Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Pengajaran Bahasa Inggris Gratis secara online Author: Emma Martina Pakpahan Amanda Silvia Arvie Helena Yusen Afiliation: Universitas Prima Indonesia Corresponding email pakpahan@unprimd. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 0 International License Abstrak: Latar belakang: Pembelajaran Bahasa inggris sangat diperlukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kemampuan berbahasa inggris. Anak-anak perlu dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja dan interaksi dengan orang-orang mancanegara. Namun, beberapa harga kursus Bahasa inggris tidka dapat dijangkau. Selain itu, para siswa yang berada di daerah pedalaman tidak memiliki akses untuk mendapatkan kursus Bahasa inggris secara luring. Kursus Bahasa inggris secara daring merupakan salah satu alternatif untuk menjangkau lebih banyak siswa dan meminimalisisr Metode pengabdian: Metode pengabdian dibagi dalam 3 tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi Sebelum pembelajaran, mahasiswa dan dosen melakukan persiapan untuk menentukan tujuan dan sasaran kegiatan. Kemudian, materi ajar, flyer, lesson plan, link Google meet dibuat untuk mendukung Pada saat pembelajaran, metode dan media ajar digunakan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif. Evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan pembelajaran melalui evaluasi verbal dan Hasil pengabdian: Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat menjangkau siswa dari berbagai kalangan, daerah dan tingkatan. Para siswa juga mengikuti pembelajaran dengan antusias. Kesimpulan: Kegiatan pembelajaran secara daring sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang baik dan penambahan sarana teknologi tambahan seperti Youtube dan WhatsApp group. Kata kunci: Pengajaran gratis. Bahasa Inggris, daring Pendahuluan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional digunakan sebagai alat komunikasi antar negara. Banyak Perusahaan yang bekerja sama dengan negara asing mencari para pekerja yang mampu berbahasa Inggris. Tidak hanya itu. Bahasa Inggris juga diperlukan di era digital saat ini (Hadi, et al,2. Banyaknya alat digital yang hanya dapat diakses dengan menggunakan Bahasa Inggris menjadikan kemampuan berbahasa Inggris menjadi satu keterampilan yang harus dimiliki. Tingginya kebutuhan akan penggunaan Bahasa Inggris tak sebanding dengan jumlah orang yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Keterbatasan dalam mendapatkan kesempatan belajar dan akses pembelajaran berbahasa inggris membuat para siswa tidak memiliki kemampuan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi berbahasa Inggris yang mumpuni. Beberapa sekolah, terutama yang berada di daerah terpencil, tidak menyediakan tenaga pengajar yang dapat berbahasa Inggris (Kisnanto & Hadiyanto, 2. serta fasilitas Pendidikan yang mendukung. Tak hanya itu, sulitnya menemukan kursus di beberapa daerah terpencil juga menjadi faktor penghambat meningkatnya kemampuan berbahasa inggris. Kursus online atau daring dapat menjadi alternatif bagi orang tua dan siswa yang sulit menemukan kursus luring. Namun begitu, banyak kursus online memberikan harga yang tidak dapat dijangkau Masyarakat kalangan Oleh karena itu, pengabdian masyarakat dalam bentuk pengajaran bahasa Inggris secara daring menjadi solusi efektif untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang Kursus secara daring dapat membantu menjangkau beberapa siswa dari berbagai Tidak hanya itu, kursus secara daring dapat diakses baik dari HP dan laptop. Jadi, kursus ini dapat membuka peluang yang lebih besar bagi para siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi pembelajaran gratis dengan menjangkau semua kalangan Masyarakat. Pengajaran gratis ini menyajikan pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif dan mudah diakses dengan menggunakan google meet. Dengan metode pengajaran yang inovatif, kemampuan berbahasa Inggris peserta diharapkan dapat meningkat pada empat skill yaitu berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi akademisi dan praktisi dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa semester 