Jurnal Surya Beton Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 p-ISSN : 2302-5166, e-ISSN : 2776-1606 http://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification. Risk Assessment and Determining Contro. pada Pekerjaan Girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Mustakim1,*. Larashati BAotari Setyaning2. Eko Riyanto3 Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: mstakim255@gmail. Abstrak. Proyek pembangunan jalan tol merupakan proyek pembangunan dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Angka kecelakaan kerja di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diantaranya telah terjadi 5 kali kecelakaan kerja khususnya pekerjaan erection girder di tahun 2017. Tingginya tingkat kecelakaan kerja yang terjadi pada pekerjaan girder menunjukan adanya potensi risiko yang belum teratasi dengan Pada proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 terdapat pekerjaan girder yang mempunyai potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, karena kegiatannya sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi risiko bahaya yang ditimbulkan, kemudian menganalisis penilaian tingkat risiko serta pengendalian yang bisa digunakan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification. Risk Assessement, and Determining Contro. Metode ini berisi tentang identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan pengendalian dari risiko tersebut. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi di lapangan atau sumber dari berbagai jurnal, wawancara, dan Berdasarkan hasil penelitian bahwa pekerjaan girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 memiliki level risiko tinggi. Adapun 45 potensi risiko yang teridentifikasi diperoleh 7 risiko dengan tingkat risiko ekstrim . ,55 %), 13 risiko dengan tingkat risiko tinggi . ,88 %), 21 risiko dengan tingkat risiko sedang . ,66 %), dan 4 risiko dengan tingkat risiko rendah . ,88 %). Pengendalian risiko pada penelitian ini yaitu berupa rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan pemakaian APD (Alat Pelindung Dir. lengkap seperti helm safety, rompi safety, full body harness, sarung tangan, dan sepatu safety. Kata Kunci : keselamatan dan kesehatan kerja. HIRADC, pekerjaan girder Abstrack. The toll road construction project is a construction project with a fairly high risk of work accidents. The number of work accidents in Indonesia always increases every year. Among them, there have been 5 work accidents, especially girder erection work in 2017. The high level of work accidents that occur in girder work indicates a potential risk that has not been resolved properly. In the Yogyakarta-Bawen toll road construction project section 1, there is girder work that has a fairly high potential risk of work accidents, because the activities are very complex. This study aims to minimize the occurrence of work accidents and improve safety in the workplace. This study uses a quantitative method. Data analysis in this study uses the HIRADC (Hazard Identification. Risk Assessment, and Determining Contro. This method contains hazard identification, risk assessment, and determination of control of these risks. Data collection in this study uses field observation methods or sources from various journals, interviews, and questionnaires. Based on the results of the study, the girder work of the Yogyakarta-Bawen Toll Project section 1 has a high risk level. As for the 45 potential risks identified, 7 risks were obtained with extreme risk levels . 55%), 13 risks with high risk levels . 88%), 21 risks with moderate risk levels . 