ISSN 2746-2218 ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA PANTAI BINALATUNG KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Muhammad Ilham. Annisa MuAoawanah Sukmawati. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Teknologi Yogyakarta email: mmdiilham@gmail. Abstrak Pariwisata merupakan sektor potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu Kota Tarakan memiliki kondisi geografis kepulauan yang menjadikan kawasan pesisirnya berpotensi untuk dijadikan tujuan wisata, yaitu wisata pantai. Kota Tarakan memiliki dua pantai yang menjadi tempat wisata, yaitu Pantai Amal dan Pantai Binalatung. Namun, kondisi pantai kurang terawat dan kurang ramai pengunjung. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi objek wisata Pantai Binalatung berdasarkan 4 komponen pariwisata, yaitu Attraction . Accessibility . Amenity . , dan Ancillary . elayanan Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 6 informan melalui teknik purposive sampling, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pantai Binalatung sudah memiliki atraksi wisata yang menarik, namun dari komponen aksesibilitas, amenitas, dan pelayanan tambahan terkait kelembagaan pariwisata perlu ditingkatkan kondisinya untuk memperkuat citra objek wisata Pantai Binalatung. Pantai Binalatung berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di Kota Tarakan karena keindahan pantai dan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh laut Binalatung, namun perlu ada peningkatan kualitas aksesibilitas, fasilitas, dan keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan untuk mempromosikan dan mengelola pantai. Kata Kunci: Komponen Pariwisata. Pantai Binalatung. Potensi Wisata Abstract Tourism is one of the sectors that can be relied on in increasing regional income. Tarakan City has an archipelagic geographical condition that makes its coastal area potential to be used as a tourist destination, namely beach tourism. Tarakan City has two beaches as tourist attractions, namely Amal Beach and Binalatung Beach. However, the condition of the beach is less well maintained and less crowded with visitors. For this reason, this study aims to analyze the potential of Binalatung Beach tourism objects based on four tourism components, namely Attraction. Accessibility. Amenity, and Ancillary. The research method used is a qualitative research method. Data was collected by interviewing 6 informants through purposive sampling technique, field observation, documentation, and literature study. The analysis uses descriptive qualitative techniques with interactive data analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusions. The results show that Binalatung Beach already has attractive tourist attractions, but from the components of accessibility, amenities, and additional services related to tourism institutions, conditions need to be improved to strengthen the image of the Binalatung Beach tourist Binalatung Beach has the potential to be developed into a leading tourist attraction in Tarakan City because of the beauty of the beach and the biodiversity of the Binalatung sea, but it requires to be an increase in the quality of accessibility, facilities, and active involvement of stakeholders to promote and manage the beach. Keywords: Tourism Components. Binalatung Beach. Tourism Potential Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar yang bermukim di sekitar pantai. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki Keanekaragaman potensi alam tersebut menjadikan banyak objek wisata yang bisa Indonesia memiliki banyak sektor wisata sehingga perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik untuk menghasilkan pendapatan yang besar dan meningkatka perekonomian wilayah-wilayah di Indonesia. Beberapa studi menunjukkan bahwa ada korelasi antara upaya pengembangan wisata dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Ahmar et al. , 2012. Jaenuddin, 2. Namun seiring perkembangan waktu yang melahirkan banyak wahana wisata baru. Pantai Binalatung, yang terletak segaris dengan Pantai Amal, kini sudah kurang mendapat perhatian pemerintah dalam pengelolaannya dan upaya pengembangannya. Pantai Binalatung diliputi oleh pemandangan pantai yang tercemari oleh ribuan sampah yang berserakan, kurang ramai pengunjung, dan hanya terlihat beberapa petani rumput laut saja (Radar Kaltara, 2. Temuan Cahyadi & Salim . juga menunjukkan bahwa kurangnya kepedulian masyarakat, seperti membuang limbah sampah ke laut juga turut memperburuk kondisi pantai. Padahal. Pantai Binalatung memiliki sumber daya hayati yang besar, seperti kerang kapah, ikan, kepiting, dan lainnya yang patut dilindungi