Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 PENDAMPINGAN PENGELOLAAN USAHA UMKM AuOMAH CHIRENG SALATIGAAy Risalah Kusuma1. Yuke Yuliyanti2. Indah Suci3. Nita Dwiyana4. Alya Kiki5. Eka Fitriyani6. Elmayana Rumambo7. Ully Haongap8. Maria Entina Puspita9 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA Salatiga Penulis Korespondensi: Maria Entina Puspita . ariaentina@stieama. ABSTRAK Keberadaan dan kelangsungan hidup UMKM tidak terlepas dari bagaimana UMKM mampu menjalankan atau mengelola usahanya. Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan suatu usaha terencana untuk mengubah kondisi ekonomi masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik. Pendampingan pengelolaan usaha pada pelaku UMKM menjadi salah satu bentuk kegiatan dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat mitra UMKM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pengelolaan usaha pada salah satu usaha kecil AuOmah Chireng SalatigaAy di Kauman Sidorejo Salatiga. Pendampingan meliputi manajemen produksi, pemasaran serta pengelolaan keuangan sederhana hingga pelaporan pajak UMKM. Mitra pengabdian ini adalah UMKM Omah Chireng Salatiga. Kegiatan pendampingan pengelolaan usaha dirancang dan disusun sederhana agar mudah dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan mitra, serta dapat membantu pelaku usaha dengan pendekatan kolaboratif melalui solusi berbasis kebutuhan mitra. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan solusi terhadap kendala yang mitra alami dalam pengelolaan usaha mulai produksi hingga pencatatan keuangan yang lebih baik. Secara keseluruhan, program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku usaha dari segi keterampilan, ekonomi, maupun pengembangan usaha. Adanya peningkatan penjualan, efisien waktu produksi serta peningkatan pengetahuan baru yang diperoleh mitra diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Kata Kunci : Pendampingan. Pengelolaan Usaha. Pelaporan Pajak. UMKM. PENDAHULUAN saha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memberikan manfaat usaha yang cukup besar bagi perekonomian . UMKM juga berkontribusi penting dalam pembangunan nasional. Saat ini UMKM merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomian di Indonesia. UMKM yang ada di Indonesia tentu harus dikelola dengan baik supaya potensi yang ada bisa tumbuh dan berkembang secara Beberapa masalah ekonomi dan sosial seperti pendapatan, pengangguran, urbanisasi, maupun ketidakmerataan pembangunan berkaitan dengan negara Indonesia yang merupakan negara Keberadaan UMKM ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi ketimpangan pendapatan antar kelompok masyarakat, mengatasi permasalahan kemiskinan, serta membuka peluang kerja melalui penyediaan lapangan pekerjaan . Keberadaan dan kelangsungan hidup UMKM tidak terlepas dari bagaimana UMKM mampu menjalankan atau mengelola usahanya . Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mengubah kondisi ekonmi masyarakat, baik secara individu mapun kelompok, untuk mengatasi masalah terkait. Dengan adanya pemberdayaan pada ekonomi masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik . Pendampingan pengelolaan usaha pada pelaku usaha kecil dan UMKM sebelumnya pernah dilakukan oleh beberapa peneliti di sepanjang tahun 2020 sampai 2024 dengan melakukan pendampingan dalam pengelolaan usaha . baik dalam aspek Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 produksi, distribusi pemasaran produk hingga sisi pencatatan atau pembukuan sederhana . sebagai bentuk kegiatan dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat mitra UMKM yang dibina . Hasil penelitian menunjukkan mitra UMKM masih banyak yang mengalami kesulitan dalam pengembangan usahanya, bahkan pelaku usaha masih secara tradisional menggunakan ingatan mereka