Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA SEPUTIH. KABUPATEN JEMBER Firda Diartika1. Uystka Hikmatul Kamiliyah NH2. Milawaty3. Hablana Rizka4. Lely Dian Utami5 Jurusan Bahasa. Komunikasi dan Pariwisata. Politeknik Negeri Jember firda_diartika@polije. hikmatul@polije. milawaty@polije. hablana@polije. dian@polije. Abstract Seputih Village, located in Mayang District. Jember Regency, is an emerging sustainable tourism village that possesses natural and cultural tourism potential, supported by six leading MSMEs: teak wood crafts, rattan crafts, cassava chips production, coffee processing, tobacco packaging, and roasted peanut production. This study aims to identify the spatial distribution of these leading MSMEs and formulate development strategies to support sustainable tourism. The data analysis methods employed include spatial analysis using QGIS (Quantum Geographic Information Syste. to map the distribution of MSMEs. Furthermore. SWOT analysis (Strengths. Weaknesses. Opportunities, & Threat. was conducted to identify internal and external factors, followed by a QSPM (Quantitative Strategic Planning Matri. analysis to objectively determine priority development strategies. The results indicate that the leading MSMEs in Seputih Village are concentrated in two hamlets: Pandean and Tetelan. Based on the SWOT and QSPM results, the selected development strategies include an SAeO strategy comprising capacity building for production and digital promotion based on local potential, followed by a WAeO strategy consisting of innovation training and product certification. Priority strategies are directed toward strengthening digital branding, enhancing product innovation, and fostering cross-sector partnerships to expand market access and establish a competitive creative economy ecosystem. Keywords: MSMEs. Sustainable Tourism. SWOT. QSPM INTRODUCTION Desa Seputih Kecamatan Mayang. Kabupaten Jember, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata berkelanjutan. Desa ini dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya. Situs Megalitikum Seputih Mayang yang memiliki nilai arkeologis tinggi. Selain itu, potensi alam dan aktivitas masyarakat agraris yang masih terjaga menjadi modal sosial penting Namun Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 potensi pariwisata yang dimiliki Desa Berdasarkan hasil identifikasi di Seputih belum sepenuhnya diiringi dengan lapangan, terdapat enam UMKM unggulan di penguatan sektor ekonomi lokal, khususnya Desa Seputih, yaitu Kerajinan Kayu Jati. Usaha Kerajinan Mikro. Kecil. Menengah Rotan. Produksi Keripik (UMKM) sebagai penggerak ekonomi kreatif Singkong. Pengolahan Kopi. Pengemasan yang berperan besar dalam mendukung Tembakau, dan Produksi Kacang Oven. keberlanjutan pariwisata desa. Keenam Keterlibatan keterkaitan erat dengan potensi wisata lokal mendukung pariwisata desa sangat penting karena sebagian besar produknya dapat dikembangkan sebagai suvenir khas, kuliner ekonomi lokal, membuka peluang kerja, serta lokal, maupun aktivitas wisata edukatif. menciptakan daya tarik wisata yang berbasis Namun, pengembangan UMKM di Desa Seputih UMKM UMKM Dalam hambatan yang menghambat daya saingnya. UMKM tidak hanya berfungsi sebagai seperti keterbatasan standarisasi produk, pelengkap kegiatan wisata, tetapi juga lemahnya branding dan strategi pemasaran, sebagai entitas ekonomi yang mampu kurangnya inovasi produk, serta rendahnya menghadirkan produk, jasa, dan pengalaman hambatan tersebut menjadi tantangan utama masyarakat setempat. Menurut Nugroho et al. , sinergi antara pelaku pariwisata dan sebagai motor ekonomi desa wisata. UMKM Hambatan- Dari UMKM UMKM ekonomi desa wisata melalui penciptaan tersebut, hanya UMKM Kerajinan Rotan lapangan kerja dan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Hal ini sejalan dengan internasional secara konsisten. Keberhasilan Mariani et al. yang menegaskan ini dicapai melalui adopsi teknologi digital bahwa integrasi UMKM dalam ekosistem dalam kegiatan pemasaran, serta pembukaan pariwisata mampu meningkatkan inovasi gerai penjualan di Pulau Bali yang menjadi lokal, memperkaya pengalaman wisatawan, pasar