LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. IDENTIFIKASI IDENTITAS RAJA DALAM DANIEL 9:25-27 Andreas Kongres Pardingotan Simbolon1. Petra Harys Alfredo Tampilang2. Frendy S3 Universitas Kristen Immanuel1,3. Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Mamasa2 kongrescr1@gmail. com1, petra. tampilang@gmail. frendys1604@gmail. Abstrak Kitab Daniel merupakan bagian dari Alkitab Perjanjian Lama yang terdiri dari narasi historis dan nubuat eskatologis. Salah satu pasal yang memuat nubuat signifikan adalah Daniel 9:25-27, yang berbicara mengenai 70 minggu, termasuk identitas raja yang disebutkan dalam Nubuat ini memiliki implikasi teologis dan historis yang penting, khususnya dalam menghubungkan konteks akhir 70 minggu (Daniel 9:. dengan awal 69 minggu (Daniel 9:25-. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain interpretatif, khususnya studi Analisis dilakukan melalui penafsiran teks Alkitab, ditunjang oleh kajian sejarah serta literatur akademik yang relevan untuk mengidentifikasi kandidat raja yang dimaksud dalam nubuat Daniel 9:25-27. Penelitian menemukan bahwa identitas raja dalam Daniel 9:25-27 terkait erat dengan konteks sejarah sekitar tahun 536 SM, yang menandai akhir dari masa 70 minggu. Analisis menunjukkan bahwa raja yang dimaksud dapat dipahami dalam perspektif historis dan teologis berdasarkan rentang waktu yang dijelaskan dalam nubuat. Hasil kajian ini memberikan wawasan baru mengenai keterkaitan antara teks Daniel 9:25-27 dengan konteks historis serta amanat teologisnya. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai kronologi nubuat 70 minggu memperkaya interpretasi mengenai identitas raja yang dimaksud dalam teks ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memahami konteks nubuat Daniel 9:25-27 membutuhkan analisis mendalam terhadap teks, sejarah, dan teologi. Identitas raja dalam pasal ini memberikan perspektif penting untuk memahami pesan kitab Daniel dalam konteks sejarah dan iman. Kata Kunci: Daniel 9:25-27. Identitas Raja. Nubuat. Identifikasi. Abstract The Book of Daniel is part of the Old Testament Bible which consists of historical narratives and eschatological prophecies. One article containing an important prophecy is Daniel LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. 9:25-27, which speaks of the 70 weeks, including the identity of the king mentioned in the text. This prophecy has important theological and historical implications, especially in connecting the context of the end of the 70 weeks (Daniel 9:. with the beginning of the 69 weeks (Daniel 9:2. This research uses qualitative methods with an interpretive design, especially a thematic The analysis was carried out through interpretation of the Bible text, supported by historical studies and relevant academic literature to identify the king candidate referred to in the prophecy of Daniel 9:25-27. Research finds that the identity of the king in Daniel 9:25-27 is closely related to the historical context around 536 BC, which marked the end of the 70 weeks. Analysis shows that the king in question can be understood in a historical and theological perspective based on the time span described in the prophecy. The results of this study provide new insight into the relationship between the text of Daniel 9:25-27 and its historical context and theological message. A deeper understanding of the chronology of the 70 weeks of purification prophecy regarding the identity of the king contained in this text. This research concludes that understanding the context of the prophecy of Daniel 9:25-27 requires in-depth analysis of the text, history, and theology. The identity of the king in this chapter provides an important perspective for understanding the message of the book of Daniel in the context of history and Keywords: Daniel 9:25-27. King Identity. Prophecy. Identification. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. PENDAHULUAN Kitab Daniel dalam Perjanjian Lama adalah salah satu teks yang penuh dengan nubuat dan teka-teki yang telah lama menjadi perhatian para teolog, penafsir, dan cendekiawan Alkitab. Daniel tidak bernubuat tentang banyak hal yang berbeda, melainkan tentang tiga hal utama yang diulang beberapa kali. Dia menubuatkan kedatangan Mesias yang pertama, kedatangan Antiokhus Epiphanes, dan kedatangan Mesias yang kedua kali. 1 Salah satu nubuat yang paling terkenal dan menantang untuk diidentifikasi adalah yang terdapat dalam pasal 9, yaitu Daniel 9:25-27. Bagian ini mengandung nubuat mengenai seorang raja atau pemimpin yang memainkan peran penting dalam sejarah dan eskatologi agama Kristen. Penafsiran teks ini memiliki implikasi teologis yang signifikan dalam pemahaman Kristen tentang Mesias, kejadian-kejadian akhir zaman, dan sejarah keselamatan manusia. Penganut paham dispensasionalis premilenial percaya bahwa jalannya sejarah dan rangkaian peristiwa yang akan menandai akhir dunia seperti yang kita ketahui telah dinubuatkan dengan sangat spesifik di dalam Alkitab. Banyak penganut dispensasionalisme pra-milenial, yang para pemimpinnya menyatakan diri mereka sebagai Auguru nubuat,Ay sangat sibuk dengan spekulasi akhir zaman dan percaya bahwa Allah telah menentukan rencana yang spesifik dan terperinci untuk hari-hari terakhir yang telah diuraikan dengan sangat khusus dalam Alkitab. 3 Para praktisi hermeneutika dispensasional pra-milenial kurang memperhatikan konteks sejarah dari mana sebuah kitab alkitabiah berasal. Selain itu, mereka sering kali menarik ayat-ayat tertentu keluar dari konteksnya dan menyatukannya dengan ayat-ayat Alkitab dari konteks Alkitab yang sangat berbeda untuk menghasilkan sebuah teks baru, yang kemudian mereka tafsirkan. Pasal ini mengungkapkan perhitungan waktu yang mengarah kepada kedatangan Mesias dan kejadian-kejadian signifikan di masa depan. Teks ini menyiratkan bahwa dari saat perintah untuk mengembalikan dan membangun kembali Yerusalem diberikan, hingga kedatangan Mesias, akan ada tujuh minggu dan tujuh puluh minggu. Ini adalah teks yang sangat penting dalam perjanjian dan eskatologi Kristen, karena menimbulkan pertanyaan tentang identitas Mesias, peristiwa-peristiwa akhir zaman, dan pemahaman tentang sejarah keselamatan manusia. Mengingat 70 tahun dalam Daniel, tujuh puluh tujuh secara alami juga mengacu pada jumlah tahun. bukan lagi 70 tapi sekarang 70 kali lebih banyak. 5 Pada akhir masa, umat Daniel Rodney Stordz. Preaching The Word Daniel, ed. Kent Hughes (Amerika Serikat: Crossway Books. Gerbern S. Oegema. Yudaisme Awal Dan Kebudayaan Modern: Sastra Dan Teologi (Grand Rapids: Eerdmans, 2. Jeffrey Khoo. AuDispensational Premillennialism in Reformed Theology: The Contribution of J. Buswell to the Millennial Debate,Ay Journal of Evangelical Theological Society 44, no. : 697Ae717. Ibid. RICHARD S. HESS. AuThe Seventy Sevens of Daniel 9: A Timetable for the Future?,Ay Atlaserial 3, no. : 3Ae4. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. dan kota Yerusalem mereka akan mengakhiri dosa mereka, membawa keadaan kebenaran yang kekal, memeteraikan penglihatan dan nubuatan, dan mengurapi ruang Mahakudus. Maksud yang terakhir ini tidak perlu mengacu pada tempat maha suci di Bait Suci dimana tabut itu berada. Ini mungkin merujuk pada altar (Kel. atau pengorbanan atau benda yang dipersembahkan kepada Tuhan. Bahkan, bisa juga merujuk pada seseorang. Pemahaman paling alami tentang kata yang diurapi di ay . 25 dan 26 sama dengan yang diurapi dalam ay 24, yaitu6 saat itu tahun 457 SM yang dikatakan dalam Daniel 9:25, meskipun kelihatannya luar biasa, adalah bahwa sejak tanggal dikeluarkannya dekret tersebut pada tahun 457 SM sampai yang diurapi sang Mesias datang akan ada tujuh tujuh ditambah enam puluh dua tujuh, total enam puluh sembilan tujuh. Itu adalah 483 tahun. Ayat ini menubuatkan kedatangan AuYang DiurapiAy dan menyebut dia Aupenguasa. Ay Hal ini menghubungkan dia dengan nubuatan yang dibuat oleh Mikha dua ratus tahun sebelumnya. Ada yang percaya bahwa dikeluarkannya dekrit tersebut dilakukan oleh Raja Artaxerxes pada zaman Nehemia, yaitu tahun 445 SM. Hal ini tidak dapat ditentukan dengan pasti, melainkan menggunakan kalender matahari dengan tanggal sebelumnya . SM) atau kalender lunar dengan tanggal sebelumnya . SM). tanggal yang terakhir . SM) Anda masih sampai pada waktu yang kita tahu bahwa Kristus ada di bumi ini. Konteks sejarah, hermeneutis, dan eskatologi memiliki peran yang sangat penting dalam identifikasi identitas raja dalam Daniel 9:25-27. Yaitu, pertama dalam Konteks sejarah dalam konteks sejarah ini dapat membantu untuk mengidentifikasi peristiwa dan tokoh-tokoh historis yang berkaitan dengan teks. Dan juga membantu dalam mengidentifikasi perintah untuk membangun kembali Yerusalem, peristiwa-peristiwa sejarah yang berperan dalam pemenuhan nubuat, dan pemahaman lebih mendalam tentang apa yang dimaksud dalam teks serta jika tahu siapa yang memerintahkan perintah tersebut dan siapa yang berperan dalam sejarah Israel pada periode itu, penulis dapat lebih mudah mengidentifikasi siapa yang dianggap sebagai "raja" dalam teks tersebut. 