HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Di STIKes Dharma Husada Penulis : Fitra Herdian 1 Ghina Wafiyah 2 Oktarian Pratama3 Afiliasi: STIKes Dharma Husada123 Korespondensi: fitraherdian@stikesdhb. Abstrak Mahasiswa Sarjana Keperawaatan akan lebih termotivasi untuk belajar apabila dukungan sosial yang diterimanya semakin banyak. Prestasi belajar yang menurun, kemalasan dalam menyelesaikan kegiatan yang diberikan, dan hasil yang tidak diharapkan lainnya dapat terjadi akibat kurangnya dukungan dari diri sendiri maupun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan dukungan sosial pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasi kuantitatif. Pendekatan sampling lengkap digunakan untuk mengumpulkan 76 responden yang menjadi sampel penelitian. Hasil uji peringkat Spearman dalam penelitian ini menunjukkan Nilai P sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara keinginan belajar dengan dukungan sosial. Mayoritas responden sebanyak 36 orang . ,0%) menyatakan memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi. Mayoritas responden sebanyak 43 orang . ,0%) termasuk dalam kelompok motivasi belajar Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada, dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan. Menurut temuan penelitian, siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka memiliki dukungan sosial yang lebih besar. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan layanan konseling teman sebaya untuk para mahasiswa di STIKes Dharma Husada untuk meningkatkan dukungan sosial serta juga dapat membentuk sosial support dalam lingkungan kampus STIKes Dharma Husada. Histori Naskah: Diajukan: 18-01-2025 Disetujui: 28-01-2025 Publikasi: 30-01-2025 Kata Kunci :Dukungan Sosial. Hubungan. Keperawatan. Motivasi Belajar,Mahasiswa. Pendahuluan Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, universitas menyediakan berbagai program gelar di luar sekolah menengah, termasuk gelar sarjana, magister, spesialis, dan doktor, serta gelar diploma, sertifikat, dan asosiasi. Pendidikan tinggi dapat ditemukan di berbagai tempat, termasuk sekolah, perguruan tinggi, institut, dan universitas. Pendidikan tinggi, sesuai dengan tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2. Pada sistem pembelajaran mahasiswa keperawatan yang menggunakan sistem blok yang mengacu pada kurikulum Asosiasi Institusi Penyelenggaraan Pendidikan Ners Indonesia This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. (AIPNI) yang berfokus pada mahasiswa dimana sistem blok merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis kompetensi. Maka dari itu sistem blok pada mahasiswa keperawatan ini memerlukan pembelajaran yang ekstra antara teori maupun praktek. Mahasiswa keperawatan harus berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dan mahasiswa harus menjadi lebih mandiri dalam proses belajar mengajar. (AIPNI 2. Meningkatkan keinginan belajar pada mahasiswa keperawatan diperlukannya motivasi Motivasi belajar menurut Djamarah . alam Julianti 2. adalah suatu proyek yang memiliki kemampuan untuk memotivasi seseorang agar berperilaku sesuai dengan tujuan dan memperoleh hasil yang maksimal. Oleh karena itu, motivasi belajar sangat penting dalam memulai kegiatan belajar dalam jangka waktu tertentu. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar, sebagaimana dikemukakan oleh E. Widiasworo . Pengaruh internal meliputi kecerdasan, kebiasaan, serta kesehatan mental dan fisik. Guru dan dosen, lingkungan kelas, prasarana dan fasilitas, serta orang tua merupakan contoh variabel eksternal. Artinya motivasi belajar dapat berasal dari dua sumber, yaitu lingkungan sekitar dan diri sendiri. Motivasi belajar memiliki dampak terhadap Masalah motivasi belajar perlu mendapat perhatian lebih jika mahasiswa keperawatan tidak memiliki motivasi belajar. Maraknya perilaku membolos yang dapat berujung pada perilaku nakal, rendahnya prestasi belajar, dan rasa puas diri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan merupakan akibat dari rendahnya motivasi dalam kegiatan belajar. Kurangnya dukungan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar menjadi akar penyebab terjadinya hal tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Uci Sundari. Cucuk Kunang, dan Rina Puspita, terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa saat mengikuti pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 di SMK Yasrsi Medika. Artinya, dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan karena dukungan yang diberikan dapat memengaruhi peningkatan motivasi belajar (Sundari et al. Salah satu komponen utama peran pendukung bagi masyarakat adalah dukungan sosial. khususnya mahasiswa membutuhkan dukungan sosial. Dukungan sosial adalah kehadiran orang-orang tertentu yang, ketika masyarakat menghadapi kesulitan atau hambatan dalam melaksanakan kegiatan secara terarah untuk mencapai tujuan, secara langsung menawarkan bimbingan, inspirasi, dan jalan keluar (Velysquez 2. House & French . alam Sungkowardani et al. Aumenjelaskan bahwa dukungan sosial memiliki empat komponen: dukungan informasi, dukungan instrumental, dukungan emosional, dan dukungan Ay Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada mahasiswa tingkat 4 STIKes Dharma Husada dengan melalui wawancara pada hari minggu 12 Juni 2024. Hasil yang didapatkan dari studi pendahuluan terhadap mahasiswa keperawatan tingkat 4 menunjukkan bahwa 7 dari 10 mahasiswa kurang memiliki motivasi dalam belajar, hal ini ditunjukkan dari jawaban responden dimana adanya penurunan prestasi belajar di kelas, jenuh dengan pembelajaran yang sudah dilewati selama 4 tahun yang selalu di ulang dan begitu saja metodenya yang membuat mereka bosan dalam mengikuti pembelajaran, sistem mengajar dosen yang kadang membuat mereka bosan, kemudian motivasi belajar menurun juga This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. mempengaruhi dalam penyusunan skripsi yang dikerjakannya saat ini seperti malas untuk mengerjakan revisian, malas untuk melakukan bimbingan sendiri karena tidak ada teman, adanya kebiasaan menunda tugas yang mengakibatkan kebiasaan tersebut pada penyusunan skripsinya ditunda, memiliki prioritas lainnya, adanya penurunan nilai yang membuat motivasi jadi menurun dan kurang bersemangat lagi. 3 lainnya menyatakan tidak ada kebosanan dalam belajar dikarenakan banyaknya teman dikelas yang membuat mereka merasa bersemangat dalam belajar dan terbawa oleh suasana kemudian fasilitas yang disediakan juga membuat mereka bersemangat. Enam dari sepuluh responden survei pendahuluan tentang dukungan sosial di kalangan mahasiswa keperawatan STIKes Dharma Husada menyatakan bahwa dukungan dari teman dan keluarga sangat penting dalam meningkatkan semangat belajar mereka. Mayoritas melaporkan menerima bantuan emosional, praktis, dan edukatif. Perhatian dan kepedulian merupakan contoh dukungan emosional. bantuan langsung merupakan contoh dukungan instrumental. dan konseling serta bimbingan merupakan contoh dukungan informasional. Seorang mahasiswa keperawatan sarjana tahun keempat menyatakan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu elemen utama dalam meningkatkan motivasi belajar, menurut temuan studi pendahuluan peneliti yang dilakukan. Maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang AuHubungan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat 4 Di STIKes Dharma HusadaAy. Studi Literatur Dukungan Sosial Dukungan sosial dapat diartikan dengan kenyamanan, kepedulian, penghargaan, serta bantuan yang tersedia dari seseorang untuk orang atau kelompok lain. Dukungan sosial datang dari banyak sumber yakni pasangan, keluarga, teman, dan organisasi Masyarakat (Susilaningrum and Wijono 2. Menurut Sarafno . alam Firdaus, 2. dukungan sosial adalah proses yang dinamis. Dukungan sosial merupakan bentuk keadaan, kesediaan, kepedulian, dan orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi individu yang diberikan dari orang lain kepada individu yang berpengaruh kepada tingkah laku individu. Menurut Sarafino dan Smith dukungan sosial mengacu pada kenyamanan, kepedulian, penghargaan atau bantuan yang tersedia untuk individu dari orang ataupun kelompok lain. Orang dengan dukungan sosial percaya bahwa mereka dicintai, dihargai