Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 Effect of Health Education To Young Women Knowledge Class VII About Puberty In Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura. Kabupaten Banjar in 2016 Ermas Estiyana1*. Dianita Anggraini2. Mutia Zairina2 STIKES Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan Alumni STIKES Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan *korespondensi : ermas. abay@gmail. Abstract Adolescence is a time of transition in the span of human life. Commencement of adolescence is marked by puberty. In adolescence there is a change not only in the sense of psychological but also physical changes. In the implementation of International on Population and Development (ICPD) in Cairo in 1994, which says that the State shall protect and promote the rights of adolescents to education, information and reproductive health services and reduce the number of pregnancies teenagers so as to encourage the government and NGOs to develop programs that are responsive to adolescent sexual and reproductive on a preliminary study of 10 respondents to the interview that only . %) young women who answered true regarding the definition of puberty and . %) were more answered wrong, the young women who answered correctly on when the age of the onset of puberty . %) and . %) were the other answered incorrectly, young women who answered correctly on the characteristics of puberty only . %) and . %) were the other answered The research objective to analyze the effect of health education to young women about puberty. The method used was Quation Experimental. The subjects were students of class VII as many as 80 people were taken by random sampling technique. Results obtained 75 votes . %) good knowledge and 4 . %) sufficient knowledge. It was concluded that value p = 0,000 < . , which means that there are differences in knowledge young women about puberty. It is suggested to educational institutions in order to meet the information needs of health knowledge that is appropriate to be able to equip students become mature children who are ready physically and psychologically. Keywords: Health Education. Knowledge. Young Women. Puberty Pendahuluan Masa remaja merupakan masa transisi dalam kehidupan dimana pada fase ini individu mengalami perubahan dari anakanak menuju dewasa (BKKBN, 2. Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja, yakni antara usia 10-19 tahun, adalah suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Ciri pubertas tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang anak perempuan. Tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas . Menurut WHO, dalam penelitian Sundari . disebutkan bahwa remaja pada anak telah mencapai usia 10-18 tahun. Amerika Serikat 95% anak perempuan mempunyai tanda pubertas pada umur 12 tahun dan umur rata-rata 12,5 tahun. Menarche merupakan salah satu perubahan pubertas yang pasti dialami setiap anak perempuan. Menurut Winkjosastro . dalam Sundari . , usia untuk mencapai menarche adalah 13,1 tahun sedangkan suku Bunding di Papua menarche dicapai pada usia 18,8 Jurkessia. Vol. VII. No. Maret 2017 Ermas Estiyana dkk. Hasil survey Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasiaonal (BKKBN) dalam Sundari . menyebutkan bahwa pada umumnya orang tua masih menganggap masalah kesehatan reproduksi merupakan hal yang tabu dibicarakan, orang tua tidak memiliki pengetahuan, kesiapan dan kesanggupan dalam menyampaikan masalah kesehatan reproduksi. Karena hal tersebut, remaja lebih senang dan terbuka membahas masalah kesehatan reproduksi dengan teman sebaya dari pada dengan orang tua. Konsekuensinya remaja akan mendapatkan informasi yang kurang tepat bahkan banyak yang sering disalah artikan atau diselewengkan. Terkait dengan hasil survey diatas menyebutkan bahwa remaja berumur 10-24 tahun yang mendapatkan informasi kesehatan reproduksi dari guru 32%, dari tokoh agama 13%, dokter 9%, bidan/ perawat 8% dan tokoh masyarakat Sebagian besar remaja yaitu 83% lebih senang membicarakan masalah kesehatan reproduksi dengan teman sebaya. Banyak remaja putri yang tidak menyadari bahwa sejak pertama kali memasuki masa pubertas, dirinya sudah mulai memproduksi sel telur. Fenomena yang ada banyak remaja yang merasakan khawatir, takut dalam menghadapi pubertas. Agar dapat memahami normal atau tidaknya pertumbuhan organ-organ seks, harus mengetahui pola normal pertumbuhannya. Rendahnya pengetahuan remaja tentang pubertas dipengaruhi oleh faktor umur, pengalaman, informasi yang mempengaruhi penerimaan remaja dalam suatu proses belajar yang dalam hal ini adalah penerimaan informasi yang berhubungan dengan pubertas. Dampak rendahnya pengetahuan remaja tentang pubertas dapat mempengaruhi perilaku remaja karena perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Remaja yang menyebabkan perilaku negatif pada saat pubertas . Notoatmodjo . dalam Fatmawati . kesehatan sekolah merupakan masalah penting yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Sekolah merupakan langkah yang strategis dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat