Dan Arena,Ay Dialog 42, no. : 165Ae84. Anggoro Sugeng et al. AuIndonesiaAos Zakat Transformation in the Digital Era: Opportunities and Challenges,Ay Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy 2, no. : 15Ae22. Rudi Erdianto dkk. The Role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Management Institution (Lazism. in Asahan and Medan in the Development of Islamic Education for MTS and MA Students pengembangan kapasitas guru madrasah, namun ruang lingkupnya masih terbatas pada persepsi penerima manfaat. 14 Kritik terhadap studi-studi tersebut terletak pada pendekatan yang kurang komprehensif dan cenderung deskriptif, belum menyentuh dimensi strategis-transformasional dari peran Lazismu secara regional dan spesifik Berbeda dengan studi umum sebelumnya atau yang berfokus pada Jawa dan Jabodetabek, studi ini berfokus pada peran Lazisme di wilayah Asahan dan Medan, yang hingga kini masih minim mendapat perhatian akademis. Studi ini tidak hanya mengkaji distribusi dana, tetapi juga hubungan antara program-program Lazisme dan peningkatan mutu pendidikan di madrasah, termasuk pendampingan siswa, dukungan bagi guru honorer, dan efektivitas program unggulan dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan Islam. Fokus pada konteks lokal ini krusial, karena keberhasilan filantropi sangat bergantung pada pemahaman kondisi sosial budaya setempat. Oleh karena itu, studi ini menyajikan pendekatan-pendekatan baru, baik secara geografis maupun melalui pendekatan analitis berbasis evaluasi yang berorientasi pada dampak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan analisis mendalam tentang kontribusi lembaga Zakat. Infaq, dan Shadaqah (Lazism. Muhammadiyah di wilayah Asahan dan Medan terhadap pengembangan pendidikan Islam untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Secara teoritis, penelitian ini akan memperkaya literatur tentang filantropi Islam berbasis pendidikan dalam konteks lokal yang spesifik. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pembuat kebijakan di Lazisme tentang cara meningkatkan strategi penyaluran dan pengelolaan program pendidikan berbasis ZIS dan akan menjadi referensi bagi madrasah dalam membangun kemitraan yang lebih strategis dengan lembaga zakat. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan Islam untuk mencapai pengembangan sumber daya manusia yang lebih baik dan merata. Tanzila Arifah Putri and Marliyah Marliyah. AuAnalysis of ZIS Fund Management in the Madrasa Teacher Care Program for Minority Regions of North Sumatra in Baznas. North Sumatra Province,Ay Jurnal Akuntansi. Manajemen Dan Bisnis Digital 1, no. : 49Ae52. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif15 yang bertujuan untuk memahami secara mendalam peran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Asahan dan Medan dalam pengembangan pendidikan Islam bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MT. dan Madrasah Aliyah (MA). Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menangkap realitas sosial sebagaimana adanya melalui interaksi langsung dengan subjek dan konteks penelitian. Fokus utama penelitian ini adalah pada dinamika implementasi program pendidikan LAZISMU, termasuk beasiswa, insentif guru, serta bentuk dukungan non-finansial lainnya. Peneliti menjadi instrumen utama dalam proses eksplorasi data, didukung oleh instrumen bantu berupa pedoman observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama: observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan secara sistematis di kantor LAZISMU dan sekolah mitra untuk mengamati aktivitas pemberdayaan pendidikan secara langsung. Wawancara dilakukan dengan informan kunci seperti Ketua LAZISMU, kepala sekolah, guru, dan siswa penerima manfaat untuk menggali persepsi, pengalaman, dan praktik yang berkaitan dengan program pendidikan. Sementara itu, studi dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekunder seperti laporan tahunan, profil lembaga, dan publikasi program. Lokasi penelitian dipusatkan di dua wilayah strategis, yakni LAZISMU Asahan dan Medan, yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterkaitan langsung dengan fokus isu serta potensi konteks lokal yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan interaktif model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. 16 Validitas dan reliabilitas data diuji melalui triangulasi sumber, teknik member checking, dan kecukupan referensial. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumen institusi untuk memastikan konsistensi data. Teknik member checking dilakukan dengan meminta informan memverifikasi transkrip dan interpretasi awal temuan. Sedangkan kecukupan referensial dilakukan dengan mencocokkan temuan dengan literatur akademik dan laporan resmi yang relevan. Melalui pendekatan ini, diharapkan penelitian menghasilkan data yang Sugiyono. Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D, ed. Alfabeta (Bandung, 2. Matthew B. Miles. Michael Huberman, and Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Washington: SAGE Publications, 2. Rudi Erdianto dkk. The Role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Management Institution (Lazism. in Asahan and Medan in the Development of Islamic Education for MTS and MA Students kredibel, bermakna, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dalam menggambarkan kontribusi nyata LAZISMU terhadap pengembangan pendidikan Islam. Implementasi Program Pendidikan oleh LAZISMU Asahan dan Medan Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU Asahan dan Medan secara aktif melaksanakan program-program strategis yang ditujukan untuk mendukung pendidikan siswa dari keluarga pra-sejahtera di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MT. dan Madrasah Aliyah (MA). Program unggulan seperti Beasiswa Mentari. Beasiswa Sang Surya, dan School Kit terbukti sangat membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, mulai dari uang saku sekolah hingga perlengkapan belajar. Data dokumentasi LAZISMU mencatat lebih dari 70 siswa dari lima madrasah di Medan dan Asahan telah menerima bantuan ini dalam dua tahun terakhir. Dukungan tersebut secara signifikan menekan angka siswa berisiko putus sekolah dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah salah satu MA Muhammadiyah di Medan menyatakan: AuAnak-anak yang semula terancam putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu, sekarang bisa lanjut belajar karena ada bantuan dari LAZISMU. Beasiswa ini sangat membantu kami menjaga keberlangsungan pendidikan mereka. Ay (Wawancara, 12 Mei 2. Hal senada disampaikan oleh seorang guru MTs Muhammadiyah Asahan, yang menekankan aspek psikologis dari bantuan tersebut: AuSebelum ada program ini, banyak siswa yang tidak punya seragam atau perlengkapan belajar. Setelah dapat school kit, mereka lebih semangat datang ke sekolah dan jadi lebih percaya diri. Ay (Wawancara, 14 Mei 2. Pembinaan Keislaman dan Penguatan Karakter Siswa Selain dukungan material, program LAZISMU juga mengintegrasikan pembinaan keislaman melalui kegiatan seperti Pesantren Ramadan, tahfidzul QurAoan, bimbingan tahsin, dan pelatihan motivasi Islami. Temuan lapangan menunjukkan bahwa pendekatan ini mendorong peningkatan kedisiplinan, religiusitas, serta kesadaran spiritual siswa. Ketua LAZISMU Asahan menjelaskan bahwa pendekatan mereka memang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif: AuAnak-anak penerima beasiswa tidak hanya dibantu secara materi, tapi juga dibina dari sisi keislamannya. Ada pelatihan tahfidz dan pembinaan rohani. Ini yang membedakan dengan bantuan pendidikan lainnya. Ay (Wawancara, 17 Mei 2. Kesan tersebut juga dirasakan langsung oleh siswa penerima manfaat: FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 AuSaya jadi lebih rajin salat dan ikut pengajian. Kalau dulu, saya suka bolos. Sekarang, saya merasa bertanggung jawab karena sudah dibantu oleh LAZISMU. Ay (Wawancara siswa, 15 Mei 2. Program berbasis nilai ini menunjukkan bahwa filantropi Islam tidak hanya bertujuan meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter Islami yang berkesinambungan. Pola Kolaborasi dan Mekanisme Penyaluran Program Keberhasilan pelaksanaan program LAZISMU sangat bergantung pada keterlibatan aktif sekolah dan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Setiap bantuan pendidikan didistribusikan melalui proses verifikasi yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan tim relawan LAZISMU. Pendekatan ini menjaga akuntabilitas program dan memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan. Salah satu wakil kepala sekolah MTs Muhammadiyah Asahan menyatakan: AuSetiap bantuan yang disalurkan selalu didiskusikan bersama. Kami dari pihak sekolah ikut serta dalam verifikasi data siswa, jadi distribusi bantuan lebih tepat Ay (Wawancara, 13 Mei 2. Staf LAZISMU wilayah Medan juga menegaskan pentingnya mekanisme monitoring dan keterlibatan lintas aktor: AuKami tidak hanya memberi bantuan, tapi juga ingin tahu dampaknya. Maka, kami turun langsung ke lapangan dan menerima laporan dari sekolah secara rutin. Ay (Wawancara, 16 Mei 2. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa LAZISMU telah membangun ekosistem pengelolaan zakat pendidikan yang profesional, transparan, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. LAZISMU dan Transformasi Peran Filantropi Islam dalam Pendidikan Hasil penelitian ini mengungkap bahwa LAZISMU telah memainkan peran signifikan dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam melalui program-program strategis yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Program seperti Beasiswa Mentari dan Sang Surya tidak hanya memberikan bantuan finansial kepada siswa dari keluarga prasejahtera, tetapi juga memfasilitasi terbentuknya karakter keislaman melalui aktivitas spiritual seperti pelatihan tahfidz dan Pesantren Ramadan. Temuan ini menunjukkan bahwa filantropi Islam, dalam bentuk zakat yang dikelola secara profesional oleh LAZISMU, telah menjangkau aspek pendidikan secara lebih Rudi Erdianto dkk. The Role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Management Institution (Lazism. in Asahan and Medan in the Development of Islamic Education for MTS and MA Students substansial dan tidak terbatas pada bantuan karitatif semata. Ini sejalan dengan model transformatif filantropi Islam sebagaimana dijelaskan oleh Rafia Khader, yang memandang zakat bukan hanya sebagai mekanisme redistribusi kekayaan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial dan pendidikan. Lebih lanjut, mekanisme pelaksanaan program LAZISMU menunjukkan adanya koordinasi lintas institusi antara LAZISMU, madrasah, dan aktor komunitas lokal. Kegiatan ini melibatkan pendataan siswa mustahik, verifikasi kondisi ekonomi, penyaluran bantuan, hingga pelaporan dan evaluasi. 