dan bagian dari jejaring sosial . eperti keluarga atau organisasi komunita. yang dapat membantu saat dibutuhkan. Motivasi Belajar Motivasi dan belajar merupakan 2 hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil praktik atau penguatan . einforced practic. Motivasi belajar adalah perubahan energi dalam diri . seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi mencapai tujuan (Djarwo Sedangkan pengertian motivasi belajar menurut sardiman . adalah Aukeseluruhan daya penggerak didalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai. Ay Menurut Uno dalam bukunya AuTeori Motivasi dan Pengukurannya (Analisis di Bidang Pendidika. Ay mendefinisikan motivasi belajar adalah dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan dan tujuan belajar. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. motivasi belajar wajib dimiliki oleh setiap siswa yang sedang menempuh pendidikannya, siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan berdampak pada pencapaian prestasi di Mahasiswa Keperawatan Mahasiswa keperawatan itu sendiri di definisikan sebagai seseorang yang akan dibekali untuk siap dijadikan sebagai seorang perawat yang professional di masa mendatang. Menjadi perawat profesional diharuskan memiliki rasa tanggung jawab atau akuntabilitas pada dirinya sendiri dimana rasa tanggung jawab merupakan hal utama yang harus ada pada diri mahasiswa keperawatan sebagai perawat dimasa mendatang. Menurut potter dan perry akuntabilitas berarti bahwa perawat bertanggung jawab secara profesional dan legal terhadap jenis dan kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan (Apriyana. Widianti, and Muliani Metode Penelitian Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian korelasi kuantitatif. Untuk memastikan hubungan antara variabel, desain penelitian ini menggunakan pendekatan temporal lintas bagian, di mana variabel independen dan dependen diidentifikasi secara bersamaan. Dukungan sosial merupakan variabel independen penelitian ini. Motivasi Belajar merupakan variabel dependen penelitian ini. Dengan pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Seluruh 76 mahasiswa keperawatan tingkat 4 menjadi bagian dari populasi penelitian. Total sampling merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae Agustus 2024 dan dilakukan di kampus STIKes Dharma Husada Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar kuesioner tentang dukungan sosial dan motivasi belajar. dalam penelitian menggunakan skala likert. Hasil uji validitas dengan koefisien korelasi item 0. 612 untuk dukungan keluarga dan untukmotivasi belajar dengan koefisien korelasi item 0. 716 sedangkan hasil reliabilitas dengan alpa Cronbach didapatkan untuk dukungan sosial dengan nilai 0. 871 dan motivasi belajar 0. Data kuesioner dukungan sosial dan motivasi belajar menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil Tabel 1 Distribusi Frekuensi Dukungan Sosial Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat 4 di STIKes Dharma Husada Kategori Tinggi Sedang Rendah Total Berdasarkan tabel 1 menunjukkan Aubahwa dari 76 responden sebagian besar terdapat sebanyak 36 responden . ,0%) mengalami dukungan sosial pada kategori tinggi pada mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada. Ay This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Tabel 2 Domain Dukungan Sosial Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat 4 di STIKes Dharma Husada Kategori Dukungan Emosional Dukungan Instrumental Dukungan Informatif Dukungan Penghargaan Total Sum Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa Aupada mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada, pada dukungan sosial tertinggi ada pada domain dukungan emosional sebanyak . ,9%)Ay Tabel 3 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat 4 di STIKes Dharma Husada Kategori Tinggi Sedang Rendah Total 57,0 % 13,0 % Berdasarkan tabel 3 menunjukkan Aubahwa dari 76 responden sebagian besar terdapat sebanyak 43 responden . ,0%) mengalami motivasi belajar pada kategori sedang pada mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada. Ay Tabel 4 Domain Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat 4 di STIKes Dharma Husada Kategori Adanya hasrat dan keinginan berhasil Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Adanya harapan dan cita-cita masa depan Adanya dalam belajar Sum This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Adanya belajar yang kondusif Total Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa Aupada mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada, pada motivasi belajar tertinggi ada pada domain adanya harapan dan cita-cita di masa depan sebanyak . ,4%)Ay Tabel 4. 