Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 660 Ae 669 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. DETERMINAN KECEMASAN KEUANGAN PADA PEKERJA MUDA DI JAKARTA Janechristy Stevie1. Ignatius Roni Setyawan2* Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: janechristy. 115220081@stu. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: ign. s@fe. *Penulis Korespondensi Masuk: 10-01-2026, revisi: 15-01-2026, diterima untuk diterbitkan: 30-04-2026 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengetahuan keuangan, ketidakamanan kerja, dan kepuasan keuangan terhadap kecemasan keuangan pada pekerja muda di Jakarta. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global, yang berdampak pada meningkatnya biaya hidup dan ketidakstabilan kondisi finansial masyarakat. Tingginya biaya hidup dan pendapatan yang relatif terbatas menempatkan pekerja muda pada posisi finansial yang rentan, karena kelompok tersebut umumnya masih berada pada tahap awal karier, sehingga lebih berpotensi mengalami kecemasan terhadap kondisi keuangannya. Teori Konservasi Sumber Daya (Conservation of Resources/ COR) digunakan sebagai landasan untuk memahami kecemasan keuangan sebagai variabel dependen, yang merepresentasikan respons psikologis individu terhadap ancaman atau ketidakcukupan sumber daya yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melalui penyebaran kuesioner secara online dan berhasil mengumpulkan 250 responden. Data dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Ae Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan program SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan keuangan, serta ketidakamanan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan keuangan. Sedangkan, kepuasan keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap kecemasan keuangan. Kata Kunci: pengetahuan keuangan, ketidakamanan kerja, kepuasan keuangan, kecemasan keuangan ABSTRACT This study aims to examine the influence of financial knowledge, job insecurity, and financial satisfaction on financial anxiety among young workers in Jakarta. As the national economic center. Jakarta faces pressures from global economic uncertainty, which contribute to rising living costs and financial instability among its residents. The high cost of living combined with relatively limited income places young workers in a vulnerable financial position, as this group is generally in the early stages of their careers, making them more susceptible to experiencing anxiety regarding their financial condition. The Conservation of Resources (COR) Theory is used as the theoretical foundation to understand financial anxiety as the dependent variable, representing an individualAos psychological response to perceived threats or insufficiency of personal resources. This study employs a quantitative approach with purposive sampling, distributing an online questionnaire and successfully collecting data from 250 respondents. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS The findings indicate that financial knowledge has a negative and significant effect on financial anxiety, while job insecurity has a positive and significant effect on financial anxiety. Meanwhile, financial satisfaction has no effect on financial anxiety. Keywords: financial knowledge, job insecurity, financial satisfaction, financial anxiety PENDAHULUAN Latar belakang Ketidakpastian ekonomi global 2025 tercermin dari laporan World Economic Outlook oleh IMF yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia hanya mencapai 2,8%, karena salah satunya Determinan Kecemasan Keuangan pada Pekerja Muda di Jakarta Janechristy Stevie et al. dipengaruhi oleh ketegangan dagang akibat kebijakan tarif yang ditetapkan Amerika Serikat (Metro TV News, 2. Kondisi ini menekan kinerja ekspor serta aliran investasi internasional, termasuk ke negara berkembang seperti Indonesia. Dinamika tersebut sangat berdampak pada Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia yang menjadi magnet utama bagi para pekerja muda (Febrian dan Huda, 2. Di sisi lain, biaya