potensial karena tingginya kunjungan dan memperkuat daya saing destinasi. Strategi Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 pemilihan lokasi strategis berperan besar belum mampu mengembangkan identitas dalam memperluas jangkauan pasar UMKM. merek yang kuat dan konsisten, serta belum Menurut Reim et al. , digitalisasi mengoptimalkan penggunaan media digital memungkinkan UMKM mempercepat proses untuk promosi. Menurut Patma . , media sosial dan e-commerce memberikan komunikasi, peningkatan visibilitas merek, dampak signifikan terhadap peningkatan visibilitas dan volume penjualan UMKM di Dengan Indonesia, tetapi keberhasilannya sangat UMKM Rotan bergantung pada kemampuan manajemen pengembangan bagi UMKM lain di Desa konten dan pemahaman perilaku konsumen. Seputih. Selain itu, adopsi teknologi digital di Sebaliknya. UMKM UMKM Indonesia mengalami berbagai kendala mendasar. Dari tergolong rendah akibat keterbatasan literasi aspek standarisasi produk, sebagian besar pelaku usaha belum memiliki sertifikasi (Trinugroho et al. , 2. Kondisi serupa mutu, kemasan yang sesuai standar pasar, dan juga terjadi di Desa Seputih, di mana kontrol kualitas yang konsisten. Omari et al. menyatakan bahwa manajemen mutu hubungan antara inovasi dan kinerja produk Melihat pada UMKM di negara berkembang. Di sisi tersebut, diperlukan strategi pengembangan lain, kemampuan inovasi produk juga masih yang terarah dan berkelanjutan agar UMKM Keelson et al. menegaskan di Desa Seputih mampu bertransformasi bahwa inovasi proses dan produk merupakan faktor utama dalam mempertahankan daya Pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan saing UMKM di tengah pasar yang dinamis. Menengah (UMKM) memiliki peran penting terutama pada sektor yang berorientasi sebagai penggerak utama ekonomi lokal sekaligus penjaga nilai budaya dan identitas Permasalahan destinasi wisata. Namun, kondisi UMKM di lemahnya branding dan strategi pemasaran. Desa Seputih masih menghadapi banyak Sebagian besar UMKM di Desa Seputih Permasalahan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 tersebut menghambat kontribusi UMKM oleh Fauzi & Hermawan . dalam terhadap penguatan daya saing desa wisata lingkup pengembangan ekonomi kreatif dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Oleh berbasis komunitas. karena itu, diperlukan penelitian yang Untuk mendukung proses identifikasi mengidentifikasi strategi yang tepat dalam spasial, penelitian ini menggunakan analisis mengembangkan UMKM untuk mendukung spasial berbasis QGIS (Quantum Geographic pengembangan pariwisata berkelanjutan di Information Syste. Penggunaan QGIS Desa Seputih. untuk memetakan persebaran UMKM secara geografis dan mengidentifikasi klaster usaha METHOD unggulan yang potensial dikembangkan Penelitian sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata pendekatan mixed method dengan penekanan Data spasial yang diperoleh pada data kualitatif dan kuantitatif yang dari hasil survei lapangan diolah melalui Pengumpulan dilakukan melalui survei primer meliputi menghasilkan peta sebaran UMKM unggulan survei pemetaan, observasi lapang, serta Desa Seputih. Pendekatan ini sesuai dengan Sukmana SIG Geografi. UMKM dan pemerintah Desa Seputih. Survei (Sistem pemetaan potensi lokal desa wisata mampu kapasitas produksi, serta keterkaitan antar memberikan visualisasi yang akurat terhadap UMKM dengan potensi pariwisata di desa pola sebaran ekonomi kreatif dan mendukung perumusan strategi pembangunan berbasis Wawancara menggali informasi mengenai tantangan Informasi data spasial. Dalam tahap penyusunan strategi kelembagaan, serta keterlibatan UMKM pengembangan UMKM, digunakan dua alat dalam kegiatan pariwisata desa. Pendekatan analisis strategis yang saling melengkapi. SWOT (Strengths. Weaknesses. Threat. partisipatif yang menekankan keterlibatan Opportunities, aktif masyarakat lokal dalam setiap tahapan (Quantitative Strategic Planning Matri. pengumpulan data, sebagaimana disarankan Analisis SWOT QSPM Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing UMKM, unggulan untuk mendukung pengembangan mengevaluasi dan memprioritaskan alternatif desa wisata berkelanjutan. Hal ini sejalan