Tektista Relinda Putri. Fadila Rahma Noor Hidayah. Dita Hanna Febriani Gambaran Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta GAMBARAN PENGETAHUAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Tektista Relinda Putri1. Fadila Rahma Noor Hidayah2. Dita Hanna Febriani3* STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: relindaputri8@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: fadilanew08@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: dhitahanna@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penderita diabetes mellitus (DM) yang memiliki tingkat pengetahuan yang bervariasi mengenai penyakit dan cara pengelolaannya dapat mempengaruhi kadar gula darah. Pengetahuan yang baik tentang diabetes penting untuk mengontrol gula darah dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Sebaliknya, pengetahuan rendah dapat menghambat pengelolaan penyakit sehingga memicu peningkatan kadar gula darah dan munculnya komplikasi. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan pada pasien DM tipe 2 di Poli Endokrin RS Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 96 sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Diabetes Knowledge Quetionnaire (DKQ-. digunakan untuk mengambil data. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM tipe 2 sebagian besar . ,1%) memiliki pengetahuan dalam kategori sedang. Hal ini dimungkinkan karena lebih dari setengah dari total responden berusia lebih dari 60 tahun. Seiring bertambahnya usia kemampuan kognitif cenderung menurun sehingga berpengaruh dalam penerimaan informasi. Simpulan: Perawat diharapkan lebih aktif memberikan edukasi dengan mempertimbangkan karakteristik pasien serta menggunakan media kesehatan yang tepat untuk membantu pasien dalam menerima informasi. Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, pengetahuan ABSTRACT Background: Patients with diabetes mellitus (DM) have varying levels of knowledge about the disease and its management, which can affect blood sugar levels. Good knowledge about diabetes is important for controlling blood sugar and improving the patient's quality of life. Conversely, low knowledge can hinder disease management, leading to increased blood sugar levels and complications. Objective: To determine the knowledge profile of patients with type 2 diabetes at the Endocrine Clinic at Panti Rapih Hospital. Yogyakarta. Method: This was a descriptive quantitative study with a cross-sectional design. Ninety-six respondents were selected using a purposive sampling technique. The Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-. was used to collect data. Data analysis used univariate analysis. Results: The study showed that the majority . 1%) of patients with type 2 diabetes had moderate This is possible because more than half of the respondents were over 60 years old. Cognitive abilities tend to decline with age, which impacts on receiving information. Conclusion: Nurses are expected to be more active in providing education by considering patientAos characteristics and using appropriate health media to assist patients in receiving information. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, knowledge Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 PENDAHULUAN Brasil, dan Meksiko dengan total kasus Diabetes Mellitus (DM) merupakan sebanyak 10,7 juta (Frimantama et al. , 2. suatu kondisi patologis yang tergolong Berdasarkan dalam penyakit tidak menular bersifat kronis Indonesia ditandai dengan peningkatan kadar glukosa Istimewa Yogyakarta memiliki prevalensi dalam darah serta gangguan metabolisme DM tertinggi dibandingkan provinsi lain akibat disfungsi atau ketidak optimalan kerja dengan persentase sebesar 2,9% dan jumlah insulin (Simatupang, 2. DM terdiri dari penduduk tertimbang yang menderita DM beberapa jenis, namun sekitar 98% kasus 757 orang (Survei Kesehatan yang terdiagnosis merupakan DM tipe 2 Indonesia (SKI), 2. (IDF, Tingkat ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol mengakibatkan tingginya angka kunjungan DM di seluruh dunia dengan hampir terkait penyakit dan penatalaksanaanya yang mencatat bahwa terdapat 537 juta penderita tidak memiliki pemahaman yang memadai individu