hidup Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia, sementara rata-rata upah pekerja masih belum sebanding dengan kebutuhan konsumsi rumah tangga perkotaan. Kombinasi antara tingginya pengeluaran, gaji yang relatif stagnan, dan tuntutan biaya hidup modern membuat pekerja muda berada pada posisi finansial yang rentan, karena masih berada di tahap awal karier dan kerap mengalami kecemasan keuangan (Valid News, 2. Situasi tersebut menuntut individu untuk memiliki pengetahuan keuangan sebagai sumber daya yang penting dalam mengambil keputusan keuangan secara lebih rasional. Menurut Agustine dan Widjaja . , pengetahuan keuangan menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam pengambilan keputusan dan perencanaan finansial jangka panjang. Namun, pengetahuan keuangan saja tidak selalu cukup untuk memberikan rasa aman. Perubahan dunia kerja yang semakin cepat, termasuk otomatisasi dan adopsi teknologi berbasis AI, menimbulkan ketidakpastian baru bagi pekerja muda terkait kestabilan pekerjaan maupun ancaman menurunnya kualitas, peluang karier, dan pendapatan. Kondisi ini telah tercermin melalui langkah Telkom yang mendorong adopsi AI di seluruh BUMN, untuk mengisi sebagian besar posisi kosong dari karyawan yang pensiun (CNN Indonesia, 2. Deloitte . menemukan bahwa selain faktor pekerjaan, salah satu penyebab utama munculnya kecemasan pada generasi muda juga diakibatkan oleh ketidakpuasan terhadap kondisi keuangan. Kepuasan keuangan muncul ketika seseorang merasa kebutuhan ekonominya terpenuhi (Natsir et al. , 2. Dengan demikian, individu yang menilai kebutuhan finansialnya terpenuhi umumnya lebih mampu menghadapi tekanan ekonomi tanpa mengalami kecemasan. Rumusan masalah Berdasarkan uraian latar belakang, maka rumusan masalah pada penelitian ini antara lain: Apakah terdapat pengaruh pengetahuan keuangan terhadap kecemasan keuangan pada pekerja muda di Jakarta? Apakah terdapat pengaruh ketidakamanan kerja terhadap kecemasan keuangan pada pekerja muda di Jakarta? Apakah terdapat pengaruh kepuasan keuangan terhadap kecemasan keuangan pada pekerja muda di Jakarta? Kajian teori Teori Konservasi Sumber Daya (Conservation of Resources/ COR) Teori COR oleh Hobfoll . menjelaskan bahwa stres muncul ketika individu mengalami kehilangan sumber daya, menghadapi ancaman kehilangan, atau gagal memperoleh keuntungan setelah menginvestasikan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya tersebut dibagi menjadi kategori objek, kondisi, karakteristik pribadi, dan energi. Pada penelitian ini, pengetahuan keuangan menjadi sumber daya energi untuk memperoleh sumber daya lainnya. Ketidakamanan kerja dipandang sebagai ancaman kehilangan sumber daya kondisi yaitu pekerjaan. Sementara itu, kepuasan keuangan sebagai penilaian terhadap sumber daya keuangan pribadi. Teori ini menjadi dasar untuk menjelaskan bagaimana tekanan ekonomi dan ancaman terhadap sumber daya dapat memicu kecemasan keuangan sebagai reaksi psikologis pekerja muda terhadap ancaman tersebut. Pengetahuan keuangan Menurut Lusardi dan Mitchell . pengetahuan keuangan merupakan bentuk investasi dalam modal manusia, yang peningkatannya memungkinkan individu mengambil keputusan finansial Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 660 Ae 669 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. yang lebih baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Dengan demikian, pengetahuan keuangan berperan dalam membantu individu mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga dapat meminimalkan kesalahan pengambilan keputusan dan mengurangi potensi munculnya tekanan psikologis terkait kondisi finansial. Ketidakamanan kerja Blotenberg dan Richter . memahami ketidakamanan kerja sebagai ketidakpastian yang dirasakan karyawan mengenai keberlangsungan pekerjaan mereka, termasuk potensi hilangnya aspek-aspek penting seperti makna pekerjaan dan peluang pengembangan karier. Oleh karena itu, ketidakamanan kerja mencerminkan ancaman yang dirasakan akibat kondisi pekerjaan maupun aspek di dalamnya yang tidak stabil, sehingga memicu munculnya kecemasan. Kepuasan keuangan