strategi yang dihasilkan secara terukur dan dengan pendapat Sukmana. Lestari, dan Kombinasi SWOT dan QSPM Widodo . yang menyatakan bahwa pengelompokan spasial UMKM dalam satu QSPM UMKM produksi dan memperkuat daya saing pelaku mengintegrasikan dimensi kualitatif dan usaha lokal melalui kolaborasi dan berbagi kuantitatif secara sistematis (Rahman & sumber daya. Suryani, 2022. Dewi et al. , 2. Dengan demikian, hasil analisis ini diharapkan UMKM relevan dan tepat sasaran guna mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan di Desa Seputih. RESEARCH FINDING AND Gambar 1. Peta Sebaran UMKM Unggulan Desa Seputih DISCUSSION Sumber: Analisis Penulis, 2025 Research Finding Desa Seputih terdiri dari empat Di Dusun Pandean, terdapat dua dusun, yaitu Dusun Krajan. Dusun Pandean. UMKM unggulan yang menjadi motor Dusun Sumberjeding, dan Dusun Tetelan. Hasil Kerajinan Rotan dan Produksi Kacang Oven. perangkat lunak QGIS menunjukkan bahwa UMKM Kerajinan Rotan merupakan unit pusat kegiatan produksi dan pemasaran usaha paling menonjol di Desa Seputih UMKM berfokus di Dusun Pandean dan karena telah berhasil menembus pasar Dusun Tetelan. Kedua berperan penting sebagai simpul aktivitas Produk meliputi kursi, meja, rak, dan lampu hias Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 dengan desain artistik yang memiliki nilai Pengemasan Tembakau. Pengolahan Kopi. Produk-produk Jati, negara seperti Amerika Serikat. Brasil, keempatnya. Kerajinan Kayu Jati menonjol Belgia, dan Australia. Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan pelaku usaha dalam diperoleh dari pepohonan yang tumbuh di memanfaatkan strategi pemasaran lintas sekitar desa, sehingga mendukung prinsip wilayah dengan membuka gerai penjualan di keberlanjutan bahan baku lokal. Setiap Pulau Bali, yang menjadi pusat pertemuan produk dihasilkan melalui proses manual wisatawan mancanegara. Menurut Reim. Yli- yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam Viitala. Arrasvuori, dan Parida . , pahatan, ukiran, dan guratan. Keunikan tersebut menjadikan setiap produk memiliki karakter artistik yang khas dan bernilai seni UMKM dengan meningkatkan efisiensi Adapun tiga UMKM lainnya di Dusun Tetelan. Keripik Kayu diekspor secara rutin setiap bulan ke berbagai Produksi Kerajinan Bahan Singkong. Pengemasan Dari Tembakau, keterhubungan dengan pelanggan global. Pengolahan Kopi, dan Produksi Keripik Keberhasilan tersebut juga berdampak pada Singkong, masih beroperasi dalam skala peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, lokal dengan pasar yang terbatas di sekitar sehingga turut memperkuat perekonomian Kabupaten Jember. masyarakat Desa Seputih. Selain kerajinan UMKM unggulan di Desa Seputih rotan. Dusun Pandean juga memiliki UMKM tersebar di empat dusun dengan karakteristik Produksi Kacang Oven yang memanfaatkan dan potensi yang berbeda. Kerajinan Rotan di bahan baku lokal dan menjadi salah satu Dusun Pandean merupakan usaha yang Desa Seputih. Meskipun masih berfokus pada pasar lokal. Produk-produk seperti kursi, meja, rak, dan produk ini memiliki potensi besar untuk lampu hias rotan diekspor rutin ke negara- dikembangkan sebagai oleh-oleh khas desa negara seperti Amerika Serikat. Brasil. Belgia, dan Australia. Keunggulan utama Sementara Dusun Tetelan menjadi pusat bagi empat UMKM unggulan usaha ini terletak pada kualitas bahan baku. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 strategi pemasaran digital yang modern. Kopi memiliki peluang besar dikembangkan Sementara itu. Produksi Kacang Oven di sebagai produk agrowisata karena sumber dusun yang sama memiliki potensi besar bahan baku lokal dan minat wisatawan untuk menjadi produk khas desa wisata karena cita rasa tradisionalnya, tetapi masih meningkat, namun masih terhambat pada menghadapi kendala dalam standarisasi kemasan, inovasi produk, dan branding yang promosi yang terbatas. lemah untuk memperluas jangkauan pasar di luar wilayah Jember. Sementara itu. Produksi Keripik Singkong menjadi salah satu UMKM yang Empat UMKM lain yang berlokasi di berpotensi memperkuat identitas kuliner Dusun Tetelan, yaitu Kerajinan Kayu Jati. Desa Seputih dengan memanfaatkan bahan