Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 | Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R Di SDN Sawunggaling VII Surabaya Yenik Pujowati1. Putu Ari Saruhum Hasibuan2. Sucahyo Tri Budiono3 1,2,3, Program Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Wiajaya Kusuma Surabaya Article Info Article history: Received Jun 27, 2024 Revised July 20, 2024 Accepted Augt 2, 2024 Kata Kunci: Peduli Lingkungan Pengelolaan Sampah 3R(Reuse. Reduce. Recycl. Sejak Usia Dini ABSTRAK . PT) Tujuan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dan menyampaikan ide - ide dasar pada penanaman karakter peduli lingkungan sejak usia dini terkait tentang pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reuse. Reduce. Recycl. untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada perserta didik yang ada dilingkungan SDN Sawunggaling VII surabaya. Disisi lain sekolah merupakan salah satu tempat penghasil sampah terbanyak, selain pasar, rumah tangga dan Kesadaran anak untuk memilah dan mengelola sampah masih kurang, oleh karena itu, masih banyak anak anak yang membuang sampah tidak pada tempatnya, perlunya peningkatan pemahaman dan pembentukan perilaku sejak usia dini. Di masa SD adalah masa yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai yang positif kepada anak anak sejak usia dini. Sehingga, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memilah sampah dan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reuse. Reduce. Recycl. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan simulasi pemilahan Sosialisasi di lakukan dalam bentuk presentasi, permainan dan kegiatan interaktif lainnya. Hasil kegiatan tersebut di SDN Sawunggaling VII Surabaya untuk mengurangi timbulnya sampah di sekolahan dan sekaligus mengurangi beban petugas sampah dan penumpukan sampah yang ada di TPA. Memberikan pemahaman kepada siswa pentingnya milahan sampah menurut jenis sampah, serta memberikan pemahaman bahwa pengelolaan sampah 3R dapat di daur ulang menjadi barang yang bermanfaat di kehidupan sehari-hari. ABSTRACT . PT) Keywords: Care for the Environment Waste management 3R (Reuse. Reduce. Recycl. From an Early Age The aim of this Community Service aims to provide and convey basic ideas for cultivating environmentally caring characters from an early age related to waste management with the 3R (Reuse. Reduce. Recycl. concept to increase knowledge and skills in students in the SDN Sawunggaling VII Surabaya environment. On the other hand, schools are one of the places that produce the most waste, apart from markets, households and industry. Children's awareness of sorting and managing waste is still lacking, therefore, there are still many children who throw rubbish out of place, it is necessary to increase understanding and develop behavior from an early age. Elementary school is the most appropriate time to instill positive values in children from an early age. Thus, this service activity aims to increase knowledge and skills in sorting waste and managing waste using the 3R (Reuse. Reduce. Recycl. The method used is socialization and waste sorting simulation. Socialization is carried out in the form of presentations, games and other interactive activities. The results of this activity at SDN Sawunggaling VII Surabaya were to reduce the generation of waste in schools and at the same time reduce the burden on waste officers and the accumulation of waste in the landfill. Providing students with an understanding of the importance of sorting waste according to the type of waste, as well as id/index. php/Berdaya/index C Yenik Pujowati | Putu Ari. H| Sucahyo Tri. B C providing an understanding that 3R waste management can be recycled into useful items in everyday life. Corresponding Author: Yenik Pujowati Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Wjaya Kusuma Surabaya Email: yenikpujo@uwks. Pendahuluan Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh negaranegara berkembang maupun negara-negara maju di dunia, termasuk Indonesia. Sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup yang di hadapi oleh masyarakat, permasalahan sampah telah menjadi permasalahan yang serius terutama di kota-kota Tidak hanya di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia. Negara-negara maju telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut (Yenik, 2. Pentingnya pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reuse. Reduce. Recycl. serta penanaman karakter peduli lingkungan kepada anak- anak supaya generasi mendatang menjadi generasi yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dari pembuangan sampah sembarangan. