Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 134Ae142 Sosialisasi Dalam Menghindari Jamu Yang Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) Rahmadani1*. Catur Gunawan2. Ghina Zhahera3. Mutia Octavia4. Nehayatul Sunnah5. Riyaldi Arian Rahman6 Program Studi Sarjana Farmasi. Universitas Sari Mulia 1*, 2, 3, 4, 5, 6 dani27pharmacy@gmail. caturgunawan65@gmail. ghinaz0807@gmail. mutiaoctavia012@gmail. nehaytlsnnh@gmail. riyaldiarianrahman@gmail. Article History: Received : 26-10-2022 Revised : 09-01-2023 Accepted : 11-01-2023 Publish : 12-01-2023 Kata Kunci: Jamu. Bahan Kimia Obat. Pengetahuan Keyword: Herb. Medicinal Chemicals. Knowledge Abstrak: Jamu sangat dikenal oleh masyarakat luas sehingga dimanfaatkan dalam tindakan perawatan mandiri untuk kesehatan tubuh dan menjaga imunitas tetap tindakan perawatan mandiri untuk kesehatan tubuh dan menjaga imunitas tetap stabil. Kebutuhan jamu semakin lama semakin meningkat di masyarakat menjadi peluang oknum yang tidak bertanggung jawab menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) periode Juli 2021 sampai September 2021 telah menemukan sebanyak 53 produk obat tradiosional mengandung BKO, meskipun sudah ada larangan dari BPOM dalam penggunaan BKO di obat tradisional. Analisis masalah dengan metode wawancara untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang bahan kimia obat (BKO) dan dievaluasi menggunakan Dari hasil wawancara sebanyak 17 orang siswa dari 20 orang siswa tidak mengetahui bahan kimia obat (BKO) di dalam jamu. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan persentase hasil kuesioner dalam menggambarkan tingkat pengetahuan siswa. Abstract: Jamu is very well known by the wider community so that it is used in self-care measures for body health and maintaining immunity while self-care measures for body health and keeping immunity stable. The need for herbal medicine is increasing in the community as an opportunity for irresponsible people to DOI : 10. 51213/jmm. 134 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 134Ae142 add medicinal chemicals to herbal medicine. The Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia (DSA RI) for the period July 2021 to September 2021 has found as many as 53 traditional medicinal products containing medicinal chemical, even though there has been a ban from DSA RI on the use of medicinal chemical in traditional medicine. Analysis of the problem with the interview method to determine the level of knowledge of students about medicinal chemicals and evaluated using a questionnaire. From the results of interviews, 17 students out of 20 students did not know the medicinal chemicals in herbal medicine. Based on the results of the evaluation showed an increase in the percentage of the results of the questionnaire in describing the level of student knowledge. Pendahuluan Jamu merupakan campuran bahan alami yang berasal dari bagian-bagian tumbuhan seperti rimpang/akar, batang, kulit batang, daun buah, dari bagian hewan seperti telur, empedu dan lain-lain, berasal dari bahan mineral, yang sudah digunakan secara empiris . urun temuru. untuk pengobatan dan penerapannya sesuai kaidah yang ada di masyarakat. Dalam wewenangnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendukung dalam pemanfaatan tanaman-tanaman yang memiliki khasiat di Indonesia untuk diformulasikan serta dikembangkan sebagai pengobatan herbal . Jamu sangat dikenal oleh masyarakat luas sehingga dimanfaatkan dalam tindakan perawatan mandiri untuk kesehatan tubuh dan menjaga imunitas tetap stabil . Pemerintah juga menganjurkan untuk selalu menjaga kesehatan diri dengan selalu menjaga pola makan dan bergizi serta memberi asupan vitamin untuk menjaga sistem