MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Pada Pakaian Merek Zar. Riani Winarni1. Tri Sanatha Wahyu Akbar2. Umban Adi Jaya3. Galih Raspati4. Melati Peronika Simanjuntak5. Fahrurrazi Fahrurazi6 Email Korespondensi : riani. winarni@lecturer. 1,2,3,4,5,6, Fakultan Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen. Universitas Sains Indonesia. Cibitung Bekasi Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan promosi terhadap keputusan pembelian Bentenan Center Sonder Minahasa. Metodelogi penelitian ini menggunakan purposive sampling pendekatan penelitian secara kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan jumlah sampel 70 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi ke lapangan dan menyebarkan kuesioner responden, dengan menggunakan regresi linier berganda. Uji statistic yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji determinasi, uji parsial dan uji simultan. Melalui uji validitas dan reliabilitas didapatkan hasil bahwa kuesioner dalam penelitian ini bersifat valid dan reliable. Melalui uji determinasi didapatkan hasil bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas produk dan promosi sebesar 94,5% sedangkan sisanya 5,5% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti dalam dalam penelitian ini. Secara keseluruhan kualitas produk dan promosi secara bersama-sama memberi pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci: Kualitas Produk. Promosi, dan Keputusan Pembelian Abstract This study aims to determine the effect of product quality and promotion on consumer decisions Bentenan Center Sonder Minahasa. This research methodology uses purposive sampling quantitative research approach. The sampling technique used is with a sample of 70 Data collection techniques were carried out by conducting field observations and distributing respondent questionnaires, using multiple linear regression. The statistical test carried out in this study were validity test, determination tests, partial tests and simultan tests. Throught the validity and reliability tests, it was found that the questionnaire in this study was valid and reliable and promotion of 94,5% while the remaining 5. 5% is influenced by other variable not examined in this study. Overall product quality and promotion together have a positive on purchasing decisions. Keywords: Product Quality. Promotion, and Purchase Decision MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. Sebagai perusahaan yang sedang berkembang. Bentenan Center Sonder telah menyadari pentingnya kualitas produk dan promosi yang efektif dalam menarik minat Perusahaan ini terus berusaha memberikan kepuasan kepada konsumen melalui peningkatan mutu produk dan promosi yang menarik, guna memperoleh keuntungan serta mempertahankan keberlanjutan usaha. PENDAHULUAN Persaingan bisnis di Indonesia saat ini semakin ketat. Setiap perusahaan berlombalomba memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Dalam menghadapi kondisi ini, perusahaan dituntut untuk mampu mengenali kebutuhan dan harapan konsumen, baik saat ini maupun di masa Produk yang ditawarkan harus memiliki daya tarik yang kuat agar mampu memikat perhatian konsumen, sehingga mereka terdorong untuk membeli dan mengonsumsi produk sesuai dengan kebutuhannya. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai peran kualitas produk dan promosi dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul: "Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pakaian Zara di. Keputusan konsumen dalam membeli suatu produk bukanlah proses yang sederhana. Konsumen umumnya melewati beberapa tahapan, seperti mencari informasi melalui iklan atau referensi dari orang lain, membandingkan beberapa produk, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk tertentu. Oleh karena itu, memahami perilaku konsumen merupakan aspek penting dalam strategi pemasaran perusahaan (Swasha dan Irawan, 2. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan suatu produk di Untuk dapat bersaing, setiap perusahaan harus berupaya menjaga mutu produk secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku hingga hasil akhir. Hal ini penting karena persepsi konsumen terhadap nilai suatu produk sangat dipengaruhi oleh kualitas yang Promosi menjadi salah satu elemen penting yang tidak dapat diabaikan dalam strategi Promosi berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan keunggulan produk kepada Salah satu contoh perusahaan yang memanfaatkan promosi dengan baik adalah Bentenan Center Sonder, sebuah usaha yang mengangkat kain batik khas Manado, yaitu kain Bentenan. Produk yang ditawarkan Bentenan Center