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Bahasa Inggris Universitas Prima Indonesia. Kegiatan ini tentunya juga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi guru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengetahui bagaimana mempersiapkan materi ajar, proses mengajar dan evaluasi diri. Kegiatan ini membantu memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat, dan mendorong semangat belajar bahasa Inggris secara mandiri. Dengan demikian, pengajaran bahasa Inggris secara daring dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang yang lebih besar dalam dunia global. Studi Literatur Dari semua kompetensi. kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi dasar yang sangat dibutuhkan (Crystal, 2003. Winarto & Alma, 2. Kemampuan berbahasa Inggris membantu meningkatkan kepercayaan diri (Syafitri, et al. , 2019. Muayyadah & Bengkel, 2. karena dapat digunkan untuk berkomunikasi secara global (Ly, 2. Kemampuan Bahasa Inggris yang baik juga dapat meningkatkan kualitas sosial dan ekonomi seseorang. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang lebih baik, siswa dapat meningkatkan akses terhadap informasi global karena banyaknya media yang menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, siswa juga dapat memperluas jaringan sosial dan membangun relasi lebih banyak untuk jenjang karir yang lebih Orang-orang dengan kemampuan berbahasa inggris yang baik memiliki keterampilan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi berkomunikasi yang baik sehingga mampu bersaing dan mendapat peluang kerja lebih besar baik di dalam maupun luar negeri (Umatin & Andayani, 2. Dengan kata lain, akses terhadap pendidikan bahasa Inggris dapat mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi (Warschauer. Faktanya, pembelajaran Bahasa inggris di sekolah belum dapat memperlengkapi siswa untuk cakap menggunakan Bahasa inggris. Pembelajaran Bahasa inggris masih fokus pada bagaimana siswa dapat menjawab test dan memahami teks bacaan (Aristiawan, 2. Oleh karena itu, para siswa perlu memiliki kelas tambahan seperti kursus dan bimbingan belajar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Kursus Bahasa inggris merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk membiasakan siswa berbahasa inggris. Melalui kursus Bahasa inggris, siswa memiliki waktu dan ruang untuk berinteraksi dengan teman sejawatnya. Kursus Bahasa inggris biasanya fokus pada bagaimana para siswa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membaca, menulis, mendengarkan dan meningkatkan jumlah kosakata. Namun, tidak semua siswa mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus. Mahalnya harga kursus dan keterbatasan pengadaan kursus di beberapa daerah terpencil menyebabkan banyak siswa tidak bisa mengikuti kursus. Kursus Bahasa inggris yang dilakukan secara daring dapat dijadikan solusi. Kursus daring dapat digunakan untuk menghemat biaya karena tidak memerlukan ATK, sewa tempat, kursi dan juga meja. Selain itu, kursus daring juga dipakai untuk menjangkau lebih banyak siswa terutama siswa yang berada di daerah pelosok. Dengan menggunakan platform belajar daring seperti Zoom, google meet. WhatsApp dan Google classroom, para siswa dapat mengakses pembelajaran dengan mudah, kapan saja dan di mana saja (Seale, 2013. Aduba & Mayowa-Adebara, 2. Metode Pengabdian Pengadian Masyarakat ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa jurusana Pendidikan Bahasa Inggris semester 3 Univeristas Prima Indonesia. Metode pengabdian dibagi dalam 3 tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Dalam persiapan, dosen dan mahasiswa bekerja sama dalam menentukan tujuan dan sasaran kegiatan. Adapun, pengajaran gratis ini diperuntukkan untuk siswa dari mulai umur 6 hingga 10 tahun. Penentuan ini kami lakukan karena materi SD mudah didapat dan diajarkan oleh mahasiswa Selain itu, metode pembelajaran SD lebih beragam dan interkatif. Sebelum pembelajaran, mahasiswa dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok akan membawa materi berbeda dan mempunyai kesempatan 30 menit untuk mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 11 dan 18 Januari 2025. Sehingga dalam 1 hari ada 2 kelompok yang akan mengajar di kelas