dengan tidak memiliki pencatatan keuangan usaha yang baik, akhirnya berapa laba dan keuntungan usaha tidak diketahui secara pasti. Inilah yang membuat UMKM menjadi sulit berkembang karena banyak pelaku usaha yang tidak melakukan tahapan penting dalam setiap proses usaha yang dijalankannya. Kampus sebagai wadah proses pembelajaran bagi mahasiswa mempunyai visi dan misi yang sama dalam pendampingan dan edukasi pengelolaan usaha kecil dan UMKM. Kampus berkolaborasi dengan mitra-mitra UMKM pendampingan, edukasi dan sosialisasi terkait kelanjutan usaha mereka. Dalam hal ini. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA Salatiga menjadikan kegiatan ini menjadi satu rangkaian proses pembelajaran bagi mahasiswa akuntansi melalui Kegiatan Kuliah Praktik Pemberdayaan Masyarakat (KPPM). KPPM dilaksanakan secara terpadu dengan berorientasi pada kajian wilayah tertentu menjadi obyek atau sasaran dengan menitikberatkan pada pengembangan kewirausahaan serta pengembangan usaha kecil menengah mikro, dilaksanakan dengan terencana, terpadu dan berkelanjutan serta mampu menjelaskan dan menjawab permasalahan yang terjadi dalam setiap pelaku usaha yang dikunjungi. Dalam kegiatan Kuliah Praktek Pemberdayaan Masyarakat (KPPM). Tim kelompok 2 Non Reguler S1 Akuntansi akan melakukan kegiatan pada Usaha UMKM "Omah Chireng Salatiga" yang berada di Kauman RT3 RW2 Sidorejo Salatiga. UMKM "Omah Chireng Salatiga" ini merupakan industri kecil rumah tangga atau home industry yang mengolah produk olahan makanan ringan dari olahan singkong, tepung tapioka dan ubi. UMKM "Omah Chireng Salatiga" didirikan oleh Ibu Sukaesi pada tahun 2019 dan saat ini mempekerjakan dua orang karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar tempat usaha. Usaha ini membuat berbagai produk makanan yang terbuat dari bahan baku tepung tapioka dan singkong maupun ubi, dengan berbagai jenis varian produk dalam kemasan siap olah . untuk dijual kepada konsumen. UMKM Omah Chireng untuk satu kali proses produksi dapat mengolah sekitar 50 kilogram singkong pilihan yang kemudian diproses menjadi berbagai produk olahan pangan. Usaha ini terus berjalan hingga saat ini, walaupun masih terdapat beberapa kendala dalam kegiatan operasionalnya salah satunya yaitu terbatasnya jumlah karyawan dalam proses produksinya sehingga kegiatan produksi belum maksimal. Pada proses pembuatan chireng, gemblong, ubi lumer dan produk lainnya memakan waktu yang cukup lama, sehingga dalam sehari hanya dapat membuat satu jenis produk saja. Apabila terdapat pesanan dalam jumlah besar, kedua karyawan akan bekerja dari pukul 07. 00 hingga 16. 00 WIB guna memastikan seluruh pesanan dapat diselesaikan tepat Kendala lain yang dihadapi adalah pada aspek penyimpanan produk beku . rozen foo. Seluruh produk harus disimpan dalam lemari pendingin atau freezer untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan produk. Pengantaran pesanan dilakukan secara fleksibel. jika jumlah pesanan besar, pengiriman dilakukan langsung oleh pemilik usaha, sedangkan untuk jumlah kecil, pelanggan dapat mengambil pesanan secara mandiri. Kendala lain terletak pada proses pemasaran. Produk yang dijual berupa makanan beku memerlukan suhu dingin selama proses distribusi. Hal ini menjadi tantangan apabila pelanggan meminta pengiriman melalui jasa ekspedisi, karena produk berisiko mengalami kerusakan atau basi selama pengiriman. Oleh karena itu, hingga saat ini pemilik UMKM Omah Chireng belum memasarkan produknya ke luar kota. Tidak hanya itu, bagian pemasaran juga terkendala karena tidak adanya bagian marketing. Selama ini owner sendiri yang mengelola penjualannya . Hal ini berdampak pada akun instagram omah chireng sendiri karena dari owner merasa tidak up to date dan tidak kreatif dalam pembuatan konten untuk sosial media dan