18 Prosedur ini mencerminkan prinsip accountability dan transparency dalam tata kelola zakat, sebagaimana disarankan oleh Irman Firmansyah, dalam teorinya mengenai penguatan sistem zakat berbasis tata kelola yang akuntabel. 19 Selain itu, keberhasilan kolaborasi LAZISMU dengan sekolah menegaskan efektivitas pendekatan community-based philanthropy dalam konteks pendidikan, sebagaimana dikaji oleh Mukhlishin dalam studi mereka tentang lembaga zakat di Malaysia. Turki dan Indonesia. Temuan penting penelitian ini bahwa program-program LAZISMU tidak hanya berdampak secara finansial, melainkan juga berkontribusi pada peningkatan religiusitas siswa, motivasi belajar, dan semangat berprestasi. Siswa penerima beasiswa menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan, serta mengalami peningkatan kedisiplinan dan hasil belajar. Hal ini memperkuat argumen dari Muhammad Yusuf Haldi, yang menyatakan bahwa program zakat yang terintegrasi dengan pendidikan Islam berpotensi memperkuat pembentukan akhlak al-karimah dan kesalehan sosial di kalangan 21 Bahkan, dalam konteks ini, zakat berfungsi sebagai alat pembangunan karakter yang komprehensif. Dengan demikian, pendekatan LAZISMU dapat dikategorikan Rafia Khader. AuFaith and the State: A History of Islamic Philanthropy in Indonesia,Ay Journal of Muslim Philanthropy & Civil Society 1, no. Hani Tahliani. AuContribution of Good Governance Principles to Strengthening Zakat Management in Indonesia: Confirmatory Factor Analysis,Ay International Journal of Zakat 3, no. : 39Ae54. Irman Firmansyah and Abrista Devi. AuThe Implementation Strategies of Good Corporate Governance for Zakat Institutions in Indonesia,Ay International Journal of Zakat 2, no. : 85Ae97. Mukhlishin Mukhlishin et al. AuZakat Maal Management and Regulation Practices: Evidence from Malaysia. Turki and Indonesia,Ay Journal of Human Rights. Culture and Legal System 4, no. : 569Ae Muhammad Yusuf Haldi and Muhammad Saleh. AuManajemen Pengelolaan Zakat Dalam Pemberdayaan Umat Melalui Program Beasiswa Pendidikan Pada BAZNAS Langkat,Ay Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah 3, no. : 1071Ae86. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 sebagai value-based philanthropy, di mana distribusi zakat dirancang untuk membentuk generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual. Kontribusi utama dari penelitian ini terhadap literatur sebelumnya adalah pada level implementasi lokal dan dampak nyata yang dirasakan oleh penerima manfaat, khususnya di wilayah yang secara geografis dan ekonomi cukup menantang seperti Asahan dan Medan. Sebagian besar studi sebelumnya berfokus pada tataran konseptual dan kebijakan nasional, sementara kajian ini memberikan bukti empiris mengenai bagaimana ekosistem zakat dapat berfungsi secara efektif di level akar rumput. Dengan mengintegrasikan bantuan ekonomi dan pembinaan spiritual, pendekatan LAZISMU memberikan model ideal bagi filantropi Islam berbasis pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan dan Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi program pendidikan oleh LAZISMU di Asahan dan Medan menunjukkan efektivitas nyata dalam menjawab kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga pra-sejahtera. Program seperti Beasiswa Mentari. Sang Surya, dan School Kit bukan hanya berhasil menekan angka putus sekolah, tetapi juga meningkatkan partisipasi dan semangat belajar siswa. Pendekatan kolaboratif dengan pihak sekolah dan mekanisme distribusi berbasis verifikasi kebutuhan menjadikan program ini tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Lebih dari itu, keterlibatan guru dan relawan memperkuat integrasi program dalam sistem pendidikan formal, menjadikan bantuan lebih dari sekadar kegiatan karitatif semata. Selain dukungan material, pendekatan transformatif yang diterapkan LAZISMU melalui pembinaan keislaman dan penguatan karakter siswa menjadikan program ini berorientasi jangka panjang. Kegiatan seperti tahfidz. Pesantren Ramadan, dan pelatihan spiritual mendorong terbentuknya karakter religius dan disiplin di kalangan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa zakat yang dikelola secara profesional dapat berfungsi sebagai instrumen pembangunan sosial dan pendidikan yang holistik. Kontribusi penelitian ini memperkaya literatur filantropi Islam dengan menghadirkan bukti empiris dari level implementasi lokal, serta merekomendasikan model zakat berbasis nilai . alue- Tomasz R Smus. AuPhilanthropy as a Strategy of Value Based Management,Ay Economic and Environmental Studies, no. : 189Ae202. Rudi Erdianto dkk. The Role of the Muhammadiyah Zakat. Infaq, and Shadaqah Management Institution (Lazism. in Asahan and Medan in the Development of Islamic Education for MTS and MA Students based philanthrop. sebagai pendekatan ideal dalam membangun generasi Muslim yang unggul secara intelektual dan spiritual. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Bibliography