gratis. Sebelum pembelajaran, setiap kelompok diwajibkan untuk membuat lesson plan dan materi ajar yang akan diajarkan. Materi dan lesson plan ini direview bersama-sama dengan dosen. Untuk mengundang para siswa bergabung, dosen mempersiapkan flyer yang kemudian dibagikan di sosial media dosen dan mahasiswa. Flyer berisi tentang jadwal pemebelajaran dan link Link pendaftaran diberikan guna mendaapatkan data siswa dan memastikan kehadiran mereka. Dalam link pendaftaran, siswa dapat menemukan link google meet yang akan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi dipakai pada saat pembelajaran. Sebelum mengajar siswa, para mahasiswa dipersiapakan tentang apa yang harus mereka lakukan pada saat pengajaran dan bagaimana mengatur kelas. Pada saat pembelajaran, mahasiswa menggunakan metode yang interaktif dan tanya jawab untuk mendorong para siswa lebih aktif. Materi pembelajaran menggunakan power point, games, video dan audio. Kelas dibuka oleh dosen dan dijelaskan tentang materi secara general kemudian dilanjutkan mahasiswa secara berkelompok. Setelah pembelajaran siswa dievaluasi secara verbal tentang pemahaman mereka akan pembelajaran yang telah berlangsung. Para siswa diminta melafalkan kosakata yang dipelajari, membuat kalimat dan menceritakan kembali apa yang mereka pelajari. Hasil Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar bahasa Inggris secara gratis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses belajar Bahasa inggris dan menjangkau lebih banyak siswa di berbabgai daerah. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring menggunakan Google Meet dalam 2 hari tanggal 11 dan 18 Januari 2025. Gambar 1. 1 siswa menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh guru Ada 12 peserta yang mendaftar yang terdiri dari usia 6 sampai 10 tahun dan dengan latar belakang Pendidikan yang berbeda-beda. Semua peserta berasal dari daerah yang berbeda yaitu 6 orang berasal dari Medan, 1 orang dari Binjai, 1 orang dari Sumbul, 4 orang dari Samosir. Para peserta juga memiliki kemampuan berbahasa inggris yang berbeda-beda. Materi pembelajaran mencakup dasar-dasar bahasa Inggris yaitu kosakata animal, simple present, simple past dan percakapan sehari-hari. Di kelas, para siswa juga diajarkan keterampilan membaca, menulis dan mendengarkan. Kegiatan juga melibatkan sesi praktik berbicara untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta. Pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan memanfaatkan materi multimedia seperti video, power point, kuis, permainan dan tugas kelompok untuk meningkatkan pemahaman. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih berbicara langsung melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Gambar 2. Peserta di sesi kelas kedua Di sesi perkenalan, para siswa kelihatan masih malu-malu dan beberapa bahkan mematikan Untuk memastikan semua siswa aktif, mereka bergantian dipanggil untuk membaca ataupun menjawab pertanyaan. Pada saat games, para siswa mulai berinisiatif menjawab tanpa Para siswa tertawa dan menikmati pembelajaran. Mereka antusias mengikuti Pembahasan Pengabdian Masyarakat ini memberikan dampak positif pada peningkatan kemampuan Bahasa Inggris. Pengajaran secara daring dapat menjangkau peserta yang berasal dari berbagai latar Peserta yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan waktu dan tempat tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus keluar rumah atau mengikuti jadwal kelas tatap muka yang kaku. Antusiasme peserta mulai terlihat pada saat permainan . Pembelajaran dengan menggunakan games seperti dalam penelitian Uti, et al. , . dapat meningkatkan antusiasme dan motivasi belajar siswa. Para siswa mulai berani membuka microphone tanpa diminta. Semangat belajar siswa tinggi, meskipun beberapa siswa memiliki keterbatasan koneksi internet. Perbedaan kecepatan belajar antara peserta juga terlihat dari cara dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Beberapa peserta menunjukkan kesulitan pada sesi berbicara karena rasa malu dan kurangnya kepercayaan diri, namun dengan bantuan dan permainan yang mengasyikan, hambatan tersebut bisa diatasi. Secara keseluruhan, proses pembelajaran berjalan dengan