ekosistemnya. Upaya perlindungan habitat ekosistem laut di Pantai Binalatung ini perlu dilakukan untuk melindungi sumber daya hayati secara lebih luas di Kota Tarakan (Cahyadi & Salim, 2. Kota Tarakan merupakan salah satu kota terbesar dan merupakan pintu gerbang utama di Provinsi Kalimantan Utara. Selain menjadi penghasil minyak bumi. Kota Tarakan juga memiliki keindahan alam yang potensial dijadikan sebagai tempat wisata, seperti Pantai Binalatung. Pantai Amal, hutan mangrove, dan lain-lain. Banyaknya objek wisata di Kota Tarakan dapat menarik perhatian para wisatawan lokal maupun mancanegara. Kondisi geografis berbentuk kepulauan menjadikan kawasan pantai merupakan salah satu tujuan wisata yang potensial di Kota Tarakan. Pantai Binalatung mempunyai cukup banyak potensi untuk dikembangkan karena aksesibilitas Pantai Binalatung sudah cukup Lokasi untuk menuju wisata ini cukup dekat dengan perkotaan dan kondisi jalan yang cukup baik sehingga mudah dijangkau oleh Kecamatan Tarakan Timur berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi menjadikan kawasan tersebut berpeluang untuk dikembangkan menjadi wisata bahari. Ini karena pemerintah Kota Tarakan sedang mendorong pemasukan Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari sektor pariwisata salah satunya wisata alam pantai, seperti Pantai Amal dan Binalatung (Radar Kaltara. Kelurahan Pantai Amal merupakan kawasan pesisir yang ada di Kecamatan Tarakan timur. Kelurahan Pantai Amal memiliki banyak objek wisata,salah satunya objek wisata Pantai Binalatung. Kelurahan Pantai amal tidak semua penduduknya berfokus pada pariwisata tetapi ada juga yang bekerja sebagai nelayan, petani rumput laut, dan lain-lain. Yoeti . perkembangan pariwisata dapat dilakukan aspek-aspek pendukung industri pariwisata, meliputi daya tarik wisata, kemudahan aksesibilitas, ketersediaan sarana dan fasilitas penunjang wisata, dan promosi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuuk menganalisis potensi objek Pantai Binalatung menggunakan komponen pariwisata 4A, yaitu Attraction . Accessibility . Amenity . , dan Ancillary . elayanan tambaha. Analisis ini perlu dilakukan untuk melihat potensi akan Pantai Binalatung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadimasukkan bagi para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk pengembangan objek wisata Pantai Binalatung Selain itu, bagi masyarakat Pantai Binalatung merupakan sebuah destinasi wisata yang ada di Kota Tarakan yang menawarkan keindahan wisata alam Keberadaan Pantai Binalatung mampu Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi wisata Pantai Binalatung agar masyarakat umum tertarik untuk berkunjung ke Pantai Binalatung. Accessibility (Aksesibilita. terkait dengan keberadaan sarana pendukung pergerakan Keberadaan aksesibilitas berperan penting karena mendukung mobilitas pengunjung, tidak hanya terkait dengan jalur/ rute transportasi namun juga moda transportasi untuk menjangkau objek wisata. Cooper et . menjelaskan bahwa keberadaan jaringan transportasi dan jasa transportasi Lebih lanjut. Sunaryo . menjabarkan beberapa hal terkait dengan aksesibilitas ini, yaitu petunjuk arah, keberadaan sarana transportasi seperti halte, bandara, stasiun, terminal, biaya perjalanan, waktu tempuh, dan frekuensi moda menuju lokasi wisata. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 Ae 2025 dijelaskan bahwa aksesibilitas pariwisata adalah semua jenis sarana dan prasarana transportasi yang mendukung pergerakan wisatawan dari wilayah asal wisatawan ke destinasi pariwisata maupun pergerakan di dalam wilayah destinasi pariwisata. Yoeti . juga menyatakan jika suatu objek suatu wisata tidak didukung aksesibilitas yang memadai maka objek wisata akan sulit dikembangkan menjadi destinasi . Amenity (Fasilita. terkait dengan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Cooper et al. menjelaskan bahwa sarana dan prasarana tersebut dapat berupa penginapan, rumah makan, transportasi, dan agen perjalanan. Keberadaan fasilitas tersebut berperan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk Adapun fasilitas dalam mendukung pariwisata yaitu: Akomodasi . otel, motel, cottage, apartemen, dan lainny. , . Makan minum . estoran, coffe shop, snack bar, dan lainny. , . Sanitasi, . Aksesbilitas . alan akses, setapak, pintu masuk/ gerbang utama dan tempat parki. KAJIAN LITERATUR Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, wisata diartikan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang maupun kelompok untuk mengunjungi destinasi tertentu dengan tujuan rekreasi, mengenal dan mempelajari keunikan daerah wisata, pengembangan diri dan sebagainya dalam jangka waktu yang singkat atau