promosi. Masalah terkait dengan promosi terjadi karena hanya mengandalkan direct promotion yaitu mengandalkan wort of mount. Solusi yang dapat dilakukan yaitu memperluas jaringan serta memanfaatkan jaringan media sosial . Pemasaran yang tidak maksimal menyebabkan pendapatan yang diperoleh kecil, sehingga kesejahteraan yang dirasakan oleh pelaku UMKM rendah . Masalah terkait dengan manajemen keuangan dan admistrasi keuangan serta akuntansi . Tidak dicatatanya transaksi secara rutin ketika terjadi transaksi penjualan atau pembelian sehingga tidak tahu berapa pendapatan usaha yang diperoleh pemilik usaha secara periodik . Adanya kesulitan dalam pelaporan perpajakan tiap tahunnya, termasuk dalam hal pengisian Surat Pemberitahuan atau SPT Memberikan pemahaman pentingnya pencatatan pada setiap adanya transaksi keuangan, serta pendampingan dalam pencatatan transaksi Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 keuangan secara sederhana merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut . METODE Adapun metode kegiatan yang kami terapkan dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi: Identifikasi masalah: Tim melakukan survei dan observasi awal untuk mengetahui fenomena. kendala atau permasalahan yang ada pada UMKM Identifikasi masalah dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan Pelaku usaha untuk menggali informasi lebih spesifik terkait perjalanan usaha yang selama ini sudah dikelola. Pelatihan: Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa membantu pemilik usaha dalam bentuk pelatihan sederhana secara rutin, memebrikan pelatihan penggunaan media sosial sebagai pemasaran produk secara online, serta pelatihan bagi pemilik usaha untuk masuk ke portal DPJ Online untuk pelaporan usaha melalui SPT. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan selama 2 . bulan yaitu pada bulan Januari dan Februari 2025. Pendampingan dan Evaluasi: Tim melakukan pendampingan dalam aktivitas pelaku usaha, baik mendampingi dalam proses produksi, proses pembuatan foto-foto produk, membuat konten pengisian foam SPT Tahunan untuk pelaporan pajak UMKM. Keberlanjutan Program: Tim secara kontinu melakukan visitasi atau kunjungan ke UMKM untuk melihat setiap proses dan tahapan yang sudah dilakukan pelaku usaha. Secara bertahap menganalisis hal-hal apa saja yang dianggap kurang untuk selanjutnya mendapatkan perbaikan. Diharapkan melalui kegiatan KPPM ini. Pelaku usaha sudah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang usaha yang mereka jalankan serta mengalami perkembangan usaha di masa yang akan datang. HASIL Dari hasil pengumpulan data yang sudah dilakukan melalui proses wawancara dan observasi yang bertempat di rumah produksi yang berada di Desa Kauman RT3 RW2 Sidorejo Salatiga, pihak Omah Chireng Salatiga menyambut kami dengan Dalam proses wawancara yang kami lakukan dengan pemilik usaha, kami mendapatkan beberapa kendala yang dihadapi oleh pemilik usaha dan selanjutnya menjadi program kerja tim kami,kendala tersebut meliputi : Desain dianggap masih kurang menarik, dan perlu didesain ulang. Media promosi kurang luas hanya dipasarkan secara offline . elum ada sosial media yang Banyaknya pesaing baru Perlu pemasangan mmt sebagai petunjuk arah menuju rumah produksi Pemilik usaha masih kesusahan atau masih kurang paham dalam mengisi SPT tahunan. Pelaksanaan kegiatan Sesi wawancara dan permohonan perizinan KPPM untuk mengidentifikasi kendala yang ada. Serta membantu produksi yang sedang dikerjakan pada hari itu yaitu memproduksi produk singkong keju. Gambar 1. Wawancara dengan pemilik usaha Omah Chireng Salatiga Melakukan kunjungan untuk melaksanakan program yang telah dirancang yaitu dengan mengukur MMT yang dibutuhkan untuk petunjuk arah ke rumah produksi, serta sebagai media promosi untuk pemasaran. Kami juga membantu proses produksi pengisian cireng ayam dan pembuatan cireng kriwil hingga melakukan pengemasan dengan menggunakan alat press untuk kemasan cireng kriwil, sedangkan cireng isi ayam dikemas menggunakan wadah berupa tepak. Selanjutnya kami melakukan sesi konsultasi mengenai pencatatan keuangan guna mengisi data pajak pada SPT Tahunan yang secara langsung didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Tim 2 yaitu Ibu Maria Entina Puspita. SE. Ak. Ak. CA. ACPA. ASEAN CPA. Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 Gambar 2. Konsultasi Pencatatan Keuangan kepercayaan konsumen akan produk yang dijual. Kami juga membuat desain stiker baru yang digunakan sebagai stiker dikemasan produk Omah Chireng. Desain dibuat dengan lebih lengkap dari sebelumnya yaitu dengan penambahan nama Instagram, logo halal, komposisi, cara penyajian, dan cara penyimpanan. Sembilan desain produk Omah Chireng Salatiga kami buat dengan lebih menarik untuk meningkatkan minat daya beli konsumen. Melaksanakan program kerja ketiga yaitu untuk meningkatkan penjualan pada usaha UMKM Omah Chireng Salatiga Tim 2 membuka pemesanan melalui sistem PO (Pre Orde. pada produk Omah Chireng. Setelah mendapatkan pesanan,kami merekap dan menyiapkan pesanan serta setiap untuk selanjutnya kami antarkan ,media yang kami gunakan dalam promosi ini adalah aplikasi Whatsapp. Selain itu kami juga membuat akun Instagram sebagai media promosi online dan membuat desain sederhana sebagai logo Omah Chireng Salatiga logo. Logo omah chireng dibuat sebagai identitas dari usaha UMKM. Gambar 4. Pembuatan Konten dan Mengupload Foto Produk Gambar 3. Melakukan Kegiatan Open Pre-Order Kunjungan kami selanjutnya yaitu memberikan pendampingan dalam pengambilan foto dan video yang baik, serta menggunggahnya ke dalam sosial Manfaat yang didapat dari pendampingan ini adalah mampu menambah nilai ekonomi dari produk yang dijual dan juga dengan adanya konten digital yang menarik akan meningkatkan Kamis, 30 januari 2025 pemilik usaha UMKM Omah Chireng Salatiga Ibu Sukesi dan Bapak Muh Munajad melakukan pengisisan SPT Tahunan UMKM tahun 2024 dengan dipandu oleh Tim Tax Center STIE AMA Salatiga dan didampingi Ibu Maria Entina Puspita. SE. Ak. Ak. CA. ACPA. ASEAN CPA selaku Dosen Pembimbing Lapangan atau DPL dari Tim 2. Kegiatan tersebut berlangsung mulai jam 13. 00 sampai 14. 00 WIB. Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 Gambar 5. Pendampingan Pengisian SPT Banyak pelaku UMKM tidak dapat mengembangkan usahanya sebab adanya kesulitan akses permodalan dari lembaga keuangan karena tidak memiliki laporan keuangan sebagai bentuk adanya aktivitas bisnis yang dijalankan . UMKM sebagai usaha mandiri yang dikelola masyarakat diharapkan dapat melakukan pembukuan dalam usaha yang dijalankan . Program kerja selanjutnya yaitu mendokumentasikan berupa foto pembukuan pencatatan sederhana keuangan usaha oleh Ibu Sukesi mulai bulan Januari-Desember 2024 untuk pelaporan pajak SPT UMKM Periode tahun 2024, selain itu pelatihan dan pendampingan pembelajaran dalam mencatat laporan keuangan usaha dari bulan Januari 2025 dengan harapan Ibu Sukesi selaku pemilik usaha bisa lebih mandiri dalam perhitungan laporan keuangannya, dengan begitu pemilik usaha bisa mengetahui berapa biaya produksi yang keluar dan kas yang masuk setiap produknya. Kami juga melakukan pembuatan konten untuk di upload pada akun Instagram sebagai media promosi secara online. Kegiatan produksi juga kami bantu yaitu produksi pembuatan ubi lumer hingga proses pengemasan pada kemasan mika. Gambar 6. Melakukan dokumentasi pembukuan Memasang MMT baru dilokasi jalan masuk dan di depan rumah. Membantu produksi cimol dan getuk crispy untuk pesanan dan stok. Kami juga membantu mengantarkan pesanan dalam jumlah besar ke Warung