GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENGEMBANGAN MEDIA 3 DIMENSI BERBASIS KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI REJOSARI Eta Novita Sari1. Asep Sukenda Egok2. Andriana Sofiarini3 1,2,3Universitas PGRI Silampari. Jl. Mayor Toha Taba Pingin. Lubuklinggau, 31626. E-mail: etanovita2000@gmail. com, asep. egok91@gmail. andriesophie205@gmail. Abstrak Pembelajaran IPA yang valid, praktis, dan efektif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 dosen sebagai validator media dan validator bahasa, guru kelas, dan 22 siswa kelas IV. B SD Negeri Rejosari. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yaitu Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation Hasil analisis validasi ahli media memperoleh angka 0,87% dalam kategori sangat valid. Validasi ahli bahasa memperoleh angka 0,7ngan kategori cukup valid. Validasi ahli materi memperoleh angka sebesar 0,81% dengan kategori sangat valid. Rekapitulasi persentase kepraktisan mencapai 80,66lam kategori sangat praktis. Kemudian hasil efektivitas memperoleh nilai N-gain sebesar 0,80 dalam kategori Dapat disimpulkan bahwa Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual valid, praktis, dan efektif. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual layak digunakan dalam pembelajaran tematik siswa kelas IV Sekolah Dasar. Kata Kunci: Kontekstual. Media 3 Dimensi. Sekolah Dasar. Tematik. Pendahuluan Pendidikan yang dilakukan di sekolah merupakan salah satu upaya mengembangakan pengetahuan secara terarah dan terencana Pendidikan Sekolah Dasar merupakan dasar pendidikan sebelum orang melanjutkan pendidikan ke sekolah selanjutnya sebagai dasar pendidikan. Sekolah Dasar harus mampu mengembangkan keterampilan dan kemampuan dasar yang akan berpengaruh pada seseorang di masa mendatang Sekolah Dasar merupakan tingkat pendidikan formal yang tergolong awal. Pada tingkat eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari ini terdapat beberapa aspek yang harus dikuasai peserta didik seperti kognitif, motorik, dan psikomotorik. Salah satu kemampuan dalam aspek kognitif yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan peserta didik menjadi warga negara yang baik. Menjadi warga negara yang baik adalah salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam pembelajaran tematik. Dimana pembelajaran tematik mencakup beberapa mata pembelajaran yang ada di Sekolah Dasar yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari beberapa mata pelajaran diantaranya Bahasa Indonesia. IPS. IPA. PPKN, dan SBDP ke dalam berbagai tema, sehingga keterampilan berpikir anak berkembang dalam proses pembelajaran. Peindidikan yang dilakukan di seikoilah meirupakan salah satu upaya meingeimbangakan peingeitahuan seicara teirarah dan teireincana Peindidikan Seikoilah Dasar meirupakan dasar peindidikan seibeilum oirang meilanjutkan peindidikan kei seikoilah seilanjutnya seibagai dasar peindidikan. Seikoilah Dasar harus mampu meingeimbangkan keiteirampilan dan keimampuan dasar yang akan beirpeingaruh pada seiseioirang di masa meindatang. Seikoilah Dasar meirupakan tingkat peindidikan foirmal yang teirgoiloing awal. Pada tingkat ini teirdapat beibeirapa aspeik yang harus dikuasai siswa seipeirti koignitif, moitoirik, dan psikoimoitoirik. Guru adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan karena guru bertatap langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran yang di dalam proses kegiatannya terjadi pentransferan ilmu pengetahuan serta penanaman nilainilai moral melalui bimbingan dari seorang pendidik (Febriandi, 2. Febriandin, 2020:30 berpendapat bahwa belajar adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan suatu ilmu, baik ilmu yang sudah ada, ilmu yang baru maupun pengembangan suatu ilmu dalam mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Menurut Mayasari . , pembelajaran merupakan salah satu aspek yang berarti terhadap proses pembelajaran, karena dengan adanya media pembelajaran guru dengan mudah menyampaian materi, serta mendukung berhasilnya tujuan Dengan secara kreatif meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilangsungkan di kelas sehingga mampu menarik perhatian siswa. Pada kenyataannya sekarang,masih banyak sekolah-sekolah yang masih melakukan pembelajaran konvensional, yang masih menggunakan metode ceramah tanpa memanfaatkan media terkhusus pada pembelajaran IPA. Oleh sebab dengan menggunakan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari pembelajaran guna mempermudah siswa dalam memahami suatu materi Menurut Bayu, . Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dikenal dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Konsep IPA di Sekolah Dasar merupakan konsep yang masih terpadu, karena belum dipisahkan secara tersendiri, seperti mata pelajaran kimia, biologi, dan Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dilakukan dengan penyelidikan sederhana dan bukan hafalan terhadap kumpulan konsep IPA. Kegiatan dalam pembelajaran IPA akan mendapat pengalaman langsung melalui pengamatan, diskusi, dan penyelidikan sederhana. Model pembelajaran Kontekstual . ontextual teaching and learnin. adalah konsep belajar yang popular sekarang ini yang dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa. Tujuannya menolong peserta didik memahami makna dari materi pembelajaran yang dipelajari, dengan cara menghubungkan subjeksubjek akademik dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam mencapai keberhasilan pada proses pembelajaran. Media memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi antara komunikator dan komunikan. Sehingga dapat kita pahami bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat dijadikan sarana penghubung untuk mencapai pesan yang harus dicapai oleh siswa dalam kegiatan belajar. Asrotun,. Media tiga dimensi dapat digunakan untuk membantu pemahaman siswa terkait materi yang masih abstrak. Sebab media tiga dimensi dapat menunjukkan tampaknya suatu benda yang masih abstrak menjadi suatu benda yang bersifat konkret. Untuk itu, dalam pembelajaran IPA mengenai pembelajaran siklus hidup pada kupu- kupu, siswa akan lebih optimal jika pada pelaksanaan pembelajarannya guru menggunakan media tiga dimensi. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV SD Negeri RejosariAy. Berdasarkan observasi awal pada 01 November-07 November di SD Negeri Rejosari, terlihat pembelajaran yang diterapkan umumnya masih bersifat konvensional, karena masih terpusat pada guru sehingga guru memegang peran yang dominan. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan hasil belajar siswa adalah mengubah paradigma pengajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan cara pandang seperti ini guru dituntut agar lebih kreatif dalam mengembangkan dan menerapkan model-model pembelajaran, sehingga membuat siswa lebih aktif dan terlibat langsung saat pembelajaran. Salah satunya adalah media pembelajaran Media Gambar 3 Dimensi. METODE PENELITIAN Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media ini adalah model ADDIE. Dalam hal prosedur penelitian pengembangan ADDIE mengungkapkan bahwa siklus R&D tersusun dalam beberapa langkah penelitian sebagai beikut: : 1. Analysis, 2. Design, 3. Development, 4. Implementation, dan 5. Evaluation. Menurut langkah-langkah pengembangan produk, model penelitian dan pengembangan ini lebih rasional dan lebih lengkap. Endang Mulyatiningsih . 4:194-. Menurut Tegeh . model ADDIE adalah model penelitian pengembangan yang teratur dan memberikan peluang evaluasi pada setiap tahapannya sehingga memberikan dampak positif pada kualitas produk desain tentang pengajaran secara berulang-ulang,yang mana hasil dari evaluasi formatir setiap tahap memimpin desainer instruksional kembali ke tahap sebelumnya,maka produk akhir dari satu fase merupakan produk awal dari tahap berikutnya. Model ini terdiri dari lima langkah, yaitu: . Analyze . , . Design. , . Development . , . Implementation ( implementas. , dan . Evaluation . Teknik Analisis Kevalidan Data Pada tahap ini uji validitas Validitas instrumen menurut (Febriandi et al. merupakan langkah yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketepatan instrumen dalam mengukur sesuatu yang akan diukur. Validitas isi instrumen berkaitan dengan ketepatan instrumen tersebut ditinjau dari segi materi yang akan diteliti. dilakukan oleh para ahli bidangnya. Validator tersebut menganalisiss media gambar 3 dimensi yang dirancang dan memberikan saran serta masukan pada rancangan media. Lembar Penilaian akan menghasilkan data yang akan digunakan untuk menentukan kevalidan produk. Sumber (Aiken dalam Hendrydi,dkk 2017:. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari Oc Aiken ( Hendryadi, dkk 2017: . Keterangan: V = Indeks kesepakatan responden mengenai validitas butir S = r Ae 1o r = Skor yang diberikan responden 1o = Skor terendah n = Jumlah respoden c = Skor tertinggi Tabel 1 Interpretasi Validitas AikenAos V Interval Rata-Rata Kriteria Sangat Valid 0,8 A V C 1,0 Cukup Valid 0,4 A V C 0,8 Kurang Valid 0 A V C 0,4 Sumber: Retnawati ( Damayanti2022. Teknik Analisis Kepraktisan Menurut Sugiyono ( Febriandi 2013:. menjelaskan bahwa analisis data ialah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengelola data dalam penelitian ini. Magdalena . menyatakan bahwa kepraktisan merupakan syarat suatu tes standar, kepraktisan mengandung arti kemudahan suatu tes baik dalam mempersiapkan, menggunakan, mengelola dan Kepraktisan media 3 dimensi dengan berbasis kontekstual dapat dilihat dari hasil indentifikasi angket kepraktisan siswa. penelitian oleh siswa lembar kepraktisan. Persentase x 100% Keterangan: Skor Kriteria = Skor tertinggi . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari Tabel 2 Kriteria Kepraktisan Interval Rata-Rata Kriteria 81% - 100% Sangat Praktis 61% - 80% Praktis 41% - 60% Cukup Praktis 21% - 40% Kurang Praktis Sangat Kurang 0% - 20% Praktis Sumber: Lestari ( Gusdiana, dkk 2021. Teknik Analisis Keefektifan Analisis dilakukan terhadap skor-skor yang diperoleh siswa dari tes hasil belajar yang diberikan setelah semua materi tuntas dibahas. Kemampuan menyelesaiakan masalah atau soal-soal pada siswa sesuai dengan kategori E-Raport K-13. Nilai akhir = x 100% (Norsanty & Chairani, 2016: . Menghitung rata-rata hasil pretest dan postest dengan rumus: I Oc ( Istiqlal dalam Donna, dkk 2021: 3. Menghitung hasil tes dengan rumus N-gain dibawah ini. Indeks Gain = . Mengubah hasil N-gain menjadi data kuantitatif sesuai dengan tabel di bawah ini. Tabel 3 Tabel 3 Pedoman Kriteria N-gain N-gain Kriteria g > 0,7 Tinggi 0,3 C g C 0,7 Seidang g < 0,3 Reindah Sumber: Hake ( Widiyana, 2013: . HASIL DAN PEMBAHASAN Peineilitian ini meingeimbangkan seibuah meidia peimbeilajaran yang sudah peirnah diteiliti seibeilumnnya yaitu media 3 dimensi. Meidia teirseibut dikeimbangkan meinjadi media 3 dimensiTeima 9 AuKayanya NegerikuAy . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari Beirbasis Kontekstual Keilas IV SD. Proiseidur peingeimbangan dilakukan seisuai deingan tahapan-tahapan moideil peingeimbangan yang teilah dipilih. Seibagaimana moideil ADDIE yang teirdiri dari lima tahap yaitu : 1. Analysis. Design, 3. Development, 4. Implementation, dan 5. Evaluation. Uji coba dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan media 3 dimensi yang telah dikembangkan ada tiga tahapan yang harus dilakukan peineiliti dalam keigiatan uji coiba proiduk, yaitu uji ahli atau validasi, uji coiba keiloimpoik keicil, dan uji coiba lapangan. Uji validasi dilakukan untuk meinganalisis proiduk awal, dimana media 3 dimensi yang teilah dirancang dari tiga aspeik yaitu meidia, bahasa, mateiri akan di uji keivalidannya oleh validator ahli meidia, ahli bahasa, dan ahli mateiri. Dari hasil uji validasi, peineiliti akan meindapat masukan dan saran dari para ahli Oileih kareina itu, peineiliti meilakukan reivisi seisuai deingan masukan dan saran seihingga media 3 dimensi berbasis kontekstual dapat meinjadi meidia yang meimeinuhi kriteiria valid. Dari validasi teirseibut dipeiroileih data dari masing-masing ahli. Hasil analisis data teirseibut akan diungkapkan seicara leibih rinci di bawah ini. Hasil validasi media beirbasis kontekstual yang dibeirikan oileih ahli meidia dianalisis meinggunakan rumus AikeinAoV. Hasil analisis validasi ahli meidia dipeiroileih V seibeisar 0,87. Hasil analisis V beirada pada inteirval 0,8 A V C 1,0 deingan kriteiria sangat valid. Deingan deimikian, dapat dinyatakan bahwa media 3 dimensi sangat valid dalam aspeik meidia. Adapun hasil analisis validasi ahli bahasa meinunjukkan nilai V yang