Ali et al. menggambarkan kepuasan keuangan sebagai perasaan aman dan puas yang dirasakan individu pada kondisi keuangannya, karena mampu memenuhi dan mengelola kebutuhan finansialnya sehari-hari secara memadai. Dengan demikian, kepuasan keuangan mencerminkan penilaian subjektif individu mengenai kecukupan dan stabilitas sumber daya finansial yang dimilikinya dalam mendukung kebutuhan dan tujuan hidup. Kecemasan keuangan Menurut Shapiro dan Burchell . kecemasan keuangan adalah reaksi psikologis yang ditandai oleh perasaan tidak nyaman atau takut dalam menghadapi maupun mengelola keuangan pribadi, yang mendorong individu untuk menghindari aktivitas atau pengambilan keputusan terkait aspek Oleh sebab itu, kecemasan keuangan dapat dipahami sebagai respons terhadap ancaman terkait sumber daya finansial, di mana individu merasa khawatir akan kemampuan dirinya untuk mempertahankan atau memenuhi kebutuhan ekonomi di masa depan. Model penelitian Gambar 1. Model penelitian Hipotesis Berdasarkan model penelitian yang disajikan pada Gambar 1, maka hipotesis penelitian ini adalah: H1: Pengetahuan keuangan memiliki pengaruh negatif terhadap kecemasan keuangan. H2: Ketidakamanan kerja memiliki pengaruh positif terhadap kecemasan keuangan. H3: Kepuasan keuangan memiliki pengaruh negatif terhadap kecemasan keuangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei berupa penggunaan Google Forms yang disebarkan secara online kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja muda yang berdomisili di Jakarta, berusia 18-35 tahun, dan memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Teknik pemilihan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling Determinan Kecemasan Keuangan pada Pekerja Muda di Jakarta Janechristy Stevie et al. yang didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan, serta responden yang tidak memenuhi kriteria tersebut tidak dapat melanjutkan pengisian kuesioner untuk menjaga representativitas data. Jumlah sampel yang diperoleh dari penyebaran kuesioner dan telah memenuhi seluruh kriteria adalah sebanyak 250 responden. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert 5 poin, dengan 1 menunjukkan AuSangat Tidak SetujuAy dan 5 menunjukkan AuSangat SetujuAy. Rincian operasionalisasi variabel yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Operasionalisasi variabel Variabel Pernyataan Kode Skala Sumber Saya mengetahui tentang suku bunga, biaya keuangan, dan PK1 ketentuan kredit. Perry dan PK2 Pengetahuan Saya mengetahui tentang peringkat kredit dan laporan kredit. Interval Morris Keuangan Saya mengetahui tentang cara mengelola keuangan. PK3 Saya mengetahui tentang cara menginvestasikan uang. PK4 Saya mengetahui tentang informasi pada laporan kredit saya. PK5 Saya pikir pekerjaan saya akan berubah menjadi lebih buruk. KAK1 Saya memiliki kekhawatiran tentang karier saya di organisasi. KAK2 Saya khawatir tentang mendapatkan tugas yang kurang KAK3 menstimulasi dan bervariasi di masa depan. Saya khawatir bahwa saya tidak akan dapat memengaruhi KAK4 bagaimana saya dapat merencanakan pekerjaan saya. Blotenberg Ada risiko bahwa saya tidak akan memiliki akses ke sumber daya KAK5 Ketidakamanan yang sama . ekan kerja, materi, dan informas. Interval Kerja Richter Saya khawatir pekerjaan saya tidak akan bermakna di masa depan. KAK6 Saya khawatir bahwa kualitas pekerjaan saya akan menurun. KAK7 Saya khawatir bahwa keterampilan dan pengetahuan saya tidak KAK8 akan bermanfaat bagi pekerjaan saya. Saya merasa cemas tentang ketidakmampuan saya untuk KAK9 menangani tuntutan yang akan diberikan kepada saya. Saya khawatir bahwa nilai organisasi akan menjadi lebih buruk. KAK10 Saya puas dengan situasi keuangan saya saat ini. KK1 Saya bisa melakukan banyak untuk memperbaiki situasi keuangan KK2 saya saat ini. Saya jarang kekurangan uang. KK3 Kepuasan Ali et al. Saya merasa pendapatan saya cukup untuk menutupi biaya hidup. KK4 Interval Keuangan . Jika saya mengalami kehilangan pendapatan yang besar, saya bisa KK5 mengatasinya untuk beberapa waktu . isalnya, selama 3 bula. Berdasarkan situasi keuangan saya