MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 PENGARUH PENYULUHAN ISPA MELALUI MEDIA FILM TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG ISPA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPOBALANO KECAMATAN SAWERIGADI KABUPATEN MUNA BARAT The Effect of Extension of Upper Respiratory Tract Infection Through Film Media Against Knowledge About Upper Respiratory Tract Infection In Communities In The Work Area of Kampobalano Health Center. Sawerigadi District. Muna Barat Regency Asmaul Husnah1. La Ode Hamiru2. Yulli Fety3 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES MandalaWaluya Kendari . smaulhusnah5061@gmail. com/no. ABSTRAK ISPA pada umumnya dialami oleh masyarakat, penderita ISPA di Puskesmas Kampobalano tahun 2015 tercatat 238 orang . ,1%), tahun 2016 sebanyak 346 orang . %) dan tahun 2017 . eriode Januari-Septembe. meningkat menjadi 576 orang . ,1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan ISPA melalui media film terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang ISPA. Jenis penelitian ini adalah Pre Experimental Design dengan pendekatan one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat yang menderita ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan Sawerigadi sebanyak 576 orang dan sampel sebanyak 65 orang yang diambil secara Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji Shapiro wilk dan uji wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 sampel, pengetahuan sebelum penyuluhan 58,5% kurang dan 41,5% cukup dan pengetahuan sesudah penyuluhan 89,2% cukup dan10,8% kurang. Hasil uji wilxocon sign rank test didapatkan nilai p value 0,000 p<0,05, sehingga ada pengaruh penyuluhan ISPA melalui media film terhadap peningkatan pengetahuan tentang ISPA. Kata Kunci: ISPA. Penyuluhan. Pengetahuan. Media film, dan Kampobalano ABSTRACT The majority of upper respiratory tract infections experienced by the community, people with upper respiratory tract infections in Kamponalano Health Center in 2015 recorded 238 people . 1%), in 2016 there were 346 people . %) and in 2017 (January-September perio. increased to 576 people . 1%). This study aims to determine the effect of extension of upper respiratory tract infection through film media on increasing public knowledge about upper respiratory tract infections. This type of research is Pre Experimental Design with one group pre test-post test design The population in the study were all people who suffered from upper respiratory tract infections in the Working Area of the Kampobalano District of Sawerigadi District as many as 576 people and a sample of 65 people were taken by Simple Random Sampling. The method of analysis uses the Shapiro Wilk test and the Wilcoxon sign rank test. The results showed that from 65 samples, knowledge before counseling was 58,. 5% less and 41,5% was sufficient and knowledge after counseling was 89,2% sufficient and 10,8% less. Wilxocon sign rank test test results obtained a p value of 0,000 p <0,0, so that there is an effect of counseling Upper respiratory tract infection through film media to increase knowledge about upper respiratory tract infection. Keywords: Upper respiratory tract infection. Counseling. Knowledge. Film media, and Kampobalano MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 506 penderita. Puskesmas Tiworo Selatan 110 PENDAHULUAN Puskesmas Tondasi 177 penderita, yang dialami oleh mayoritas penduduk saat ini Puskesmas Guali 328 penderita. Puskesmas Sidamangura 125 penderita ISPA. Puskesmas lingkungan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Pajala 125 penderita. Puskesmas Wuna 209 Akut (ISPA), diare, kecacingan, dan demam Permasalahan berdarah dengue (DBD). Puskesmas Infeksi Saluran Kampobalano merupakan Pernapasan Akut (ISPA) cenderung menjadi Puskesmas dengan proporsi ISPA tertinggi pandemi dan epidemi