dari berbagai kelompok usia. IDF bervariasi, dengan hampir 50% diantaranya penyakit berbahaya yang dapat menyerang keputusan serta perilaku seseorang dalam International peringkat ketiga dalam daftar sepuluh besar Daerah krusial yang mempengaruhi pengambilan Diabetes Federation (IDF). DM menempati Pengetahuan tentang DM merupakan faktor mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan Kesehatan pengelolaan DM adalah tingkat pengetahuan permasalahan kesehatan utama yang serius (SKI) Survei Salah satu aspek fundamental dalam (Roissiana, 2. Penyakit ini menjadi (Intan et al. , 2. Pengetahuan yang IDF memperkirakan bahwa angka prevalensi DM pengendalian kadar glukosa darah karena akan meningkat menjadi 643 juta kasus pada penderita yang memiliki pemahaman yang tahun 2030 dan mencapai 783 juta kasus pada tahun 2045. Saat ini. Indonesia berada menerapkan gaya hidup sehat termasuk di peringkat ketujuh dari sepuluh negara dalam pengelolaan pola makan. Pola makan dengan jumlah kasus DM tertinggi setelah yang sehat, seperti mengonsumsi makanan Tiongkok. India. Amerika Serikat. Pakistan, secara teratur dengan porsi yang sesuai Tektista Relinda Putri. Fadila Rahma Noor Hidayah. Dita Hanna Febriani Gambaran Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dapat membantu mencegah lonjakan kadar menjaga kadar glukosa darah tetap stabil glukosa darah serta menjaga kestabilannya (Ukat et al. , 2. Selain itu, kurangnya (Sundari et al. , 2. pengetahuan mengenai potensi komplikasi Pengelolaan DM tidak hanya berfokus serius seperti gangguan kardiovaskular, pada pola makan, tetapi juga mencakup kerusakan saraf, gangguan fungsi ginjal, dan aktivitas fisik, terapi farmakologi, dan pemantauan kadar glukosa darah yang rendahnya kesadaran terhadap tanda-tanda semuanya merupakan pilar utama dalam manajemen penyakit ini. Penderita dengan keterlambatan dalam penanganan medis pemahaman yang lebih baik mengenai DM (Saputra et al. , 2. cenderung lebih aktif secara fisik, di mana Hasil Studi pendahuluan yang peneliti latihan rutin dengan frekuensi tiga hingga dapatkan pada 7 Oktober 2024 melalui empat kali per minggu dapat menurunkan wawancara dengan Kepala Instalasi Rawat risiko penyakit kardiovaskular, mengurangi Jalan kadar lemak jahat, serta meningkatkan Yogyakarta pasien/hari masih mengalami kadar gula menjaga kestabilan glukosa darah (Sundari darah tinggi akibat kurangnya pemahaman et al. , 2. Selain itu, terapi farmakologi terkait pengelolaan penyakit. Penelitian melalui konsumsi obat antihiperglikemia Wibisana et al. menemukan bahwa secara teratur berperan 75% penderita DM tipe 2 di Puskesmas penting dalam Poli Endokrin RS Panti Rapih Sukaresmi pemahaman yang baik tentang diabetes dan Hasil serupa juga ditemukan dalam mekanisme kerja obat yang digunakan studi Esse Puji et al. di Puskesmas Suli. Kabupaten Luwu, di mana 58,3% responden memiliki pengetahuan kurang dan Pasien 41,7% memiliki pemahaman cukup. Faktor- faktor seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, 3Ae5 mengontrol kadar glukosa darah, dimana mengurangi risiko komplikasi (Pharamita, rendahnya pemahaman penderita (Pawenrusi Namun, aspek-aspek pengelolaan et al. , 2. Variasi hasil dari kedua diabetes tersebut masih sering kurang dipahami oleh penderita, terutama terkait inkonsistensi dalam tingkat pengetahuan konsistensi dalam menjalankan pola makan penderita DM tipe 2. sehat dan aktivitas fisik secara teratur guna Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Berdasarkan uraian tersebut, penelitian pendengaran/penglihatan, riwayat gangguan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pada pasien DM tipe 2 di Poli Endokrin Rumah Rapih ukur kuesioner yang diadopsi dari Diabetes Yogyakarta. Penelitian ini secara khusus Knowledge Quetionnaire (DKQ-. yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dan sudah diuji validitas serta Sakit Panti Pengumpulan data menggunakan alat pendidikan, status pekerjaan, durasi penyakit. Kuisoner DKQ-24 versi Indonesia yang memperoleh informasi terkait DM, jenis reliabilitas ulang informasi yang didaptakan . Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat pengetahuan dan menggunakan teknik purposive sampling karakteristik responden. Penelitian ini telah berdasarkan kriteria inklusi pasien diabetes melitus tipe 2 dengan usia >18 tahun. Sub 121/SKEPK-KKE-XI-2024 verbal, bersedia Komite Etik Penelitian Kesehatan Rumah berpartisipasi dan kriteria eksklusi pasien tinggi . kor 17-. , sedang . , dan sebanyak 96 responden yang dihitung Tingkat pengetahuan dikategorikan sebagai 158 pasien DM tipe 2 dengan sampel jawaban salah atau tidak tahu diberi nilai 0. Poli Endokrin Rumah Sakit Panti Rapih mampu berkomunikasi menunjukan koefisien Setiap jawaban benar diberi nilai 1, dan gambaran pengetahuan pasien DM tipe 2 di dan pencegahan komplikasi . cross-sectional deskriptif untuk mengetahui pertanyaa. , kontrol glikemia . , kuantitatif deskriptif dengan pendekatan 85 Kuesioner ini terdiri dari 24 pertanyaan Penelitian ini menggunakan desain Populasi . Cronbach Alpha 0. 723 dengan nilai validitas METODE PENELITIAN Yogyakarta. Agrimon Sakit Panti Rapih. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Variabel (%) Usia Dewasa . -60 tahu. Tektista Relinda Putri. Fadila Rahma Noor Hidayah. Dita Hanna Febriani Gambaran Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Lansia . iatas 60 tahu. Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Diploma Sarjana Total Status Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Total Durasi Lama Penyakit < 5 tahun Ou 5 tahun Total Komplikasi Penyakit Terdapat Komplikasi Tidak Ada Total Pernah Mendapatkan Informasi Pernah Tidak Pernah Total Informasi Yang Didapatkan Tanda dan Gejala Penatalaksanaan Diit DM Komplikasi Total Sumber Informasi Keluarga Kelurahan Medsos Seminar Tenaga kesehatan Total Sumber: Data Primer,Desember 2024 Berdasarkan tabel 1 diatas, klasifikasi . ,1%) yang menderita DM tipe 2 berada usia WHO 2020, kelompok usia dewasa pada rentang usia lansia. Hal ini didukung adalah 20-60 tahun sedangkan di atas 60 tahun tergolong lansia. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan DM tipe 2 berusia di atas 45 tahun. Penelitian Wulandari . Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 Individu di atas 45 tahun memiliki risiko 9 Kadar LDL dan HDL berkorelasi kali lebih tinggi untuk menderita DM tipe 2 dengan trigliserida, lemak utama yang dibandingkan individu di bawah 45 tahun. memerlukan insulin untuk metabolisme Peningkatan risiko ini dipengaruhi oleh menurunkan sensitivitas insulin sehingga Akumulasi dapat meningkatkan risiko DM. glukosa dan berkurangnya jumlah sel beta Lebih dari setengah responden . ,5%) pankreas yang berperan dalam produksi yang menderita DM tipe 2 berada dalam Setelah usia 40 tahun, kadar glukosa darah puasa dapat naik sekitar 1Ae2 mg/dL menunjukkan bahwa individu yang tidak per tahun, sementara kadar glukosa darah dua jam setelah makan dapat meningkat mengidap DM tipe 2 dibandingkan yang antara 5,6 hingga 13 mg/dL (Melani & Menurut Larasati et al. Handayani, 2. aktivitas fisik selama bekerja membantu Penelitian Mayoritas responden . ,8%) dalam mengendalikan kadar glukosa darah dan penelitian ini berjenis kelamin perempuan. mencegah komplikasi. Status pekerjaan Hal ini sejalan dengan temuan Milita et al. berpengaruh pada risiko DM terutama pada . , menunjukkan prevalensi DM lebih pekerjaan dengan aktivitas fisik rendah. Aktivitas mengalami DM 2,777 kali lebih besar dibandingkan laki-laki. Salah satu faktor penyebabnya adalah perbedaan komposisi Penumpukan lemak ini meningkatkan risiko lemak tubuh dimana perempuan memiliki obesitas yang merupakan faktor utama proporsi lemak tubuh 20Ae25% dan laki-laki penyebab DM (Larasati et al. , 2. memiliki proporsi lemak tubuh 15Ae20% Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (Milita et al. , 2. Kelebihan lemak dapat lebih dari setengah responden . ,8%) menyebabkan obesitas yang meningkatkan pendidikan tertinggi pada jenjang sarjana. Adipositokin ini memicu resistensi insulin. Tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi menghambat glukosa masuk ke dalam sel. Perempuan cenderung memiliki kadar LDL dan trigliserida lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang dipengaruhi oleh hormon memperhatikan kesehatannya secara aktif. DM. Individu Tektista Relinda Putri. Fadila Rahma Noor Hidayah. Dita