2 Hasil Analisa Bivariat Hubungan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat 4 Di STIKes Dharma Husada Dukungan Sosial Tinggi Sedang Rendah Jumlah Motivasi Belajar Tinggi 23 30,3 Sedang Rendah Jumlah N % 36 47,4 32 42,1 PValue 0,634 0,001 Berdasarkan tabel 4. 3 yang menampilkan hasil uji peringkat Spearman. Auhipotesis (H. diterima dan hipotesis (H. ditolak karena nilai P sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada. Tingkat korelasi cukup dengan arah variabel positif, ditunjukkan dengan nilai koefisien r sebesar 0,634. Ay Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis (H. diterima dan hipotesis (H. ditolak, karena nilai P sebesar 0,001 < 0,05 berdasarkan hasil uji Spearman Rank. Berdasarkan nilai koefisien r sebesar 0,634 dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan tersebut memiliki arah variabel Pembahasan Pada variabel dukungan sosial menunjukkan bahwa dari 76 responden sebagian besar terdapat sebanyak 36 responden . ,0%) mengalami dukungan sosial pada kategori tinggi pada mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada. Artinya pada mahasiswa tingkat 4 mendapatkan dukungan sosial secara emosional, penghargaan, inatrumental, dan informatif. Tingkat dukungan sosial yang berada pada tingkat tinggi ini bisa dipertahankan sehingga pada mahasiswa tingkat akhir dapat merasakan dukungan yang baik dari keluarga, teman dan orang yang berada di sekitarnya. Pada variabel dukungan sosial menunjukkan bahwa dari 76 responden sebagian besar terdapat sebanyak 36 responden . ,0%) mengalami dukungan sosial pada kategori tinggi pada mahasiswa sarjana keperawatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada. Artinya pada This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. mahasiswa tingkat 4 mendapatkan dukungan sosial secara emosional, penghargaan, inatrumental, dan informatif. Tingkat dukungan sosial yang berada pada tingkat tinggi ini bisa dipertahankan sehingga pada mahasiswa tingkat akhir dapat merasakan dukungan yang baik dari keluarga, teman dan orang yang berada di sekitarnya. Pada domain dukungan sosial terdapat nilai tertinggi dan terendah, pada kategori tinggi terdapat pada domain dukungan emosional sebanyak . ,9%) dimana pada domain ini mahasiswa tingkat 4 sangat setuju bahwa dengan adanya perhatian dan kepedulian yang diberikan berupa motivasi, menanggapi keluh kesah, dan menghibur mampu meningkatkan semangat bagi mereka dan merasa adanya kehadiran teman dan keluarga didalam hidupnya. Pada kategori rendah terdapat pada domain dukungan instrumental sebanyak . ,6%) dimana pada domain ini mahasiswa tingkat 4 seharusnya merasakan adanya bantuan secara langsung maupun tidak langsung dari lingkungan sekitarnya, namun pada masalah kali ini beberapa mahasiswa pada masa kuliah masih terkendala pada bagian administrasi dan dimana mereka merasa tidak ada keringanan dari bagian keuangan dan kurangnya mendapatkan bantuan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan variabel motivasi belajar, sebanyak 43 responden . ,0%) dari 76 responden menyatakan memiliki motivasi belajar sedang pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat 4 memiliki motivasi belajar yang cukup, meliputi kebutuhan dan dorongan untuk melakukan kegiatan, keinginan untuk melakukannya, harapan dan cita-cita, kesenangan dalam belajar, kegiatan yang menarik, dan lingkungan belajar yang mendukung. Motivasi belajar masih dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi pada tingkat sedang ini sehingga mahasiswa tingkat akhir dapat mempengaruhi prestasi