meliputi kemeja, dress, dan berbagai pakaian lainnya dengan motif yang unik dan Salah satu keunggulan utamanya adalah proses pembuatan kain Bentenan yang dilakukan secara manual dengan teknik dobel ikat, menghasilkan motif rumit, halus, dan khas yang menjadi nilai jual tersendiri. Penelitian oleh Sari dan Rahmawati . pada industri kerajinan tangan di Yogyakarta membuktikan bahwa kualitas produk yang tinggi mampu meningkatkan persepsi nilai konsumen, terutama terhadap produk yang mengandung keunikan dan sentuhan budaya lokal. Temuan ini memperlihatkan pentingnya menjaga kualitas sebagai strategi bersaing di pasar yang semakin Dalam konteks lain. Pratiwi dan Wibowo . menemukan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. pembelian konsumen produk fashion lokal. Konsumen cenderung memperhatikan aspekaspek seperti daya tahan, kenyamanan, dan tampilan estetika sebelum membuat keputusan pembelian. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga konsistensi kualitas untuk membangun loyalitas pelanggan secara berkelanjutan. oleh berbagai penelitian. Yuliani dan Sari . dalam studi mereka pada industri makanan ringan lokal menemukan bahwa elemen-elemen dalam bauran promosi, khususnya periklanan dan promosi penjualan, memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan minat beli konsumen. Promosi yang dilakukan secara berkelanjutan dan inovatif terbukti mampu menarik perhatian pasar dan memperkuat posisi merek di tengah Menurut Kotler dan Armstrong . , kualitas produk dapat diartikan sebagai kemampuan produk dalam memperagakan fungsinya, mencakup unsur-unsur seperti durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan dalam pengoperasian, serta kemudahan dalam Selain itu, atribut produk lainnya juga menentukan pilihan. Dalam hal ini, hubungan timbal balik antara perusahaan dan konsumen menjadi kunci strategis untuk memahami kebutuhan serta harapan konsumen secara lebih Selain itu. Kurniawan dan Prasetyo . mengkaji peran media sosial dalam promosi pada sektor ritel fashion. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital seperti Instagram dan TikTok secara efektif meningkatkan keterlibatan konsumen dan mempercepat proses pengambilan keputusan pembelian, terutama di kalangan generasi muda. Strategi promosi berbasis digital ini dinilai lebih responsif terhadap perubahan perilaku konsumen di era Promosi Promosi memainkan peran penting dalam dunia pemasaran, tidak hanya sebagai alat untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk persepsi, meningkatkan minat, dan mendorong keputusan pembelian. Menurut Basu Swasta dan Irawan . , promosi mencakup seluruh aktivitas pemasaran yang diarahkan untuk mendorong permintaan terhadap produk atau jasa Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah promotional mix, yaitu kombinasi optimal dari berbagai variabel seperti periklanan, personal selling, promosi penjualan, dan alat promosi lainnya yang disusun secara sistematis dan terintegrasi (William J. Stanton dalam Basu Swasta dan Irawan, 1. Dengan mempertimbangkan berbagai temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa promosi bukan sekadar aktivitas pendukung dalam pemasaran, melainkan merupakan elemen strategis yang berperan besar dalam menciptakan permintaan pasar, membangun kesadaran merek, dan memengaruhi perilaku pembelian konsumen secara langsung. Keputusan pembelian Keputusan pembelian merupakan proses di mana individu mengevaluasi berbagai alternatif produk dan pada akhirnya memilih produk yang dianggap paling memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. Tjiptono . menjelaskan bahwa dalam proses ini, konsumen pertama kali mengenali masalah atau kebutuhan, kemudian mencari informasi Efektivitas mempengaruhi konsumen telah dibuktikan MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. mengenai produk atau merek yang relevan, mengevaluasi alternatif yang tersedia, dan akhirnya membuat keputusan yang dianggap dapat memecahkan masalah tersebut. Menurut Kotler dan Armstrong . , konsumen benar-benar memutuskan untuk membeli produk yang dipilih. yang bertujuan untuk menguji hubungan antar variabel secara numerik. Penelitian ini dilakukan di toko pakaian merek Zara, dengan populasi yang terdiri dari konsumen yang membeli pakaian Zara. Sampel yang diambil berjumlah 70 responden, yang dipilih untuk mewakili populasi yang lebih besar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data melalui daftar pertanyaan yang diajukan kepada objek Kuesioner ini dirancang untuk menggali informasi yang relevan terkait dengan variabel yang diteliti. Pengukuran terhadap item-item dalam kuesioner