Hanna Febriani Gambaran Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Kesibukan kerja dan aktivitas padat sering DM meningkatkan viskositas darah sehingga Hal ini dapat memicu perubahan Hiperglikemia gaya hidup, pola makan tidak sehat, dan peningkatan kadar lipid yang berkontribusi rendahnya aktivitas fisik (Roissiana, 2. pada pembentukan plak aterosklerotik di Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinding pembuluh darah. Akumulasi plak ini . %) mengalami komplikasi penyakit dengan gangguan aliran darah, dan mengurangi elastisitas pembuluh darah. Komplikasi ini . %). Menurut Aini et al. Individu termasuk dalam komplikasi makrovaskuler dengan DM memiliki risiko 2Ae3 kali lebih DM yang memengaruhi arteri besar dan berperan dalam aterosklerosis (Aini et al. dibandingkan yang tidak menderita DM. Kadar glukosa darah tinggi pada penderita Tabel 2 Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Pengetahuan . (%) Tinggi Sedang Rendah Total Sumber: Data Primer,Desember 2024 Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian . ,1%) akses informasi, minat, lingkungan, dan sosial budaya (Buyung et al. , 2. Pemahaman yang belum optimal dapat Pengetahuan merupakan hasil dari proses terhadap pengobatan dan kesulitan dalam kognitif individu dalam mengenali suatu menerapkan gaya hidup sehat sehingga objek melalui pengalaman. Pengetahuan menurunkan kualitas hidup mereka. Hal ini mencakup segala informasi yang diperoleh juga dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti neuropati, nefropati, dan berkembang seiring waktu (Farida et al. retinopati diabetik serta memicu masalah kesehatan kronis lainnya. Temuan ini serupa dipengaruhi oleh faktor internal seperti usia dengan penelitian Triastuti et al. dan jenis kelamin, serta faktor eksternal seperti pengalaman, pendidikan, pekerjaan. Perkembangan 71,2% Namun. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 berbeda dengan penelitian Mulyana et al. motivasi individu dalam mencari informasi serta menjaga pengelolaan penyakitnya. responden memiliki pengetahuan tinggi. Pasien yang telah lama hidup dengan DM Perbedaan hasil penelitian ini disebabkan tipe 2 sering mengalami kelelahan mental oleh karakteristik responden kami sebagian besar berusia lanjut . i atas 60 tahu. , durasi Audiabetes distressAy. Keadaan ini dapat penyakit yang lebih lama, dan kualitas mengurangi semangat mereka untuk aktif informasi yang diterima. mencari informasi terkait penyakitnya dan Dalam Akibatnya, sebagian pasien responden berada dalam kategori lansia . i menjadi kurang memperhatikan pentingnya atas 60 tahu. Hal ini sejalan temuan kontrol gula darah, pola makan yang teratur. Buyung et al. bahwa usia merupakan serta aktivitas fisik yang rutin (Rahmani et faktor penting yang memengaruhi tingkat , 2. Seiring Pemahaman bertambahnya usia, kemampuan kognitif optimal juga memungkinkan pasien kurang dapat menerima informasi. Hasil penelitian penyerapan informasi cenderung mengalami Nurasyifa et al. menunjukkan bahwa penurunan (Buyung et al. , 2. Penurunan ini dapat memengaruhi kemampuan lansia Mispersepsi pertama muncul termasuk informasi terkait Diabetes Mellitus karena masyarakat sering mengasosiasikan DM dengan istilah "penyakit kencing manis" Sebanyak 75% responden yang telah atau "penyakit gula", sehingga terbentuk menderita DM selama Ou 5 tahun. Hasil ini persepsi bahwa konsumsi gula berlebihan sejalan dengan penelitian Rahmi et al. menjadi penyebab utama DM. Sementara itu, . , bahwa 92,3% responden telah anggapan bahwa DM disebabkan oleh terdiagnosis DM selama Ou 5 tahun. Individu kegagalan ginjal dalam menyaring gula juga yang hidup dengan penyakit kronis dalam tidak tepat. DM lebih berkaitan dengan jangka waktu lama umumnya memiliki gangguan regulasi kadar glukosa dalam tubuh akibat kelainan sekresi atau fungsi memengaruhi proses pengobatan mereka. Secara umum. DM tipe 2 terjadi Namun, durasi panjang dalam menghadapi akibat resistensi insulin (Nurasyifa et al. DM dapat menimbulkan rasa jenuh dan Tektista Relinda Putri. Fadila Rahma Noor Hidayah. Dita Hanna Febriani Gambaran Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Dari Dari bahwa hampir seluruh responden . ,8%) Bagi Perawat