Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PADA UMKM TASIKMALAYA (STUDI KASUS UMKM MIE BASO SARIRASA . Soni Santana Universitas Pendidikan Indonesia sonisantana@upi. Irham Khairul Muttaqin Universitas Pendidikan Indonesia irham@upi. Lanina Astrid Chrysant Vrij Universitas Pendidikan Indonesia laninaastrid@upi. Angelina Asivadibrata Universitas Pendidikan Indonesia angelinaasyiva@upi. Nabilah Fitria Kamaludin Universitas Pendidikan Indonesia nabilafr@upi. Azizah Aulia Ghina Universitas Pendidikan Indonesia azizahghina@upi. Syti Sarah Maesaroh Universitas Pendidikan Indonesia syitisarah@upi. ABSTRACT This study aims to analyze the various risks that may exist and the strategies that will be carried out by Mie Bakso Sari Rasa 81 This research uses a qualitative approach and data collection techniques in this study using interviews with UMKM Mie Baso Sarirasa 81 with online meet conference media. The results obtained are the risks that occur most often and become a high-level category in UMKM Mie Bakso Sarirasa 81 are marketing risks and financial risks, namely rising raw material prices and operational risks including the absence of SOPs in the use of production machines, human resources who lack understanding in products To minimize the occurrence of MSME risks, it is necessary to identify and Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 then carry out analysis and management of these risks. Management that can be done is by innovating products, making attractive promotions in online media, looking for other suppliers, making operational SOPs in writing, being selective in recruiting HR and providing marketing training to HR. Keywords: Risk Management. Mie Baso Sari Rasa 81 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis berbagai risiko yang mungkin ada serta strategi yang akan dilakukan oleh Mie Bakso Sari Rasa 81 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara kepada UMKM Mie Baso Sarirasa 81 dengan media online meet conference. Hasil yang didapatkan yaitu risiko yang paling sering terjadi dan menjadi kategori level high pada UMKM Mie Baso Sarirasa 81 adalah risiko pemasaran dan risiko keuangan, yaitu kenaikan harga bahan baku dan risiko operasional antara lain tidak adanya SOP dalam penggunaan mesin produksi. SDM yang kurang pemahaman dalam bidang pemasaran, dan produk kadaluarsa. Untuk meminimalisir terjadinya risiko UMKM perlu melakukan identifikasi dan selanjutnya melakukan analisis dan pengelolaan risiko tersebut. Pengelolaan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inovasi produk, membuat promosi menarik di media online, mencari supplier lain, pembuatan SOP operasional secara tertulis, selektif dalam penerimaan SDM dan memberikan pelatihan pemasaran kepada SDM. Kata kunci: Manajemen Risiko. Mie Baso Sari Rasa 81 PENDAHULUAN Terdapat banyak faktor pendorong dari kebangkrutan UMKM diantaranya yaitu manajemen keuangan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan mengenai teknik pemasaran, dan salah satu faktor yang paling umum terjadi adalah UMKM tersebut tidak memiliki rencana termasuk rencana terburuk jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (Mahardhika, 2. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan pasti akan mengandung risiko baik itu kecil maupun besar. Setiap risiko ini kemudian akan menimbulkan dampak tersendiri sehingga sebisa mungkin harus Menurut Ferry . alam Abdurrahman, et al, 2. Risiko merupakan ancaman atau kemungkinan kejadian yang dampaknya akan menghambat ketercapaian sebuah tujuan. Risiko akan selalu ada di setiap keputusan dan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 tindakan yang ada sehingga tidak dapat dihindari sepenuhnya atau dihilangkan. Namun, risiko dapat dikelola sehingga tidak akan menimbulkan dampak yang sangat besar. Abdurrahman, et al . juga mengungkapkan bahwa risiko yang terjadi tidak bisa dihindari