sementara waktu. Sementara itu. Yoeti . mendefinisikan wisata sebagai aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar dengan tujuan unutk mendapatkan pelayanan dan mencari kepuasan. Aktivitas wisata sendiri perlu didukung oleh ketersediaan berbagai fasilitas serta layanan dan didukung oleh keterlibatan berbagai stakeholder dalam pelaksanaan dan pengembangannya, baik masyarakat, dunia usaha, swasta, pemerintah dan stakeholder lainnya. Cooper et al. mengungkapkan ada empat komponen pariwisata yang perlu dimiliki oleh objek wisata untuk dapat mengembangkan kepariwisatannya, yaitu: Attraction (Atraks. merupakan sebuah komponen pariwisata terkait dengan daya tarik wisata. Fungsinya untuk menarik minat wisatawan melalui atraksi wisata yang ditawarkan. Menurut Cooper et al. , terdapat tiga jenis atraksi wisata, yaitu atraksi wisata alam/ natural, buatan, dan budaya. Sementara itu, dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, daya tarik wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan Lebih lanjut. Mason . mengungkapkan bahwa objek wisata akan memilii daya tarik apabila memiliki unsur something to buy, something to see, something to do. Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 Fasilitas umum wisata. Ancillary (Pelayanan Tambaha. adalah lembaga atau wadah yang bertujuan memberikan pelayanan bagi wisatawan guna mengoptimalkan usaha wisata serta menjadi wadah untuk saling berbagi dan menyebarkan informasi terkait kepariwisataan. Cooper et al. menjelaskan bahwa kelembagaan ini dapat disediakan oleh pemerintah sebagai wadah untuk menaungi wisatawan Kelembagaan berperan penting dalam sebuah kegiatan wisata, seperti lembaga pengelolaan, tourist information, travel agent dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam aktivitas wisata. METODE PENELITIAN Penelitian berlokasi di objek wisata Pantai Binalatung. Secara administratif. Pantai Binalatung terletak di Kelurahan Pantai Amal. Kecamatan Tarakan Timur. Kota Tarakan. Secara geografis Pantai Binalatung terletak pada 3A19'13. 56" Lintang Utara dan 117A39'28. 77" Bujur Timur. Gambar 1 menunjukan posisi Pantai Binalatung. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif dipilih karena penelitian akan menjelaskan secara deskriptif mengenai kondisi 4A di Pantai Binalatung. Peneliti juga mencari informasi dan menganalisis data dari berbagai sumber kata, gambar, maupun informasi lainnya untuk mengetahui gambaran tentang potensi dan komponen pariwisata 4A di Pantai Binalatung. Keberadaan bermanfaat untuk mendukung kenyamanan kunjungan wisatawan. Beberapa studi menunjukkan bahwa ada korelasi antara ketersediaan komponen 4A dengan kepuasan kunjungan wisatan. Penelitian Saway et al. menunjukkan bahwa kepuasan wisatawan paling dipengaruhi oleh keberadaan amenitas karena dengan kondisi fasilitas wisata yang lengkap, objek wisata akan semakin mudah dikenal karena daya tariknya. Lebih lanjut, penelitian Setyanto & Pangestuti . menunjukkan bahwa aksesibilitas menjadi komponen yang berpengaruh besar bagi kepuasan kunjungan terkait dengan ketersediaan sarana transportasi, petunjuk jalan, dan akses informasi. Begitu pula dengan Delamartha et al. bahwa integrasi antar objek wisata yang didukung oleh aksesibilitas wisata yang baik akan memudahkan pergerakan, disamping akan meningkatkan tingkat kunjungan wisata. Selain itu, temuan Salasa & Ismail . menyatakan bahwa komponen atraksi adalah yang paling mempengaruhi kepuasan kunjungan karena terkait dengan keragaman aktivitas wisata yang dapat dilakukan di objek wisata. Berdasarkan penjelasan dari beberapa studi tersebut, maka komponen pariwisata perlu untuk ditelaah mendalam karena masingmasing pengembangan objek wisata. Sumber: Citra Google Earth (Diolah Peneliti. Gambar 1. Posisi Pantai Binalatung Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, survey instansi, telaah dokumen, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung kondisi objek wisata Pantai Binalatung menurut potensi dan daya tariknya, karakteristik fisik pantai, kondisi aksesibilitas, dan ketersediaan fasilitas di dalam pantai. Wawancara dilakukan untuk menggali persepsi beberapa informan mengenai kondisi wisata di Pantai Binalatung, seperti kondisi Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 daya tarik wisata, fasilitas, pengelolaan objek wisata, dan keberadaan kerjasama dalam pengelolaan dan pengembangan wisata. Wawancara dilakukan kepada 6 informan dengan teknik purposive sampling, mencakup pengelola objek wisata Pantai Binalatung. Dinas Pariwisata, pedagang, dan beberapa pengunjung objek wisata Pantai Binalatung. Survey instansi dilakukan ke Dinas Pariwisata. Sedangkan telaah