karena sekolah merupakan lembaga yang sengaja didirikan untuk membina dan meningkatkan sumber daya manusia baik fisik, mental, moral maupun intelektual. Pendidikan kesehatan melalui sekolah paling efektif diantara usaha kesehatan masyarakat yang lain, karena usia 6-18 tahun mempunyai presentase paling tinggi dibandingkan dengan kelompok umur yang lain. Langkah yang dapat diambil oleh remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang pubertas yaitu mencari informasi dari media massa maupun elektronik dan sering mengikuti seminar-seminar tentang pubertas dari informasi yang positif. Sedangkan memberikan penyuluhan kepada remaja dengan tekhnik diskusi dan membagikan leaflet tentang pubertas, memberikan pengertian dan pemahaman pada orang tua tentang pentingnya pendidikan seks dini pada remaja sehingga dapat mengarahkan remaja kepada hal-hal terbaik sehinga watak dan prilaku remaja bisa terjaga pada masa pubertas . Berdasarkan hasil dari data studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 23 Januari 2016, pada remaja putri Kelas VII di MTs Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar, dilakukan wawancara tentang pengetahuan mereka terhadap Maka diperoleh hasil pada pendahuluan yaitu hanya . %) remaja puteri yang mejawab benar mengenai pengertian pubertas dan . %) yang lainnya mejawab salah, remaja puteri yang menjawab benar mengenai kapan usia terjadinya pubertas . %) remaja puteri dan . %) yang lainnya menjawab salah, remaja puteri yang mejawab benar mengenai tanda/ ciri-ciri dari pubertas hanya . %) dan . %) yang lainnya mejawab salah. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti tentang Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun Jurkessia. Vol. VII. No. Maret 2017 Ermas Estiyana dkk. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja puteri kelas VII di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar tahun 2016 yaitu berjumlah 308 siswi . Sampel diambil dengan menggunakan tekhnik Simple Random Sampling. Variabel independent . dalam penelitian ini adalah penyuluhan kesehatan. Variabel . penelitian ini adalah pengetahuan remaja puteri tentang pubertas. Instrumen penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner yang berupa kuesioner pengetahuan sebanyak 20 pernyataan diadopsi dari KTI Siti Inayah Rohmaniah dan diisi oleh responden yang bersangkutan. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan = 0,05. Remaja Putri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 adalah kategori baik dengan 7 orang . ,8%), cukup 52 orang . %) dan kurang 21 orang . ,2%). Identifikasi Responden Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun Sesudah Penyuluhan Kesehatan Tentang Pubertas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siswi VII di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri pada tanggal 26 Februari 2016 berjumlah 80 orang dengan teknik Simple Random sampling dan menggunakan kuesioner, maka diperoleh data sebagai Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kategori Posttest Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 Kategori Jumlah Baik Cukup Total Hasil Penelitian Analisis Univariat Identifikasi Responden Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun Sebelum Penyuluhan Kesehatan Tentang Pubertas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siswi VII di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri pada tanggal 11 Februari 2016 berjumlah 80 orang dengan teknik Simple Random sampling dan menggunakan kuesioner, maka diperoleh data sebagai Berdasarkan tabel 2 di atas, dari seluruh jumlah responden 80 remaja puteri dapat dilihat bahwa sesudah dilakukannya Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 adalah kategori baik dengan 76 orang . %) dan cukup 4 orang . %) Sehingga dapat disimpulkan pengetahuan Remaja Putri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 setelah diberikan penyuluhan kesehatan mengalami Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kategori Pretest Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 Kategori Jumlah Baik Cukup Kurang Total Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016. Dengan terlebih dahulu mengetahui perbedaan pengetahuan remaja Berdasarkan tabel 1 di atas, dari seluruh jumlah responden 80 remaja puteri dapat dilihat bahwa sebelum dilakukannya Penyuluhan Kesehatan Pengetahuan Jurkessia. Vol. VII. No. Maret 2017 puteri sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Ermas Estiyana dkk. Berdasarkan tabel 4 Tersebut dapat dilihat nilai Positif Ranks dengan masingmasing jumlah responden 80 remaja puteri nilai posttest lebih besar dari pada nilai pretest yaitu dengan nilai Mean Rank 40. dan Sum of Rank 3160. Dari hasil perhitungan menggunakan uji wilcoxon Signed rank Test untuk pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tingkat kemaknaan p < . maka didapatkan nilai p dengan demikian p = 0,000 < . yang berarti Ha diterima (Ho ditola. Berdasarkan dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016. Tabel 3. Deskriptive Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 