secara langsung, tetapi bisa dikelola melalui tindakantindakan tertentu sehingga penting untuk adanya sistem manajemen risiko yang Manajemen risiko dilakukan untuk mengelola segala kemungkinan risiko yang timbul. Manajemen risiko merupakan suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko, dan membentuk suatu strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang ada (Hairul, 2. Dalam teori manajemen risiko terdapat beberapa tindakan yang bisa diambil untuk mengelola risiko itu sendiri seperti diantaranya, yaitu risk avoidance dengan tidak melakukan tindakan yang akan menimbulkan risiko, risk transfer dengan memindahkan risiko ke pihak lain seperti asuransi, risk reduction yang merupakan sebuah tindakan untuk mengurangi dampak risiko, risk deferral dengan menunda suatu kegiatan tau keputusan hingga risiko mengecil, dan risk retention dengan menerima dan menanggung risiko tersebut (Hairul, 2. Manajemen risiko sangat berperan penting dalam menanggulangi berbagai risiko yang ada sehingga setiap perusahaan harus memiliki suatu sistem manajemen risiko yang baik terutama bagi para UMKM. Hal ini dikarenakan UMKM sangat berpengaruh bagi perkembangan perekonomian di Indonesia sehingga harus terkelola dengan baik. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM . alam bkpm. id, 2. UMKM di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 64 juta dan berkontribusi dalam PDB sebesar 61,97% atau sebanyak lebih dari 8,5 triliun rupiah. UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian di Indonesia sehingga pemerintah pun terus mendorong perkembangannya melalui berbagai program yang ada. Namun, pertumbuhan UMKM tidak bisa jika hanya didukung dari luar. Setiap UMKM harus memiliki sistem manajemen yang baik agar dapat berkembang dan bertahan. Salah satunya yang terpenting adalah memperhatikan sistem manajemen risiko yang ada, apakah sudah efektif dalam menanggulangi risiko-risiko yang ada dalam setiap aktivitas ekonominya atau belum. Salah Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 satunya adalah Mie Baso Sarirasa 81. Mie Bakso Sari Rasa 81 adalah UMKM di bidang kuliner yang berlokasi di Jl Tentara Pelajar No. Empang. Tawang sudah menjadi legenda di Tasikmalaya. Hingga saat ini Mie Bakso Sari Rasa 81 telah memiliki membuka cabang di Jakarta dan membuka toko online di berbagai ecommerce. Potensi Mie Bakso Sari Rasa 81 yang semakin berkembang ini sangat membutuhkan pengelolaan manajemen risiko yang baik. Berdasarkan beberapa hal diatas, diketahui berbagai permasalahan umum yang sering terjadi di UMKM hingga berakibat kebangkrutan diantaranya adalah manajemen keuangan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan mengenai teknik pemasaran, dan tidak adanya rencana jika hal-hal buruk atau ada risiko yang terjadi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai risiko yang mungkin ada serta strategi yang akan dilakukan oleh Mie Baso Sarirasa 81 dalam menangani berbagai risiko tersebut sebagai salah satu kuliner legendaris yang sudah puluhan tahun berdiri dan memiliki banyak cabang di Kota Tasikmalaya. TELAAH LITERATUR Manajemen Risiko Perusahaan Pemaparan manajemen risiko merupakan suatu hal yang penting dan terdapat dalam laporan tahunan pada suatu perusahaan (Sarwono et al, 2. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari manusia telah menerapkan manajemen risiko. Manajemen risiko adalah suatu proses untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan ancaman yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang pada perusahaan. Tanpa menerapkan manajemen risiko, mungkin saja suatu perusahaan akan mengalami kegagalan. Siswanti et al . mengungkapkan bahwa risiko perusahaan bersumber dari segala arah dan dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Manajemen risiko akan memberikan strategi efektif yang dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan bisnis. Risiko keuangan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 Dalam sebuah usaha tidak hanya keuntungan yang terus mengalir pada perusahaan. Adapun kemungkinan risiko kegagalan yang datang secara tidak Oleh karena itu, seorang pengusaha perlu memahami besar atau kecilnya risiko saat menjalani suatu bisnis. Risiko keuangan (Leverag. timbul akibat adanya suatu bentuk ketidakpastian dari target keuangan dalam sebuah usaha atau Risiko manajemen pada keuangan merupakan manajemen yang sangat penting untuk mengatur keuangan, karena keuangan dalam perusahaan menjadi satu sumber daya utama dalam menjalankan suatu usaha. Hal ini terkait dengan manajemen laba yang merupakan sumber modal baik berupa modal eksternal maupun internal (Ningsih, 2. Dengan adanya manajemen risiko keuangan, dapat berupaya untuk memantau risiko dan melindungi aset pada entitas bisnis, hak properti, aset, hingga laba perusahaan. Risiko Operasional Kondisi terjadinya risiko operasional sangat dipengaruhi dari bagus atau rendahnya kualitas manajemen yang dimiliki oleh perusahaan. Setiap mengambil keputusan perlu merencanakan dampak yang akan timbul, baik dampak jangka pendek maupun jangka Panjang. Menurut Idroes . alam Sante et al, 2. Definisi dari risiko operasional adalah risiko ketidakcukupan atau kerugian dari proses internal, kegagalan dari sistem eksternal, dan sumber daya manusia. Adapun kegiatan operasional sehari-hari pada perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung muncul termasuk faktor bencana alam (Haryani dan Risnawati, 2. Risiko Pemasaran Risiko pemasaran merupakan kondisi yang dialami oleh suatu perusahaan yang disebabkan oleh perubahan situasi dan kondisi pasar diluar kendali perusahaan. Selain itu, risiko pemasaran memiliki sifat menyeluruh dan dialami oleh seluruh Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 As Sajjad . terdapat konsep 4P dalam pemasaran yaitu: Price . Placement . Product, dan Promotion. Risiko pasar pada dasarnya bergantung terhadap lingkungan operasi perusahaan, jumlah pesaing, harga bahan baku serta promosi melalui sosial media tergantung bagaimana cara perusahaan berinovatif menghadapi risiko pemasaran tersebut, sehingga menciptakan nilai tinggi untuk perusahaan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara kepada salah satu UMKM di Tasikmalaya. Penentuan sampel ini dilakukan dengan metode purposive sampling langsung menunjuk salah satu UMKM yang berada di Tasikmalaya sekaligus sebagai subjek penelitian penulis yaitu Bakso Sari Rasa 81 karena dinilai sebagai bisnis yang sudah melegenda pada kuliner Bakso di Tasikmalaya. Menurut Lenaini . metode purposive sampling adalah metode yang mana menentukan sampel berdasarkan pada identitas yang cocok dengan tujuan penelitian. Wawancara dilakukan ke tempat UMKM melalui online meet conference dan masalah yang ingin kami ketahui sebagai objek penelitian kami yaitu bagaimana UMKM Sari Rasa 81 menerapkan manajemen risiko. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaku UMKM sampai saat ini masih kurang memperhatikan resiko yang akan terjadi pada bisnisnya. Tidak sedikit dari mereka hanya memikirkan bagaimana mendapatkan laba dan mengabaikan risiko yang sebenarnya bisa berpengaruh buruk untuk keberlangsungan usahanya. Manajemen risiko diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Manajemen risiko pada dasarnya dilakukan melalui proses proses yang terdiri atas : Melakukan Identifikasi resiko Risiko Keuangan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 Pencatatan keuangan belum sempurna, pencatatan keuangan dilakukan dengan sederhana oleh pemegang bisnis terdahulu dan dapat menyebabkan terganggunya pembuat keputusan oleh pihak pemimpin bisnis dalam mengambil tindakan dan dapat merugikan bisnis Mie Bakso Sari Rasa 81. Harga bahan baku semakin mahal dapat menyebabkan harga jual barang meningkat dan dapat menyebabkan