di berbagai negara di Beberapa Infeksi Saluran Pernapasan Puskesmas Kampobalano Kabupaten Muna Akut Barat menunjukan bahwa penderita ISPA di Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan angka Kecamatan Sawerigadi Tahun 2015 tercatat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. (ISPA) Puskesmas Lainnya. Data penderita ISPA . , 1%), tahun 2016 tercatat 346 penderita . %) dan pada tahun Provinsi Sulawesi Tenggara Infeksi Saluran 2017 dari bulan Januari sampai September Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang paling sering beradadalam daftar 10 . ,1%). Berdasarkan 576 penderita ISPA Upaya dalam mengatasi kasus Infeksi . penyakit terbanyak di puskesmas maupun di rumah sakit. Tahun 2013 di Saluran Pernapasan Akut Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat . ,67%) dilakukan melalui pengobatan dan penyuluhan penderita ISPA, tahun 2014 terdapat . ,49%) kesehatan tentang Infeksi Saluran Pernapasan penderita, tahun 2015 terdapat . ,92%), tahun Akut (ISPA) akan tetapi, hasilnya belum 2016 terdapat . ,22%) penderita, pada tahun 2017 terdapat . ,94%) penderita ISPA. Penyuluhan diperlukan sebagai upaya untuk (ISPA) Data Dinas Kabupaten Muna Barat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran di menunjukan bahwa prevalensi penyakit ISPA samping sikap dan perbuatan atau tindakan. di Kabupaten Muna Barat pada tahun 2015 Penyuluhan merupakan upaya promotif dan preventif yang dapat mempertahankan derajat meningkat pada tahun 2016 menjadi 2. penderita ISPA dan semakin meningkat pada timbulnya penyakit. Dalam kaitan dengan hal tersebut, maka tahun 2017 terdapat 2. 954 penderita ISPA. Data tahun 2017 yang tercatatat di setiap Puskesmas diantaranya. Puskesmas Katobu sesuaikan dengan sasaran penyuluhan agar 298 penderita. Puskesmas Lawa 128 penderita. Puskesmas Berdasarkan Barangka Puskesmas Marobea 125 penderita. Puskesmas terdiri dari tiga jenis yaitu media visual, media Kampobalano 576 penderita. Puskesmas Tikep audio, dan media audio visual. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 menderita Infeksi Saluran Pernapasn Akut di METODE PENELITIAN Wilayah Desain penelitian ini adalah penelitian Kerja Puskesmas Kampobalano Pre Experimental Design dengan pendekatan Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat one group pre test-post test design. Maksud yang berjumlah 65 orang yang diambil secara dari one group pre test Ae post test design pada Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji Shapiro wilk dan uji wilcoxon sign rank test. pengukuran/penilaian terlebih dahulu sebelum diberikan treatment dan penilaian ulang HASIL PENELITIAN sesudah dilakukan treatment. Penelitian ini telah dilaksanakan tanggal 22 Oktober Ae 22 Hasil November di Wilayah Kerja Puskesmas menunjukkan bahwa 65 responden sebagian Kampobalano Sawerigadi besar yakni 29 orang . ,6%) berumur 20-39 tahun dan sebagian kecil yakni 2 orang . ,1%) Kecamatan Kabupaten Muna Barat Tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah Dari seluruh masyarakat yang menderita Infeksi Saluran Pernapasn Akut di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan sebagian besar yakni 46 orang . ,8%) Sawerigadi Kabupaten Muna Barat yang berjenis kelamin Perempuan dan sebagian berjumlah 576 orang. Sampel dalam penelitian kecil yakni 19 orang . ,2%) berjenis kelamin Laki-Laki. Kampobalano Tabel 1. Karakteristik Responden Penyuluhan tentang ISPA melalui Media Film di Wilayah Kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Tahun 2019 Karakteristik Umur (Tahu. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Tingkat Pendidikan SMP SMA Pekerjaan Ibu Rumah Tangga PNS Petani Honorer Sumber : Data Primer, 2019 n. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Distribusi e- ISSN: 2622-7762 orang . ,9%). Sedangkan berdasarkan tingkat Tingkat pendidikan menunjukkan bahwa dari 65 responden, terbanyak adalah pendidikan SD responden, terbanyak adalah ibu rumah tangga yakni 27 orang . ,5%) dan paling sedikit yaitu 33 orang . ,8%) dan paling sedikit adalah tamatan perguruan tinggi (PT) yaitu 9 adalah pedagang yaitu 2 orang . ,1%). Tabel 2. Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Sebelum diberikan Penyuluhan tentang ISPA melalui Media Film di Wilayah Kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Tahun 2019 Pengetahuan Sebelum diberikan Penyuluhan tentang ISPA melalui media Film Cukup Kurang Jumlah Sumber : Data Primer, 2019 Tabel 3. Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Sesudah diberikan Penyuluhan tentang ISPA melalui Media Film di Wilayah Kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Tahun 2019 Pengetahuan Sesudah diberikan Penyuluhan tentang ISPA melalui media Film Cukup Kurang Jumlah Sumber : Data Primer, 2019 Pengetahuan ISPA (Pre-Tes. menunjukkan bahwa dari 65 sampel, sebagian kategori cukup, selebihnya yakni 7 orang . ,8%) dalam kategori kurang. besar yakni 38 orang . ,5%) pengetahuan Kemudian pada Tabel 4 menunjukkan sebelum penyuluhan dalam kategori kurang, bahwa dari 65 sampel, pengetahuan sebelum selebihnya yakni 27 orang . ,5%) dalam penyuluhan 58,5% kurang dan 41,5% cukup dan pengetahuan sesudah penyuluhan 89,2% penyuluhan tentang ispa (Post-tes. pada tabel cukup dan10,8% kurang. Hasil uji wilxocon 3 menunjukkan bahwa dari 65 sampel, sign rank test didapatkan nilai p value 0,000 sebagian besar yakni 58 orang . ,2%) p<0,05. Pengetahuan Tabel 4. Pengaruh Penyuluhan ISPA melalui Media Film terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang ISPA pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Tahun 2019 Pengetahuan Mean Nilai p value Pengetahuan Sebelum Penyuluhan 5,17 0,000 Pengetahuan Sesudah Penyuluhan 8,09 Sumber : Data Primer, 2019 MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 sehingga cenderung terabaikan pesan-pesan PEMBAHASAN Berdasarkan nilai distribusi responden pada tabel 2. menunjukkan bahwa dari 65 sampel, sebagian besar yakni 38 orang penelitian yang dilakukan oleh Tina Yuli . ,5%) pengetahuan sebelum penyuluhan Fatmawati . yang menunjukkan bahwa dalam kategori kurang, dengan rata-rata skor bahwa pengetahuan responden sebelum diberi pengetahuan adalah 5,17 selebihnya yakni 27 orang . ,5%) dalam kategori cukup dengan responden . ,0%) mempunyai pengetahuan rata-rata baik, sedangkan 40,0% responden memiliki Pengetahuan 8,09. Penelitian bentuk tulisan pengetahuan yang kurang baik. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu ISPA, penyebab ISPA, bagaimana penularan ISPA hingga cara pencegahannya. Rendahnya pengetahuan responden didasarkan pada hasil penginderaan terhadap suatu objek tertentu. pengolahan kuesioner Penginderaan terjadi melalui panca indera . ,6%) yang mengetahui bahwa Infeksi penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ditularkan dan peraba. Sebagian besar pengetahuan oleh virus dan bakteri kemudian hanya 17 responden . ,1%) yang mengetahui bahwa Pengetahuan atau kognitif merupakan domain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat yang sangat penting dalam sebuah tindakan seseorang . ver behavio. %) yang memahami bahwa Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan menjaga kebersihan lingkungan merupakan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak salah satu cara pencegahan penyakit ISPA. didasari oleh pengetahuan, sebab perilaku ini Rendahnya pengetahuan responden juga bahwa dari 65 responden hanya 16 responden dan telinga. terjadi akibat adanya paksaan atau aturan yang mengharuskan untuk berbuat sesuatu. besar adalah pendidikan SD yakni 27 orang Berdasarkan nilai distribusi responden . ,5%), semakin rendah pendidikannya maka pada tabel 3. menunjukkan bahwa dari 65 berdampak pada rendahnya pengetahuannya