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan tersebut adalah dengan melakukan kebiasaan dalam mengelola sampah dan membuang sampah pada tempatnya (Risma, 2. Namun, sampai saat ini kebiasaan dilingkungan tersebut, masih belum bisa dilakukan dengan baik karena minimnya kesadaran masyarakat dan anak anak dalam pengelolaan sampah, masih banyak masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan (Rianti. Dalam kegiatan membuang sampah dan memilah sampah sesuai jenis sampah begitu terlihat sepele. Namun dampak dari kebiasaan tersebut sangat besar jika diterapkan dengan baik. Sejak usia dini karakter peduli lingkungan sangat penting untuk dikembangkan, yang tercerminkan dalam perilaku membuang sampah pada tempatnya juga memilah jenis sampah. Peraturan Daerah tersebut, sangatlah penting untuk menguatkan dalam pelaksanaan pengelolaan sampah secara lebih tegas kepada masyarakat luas. Dalam UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Peraturan pemerintah N0. Tahun 2012 Tentang Pedoman pelaksanaan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Di samping itu peraturan mengenai pengelolaan sampah juga diperlukan adanya kepastian hukum, kejelasan dan tanggung jawab baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara efektif dan efisien (Yenik, 2. Oleh sebab itu dalam permasalahan tersebut, untuk mendorong perlunya memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentinganya sikap peduli terhadap Untuk itu, penanaman karakter peduli lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan pembelajaran disekolahan. Peraturan Daerah (PERDA) Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah Dan Kebersihan Di Kota Surabaya. Dalam rangka pelaksanaan kebijakan PERDA pengelolaan sampah di Kota Surabaya secara komprehensif dan terpadu sesuai dengan prinsip yang berwawasan lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekolah, memberikan manfaat secara ekonomi dan dapat mengubah perilaku masyarakat, telah ditetapkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. PERDA N0 5 Tahun 2014 Pasal 1 yaitu menjelaskan Reduce. Reuse, dan Recycle. Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R Di SDN Sawunggaling VII Surabaya Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 | yang selanjutnya disebut 3R adalah segala aktivitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah, kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain, dan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru (Yenik, 2. Berdasarkan salah satu tempat penghasil sampah terbanyak selain rumah tangga, pasar, industri, yaitu sekolah. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak siswa maupun orang yang dapat menjadi penghasil sampah terbesar (Aria, 2. Pengelolaan sampah 3R ( Reduce. Reuse. Recycl. , di sekolah dapat dilakukan dengan cara pemilahan sampah. Pemilahan sampah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk membuang sampah sesuai jenisnya. Pemilahan yaitu memisahkan kelompok sampah Organik maupun sampah Non Organik di tempat wadah yang berbeda (Juni, 2. Pengelolaan sampah dengan menerapkan konsep 3R. Reuse (Penggunaan Kembal. Reduce (Penguranga. Recycle (Daur ulang sampa. Di SDN Sawunggaling VII Surabaya untuk menjaga kebersihan lingkungan yaitu tetap membiasakan hal-hal yang baik seperti kebiasaAoan membuang sampah pada Dengan demikian penulis tertarik untuk mengadakan kegiatan sosialisasi penanaman karakter peduli lingkungan sejak usia dini dalam rangka pemilahan dan mengelolaan sampah 3R di Sekolah Dasar Negeri Sawunggaling VII Surabaya Jawa Timur. Berdasarkan Permasalahan atau fenomena dilapangan tersebut, di SD Negeri Sawunggaling VII Surabaya. memiliki keterbatasan sarana tempat pembuangan sampah di sekolah, hanya ada beberapa tempat sampah yang sudah disediakan dan belum ada atau tersediannya tempat sampah berdasarkan berfungsi untuk memisahkan jenis sampah organik. Non Organik. B3, dan kertas. yang sering kita lihat biasanya ada 4 Warna Tong Sampah Hijau. Kuning. Merah Dan Biru. Tempat sampah yang sudah ada di lingkungan sekolah masih satu jenis saja, sehingga jenis sampah apa pun akan di buang pada tempat yang sama. Permasalahan