Pengemasan Tembakau. Pengolahan Kopi, baku lokal yang melimpah. Produk ini Singkong, digemari masyarakat sekitar, tetapi nilai menunjukkan potensi yang kuat namun tambahnya masih rendah karena belum belum optimal. Kerajinan Kayu Jati memiliki adanya inovasi rasa, teknik pengemasan keunggulan artistik yang khas, dengan masih sederhana, dan minimnya strategi pahatan dan ukiran yang berbeda pada setiap pemasaran berbasis digital. Kondisi ini Potensi ini menjadikannya daya tarik sejalan dengan temuan Trinugroho et al. budaya yang bernilai tinggi dan dapat . yang menyatakan bahwa sebagian dikembangkan sebagai wisata edukatif atau besar UMKM di wilayah pedesaan Indonesia craft tourism. Meski demikian, tantangan menghadapi kendala dalam transformasi utama terletak pada keterbatasan modal kerja, kurangnya diversifikasi desain, dan belum keterbatasan literasi digital dan akses modal. adanya platform promosi digital yang Dengan demikian, meskipun seluruh UMKM Untuk Pengemasan Tembakau, unggulan di Desa Seputih memiliki potensi usaha ini memanfaatkan hasil panen lokal besar untuk dikembangkan menjadi bagian dan memiliki pasar tetap di wilayah sekitar, dari ekosistem pariwisata berkelanjutan, tetapi terkendala pada pengemasan yang diperlukan intervensi yang tepat dalam belum memenuhi standar distribusi modern peningkatan kapasitas, inovasi produk, serta serta ketergantungan terhadap fluktuasi harga digitalisasi untuk meningkatkan daya saing di tembakau nasional. Adapun Pengolahan pasar yang lebih luas. Produksi Keripik Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Secara umum, kondisi UMKM di Untuk menentukan arah prioritas Desa Seputih menunjukkan kekuatan pada pengembangan yang paling efektif, analisis aspek keterampilan lokal, ketersediaan bahan SWOT kemudian dilanjutkan dengan analisis baku, dan dukungan sosial masyarakat. QSPM (Quantitative Strategic Planning Namun, kelemahan yang masih terlihat Matri. Melalui QSPM, setiap alternatif mencakup keterbatasan modal, inovasi, dan strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT (SO. ST. WO, dan WT) dievaluasi secara eksternal, peluang terbuka lebar dengan kuantitatif berdasarkan tingkat kepentingan meningkatnya tren wisata berbasis komunitas dan daya tariknya terhadap kondisi UMKM dan minat terhadap produk lokal yang di Desa Seputih. Dengan pendekatan ini. Meski demikian, ancaman berupa strategi yang paling sesuai dan berdampak persaingan pasar global, fluktuasi harga besar bagi pengembangan UMKM dalam bahan baku, dan rendahnya adopsi teknologi mendukung pariwisata berkelanjutan dapat menjadi faktor yang harus diantisipasi untuk diprioritaskan secara objektif dan terukur. Berikut Langkah pertama dari analisis QSPM adalah merupakan gambar rangkuman kekuatan, penentuan bobot pada faktor internal yang kelemahan, peluang, dan tantangan pada berasal dari kekuatan (S) dan kelemahan (W) UMKM Desa Seputih. serta faktor eksternal yang berasal dari Dari Peluang (O) dan Ancaman (T). Tabel 1. Bobot Faktor Internal dan Eksternal Gambar 2. Analisis SWOT UMKM Unggulan Desa Seputih Sumber: Analisis Penulis, 2025 Faktor Internal (Strengths & Weaknesse. Bobot Ketersediaan bahan baku lokal yang Keterampilan dan kreativitas Dukungan masyarakat dan pemerintah desa 0,08 Faktor Eksternal (Opportunities & Threat. Peluang program desa Tren wisata Kolaborasi dan digital Bobot 0,12 Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Faktor Internal (Strengths & Weaknesse. Bobot Keberhasilan ekspor produk 0,07 Kurangnya inovasi desain dan teknologi Belum adanya standarisasi dan 0,12 Branding dan promosi digital masih lemah 0,12 Keterbatasan modal dan Total Bobot Internal 0,11 Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Faktor Eksternal (Opportunities & Threat. Permintaan produk lokal dan ramah Persaingan produk massal luar daerah Fluktuasi harga bahan baku . Akses pasar global masih terbatas tanpa Minimnya tenaga kerja Total Bobot Eksternal Bobot 0,08 0,08 0,12 Sumber: Analisis Penulis, 2025 Setelah dilanjutkan dengan penilaian daya tarik atau attractiveness score (AS), skor daya tarik strategi terhadap faktor dengan skala 1-4. Nilai 1 berarti tidak menarik, nilai 