ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI PADI SEBAGAI PUPUK KOMPOS Level of Farmer Participation in The Utilization of Rice Paper Waste as A Compost Achdiyat1. Siti Fatimah Annisa2 Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Jurusan Pertanian. Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor * E-mail: iachdiyat@yahoo. ABSTRACT The population of Tambaksari District is only about 20% of farmers who use straw as compost, there is a need for farmer participation in dealing with agricultural waste issues, especially rice straw as compost fertilizer. This study is to: Describe the level of participation of the utilization of straw waste, and factors related to the level of participation of farmers. The activity was carried out in Tambaksari Subdistrict. Ciamis Regency, from April to July 2019. Determination of the sample was carried out randomly using the Slovin formula and obtained 55 respondents. The results of the study, the level of participation of farmers included in the category of "high" that is 94. 5%, internal factors associated with the level of participation of farmers is the area of land. Meanwhile, external factors related to the level of participation of farmers are the role of extension workers as facilitators, motivators and initiators, availability of facilities and infrastructure, and availability of information. Opportunities are the "lowest" indicator of farmer participation. The level of farmer participation in this assessment falls into the "high" Internal factors related to the level of farmer participation are land area. External factors related to the level of farmer participation are the role of extension workers, the availability of infrastructure, and the availability of information. To increase farmers' participation, a demonstration plot is needed. Keywords: level of participation, compost, external factors ABSTRAK Penduduk di Kecamatan Tambaksari hanya sekitar 20% petani yang memanfaatkan jerami sebagai pupuk kompos. Perlu partisipasi petani menangani permasalahan limbah jerami padi sebagai bahan pupuk kompos. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi pemanfaatan limbah jerami, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Tambaksari. Kabupaten Ciamis, pada bulan April sampai dengan Juli 2019. Penetapan sampel dengan rumus Slovin dan didapatkan 55 responden. Hasil kajian, tingkat partisipasi petani masuk dalam kategori AutinggiAy yaitu 94,5%. Faktor internal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani adalah luas lahan. Sedangkan, faktor eksternal yang berpengaruh adalah peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator dan inisiator, ketersediaan sarana dan prasarana, dan ketersediaan informasi. Kesempatan merupakan indikator AuterendahAy dari tingkat partisipasi petani. Tingkat partisipasi petani dalam pengkajian ini masuk dalam kategori AutinggiAy. Faktor internal yang berpengaruh adalah luas lahan. Faktor eksternal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani adalah peran penyuluh, ketersediaan sarana prasarana, dan ketersediaan informasi. Untuk meningkatkan partisipasi petani yaitu perlu dibuatkan petak percontohan. Kata kunci: tingkat partisipasi, pupuk kompos, faktor eksternal Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 PENDAHULUAN Kecamatan Tambaksari merupakan salah satu daerah pertanian produksi padi di Kabupaten Ciamis. Lahan usaha tani diolah sangat intensif dengan penggunaan pupuk kimia. Petani belum mengindahkan prinsip-prinsip usaha tani yang ramah Hal ini berdampak pada tingginya biaya produksi yang digunakan serta keberlanjutan usaha tani. Petani memanfaatkan bahan organik insitusi termasuk jerami padi. Petani langsung mencampur jerami ke lahan pada saat pengolahan tanah tanpa ada proses Kecamatan Tambaksari memiliki lahan sawah seluas 1. 