imunitas tubuh . Kebutuhan jamu semakin lama semakin meningkat di masyarakat menjadi peluang oknum yang tidak bertanggung jawab menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu dengan tujuan untuk memberikan hasil penggunaan atau terapi lebih maksimal sehingga semakin tinggi angka penjualan . Dalam waktu pemakaian yang lama akan menimbulkan risiko gangguan kesehatan, seperti gagal ginjal, gangguan hati bahkan dapat menimbulkan kasus serius seperti kematian. Berdasarkan hasil pengawasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) periode Juli 2021 sampai September DOI : 10. 51213/jmm. 135 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 134Ae142 2021 telah ditemukan sebanyak 53 produk obat tradiosional mengandung BKO, meskipun sudah ada larangan dari BPOM dalam penggunaan BKO di obat tradisional . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Harimurti dan kawankawan pada tahun 2020, yaitu identifikasi obat paracetamol dan asam mefenamat pada jamu pegal linu dan asam urat. Dari 14 sampel yang dikumpulkan, dihasilkan 3 sampel yang mengandung obat parasetamol dan tidak ada yang mengandung asam mefenamat . Berdasarkan penelitian juga yang dilakukan oleh Hikmah pada tahun 2021, yaitu identifikasi bahan kimia obat deksametason pada jamu penambah nafsu makan. Dari 3 sampel uji yang diduga mengandung obat deksametason, dihasil 1 sampel uji jamu yang mengandung obat deksametason yang dimana pengujian dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) . Masalah Sasaran dalam pengabdian ini adalah siswa SMAN 7 Banjarmasin yang telah dilakukan survey dengan teknik wawancara langsung kepada siswa terkait pengetahuan tentang jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Sosialisasi ini ditujukan kepada siswa/i SMAN 7 Banjarmasin berdasarkan hasil survey dengan teknik sederhana siswa/i ini jarang meminum jamu tradiosional, melainkan orang tua di rumah dan tetangga terdekat yang paling sering mengkonsumsi. Tentu hal ini akan menjadi titik landasan memberikan pengetahuan dan pemahaman agar menjadi pribadi yang informative bagi orang terdekatnya. Berkaca dari hasil survey yang dimana ketidaktahuan siswa terhadap jamu yang mengandung BKO sangat Harapannya dengan adanya pengetahuan ini akan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan ke depannya dan menjadi informasi yang penting bagi keluarga di rumah. Metode Metode pelaksanaan yaitu dengan memberikan sosialisasi dan materi secara teoritis dan edukasi bagaimana menghindari jamu yang mengandung bahan kimia Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan PkM dengan mempelajari semaksimal mungkin dalam suatu kelompok. DOI : 10. 51213/jmm. 136 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 134Ae142 Tahapan kegiatan PkM terdiri dari persiapan, dilakukan dengan membuat legalitas pengabdian seperti perizinan untuk melakukan kegiatan tersebut. Diikuti dengan persiapan materi edukasi serta pembuatan kuesioner untuk digunakan pada pre-test dan post test. Tahapan pelaksanaan, tahapan ini dilaksanakan secara online atau daring melalui aplikasi Zoom. Pelaksanaan ini dilakukan selama 3 jam paparan serta diskusi. Pelaksanaan sosialisasi dengan menggunakan powerpoint dan pemberian edukasi secara langsung kepada siswa SMAN 7 Banjarmasin. Tahap evaluasi dilaksanakan dengan pembagian kuesioner diawal pelaksanaan dan diakhir pelaksanaan untuk mengetahui ketercapaian pengetahuan tentang materi dan edukasi yang sudah diberikan oleh narasumber. Materi yang diberikan meliputi pengertian dari jamu, senyawa aktif pada jamu, legalitas jamu, serta bahaya jamu yang mengandung bahan kimia obat. Analisis Deskriptif Persiapan untuk legalitas pelaksanaan Pemaparan materi dan edukasi via Zoom Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner Hasil kegiatan PkM Gambar 1. Tahapan Pengabdian kepada Masyarakat DOI : 10. 