saat ini, saya bisa dengan mudah memperoleh pinjaman jika saya membutuhkannya . KK6 pinjaman mobil, pinjaman pribad. Saya merasa memantau rekening bank atau kartu kredit saya sangat KCK1 Saya memilih untuk tidak memikirkan keadaan keuangan saya. KCK2 Memikirkan tentang keuangan pribadi dapat membuat saya merasa KCK3 Saya merasa tidak ada gunanya menabung dan berhati-hati dengan KCK4 uang, karena semuanya bisa hilang tanpa kesalahan saya sendiri. Shapiro Kecemasan Memikirkan tentang keuangan pribadi dapat membuat saya cemas. KCK5 Interval Keuangan Burchell Saya sering berada dalam situasi di mana saya tidak tahu dari mana KCK6 saya akan mendapatkan uang untuk 'menyelamatkan' diri saya. Membicarakan keuangan saya bisa membuat jantung saya berdebar KCK7 atau membuat saya merasa stres. Saya tidak berusaha cukup keras untuk memahami keuangan saya. KCK8 Saya merasa tidak nyaman saat membuka laporan bank saya. KCK9 Saya lebih memilih seseorang yang saya percayai mengatur KCK10 keuangan saya secara teratur. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 660 Ae 669 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Proses analisis meliputi pengujian model pengukuran . uter mode. , dilanjutkan dengan analisis model struktural . nner mode. HASIL DAN PEMBAHASAN Outer model Pengujian outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk berdasarkan hasil estimasi PLS Algorithm. Pada tahap awal, terdapat indikator KAK10 dan KCK4 yang tidak memenuhi kriteria validitas konvergen, karena memiliki nilai outer loadings sebesar 0,700 dan 0,594. Menurut Hair et al. indikator dengan nilai outer loadings 0,40-0,70 perlu dipertimbangkan untuk dieliminasi, sedangkan nilai outer loadings idealnya adalah yang di atas 0,70. Oleh karena itu, kedua indikator tersebut dihapus dan dilakukan pemodelan ulang. Setelah pemodelan ulang, hasil yang terlihat pada Gambar 2 menunjukkan seluruh indikator memiliki nilai outer loadings di atas 0,70, sehingga telah memenuhi kriteria outer loadings. Gambar 2. Hasil analisis outer loadings Validitas konvergen juga diuji melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) yang disajikan pada Tabel 2, di mana seluruh konstruk memiliki nilai AVE di atas 0,50, sehingga setiap variabel mampu menjelaskan lebih dari 50% varians indikatornya dan dapat disimpulkan bahwa model pengukuran telah memenuhi kriteria validitas konvergen. Tabel 2. Hasil analisis AVE Variabel Pengetahuan Keuangan Ketidakamanan Kerja Kepuasan Keuangan Kecemasan Keuangan Average Variance Extracted (AVE) 0,738 0,703 0,692 0,687 Determinan Kecemasan Keuangan pada Pekerja Muda di Jakarta Janechristy Stevie et al. Tahap selanjutnya adalah melakukan uji validitas diskriminan dengan Fornell-Larcker criterion. Hasil pengujian pada Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai akar kuadrat AVE setiap konstruk lebih tinggi dibandingkan korelasinya dengan konstruk lain, sehingga memenuhi kriteria Fornelarcker. Tabel 3. Hasil analisis Fornell-Larcker criterion Variabel Kecemasan Keuangan Kepuasan Keuangan Ketidakamanan Kerja Pengetahuan Keuangan Kecemasan Keuangan 0,829 -0,644 0,823 -0,645 Kepuasan Keuangan Ketidakamanan Kerja Pengetahuan Keuangan 0,839 -0,641 0,663 0,832 -0,618 0,859 Berdasarkan hasil analisis cross loadings yang ditunjukkan pada Tabel 4, setiap indikator memiliki loading tertinggi pada konstruknya masing-masing dibandingkan dengan konstruk lainnya. Evaluasi melalui Fornell-Larcker criterion dan cross loadings secara konsisten menunjukkan bahwa seluruh konstruk dan indikator dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria validitas Tabel 4. Hasil analisis cross loadings Kode Pengetahuan Keuangan PK1 0,883 PK2 0,841 PK3 0,834 PK4 0,871 PK5 0,867 KAK1 -0,602 KAK2 -0,463 KAK3 -0,465 KAK4 -0,507 KAK5 -0,514 KAK6 -0,520 KAK7 -0,483 KAK8 -0,517 KAK9 -0,546 KK1 0,567 KK2 0,603 KK3 0,543 KK4 0,566 KK5 0,557 KK6 0,486 KCK1 -0,495 KCK2 -0,515 KCK3 -0,508 KCK5 -0,551 KCK6 -0,586 KCK7 -0,468 KCK8 -0,566 KCK9 -0,540 KCK10 -0,575 Ketidakamanan Kerja -0,540 -0,502 -0,513 -0,598 -0,494 0,816 0,731 0,839 0,833 0,831 0,850 