baik. Pengajaran berhasil mendorong para siswa untuk meningkatkan keterampilan dasar bahasa Inggris mereka. Mereka mulai menunjukkan ketertarikan, antusias, dan motivasi belajar. Melalui games, evaluasi, dan observasi selama sesi kelas, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan pemahaman kosakata dan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi struktur kalimat dasar. Namun tidak dapat dipungkiri, pembelajaran secara daring memiliki hambatan seperti keterbatasan teknologi dan jaringan di beberapa daerah yang menyebabkan beberapa siswa tidak mengikut kelas dengan baik. Terbatasnya interaksi langsung saat daring juga mempengaruhi proses pembelajaran (Hermanto, & Srimulyani, 2. Kekurangan lain yang terlihat selama kelas adalah jumlah siswa yang sangat minim. Hal ini dikarenakan penyebaran flyer yang tidak maksimal dan mendekati hari H. Beberapa siswa yang dominan pintar kerap membuka microphone dan menjawab pertanyaan. Hal ini tentu saja membuat siswa lain tidak memiliki kesempatan menjawab. Pembelajaran Bahasa inggris secara daring membantu memberdayakan Masyarakat terutama mahasiswa sehingga mereka dapat mempraktekkan ilmu yang mereka dapat dari perkuliahan. Pemberdayaan ini nantinya dapat menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Menurut Sunarsi, et al. pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan mendorong kesadaran sosial dan memberikan perubahan dalam bermasyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui kursus bahasa Inggris secara daring membantu siswa mampu berkomunikasi lebih efektif sehingga nantinya mereka dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Kesimpulan Kegiatan pengajaran bahasa Inggris gratis secara daring ini dapat menjangkau siswa yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini memberikan kesempatan belajar bagi individu dari berbagai golongan dan kemampuan. Walaupun berasal dari kemampuan Bahasa inggris yang berbeda, beberapa siswa yang memiliki kemampuan yang terbatas akan Bahasa inggris tetap dapat mengimbangi kecepatan siswa lainnya. Semua siswa diberikan kesempatan yang sama untuk menjawab, membaca dan mengikuti pembelajaran. Beberapa siswa yang malu dimotivasi secara personal untuk mau menjawab dan merespon pertanyaan guru. Dari penjabaran kegiatan pengabdian masyrakat, ada beberapa kesimpulan yang ditemukan. Pertama, peserta mengalami peningkatan dalam pemahaman bahasa Inggris, terutama dalam aspek dasar seperti kosakata dan percakapan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan. Kedua, beberapa peserta menghadapi kesulitan teknis dalam mengikuti kelas daring, seperti masalah koneksi internet yang tidak stabil. Hal ini menunjukkan perlunya persiapan dan antisipasi sebelum melakukan kelas. Misalnya, guru dapat merekam atau pun membuat link Youtube sehingga para siswa dapat menonton kembali pembelajaran Bahasa inggris yang berlangsung. Ketiga, pembelajaran yang interaktif dengan memberikan permainan yang menarik dan sesi percapakan dapat membantu para siswa untuk merasa lebih percaya diri dan mengaplikasikan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan interaktif yang dipilih membuat siswa merasa nyaman dan mau berkompetisi. Keempat, para siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, seharusnya guru menyebarkan materi pembelajaran kepada siswa terlebih dulu sehingga siswa dapat membaca dan melakukan persiapan pada materi Melalui kegiatan pengabdian Masyarakat ini, para guru, dosen maupun mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan yang sama diharapkan kedepannya dapat menyebarkan flyer ataupun link kelas jauh hari sebelum kelas dimulai. Materi pembelajaran dapat ditingkatkan dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi memberikan materi tambahan atau mengadakan sesi pengajaran lanjut yang lebih mendalam. Kelas pembelajaran dapat diadakan 4 hingga 10 pertemuan. Kemudian, sarana teknologi juga dapat ditambahkan seperti Youtube dan WhatsApp group serta merekam sesi pembelajaran agar peserta bisa belajar dengan lebih nyaman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mau terus belajar bahasa Inggris dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Referensi