kedua masih ada para siswa yang membuang sampah secara sembarangan dan masih ada para siswa siswi yang belum mengenal pemilahan dan pengelolaan sampah, sehingga membuang sampah bukan pada tempat sampah yang seharusnya, dan belum terpisahnya antara sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah ini. Hal ini sangat penting untuk diajarkan pada anak- anak sejak usia dini, termasuk kepada siswa SDN Sawunggaling VII Surabaya. Dengan demikian, kegiatan ini dalam pembelajaran membuang dan memilah sampah diajarkan sejak usia dini di SDN Sawunggaling VII Surabaya. menjadi bagian pembentukan perilaku hidup yang bersih dan sehat, terutama dari segi Kesehatan lingkungan serta sangat mendukung program kegiatan di SDN Sawunggaling VII Surabaya. sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masayarakat dalam bentuk AuSosialisasi Pemilahan Sampah Domestik di Sekolahan Swunggaling VII Surabaya. Melalui konsep 3R . euse, reduce, recycl. di lingkungan SDN Sawunggaling VII Surabaya. Berdasarkan latar belakang tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kepada siswa siswi di SDN Sawunggaling VII Surabaya, terkait bagaimana cara memilah sampah dan mengelola sampah yang benar, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam memilah sampah serta dapat melakukan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. id/index. php/Berdaya/index C Yenik Pujowati | Putu Ari. H| Sucahyo Tri. B C Metode Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian yang berjudul AuPenanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R di SDN Sawunggaling VII Surabaya. Di laksanakan dengan meberikan materi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dikelompokkan menjadi 2 kegiatan utama yaitu edukasi secara teoritis berupa penyajian materi oleh tim pengabdian mengenai praktik pengolahan sampah dengan metode 3R (Reuse. Reduce dan Recycl. Dalam kegiatan praktik, peserta didik kegiatan pelatihan di arahkan untuk membuat bahan daur ulang dari sampah plastik menggunakan teknik recycle. Dengan metode ini diharapkan dapat membantu Sekolah Dasar Negeri Sawunggaling VII Surabaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan bisa memecahkan berbagai masalah dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pengarahan, menjelaskan, tanya jawab, dialog interaktif dengan kepala sekoalah, guru-guru, bersamasama anak anak SDN Sawunggaling VII Surabaya. Tim pengabdian kepada masyarakat memberikan, pelatihan pengelolaan sampah kepada anak-anak SDN Sawunggaling serta memberikan pengarahan terkait kesadaran tentang pengelolaan sampah dengancara yang tepat, dimulai dengan mengenal manfaat membuang sampah pada tempatnya, kegiatan ini juga menjelaskan manfaat membuang sampah pada tempatnya, yaitu berkaitan erat dengan keindahan lingkungan sekolah, memudahkan proses daur ulang sampah. Salah satu metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini secara lebih inti yang berlandaskan komponen isi (Noor, 2. Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan semua Guruguru yang ada di Lingkungan Sekolah Dasar Negeri Sawunggaling VII Surabaya beserta anak anak siswa siswi nya. Tahapan pelatihan yang akan dilaksanakan Tim pengabdian masyarakat sebagai berikut: Metode Ceramah Metode ceramah dipilih untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya memilah sampah menurut jenis jenis sampah dan pengelolaan sampah dengen mengunakan medote 3R (Reuse. Reduce Recycl. Metode ini juga dipilih untuk menyampaikan konsep-konsep pelatihan di SDN Sawunggaling VII Surabaya. Penggunaan metode ceramah yang di kombinasikan dengan gambar-gambar, animasi terkait tentang pengelolaan sampah 3R supaya cepet dipahami oleh peserta siswa siswi di SDN Sawunggaling VII dalam kegiatan praktik dapat di laksanakan secara efektif dan Tahap Pelaksanaan . Sesi pertama kerangka mengenali potensi sekolah . Sesi ke dua pengelolaan sampah dengan Konsep 3R (Reuse. Reduce Recycl. Sesi ke tiga melaksanakan teknis pemberdayaan Metode Pelatihan Untuk identifikasi dan perumuskan di atas, dan agar pengabdian ini juga dapat berjalan dengan lancar, maka sebagai alternatif pemecahan masalah adalah sebagai berikut: pendampingan dilakukan dengan pendekatan Demand Responsive Approach (DRA). Pendekatan ini dimaksudkan agar materi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan Sekolah Dasar Negeri Sawunggaling VII Surabaya, dalam kegiatan praktik ini agar dapat di laksanakan secara efektif dan efisien. Simulasi Metode ini penting untuk dijadikan referensi bagi peserta agar mendapatkan gambaran dari berbagai kebersihan lingkungan disekolah terkait memilah sampah menurut jenisnya. Setelah dilaksanakan program ini. Peserta didik di SDN Sawunggaling VII Surabaya diharapkan agar anak-anak sudah tertanam kebersihan membuang sampah pada tempatnya. Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R Di SDN Sawunggaling VII Surabaya Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 | Hasil dan Pembahasan Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R di SDN Sawunggaling VII Surabaya adalah kegiatan pengelolaan sampah 3R (Reuse. Reduce Recycl. Kegiatan tersebut merupakan upaya penanaman pendidikan karakter peduli lingkungan di SDN Sawunggaling VII Surabaya. Pengelolaan sampah dengan konsep 3R yang dipilih dalam kegiatan pengabdian masyarakat di SDN Sawunggaling VII Surabaya merupakan salah satu yang diharapkan agar siswa siswi dapat mengelola sampah dengan baik dan membuang sampah pada tempat nya. Untuk menamamkan karakter peduli lingkungan bagi anak usia dini yaitu memberikan contoh seperti, guru dan semua lapisan masyarakat. Pembiasaan untuk membersihkan lingkungan sekitar halaman sekolahan yang dimulai dari hal-hal terkecil seperti memungut sampah di sekitar halaman sekolah setelah pelajaran jasmani atau senam pagi, kemudian saat masuk kelas berusaha memungut sampah yang ada di dalam kelas, membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya (Halida et al. , 2. Selanjutnya sebelum bel berbunyi anak-anak di SDN Sawunggaling VII di biasakan memungut sampah sebelum masuk kelas serta melakukan . ebersihan, keindahan dan kerapia. melalui piket di dalam lingkungan sekolah serta belajar merawat tumbuh-tumbuhan, hal tersebut dilakukan dengan tujuan memperkuat karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Seperti gambar dibawah ini. Gambar: Karakter Peduli Lingkungan Sumber SDN Surabaya. Berdasarkan gambar tersebut diatas penaman karakter adalah usaha aktif untuk membentuk sifat anak akan terukir sejak dini, agar dapat mengambil keputusan dengan baik dan bijak serta dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, untuk membantu supaya peserta didik siswa siswi di SDN Sawunggaling VII surabaya dapat mengalami, memperoleh, dan memiliki karakter/sikap yang di inginkannya yaitu bahwa penaman karakter sejak usia dini anak-anak perlu dibekali dengan karakter yang kuat agar sikap-sikap positif yang ada dalam diri mereka dapat menjadi bagian hidupnya yang dapat memengaruhi seluruh cara berpikir serta untuk membentuk dan menanamkan sikap atau karakter perduli lingkungan hidup kepada anak anak disekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan di SDN Sawunggaling VII Surabaya untuk melatih kebiasaan para anak anak untuk membuang sampah sesuai jenisnya, kebiasaan ini perlu di latih sejak usia dini untuk menujang program pengelolaan sampah 3R ((Reuse. Reduce Recycl. Tim pengabdian masyarakat telah membuatkan tempat sampah pilah untuk membedakan antara sampah organik dan anorganik, dimana sampah organik seperti sisa makanan, botol plastik, kertas, ranting, daun-daun. Simulasi id/index. php/Berdaya/index C Yenik Pujowati | Putu Ari. H| Sucahyo Tri. B C yang kami lakukan membuahkan hasil bawah anak anak SDN Sawunggaling VII Surabaya mulai bisa memahami serta membedakan sampah organik dan anorganik. Oleh karena itu selama ini tempat sampah yang ada di SDN Sawunggaling VII Surabaya bukan merupakan tempat sampah pilah (Yohanes, 2. Selain memberikan penjelasan pentingnya memilah sampah menurut jenis jenis sampah serta pengelolaan sampah berbasis 3R ((Reuse. Reduce Recycl. Para anak anak juga di jelaskan terkait (Recycl. berati mendaur ulang kembali sampah bekas serta menmanfaatkan botol bekas untuk di jadikan sebagai hasil karya kerajinan termasuk salah satu upaya daur ulang sesuai dengan konsep reduce, reuse, dan recycle . R). Seperti gambar dibawah ini anak anak di SDN Sawunggaling VII Surabaya mencoba membuat kerajian dari botol bekas untuk dijadikan pot bunga. Gambar: Menfaatkan Botol Plastik Bekas di Jadikan Pot Bunga Sumber SDN Surabaya Selanjutnya ada beberapa tugas dari materi pelajaran seni atau keterampilan yang memerintahkan untuk membuat sebuah karya dari botol bekas. Seperti gambar dibawah ini. Gambar Menfaatkan