dokumen dan dokumentasi dilakukan dengan pengambilan gambar di lapangan serta menelaah literatur terkait dengan Pantai Binalatung. dilakukan, lalu membaca keseluruhan hasil transkripsi agar didapatkan pemahaman mengenai informasi terkait penelitian. Selanjutnya, data yang relevan diberi kode, kemudian dikelompokan berdasarkan tematema yang didapatkan dari hasil pembacaan transkrip wawancara. Peneliti juga melakukan pengkodingan dengan melihat hasil transkrip wawancara, dengan contoh Muhammad Ilham disingkat menjadi MI, hasil wawancara ketika pertama kali melakukan wawancara diberi kode W1. Tanggal dilakukannya wawancara ditulis sesuai tanggal dilakukannya wawancara 11112020, dan untuk melihat urutan wawancara yang telah didapatkan dengan rumusan masalah maka dihitung per baris form wawancara 1-5. Maka dari hal tersebut didapatkan pengkodingan dengan uraian MI. W1, 11112020, 1-5. Pengelompokkan data ini berdasarkan analisis yang dilakukan dan tersusun sebelumnya, dengan melihat potensi pengembangan objek wisata pantai tersebut. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis mengkompilasikan hasil temuan dari berbagai sumber . , yaitu hasil observasi, wawancara, survey instansi, telaah dokumen dan dokumentasi yang telah diperoleh untuk melihat komponen pariwisata 4A. Analisis deskriptif wisata ini digunakan sebagai alat untuk menemukenali potensi wisata 4A yang terdapat di Pantai Binalatung, meliputi atraksi, amenitas atau sarana dan prasarana, aksesbilitas, dan layanan tambahan yang dibutuhkan para wisatawan. Penyajian Data (Data Displa. Penyajian data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil pengolahan data wawancara disajikan dalam bentuk teks narasi yang diperkuat oleh foto-foto hasil kegiatan lapangan. Adapun langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analysis Interactive seperti dalam bagan di Gambar 2 berikut (Miles & Huberman, 1. Penarikan Drawin. Kesimpulan (Conclusion Penarikan kesimpulan harus dapat menjawab rumusan masalah. Secara teknis proses penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode triangulasi sumber data, dimana peneliti menggunakan berbagai metode pengumpulan data data sebagai metode untuk validasi temuan hasil, yakni dengan wawancara, observasi lapangan, dan telaah literatur. Sumber: Miles & Huberman, 1994 Gambar 2. Proses Analisis Data Interaktif HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Gambaran Umum Kota Tarakan . Reduksi data (Data Reductio. Kegiatan reduksi data dilakukan dengan menuangkan hasil wawancara ke dalam Transkripsi wawancara ini dilakukan agar peneliti dapat melihat hasil pengumpulan data lapangan serta wawancara yang telah Kota Tarakan memiliki luas wilayah 657,33 km2 yang terdiri dari luas wilayah daratan 250,80 km2 dan luas wilayah lautan 406,53 km2. Wilayah administrasi Kota Tarakan terdiri dari 4 Kecamatan dengan luas Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 daratan masing-masing Kecamatan, yaitu: Tarakan Timur . ,01 km. Tarakan Tengah . ,54 km. Tarakan Barat . ,89 km. , dan Tarakan Utara . ,36 km. Kota Tarakan memiliki 4 Kecamatan dan 20 Kelurahan: Kecamatan Tarakan Timur: Kelurahan Mamburungan. Mamburungan Timur. Pantai Amal. Kampung Enam. Kampung Empat. Gunung Lingkas, dan Lingkas Ujung. Kecamatan Tarakan Tengah: Kelurahan Selumit Pantai. Selumit. Sebengkok. Pamusian, dan Kampung Satu Skip. Kecamatan Tarakan Barat: Kelurahan Karang Rejo. Karang Balik. Karang Anyar. Karang Anyar Pantai, dan Karang Harapan. Kecamatan Tarakan Utara: Kelurahan Juata Permai. Juata Kerikil, dan Juata Laut. Untuk lebih jelasnya Kota Tarakan dapat melihat peta pada Gambar 2. Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 2. Peta Administrasi Kota Tarakan Kota Tarakan memiliki topografi wilayah yang berada pada kawasan datar hingga Kota Tarakan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata kurang lebih 18 mdpl untuk masing-masing Adapun ketinggian dataran masing-masing kecamatan tersebut, yaitu: Tarakan Timur . ,00 mdp. Tarakan Tengah . ,00 mdp. Tarakan Barat . ,00 mdp. , dan Tarakan Utara . ,00 mdp. Tarakan merupakan hamparan pasir dan sebagian besar merupakan rawa pasang surut yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga banyak ditumbuhi oleh vegetasi mangrove dan nipah. Kota Tarakan memiliki luas wilayah daratan seluas 25. 080 Ha yang dapat penggunaan lahan. Berdasarkan data pola guna lahan Kota Tarakan tahun 2018, sebesar 34% wilayah Kota Tarakan berupa hutan dan Lebih lanjut, seluas 32% wilayahnya Kota Tarakan memiliki pantai yang cukup Sebagian kecil wilayah pantai di Kota Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 adalah campuran guna lahan antara semak dan budidaya pertanian berupa ladang dan tegalan. Sementara itu, hanya 5,5% wilayah di Kota Tarakan atau sekitar 1. 