penurunan dalam penjualan barang frozen food. Dana darurat banyak terpakai saat pandemi covid-19 sehingga bisnis tidak memiliki anggaran untuk kejadian tidak terduga. Risiko Operasional Tidak ada SOP yang tertulis secara resmi, hal ini disebabkan karena karyawan yang bekerja sudah tidak muda lagi. Para pekerja yang sudah lama bekerja tidak dapat langsung menerima perubahan jika ada SOP Pengemasan yang tidak baik, disebabkan oleh mesin pengemasan yang sudah tua, terkadang kemasan bumbu bocor dan menyebabkan bisnis harus mengganti rugi. Resiko Pemasaran Pemasaran yang dilakukan belum maksimal karena SDM yang dimiliki masih belum memiliki pemahaman yang cukup. Banyak nya pesaing yang bergerak dibidang yang sama membuat market menjadi lebih kecil. Penurunan penjualan yang cukup banyak terutama di pemesanan online karena tidak selalu ada diskon didalamnya. Resiko Produk Produk kadaluarsa, karena tidak menggunakan bahan pengawet produk yang dihasilkan oleh Mie Bakso Sari Rasa 81 hanya mampu bertahan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 selama 3 hari. Sehingga mengakibatkan sulitnya pendistribusian ke luar kota terutama yang pengirimannya melebihi dari 3 hari. Kemasan bumbu bocor pada saat pengiriman sehingga mengakibatkan pengiriman ulang kepada konsumen. Penilaian Risiko Setelah melakukan identifikasi resiko dari pola kerja yang dilakukan UMKM Mie Bakso Sari Rasa 81. Ditemukan beberapa resiko yang diklasifikasikan menjadi risiko keuangan, operasional, pemasaran serta produk. Resiko yang telah ditemukan dinilai menggunakan metode Enterprise Risk Management (ERM). Penilaian risiko dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan score riks . ddara,2. Tabel 1 Penilaian Resiko Jenis Risiko Risiko Pencatatan keuangan belum keuangan dilakukan dengan sederhana oleh pemegang bisnis terdahulu dan dapat menyebabkan terganggunya pembuat keputusan oleh pihak pemimpin bisnis dalam mengambil tindakan dan dapat merugikan bisnis Mie Bakso Sari Rasa 81. Harga bahan baku semakin mahal dapat menyebabkan harga jual barang meningkat dan dapat menyebabkan penurunan dalam penjualan barang frozen food. Dana darurat banyak terpakai Risiko Keuangan Severity Occurance Risk Scoring Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 memiliki anggaran untuk kejadian tidak terduga. Tidak ada SOP yang tertulis disebabkan karena karyawan yang bekerja sudah tidak muda lagi. Para pekerja yang sudah lama bekerja tidak dapat langsung menerima perubahan jika ada SOP Pengemasan yang tidak baik, pengemasan yang sudah tua, terkadang kemasan bumbu bocor dan menyebabkan bisnis harus mengganti rugi. Pemasaran yang dilakukan belum maksimal karena SDM yang dimiliki masih belum memiliki pemahaman yang cukup. Banyaknya pesaing yang bergerak dibidang yang sama membuat market menjadi lebih kecil. Penurunan penjualan yang cukup banyak terutama di pemesanan online karena tidak selalu ada diskon Produk kadaluarsa, karena tidak menggunakan bahan dihasilkan oleh Mie Bakso Sari Rasa 81 hanya mampu bertahan selama 3 hari. Risiko Operasional Risiko Pemasaran Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 Risiko Produk Sehingga sulitnya pendistribusian ke luar kota terutama yang pengirimannya melebihi dari 3 hari. Kemasan bumbu bocor pada saat pengiriman sehingga mengakibatkan pengiriman ulang kepada konsumen. Tabel 2 Penilaian Resiko Dampak/Saverity Significance Insignificant Minor Moderate Major Major Impact Impact -Mino Impact Impact Large Almost Certain Likelihood/ 4 Frekuensi Likely 3b,3c 3 Moderate Unlikely Rare 1a, 2b, 1b,2a,3a Respon Risiko (Risk Respons. Dari matriks penilaian resiko diketahui bahwa usaha Mie Bakso Sari Rasa 81 memiliki 10 risiko yang terbagi dalam 4 kualifikasi. Setelah mengetahui level resiko, maka langkah selanjutnya adalah merespon risiko yaitu dengan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 menentukan keputusan