Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Website: ojs. itb-ad. id/index. php/LQ/ p-ISSN: 1829-5150, e-ISSN: 2615-4846. ANALISIS PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP REVISIT INTENTION YANG DIMEDIASI OLEH PERCEIVED SERVICE QUALITY PADA OMAH TEKO GUEST HOUSE YOGYAKARTA Annisa Rahma Insani1. Sutia Budi2 (*) 1-2 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Abstract This study aims to evaluate the impact of Servicescape on revisit intention at Omah Teko Guest House Yogyakarta, which is mediated by perceived service quality. Quantitative associative research methodology is being used. The data collection technique uses Non-probability sampling with accidental sampling technique of 100 visitors (Lemeshow formul. and The partial least squares (PLS) method of data analysis was employed in this investigation. The study's findings provide empirical evidence that Servicescape has a direct and significant effect on Perceived Service Quality at Omah Teko Guest House. The intention to revisit is directly and significantly impacted by perceived service quality. Revisit Intention is significantly and directly impacted by Servicescape. Through Perceived Service Quality. Servicescape has a direct and considerable impact on Revisit Intention. Perceived Service Quality can mediate Servicescape on Revisit Intention in partial mediation. Kata Kunci: Servicescape. Revisit Intention. Perceived Service Quality Juli Ae Desember 2023. Vol 12 . : hlm 202-208 A2023 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan. All rights reserved. (*) Korespondensi: budisutia19@gmail. com (S. Bud. PENDAHULUAN Dampak pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun 2020 melahirkan gebrakan baru bagi para pelaku bisnis jasa akomodasi seperti hotel, homestay maupun guest house dengan menciptakan tema yang unik dan aesthetic dari pesaing lain. Kota Yogyakarta merupakan kota wisata yang mempunyai perkembangan yang pesat pada jumlah usaha hotel dan akomodasi lainnya. Menurut data statistik BPS DI Yogyakarta . 2: . Aujumlah akomodasi di kota Yogyakarta sebanyak 595 usaha . hotel bintang dan 495 hotel non-bintan. Ay. Hal ini pun mengakibatkan terjadinya kompetisi antar pelaku bisnis penginapan. Berbagai startegi diterapkan dalam upaya meningkatkan nilai jual, termasuk memberikan inovasi pada pelayanan servicescape yang dibedakan dengan pesaing lainnya. Servicescape sendiri merupakan bentuk dari bauran pemasaran yakni physical Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml et al. 0: 204-. servicescape mempunyai arti sebuah layanan yang fasilitasnya meliputi lingkungan fisik baik dalam ruangan maupun di luar ruangan. Pelayanan lingkungan fisik yang dimaksud berupa penilaian terhadap kondisi/suasana sekitar baik indoor maupun outdoor, desain interior dan eksterior bangunan, simbol, penataan ruang, tempat parkir, peralatan yang disediakan pada fasilitas tersebut. Salah satu guest house di Kota Yogyakarta yang memiliki servicescape yang termasuk unik dari segi arsitektur bangunan ialah Omah Teko Guest House. Guest House ini berdiri sejak 2015 dan berlokasi di Jalan K. H Wahid Hasyim. Tejokusuman NG 2/420 Ngampilan. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya tidak jauh dari destinasi wisata Taman Sari. Malioboro, dan Keraton Yogyakarta. Brady dan Cronin yang dikutip oleh Tjiptono . 4: . menyatakan salah satu faktor yang menjadikan baiknya persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan ialah servicescape itu sendiri. Jadi apabila penilaian tamu terhadap servicescape yang ditawarkan semakin baik, pun berpengaruh kepada semakin baiknya persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Persepsi kualitas layanan dinyatakan oleh Zeithaml et al. dalam Sudjianto dan Japarianto, . 7: . , sebagai perbandingan sejauh mana kualitas layanan yang disediakan dengan yang diharapkan oleh konsumen. Penerapan kualitas layanan merupakan strategi utama yang umum dilakukan oleh perusahaan jasa penginapan, termasuk Omah Teko Guest House. Persepsi kualitas layanan yang sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi membuat konsumen guest house merasa puas yang nantinya akan timbul keinginan menginap kembali di tempat tersebut. Meskipun servicescape dan service quality yang ditawarkan oleh pihak Omah Teko Guest House sudah termasuk baik, namun cenderung baru di dunia bisnis Untuk itu perlunya meningkatkan minat kunjung ulang dari para tamu Omah Teko Guest House agar tidak kalah dari pesaing lain. Menurut Chang et al. dalam Widodo . 