528 ha yang mayoritas merupakan sawah tadah hujan. Dengan luas lahan tersebut, maka persediaan jerami sisa panen padi cukup banyak. Permasalahan di lapangan dari hasil wawancara bersama BPP Kecamatan Tambaksari . , yaitu dari 80% penduduk yang mayoritas petani, hanya sekitar 20% petani yang memanfaatkan jerami sebagai pupuk kompos, dan sisanya 60% belum menerapkannya. Oleh karena itu, diperlukan adanya partisipasi petani dalam menangani permasalahan limbah pertanian khususnya jerami sebagai bahan Upaya penggunaan bahan organik yang berasal dari limbah pertanaman seperti jerami padi sangat berpotensi Hal ini mengingat manfaat dari pengolahan jerami menjadi pupuk kompos seperti penambahan unsur hara, mudah diserap oleh tanaman, serta dapat digunakan untuk media tanam lain. Selain untuk tanaman padi, pupuk kompos juga dapat digunakan untuk tanaman hortikultura seperti tanaman sayuran daun. Berdasarkan permasalahan di lapangan mengenai banyaknya petani yang belum memanfaatkan limbah jerami padi sebagai kompos menjadi dasar penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tingkat partisipasi pemanfaatan limbah jerami, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 April 2019 sampai 26 Juli 2019 yang bertempat di Desa Tambaksari. Desa Mekarsari dan Desa Sukasari. Kecamatan Tambaksari. Kabupaten Ciamis. Provinsi Jawa Barat. Jumlah populasi sebesar 120 orang, sehingga dilakukan penentuan sampel dengan teknik pengambilan sampel metode Simple Random Sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 55 responden petani yang berasal dari tiga desa sasaran. Uji validitas yang dilakukan pada instrumen ini didapatkan hasil 40 soal valid dan 6 soal tidak valid. Uji realibilitas 40 soal diperoleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,980 sehingga dapat disimpulkan bahwa kuisioner ini reliabel jika dilakukan pengukuran pada waktu yang berbeda pada subyek yang sama. Data primer diperoleh langsung dari responden yang menjadi sampel yang dilakukan melalui pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah dan dokumen dari instansi terkait. Analisis data yang digunakan dalam pengkajian ini adalah analisis deskriptif, analisis uji korelasi Rank Spearman dan analisis KendallAos W. Interpretasi dana analisis data perangkat lunak Microsoft Excel 2016. Selain itu juga digunakan SPSS 20 untuk (Handareni, 2015. Sugiyono 2. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Keragaan Wilayah Kecamatan Tambaksari terletak di wilayah bagian Timur Kabupaten Ciamis, ketinggian tempat 300 - 600 mdpl. Jarak antara Kecamatan Tambaksari dengan Ibu Kota Kabupaten Ciamis sejauh 75 km. Kecamatan Tambaksari memiliki batas administrative wilayan yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kuningan, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cisaga, berbatasan dengan Kecamatan Rancah dan sebelah Timur berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah. Tingkat kemasaman . H) tanah di Kecamatan Tambaksari bervariasi antara 4,5 sampai dengan 5,7 (Asa. Kemiringan Lahan sesuai dengan topografi terbagi dalam dua topografi yaitu: . daerah yang topografinya relatif rata di Kecamatan Tambaksari tidak ada, karena semua desa secara topografi adalah sama yaitu memiliki kemiringan lebih dari 10 %, dan . daerah kemiringan 11- 45% berada di Desa Tambaksari. Desa Mekarsari. Desa Sukasari. Desa Kadupandak. Desa Kaso, dan Desa Karangpaningal. Tinggi tempat Kecamatan Tambaksari bervariasi antara 130 sampai dengan 600 mdpl termasuk rezim suhu panas. Sistem drainase lahan di Kecamatan Tambaksari termasuk drainase sedang terutama daerah yang tanahnya mengandung pasir dan mempunyai kemiringan yang cukup. Topografi Rajapolah terdiri dari dataran sampai berbukit dengan kemiringan antara 5 sampai 10 % dengan ketinggian tempat 495 meter dpl. Jenis tanah sebagian besar latosol coklat dan gley humus, dengan iklim termasuk beriklim tropis. Rata-rata curah hujan 2599 mm/tahun dengan bulan basah 7 bulan, suhu minimum 20A C dan suhu maksimum 33A C, dengan kelembaban antara 60 sampai 70%. Kecamatan Tambaksari terdiri enam desa yaitu Desa Tambaksari. Desa Mekarsari. Desa Kadupandak. Desa Kaso. Desa Sukasari dan Desa Karangpaningal. Karakteristik Responden Usia Responden Pengkatagorian pengkajian ini mengacu pada Badan Pusat Statistik . yang menyatakan bahwa pengkatagorian usia terbagi menjadi tiga yaitu usia belum produktif dengan umur 014 tahun, usia produktif 15-64 tahun dan usia tidak produktif > 64 tahun. Adapun karakteristik