yang akan diambil apakah risiko dapat diterima, dihindari, dikurangi atau ditransfer dengan pihak ketiga. Berikut uraian hasil risiko berdasarkan levelnya. Level High Pada level ini usaha Mie Bakso Sari Rasa 81 secara keseluruhan berisi risiko pemasaran dimana banyaknya pesaing yang bergerak dibidang yang sama membuat market menjadi lebih kecil . Selain itu, penurunan penjualan yang cukup banyak terutama di pemesanan online karena tidak selalu ada diskon didalamnya . Dari hasil risk scouring pada risiko 3b dan 3c keduanya memiliki nilai score yang sama yaitu 16,0 sehingga respon yang tepat untuk risiko tersebut adalah menghindari. Level Moderate Pada level ini usaha Mie Bakso Sari Rasa 81 berisi resiko harga bahan baku semakin mahal dapat menyebabkan harga jual barang meningkat dan dapat menyebabkan penurunan dalam penjualan barang frozen food . , pemasaran yang dilakukan belum maksimal karena SDM yang dimiliki masih belum memiliki pemahaman yang cukup . , pemasaran yang dilakukan belum maksimal karena SDM yang dimiliki masih belum memiliki pemahaman yang cukup . serta Produk kadaluarsa, karena tidak menggunakan bahan pengawet produk yang dihasilkan oleh Mie Bakso Sari Rasa 81 hanya mampu bertahan selama 3 hari. Sehingga mengakibatkan sulitnya pendistribusian ke luar kota terutama yang pengirimannya melebihi dari 3 hari . Dari risiko 1b,2a dan 3a risk scouring nya adalah 9,0 sedangkan untuk resiko pada 4a nilai risk scouring nya adalah 8,0 sehingga respon yang tepat untuk risiko tersebut adalah dengan menghindari atau mereduksinya atau bisa mentransfer nya ke pihak ketiga. Level Low Pada level ini Mie Bakso Sari Rasa 81 hanya terdapat satu resiko yaitu dana darurat banyak terpakai saat pandemi covid-19 sehingga bisnis tidak memiliki anggaran untuk kejadian tidak terduga . Dari risiko tersebut risk couring Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 nya adalah 6,0 sehingga respon yang tepat untuk risiko tersebut adalah dengan mereduksi risiko tersebut. Level Very Low Pada level ini Mie Bakso Sari Rasa 81 berisi risiko Pencatatan keuangan belum sempurna, pencatatan keuangan dilakukan dengan sederhana oleh pemegang bisnis terdahulu dan dapat menyebabkan terganggunya pembuat keputusan oleh pihak pemimpin bisnis dalam mengambil tindakan dan dapat merugikan bisnis Mie Bakso Sari Rasa 81 . , pengemasan yang tidak baik, disebabkan oleh mesin pengemasan yang sudah tua, terkadang kemasan bumbu bocor dan menyebabkan bisnis harus mengganti rugi . dan kemasan bumbu bocor pada saat pengiriman sehingga mengakibatkan pengiriman ulang kepada konsumen . Dari tiga risiko tersebut risk scouring nya adalah 4,0 sehingga respon yang tepat untuk risiko tersebut adalah dengan menerima risiko tersebut serta melakukan pengendalian yang cukup. Pengelolaan Risiko Tabel 3 Matriks Indikator Pengelolaan Risiko Level Risiko Kriteria Untuk Manajemen Risiko 1 Ae 3 Dapat diterima Pengendalian yang cukup 4 Ae 6 Dipantau Pengendalian yang cukup 6 Ae 9 Pengendalian Manajemen Pengendalian yang cukup 10Ae14 Harus menjadi perhatian manajemen . Dapat diterima hanya dengan pengendalian yang sangat baik . 15Ae25 Tak dapat diterima . Dapat diterima hanya dengan pengendalian yang sangat baik . Sumber: Aries Susanty & Moeller Pada tabel matriks indikator pengelolaan manajemen risiko, terdapat 5 indikator penanganan risiko agar bisa ditangani dengan tepat. Pada level 1-3 risiko masih dapat diterima. Pada level 4-6 risiko masih dapat diterima namun harus tetap Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 dalam pemantauan. Pada level 6-9 risiko masih dapat diterima, namun mendapat pengendalian oleh manajemen. Pada level 10-14 risiko dapat diterima dengan pengendalian risiko yang baik oleh pihak manajemen. Pada level 15-25 risiko sudah tidak dapat diterima dan harus langsung dalam pengawasan dan perhatian oleh manajemen yang bertanggung jawab. Tabel 4 Pengelolaan Risiko Level Kode Nama Risiko Level High Level Moderate Pengendalian Risiko Banyaknya pesaing yang bergerak dibidang yang sama membuat market menjadi lebih kecil. Penurunan penjualan yang cukup banyak terutama di pemesanan online karena tidak selalu ada diskon Harga bahan baku semakin mahal dapat menyebabkan harga jual barang meningkat dan dapat menyebabkan penurunan dalam penjualan barang frozen food. Tidak ada SOP yang tertulis secara resmi, hal ini karyawan yang bekerja sudah tidak muda lagi. Para pekerja yang sudah lama bekerja tidak dapat langsung menerima perubahan jika ada SOP tertulis. Pemasaran yang dilakukan belum maksimal karena SDM yang dimiliki masih belum memiliki pemahaman A A A A A A Melakukan Inovasi di bidang produk Melakukan promosi dengan gencar di area market Melakukan strategi lebih lanjut di bidang pemesanan online Membuat paket Mencari supplier bahan baku yang Penyesuaian volume produk dengan harga bahan baku Para pekerja bisa diberitahu dahulu mengenai peraturan melalui lisan SOP yang tertulis secara resmi diedarkan secara bertahap per divisi. Melakukan pelatihan terhadap karyawan Merekrut karyawan baru yang memiliki Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 yang cukup. pengetahuan yang Produk kadaluarsa, karena tidak menggunakan bahan pengawet produk yang dihasilkan oleh Mie Bakso Sari Rasa 81 hanya mampu bertahan selama 3 hari. Sehingga sulitnya pendistribusian ke luar kota terutama yang dari 3 hari. Makanan perlu dengan cepat Menggunakan truk box berpendingin, agar makanan tetap awet selama SIMPULAN UMKM Mie baso Sarirasa 81 adalah salah satu UMKM berasal dari Tasikmalaya Jawabarat yang bergerak dalam bidang kuliner. Lokasi Mie Baso Sarirasa 81 berada di Jalan Tentara Pelajar No. 81 Kota Tasikmalaya. sejak berdiri tahun 1964 Mie Baso Sarirasa 81 terus menjaga cita rasa sehingga terbukti sampai saat ini Mie Baso Sari Rasa 81 telah menjadi kuliner legendaris di Tasikmalaya dan turut menjadi sumber pendapatan di Kota Tasikmalaya. Menurut Kementerian Koperasi Indonesia . alam bkpm. id, 2. UMKM di Indonesia turut berkontribusi dalam PDB sebesar 61,97% atau sebanyak lebih dari 8,5 triliun rupiah. oleh sebab itu. UMKM di Indonesia harus dapat meminimalisir terjadinya risiko di dalam Berdasarkan analisis risiko yang terjadi pada UMKM Mie Baso Sarirasa 81 didapatkan bahwa UMKM ini memiliki empat risiko dalam menjalankan usahanya, yaitu risiko keuangan, risiko pemasaran, dan risiko Dari pengukuran risiko didapatkan risiko paling tinggi atau risiko yang berada di level high adalah risiko pemasaran meliputi banyaknya pesaing dan penurunan penjualan produk dalam marketplace. Pada risiko yang harus diantisipasi dalam level moderate adalah risiko keuangan, yaitu kenaikan harga bahan baku dan risiko operasional antara lain tidak adanya SOP dalam Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 60-75 penggunaan mesin produksi. SDM yang kurang pemahaman dalam bidang pemasaran, dan produk kadaluarsa. Pengelolaan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inovasi produk, membuat promosi menarik di media online, mencari supplier lain, pembuatan SOP operasional secara tertulis, selektif dalam penerimaan SDM dan memberikan pelatihan pemasaran kepada SDM, serta pendistribusian produk dapat dilakukan sesegera mungkin. Berdasarkan hasil analisis penelitian terkait manajemen risiko pada UMKM di Tasikmalaya dalam studi kasus UMKM Mie Baso Sarirasa 81 yang diperoleh beberapa saran untuk kemajuan dan kesempurnaan dari jurnal penelitian ini. Adapun saran dari peneliti ajukan, yaitu: Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian mendalam kembali mengenai faktor-faktor risiko lain yang mungkin terjadi pada UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan sampel dari penelitian, mengingat penelitian ini hanya menggunakan satu sampel dari UMKM yang ada di Tasikmalaya. DAFTAR PUSTAKA