dipeiroileih adalah 0,7. Dapat dikatakan bahwa media 3 dimensi berbasis kontekstual cukup valid dalam aspeik bahasa. Kemudian hasil analisis validasi ahli materi dipeiroileih V seibeisar 0,81 yang jika diklasifikasikan teirmasuk kei dalam kriteiria sangat valid. Deingan deimikian, dapat dinyatakan bahwa mateiri yang teirdapat dalam media 3 dimensi berbasis kontektual sangat valid. Tabel 4 Rekapitulasi Hasil Analisis Penilaian Validator Validator Skor Kriteria Ahli Meidia 0,86 Sangat valid Ahli Bahasa cukup valid Ahli Mateiri 0,81 Sangat valid Rata-Rata 0,79 Sangat valid Seiteilah seileisai meilakukan reivisi, peineiliti akan meilakukan uji coiba media 3 dimensi berbasis kontekstual keipada keiloimpoik keicil (Small Groiup Tryoiu. yang teirdiri dari 6 siswa dimana di seisuai deingan keimampuan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari siswa yaitu 2 oirang keimampuan tinggi, 2 oirang keimampuan seidang, dan 2 oirang keimampuan reindah yang dikeitahui dari hasil wawancara deingan guru, uji coiba dilakukan pada keilas IV. Berdasarkan hasil analisis data keiloimpoik keicil (Small Groiup Tryoiu. dipeiroileih peirseintasei guru seibeisar 88%, seidangkan peirseintasei siswa meimiliki peirseintasei 73,33%. Jika direikapitulasi, uji keipraktisan meimpeiroileih peirseintasei seibeisar 80. 66% deingan kriteiria praktis. Seinada Penelitian yang dilakukan oleh Daryanto . 6: . dengan judulAy media tiga dimensi kontekstual berbahan dasar barang bekas pada pembelajaran IPAAy Berdasarkan hasil penelitian pengembangan media tiga dimensi kontekstual berdasarkan barang bekas untuk siswa kelas IV SD dinyatakanAusangat layakAy digunakan. Hasil nilai akhir yang didapat dari uji ahli media memproleh nilai presentase 98%, untuk uji ahli materi memperoleh nilai presentase 93% dan respon siswa memperoleh nilai presentase 95 %. pengembangan media tiga dimensi kontekstual berbahan dasar barang bekas dikemas dalam bentuk tampilan lingkungan sekitar dengan menggunakan kotak yang terbuat dari mika plastik dengan bahan barang bekas dan belum ada latihan soal didalamnya. Tabel 5 Rekapitulasi Hasil Analisis Kepraktisan Perolehan Penilai Kriteria Persentase Guru keilas Sangat IV. 6 siswa 80,66% keilas IV. Sangat Rata-Rata 80,66% Uji coiba lapangan diteirapkan keipada keiloimpoik beisar yaitu 22 siswa keilas IV. Lalu, siswa dibeirikan teis untuk meingeitahui hasil beilajar, dari hasil beilajar analisis data teirseibut dapat disimpulkan bahwa media 3 dimensi meimpunyai nilai praktis dan eifeiktif seihingga dapat digunakan dalam proiseis peimbeilajaran. Hasil analisis reikapitulasi uji eifeiktivitas meindapatkan rata-rata preiteist 32,73 dan rata-rata poistteist seibeisar 86,82. Seilanjutnya hasil teis dihitung deingan rumus N-gain yang meimpeiroileih nilai seibeisar 0,80. Nilai teirseibut beirada pada inteirval g > 0,7 deingan kriteiria tinggi. Deingan deimikian, dapat dinyatakan bahwa media 3 dimensi berbasisi kontekstual . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengembangan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual Pada Pembelajaran IPA Di Kelas IV Eta Novita Sari meimiliki nilai eifeiktivitas yang tinggi. Peineilitian yang meindukung dalam nilai eifeiktif adalah peineilitian yang dilakukan oleh Eltra Jalu Wismaya . dengan judul AuPengembangan Media Pembelajaran Tiga Dimensi (Miniatur Kincir Air Pembangkit Listri. Untuk Materi Kelas IV Tema 2 Selalu Berhemat EnergiAy. Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru, tes hasil belajar siswa, dan catatan lapangan bahwa penggunaan media tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SD N Gedongtengen. Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Efektivitas RataRataNResponden Rata Rata Kriteria Pretest Posttest 22 siswa 32,73 86,82 0,80 Tinggi KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan pada pembelajaran tematik pada Tema 9 AyKayanya NegerikuAy bahwa media 3 dimensi berbasis kontekstual pada pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri Rejosari, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penulis telah berhasil mengembangkan Media 3 Dimensi Berbasis Kontekstual yang telah terbukti Valid. Praktis, dan Efektif. DAFTAR PUSTAKA