sampel, sebagian besar yakni 58 orang khususnya tentang ISPA. Rendahnya tingkat . ,2%) pengetahuan sesudah penyuluhan pengetahuan masyarakat tentang informasi dalam kategori cukup, selebihnya yakni 7 kesehatan utamanya masyarakat di pedesaan, orang . ,8%) dalam kategori kurang dengan dimana mereka hanya mendapatkan informasi rata-rata skor pengetahuan adalah 8,09. Hal ini lewat media cetak berupa spanduk, poster dan leaflet-leaflet yang dibagikan dan ditempel, pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan yang pembagianya masih terbatas, ditambah penyuluhan tentang ISPA. sesudah tentang ISPA meliputi segala sesuatu Pengetahuan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 yang diketahui oleh responden tentang ISPA dalam kategori pendidikan rendah, hal ini yakni definisi ISPA, penyebab ISPA, cara merupakan pemicu rendahnya pengetahuan penularan, siapa yang dapat terjangkit ISPA, sebelum diberikan penyuluhan menggunakan waktu penularan ISPA hingga bagaimana cara media film, kemudian pekerjaan responden pada umumnya tidak bekerja yakni berstatus rekapitulasi kuesioner dapat diketahui bahwa ibu rumah tangga. Hal ini mempermudah 35 responden . ,8%) yang memahami bahwa dalam penyelenggaraan penyuluhan, karena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat ibu tidak sibuk bekerja dan dapat menghadiri menular melalui udara dan 45 responden kegiatan penyuluhan yang dilakukan. Ibu yang . ,2%) yang memahami bahwa menjaga tidak bekerja memiliki waktu yang luang kebersihan lingkungan merupakan salah satu untuk melakukan pencegahan tentang ISPA. ISPA. Berdasarkan cara pencegahan penyakit ISPA. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel Penelitian ini sejalan dengan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang dilakukan oleh Tina Yuli Fatmawati pengetahuan setelah diberikan penyuluhan . dengan rancangan One Group pre test- dengan media film. Penggunaan media film post test. One Group pre test - post test adalah sebagai pemberi informasi dalam proses rancangan yang hanya menggunakan satu penyuluhan bertujuan untuk mempermudah proses penyampaian informasi, pesan yang disampaikan melalui media film berupa pesan perubahan-perubahan yang terjadi setelah audio visual sehingga peserta tertarik untuk diberikan media leaflet. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengetahuan responden ditampilkan dan penggunaan media film juga sebagian besar responden . ,0%) mempunyai informasi kepada ibu khususnya dalam pengetahuan baik, sedangkan 5. 0 % responden pemberian informasi kesehatan terkait pesan- memiliki pengetahuan yang kurang baik. pesan tentang ISPA. Meningkatnya pengetahuan masyarakat Hasil uji statistik wilxocon sign rank test juga dipengaruhi oleh umur yakni pada didapatkan nilai p value 0,000 . <0,. umumnya responden berusia 20-39 tahun dengan rata-rata skor pengetahuan sebelum 5,17 penyerapan dan penerimaan tentang informasi penyuluhan adalah 8,09, sehingga disimpulkan yang diberikan. Penelitian ini sejalan dengan bahwa ada pengaruh penyuluhan ISPA melalui media film terhadap peningkatan pengetahuan pengetahuan dipengaruhi oleh usia, semakin tentang ISPA pada masyarakat di wilayah tua usia seseorang, maka penyerapan informasi kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan semakin berkurang. Hasil penelitian ini juga Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Tahun menunjukkan sebagian besar pendidikan ibu Hasil penelitian menunjukkan bahwa Notoatmodjo, . MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 perbedaan rata-rata skor pengetahuan pada pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam kelompok penyuluhan dengan media film, perawatan Balita dengan ISPA. mengalami peningkatan sesudah diberikan Menurut Penyuluhan ISPA melalui media pengaruh penyuluhan dengan media film film merupakan upaya pemberian