2 berarti agak menarik, nilai 3 berarti cukup menarik, dan nilai 4 berarti sangat menarik. Nilai akhir daya tarik merupakan hasil kali antara bobot dan faktor daya tarik. Tabel 2. Nilai Akhir Daya Tarik Faktor Strategis Ketersediaan bahan baku Keterampilan Dukungan Keberhasilan ekspor produk Kurangnya Belum adanya Branding dan digital lemah Keterbatasan modal usaha Tren wisata Integrasi program desa Kolaborasi Permintaan produk lokal Persaingan produk luar Fluktuasi harga bahan Akses pasar Regenerasi tenaga kerja Total TAS Bobot S-O W-O S-T W-T Sumber: Analisis Penulis, 2025 Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Discussion hanya meningkatkan efisiensi produksi dan Hasil analisis QSPM menunjukkan promosi, tetapi juga memperluas keterlibatan bahwa strategi SAeO yakni meningkatkan kapasitas produksi dan promosi digital pariwisata yang inklusif. Menurut Dewi et al. berbasis potensi lokal memperoleh nilai TAS . , strategi berbasis digital mampu tertinggi sebesar 5,92, diikuti oleh strategi menciptakan transformasi ekonomi di desa WAeO yaitu pelatihan inovasi dan sertifikasi wisata melalui peningkatan keterhubungan produk dengan nilai 5,91. Temuan ini menegaskan bahwa arah pengembangan pemberdayaan masyarakat secara kolektif. UMKM Desa Seputih difokuskan pada pemanfaatan kekuatan CLOSING internal untuk menangkap peluang eksternal. UMKM memiliki peran strategis Penguatan kapasitas produksi dan promosi dalam mendukung pengembangan pariwisata digital menjadi kunci untuk memperluas berkelanjutan di Desa Seputih. Berdasarkan jangkauan pasar, meningkatkan nilai tambah hasil penelitian di atas menunjukkan strategi produk, serta memperkuat posisi UMKM sebagai ikon desa wisata berkelanjutan. pengembangan UMKM unggulan di Desa Melalui strategi ini. UMKM Desa Seputih Seputih dapat mengoptimalkan potensi bahan baku produksi dan promosi digital berbasis potensi lokal dan keterampilan masyarakat, sekaligus lokal, yang memperoleh nilai TAS tertinggi beradaptasi dengan tren pemasaran modern sebesar 5,92. Strategi ini menekankan pentingnya pemanfaatan kekuatan internal konektivitas pasar regional maupun global. Pendekatan tersebut sejalan dengan keterampilan pengrajin, serta dukungan pandangan Nugroho et al. dan Mariani sosial masyarakat untuk menangkap peluang et al. yang menekankan pentingnya eksternal, seperti meningkatnya tren wisata berbasis komunitas dan permintaan terhadap lokal yang Peningkatan inovasi produk, standardisasi pengembangan ekonomi berkelanjutan di mutu, dan transformasi digital menjadi kawasan pedesaan. Digitalisasi terbukti tidak langkah kunci untuk memperkuat daya saing Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya UMKM di pasar Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 wisata dan Fauzi. Hermawan, . Penguatan kapasitas UMKM tidak hanya Participatory Mapping for Creative berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga Economy Development in Rural Areas. mendukung pelestarian budaya lokal dan Jurnal memperluas lapangan kerja di tingkat desa. Berkelanjutan. Kolaborasi lintas pihak antara pemerintah https://doi. org/10. 31949/jpmb. desa, akademisi. Pokdarwis, dan sektor Pemberdayaan 5. Masyarakat 121Ae136. swasta menjadi faktor penentu keberhasilan Keelson. Cyg. Amoah. Petrykovy, pengembangan UMKM sebagai bagian dari . Addo. , & Jibril. ekosistem pariwisata berkelanjutan. The influence of market competition on Rekomendasi SMEsAo performance: Does process berfokus pada eksplorasi model integrasi innovation moderate the relationship? rantai nilai antara UMKM dan destinasi Economies, wisata secara lebih komprehensif, termasuk https://doi. org/10. 3390/economies121 pengukuran dampak ekonomi, sosial, dan 12. , lingkungan dari penerapan strategi digital Mariani. Baggio. , & Fuchs. berbasis pariwisata berkelanjutan. Kajian lain . Sustainable tourism and SMEs: yang diperlukan berupa penilaian efektivitas fostering innovation and local value implementasi strategi SWOTAeQSPM dalam creation in destination ecosystems. Journal of Sustainable Tourism, 30. UMKM kesejahteraan masyarakat desa wisata secara 1749Ae1767. https://doi. org/10. 1080/09669582. REFERENCES