0,875 0,851 0,855 -0,585 -0,552 -0,558 -0,568 -0,501 -0,407 0,564 0,561 0,734 0,768 0,739 0,697 0,711 0,693 0,626 Kepuasan Keuangan Kecemasan Keuangan 0,601 -0,595 0,566 -0,518 0,515 -0,552 0,581 -0,598 0,587 -0,492 -0,554 0,777 -0,531 0,494 -0,550 0,591 -0,567 0,658 -0,602 0,617 -0,507 0,737 -0,510 0,774 -0,470 0,760 -0,548 0,665 0,848 -0,609 0,781 -0,590 0,891 -0,581 0,899 -0,600 0,832 -0,414 0,772 -0,331 -0,482 0,757 -0,457 0,720 -0,522 0,889 -0,602 0,915 -0,662 0,774 -0,552 0,884 -0,481 0,818 -0,587 0,892 -0,423 0,784 Reliabilitas konstruk dinilai melalui CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Hasil analisis pada Tabel 5 menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai di atas 0,70, sehingga memenuhi kriteria konsistensi internal dan reliabilitas yang baik. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 660 Ae 669 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Tabel 5. Hasil analisis reliabilitas Variabel Pengetahuan Keuangan Ketidakamanan Kerja Kepuasan Keuangan Kecemasan Keuangan CronbachAos Alpha 0,912 0,944 0,916 0,942 Composite Reliability 0,915 0,950 0,931 0,946 Inner model Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R. untuk variabel kecemasan keuangan adalah 0,714 yang mengindikasikan kemampuan penjelasan model pada kategori sedang . Artinya, pengetahuan keuangan, ketidakamanan kerja, dan kepuasan keuangan mampu menjelaskan 71,4% varians kecemasan keuangan, sementara 28,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Selanjutnya, effect size . digunakan untuk menilai kontribusi relatif setiap konstruk eksogen terhadap konstruk endogen dengan melihat perubahan nilai R2 ketika suatu konstruk dihapus dari model (Hair et al. , 2. Berdasarkan hasil analisis, pengetahuan keuangan dan kepuasan keuangan memiliki nilai f2 masing-masing sebesar 0,048 dan 0,025, yang termasuk kategori kecil karena berada di atas ambang 0,02 namun jauh di bawah batas 0,15. Sementara itu, ketidakamanan kerja memiliki nilai f2 sebesar 0,753, yang dikategorikan besar karena melebihi ambang 0,35. Analisis yang dilakukan selanjutnya adalah predictive relevance (Q. melalui prosedur PLS Predict. Hasil Q2 diperoleh sebesar 0,691 menunjukkan nilai berada di atas nol, mengindikasikan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang baik terhadap variabel endogen dalam penelitian ini. Kemudian, hasil path coefficient diperoleh melalui prosedur bootstrapping. Hasil menunjukkan pengetahuan keuangan memiliki arah pengaruh negatif sebesar -0,167, ketidakamanan kerja memiliki arah pengaruh positif sebesar 0,642, dan kepuasan keuangan memiliki arah pengaruh negatif sebesar -0,122. Goodness of Fit (GoF) dievaluasi dengan perhitungan menggunakan rumus akar dari perkalian rata-rata AVE dengan rata-rata R2. Berdasarkan Tabel 6, diperoleh nilai GoF sebesar 0,709. Nilai ini berada di atas ambang 0,36 sehingga menunjukkan bahwa model penelitian memiliki tingkat kecocokan yang besar. GoF = !%%%%%% AVE y %%% = !0,705 y 0,714 = 0,709 Tabel 6. Hasil analisis Goodness of Fit Variabel Pengetahuan Keuangan Ketidakamanan Kerja Kepuasan Keuangan Kecemasan Keuangan Rata-rata AVE 0,738 0,703 0,692 0,687 0,705 0,714 0,714 Pengujian hipotesis dilakukan untuk menilai apakah pengaruh antarvariabel dalam model didukung oleh data. Evaluasi dilakukan berdasarkan tiga kriteria, yaitu nilai path coefficient, t666 Determinan Kecemasan Keuangan pada Pekerja Muda di Jakarta Janechristy Stevie et al. statistic (> 1,. , dan p-values (O 0,. Hipotesis dinyatakan diterima apabila memenuhi batas signifikansi tersebut. Hasil lengkap pengujian disajikan pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Pengujian Hipotesis Variabel Pengetahuan Keuangan Ie Kecemasan Keuangan Ketidakamanan Kerja Ie Kecemasan Keuangan Kepuasan Keuangan Ie Kecemasan Keuangan Path Coefficient -0,167 0,642 -0,122 t-statistics 1,792 8,119 1,231 p-values 0,037 0,000 0,109 Keterangan Diterima Diterima Ditolak Pembahasan Pengaruh pengetahuan keuangan terhadap kecemasan keuangan Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan keuangan dan