Botol Plastik Bekas dijadikan sebuah Kerajinan Sumber SDN Surabaya Berdasrakan gambar diatas. Untuk mengembangkan kreativitas dan mengajak anak usia dini untuk mengelola sampah menjadi karya seni. Salah satunya adalah kreasi yang paling mudah dilakukan adalah mengubah botol plastik menjadi pot tanamanan. Selain bisa di ubah menjadi pot tanaman, botol plastik soda juga bisa disulap menjadi anting aksesoris yang unik. Dan botol plastik menjadi benda yang lebih berguna, seperti tempat pensil, dengan memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar, salah satunya yaitu mengolah sampah menjadi karya seni yang memiliki nilai guna. Tentu hal ini tidak terlepas dari peran Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini Melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R Di SDN Sawunggaling VII Surabaya Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 | guru serta orang tua dalam mengajak untuk memanfaatkan sampah di sekitar lingkungan untuk bisa diolah kembali menjadi karya-karya yang menarik bagi anak. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan dalam membuat karya sebagai koleksi tersendiri. Selain itu untuk menjadikan sampah menjadi media pembelajaran seperti membuat puzzle angka dari sampah kertas, menyusun botol plastik yang sudah tidak terpakai menjadi tempat alat tulis. Hal ini bagus untuk membantu anak dalam memahami bahwa penggunaan plastik tidak hanya digunakan untuk minum tetapi bisa juga digunakan membuat karya yang unik seperti tempat untuk menyimpan barang. Seperti gambar di bawah ini, untuk memilih dan memilah sampah berdasarkan warna tempat sampah di SDN Sawunggaling VII Kota Surabaya. Gambar Tempat Sampah SDN Surabaya (Memilih dan Memilah Sampah Berdasarkan Jenis Sampa. Berdasarkan gambar diatas, merupakan Kegiatan pengabdian masyarakat di SDN Sawunggaling VII Surabaya menjelaskan salah satu tempat sampah berdasarkan jenisnya yaitu langkah utama dalam pengelola sampah seperti memilih dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah harus di pilah dan di buang berdasarkan jenis nya supaya pengelolaan sampah lebih mudah. Di SD Negeri Surabaya telah menyediakan tiga jenis tempat sampah dengan warna yang berbeda-beda dan berdasarkan jenis dan fungsinya. Yaitu seperti Warna Hijau (Tempat Sampah Organi. artinya hanya sampah sampah organik yang dapat dibuang ke tempat tersebut. Sampah organik seperti sampah dedaunan, sisa makana, ranting pohon. Sampah organik ini juga bermanfaat untuk pembuatan bahan bahan pupuk kompos. Warna Kuning (Tempat sampah Anorgani. yaitu sampah yang harus dibuang ke tempat sampah yang berwarna kuning Miasalnya sampah kaleng, botol plastik dan sebagainya. Oleh karena itu, sampah anorganik harus dipisahkan dari jenis sampah lainnya dan didaur ulang. Warna Merah (Tempat sampah B3 bahan berbahaya dan beracu. yaitu tempat sampah warna merah menampung khusus sampah B3 yang termasuk dalam kategori ini seperti bahan-bahan kimia dan pecahan kaca serta benda berbahanya lainnya. Untuk milih dan memilah sampah B3 ini di harapkan dapat menghilangkan resiko bahaya bagi petugas sampah atau masyarakat. id/index. php/Berdaya/index C Yenik Pujowati | Putu Ari. H| Sucahyo Tri. B C Kesimpulan Program Pengabdian Masyarakat ini sudah baik, karena melalui Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini, melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah 3R (Reuse. Reduce. Recycl. Di SDN Sawunggaling VII Surabaya diharapakan bisa menanamkan sikap peduli lingkungan terhadap siswa siswi yang dapat di mulai dari menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah dengan cara membuang sampah pada tempatnya, melakukan kegiatan piket kelas, merawat tanaman dilingkungan sekolahan. Serta kebisaan membuang sampah sesuai jenisnya yang ditanamkan sejak dini kepada anak-anak tentang pengetahuan mengelola sampah akan membawa dampak yang sangat besar bagi generasi Kami berharap setelah adanya kegiatan pengabdian ini, staff pengajar di sekolah ikut berperan dalam pembentukan karakter peduli lingkungan terhadap siswa SDN Sawunggaling VII Surabaya. Hal tersebut bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti memberikan materi terkait pentingnya menjaga lingkungan pada saat upacara maupun kegiatan lainnya serta memberikan contoh sikap peduli lingkungan kepada siswa karena salah satu tokoh acuan peserta didik adalah AuGuruAy Ucapan Terima Kasih