dilakukan menggunakan Skala Likert yang terdiri dari lima poin, yaitu 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = kurang setuju, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju, sebagaimana dijelaskan oleh Salkind . mengenai penggunaan skala Likert dalam penelitian Uji instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yakni uji validitas dan uji reliabilitas, yang bertujuan untuk memastikan bahwa alat ukur yang digunakan dapat mengukur variabel yang dimaksud dengan konsisten dan akurat. Selanjutnya, analisis data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik, di antaranya analisis korelasi berganda, analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji parsial, dan uji simultan. Teknik-teknik analisis ini digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen dan dependen, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabelvariabel tersebut terhadap keputusan pembelian Menurut Ghozali . , analisis regresi berganda dan korelasi berganda adalah teknik yang efektif untuk mengidentifikasi dan variabel-variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian kuantitatif. Hasil dan Pembahasan Faktor-faktor Penelitian oleh Setiawan dan Suryani . di industri gadget menunjukkan bahwa harga, kualitas produk, dan kemudahan mengakses informasi melalui media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Hasil penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan perlu menyediakan informasi yang jelas dan transparan untuk membantu konsumen dalam mengevaluasi produk sebelum memutuskan untuk membeli. Penelitian lainnya oleh Ramadhani dan Anggraini . di sektor kosmetik juga menemukan bahwa pengetahuan yang diperoleh konsumen melalui promosi dan ulasan produk online sangat memengaruhi keputusan pembelian mereka. Studi ini mengungkapkan bahwa perusahaan harus aktif memberikan edukasi kepada konsumen melalui berbagai platform untuk membangun kesadaran merek dan mendukung proses keputusan pembelian. Dengan demikian, keputusan pembelian dipengaruhi oleh pengenalan masalah, pencarian informasi, serta berbagai faktor eksternal seperti harga, kualitas, dan informasi yang diperoleh melalui media sosial. Semua ini membentuk persepsi konsumen yang akhirnya mendorong mereka untuk membuat keputusan pembelian. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. Gambaran mengenai karakteristik relevan tentang karakteristik responden dari berbagai responden adalah sebagai berikut: jenis kelamin. Tabel 2. Responden Berdasarkan Usia. T abel 1. Responden berdasarkan jenis kelamin Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah Presentase 57,14,% 42,86,% Berdasarkan tabel diatas diketaui bahwa: Analisis: Usia Jumlah Presentase Total 35,71% 47,14% 517,14% Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa: Analisis: Komposisi Jenis Kelamin: Dari 70 responden yang terlibat dalam 1. Kelompok Usia 20-25: A Sebanyak 25 responden berada pada penelitian ini, sebagian besar adalah kelompok usia ini, yang mencakup 35,71% laki-laki dengan jumlah 40 responden, dari total sampel. yang berkontribusi sebesar 57,14% dari A Ini menunjukkan bahwa sebagian besar total responden. Sementara itu, responden berada pada usia yang relatif muda responden perempuan berjumlah 30 dan kemungkinan besar berada dalam fase orang, yang berkontribusi sebesar awal karier atau pendidikan tinggi. 42,86%. Kelompok Usia 25-30: Dominasi Laki-laki: A Kelompok usia ini adalah yang terbesar. Berdasarkan data di atas, responden dengan 33 responden atau 47,14% dari total laki-laki lebih dominan dibandingkan responden perempuan. Dengan selisih A Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas 10 responden, laki-laki mencakup lebih responden berusia antara 25 hingga 30 tahun, dari setengah dari total jumlah yang mungkin berada dalam tahap pengembangan karier atau kehidupan dewasa Keseimbangan yang Cukup Baik: Meskipun jumlah laki-laki lebih banyak, perbandingan antara laki-laki 3. Kelompok Usia 35-40: A Hanya ada 12 responden dalam kelompok dan perempuan relatif seimbang, usia ini, yang menyumbang 17,14% dari total dengan proporsi yang masih cukup representatif untuk keduanya, yaitu A Persentase ini lebih kecil dibandingkan sekitar 57,14% laki-laki dan 42,86% dengan dua kelompok usia lainnya, yang bisa menunjukkan bahwa responden yang lebih Kesimpulannya, laki-laki tua relatif lebih sedikit dalam penelitian ini. mendominasi dalam penelitian ini, kedua jenis Kesimpulan: kelamin masih cukup terwakili, dan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran yang MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. asumsi tingkat signifikansi 5% dan jumlah Sebagian besar responden dalam responden yang cukup besa. penelitian ini berasal dari kelompok usia 25-30 tahun . ,14%), diikuti oleh 2. Variabel Kualitas: kelompok usia 20-25 tahun . ,71%). A Semua butir pertanyaan pada variabel kualitas (X1. 