51213/jmm. 137 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 134Ae142 Hasil Berdasarkan hasil survey dengan teknik wawancara langsung kepada siswa SMAN 7 sebanyak 20 orang menunjukkan sebanyak 17 orang yang tidak mengetahui tentang jamu yang mengandung BKO dan sebanyak 3 orang yang mengetahui tentang BKO. Tabel 1. Hasil survey terhadap 20 orang siswa No. Nama Siswa Azkiya Salsabila Ramadina Adelia Najla Rianty Nafisa Fatma Azizah Nur Annisa Hasanah Rahmadi Florensia Ivana Rachmawaty Anindya Allysa Gina Alfisya Zahra Shirdi Divya Pravina Noor Laili Maulida Akifah Nailah Raya R. Elsajuan Diva Sormin Annisa Ujuldah Gina Ekmaulitiara Marcella Hutapea Tabitha Adzrahumaira Bella Aisya Humaira Alya Anisah Makmur Rabiatul Azzahra Keterangan: Hasil wawancara Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tidak Tahu Berdasarkan hasil Pretest dari 20 orang siswa SMAN 7 Banjarmasin yang diberikan dengan 5 pertanyaan menunjukkan nilai seperti tabel di bawah ini. Tabel 2. Hasil Pretest No. Pertanyaan Apa yang dimaksud dengan Jamu? Jamu merupakan ramuan tradisional sebagai salah satu upaya pengobatan yang telah dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan tujuan mengobati penyakit ringan, mencegah datangnya penyakit, menjaga ketahanan dan kesehatan tubuh. Apa yang dimaksud dengan Bahan Kimia Obat (BKO)? Bahan kimia obat (BKO) merupakan zat-zat kimia yang digunakan sebagai bahan utama obat kimiawi yang biasanya ditambahkan dalam sediaan obat tradisional untuk Hasil Persen (%) DOI : 10. 51213/jmm. 138 | 2654-9174 A20xx LPPM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN Jurnal Masyarakat Merdeka Volume . Nomor (II). November, 2022, pp. 134Ae142 No. Pertanyaan memperkuat indikasi dari obat tradisional Apa yang terjadi jika terdapat BKO dalam jamu? Jamu yang mengandung BKO sangat membahayakan bagi kesehatan apalagi jika digunakan dalam waktu yang lama. Efek samping yang dapat terjadi antara lain dapat menyebabkan tukak lambung, gagal ginjal dan gangguan hati Bagaimana mengetahui jamu yang tidak mengandung BKO? Dengan cara menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan instrument kimia Bagaimana cara menghindari jamu yang mengandung BKO? Membaca informasi yang tertera pada kemasan serta cek registrasi atau legalitas produk jamu. Hasil Persen (%) Hasil Post test setalah mendapatkan materi dan edukasi kepada 20 orang siswa SMAN 7 Banjarmasin dapat ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Hasil Post test No. Pertanyaan Apa yang dimaksud dengan Jamu? Jamu merupakan ramuan tradisional sebagai salah satu upaya pengobatan yang telah dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan tujuan mengobati penyakit ringan, mencegah datangnya penyakit, menjaga ketahanan dan kesehatan Apa yang dimaksud dengan Bahan Kimia Obat (BKO)? Bahan kimia obat (BKO) merupakan zat-zat kimia yang digunakan sebagai bahan utama obat kimiawi yang biasanya ditambahkan dalam sediaan obat tradisional untuk memperkuat indikasi dari obat tradisional Apa yang terjadi jika terdapat BKO dalam jamu? Jamu yang mengandung BKO sangat membahayakan bagi kesehatan apalagi jika digunakan dalam waktu yang lama. Efek samping yang dapat terjadi antara lain dapat menyebabkan tukak lambung, gagal ginjal dan gangguan hati Bagaimana mengetahui jamu yang tidak mengandung BKO? Dengan cara menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan instrument kimia Bagaimana cara menghindari jamu yang mengandung BKO? Membaca informasi yang tertera pada kemasan serta cek registrasi atau legalitas produk jamu. Hasil Persen (%) Diskusi