edukasi terhadap pengetahuan masyarakat tentang menggunakan media film yang diberikan ISPA disebabkan karena penyuluhan berbasis untuk transfer informasi tentang ISPA pada memberikan efek positif terhadap pengetahuan wilayah kerja Kampobalano Puskesmas masyarakat dan juga menimbulkan minat Materi sehingga terjadi peningkatan pengetahuan, gejala ISPA, klasifikasi ISPA, dan upaya merupakan salah satu faktor yang memicu pengobatan dan pencegahan ISPA. Teknik daya tarik bagi masyarakat untuk menyimak pelaksanakan penyuluhan dilakukan dengan materi yang disampaikan, sehingga berdampak pemutaran film yang dilaksanakan selama 3 pada peningkatan peningkatan pengetahuan Proses penyuluhan dilakukan sebanyak 3 khususnya tentang ISPA. selama 30 menit. Apriani menggunakan rancangan eksperimen Hal ini sejalan dengan teori yang Penelitian ini sejalan dengan penelitian ISPA pengertian ISPA, penyebab penyakit ISPA, kali yakni setiap 1 kali dalam seminggu Notoatmodjo, . bahwa penyuluhan kesehatan pada hakikatnya . (Quasi Eksperime. , dengan pendekatan pre masyarakat, kelompok atau individu, dengan test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki Balita sehat masyarakat, kelompok atau individu dapat di Dusun Siwalan dan Malangan. Subjek memperoleh pengetahuan tentang kesehatan penelitian pada kelompok eksperimen adalah Balita Dusun Siwalan, pesan tersebut Pengetahuan Kecamatan Sentolo. Kabupaten Kulon Progo terhadap perilaku. Dengan kata lain, adanya dan subjek pada kelompok kontrol adalah Balita yang berada di Dusun Malangan, membawa akibat terhadap perubahan perilaku Kecamatan Sentolo. Kabupaten Kulon Progo. Peranan teknologi informasi sangatlah Teknik pengambilan sampel yang digunakan penting untuk meningkatkan kualitas informasi adalah purposive sampling yang. Berdasarkan dan juga sebagai alat bantu maupun strategi hasil dan pembahasan dapat disimpulkan yang tangguh untuk mengintegrasikan dan bahwa terdapat pengaruh pemberian paket mengolah data dengan cepat dan akurat serta untuk penciptaan layanan baru sebagai MTBS ISPA MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 daya saing untuk menghadapi kompetisi. menggunakan media Film. Bagi masyarakat. Selain itu teknologi informasi juga berperan agar berupaya mencegah terjadinya penyakit penting bagi untuk mengefisiensi waktu dan dan penularan ISPA dengan menggunakan biaya yang secara jangka panjang akan masker, tidak merokok dalam rumah dan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Bagi sangat tinggi. peneliti selanjutnya, agar dapat melakukan penelitian tentang upaya menanggulangi ISPA dengan metode dan media yang berbeda. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Kampobalano Tahun 2018. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis masyarakat tentang ISPA sebelum diberikan rasa hormat, penyuluhan melalui media film di Wilayah yang tidak terhingga. Ucapan terima kasih Kerja Puskesmas Kampobalano Kecamatan yang sebesar- besarnya penulis sampaikan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat sebagian pula pada : Pihak Yayasan besar yakni 38 orang . ,5%) dalam kategori Waluya kurang dengan rata-rata skor pengetahuan adalah 5,17. Pengetahuan masyarakat tentang melaksanakan perguruan tinggi khususnya ISPA sesudah diberikan penyuluhan ISPA Mandala Waluya yang telah memberikan Puskesmas Wilayah Kampobalano Kerja Kecamatan telah memberikan Mandala Pihak STIKES Sawerigadi Kabupaten Muna Barat sebagian mengemban diri. Pihak Lapas yang telah besar yakni 58 orang . ,2%) dalam kategori bersedia memberikan waktu dan lokasi cukup dengan rata-rata skor pengetahuan selama penelitian, dan seluruh pihak atas adalah 8,09. Ada pengaruh penyuluhan ISPA motivasi dan dukungannya. melalui media film terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat Wilayah Kerja tentang ISPA Puskesmas Kampobalano DAFTAR PUSTAKA