akademiknya dan mewujudkan tujuan serta cita-citanya. Pada domain motivasi belajar terdapat nilai tertinggi dan terendah, dimana pada kategori nilai tertinggi terdapat pada domain adanya harapan dan cita-cita sebanyak . ,4%). Dimana pada domain ini mahasiswa tingkat 4 sangat setuju dengan adanya kemauan untuk rajin belajar maka cita-cita dan harapan yang diinginkan akan mudah di gapai nya. Pada kategori nilai terendah terdapat pada domain adanya lingkungan belajar yang kondusif sebanyak . ,6%). Dimana pada domain ini mahasiswa tingkat 4 masih kurang merasakan lingkungan belajar yang kondusif baik di lingkungan kampus ataupun di lingkungan hidup Masih banyaknya mahasiswa yang terpengaruh oleh lingkungan yang malas dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan suka menunda dalam mengerjakan tugas. Fasilitas yang terdapat di kampus pun masih kurangnya dalam mendukung belajar di kelas. maka pada kategori ini dapat ditingkatkan dengan adanya lingkungan yang aman dan nyaman dimana kondisinya jauh dari gangguan suara yang merusak konsentrasi, serta suasana yang gembira dan antusias. Hasil uji peringkat Spearman menunjukkan bahwa hipotesis (H. diterima dan hipotesis (H. ditolak karena nilai P sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 di STIKes Dharma Husada. Tingkat korelasi cukup dengan arah variabel positif, ditunjukkan dengan nilai koefisien r sebesar 0,634. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi belajar meningkat dengan dukungan sosial. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya dukungan sosial lingkungan sekitar yang dapat meningkatkan motivasi belajarnya, dukungan secara emosional merupakan dukungan yang This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 04 | Nomor 01 | Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. tertinggi pada responden dimana responden mendapatkan dukungan kepedulian, perhatian yang diberikan oleh orang lain terhadap individu, selain itu dukungan informatif juga salah satu dukungan yang sering didapatkan seperti memberikan nasehat, petunjuk, saran yang hal tersebut mempengaruhi dan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Terdapat dampak dari kurangnya dukungan sosial terhadap motivasi belajar ditunjukkan dengan menurunnya prestasi belajar dikelas, mengalami kesulitan dalam fokus pembelajaran. Kesimpulan Hasil penelitian ini diketahui masih ada Mahasiswa yang memiliki Dukungan Sosial yang masih rendah sebanyak 8 Mahasiswa . %) dan Motivasi Belajar rendah sebanyak 10 Mahasiswa . %). Diharapkan bagi seluruh mahasiswa keperawatan khususnya tingkat 4 dapat saling memberikan dukungan sosial dan motivasi yang baik. Khususnya, dalam hal dukungan dan penghargaan instrumental, siswa dapat saling membantu secara langsung dengan saling meminjamkan barang, memberi instruksi, dan menunjukkan rasa terima kasih kepada teman sebaya untuk meningkatkan kegembiraan dan harga diri. Hal ini mencegah siswa terjerumus ke dalam hal-hal buruk yang dapat menyakiti mereka. Domain terendah dalam motivasi belajar berada pada masih kurang merasakan lingkungan belajar yang kondusif baik di lingkungan kampus ataupun di lingkungan hidup mereka. Banyaknya mahasiswa yang terpengaruh oleh lingkungan yang malas dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan suka menunda dalam mengerjakan tugas, maka pada kategori ini dapat ditingkatkan dengan adanya lingkungan yang aman dan nyaman dimana kondisinya jauh dari gangguan suara yang merusak konsentrasi, serta suasana yang gembira dan antusias. Upaya Program Studi dapat memberikan apresiasi lebih terhadap mahasiswa serta dapat membangun suasana kegiatan dan lingkungan yang aman dan nyaman guna untuk meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa dan dapat meningkatkan layanan konseling teman sebaya untuk para mahasiswa dalam meningkatkan dukungan sosial serta juga dapat membentuk sosial support dalam lingkungan kampus. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan dan dapat menjadi data penunjang bagi penelitian selanjutnya dengan meneliti mengenai faktor-faktor lainnya pada dukungan sosial dan motivasi belajarnya Referensi