7 Keterkaitannya dengan ini adalah, untuk membantu mengaitkan teks dengan peristiwa sejarah konkret, seperti perintah yang dikeluarkan oleh raja Persia, yang berpengaruh besar dalam sejarah Israel. Kedua. Hermeneutis membantu dalam memahami teks itu sendiri, seperti pengertian kata-kata, tata bahasa, struktur, dan gaya penulisan. Ini penting untuk memastikan bahwa peneliti memahami teks dengan benar sebelum mencoba mengidentifikasi identitas raja. Serta kesesuaian dengan konteks yaitu. Hermeneutis membantu untuk memastikan bahwa penafsiran teks sesuai dengan konteks historis dan bahasa Alkitab aslinya. Ini menghindari penafsiran yang keliru atau sembrono. Ketiga, eskatologi, dikarenakan Daniel 9:25-27 merujuk pada masa yang mengarah ke kedatangan Mesias. Identifikasi identitas raja dalam teks ini sangat berkaitan dengan pemahaman tentang kedatangan Mesias, yang merupakan inti dari eskatologi Kristen. Dengan demikian, pemahaman eskatologi J Collins. On the Old Latin. Vul-Gate and Peshitta Readings (Minneapolis: Fortress, 1. Tim Meadowcroft. AuExploring The Dismal SWAMP: The Identity Of The Anointed One In Daniel 9:2427,Ay Jurnal Sastra Alkitab 3, no. : 4Ae5. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. memainkan peran penting dalam identifikasi identitas raja dalam Daniel 9:25-27 karena nubuat ini memiliki dampak langsung pada pemahaman Kristen tentang masa depan, peristiwa akhir zaman, dan kedatangan Mesias. Ini menjadikan eskatologi relevan dalam menjelaskan dan menginterpretasikan teks tersebut dalam konteks pemahaman Kristen yang lebih luas. Penelitian yang berkaitan dengan Daniel 9:25-27 telah dilakukan oleh berbagai akademisi dengan pendekatan yang beragam. Brempong Owusu-Antwi dalam disertasinya AuAn Investigation of the Chronology of Daniel 9:24-27Ay menyajikan analisis mendalam terhadap istilah-istilah Ibrani dan struktur teks. 8 Penelitian ini menegaskan bahwa nubuat ini berbicara tentang Yesus Kristus sebagai Mesias, dengan pendekatan historis-mesianis yang sesuai dengan struktur dan konteks Kronologi nubuat dihubungkan dengan perintah Artaxerxes I kepada Ezra sebagai penanda awal periode nubuat ini. Ulrich dalam artikelnya AuHow Early Judaism and Christianity Read Daniel 9:24Ae27Ay mengeksplorasi bagaimana Yudaisme awal dan Kekristenan menafsirkan nubuat ini dalam konteks Fokusnya adalah pada dampak krisis Antiochus IV terhadap tafsir teologis nubuat 70 9 Artikel ini menyoroti bahwa penafsiran pada periode tersebut sering kali dipengaruhi oleh kejadian-kejadian historis yang relevan, termasuk penghancuran dan pemulihan Bait Suci. Dalam konteks nasional, artikel AuDoa dan Harapan Akan Allah yang Membebaskan: Sebuah Tafsiran Post-Kolonial terhadap Daniel 9Ay yang diteliti oleh Christoffel Benyamin menggunakan hermeneutika post-kolonial untuk menganalisis teks Daniel 9. 10 Penulis menyoroti bahwa doa Daniel menggambarkan harapan akan pembebasan umat Allah dari penindasan, yang relevan dengan perjuangan spiritual masyarakat modern. Sama halnya dengan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini juga akan membahas Daniel 9 dan berfokus pada ayat 25-27. Namun, penelitian ini memberikan penekanan khusus pada identifikasi tokoh raja dalam kaitannya dengan konteks historis dan eskatologis melalui analisis hermeneutik dan tematik. Mengidentifikasi raja dalam teks Daniel 9:25-27 dapat membantu dalam memahami peran dan makna yang lebih dalam dari Mesias dalam teologi Kristen serta memperdalam pemahaman tentang eskatologi Kristen. Dengan demikian Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis identitas raja yang dimaksud dalam Daniel 9:25-27. Identifikasi ini akan didasarkan pada penafsiran teks Alkitab itu sendiri, dengan mempertimbangkan konteks sejarah dan literatur Peneliti juga akan menyelidiki berbagai pandangan teologis dan interpretasi yang ada dalam tradisi Kristen sehubungan dengan teks ini. Brempong Owusu-antwi. AuAn Investigation of the Chronology of Daniel 9 : 24-27 Thank You for Your Interest in the Andrews University Digital Library of Dissertations and Theses . Ay . : 24Ae27. DEAN R. ULRICH. AuHow Early Judaism Read Daniel 9:24-27,Ay Old Testament Essays 27, no. 1062Ae1083. Nefry Christoffel Benyamin. AuDoa Dan Harapan Akan Allah Yang Membebaskan,Ay Jurnal Abdiel : Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 3, no. : 48Ae59, http://journal. stt-abdiel. id/JA/article/view/36. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan interpretative desain khususnya metode tematik 11 dan mencakup analisis teks Alkitab dengan dukungan kajian sejarah dan literatur yang relevan. Metode kualitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami dan mengeksplorasi fenomena sosial secara mendalam dan komprehensif. Prosedur-prosedur analisis sastra ini menggunakan 4 . penafsiran, yaitu: penafsiran literal, konteks, struktur, penggunaan kata-kata kiasan. 12 Oleh sebab itu, karya ilmiah ini mengikuti langkah-langkah hermeneutika dengan melakukan sejumlah analisis untuk mencoba mengungkapkan makna dari teks tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kitab Daniel terdiri dari dua bagian utama: sejarah Daniel dan penglihatan-penglihatan nabi Daniel. Daniel adalah sebuah kiamat sejarah yang ditulis antara tahun 167 dan 164 SM. Beberapa orang mungkin terkejut melihat Daniel terlambat berkencan. Mereka yang menganut pembacaan kitab suci AuharfiahAy bersikeras bahwa kitab Daniel ditulis pada zaman Babilonia dan era Persia karena isi enam pasal pertama. Buku ini mungkin paling terkenal karena kisah-kisah yang terdapat dalam enam pasal pertama ini: kisah ketiga sahabat Daniel yang dilemparkan ke dalam tungku api. kisah Daniel dan gua singa. dan kisah mimpi Raja Nebukadnezar yang ditafsirkan Daniel. 13 Kisah-kisah ini adalah kisah-kisah Diaspora awal, yang ditulis untuk memberikan contoh kesetiaan Yahudi bagi mereka yang tersebar di seluruh Timur Dekat kuno selama dan setelah pengasingan di Babilonia. Kitab Daniel menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran spiritual bagi banyak orang dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Interpretasi terhadap nubuat-nubuatnya sering kali menjadi perdebatan, tetapi pesan-pesan tentang iman, keteguhan, dan harapan tetap menjadi pokok nilai dalam kitab Hasil dan Pembahasan Daniel 9 membentuk doa pertobatan seperti yang ditemukan dalam gulungan-gulungan Yahudi lainnya yang ditulis setelah jatuhnya Yerusalem, seperti Ezra 9 dan Neh 9. Semua ini menggambarkan sejarah Israel sebagai sejarah dosa dan menggambarkan penghakiman yang adil. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif Dan R\&D (Bandung: Alfabeta, 2. Grant Osborne. Spiral Hermeneutika: Pengantar Komprehensif Bagi Penafsiran Alkitab (Surabaya: Momentum, 2. LeAnn. AuDaniel 9:24-27 Dan Kesengsaraan,Ay Review dan Expositor, no. : 4. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Tuhan yang berpuncak pada kehancuran kota dan dalam deportasi orang-orang. Dalam kitab Ezra dan Nehemia, hal-hal tersebut diikuti dengan komitmen baru umat dan rasa pengabdian yang diperbarui kepada Allah melalui tindakan dan janji yang spesifik. Menurut beberapa Auguru nubuatAy yang paling populer. Dan 9:24-27 adalah ramalan alkitabiah tentang antikristus yang menandatangani perjanjian perjanjian tujuh tahun dengan Israel yang baru didirikan, yang mengawali kesengsaraan yang digambarkan dalam Wahyu 6-16. Referensi alkitabiah yang mendasari penandatanganan perjanjian ini ditemukan dalam Dan 9:27. Ini adalah kumpulan ayat yang sulit untuk ditafsirkan. Intinya, tujuh puluh minggu adalah upaya untuk menafsirkan nubuatan yang terdapat dalam kitab Yeremia . :11-12. di mana nabi meramalkan bahwa Yehuda akan diasingkan di Babel selama tujuh puluh tahun. Kenyataannya, pengasingan berlangsung selama sekitar empat puluh sembilan tahun . /6 SM hingga 538 SM). Yerusalem jatuh ke tangan raja Nebukadnezar dari Babel pada tahun 587/6 SM, dan pada tahun 538 SM Cyrus, raja Persia mengeluarkan dekrit bahwa orang-orang Yahudi bebas kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali kota dan bait suci (Ezra 1:1-. Tanggal penting dalam kitab Daniel adalah tahun 536 SM. Tanggal ini menandai akhir dari 70 minggu dari Dan 9:24 dan awal dari 69 minggu Dan 9:25-26, pada yang ujungnya adalah seorang mesias akan muncul dan Yerusalem akan menjadi dibangun Kembali. Dia muncul 69 tahun setelah Cyrus diterbitkan miliknya dekrit di dalam Pemberian tahun 536 SM itu Yahudi izin "untuk memulihkan Dan ke membangun kembali Yerusalem. "15 Dapat di lihat bahwa, tujuh puluh "minggu" dari Dan 09:24 dirujuk ke masa lalu 70 tahun pengasingan di Babilonia, bukan di masa depan, dan jangka waktu enam puluh sembilan "minggu" memang dimaksudkan untuk itu tanda kedatangan seorang mesias, dan mesias itu adalah Nehemia, bukan Yesus. Perjanjian Lama sebagai sesuatu yang bulat dan simbolis. Misalnya, bangsa Israel dikatakan telah mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun. Empat puluhn adalah angka simbolis dalam Perjanjian Lama dan dalam seluruh Alkitab (Yesus dicobai di padang gurun selama empat puluh hari. Mat 4:. , yang berarti Auwaktu yang lama. Ay Dalam Daniel 9. Autujuh puluh minggu tahunAy memiliki nuansa yang lebih luas dari pemahaman kaum Lewi mengenai perjanjian dan juga determinisme Sejak awal, sudut pandang non-Mesianis juga ada terdaftar . Mungkin hal ini sebagian disebabkan oleh terjemahan Yunani Kuno dari Daniel 9:26: a AE AA E a E E s A EE EAE NAE I AEE . EA Aa Ia E A U a EU AE kamu NAEEs ("dan setelah tujuh tujuh puluh dan enam puluh dua, urapan . tau 'pengurapan/ NAE ] akan diambil lenyap dan tidak akan terjadi lagi, dan kerajaan bangsa-bangsa lain akan binasa kota dan kuil dengan yang diurapi"). 16 Dapat dilihat bahwa para penerjemah Ibid. Benno A. Zuiddam. AuThe Shock Factor of Divine Revelation: A Philological Approach to Daniel 8 and 9,Ay An International Journal of Nordic Theology 2, no. : 10Ae12. Jack Finegan. Buku Pegangan Kronologi Alkitab (Peabody. MA: Hendrick putra, 1. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Septuaginta berusaha keras untuk membuat teksnya menyatakan apa yang dimaksud mereka ingin hal itu dikatakan. Setelah jumlah angkanya . menjadi sub ditelusuri dari awal era Seleukia . -310 SM), itu hasilnya mudah jatuh pada 172-71 SM, yaitu perkiraan tahun pembunuhan pendeta tinggi Onias i selama kekacauan beberapa kali Antiokhus IV Epiphanes. Para penganut dispensasionalis premilenial memiliki penafsiran yang sangat berbeda terhadap Dan 9:24-27. Mereka memahami ayat-ayat ini sebagai ramalan mesianik, ramalan tentang Yesus dan kedatangan Yesus yang kedua kali. 17 Untuk mencapai pemahaman ini, mereka menggabungkan tujuh minggu dan enam puluh dua minggu (Dan 9:. menjadi satu jangka waktu, yang sama dengan enam puluh sembilan minggu. Kemudian mereka menyatakan bahwa waktu keluarnya firman untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem (Dan 9:. terjadi pada tahun 458/7 SM ketika Artaxerxes I mengutus Ezra sang ahli Taurat untuk kembali ke Yerusalem guna membangun kembali peribadatan di bait suci (Ezra 7:1-. Mereka kemudian mengurangi 483 tahun . ujuh minggu tahun ditambahkan ke enam puluh dua minggu tahun. empat puluh sembilan ditambah . dari tahun 458/7 SM. Jawabannya adalah minus dua puluh lima, atau 25 M. 18 Dengan menggunakan rumusan ini mereka dapat mengklaim bahwa berakhirnya masa enam puluh sembilan tahun dan berakhirnya masa Mesias yang disebutkan dalam ayat 26 dapat ditafsirkan sebagai berikut: Au Setelah kemunculan Mesias sebagai Penguasa 483 tahun setelah enam puluh sembilan tahun minggu telah dimulai-dia akan disingkirkan. Ay Misalnya, mungkin ada singgungan terhadap Daniel dalam kitab Tobit, dari abad ketiga atau kedua SM. Sebagaimana dibuktikan oleh fragmenfragmen Qumran, teks aslinya dalam bahasa Aram, baik dalam fragmen bahasa Aram maupun dalam terjemahan Yunani Codex Sinaiticus. Ayat 25 mengambil enam puluh sembilan tujuh dan membaginya menjadi dua bagian, jumlah sempurna tujuh tujuh dan sisanya enam puluh dua tujuh. Tidak ada alasan yang lebih jelas diberikan untuk pembagian ini, juga tidak ada sesuatu yang khusus yang diidentifikasi antara tujuh tujuh dan enam puluh dua tujuh. Namun, keputusan untuk membangun kembali Yerusalem menandai awal dari keseluruhan periode tersebut. Penafsirannya yang alami dan langsung paling masuk akal adalah keputusan Cyrus yang memerintahkan orang-orang Yahudi yang dideportasi dan diasingkan untuk kembali ke tanah air mereka. Tanggalnya berbeda-beda antara tahun 539 dan 537 SM. Kedatangan Mesias terjadi pada akhir periode ini. Yang dimaksud dengan pembangunan kembali kota ini meliputi pembangunan alun-alun dan saluran atau saluran air. 20 Hal ini mungkin menunjukkan bahwa kota tersebut akan dihuni oleh manusia, dan tidak hanya menjadi benteng pertahanan bagi istana dan kuil. Periode enam puluh sembilan minggu itu akan berakhir pada masa-masa sulit. sikap pertobatan Daniel memainkan peran penting. Ayat ini diakhiri dengan LeAnn. AuDaniel 9:24-27 Dan Kesengsaraan. Ay Ibid. Robert J. Littman. The Book of Tobit in Codex Sinaiticus (Leiden: Brill, 2. RICHARD S. HESS. AuThe Seventy Sevens of Daniel 9: A Timetable for the Future?Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. perintah kepada Daniel untuk membedakan penglihatan tersebut dan memahami penafsirannya, dengan menggunakan akar kata yang sama, byn, seperti yang ditemukan dalam ayat sebelumnya yang menggambarkan apa yang malaikat datang berikan kepadanya. Ayat 26 menggambarkan sisa 62 minggu yang menandai waktu sampai yang diurapi, atau Mesias, disingkirkan, yaitu dia dibunuh. Mengingat bahwa angka-angka ini bersifat simbolis dan bukan aritmatika, ia merujuk pada tindakan pemotongan hewan yang dilakukan Abraham dalam Kejadian 15 untuk perjanjian dengan Allah. Di sana, kata kerja yang sama digunakan. Abram membunuh binatang-binatang itu sebagaimana Mesias akan dibunuh pada akhir zaman ini. Rujukan pada penghancuran kota oleh "seorang pemimpin yang datang" mengacu pada bangsa Romawi di bawah pemerintahan Titus yang menghancurkan kota tersebut pada tahun 70 M. 21 Ini tidak dapat merujuk pada Antiokhus IV pada abad kedua SM, yang tidak pernah menghancurkan Yerusalem atau kuilnya. Rujukan pada perang dan kehancuran merujuk pada masa penderitaan yang terus berlanjut. Ayat 27 menyatakan bahwa pemimpin akan memaksakan sebuah perjanjian, dengan menggunakan kata kerja yang tidak biasa wehigbtr. Pada pertengahan minggu ke-70, pemimpin ini akan mengakhiri pengorbanan di bait suci dan mendirikan "sayap kekejian yang menyebabkan " Frasa yang tidak jelas ini mengacu pada suatu bentuk penyembahan berhala. Sebagaimana kehancuran diperintahkan bagi umat Allah . istilah yang sama dalam Yes 10:. , demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin ini. Maka akhir akan tiba. Salah satu pengamatan terpenting yang dilakukan Baldwin adalah bahwa, dalam rentang waktu yang sangat lama ini, perhitungan dalam kaitannya dengan sejarah aktual tetap bersifat Sebagaimana dicatat, hal ini diutamakan dalam Kejadian 15:13, di mana 400 tahun menjadi empat generasi tiga ayat kemudian. Menulis sekitar 23 tahun sebelum Baldwin. Norman Porteous menyebut sosok Daniel sebagai "angka bulat" yang tujuannya adalah untuk menekankan bahwa tindakan Tuhan sudah dekat dan semuanya telah mengarah ke titik ini. Hal ini terkait dengan 70 tahun pengasingan yang disebutkan dalam Yer 25:11-12 dan diperpanjang di sini di Daniel sampai 70 minggu tahun. 24 Tujuh tujuh tahun pertama, atau 49 tahun, mengacu pada periode antara penghancuran kuil Yerusalem pada tahun 587/586 SM dan berakhirnya kekuasaan Babilonia oleh Cyrus dari Persia pada tahun 539. 538, atau 537 SM, bergantung pada siapa yang mengikuti dan seberapa tepat 49 tahun ini seharusnya. Perdebatan lainnya adalah pertanyaan tentang siapa atau apa yang diurapi. Kata bahasa Inggris Aupangeran yang diurapiAy atau Auyang diurapiAy dalam Dan 9:25-26 menerjemahkan kata Ibid. Ibid. Joyce G. Baldwin. Daniel: An Introduction and Commentary (Leicester: Antar Universitas, 1. Richard S. Hess. The ExpositorAos Bible Commentary, ed. Longman HI dan D. E . Garland, 1st ed. (Grand Rapids: Zondervan, 2. George Athas. AuIn Search of the Seventy AoWeeksAo of Daniel 9",Ay Journal of Hebrew Scriptures 9 . 16Ae20. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Ibrani masiah. Septuaginta menerjemahkan kata tersebut sebagai Christos dan versi bahasa Inggris menerjemahkannya sebagai AuChrist. Ay Dalam Perjanjian Baru istilah AuKristusAy mengacu pada Yesus, namun kata masiah muncul tiga puluh delapan kali dalam Perjanjian Lama dan masingmasing referensi ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Auyang diurapiAy atau Auyang Ay Istilah masiah paling sering ditemukan dalam Perjanjian Lama untuk merujuk pada raja manusia di dunia. Kata ini juga digunakan beberapa kali untuk menyebut Samuel, atau seorang nabi, bahkan sekali atau dua kali untuk Israel. 