376 Ha yang merupakan lahan terbangun. Pantai Binalatung berpotensi menjadi salah satu wisata pantai andalan di Kota Tarakan selain dari Pantai Amal. Ini karena Pantai Binalatung memiliki pepohonan pinus, kelapa, dan mangrove yang tersebar di Pantai Pengunjung menikmati keindahan pantai sambil bermain air dan dikelilingi pepohonan yang teduh. Inilah yang menjadi daya tarik utama wisata Pantai Binalatung. Beberapa responden menyatakan bahwa Pantai Binalatung memiliki potensi wisata alam yang cuukup menarik, seperti narasumber IM. JH, dan AA yang menyatakan bahwa Pantai Binalatung cocok digunakan sebagai tempat refreshing dengan beberapa kegiatan penunjang, seperti duduk dan tiduran di bawah pohon pinus serta bermain air. Denah kondisi Pantai Binalatung tersaji di Gambar 3. Kota Tarakan memiliki objek wisata beragam, mulai dari mulai dari wisata adat, wisata sejarah . , wisata bahari dan wisata Dari beberapa potensi wisata di Kota Tarakan tersebut, wisata bahari menjadi wisata yang sering ramai dikunjungi seperti di objek wisata Pantai Amal dan Pantai Binalatung. 2 Analisis Potensi Wisata Pantai Binalatung Pantai Binalatung berlokasi masih satu garis pantai dengan Pantai Amal. Pantai Binalatung memiliki ciri khas pasir putih dan dikelilingi oleh pohon pinus di sekitar pantai. Wisata Pantai Binalatung biasanya ramai pengunjung di akhir pekan. Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 3. Denah Objek Wisata Pantai Binalatung ekosistem pantai dan hutan sebuah komponen pariwisata yang memiliki daya tarik dalam menarik wisatawan. Pantai Binalatung mempunyai pemandangan yang cukup indah dan menarik dibandingkan dengan pantai lain yang ada di Kota Tarakan. Tempat wisata 1 Attraction (Atraks. Objek wisata yang baik adalah sebuah tempat wisata yang menawarkan atraksi wisata yang memiliki keunikan sebagai daya tarik perhatian wisatawan. Pantai Binalatung memiliki atraksi wisata alam berupa keunikan Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 Pantai Binalatung pada umumnya sering dimanfaatkan untuk rekreasi oleh masyarakat Kota Tarakan pada akhir pekan oleh masyarakat lokal. Atraksi yang ditawarkan Pantai Binalatung masih memiliki kekurangan berupa hiburan sehingga perlu pengembangan objek wisata dalam menarik perhatian dan menambah jumlah kunjungan wisatawan. Biaya yang dikeluarkan untuk menikmati atraksi wisata tersebut adalah Rp 5. 000,00 dari 00 dan untuk malam hari atau yang ingin menginap sebesar Rp 10. 000,00. Biaya tiket masuk ini telah dipahami oleh pengunjung, seperti narasumber pengunjung RK. NA, dan JH yang menyatakan bahwa biaya tiket masuk di pagi hari dan malam hari untuk berenang jika takut berenang di pantai. Pengunjung yang ingin menggunakan kolam tersebut harus membayar Rp 10. 000,00/anak (Gambar . Ketika musim kemarau pengunjung bisa melihat keindahan langit yang ada di pantai dipenuhi laying-layang yang dimainkan oleh para wisatawan. Pada malam hari pengunjung juga bisa bermalam ataupun berkemah dipantai melakukan kegiatan seperti bakarbakar ataupun lainnya. Pantai Binalatung memiliki luas A1 Ha. Pantai Binalatung memiliki karakteristik objek wisata pantai yang masih alami karena terdapat banyak vegetasi pepohonan, seperti pohon bakau, pinus dan kelapa yang ada di dalam objek wisata tesebut. Objek wisata ini juga terpisah dari pemukiman penduduk karena dibatasi oleh sungai yang ada di sebelah barat pantai. Karakteristik Pantai Binalatung, yaitu wisata alam yang disekitar pantai ini masih dijaga kelestariannya yang terdiri dari pepohonan, pasir putih, dan ombak pantai yang tenang serta angin yang berhembus pelan, sehingga membuat hawa di daerah wisata tersebut sejuk dan nyaman. Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Pantai Binalatung. Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 4. Kolam Renang di dalam Objek Wisata Pantai Binalatung Para wisatawan juga dapat mengadakan event di pantai ini tetapi harus membuat izin kepada pihak pengelola pantai. Menurut hasil wawancara kepada para wisatawan banyak yang mengeluhkan kurangnya kebersihan yang ada di pantai ini. Sehingga perlunya kesadaran kepada pihak pengelola agar selalu mengingatkan kepada para wisatawan untuk membuang ketempat yang sudah disediakan. Berikut dibawah ini merupakan gambaran objek wisata Pantai Binalatung. Pantai Binalatung juga memiliki aneka jenis biota laut dan beraneka macam jenis hewan lainnya seperti kerang, teripang, keong, kepiting, dan lainnya yang sering dijumpai oleh para wisatawan. Pantai yang lumayan bersih dan ombak yang tidak terlalu tinggi ketika air