menyatakan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berperan sebagai sumber daya yang membantu individu memahami konsekuensi keputusan keuangan dan menyusun strategi keuangan, sehingga kecemasan keuangan akibat ancaman stabilitas finansial dapat diminimalkan. Namun, efek pengaruh yang kecil dikarenakan manfaat pengetahuan keuangan sangat bergantung pada hasil yang diperoleh, misalnya return investasi atau perencanaan keuangan. Ketika hasil tersebut tidak sesuai harapan, individu tetap mengalami kecemasan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Kim et al. dan Lee et al. yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif pengetahuan keuangan terhadap kecemasan keuangan, serta Lutfi et al. yang menunjukkan terdapat pengaruh negatif pengetahuan keuangan terhadap stres keuangan yang memiliki konsep serupa dengan kecemasan, karena keduanya merupakan reaksi psikologis terhadap ancaman finansial. Pengaruh ketidakamanan kerja terhadap kecemasan keuangan Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan keuangan dan menyatakan H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja dipandang sebagai ancaman kehilangan sumber daya kondisi yaitu pekerjaan beserta aspek yang menyertainya, sehingga ketika individu merasakan ancaman bahwa pekerjaannya tidak aman, kecemasan keuangan turut meningkat. Efek pengaruh yang besar terjadi karena ketidakamanan kerja merupakan bentuk ancaman dari kehilangan pekerjaan itu sendiri maupun aspek di dalamnya, yang dipandang sebagai sumber daya utama yang menopang pemenuhan kebutuhan hidup dan rasa aman finansial. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Basyouni dan El Keshky . , serta Choi et al. yang menunjukkan bahwa ketidakamanan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres maupun kecemasan keuangan. Pengaruh kepuasan keuangan terhadap kecemasan keuangan Hasil penelitian terkait hipotesis ketiga menunjukkan bahwa kepuasan keuangan tidak berpengaruh terhadap kecemasan keuangan dan menyatakan H3 ditolak. Hal ini dikarenakan responden merasa puas terhadap kondisi keuangan saat ini, tetapi tidak memiliki ketahanan finansial jangka panjang atau kemampuan bertahan jika terjadi kehilangan pendapatan. Berdasarkan teori COR, kondisi penilaian ini disebut minor reappraisal, yaitu penyesuaian persepsi yang bersifat sementara sehingga belum mampu memberikan perlindungan nyata terhadap ancaman sumber daya. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sekarkinasih . , yang juga menemukan tidak terdapat pengaruh kepuasan keuangan terhadap kecemasan keuangan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang sudah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan keuangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan keuangan. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 660 Ae 669 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. ketidakamanan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan keuangan. Sementara itu, kepuasan keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap kecemasan keuangan. Saran Penelitian selanjutnya dapat melibatkan responden dari seluruh wilayah Jakarta secara lebih merata agar hasil lebih representatif, serta dapat mempertimbangkan variabel lain seperti efikasi diri finansial, tingkat utang, dan penggunaan mobile payment. Selain itu, pendekatan longitudinal dapat digunakan untuk melihat perubahan pengaruh antar variabel dari waktu ke waktu, termasuk dalam mengkaji kembali peran kepuasan keuangan terhadap kecemasan keuangan. Secara praktis, pekerja muda perlu meningkatkan pengetahuan keuangan dan perencanaan karier, sementara perusahaan, pemerintah, dan institusi pendidikan dapat mendukung program pelatihan pengelolaan keuangan, pengembangan karier, serta akses layanan keuangan yang lebih inklusif. Ucapan terima kasih Terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Ignatius Roni Setyawan. Si. , selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan dukungan selama penyusunan penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam mendukung terselesaikannya penelitian ini. REFERENSI