Perawat diabetes melitus dari tenaga kesehatan. Diharapkan Meskipun demikian, pengetahuan responden memberikan edukasi terutama terkait etiologi DM, kontrol glikemia, dan informasi tidak selalu berkorelasi dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk peningkatan pemahaman yang signifikan. edukasi pasien. Kualitas informasi menjadi faktor penting . ,7%) Bagi Rumah Sakit Rumah Sakit Panti Rapih berfokus pada penatalaksanaan, sementara Perlu mengembangkan program edukasi aspek lain seperti tanda dan gejala atau komplikasi kurang dieksplorasi. Media dan penyediaan leaflet atau video informatif metode penyampaian juga memainkan peran dan penyelenggaraan seminar atau kelas Beberapa pasien mengungkapkan manajemen diabetes bagi pasien dan bahwa informasi hanya disampaikan secara Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian mempengaruhi kedalaman diskusi. Oleh memperluas cakupan sampel agar hasil karena itu, diperlukan perbaikan dalam lebih akurat dan representatif. penyusunan materi edukasi yang lebih DAFTAR PUSTAKA optimalisasi waktu untuk meningkatkan Aini. Wicaksana. , & Pangastuti. Tingkat Risiko Kejadian Kardiovaskular pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 4. , 182. https://doi. org/10. 32419/jppni. Buyung. Armaijn. , & Toka. Do. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kota Ternate. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 20. https://doi. org/10. 19184/ikesma. Farida. Sugeng Walujo. , & Aulia MarAoatina. Hubungan Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus pemahaman pasien tentang DM. SIMPULAN DAN SARAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden pada pasien DM tipe 2 di Poli Endokrin Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta sebagian besar tergolong memiliki tingkat pengetahuan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 di Puskesmas X. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3. , 125Ae130. https://doi. org/10. 37311/ijpe. Frimantama. Widodo. Faradila. Yuliani. , & Lestarisa. Hubungan Pola Makan . Umur . Dan Jenis Kelamin Dengan Puskesmas Buntok The Relationship Between Dietary Patterns . Age . And Gender With The Incidence Of Type 2 Diabetes Mellitus In The Working Area Of. 62Ae66. https://doi. org/10. 37304/barigas. IDF. IDF Diabetes Atlas 2021 _ IDF Diabetes Atlas. In IDF official website. https://diabetesatlas. org/atlas/tenthedition/https://diabetesatlas. org/data/e n/world/ Intan. Berliana. , & Adi. Hubungan Tingkat Kesadaran Diri Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso. , 53Ae82. Larasati. Clarta, & Nugraha D. Tingkat Pengetahuan Tentang Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Yogyakarta. Jurnal Indonesia Sehat : Healthy Indonesian Journal, 2. , 109Ae116. https://jurnal. org/index. php/ju rinsejurinse@samodrailmu. Melani. , & Handayani. Analisis Tingkat Stres Terkait Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1. , 101Ae113. http://journal. id/sju/index. php/IJP Milita. Handayani. , & Setiaji. Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II pada Lanjut Usia di Indonesia (Analisis Riskesdas 2. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 17. , https://doi. org/10. 24853/jkk. Nurasyifa. RU. , & Pratiwi. Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Manajemen Diri Pasien Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2. Pawenrusi, esse puji. Kamariana, & Jumade. Gambaran Karakteristik Dan Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dipuskesmas Suli Kabupaten Luwu. Jurnal Mitrasehat, 11. , 148Ae154. https://doi. org/10. 51171/jms. Rahmani. Suryatno. Ulandari. Sukardin, & Nurhayati. Hubungan Lama Menderita Penyakit Kronis dengan Quality of life ( Qol ) pada Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Banyumulek. Jurnal Prima, 9. , 99Ae106. Roissiana. Hubungan Tingkat Pendidikan. Pengetahuan. Usia dan Riwayat Keluarga DM dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Usia Dewasa Muda. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2. , 137Ae https://doi. org/10. 55123/sehatmas. Saputra. Asman. Faizah. Faradinah. Oktabina. Solikhah. Lufianti. & Yessi. Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana. Pradina Pustaka.