pasang atau naik membuat para wisatawan sering berenang dan memancing di pantai ini dan ketika air di pantai ini sedang surut para wisatawan memanfaatkan pantai ini sebagai tempat berolahraga seperti bermain bola ataupun voli di pinggiran pantai. Pantai ini juga memiliki pepohonan pinus yang membuat rasa lebih nyaman inilah yang membuat pantai ini berbeda dengan yang lain. Pantai Binalatung juga menyediakan kolam khusus anak Ae anak yang dapat digunakan 2 Accessibility (Aksesibilita. Aksesibilitas merupakan suatu hal yang penting terhadap pariwisata karena untuk mencapai objek wisata sangat memerlukan moda transportasi yang baik dan kemudahan dalam menjangkau objek wisata. Keberadaan sarana transportasi publik dapat meningkatkan aksesibilitas menuju objek wisata dan potensial untuk mengembangkan objek wisata. Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 Objek wisata Pantai Binalatung memiliki kondisi aksesibilitas wisata yang sudah cukup baik karena memudahkan para wisatawan lokal maupun mancanegara mudah dalam menjangkau objek wisata. Namun, di beberapa ruas jalan kondisinya masih ada yang berlubang sehingga mempengaruhi waktu tempuh wisatawan. Beberapa narasumber selaku pengunjung cukup mengeluhkan hal ini, seperti narasumber IM yang menyatakan bahwa belum ada transportasi umum, seperti angkot atau bus yang menjangkau objek wisata cukup menyulitkan akses menuju Pantai Binalatung. Di sisi lain, narasumber NA dan AA juga mengeluhkan mengenai kondisi jalan yang masing berlubang sehingga menambah waktu perjalanan. Gambar 5. Kondisi Jembatan Menuju Pantai Binalatung Ketersediaan moda transportasi di sekitar kawasan kelurahan Pantai Amal khususnya di sekitar objek wisata Pantai Binalatung tidak hanya digunakan untuk memperlancar Moda transportasi yang digunakan menuju lokasi belum cukup lancar karena masih belum dijangkau oleh pelayanan angkutan umum dan wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi roda dua dan roda empat untuk berkunjung kelokasi wisata Pantai Binalatung. Gambar 6 menunjukkan kondisi jalan menuju Pantai Binalatung. Aksesibilitas yang ada di kawasan objek wisata Pantai Binalatung cukup baik. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke objek wisata Pantai Binalatung sekitar 10 km dari dari pusat Kota Tarakan, dan waktu tempuh yang diperlukan sekitar 15-30 menit untuk menuju ke objek wisata tersebut. Kondisi jalan yang sepenuhnya sudah beraspal tetapi memiliki kekurangan seperti banyaknya jalan yang berlubang . ihat Gambar . , kurangnya lampu penerangan jalan, jembatan penyebrangan yang kurang baik, dan kurangnya penanda jalan menuju lokasi wisata tersebut. Roda empat sendiri sulit melintasi kawasan menuju wisata tersebut karena wisatawan harus melewati jembatan kayu yang kurang baik pembangunannya. Perlunya perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan perbaikan fasilitas publik dalam masyarakat sekitar. Dengan begitu arus aksesibilitas bisa berjalan lancar dan pendapatan daerah maupun masyarakat kawasan wisata dapat menjadi lebih baik. Sumber: Peneliti, 2021 Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 6. Kondisi Jalan Menuju Pantai Binalatung Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 terjaga pengunjung bisa lebih nyaman dan sering digunakan ketika beribadah di tempat 3 Amenity (Fasilita. Objek wisata memerlukan sarana prasarana atau fasilitas yang digunakan sebagai pelengkap daerah tujuan wisata. Fungsinya adalah untuk melayani kebutuhan Untuk itu, objek wisata tidak hanya perlu memiliki atraksi wisata yang baik, namun juga perlu ditunjang dengan fasilitas sarana dan prasarana wisata yang baik agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan dari Pantai Binalatung memiliki ketersediaan fasilitas pariwisata yang sudah memadai dalam memanjakan wisatawannya. Kondisi fasilitas wisata yang baik juga perlu diperhatikan terutama fungsi dan kebersihannya. Pantai Binalatung memiliki kondisi fasilitas wisata yang kurang baik dari segi perawatannya. Ini karena masih banyak terlihat banyak fasilitas wisata yang rusak dan tidak terawat. Menurut hasil survey, objek wisata Pantai Binalatung memiliki 8 gazebo yang berada di pinggir pantai, 30 tempat duduk yang tersebar di seluruh wisata, musholla (Gambar . , toilet (Gambar . warung makan, dan area parkir yang kurang luas karena hanya bisa menampung kendaraan motor sekitar 30 motor dan kurangnya parkiran mobil. Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 8. Fasilitas Toilet di Pantai Binalatung Banyak wisatawan Pantai Binalatung mengeluhkan tentang kondisi toilet dan air bersih yang kondisinya kotor dan kurang Keadaan air bersihnya juga kurang bersih dan menguning. Sumber air bersih yang ada di objek wisata Pantai Binalatung ini berasal dari sumur. Sumber air bersih dari sumur ini juga dimanfaatkan olehmasyarakat sekitar untuk keperluan sehari Ae hari. Toilet dan air bersih yang baik dapat membuat para pengunjung bisa lebih lama dalam menikmati wisatanya dan kembali berwisata di pantai tersebut selanjutnya. Fasilitas yang sudah memadai tetapi masih banyak kekurangan dari segi kebersihan dan kelayakan pakai oleh Beberapa mendukung pernyataan ini, seperti narasumber NA yang menyatakan bahwa beberapa fasilitas dalam keadaan rusak, seperti toilet dan tempat duduk, serta fasilitas tempat makan juga Begitu juga narasumber JH dan AA yang mengeluhkan permasalahan toilet kurang bersih serta parkiran yang sempit dan belum ada penataan. Fasilitas yang rusak dapat mempengaruhi jumlah kunjungan berikutnya. Sumber: Peneliti, 2021 Kondisi area parkir di objek wisata Pantai Binalatung juga kurang baik dan tertata. Belum terdapat area parkir khusus untuk menampung kendaraan. Area parkir yang tersedia masih berupa tanah lapang yang kurang luas dan tidak ada petugas parkir sehingga keamanan parkir juga dapat dikatakan belum baik . ihat Gambar . Gambar 7. Musholla di Pantai Binalatung Pantai Binalatung Kelengkapan sarana fasilitas objek wisata perkembangan suatu potensi objek wisata pada Pantai Binalatung. Fasilitas musholla yang ada di wisata ini sudah cukup baik hanya saja perlu memperhatikan kebersihan. Jika kebersihan Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 10. Kondisi Jembatan Penyeberangan Menuju Pantai Binalatung Wisata Pantai Binalatung menyediakan akomodasi penginapan seperti villa yang dapat disewa oleh para wisatawan (Gambar . Dengan menambahkan fasilitas yang kurang tersebut objek wisata ini bisa lebih nyaman dikunjungi dan mendukung perkembangan potensi yang tersedia pada objek wisata Pantai Binalatung. Hanya saja kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap villa yang disewakan oleh pihak pengelola ini sehingga villa ini selalu sepi untuk tamu yang ingin menyewa. Pengunjung tidak tertarik dengan villa ini karena para pengunjung lebih memilih membawa tenda untuk bermalam di objek wisata Pantai Binalatung. Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 9. Area Parkir di Pantai Binalatung Pada hari libur wisata ini biasanya kedatangan banyak wisatawan tetapi karena kurang tertatanya dan ketidakcukupan lahan dalam menampung kendaraan seperti motor dan mobil biasanya para wisatawan memarkirkan kendaaraannya di bahu jalan. Padahal, keberadaan area parkir yang luas dan aman dapat meningkatkan jumlah kunjungan Untuk menuju ke lokasi objek wisata, pengunjung perlu menyeberang jembatan. Gambar 10 menggambarkan kondisi jembatan yang digunakan para pengunjung untuk menyebrang ke Pantai Binalatung. Jembatan tersebut memiliki luas yang hanya sekitar satu meter dan tidak memiliki pagar atau pengaman sehingga dapat membahayakan pengunjung. Para wisatawan juga mengeluhkan kurangnya penerangan seperti lampu untuk penerangan Selain itu, di dalam objek wisata pantai juga kurang lampu penerangan. Sumber: Peneliti, 2021 Gambar 11. Villa di Objek Wisata Pantai Binalatung 4 Ancillary (Pelayanan Tambaha. Objek wisata yang baik adalah objek wisata yang terbentuk karena memiliki sebuah kelembagaan yang baik juga. Pengelolaan objek wisata Pantai Binalatung dilakukan oleh pemilik wisata itu sendiri dengan arahan lembaga pemerintah. Keterlibatan pemerintah sangat penting dalam pengembangan wilayah Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 pengembangan kepariwisataan daerah. Peran pemerintah dalam pengembangan objek wisata Pantai Binalatung adalah dengan melakukan promosi dan pemasaran dan juga mengadakan masyarakat, dan pedagang yang ada di objek wisata ini. Lembaga pengelola objek wisata juga harus memerhatikan tingkat keamanan wisata karena masih banyak kejadian kehilangan barang di objek wisata ini. Namun, jika dilihat dari komponen aksesibilitas dan amenitas masih kurang. Ini karena untuk aspek aksesbilitas, kualitas jalan serta ketersediaan moda transportasi umum untuk menjangkau Pantai Binalatung belum ada dan cukup menambah waktu tempuh perjalanan menuju objek wisata. Sementara itu, dari aspek amenitas ketersediaan fasilitas baik kualitas dan kuantitas perlu ditambah serta diperbaiki. Aspek keamanan juga perlu diperhatikan oleh pengelola objek wisata. Jika dapat dioptimalkan, keempat komponen pariwisata tersebut dapat memperkuat citra objek wisata, menarik minat wisatawan, dan Beberapa bahwa kerap terjadi kehilangan di area objek Narasumber BT dan JH menyarakan bahwa sering terjadi kehilangan barang bawaan, seperti kunci motor dan