66%), and 4 Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . risks with low risk levels . 88%). Risk control in this study was in the form of engineering, administrative control, and the use of complete PPE (Personal Protective Equipmen. such as safety helmets, safety vests, full body harnesses, gloves, and safety shoes. Keyword : occupational safety and health. HIRADC, girder work Pendahuluan Proyek pembangunan jalan tol merupakan proyek pembangunan dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup Kecelakaan konstruksi merupakan kejadian yang diakibatkan kecerobohan pada tahap pekerjaan konstruksi, karena tidak sesuai standar keamanan, keselamatan, dan kesehatan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, waktu kerja dan harta benda (Permen PUPR No 10 tahun 2. Menurut BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosia. Ketenagakerjaan mencatat angka kecelakaan kerja di Indonesia mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 terjadi 725 kasus, sedangkan pada tahun 2023 kembali meningkat dengan kasus sebanyak 360. 635 kasus kecelakaan kerja dari bulan Januari sampai dengan bulan November. Faktor penyebab di balik terjadinya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi pun beragam, mulai dari kurangnya kedisiplinan tenaga kerja mematuhi keselamatan dan kesehatan kerja (K. , perusahaan yang terburu-buru dalam mengejar keterlambatan proyek, hingga kurangnya tenaga ahli di lapangan (Thoif & Sugiyanto, 2. Berdasarkan data Kompas. di tahun 2017 telah terjadi kecelakaan kerja khususnya pekerjaan erection girder pada proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurut Tarwaka . kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga semula yang dapat menimbulakan kerugian baik waktu, harta benda atau properti maupun korban jiwa yang terjadi di dalam suatu proses kerja industri atau yang berkaitan dengannya. Kecelakaan kerja girder telah terjadi 5 kali kecelakaan kerja pada pekerjaan erection girder contohnya pada tanggal 22 September 2017 girder jatuh pada Proyek Bocimi (Bogor. Ciawi. Sukabum. , pada tanggal 29 Oktober 2017 girder jatuh pada Proyek Ruas Tol Paspro (Pasuruan-Probolingg. , 9 Desember 2017 girder jatuh pada proyek Jembatan Ciputrapinggan, 30 Desember 2017 girder jatuh pada Proyek Tol PemalangBatang, dan pada tanggal 22 Desember 2017 girder jatuh pada proyek Tol Depok-Antasari. Proyek Tol Yogyakarta-Bawen merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mana jalan tol Yogyakarta-Bawen adalah jalan tol yang terintegrasi dengan jalan tol trans jawa di sisi utara dan jalan tol SoloJogja-YIA Kulon Progo di sisi selatan. Pada proyek ini terdapat pekerjaan girder yang mempunyai potensi risiko cukup tinggi karena kegiatannya sangat kompleks. Menurut Jannah . risiko adalah suatu keadaan yang tidak pasti yang dihadapi seseorang atau suatu perusahaan kontruksi yang dapat memberikan dampak merugikan atau hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana apakah terhadap waktu atau biaya. Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan dan keparahan dari suatu kejadian (Ramli, 2. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai analisis keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification. Risk Assessment, and Determining Contro. pada pekerjaan girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1. Menurut Ameliawati . HIRADC merupakan serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas rutin ataupun non rutin di perusahaan kemudian melakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut dan membuat program pengendalian bahaya agar dapat diminimalisir tingkat risikonya ke yang lebih rendah dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan. Pada penelitian kali ini dipilih metode HIRADC yang bertujuan untuk mengetahui potensi risiko bahaya yang ditimbulkan, kemudian menganalisis penilaian tingkat risiko serta pengendalian yang bisa digunakan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena penelitian ini banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian ini akan menghasilkan identifikasi risiko bahaya, penilaian risiko dan pengendalian dari risiko yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode observasi di lapangan atau sumber dari berbagai jurnal atau karya ilmiah, wawancara dan Hasil Penelitian Identifikasi Risiko Pengumpulan data identifikasi bahaya dilakukan dengan cara studi literatur melalui berbagai jurnal maupun karya ilmiah seseorang, observasi langsung di lokasi proyek, dan wawancara langsung dengan responden. Identifikasi risiko pekerjaan girder dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut : Tabel 1. Identifikasi Risiko No. Variabel Risiko Pekerjaan Persiapan Pekerja tidak paham dengan tugas yang akan dikerjakan Pekerja terpeleset Pekerja tertabrak alat berat Pekerjaan Pemasangan Launcher Peralatan terjatuh Pekerja terjatuh dari ketinggian Launcher girder ambruk Pekerjaan Mobilisasi Girder Pekerja terserempet/tertabrak alat berat Kendaraan mengalami kerusakan Kemacetan lalu lintas Girder terjatuh Pengguna lalu lintas/warga setempat terserempet atau tertabrak alat berat Tabrakan alat berat/kendaraan pengangkut PCI Girder Pekerjaan Penempatan Segmen Girder Girder terguling Girder terjatuh Pekerja tertimpa Girder Pekerjaan Stressing Girder Tangan terjepit alat jack stressing Tangan tersayat kawat strand Tangan tertusuk kawat strand Tangan terjepit kawat strand Pekerja tersengat arus listrik jack stressing Pekerjaan Pemotongan Strand dan Grouting Girder Tangan terkena gerinda potong Pekerja terkena serpihan strand Pekerja tersengat arus listrik grouting pump Iritasi kulit akibat ceceran material . Pekerjaan Pemasangan Lead Rubber Bearing Girder terguling Tangan terjepit girder Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . No. Variabel Risiko Mobilisasi Girder dari stokyard ke lokasi erection 1 Girder jatuh 2 Crane terguling 3 Crane amblas 4 Truck boggie terbalik 5 Roda truck boggie amblas karena lokasi tanah tidak stabil 6 Girder membentur objek lain saat truk boggie bermanuver 7 Pekerja tertabrak truk boggie 8 Sling crane putus Pekerjaan Erection Girder 1 Girder jatuh 2 Pekerja terjatuh dari ketinggian 3 Pekerja tertimpa girder 4 Launcher girder ambruk 5 Sling Launcher putus 6 Mesin Launcher rusak/gagal fungsi 7 Girder patah Pekerjaan Pembongkaran Launcher 1 Pekerja terjatuh dari ketinggian 2 Pekerja tertimpa material Pekerjaan Demobilisasi Alat 1 Tangan terluka 2 Pekerja tertimpa alat Sumber : Hasil Penelitian Menghitung Severity Indeks Penilaian Severity Index untuk Kemungkinan (Probabilit. Perhitungan kemungkinan risiko yang terjadi dengan severity indeks dilakukan dengan mengambil contoh variabel risiko pada pekerjaan pemasangan launcher yaitu pekerja terjatuh dari ketinggian. Dari 30 responden, 10 orang memilih jarang terjadi, 13 orang memilih kadang terjadi, 5 orang memilih dapat terjadi, dan 2 orang memilih sering terjadi. Dari penilaian tersebut kemudian dimasukan ke dalam rumus SI sebagai berikut : Oc5 ycaycn. SI (P) = 5ycnOc5 ycuycn . %) ycn SI (P) = %) 5ycu30 SI (P) = 10 26 15 8 0 SI (P) = 39,33 % Dari hasil SI untuk kemungkinan . didapat nilai 39,33 % yaitu berarti jika dikonversikan ke kategori risiko maka pekerja terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan pemasangan launcher memiliki kategori kadang terjadi dan memiliki skala nilai adalah 2 . Penilaian Severity Index untuk Dampak (Impac. Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Untuk penilaian dampak risiko diambil contoh pada pekerjaan pemasangan launcher yaitu pekerja terjatuh dari Dari 30 responden, 3 orang memilih kecil, 4 orang memilih sedang, 10 orang memilih tinggi, dan 13 orang memilih bencana. Dari penilaian tersebut kemudian dimasukan ke dalam rumus SI sebagai berikut : SI (I) = Oc5ycn ycaycn. 5 Oc5ycn ycuycn SI (I) = %) 5ycu30 SI (I) = 0 6 12 40 65 SI (I) = 82 % Dari hasil SI untuk dampak . didapat nilai 82 % yaitu berarti jika dikonversikan ke kategori risiko maka dampak pekerja terjatuh dari ketinggian pada pekerjaan pemasangan launcher memiliki kategori bencana dengan skala nilai adalah 5 . Kategori Hampir Pasti Terjadi Sering Terjadi Dapat Terjadi Kadang Terjadi Sangat Jarang Sumber: Muntakiro, 2023 Kategori Bencana Berat Sedang Kecil Tidak Signifikan Sumber : Muntakiro, 2023 Tabel 2. Kriteria Pengukuran Probabilitas SI % Tingkat Matriks Probabilitas O20 Tabel 3. Kriteria Pengukuran Dampak SI % Tingkat Matriks Dampak O20 Leveling Risiko Setelah didapatkan tingkat probabilitas dan dampak dari setiap risiko, maka poin tersebut diplotkan ke dalam matriks risiko dengan menggunakan rumus perkalian kemungkinan dan dampak. Plot tersebut akan menghasilkan level risiko, dari level rendah hingga ekstrim. Leveling risiko diambil contoh pada pekerjaan pemasangan launcher yaitu pekerja terjatuh dari ketinggian memiliki tingkat probabilitas 2 . adang terjad. dan dampak 5 . kemudian dimasukan ke dalam persamaan sebagai berikut : Risiko = Probabilitas x Dampak Risiko =2x5 Risiko = 10 Dari perhitungan di atas, diperoleh nilai risiko sebesar 10, kemudian jika dicocokan dengan tabel 4 . atriks risik. , maka diperoleh tingkat risiko yaitu ekstrim. Untuk hasil dari perhitungan nilai risiko dan mencocokan nilai pada tabel tingkat risiko dapat dilihat pada tabel 5. Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Kemungkinan/ Probabilitas Hampir Pasti Terjadi Sering Terjadi Dapat Terjadi Kadang-Kadang Jarang Sekali Sumber : Ramli, 2013 Tabel 4. Matriks Risiko Keparahan/Dampak Tidak Signifikan Kecil Sedang Tinggi Bencana Tabel 5. Tingkat risiko pada tiap variabel Identifikasi Bahaya Pekerjaan Persiapan Pekerja tidak paham dengan tugas yang akan dikerjakan Pekerja terpelset Pekerja tertabrak alat berat Pekerjaan Pemasangan Launcher Peralatan terjatuh Pekerja terjatuh dari ketinggian Launcher girder ambruk Pekerjaan Mobilisasi Girder Pekerja terserempet/tertabrak alat berat Kendaraan mengalami kerusakan Kemacetan lalu lintas Girder terjatuh Pengguna lalu lintas/warga setempat terserempet atau tertabrak alat berat Tabrakan alat berat/kendaraan pengangkut PCI girder Pekerjaan Penempatan Segemen Girder Girder terguling Girder jatuh Pekerja tertimpa girder Pekerjaan Stressing Girder Tangan terjepit alat jack stressing Tangan tersayat kawat strand Tangan tertusuk kawat strand Tangan terjepit kawat strand Pekerja tersengat jack stressing Pekerjaan Pemotongan Strand dan Grouting Girder Tangan terkena gerinda potong Pekerja terkena serpihan strand Pekerja tersengat grouting pump Iritasi kulit akibat ceceran material . Pekerjaan Lead Rubber Bearing Girder terguling Tangan terjepit SI (P) % SI (I) % Skala (P) Skala (I) Nilai Risiko Tingkat Risiko 38,67 % 39,33 % Rendah 44,00 % 36,67 % 30,67 % 70,67 % Sedang Tinggi 37,33 % 39,33 % 40,00 % 36,67 % 82,00 % 74,00 % Rendah Ekstrim Tinggi 39,33 % 40,67 % 67,33 % 38,00 % 62,67 % 29,33 % 32,67 % 52,67 % Tinggi Sedang Tinggi Sedang 38,00 % 66,67 % Tinggi 