No Variabel Mean Std. Deviasi Pretest 12,66 Posttest 18,60 Berdasarkan tabel 3 tabel deskriptive statistics diatas menunjukkan nilai Mean. Standart Deviasi, dari masing-masing kelompok dengan jumlah responden 80 remaja puteri pada masing-masing data . retest dan posttes. , tampak bahwa Mean atau rata-rata nilai posttest 18,60 lebih besar dari pada nilai pretest yaitu 12,66. Yang berarti pada pengetahuan remaja puteri dilakukannya penyuluhan kesehatan. Pembahasan Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 sebelum dilakukan penyuluhan Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan tentang pengetahuan pubertas kepada remaja puteri sebelum dilakukannya dilakukan pada tanggal 11 Februari 2016 dengan responden berjumlah 80 remaja pengetahuan tentang pubertas 7 responden . ,8%) memiliki pengetahuan baik. ,0%) memiliki pengetahuan yang cukup, dan 21 responden . ,2%) memiliki pengetahuan kurang. Banyak remaja puteri yang tidak menyadari bahwa sejak pertama kali memasuki masa pubertas, dirinya mulai atau sudah mengalami perubahan secara fisik . maupun psikologis, dan mulai Rendahnya pengetahuan remaja tentang pubertas dipengaruhi oleh faktor umur, pengalaman, informasi yang mempengaruhi penerimaan remaja dalam suatu proses belajar yang dalam hal ini adalah penerimaan informasi yang berhubungan dengan pubertas. Dengan diharapkan remaja puteri akan mendapatkan informasi agar dapat memahami normal Tabel 4. Wilcoxon Signed Ranks Test Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 Mean Sum of N Rank Ranks Negative Rank Pengetahu Positif 0 79 0,00 an Posttest Ranks Ae Pretests Ties Total Berdasarkan metode perhitungan yang dilakukan di dalam rumus Wilcoxon Signed rank Test, nilai-nilai yang di dapat adalah: nilai mean rank dan sum of ranks dari kelompok negatif ranks, positif ranks dan Negatif ranks artinya sampel dengan nilai kelompok kedua . lebih rendah dari nilai kelompok pertama . Positif ranks adalah sampel dengan nilai kelompok kedua . lebih tinggi dari nilai kelompok pertama . Sedangkan ties adalah nilai kelompok kedua . sama besarnya dengan nilai kelompok pertama . Simbol N menunjukkan jumlahnya. Mean Rank adalah peringkat rata-ratanya dan sum of ranks adalah jumlah dari Jurkessia. Vol. VII. No. Maret 2017 Ermas Estiyana dkk. atau tidaknya pertumbuhan organ-organ atau intruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat (Depkes,2. dalam Widyawati . Karakteristik mencakup umur bisa mempengaruhi Responden yang masih dalam kategori usia sekolah memungkinkan mereka masih mampu untuk menangkap informasi yang diberikan dan masih kuat untuk mengingat dibandingkan orang tua. Responden penelitian ini adalah anak Sekolah Menengah Pertama dengan sampel kelas VII yang sangat memungkinkan untuk diberikan pengetahuan tentang pubertas yang mengarah kepada kesiapan kesehatan reproduksi mereka agar menjadi orang dewasa yang sehat. Berdasarkan hasil penelitian setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan leaflet dengan jumlah responden 80 remaja puteri didapat nilai postest responden 75 orang . %) dengan kategori pengetahuan baik dan 4 orang . %) pengetahuan cukup. Serta dapat dilihat dari tabel distribusi kategori pengetahuan peningkatan pengetahuan pada remaja Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 sesudah dilakukan penyuluhan Tahun 2016. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan tentang pengetahuan pubertas kepada remaja puteri sesudah dilakukannya penyuluhan kesehatan, posttest yang dilakukan pada tanggal 26 Februari 2016 setelah dilakukannya penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan leaflet tentang pubertas dengan responden berjumlah 80 responden didapatkan hasil pengukuran peningkatan sebanyak 75 responden . %) dengan kategori pengetahuan baik dan 4 pengetahuan cukup. Salah satu faktor yang dapat pengetahuan tentang pubertas tersebut. Notoadmodjo . dalam Rahayu . mengatakan pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Notoatmodjo . dalam Sundari . menyatakan bahwa remaja puteri yang mempunyai pengetahuan yang baik tentang pubertas dipengaruhi oleh faktor umur, pengalaman, informasi yang mempengaruhi penerimaan remaja dalam suatu proses belajar yang dalam hal ini adalah penerimaan informasi yang berhubungan dengan pubertas. Salah satu strategi untuk dengan baik adalah melalui pendidikan kesehatan melalui sekolah yang paling masyarakat yang lain, karena usia 6-18 tahun mempunyai presentase paling tinggi dibandingkan dengan kelompok umur yang Penyuluhan Kesehatan penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik praktek belajar Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dari tabel 4 diperoleh hasil antara pengetahuan pretest dan posttest pada remaja puteri Kelas VII di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura terdapat perbedaan yang signifikan antara diberikan penyuluhan kesehatan yang berarti terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan, yaitu terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan nilai p = 0,000 < . yang berarti Ha Berdasarkan tabel 3 tabel deskriptive statistics diatas menunjukkan nilai Mean atau rata-rata nilai posttest 18,60 lebih besar Jurkessia. Vol. VII. No. Maret 2017 Ermas Estiyana dkk. dari pada nilai pretest yaitu 12,66. Yang berarti pada pengetahuan remaja puteri dilakukannya penyuluhan kesehatan. Pada tabel 4 dapat dilihat nilai Positif Ranks dengan masing-masing jumlah responden 80 remaja puteri nilai posttest lebih besar dari pada nilai pretest yaitu dengan nilai Mean Rank 40. 