1 hingga X1. memiliki nilai A Kelompok usia 35-40 tahun mencatatkan r hitung yang lebih besar dari r table angka yang lebih kecil, hanya 17,14% . Dengan demikian, semua butir dari total responden. pertanyaan pada variabel ini valid. A Data ini dapat memberikan gambaran A Nilai r hitung berkisar antara 0. 716 hingga bahwa mayoritas responden adalah 831, yang menunjukkan hubungan yang individu yang berada dalam usia dewasa cukup kuat antara butir pertanyaan dan muda, yang mungkin mempengaruhi variabel kualitas. hasil penelitian terutama terkait dengan Variabel Produk: dipengaruhi oleh usia. A Semua butir pertanyaan pada variabel Hasil Uji Validitasi produk (X1. 5 hingga X2. juga memiliki r hitung lebih besar dari r table, yang Tabel Uji menunjukkan bahwa butir pertanyaan ini Variabel Keterangan A Nilai r hitung berkisar antara 0. 666 hingga hitung table 917, menunjukkan hubungan yang kuat X1. antara butir pertanyaan dan variabel X1. Kualitas X1. X1. X1. Variabel Promosi: Produk X1. A Butir pertanyaan pada variabel promosi X2. Valid X2. (X2. 2 hingga X2. memiliki nilai r hitung X2. Promosi yang lebih besar dari r table . , yang X2. menunjukkan bahwa butir pertanyaan pada Keputusan variabel promosi valid. Pembelian A Nilai r hitung pada variabel ini berkisar Berdasarkan tabel uji validitas yang 567 hingga 0. 789, menunjukkan diberikan, kita akan menganalisis nilai r hitung dan bahwa butir pertanyaan ini memiliki membandingkannya dengan r table untuk hubungan yang cukup baik dengan variabel menentukan apakah setiap butir pertanyaan dalam variabel yang diuji memenuhi syarat validitas. Variabel Keputusan Pembelian: A Semua butir pertanyaan pada variabel Analisis: keputusan pembelian (Y. 1 hingga Y. Kriteria Validitas: juga memiliki nilai r hitung yang lebih A r hitung yang lebih besar dari r table besar dari r table, yang menunjukkan menunjukkan bahwa butir pertanyaan bahwa butir pertanyaan ini valid. pada variabel tersebut valid. A Nilai r hitung pada variabel ini berkisar A Nilai r table yang digunakan untuk 776 hingga 0. 875, yang perbandingan adalah 0. engan menandakan hubungan yang sangat kuat MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. antara butir pertanyaan dan keputusan Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh butir pertanyaan pada setiap variabel (Kualitas. Produk. Promosi. Keputusan Pembelia. A Nilai r hitung pada setiap butir pertanyaan lebih besar daripada r table . , yang berarti bahwa instrumen penelitian yang digunakan dapat diandalkan untuk mengukur variabel yang dimaksud dengan A Dengan demikian, data yang dikumpulkan dari kuesioner ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Uji Reliabilitas Tabel Variabel Kualitas Produk Promosi Keputusan Pembelian Uji Reliabilitas Alpha CronbachAos Keterangan Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang diberikan dalam Tabel 4, kita dapat mengevaluasi tingkat konsistensi internal instrumen penelitian menggunakan Alpha CronbachAos. Nilai Alpha Cronbach's digunakan untuk mengukur sejauh mana setiap item dalam suatu variabel saling berkaitan dan konsisten dalam mengukur konsep yang sama. Analisis: tinggi dari batas minimum yang biasanya diterima . , yang berarti bahwa itemitem yang digunakan untuk mengukur kualitas konsisten dan dapat diandalkan. A Produk . : Nilai Alpha Cronbach's 834 juga menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik. Variabel produk dapat dianggap reliabel karena nilainya lebih besar dari 0. A Promosi . : Dengan nilai Alpha Cronbach's 0. 880, variabel promosi memiliki reliabilitas yang sangat baik, menunjukkan bahwa pengukuran variabel promosi cukup konsisten dan dapat A Keputusan Pembelian . : Nilai Alpha Cronbach's untuk variabel keputusan pembelian juga sebesar 0. 856, yang menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat baik dan konsisten untuk mengukur keputusan pembelian konsumen. Interpretasi Reliabilitas: A Secara keseluruhan, seluruh variabel dalam penelitian ini (Kualitas. Produk. Promosi, dan Keputusan Pembelia. menunjukkan nilai Alpha CronbachAos di atas 0. 80, yang menunjukkan reliabilitas yang tinggi. Artinya, kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini memiliki konsistensi internal yang baik dan dapat dipercaya untuk mengukur konstruk yang dimaksud. A Reliabilitas tinggi ini berarti bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini akan memberikan hasil yang konsisten jika digunakan dalam pengumpulan data yang berbeda atau diulang di masa depan. Kesimpulan: Alpha Cronbach's . 