responden berdasarkan usia dalam pengkajian ini tersaji pada Tabel 1. Tabel 1. Kategori Usia Kategori Jumlah Persentase (Oran. (%) Belum Produktif Produktif Tidak Produktif Jumlah Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel 1, dapat diketahui bahwa usia responden dalam pengkajian ini mayoritas masuk dalam kategori produktif yaitu usia 15-64 tahun. Hal ini, menunjukan bahwa responden dapat menerima teknologi baru yang disampaikan untuk keberlanjutan usaha taninya, sehingga responden mampu mengelola usaha tani dengan baik dan mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka sendiri. Hal ini sejalan dengan Herdiana et al. yang mengatakan bahwa petani yang berusia lanjut, biasanya sulit untuk diberikan pengertian yang dapat mengubah cara berfikir, cara kerja, dan cara hidupnya. Namun, semakin muda umur petani, maka semakin tinggi semangatnya mengetahui hal-hal baru, sehingga dengan demikian mereka berusaha untuk melakukan dan mencoba walaupun sebenarnya mereka masih belum berpengalaman dengan suatu teknologi yang diberikan. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Tingkat Pendidikan Pendidikan keterampilan maupun sikap petani yang dilaksanakan secara terencana, sehingga memperoleh perubahan-perubahan dalam peningkatan hidup. Dalam pengkajian ini, pendidikan dalam 4 katagori yaitu sangat rendah . idak tamat SD), rendah (SD), (SLTP/SMP), (SLTA/SMA). Katagori tingkat pendidikan responden tersaji pada Tabel 2. Tabel 2. Kategori Tingkat Pendidikan Jumlah Presentase Kategori (Oran. (%) Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel 2, diketahui bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah (SD) dengan presentase sebesar 52,7%, sehingga dalam pengkajian ini sebagian besar responden pernah menempuh pendidikan Oleh karena itu, responden dapat menerima inovasi teknologi yang diberikan kepada responden. Meskipun responden berpendidikan rendah, rasa ingin tahu mereka terhadap suatu inovasi teknologi cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan karena bagi petani pendidikan formal hingga tinggi tidak terlalu penting sebab mereka menganggap bahwa dalam berusaha tani. Menurut Herdiana et al. dapat dikatakan Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan sesorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan formal membentuk nilai bagi seseorang terutama dalam menerima hal baru. Lama Berusaha Tani Pengkatagorian berdasarkan lama berusaha tani responden dalam kajian ini terbagi menjadi 4 yaitu baru (<11 tahu. , sedang . -22 tahu. , lama . -34 tahu. , sangat lama (> . Hasil analisis lama berusaha tani tersaji pada Tabel 3. Tabel 3. Kategori Lama Berusaha tani Kategori Jumlah Persentase (Oran. (%) Baru Sedang Lama Sangat Jumlah Berdasarkan data yang tersaji pada Tabel 3, diketahui bahwa katagori responden berdasarkan lama berusaha tani masuk dalam katagori baru dalam berusaha tani yaitu < 11 tahun dengan presentase sebesar 34,5% yang artinya bahwa pengalaman berusaha tani yang masih terbilang baru ini akan mendorong responden untuk berpartisipasi dalam penerapan teknologi pertanian. Karena responden dengan kategori baru dalam berusaha tani selalu merasa ingin tahu akan suatu teknologi sehingga partisipasi untuk ikut serta dalam penyuluhan lebih besar. Luas Lahan Luas lahan terbagi menjadi 4 katagori yaitu: sempit (< 0,1 h. , sedang . ,2-0,5 h. ,6-1 h. , dan sangat luas (> 1 h. Hasil karakterisik berdasarkan luas lahan tersaji pada Tabel 4. Tabel 4. Kategori Luas Lahan Kategori Jumlah Persentase (Oran. (%) Sempit Sedang Luas Sangat luas Jumlah Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Berdasarkan tabel yang tersaji di atas dapat diketahui bahwa luas lahan yang dimiliki oleh responden termasuk dalam katagori sedang . ,2-0,5 H. dengan presentase sebesar 52,7%. Hal in menunjukkan bahwa lahan yang dimiliki petani responden tidak terlalu Lahan pertanian merupakan salah satu sumber daya utama pada usaha Besar kecilnya produksi dari usaha tani antara lain dipengaruhi oleh luas sempitnya lahan yang digunakan. Dengan lahan yang tidak terlalu luas, tingkat keuntungan usaha tani yang penggunaan teknologi pertanian tidak efektif dan