35,33 % 74,67 % Tinggi 38,00 % 39,33 % 42,67 % 53,33 % 58,67 % 76,67 % Sedang Sedang Ekstrim 42,67 % 54,00 % 48,67 % 43,33 % 44,67 % 34,00 % 40,00 % 38,67 % 39,33 % 50,00 % Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi 36,67 % 40,00 % 52,67 % 32,00 % 63,33 % 38,67 % 50,67 % 38,00 % Tinggi Rendah Tinggi Rendah 32,67 % 44,67 % 48,00 % 38,67 % Sedang Sedang Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Identifikasi Bahaya Mobilisasi Girder dari Stockyard ke Lokasi rection Girder jatuh Crane terguling Crane amblas Truck boggie terbalik Roda truck boggie amblas karena lokasi tanah tidak stabil Girder membentur objek lain saat truck boggie bermanuver Pekerja tertabrak truck boggie Sling crane putus Pekerjaan Erection Girder Girder jatuh Pekerja terjatuh dari ketinggian Pekerja tertimpa girder Launcher Girder ambruk Sling Launcher putus Mesin Launcher rusak/gagal fungsi Girder patah Pekerjaan Pembongkaran Launcher Pekerja terjatuh dari ketinggian Pekerja tertimpa material Pekerjaan Demobilisasi Alat Tangan terluka 2 Pekerja tertimpa alat Tingkat Risiko pada Pekerjaan Girder Sumber : Analisis Data SI (P) % SI (I) % Skala (P) Skala (I) Nilai Risiko Tingkat Risiko 37,33 % 40,00 % 45,33 % 34,67 % 45,33 % 66,67 % 38,00 % 56,67 % Sedang Tinggi Sedang Sedang 44,67 % 37,33 % Sedang 39,33 % 56,67 % Sedang 39,33 % 39,33 % 67,33 % 56,67 % Tinggi Sedang 46,67 % 46,67 % 56,00 % 36,67 % 33,33 % 36,67 % 40,00 % 71,33 % 82,00 % 84,67 % 67,33 % 50,67 % 46,67 % 70,00 % Ekstrim Ekstrim Ekstrim Tinggi Sedang Sedang Tinggi 36,67 % 34,00 % 83,33 % 81,33 % Ekstrim Ekstrim 48,00 % 37,33 % Sedang 40,00 % 41,36 % 41,33 % 54,68 % Sedang Tinggi Secara keseluruhan pekerjaan girder memiliki level risiko tinggi. Pada pekerjaan girder terdapat 45 variabel risiko yang mana 7 poin variabel risiko memiliki tingkat risiko ekstrim dengan presentase 15,55 %, 13 poin variabel risiko memiliki tingkat risiko tinggi dengan presentase 28,88 %, 21 poin variabel risiko memiliki tingkat risiko sedang dengan presentase 46. 66%, dan 4 poin variabel risiko memiliki tingkat risiko rendah dengan presentase 8,88 Untuk melihat lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut : Tabel 6. Presentase Tingkat Risiko Tingkat Risiko Ekstrim Tinggi Sedang Rendah Jumlah Jumlah Variabel Sumber : Analisis Data Presentase (%) 15,55 % 28,88 % 46,66 % 8,88 % Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Pengendalian Risiko Pengendalian risiko pada penelitian ini yaitu berdasarkan gambar 1 hirarki pengendalian risiko yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan APD (Alat Pelindung Dir. yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Gambar 1. Hirarki Pengendalian Risiko Sumber : Ramli, 2013 Pada penelitian ini didapatkan 45 variabel risiko bahaya dengan cara pengendalian yang bervariasi. Berikut ini merupakan tindakan pengendalian pada masing-masing risiko : Pengendalian risiko dengan cara rekayasa teknik berupa pemasangan safety line dan railing pengaman untuk membatasi area kerja yang aman dan melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja, pemasangan safety net untuk menangkap peralatan atau material yang jatuh dan menghindari cedera pekerja di bawahnnya, pemasangan plat baja untuk memastikan area manuver crane aman dan stabil, melakukan perbaikan pada alat atau kendaraan yang rusak agar bisa digunakan kembali, menggunakan HT (Handy Talki. untuk berkordinasi dan berkomuikasi antar tim, pemasangan bracing pada girder untuk menstabilkan struktur girder. Penggunaan alarm mundur dan lampu rotary sebagai peringatan visual untuk menghindari kecelakaan dengan alat berat. Pengendalian risiko