8: . Minat Kunjung Ulang diartikan sebagai keinginan individu yang dinilai secara subjektif untuk melakukan kegiatan di masa yang akan datang. Dari permasalahan penurunan minat kunjung ulang hal tersebut dapat berdampak buruk dimasa yang akan datang jika tidak diatasi. Dari hal tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian mengenai variabel yang dapat mempengaruhi minat kunjung ulang pada Omah Teko Guest House, dalam hal ini ialah variabel lingkungan layanan dan juga persepsi kualitas layanan sbg variabel mediasi. Maka dari itu, dalam jurnal ini berisi penuturan tentang bagaimana AuAnaliysis Pengaruh Servicescape Terhaidap Revisit Intention yanng Dimediasi oleh Perceived Service Quality pada Omah Teko Guest House YogyakartaAy. TUJUAN PENELITIAN Dilihat dari permasalahan yang dihadapi oleh Omah Teko Guest House, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari berbagai variabel, antara Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh positif secara langsung dan signifikan dari variabel servicescape (X) terhadap variabel perceived service quality (Z) pada Omah Teko Guest House Yogyakarta. Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh positif secara langsung dan signifikan dari variabel perceived service quality (Z) terhdap variabel revisit intention (Y) pada Omah Teko Guest House Yogyakarta. Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh positif secara langsung dan signifikan dari variabel servicescape (X) terhadap variabel revisit intention (Y) pada Omah Teko Guest House Yogyakarta. Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh positif secara tidak langsung dan signifikan dari variabel servicescape (X) terhadap variabel reivisit intention (Y) melalui perceived service quality (Z) pada Omah Teko Guest House Yogyakarta. METODE Teknik Pengambilan Sample Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif-asosiatif dengan metode pengumpulan data kuesioner skala likert. Populasi penelitian ini tidak diketahui jumlah namun ditetapkan kriteria yaitu konsumen Omah Teko Guest House yang berkunjung lebih dari satu kali dalam kurun waktu setahun. Oleh karena itu, teknik sampling menggunakan accidental sampling yang mana siapapun orang yang bertemu secara insindental dan cocok dijadikan sumber data diambil sebagai sampel (Sugiyono, 2019: . Penetapan jumlh sampel menggunakan rumus Lemeshow (Lemeshow et al, dalam Riyanto dan Hatmawan, 2. sebagai berikut: yc 2 ycE. Oe ycE) ycu= ycc2 Keterangn: n : Jumlah sampel z : Skor z pada kepercayaan 95% = 1,96 P : Maksimal estimasi d : Tingkat kesalahan Peneliti mengambil nilai tingkat kesalahan 10% . , sehingga jumlah sampel yang diperlukan untuk penelitian ini adalah: ycu= 3,8416 x 0,25 = 96,04 . 2 Dari hasil perhitungan jumlah sampel di atas menggunakan rumus Lemeshow, diperoleh hasil sebesar 96,04 atau dibulatkan menjadi 100 sampel. Teknik Analisis Data Pengujian data untuk hipotesis penelitian dianalisis menggunakan SEM-PLS yang terdiri dari dua sub model yaitu outer modell dan inner model dengan aplikasi SmartPLS. Sementara uji variabel intervening menggunakan Variance Accounted For (VAF) untuk mengetahui peran dari variabel mediasi apakah full mediation, parsial mediation, atau tidak ada mediasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Hipotesis Penelitan Hipotesis yang telah dibuat oleh peneliti perlu diujikan untuk memastikan kebenaran Analisis hipotesis dalam PLS terdapat pada evaluasi struktural . nner mode. yang dilakukan dengan metode bootstrapping. Hasil pengujian melalui metode bootstrapping untuk analisis hipotesis disajikan dalam tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Path Coefficients Sampel Rata-rata Sampel Standar Deviasi T Statistik Nilai P Ket Asli X -> Z Sig 0,905 0,913 0,030 29,924 0,000 Z -> Y 0,624 0,302 0,123 5,055 0,000 Sig X -> Y 0,318 0,638 0,128 2,487 0,013 Sig Sumber: Data Diolah dengan SmartPLS 3. 0, 2023 Untuk mengetahui hubungan suatu variabel adalah signifikan atau tidak, dapat dilihat dari nilai p-value dan perbandingan nilai t-tabel dengan t-statistik. Apabila p-vallue < 0,05 maka hubungan antar varibel tersebut signifikan. Sementara perbandingan nilai t-tabel ialah apabila nilai t-statistik > 1,96 . ilai t-tabe. Hubungan positif pada variabel dilihat dari nilai sampel asli, jika bertanda (-) berarti hubungan variabel tersebut bernilai negatif. Berdasarkan tabel 4. 