26 Intinya adalah Perjanjian Lama dan Israel menggunakan istilah masiah untuk merujuk pada orang-orang yang diurapi Tuhan untuk memimpin umat dan melepaskan umat dari musuh-musuhnya. Jadi, ada banyak mesias dalam Perjanjian Lama. Dan pada Perjanjian Baru istilah ini dibatasi pada satu orang saja, yaitu Yesus dari Nazaret. Kristus bukanlah nama belakang Yesus. Kristus adalah terjemahan bahasa Yunani dari kata Ibrani masiah. Ketika Yesus disebut Kristus, dia disebut mesias. Referensi yang tepat adalah Yesus Kristus (Yesus Sang Mesia. Ayat 25 mengacu pada orang yang diurapi yang mungkin berhubungan atau tidak dengan orang yang diurapi dalam ay 26. Seperti yang telah di lihat. Baldwin mengidentifikasi dua tokoh yang berbeda , satu pada abad keenam dan Mesias Kristen pada abad pertama M. Porteous setuju dengan identifikasi pertama tetapi memilih penafsiran Makabe dari ay 26 dan akhir dari 69 Dia memilih imam besar Onias i sebagai "mesias" yang disingkirkan atau dibunuh pada tahun 170 SM. Kehancuran Yerusalem adalah dianggap berasal dari invasi yang dilakukan oleh pemungut upeti Antiokhus. Apollonius, yang menurut 1 Mace 1:29-40, membakar kota dan merobohkan rumah-rumah serta tembok. Hal ini terjadi pada tahun 168 SM dan diikuti oleh invasi Antiokhus sendiri, yang mencemari tempat suci. Namun, seperti yang diamati oleh Baldwin, masalah dengan penafsiran ini adalah bahwa Dan 9:26 menyatakan bahwa "rakyat seorang penguasa", yaitu tentaranya, akan "menghancurkan" kota dan kuil tersebut. Sekarang, inilah kata kerja yang kuat. Yashtt adalah Hiphil atau bentuk kausatif dari kata dasar sht yang berarti "merusak". 27 Meskipun kadang-kadang bisa berarti jatuh ke dalam kehancuran, hal itu tidak berarti apa-apa tentara adalah subjeknya. Bentuk yang paling menarik perhatian kita tentu saja bentuk nominalnya, mun , yang Seringkali ini merujuk pada sosok individu, biasanya seorang imam . Im 4:3: 6:. atau seorang raja . isal, 1 Sam 2:10, 26:9: 2 Sam 19:22, 22:. Referensi yang paling terkenal mungkin adalah Yes 45:1, dimana Cyrus adalah yang dimaksud yang diurapi. 28 Banyak tetapi tidak semua referensi seperti itu muncul dalam konstruksi frase mun , yang diurapi Tuhan. Orang yang diurapi mungkin masih ingat mengacu pada tempat maha suci. Pembangunan kembali Yerusalem, yang merupakan hal pertama tujuh minggu sudah berlalu, dan konsekrasi LeAnn. AuDaniel 9:24-27 Dan Kesengsaraan. Ay Hector Avalos. Daniel 9:24-25 and Mesopotamia Temple Rededications (JBL, 1. Tim Meadowcroft. AuExploring The Dismal SWAMP: The Identity Of The Anointed One In Daniel 9:2426 Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. tempat maha kudus tetap ada diidentifikasi satu sama lain. Hal ini tidak berarti menyangkal bahwa beberapa individu kunci, mungkin menjadi bagian dari proses tersebut, namun pemahaman tentangnya, yang diurapi pada dasarnya tetap bersifat kolektif. 29 Tempat maha suci secara fisik adalah simbolic identitas itu. Selain bukti pemahaman kolektif sudah berkumpul, pada titik ini kami mencatat identifikasi tempat suci dengan mereka yang bertugas di dalamnya dalam Keluaran 53 Hubungan kota dan tempat maha kudus ada konser juga dengan keprihatinan doa Daniel dengan Yerusalem dan tempat suci yang terpencil . dan ketertarikan kitab secara keseluruhan di kuil bejana dan pelanggaran terhadap tempat maha kudus. Oleh karena itu, istilah mesias yang ditemukan dalam Dan 9:23-27 tidak perlu, dan bahkan tidak seharusnya, ditafsirkan sebagai Yesus. Ini mengacu pada yang diurapi Tuhan pada saat itu. Memang benar, ini mengacu pada dua mesias (Yosua atau Zerubabbel, dan Onias . dan satu anti-mesias. Anti-mesias adalah Antiokhus IV Epiphanes. Dapat di sebutnya anti-mesias karena siapa pun yang berupaya mencegah sang mesias menyelesaikan tugasnya adalah seorang AuantimesiasAy, atau orang yang menentang sang mesias. Dalam Daniel 9 'siapa pun' ini adalah Antiokhus IV Epiphanes. Dalam kitab Wahyu itu adalah binatang. Terakhir, angka-angka tersebut tidak sesuai dengan penafsiran dispensasional premilenial terhadap kitab Daniel. Penganut aliran dispensasionalis mengisi kekosongan ini dengan menyatakan bahwa AupenghitungAy ilahi berhenti tepat sebelum kematian Yesus, dengan tujuh tahun Periode tujuh tahun yang tersisa inilah yang mereka sebut masa kesengsaraan. Pernyataan bahwa penghitung berhenti tepat sebelum kematian Yesus adalah sesuatu yang penuh teka-teki karena kita tidak mengetahui tahun pasti kematian Yesus. Untuk mengklaim tujuh tahun masa kesusahan besar, penghitungan ulang harus berhenti pada tahun 25 M. Autepat sebelum kematian Yesus. Ay30 Satu-satunya cara untuk memahami hal ini adalah melalui hermeneutika. Pada hakikatnya, dispensasionalisme