dengan cara administrasi berupa melaksanakan tool box meeting sebelum melakukan pekerjaan untuk menjelaskan tugas yang akan dikerjakan dan risiko yang mungkin akan dihadapi, pemasangan rambu-rambu peringatan untuk memberikan peringatan mengenai bahaya di sekitar area kerja, melakukan inspeksi peralatan oleh ahli sebelum digunakan dan memastikan alat memiliki SILO (Surat Izin Layak Operas. , memastikan operator memiliki SIO (Surat Izin Operato. untuk mengoperasikan alat berat, memastikan pekerja dalam keadaan sehat, memastikan seluruh pekerja mematuhi SOP (Standar Operasional Prosedu. pekerjaan yang dikerjakan, dan melakukan rekayasa lalu lintas dengan berkordinasi kepada pihak berwenang untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan pada saat mobilisasi girder. Pengendalian risiko dengan cara APD (Alat Pelindung Dir. berupa memakai alat pelindung jatuh dengan cara pemakaian full body harness saat bekerja di ketinggian seperti pemasangan launcher, erection girder, dan pembongkaran launcher. Memakai alat pelindung kepala dengan cara menggunakan helm safety untuk melindungi kepala dari benturan atau jatuhnya material pada semua pekerjaan. Memakai alat pelindung badan berupa rompi safety untuk melindungi bagian tubuh khususnya bagian dada dari pecikan benda cair, padat, radiasi sinar dan panas serta untuk meningkatkan visibilitas pekerja di area kerja. Memakai pelindung tangan berupa sarung tangan untuk melindungi bagian jari dari bahan kimia, panas, atau benda tajam, dan memakai pelindung kaki berupa sepatu safety untuk melindungi bagian telapak kaki, tumit atau betis dari benda panas, cair, kejatuhan benda, tertusuk benda tajam dan lainnya. Mustakim dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 . Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Pada pekerjaan girder di Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 teridentifikasi sebanyak 45 risiko bahaya dari 11 item pekerjaan seperti tangan terluka / terjepit / tersayat / tertusuk / terkena gerinda potong, pekerja tidak paham dengan tugas yang akan dikerjakan / tertabrak alat berat / tersengat jack stressing / terpeleset / terjatuh / terjatuh dari ketinggian / tertimpa alat / tertimpa girder, girder patah / ambruk / jatuh / terguling, dan alat berat rusak / terguling / amblas. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pekerjaan girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 memiliki level risiko tinggi. Adapun 45 risiko yang terdidentifikasi pada pekerjaan girder diperoleh 7 risiko dengan tingkat risiko ekstrim . ,55 %), 13 risiko dengan tingkat risiko tinggi . ,88 %), 21 risiko dengan tingkat risiko sedang . ,66 %), dan 4 risiko dengan tingkat risiko rendah . ,88 %). Pengendalian risiko yang dilakukan pada penelitian ini yaitu berupa rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan pemakaian APD (Alat Pelindung Dir. lengkap seperti helm safety, rompi safety, full body harness, sarung tangan, dan sepatu safety. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah: Penelitian selanjutnya dapat membandingkan metode HIRADC (Hazard Identification. Risk Assessement, and Determining Contro. dengan metode lain seperti metode JSA (Job Safety Analysi. FTA (Fault Tree Analysi. , atau metode TDA (Task Demand Assessemen. Penelitian selanjutnya bisa dilanjutkan dengan objek lain seperti pekerjaan abutment, pekerjaan pier head, maupun pekerjaan galian dan timbunan, atau pekerjaan lain seperti bangunan gedung. Penelitian selanjutnya dapat juga menghitung perbandingan efisiensi waktu dan biaya pada pelaksanaan erection girder metode launcher dengan metode crane. Daftar Pustaka