12 diperoleh kesimpulan hasil sebagai berikut: Nilai p-value pada hubungan variabel Servicescape (X) terhadap variabel Perceived Service Quality (Z) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 29,924 > 1,96 . statistik lebih besar dari t-tabe. serta original sample bernilai positif. Interpretasi dari hasil tersebut yakni bahwa variabel X mempunyai hubungan yang positif secara langsung dan signifikan terhadap variabel Z. H0 ditolak dan H1 diterima . ipotesis pertama diterim. Nilai p-value pada hubungan variabel Perceived Service Quality (Z) terhadap variabel Revisit Intention (Y) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik sebsesar 5,055 > 1,96 . -statistik lebih besar dari t-tabe. serta original sample bernilai positif. Interpretasi dari hasil tersebut yakni bahwa variabel Z mempunyai hubungan yang positif secara langsung dan signifikan terhadap variabel Y. H0 ditolak dan H2 diterima . ipotesis kedua diterim. Nilai p-value pada hubungan variabel Servicescape (X) terhadap variabel Revisit Intention (Y) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 5,055 > 1,96 . -statistik lebih besar dari t-tabe. serta original sample bernilai positif. Interpretasi dari hasil tersebut yakni bahwa variabel X mempunyai hubungan yang positif secara langsung dan signifikan terhadap variabel Y. H0 ditolak dan H3 diterima . ipotesis ketiga diterim. Dikarenakan pada hipotesis keempat merupakan variabel intervening . , maka dilakukan pengujian yang berbeda yakni dengan melihat output specific indirect effect pada SmartPLS yang hasilnya tertera pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Indirect Effect Sampel Ori Sampel Mean Standar Deviasi T Statistik Nilai P (X) -> (Z) > (Y) 0,564 0,584 0,123 4,573 0,000 Sumber: Data Diolah dengan SmartPLS 3. 0, 2023 Nillai p-value pada pengaruh tidak langsung variabel mediasi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik sebetsar 4,573 > 1,96 . -statistik > t-tabe. serta original sample bernilai positif. Maka interpretasi dari hasil tersebut ialah terdapat pengaruh yang tidak langsung secara signifikan dan positif dari varibbel Servicescape (X) terhadap variabel Revisit Intention (Y) melalui variabel Perceived Service Quality (Z). Sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H4 diterima . ipotesis keempat diterim. Dari hasil tersebut terbukti bahwa variabbel Perceived Service Quality (Z) sebagai variabel mediasi mampu memediasi pengaruh variabel Servicescape (X) terhadap variabel Revisit Intention (Y). Setelah variabel intevening terbukti dapat memediasi, selanjutnya dilakukan perhitungan guna mengetahui seberapa besar peran mediasinya. Perhitungan ini menggunakan metode VAF (Variance Accounted Fo. dengan dua kategori nilai. Kategori mediasi penuh . ull mediatio. apabila VAF > Kategori mediasi parsial . artial medaitio. apabiai nilai VAF ada diantara 2080%. Berikut hasil perhitungan mediasi dengan menggunakan metode VAF: VAF Indirect Effects indirect effects direct effects Penguauh lungsang = 0,318 Pengurah tadik lungsang = 0,905 x 0,624 = 0,565 Pengaruhh totall = 0,318 0,565 = 0,883 0,318 VAF = 0,883 = 0,360 atau 36% . artial mediatio. Setelah dilakukan perhitungan VAF pada variabel intervening, diperoleh hasil sebesar 36% variabel persepsi kualitas layanan memediasi variabel pelayanan lingkungan fisik terhadap variabel intensi berkunjung ulang. Ini berarti variabel persepsi kualitas layanan masuk dalam kategori pemediasi parsial. Akibatnya terjadi hubungan secarra tidiak langsuing antarai variabbel X terhadaip variabeil Y melaluei variabeil Z. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian yaing diperoleh berdasarkaen hasil hipotesis yaung telah diuji , sebagai berikut: Pelayanan Lingkungan Fisik (X) berpengaruh positif secara langsung serta signifikan terhadap Persepsi Kualitas Layanan (Z). Dari hasil terserbut maka dapat dikatakan bahwa hipotesis pertama diterima dan terbukti bahwa Servicescape dapat mempengaruhi Perceived Service Quality. Perceived Service Quality berpengaruh positif secara langsung dan signifikan terhadap revisit intention. Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan baihwa hipotesis kedua diterima dan terbukti bahwa Perceived Service Quality dapat mempengaruhi Revisit Intention. Servicescape berpengaruh positif secara langsung dan signifikan terhadap revisit Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa hipotesis ketiga diterima dan terbukti bahwa Servicescape dapat mempengaruhi Revisit Intention. Melalui persepsi kualitas layanan konsumen di Omah Teko Guest House. Servicescape berpengaruh secara tidak langsung dan signifikan terhadap revissit Persepsi kualitas layanan memediasi Servicescape terhadap revisit intention secara partial mediation, yang berarti variabel yang bersangkutan dapat memediasi Servicescape secara partial terhadap revisit intention. DAFTAR PUSTAKA