efisien, sehingga biaya produksi meningkat dengan keuntungan Tingkat Partisipasi Petani Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Sebagai Pupuk Kompos Tingkat Partisipasi petani terdiri atas tiga tahapan yaitu kemauan, kemampuan dan kesempatan. Menurut Nurbaiti dan Bambang . Simanjutak . Pratiwi dan Suderajat . dan Nasdian . , merupakan potensi yang dimiliki oleh perilaku secara individu ataupun kelompok. Sedangkan, kesempatan lebih dipengaruhi oleh situasi atau lingkungan diluar diri Penentuan tingkat partisipasi petani menggunakan interval indikator partisipasi di kategorikan menjadi tiga, yaitu: kategori rendah . , sedang . , dan tinggi . yang mana tersaji pada Tabel 5. Tabel 5. Tingkat Partisipasi Petani dalam Pemanfaatan Limbah Jerami Padi sebagai Pupuk Kompos Indikator Kategori Presentase (%) Kemauan Tinggi 69,09 Kemampuan Tinggi 61,82 Kesempatan Sedang 63,63 Partisipasi Tinggi Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa tingkat partisipasi petani dalam pengkajian ini yang masuk ke dalam kategori tinggi sebanyak 52 orang . ,5%). Partisipasi yang tinggi ini dikarenakan beberapa hal diantaranya: mayoritas umur petani responden masih terbilang usia produktif dengan rentang usia 45-64 tahun, sehingga masih aktif dan selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, selain itu . pengalaman berusaha tani yang masih terbilang baru < 11 tahun. Hal ini merupakan dorongan bagi petani untuk mencari informasi teknologi yang masih Meskipun kesempatan dalam hal waktu, tenaga, biaya dan faktor lainnya dari responden masih menghambat. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Partisipasi Petani Faktor-faktor dengan tingkat partisipasi petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai pupuk kompos dianalisis menggunakan analisis uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan Software SPSS versi 20. Faktorfaktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani meliputi faktor internal dan Faktor internal meliputi usia, tingkat pendidikan, lama berusaha tani dan luas lahan. Sedangkan untuk faktor ketersediaan sarana prasarana, dan ketersediaan informasi. Hasil analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani pada Tabel 6. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 Tabel 6. Hasil Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Partisipasi Tingkat Partisipasi Faktor-faktor Nilai Sig Hubungan Luas Lahan Signifikan Fasilitator 0,328 0,015* Signifikan Motivator 0,267 0,049* Signifikan Inisiator 0,632 0,000** Sangat Signifikan Sarana Prasarana 0,759 0,000** Sangat Signifikan 0,568 0,000** Sangat Signifikan Berdasarkan Tabel diketahui bahwa tingkat partisipasi petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai pupuk kompos di Kecamatan Tambaksari berhubungan dengan luas Hasil pengkajian penelitian ini sejalan dengan penelitian MunfaAoati et al. hubungan yang signifikan menunjukkan bahwa semakin luas lahan petani semakin tinggi pula partisipasi petani. Faktor eksternal yaitu peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, dan inisiator, ketersediaan sarana prasarana serta ketersediaan informasi. Analisis uji korelasi Rank Spearman menunjukan bahwa faktor internal (X 1 ) dan faktor eksternal (X 2 ) berhubungan sangat signifikan dan memiliki arah hubungan yang searah ( ) dengan tingkat kepercayaan 95% karena memiliki signifikansi < 0,005. Analisis hasil uji korelasi Rank Spearman ditujukan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel berkala ordinal. Tujuan analisis korelasi Rank Spearman yaitu: . Untuk melihat tingkat kekuatan . dua variabel. Untuk melihat arah . Untuk melihat hubungan tersebut signifikan atau tidak. Adapun rumus uji korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut: 6Ocycc 2 ycyc = 1 Oe ycu. cu2 Oe . Keterangan: : Koefisien Korelasi Spearman Ocd : Total Kuadrat Selisih Antar : Jumlah Sampel Penelitian Uji korelasi Rank Spearman menunjukan bahwa Jika korelasi bernilai positif, maka hubungan antar variabel bersifat searah (X naik, maka Y nai. , dan sebaliknya jika korelasi bernilai negatif, maka hubungan antara dua variabel bersifat berlawanan arah (X baik maka Y turu. Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Petani dalam Pemanfaatan Limbah Jerami Padi sebagai Pupuk Kompos Strategi yang dilakukan pengkaji dalam meningkatkan Partisipasi petani dilakukan dengan melihat hasil analisis berupa alat analisis KendallAos W yang mana menganalisis aspek partisipasi yaitu kemauan, kemampuan dan kesempatan tersaji pada Tabel 7. Tabel 7. Strategi Penyuluhan Terhadap Partisipasi Petani No. Indikator Mean Rank Keterangan 1 Kemauan 2,44 2 Kemampuan 2,07 3 Kesempatan 1,49 Berdasarkan Tabel pengkajian ini menunjukkan bahwa indikator kesempatan menempati urutan ranking ketiga, artinya kesempatan petani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 pemanfaatan limbah jerami padi sebagai pupuk kompos. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesempatan petani dalam memanfaatkan limbah jerami padi sebagai pupuk kompos melalui kegiatan penyuluhan, dan petak percontohan. Adapun materi penyuluhan yang bersumber pada hasil analisis dan kebutuhan di lokasi pengkajian di lihat berdasarkan prioritas masalah yang dihadapi di lokasi kajian tersebut dengan melakukan perhitungan menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel 2016 dengan menghitung nilai rata-rata setiap butir pada indikator Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh mean rank terendah pada indikator kesempatan yaitu tentang kesempatan petani dalam memanfaatkan limbah jerami padi sebagai pupuk kompos dengan nilainya yaitu 2,85. Hal memiliki kesempatan dalam hal waktu, tenaga, dan biaya serta faktor lain yang teknologi di lahan usaha tani masingmasing. Oleh karena itu, nilai terendah tersebut dijadikan materi penyuluhan atau di sesuaikan dengan kebutuhan petani di lokasi pengkajian. Adapun hal-hal dipersiapkan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan diantaranya yaitu mengetahui karakteristik reaponden, materi, media dan metode penyuluhan pertanian. Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam pengkajian di Kecamatan Tambaksari ini mayoritas berusia produktif dengan rentang usia 15-64 tahun, dengan tingkat pendidikan rendah yaitu SD, dan memiliki pengalaman berusaha tani yang masih baru yaitu kurang dari 11 tahun dengan luasan lahan antara 0,2-0,5 ha. Materi Penyuluhan Pemilihan nantinya dilaksanakan berdasarkan hasil analisis data SPSS yaitu dengan melihat Adapun materinya tersebut berkaitan dengan kesempatan petani tentang pemanfaatan limbah jerami padi sebagai pupuk kompos. Metode dan Media Penyuluhan Metode yang digunakan pada pelaksanaan penyuluhan yaitu dengan melakukan anjangsana perorangan dan pertemuan dengan penyuluh. Pertemuan pertemuan petani untuk mempermudah dalam mengkoordinir kegiatan. Kunjungan perorangan dilakukan kepada petani pada saat kelahan atau kerumah petani dan dilakukan diluar jadwal pertemuan. Adapun teknik yang digunakan yaitu ceramah, diskusi. Tanya jawab dan demonstrasi cara. Media yang digunakan dalam pengkajian ini berupa leaflet dan benda sesungguhnya dalam petak percontohan. Sasaran Sasaran penyuluhan adalah semua responden yang ada di desa Tambaksari . Mekarsari . , dan Sukasari . Kecamatan Tambaksari yang ditentukan secara acak. SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi petani dalam pengkajian ini masuk dalam kategori tinggi yaitu 94,5%. Hampir seluruh responden turut serta dalam kegiatan pemanfaatan limbah jerami untuk dijadikan pupuk kompos. Sedangkan faktor internal partisipasi petani adalah luas lahan, semakin luas kepemilikan lahan pertanian . berpartisipasi dengan kegiatan yang Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 berkaitan dengan peningkatan kesuburan tanah pertanian. Sedangkan untuk faktor eksternal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani adalah peran penyuluh, ketersediaan sarana prasarana, dan ketersediaan informasi, semakin seringnya penyuluh berinteraksi dengan petani yang disertai dengan informasi yang bemanfaat dan ketersediaan sarana Adapun strategi yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi petani yaitu melalui kegiatan penyuluhan, anjangsana dan petak percontohan. Materi penyuluhan diambil berdasarkan indikator kebutuhan petani di lokasi. DAFTAR PUSTAKA