pramilenial menuntut suatu waktu khusus bagi suatu kelompok khusus, yaitu gereja sejati. Kelompok khusus ini kemudian akan diangkat sebelum masa kesengsaraan untuk menjadi mempelai Kristus, setelah itu janji-janji yang tidak terpenuhi kepada Israel pada akhirnya akan digenapi dalam dispensasi baru. Oleh karena itu, nasib orang yang dikuduskan dapat dibaca dalam ay. 25 dan 26. Saran dari tulisan ini menyatakan bahwa Autempat maha suciAy dapat dianggap sebagai ekspresi dari orangorang yang diurapi, dengan kemungkinan bahwa persepsi itu terjadi sesekali, sekutu dikonkretkan menjadi individu. Penanda waktu tertentu di angka tujuh puluh AutujuhAy yang dimaksud dalam ay. 25 dan 26. Ausampai diurapi seorang pangeranAy dan Ausesudahnya enam puluh dua 'tujuh' seorang yang diurapi akan disingkirkanAy. Pada umumnya, beberapa tafsir tradisional menunjuk pada pengertian bahwa raja yang disebutkan dalam Daniel 9:25-27 adalah seorang pemimpin atau Paul Tanner. Apakah Nubuatan Daniel Selama Tujuh Puluh Minggu Itu Bersifat Mesianis? (Bibliotheca Sacra, 2. Leslie Mcfall. AuDo The Sixty-Nine Weeks Of Daniel Date The Messianic Mission Of Nehemiah Or Jesus?,Ay ATLA Serials 4, no. : 25. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. penguasa yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa historis pada masa lalu. Beberapa tafsir mengidentifikasi raja ini sebagai Antiochus IV Epiphanes, seorang penguasa Yunani yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa dalam sejarah Israel pada abad ke-2 SM. Tulisan ini menemukan bahwa identitas raja dalam nubuat Daniel 9:25-27, yang sering dianggap merujuk pada Mesias, dapat dipahami dalam konteks sejarah dan teologis yang lebih Penelitian ini mengemukakan bahwa raja yang dimaksud dalam teks tersebut mungkin bukan hanya merujuk pada Yesus Kristus, tetapi juga pada tokoh-tokoh sejarah yang relevan pada periode tertentu, seperti Nehemia atau Onias i. Pendekatan ini menekankan pentingnya pemahaman konteks sejarah dan hermeneutika untuk mengidentifikasi raja tersebut, serta menghindari penafsiran yang sempit dan spekulatif, seperti yang dilakukan oleh penganut dispensasionalisme Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bagaimana tafsiran yang berbeda terhadap teks Daniel 9:25-27 bisa mempengaruhi pemahaman eskatologi Kristen, terutama dalam hubungan antara nubuat ini dan kedatangan Mesias. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis hermeneutik yang mendalam, hasil penelitian ini menawarkan wawasan baru mengenai hubungan antara kronologi 70 minggu dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang lebih besar, serta memberikan perspektif alternatif dalam memahami nubuat yang seringkali kontroversial ini dalam konteks teologi Kristen. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. KESIMPULAN Tulisan ini menunjukkan bahwa identitas raja dalam nubuat Daniel 9:25-27 harus dipahami dengan memperhatikan konteks sejarah, hermeneutika, dan eskatologi yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa raja yang disebutkan dalam nubuat tersebut tidak hanya merujuk pada Yesus Kristus, tetapi juga bisa diidentifikasi dengan tokoh-tokoh sejarah seperti Nehemia atau Onias i, serta tokoh anti-mesias seperti Antiokhus IV Epiphanes. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang teks ini melibatkan analisis historis dan teologis yang menghindari penafsiran sempit, serta memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara nubuat Daniel dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah keselamatan dan eskatologi Kristen. REKOMENDASI Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah eksplorasi lebih dalam mengenai dampak hermeneutika kontekstual terhadap interpretasi Daniel 9:25-27 dalam tradisi teologi Penelitian ini dapat berfokus pada perbandingan interpretasi antara denominasi Kristen yang berbeda, seperti Katolik. Protestan, dan Ortodoks, serta bagaimana perspektif tersebut dipengaruhi oleh budaya dan konteks sejarah masing-masing. Selain itu, penting juga untuk meneliti relevansi nubuat ini dalam dialog antaragama, khususnya dalam membangun hubungan dengan tradisi Yahudi yang juga memiliki interpretasi unik terhadap teks ini. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap studi ekumenis dan pemahaman lintas budaya mengenai teks-teks Alkitabiah. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA