Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN POSTER TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2JAKARTA BARAT Susihar1*. Labora Sitinjak2. Mikyal Azizah3 1,2 Dosen Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya 3 Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya *Koresponden: Susihar. Alamat: Jakarta. Email: susihar@husadakaryajaya. Received: 15 juli | Revised: 13 agustus | Accepted: 29 Agustus Abstrak Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Proses penuaan pada lansia akan menyebabkan perubahan dari fisik, mental, sosial, ekonomi, dan fisiologi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan pada struktur vena besar yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit di mana peningkatan tekanan darah sistolik melebihi batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada kondisi ini, tekanan pada pembuluh darah terus meningkat. Tekanan darah normal sendiri adalah 120 mmHg sistol atau saat jantung berdetak, dan 80 mmHg diastol atau saat jantung sedang rileks. Tujuan: Menganalisis hubungan pendidikan kesehatan dengan menggunakan poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden analisa data menggunakan analisis univariat danbivariat Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Pengetahuan hipertensi pada lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 15 lansia . ,0%). Pengetahuan hipertensi pada lansia penderita hipertensi sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster berpengetahuan baik sebanyak 14 orang . ,7%). Kesimpulan: Simpulan didapatkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media poster berpengaruh terhadap pengetahuan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi. Pendidikan Kesehatan. Tingkat Pengetahuan Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 individu dengan tingkat pendidikan tinggi. Lansia dengan Latar Belakang Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke Proses penuaan pada lansia akan menyebabkan usia lebih dari 55 tahun memiliki risiko 5,82 kali lebih tinggi (Siti Nurhasanah, 2. perubahan dari fisik, mental, sosial, ekonomi, dan fisiologi. Selain kedua faktor tersebut ada faktor jenis Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan pada Meskipun prevalensi hipertensi pada laki-laki dan struktur vena besar yang dapat menyebabkan terjadinya perempuan sama, faktor pendorong usia laki-laki seperti Hipertensi merupakan penyakit di mana stres, kelelahan, dan makan yang tidak terkontrol. Risiko peningkatan tekanan darah sistolik melebihi batas normal, hipertensi pada perempuan meningkat pada usia lebih dari yaitu lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik 45 tahun. Laki-laki lebih sering mengalami hipertensi pada melebihi 90 mmHg pada kondisi ini, tekanan pada pembuluh usia kurang dari 45 tahun dan perempuan lebih sering darah terus meningkat. Tekanan darah normal sendiri adalah daripada laki-laki pada usia lebih dari 65 tahun (Kemenkes, 120 mmHg sistol atau saat jantung berdetak, dan 80 mmHg diastol atau saat jantung sedang rileks . emenkes, 2. Informasi yang tepat tentang hipertensi termasuk Berdasarkan data World Health Organization pemahaman tentang faktor risiko, gejala dan komplikasi, (WHO) 2020, sebanyak 1,28 miliar orang dewasa di dunia pencegahan dan pengobatan hipertensi, dan pendidikan berusia 30 hingga 79 tahun menderita hipertensi, atau 1 dari kesehatan dapat membantu orang menjadi lebih tahu 3 orang di dunia mengalami hipertensi. Angka peningkatan tentang cara mengontrol hipertensi. Media edukasi untuk prevalensi bahwa jumlah penderita hipertensi akan mempromosikan kesehatan adalah semua sarana atau upaya meningkat menjadi 1,5 miliar pada tahun 2025, dari segi untuk menyampaikan pesan atau informasi yang ingin mortalitas, hipertensi adalah salah satu penyebab kematian disampaikan oleh komunikator. nomor satu di dunia dengan 8 juta kematian setiap tahunnya. Tujuan dari media promosi kesehatan adalah untuk Pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 10,44 juta kematian membantu orang yang dituju meningkatkan pengetahuan setiap tahunnya. mereka, pengetahuan dapat berdampak positif pada Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena tanpa kesehatan mereka. Media cetak biasanya terdiri dari gejala, keluhan dan diketahui saat sudah terjadi komplikasi. gambaran beberapa kata, foto, atau gambar dalam tata Hipertensi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah Salah satu fungsi utama media cetak ini adalah yang semakin tinggi maka semakin besar risiko terjadinya memberikan informasi, contohnya seperti poster, leaflet. Komplikasi yang dapat terjadi adalah penyakit booklet, dan surat kabar (Agust Laya, 2. jantung, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan. Untuk mencegah komplikasi yang dapat memperburuk keadaan lansia, komplikasi harus dikendalikan atau dicegah (Kemenkes. Tujuan Penelitian Tujuan umum menganalisis hubungan pendidikan Faktor pertambahan usia, usia akan meningkatkan risiko terjadinya pengetahuan lansia tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. hipertensi, usia berpengaruh secara signifikan terhadap Tujuan khusus Menganalisis pengetahuan lansia kejadian hipertensi, dan usia menyebabkan perubahan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan struktural dan fungsional pada sistem peredaran darah. menggunakan poster tentang hipertensi di Panti Sosial Selain faktor usia, tingkat pendidikan juga mempengaruhi Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Menganalisis risiko hipertensi. Lansia dengan tingkat pendidikan rendah Hubungan pendidikan kesehatan dengan menggunakan dan menengah memiliki risiko 2,9 kali lebih tinggi daripada Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi di instrument telah valid dan reliabel untuk digunakan dalam Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. penelitian nyata. Metode Penelitian 5 Pengumpulan Data Pengumpulan Data dilakukan pada bulan Januari Desain Penelitian Penelitian hingga Febuari 2024. Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest- Mulia 2 Jakarta Barat posttest, yaitu peneliti memberikan perlakuan pada satu 6 Analisa Data kelompok tetapi sebelumnya di ukur . terlebih Pada penelitian ini Analisa data digunakan untuk dahulu setelah perlakuan kelompok di ukur . melihat karakteristik responden berdasarkan usia, jenis Kembali. Pendidikan terakhir. Untuk melihat pengaruh Hipotesis pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan lansia Hipotesis dalam penelitian ini, antara lain: H1: Ada hubungan pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan digunakan uji T-test dengan hasil p-value. 7 Pertimbangan Etik Penelitian ini telah di periksa dan di lakukan uji etik poster tentang hipertensi. oleh Komisi Etik Penelitian/F2/P2M Akper Husada Karya H2: Ada Hubungan pendidikan kesehatan dengan Jaya Pada 22 April 2024. menggunakan poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi Hasil Penelitian Populasi dan Sampel Analisa Univariat Populasi pada penelitian ini adalah 120 lansia mandiri yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Pada penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi 120, maka hasil sampel yang diambil yaitu 30 responden. Sampel sebanyak 30 orang adalah cukup untuk merepresentasikan populasi yang akan di teliti. Menurut Arikunto . , jika jumlah populasinya Table 4. 1 karakteristik menurut usia Katagori Total Frekuensi Persentase 13,3% 70,0% 16,7% 100,0% Berdasarkan tabel 4. 1 di atas menunjukkan bahwa dari 30 responden lansia terbanyak berada di usia 61-70 berjumlah 21 orang dengan persentase . ,0%). kurang dari 100 maka jumlah sampel diambil secara keseluruhan, tetapi jika populasinya lebih besar dari 100, maka bisa diambil 10%-15%, 20%-25%, 30%-35% dari jumlah populasinya. 4 Instrumen Pengumpulan Data Pengumpulan data menggunakan instrumen yang di adopsi dari peneliti Ari Suci Rahmah. Uji validitas dan Tabel 4. 2 karakteristik menurut jenis kelamin Karakteristik Laki-laki Perempuan Total Frekuensi Persentase 66,7% 33,3% 100,0% Berdasarkan tabel 4. 2 di atas menunjukkan bahwa dari 30 responden lansia terbanyak berjenis kelamin laki-laki berjumlah 20 orang dengan persentase . ,7%). reliabilitas instrument pengumpulan data menunjukkan nilai Aplha Cronbach 0,797 yang mengindikasikan bahwa Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tabel 4. 3 karakteristik menurut Pendidikan terakhir Karakteristik SMP SLTA Total Frekuensi Persentase 36,7% 40,0% 23,3% 100,0% Berdasarkan tabel 4. 3 di atas menunjukkan bahwa dari 30 diberikan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 7,83, dengan p-value sebesar 0,001 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan media poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi dengan selisih 2,43. responden lansia terbanyak berpendidikan SMP berjumlah 12 orang dengan persentase . ,0%), dan terdiri dari 11 lansia . ,7%) berpendidikan terakhir SD, 7 lansia . ,3%) berpendidikan SLTA. Tabel 4. 4 tingkat pengetahuan sebelum penkes Karakteristik Cukup Baik Total Frekuensi Persentase 50,0% 43,0% 6,7% 100,0% Hasil Penelitian Dalam tahap ini, akan dijelaskan hasil penelitian mengenai karakteristik dari responden, tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah di pendidikan Responden yang berusia 61-70 tahun . ,0%) lebih Dari tabel 4. 4 di atas menunjukkan bahwa dari 30 responden banyak dibandingkan responden dengan usia 56-60 . ,3%) lansia di dapatkan hasil bahwa katagori kurang 15 lansia dan 71-85 tahun . ,7%). Data diperoleh dari perhitungan . ,0%), katagori cukup 13 lansia . ,3%), katagori baik 2 lansia . ,7%). mempengaruhi pola pikir, perilaku dan pola kesehatan pada Tabel 4. 5 tingkat pengetahuan sesudah penkes Penelitian ini sejalan dengan penelitian dengan Karakteristik Cukup Baik Total Frekuensi Persentase 10,0% 43,0% 46,7% 100,0% Berdasarkan tabel 4. 5 di atas menunjukkan bahwa dari 30 responden lansia di dapatkan hasil bahwa katagori kurang 3 lansia . ,0%), katagori cukup 13 lansia . ,3%), katagori baik 14 lansia . ,7%). Usia Diny Kusuma . menunjukkan jumlah risiko hipertensi terbanyak pada kelompok usia 61-70 tahun dikarenakan bersamaan bertambahnya usia, sehingga mengakibatkan adanya perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh darah pada lansia Berdasarkan data di atas diketahui bahwa laki-laki responden . ,7%) lebih banyak dibandingkan perempuan Analisa Bivariat berjumlah 10 responden . ,3%). Hal ini dikarenakan Tabel 4. 6 tingkat pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan penkes poster dibandingkan lansia berjenis perempuan di Panti Sosial. Variabel Pengetahuan Sebelum Sesudah Mean Std. Deviasi 5,40 7,83 2,43 1,694 1,840 p-value laki-laki penelitian ini sejalan dengan Kurniatun . mengatakan prevalensi penderita kasus hipertensi yang ditemukan 0,001 hampir berjenis kelamin laki-laki dibanding perempuan. Kasus penderita hipertensi pada laki-laki lebih mudah Berdasarkan tabel 4. 6 didapatkan hasil uji paired T-test bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan dilampiaskan dengan perilaku merokok dan meminum pendidikan kesehatan yaitu sebesar 5,40 dan sesudah alkohol yang diiringi dengan makanan bergizi rendah. Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Diketahui bahwa responden terbanyak dengan pendidikan Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tingkat terakhir 12 lansia . ,0%) berpendidikan SMP dibandingkan pengetahuan lansia di panti sosial diperoleh kesimpulan dengan responden yang pendidikan terakhirnya SD . ,7%) sebagai berikut: dan SLTA . ,3%). Bahkan tidak ditemukannya responden Hasil analisis data karakteristik responden menurut usia dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi. Penelitian ini Lansia di panti sosial lebih dominan berusia 61-70 sejalan dengan Delfriyana Ayu . mengatakan rata-rata berjumlah 21 dengan persentase . ,0%). lansia yang berpendidikanSMP mereka tidak tahu bagaimana Hasil analisis data karakteristik responden menurut jenis menghindari makanan yang dapat menyebabkan hipertensi, kelamin lansia di panti sosial lebih dominan berjenis yang dapat membahayakan kesehatan mereka, melalui kelamin laki-laki berjumlah 20 responden . ,7%). perilaku, pola hidup, dan pola makan sehari-hari yang sehat. Berdasarkan tabel 4. 6 di atas didapatkan hasil uji pendidikan terakhir lansia di panti sosial lebih dominan statistik dengan menggunakan uji paired sample t-test bahwa terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan lansia tentang berpendidikan terakhir SMP 12 lansia . ,0%). lansia lebih dominan tingkat pengetahuan di dapatkan pendidikan kesehatan dengan media poster dengan hasil bahwa katagori kurang sebanyak 15 lansia dengan ditunjukkan dengan nilai p-value 0,001 yang berarti p-value persentase . ,0%) disebabkan oleh rata-rata pengetahuan lansia sebelum lansia lebih dominan tingkat pengetahuan katagori baik lansia setelah diberikan penkes . ost-tes. adalah 7,83 pendidikan kesehatan dengan media poster sebesar 2,43. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rahmita Yanti . yang menunjukkan bahwa menggunakan poster, alat peraga, dapat meningkatkan penerimaan visual responden dalam membaca dan mendengarkan. Ini dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan responden sebanyak 60,7% setelah pemberian pendidikan kesehatan media poster ada pengaruh terhadap pengetahuan hipertensi pada lansia dengan p-value 0,000,<. Hasil analisis tingkat pengetahuan lansia sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster diberikan penkes . re-tes. adalah 54,0 dan pengetahuan dengan peningkatan rata-rata pengetahuan lansia setelah Hasil analisis tingkat pengetahuan lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster kesehatan dengan media poster dan sesudah diberikan < a . maka artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini Hasil analisis data karakteristik responden menurut sebanyak 14 lansia dengan persentase . ,7%). Perbedaan diberikan pendidikan kesehatan terdapat perbedaan pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media poster. Rata-rata pengetahuan lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan 5,40 dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan 7,83 p-value 0,001 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan dalam pemberian pendidikan kesehatan menggunakan poster terhadap pengetahuan lansia. Kesimpulan Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Referensi