Juragan Salatiga. Gambar 7. Melakukan Proses Produksi Getuk Crispy Pada kunjungan terakhir kami kegiatan yang kami lakukan yaitu, membimbing login DJP Online dengan effin yang sudah diterima dari kantor pajak dan juga membantu proses produksi pembuatan gemblong cothot. Pada akhir kegiatan kami memberikan souvenir sebagai kenang-kenangan dan tanda terimakasih karena telah mengizinkan kelompok kami untuk melakukan kegiatan KPPM di Omah Chireng Salatiga, sekaligus menjadi moment berpamitan dan penarikan tim KPPM Tim Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 Gambar 8. Login DPJ Online Berhasil Gambar 9. Penyerahan Souvernir & Penarikan Tim KPPM KESIMPULAN Kegiatan Kuliah Praktik Pemberdayaan Masyarakat atau KPPM di Omah Chireng Salatiga ini sudah berjalan selama 2 bulan yaitu bulan Januari hingga Februari 2025. Meskipun terdapat beberapa kendala pada saat kegiatan, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan solusi berbasis kebutuhan mitra. Pelaku usaha masih memiliki kendala pada penyediaan bahan baku karena tidak semua penyetor yang datang dapat memberikan bahan baku singkong yang sesuai kebutuhan mereka. Pemasaran produk juga masih secara manual dari mulut ke mulut. Pelaku usaha belum memiliki media sosial yang dapat mendukung pemasaran atau distribusi produk mereka, serta manajemen keuangan, pelaku usaha belum disiplin melakukan pencatatan pembukuan sehingga tidak diketahui pasti berapa kebutuhan biaya produksi dan hasil penjualan yang didapatkan. Semua kendala diatas secara bertahap sudah dapat diatasi dengan pelatihan yang Tim berikan. Dalam realisasi program tersebut. Tim melaksanakan pengembangan dan pengabdian terhadap UMKM Omah Chireng Salatiga dengan membantu dari proses produksi, pengemasan, pengiriman, mendesain logo dan MMT, penyusunan pendampingan dalam pengisian SPT Tahunan laporan pajak UMKM. Secara keseluruhan, program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku usaha dari segi keterampilan, ekonomi, maupun pengembangan usaha. Adanya peningkatan penjualan, efisien waktu produksi serta peningkatan pengetahuan baru yang diperoleh mitra diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan KPPM ini diharapkan dapat dilanjutkan sebagai upaya menjalin kerjasama dengan mitra UMKM kecil yang membutuhkan edukasi, sosialisasi dan pendampingan dalam pengelolaan Perlunya menjalin kerjasama dengan market yang lebih luas sebagai wadah saluran distribusii penjualan bagi produk-produk yang UMKM AuOmah Chireng SalatigaAy hasilkan. Selain itu, kegiatan pendampingan dapat dilanjutkan dengan program pendampingan lainnya seperti pendampingan pembukuan berkelanjutan hingga penyusunan laporan keuangan, serta kegiatan pendampingan terkait media atau platform pemasaran online sehingga tingkat penjualan produk dapat lebih meningkat dimasa Kepada UMKM AuOmah Chireng SalatigaAy diharapkan dapat selalu menjalankan kegiatan usahanya dengan baik dan ilmu-ilmu yang telah didapatkan dari kegiatan KPPM untuk diterapkan dengan semestinya sehingga usaha dapat semakin Selain itu, segala bentuk kerja sama yang telah terealisasi dapat dipertahankan. Untuk KPPM periode selanjutnya, tetap dilanjutkan karena kegiatan ini sangat berguna dan memberikan dampak positif bagi mitra-mitra pelaku usaha kecil dan UMKM di sekitar Kota Salatiga. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami kepada Pemilik Usaha UMKM AuOmah Chireng SalatigaAy sebagai mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam rangkaian tugas akhir KPPM di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AuAMAAy Salatiga. Kiranya semua proses pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi kelangsungan usaha dimasa yang akan datang. Perwira Journal of Community Development Vol. 5 (No. 2025, 55-61 ISSN Online 2798-3706 DAFTAR PUSTAKA