00 dan Sum of Rank 3160. yang berarti nilai dari posttest lebih besar dari nilai pretest. Menurut Depkes . Agustina . Penyuluhan Kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik praktek belajar atau intruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masayarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. Langkah penting dalam penyuluhan kesehatan adalah dengan membuat pesan yang disesuaikan dengan sasaran yang termasuk dalam pemilihan informasi dipengaruhi oleh metode dan media yang digunakan, yang mana metode dan media penyampaian informasi dapat memberikan efek yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Menurut Notoadmojo . dalam Rahayu . , salah satu faktor yang Dalam penyuluhan kesehatan dalam pengetahuan kesehatan untuk sehingga pendidikan kesehatan dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam memotivasi untuk memiliki pola hidup yang Pendidikan lingkungan sekolah merupakan salah satu hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak, karena lingkungan sekolah merupakan langkah yang strategis dalam upaya meningkatkan Menurut Notoadmojo . dalam Sundari . pendidikan kesehatan melalui lingkungan sekolah merupakan salah satu cara yang masyarakat yang lain, karena usia 6-18 tahun mempunyai persentase paling tinggi dibandingkan dengan kelompok umur yang Salah satu fungsi media pendidikan adalah merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang disampaikan kepada orang lain. Pada saat diberikan pendidikan kesehatan, responden mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama materi yang disampaikan oleh Karena itu penyuluhan kesehatan tentang pubertas ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pubertas. Ini bisa dilihat dari hasil penelitian di atas yang pengetahuan antara pretest dan posttest. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Thariq Aziz . dengan judul AuPengaruh Metode Pendidikan Kesehatan Terhadap Pemahaman dan Respon Santri Kelas I dan Madrasah Tsanawiyah Tentang Pencegahan Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra Martapura Tahun 2013Ay. Bahwa ada pengaruh yang signifikan metode pendidikan kesehatan terhadap pemahaman dan respon santri tentang pencegahan penyakit scabies Hal penyuluhan kesehatan efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang pubertas. Sehingga dalam penelitian ini terdapat Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri Kelas VII Tentang Pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada 80 responden remaja puteri di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2016 dapat disimpulkan bahwa : Pada identifikasi pengetahuan remaja puteri kelas VII tentang pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar tahun 2016 kesehatan, yaitu pada nilai pretest remaja puteri yang memiliki pengetahuan baik berumlah 7 orang . ,8%), remaja puteri yang memiliki pengetahuan cukup berjumlah 52 orang . %) dan remaja puteri yang Jurkessia. Vol. VII. No. Maret 2017 Ermas Estiyana dkk. memiliki pengetahuan kurang berjumlah 21 orang . ,2%). Pada identifikasi pengetahuan remaja puteri kelas VII tentang pubertas di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar tahun 2016 kesehatan, yaitu pada nilai posttest remaja puteri yang menunjukan hasil peningkatan pengetahuan baik berjumlah 76 orang . %) pengetahuan cukup berjumlah 4 orang . %). Ada pengaruh signifikan penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan remaja puteri kelas VII tentang pubertas yang dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test, yaitu didapat tingkat kemaknaan sebesar A =0,000. Nilai ini lebih kecil dari nilai alfa . = 0,05 yang berarti Ha diterima (Ho ditola. Darul Hijrah Putri. Data siswa Kelas VII. Martapura : Darul Hijrah Puteri Cindai Alus. Rahayu. Sri. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Puteri Kelas X dan XI Tentang Kanker Payudara di SMA PGRI 2 Banjarbaru. KTI. DIV Bidan Pendidik STIKes Husada Borneo Banjarbaru. Widyawati. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Sekolah Dasar Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Medan Denai. Tesis. Universitas Sumatera Utara Medan. Agustina. Reni. Efektivitas Penyulihan Reproduksi dengan Metode Ceramah dan Buku Saku Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 6 Banjarmasin. KTI. DIV Bidan Pendidik STIKes Husada Borneo Banjarbaru. Aziz. Muhammad Thariq. Pengaruh Metode Pendidikan Kesehatan Terhadap Pemahaman dan Respon Santri Kelas I dan II Madrasah Tsanawiyah Tentang Pencegahan Penyakit Scabies di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra Martapura Tahun KTI. Akademi Keperawatan Intan Martapura. Daftar Pustaka