700 - 0. A Kualitas . : Nilai Alpha Cronbach's 856 menunjukkan bahwa variabel kualitas memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Nilai ini lebih A Berdasarkan hasil uji reliabilitas, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini (Kualitas. Produk. Promosi, dan Keputusan Pembelia. Alat ukur MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. yang digunakan dalam penelitian ini 3. Adjusted R Square . memiliki konsistensi yang sangat baik dan A Adjusted R Square adalah versi R Square dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut yang telah disesuaikan dengan jumlah variabel independen dalam model. Ini ketidakkonsistenan dalam pengukuran. berguna untuk mengetahui seberapa baik Koefisien Korelasi Berganda model regresi ketika mempertimbangkan jumlah variabel yang digunakan. Nilai Tabel 5. Model Summary Adjusted R Square yang sebesar 0. Std. Error menunjukkan bahwa model regresi ini masih Adjusted of the R Square Square R Square Model Estimate Change sangat baik dalam menjelaskan variabilitas data, bahkan setelah memperhitungkan jumlah variabel independen yang digunakan. Nilai ini sedikit lebih rendah dari R Square Tabel diatas menyajikan informasi karena penyesuaian terhadap jumlah mengenai hasil analisis regresi, yang mencakup nilai R. R Square. Adjusted R Square. Std. Error of the Estimate, dan R Square Change. Mari 4. Std. Error of the Estimate . A Standard Error of the Estimate adalah ukuran kita bahas makna dari masing-masing yang menunjukkan seberapa besar prediksi komponen tersebut. model regresi cenderung menyimpang dari Penjelasan: nilai sebenarnya. Nilai 0. 684 menunjukkan bahwa rata-rata kesalahan prediksi model R . adalah sekitar 0. Makin kecil nilai ini. A R merupakan koefisien korelasi antara makin akurat prediksi model terhadap data variabel independen dan dependen dalam yang sesungguhnya. model regresi. Nilai R sebesar 0. menunjukkan hubungan yang sangat kuat 5. R Square Change . A R Square Change mengukur perubahan dan positif antara variabel-variabel yang dalam R Square ketika menambahkan digunakan dalam model ini. Dengan kata variabel independen baru ke dalam model. lain, ada hubungan yang sangat erat antara Nilai variabel-variabel yang diuji. R Square . memberikan kontribusi yang signifikan A R Square atau koefisien determinasi adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar menjelaskan variabilitas data. variabilitas dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel Interpretasi: independen dalam model regresi. Nilai R Square sebesar 0. 905 berarti bahwa sekitar 5% variasi dalam variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang dimasukkan dalam model Ini menunjukkan bahwa model yang dibangun memiliki kemampuan prediksi yang sangat baik. Hubungan yang sangat kuat: Nilai R = 0. menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dan dependen, sehingga model regresi ini dapat diandalkan untuk prediksi. Model yang sangat baik: R Square = 0. menunjukkan bahwa 90. 5% variasi dalam MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model, yang berarti model ini memiliki kekuatan penjelas yang sangat tinggi. A Penyesuaian dengan jumlah variabel: Adjusted R Square = 0. 900 menegaskan bahwa model ini tetap efektif meskipun ada penyesuaian terhadap jumlah variabel yang digunakan. A Kesalahan prediksi rendah: Nilai Std. Error of the Estimate = 0. 684 menunjukkan bahwa model memiliki kesalahan prediksi yang relatif kecil, yang menunjukkan akurasi yang baik dalam prediksi. A Peningkatan kontribusi model: Nilai R Square Change = 0. 905 menunjukkan bahwa penambahan variabel independen baru memberikan kontribusi yang signifikan terhadap prediksi model. Kesimpulan: Koefisien Determinasi Tabel 8. Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted Square Std. Error Estimate Sumber: Data yang diolah dengan SPSS Versi 21 Hasil menunjukkan dari tabel R Square sebesar 0. yang mengindikasikan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas produk dan promosi sebesar 94,5%, sementara 5,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diselidiki dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis regresi pada Tabel 5, model yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dan dependen, dengan tingkat penjelasan yang sangat tinggi . 5%). Model ini juga memiliki kekuatan prediksi yang baik, dengan kesalahan prediksi yang rendah. Oleh karena itu, model regresi yang digunakan dapat dianggap sangat efektif dalam memprediksi dan menjelaskan variabilitas data yang ada. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel. 7 Analisis Regresi Linier Model Summary Model R R Adjusted RStd. Error ofthe Square Square Estimate 943Standardized Mode Sig. UJI PARSIAL Unstandardized Coefficients Tabel 9. Uji Parsial Mode Coefficients Standardized Sig. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. Std. Unstandardized Beta Coefficients B Error (Constan. Promosi Std. Coefficients Beta Error (Constan. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. Berdasarkan Promosi dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi Berdasarkan tabel di atas, hasil uji hipotesis secara linier berganda sebagai berikut: dapat dijelaskan sebagai berikut: Y = 2. 634 e Dari persamaan regresi diinterpretasikan sebagai berikut: Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi . untuk variabel kualitas produk adalah 0. 000, lebih kecil dari batas signifikansi 0. Selain itu, nilai thitung sebesar 3. 839 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCA diterima, berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Promosi terhadap Keputusan Pembelian Hasil uji t juga menunjukkan bahwa nilai signifikansi . untuk variabel promosi 000, lebih kecil dari 0. 05, serta nilai thitung sebesar 4. 842 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCA diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai constanta sebesar 2. jika Kualitas produk (X. dan Promosi (X. nilai 0 atau X = 0, maka Keputusan konsumen nilainya adalah 2. 722 atau Nilai constanta sebesar 2. jika Kualitas produk (X. dan Promosi (X. nilai 0 atau X = 0, maka Keputusan konsumen nilainya adalah 2. 722 atau Nilai koefsien regresi variable Kualitas produk (X. artinya jika variabel independent Kualitas produk (X. nilanya tetap atau constanta . = 0 dan Kualitas produk (X. mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Keputusan pembelian (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0. koefisien bernilai positif yang artinya Kualitas produk (X. berpengaruh positif terhadap Keputusan pembelian (Y). semakin meningkat variable Kualitas produk maka semakin meningkat pula variable Keputusan Uji Simultan Tabel. 10 Uji Simultan ANOVAa Mode Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression Residual Total Analisis Uji F (Simulta. Berdasarkan tabel di atas, pengujian pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan dilakukan dengan menggunakan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 573. 015 dengan MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: 3089-218X Vol. No. Juni 2025 Hal. tingkat signifikansi 0. 000, yang lebih kecil dari batas signifikansi 0. 000 < 0. Selain itu, nilai Fhitung juga lebih besar daripada Ftabel 015 > 2. Saran Peningkatan Kualitas Produk: A Zara perlu mempertahankan dan terutama pada aspek durabilitas, desain, dan kenyamanan, karena hal ini A Melakukan riset berkala untuk terhadap produk fashion premium. Optimalisasi Promosi: A Memperkuat strategi promosi melalui media digital (Instagram. TikTo. mengingat pengaruhnya yang dominan. Contoh: konten kreatif, kolaborasi dengan influencer, atau kampanye berbasis tren. A Meningkatkan personal selling dan promosi penjualan . ontoh: diskon terbatas, loyalty progra. untuk memperkuat keterlibatan konsumen. Eksplorasi Variabel Lain: A Penelitian menambahkan variabel seperti harga, brand image, atau layanan pelanggan untuk analisis yang lebih komprehensif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel kualitas produk dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Bentenan Center Sonder Minahasa. Oleh karena itu, hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Simpulan Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa: Kualitas produk dan promosi secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pakaian merek Zara. A Kualitas produk memberikan pengaruh positif . oefisien regresi 0. menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas produk, semakin tinggi pula A Promosi memiliki pengaruh lebih besar . oefisien regresi 0. , menandakan bahwa strategi promosi efektif dalam mendorong keputusan pembelian. Koefisien determinasi (RA) sebesar 94,5% membuktikan bahwa variabel kualitas produk dan promosi mampu menjelaskan sebagian besar variasi keputusan pembelian, sementara sisanya . ,5%) dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Hasil uji F (Fhitung = 573. 015 > Ftabel = . dan uji t . ignifikansi < 0. mengonfirmasi bahwa kedua variabel independen secara statistik signifikan memengaruhi keputusan pembelian. Daftar Pustaka