HP. Selain itu, narasumber NA juga menambahkan keberadaan jalanan menuju pantai yang gelap juga berpeluang terjadi tindak kriminalitas. KESIMPULAN Analisis terhadap potensi wisata Pantai Binalatung dapat dianalisis Attraction . Accessibility . Amenity . , dan Ancillary . elayanan tambaha. Atraksi berguna untuk menarik minat Pantai Binalatung memiliki atraksi wisata yang berbeda dari atraksi objek wisata yang lainnya. Perbedaan itu yang membuat wisatawan dapat memilih ingin berkunjung ke wisata yang Atraksi wisata Pantai binalatung sangat beragam dalam menarik perhatian wisatawan. Salah satunya memiliki keindahan dan putihnya pasir yang dimiliki Pantai Binalatung. Dari komponen amenitas. Pantai Binalatung memiliki amenitas atau fasilitas yang sudah cukup memadai dari segi kuantitas dan jenis fasilitas yang disediakan, namun untuk kualitasnya masih kurang baik/ Amenitas yang sudah tersedia di Pantai Binalatung adalah seperti tempat duduk, gazebo, toilet, tempat makan, musholla, tempat parkir, dan lainnya namun kondisinya kurang Dari komponen aksesibilitas. Pantai Binalatung cukup baik dan terjangkau oleh kendaraan pribadi, namun di beberapa ruas masih terdapat kondisi jalan berlubang. Meskipun penanda Pemasaran dan promosi objek wisata sangat penting dilakukan dalam mendapatkan informasi dan menambah jumlah kunjungan Hasil wawancara yang dilakukan kepada pengunjung mengatakan bahwa mengetahui objek wisata ini dari teman. Pengelola wisata perlu memperluas jangkauan promosi dan pemasaran, seperti membuat website wisata, menambahkan promosi melalui media sosial, dan surat kabar. Dengan begitu jumlah kunjungan objek wisata bisa Pengunjung juga tidak pernah melihat adanya promosi brand wisata Pantai Binalatung wisatawan hanya mengetahui melalui teman ke teman. Beberapa narasumber menyatakan hal ini, seperti narasumber BT dan AA yang mendapatkan informasi mengenai Pantai Binalatung dari teman. Selain itu, narasumber NA yang mengetahui dari media sosial instagram. Berdasarkan analisis komponen 4A yang telah dilakukan, didapatkan temuan bahwa dari segi atraksi wisata. Pantai Binalatung sudah cukup menarik minat wisatawan. Ini karena Pantai Binalatung memiliki keragaman daya tarik wisata, seperti pasir putih, kolam renang untuk anak-anak, dan kekayaan sumber daya hayati yang juga berpeluang untuk dikembangkan menjadi minat wisata khusus, selain wisata alam. Selain itu, biaya tiket masuk juga cukup murah. Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 jalan ke arah pantai memang tidak ada, tetapi pengunjung dapat mencari dengan aplikasi yang ada di ponsel seperti google maps. Di samping itu, didapatkan di lokasi wisata tersebut. Sementara itu, dari komponen diperlukan keterlibatan dari pihakpihak terkait untuk mempromosikan keberadaan pantai dan upaya peningkatan kualitas pantai. Melihat potensi wisata Pantai Binalatung yang berpeluang untuk dikembangkan, perlu ada perhatian lebih dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan objek wisata Pantai Binalatung. Pentingnya pengembangan objek wisata Pantai Binalatung dengan melihat potensi apa yang dimiliki dan komponen pariwisata apa saja yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Plano Buana, 1. , 78Ae91. Jaenuddin. Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Mamuju. Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3. , 67Ae71. Mason. Tourism Impacts. Planning and Management. Butterworth Heinemann. Miles. , & Huberman. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook . nd ed. Sage Publications. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 Ae Radar Kaltara. Pantai Amal. Nasibmu Kini: Melihat Kondisi Destinasi Wisata Tertua Bumi Paguntaka. https://kaltara. co/read/news/25710 -pantai-amal-nasibmu-kini/6 Radar Kaltara. Tingkatkan PAD Melaui Destinasi Wisata. https://kaltara. co/read/news/37076 -tingkatkan-pad-melalui-destinasiwisata. Salasa. , & Ismail. Analisis Pengaruh Attraction. Accessibility. Amenities, dan Ancillary Terhadap Kepuasan Wisatawan Pantai Tiga Warna Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya, 7. , 1Ae8. Saway. Alvianna. Estikowati. Lasarudin. , & Hidayatullah. Dampak Atraksi. Amenitas Aksesibilitas Pantai Pasir Putih Kabupaten Manokwari Kepuasaan Wisatawan Berkunjung. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama Dan Budaya, 6. , 1Ae Setyanto. , & Pangestuti. Pengaruh Komponen Destinasi Wisata . A) terhadap Kepuasan Pengunjung Pantai Gemah Tulungagung. Jurnal Administrasi Bisnis, 72. , 157Ae167. Sunaryo. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Gava Media. Undang-Undang No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Utari. , & Kampana. REFERENSI