p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Pengenalan Simplisia dan Pelatihan Pembuatan Teh Celup Telang dan Bawang Dayak Bagi Kader Puskesmas Mataraman Deni Setiawan1. Okta Muthia Sari2*. Aditya Maulana Perdana Putra3. Nashrul Wathan4. Nurul Mardiati5. Herningtyas Nautika Lingga6. Nabila Hadiah Akbar7 1,2,3,4,5 Program Studi Farmasi. Fakultas MIPA. Universitas Lambung Mangkurat. Jl. Ahmad yani Km 36. Banjarbaru. Kalimantan Selatan. Indonesia setiawan@ulm. 2*okta. sari@ulm. putra@ulm. far@ulm. mardiati@ulm. 6,7Program Studi Profesi Apoteker. Fakultas MIPA. Universitas Lambung Mangkurat. Jl. Ahmad yani Km 36. Banjarbaru. Kalimantan Selatan. Indonesia lingga@ulm. 7nabilhadiahakbar@ulm. Abstrak Salah satu upaya peningkatan kesehatan adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional yang dapat diolah menjadi produk kesehatan seperti simplisia dan teh celup. Telang dan Bawang Dayak merupakan dua jenis tanaman yang memiliki potensi besar dalam dunia kesehatan namun pemanfaatanya belum optimal. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan kader Puskesmas Mataraman dalam pengolahan simplisia dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pengabdian telah dilaksanakan di Puskesmas Mataraman. Pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari pemberian edukasi pengenalan simplisia menggunakan media leaflet. Pelaksanaan pelatihan pengolahan simplisia kering dan pemanfaatan tanaman obat serta pembuatan teh celup. Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui pretest dan postest. Sebanyak 10 orang kader dari Puskesmas Mataraman menjadi peserta dalam kegiatan ini. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta meningkat setelah pemberian edukasi menjadi 84%. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai simplisia untuk jamu dapat menggugah masyarakat untuk mengembangkan dan melestarikan potensi tanaman obat tradisional. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal sebagai bekal wawasan bagi kader untuk pengembangan produk Kata Kunci: Clitoria ternatea. Eleutherine bulbosa. Simplisia. Teh celup Abstract Using traditional medicinal plants to create health products like herbal medicines and tea bags is one way to improve health. Telang and Dayak Onion are two types of plants that have great potential in the world of health. The purpose is to improve the knowledge of Mataraman Health Centre cadres in the processing of herbal medicines and the utilisation of TOGA. At the Mataraman Health Center, community service has been conducted. Training is being conducted to process dry herbal medicines, utilize medicinal plants, and create tea bags. Evaluation of activities is carried out through pretests and postests. A total of 10 cadres from Mataraman Health Centre participated in this activity. After receiving the education, the average level of knowledge among the participants increased to 84%. We hope that this activity will serve as a foundational step, providing cadres with valuable insights to develop herbal medicines. Keywords: Clitoria ternatea. Eleutherine bulbosa. Simplicia. Tea bag. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg PENDAHULUAN Puskesmas memiliki peran penting masyarakat melalui berbagai program rehabilitatif (Wowor et al. , 2. Salah satu bentuk upaya peningkatan kesehatan adalah melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional yang dapat diolah menjadi produk kesehatan seperti simplisia dan teh celup (Susilawati et al. , 2. Simplisia merupakan bentuk dasar dari tanaman obat yang telah dikeringkan, dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai pengobatan tradisional (Rosmini et al. , 2. Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Beberapa tanaman tertentu berfungsi sebagai bahan utama untuk produksi obatobatan tradisional, yang telah digunakan oleh masyarakat di berbagai lokasi di Indonesia secara turun-temurun (Mulyani et al. , 2020. Riskianto et al. , 2. Praktik pengobatan tradisional yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah dengan membuat ramuan herbal menggunakan bahan tanaman segar yang baru dipanen (Pan et al. , 2. Meskipun tanaman segar dapat digunakan, tanaman ini rentan rusak atau membusuk jika tidak segera digunakan (Rakhmawatie & MarfuAoati, 2. Dalam aspek kualitas obat tradisional, bentuk sediaan simplisia lebih disukai daripada bentuk tanaman segar untuk obat tradisional yang berasal dari tanaman (Kiko et al. , 2. Berbeda dengan bentuk segar yang mudah terurai, bentuk simplisia dapat menjaga stabilitas bahan aktif dalam tanaman obat (Sulistyani et al. , 2. Saat ini, perkembangan budidaya tanaman herbal tradisional di Kalimantan Selatan lebih banyak berfokus pada aspek penanaman, dengan pengetahuan yang masih terbatas di masyarakat terkait penerapan teknologi pengolahan pasca panen menjadi simplisia dan olahan pangan Telang (Clitoria ternate. dan Bawang Dayak (Eleutherine bulbos. merupakan dua jenis tanaman yang memiliki potensi besar dalam dunia Telang dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi serta manfaatnya dalam menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh (Utama et al. , 2. Sementara itu. Bawang Dayak telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, khususnya dalam pengobatan penyakit seperti diabetes, pencernaan (Widians et al. , 2. Namun, meskipun kedua tanaman ini cukup dikenal dalam pengobatan tradisional, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara pengolahan dan pemanfaatannya secara optimal. Puskesmas Mataraman merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berada di desa Mataraman Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Puskesmas Mataraman memiliki lahan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dikelola oleh Puskesmas Matarman bersama kader desa. Namun potensi TOGA Puskesmas Mataraman masih belum dimanfaatkan dengan baik. Kesadaran Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Setiawan. Sari. Putra. Wathan. Mardiati. Lingga & Akbar kader dalam asuhan mandiri TOGA terlihat belum diterapkan di lingkungannya. Hal tersebut disebabkan kesibukan kerja sehingga aktivitas kader TOGA sempat terjeda selama beberapa waktu dan juga rendahnya pemahaman kader TOGA terkait pemanfaatan TOGA dan pengolahan Pengolahan bahan baku obat tradisional dapat berdampak pada kualitas dan efek pengobatan obat tradisional (Ekor & Pistelli, 2. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang menyeluruh mengenai teknik pengolahan simplisia obat Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader Puskesmas Mataraman dalam pengolahan simplisia dan pemanfaatan TOGA. II. METODE Bahan Bahan yang digunakan yaitu leaflet, simplisia telang dan bawang dayak, kantong teh celup, plastik atau kemasan primer teh celup yang diberi label, dan peralatan menyeduh teh. Metode Community service atau pengabdian 06/08/2024 yang berlokasi di Aula Kecamatan Mataraman. Tim abdi dalam kegiatan sekarang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker FMIPA ULM. Tim abdi Puskesmas Mataraman Kabupaten Banjar sebagai partner Peserta dalam pengabdian yang telah dilaksanakan merupakan kader desa wilayah kerja Puskesmas. Kegiatan edukasi pengenalan simplisia bahan alam p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Pelatihan pengolahan simplisia Tahapan pelaksanaan pengabdian terdiri Identifikasi masalah pada partner pengabdian, tim abdi telah berdiskusi terkait masalah seputar obat dengan staf ruang farmasi di Puskesmas. Terkumpul masalah yang sedang dialami yakni masih rendahnya masyarakat desa yang memanfaatkan tanaman obat. Penyampaian program kepada partner pengabdian, tim abdi menyampaikan program yang telah disusun kepada Puskesmas dalam rangka meningkatkan Pembuatan media edukasi pengenalan simplisia meliputi materi power point dan leaflet. Leaflet simplisia berisi pengertian, tujuan, manfaat, jenis, cara pengolahan dan penyimpanan simplisia. Pembuatan pengolahan simplisia kering berupa Pembuatan kuesioner pengenalan simplisia dalam rangka penilaian pengetahuan peserta sebelum dan Kuesioner pernyataan yang mengacu pada leaflet yang telah dibuat. Aspek dalam pengertian, cara pengolahan, jenis dan penyimpanan simplisia . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Tabel 1. Kuesioner Pengetahuan Simplisia Beserta Jawaban yang Tepat Benar Salah Pernyataan (O. (O. Simplisia merupakan bahan Oo alami yang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional Pada cara pembuatan simplisia, setelah dilakukan pengeringan dengan pemanasan kemudian dilakukan sortasi kering agar terhindar dari benda asing atau kotoran yang menempel pada Berdasarkan simplisia terdiri dari dua jenis yaitu simplisia basah dan simplisia kering Simplisia basah menggunakan tanaman obat yang melalui proses pengeringan Simplisia kering disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat dan terhindar dari Oo Oo Oo i. HASIL DAN PEMBAHASAN Oo Pembelian alat dan bahan pelatihan pengolahan simplisia kering. Pemberian undangan kepada pihak Puskesmas, kader dan narasumber Pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari pemberian edukasi pengenalan simplisia kepada peserta menggunakan media Pelaksanaan pengolahan simplisia kering dan Pengolahan simplisia kering adalah untuk daun & bunga dari tanaman bunga telang serta umbi bawang dayak. Peserta menyimak video pengolahan simplisia kering dan dilanjutkan penyimpanan simplisia kering dan pembuatan teh celup dari daun & bunga dari tanaman bunga telang serta umbi bawang dayak. Pelatihan pemanfaatan tanaman obat adalah melakukan membuat minuman obat tradisional dari teh celup simplisia kering. Penilaian keberhasilan kegiatan, peserta telah mengisi kuesioner sebelum dan sesudah edukasi materi. Capaian keberhasilan edukasi pengenalan jika terjadi peningkatan pengetahuan dari sebelum ke sesudah edukasi. Serta tim abdi melakukan observasi terhadap peserta selama pelatihan. Capaian keberhasilan pelatihan jika peserta simplisia kering dan mampu membuat teh celup dari simplisia kering. Pengenalan simplisia dan pelatihan pengolahan simplisia kering tanaman obat telah dilaksanakan (Selasa, 06/08/2. Sebanyak 10 orang kader dari Puskesmas Mataraman menjadi peserta dalam kegiatan ini. Sebelum kegiatan, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh tim abdi seperti yang telah tercantum pada bagian tahap pelaksanaan metode pengabdian. Gambar 1. Dokumentasi kegiatan Pelaksanaan kedalam dua kegiatan. Pertama, edukasi pengenalan simplisia yang materinya diberikan oleh narasumber Bapak apt. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Setiawan. Sari. Putra. Wathan. Mardiati. Lingga & Akbar Nashrul Watan. Farm. Narasumber merupakan dosen Farmasi FMIPA ULM bidang biologi farmasi yang sudah mumpuni mengenai tanaman obat. Materi yang telah dipaparkan Bapak apt. Nashrul Watan. Farm adalah pengolahan simplisia Suasana sesi diskusi nampak hidup dimana peserta dan narasumber saling berbagi pengalaman tentang tanaman obat. Dalam rangka penilaian keberhasilan kegiatan telah dilakukan pengisian kuesioner pengetahuan simplisia (Gambar . Hasil dari pengetahuan peserta tentang simplisia dapat dilihat pada Persentase pengetahuan Gambar 2. Pengisian kuesioner pengetahuan tentang simplisia Pretes Simplisia Postest Simplisia p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 80% Adanya persentase pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Hal ini menjadi indikator bahwa edukasi yang telah disampaikan berhasil membantu peserta dalam memahami cara pengolahan Edukasi sebagaimana dalam pengabdian yang telah ada (Achyadi et al. , 2024. Darmawijaya IP et , 2022. Sari et al. , 2022. Sari & Putra. Setelah pemaparan materi, tim abdi bersama perserta melakukan pelatihan pengolahan simplisia kering dan pelatihan pemanfaatan tanaman obat dengan membuat minuman obat tradisional dari teh celup. Tanaman obat yang digunakan dalam pengabdian meliputi bagian daun & bunga dari tanaman telang serta umbi bawang dayak. Tanaman obat tersebut masyarakat Kalimantan Selatan. Tim abdi berbagi tugas dalam pelatihan mulai dari membantu dalam demonstrasi bersama peserta, berperan sebagai observer dan Dokuementasi pengolahan simplisia kering dan teh celup obat tradisional dapat dilihat pada gambar 4 dan 5. Gambar 3. Evaluasi pengetahuan simplisia setiap peserta Hasil dari pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi pengolahan simplisia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Seluruh peserta memiliki nilai rata-rata yang hampir sama yaitu antara 24,25 hingga 24,75. Skor Praktik Gambar 4. Praktek pengolahan tahap penghalusan simplisia kering Praktik Pengolahan simplisia K1 Praktik Pengolahan simplisia K2 Praktik Pengolahan simplisia K3 Praktik Pengolahan simplisia K4 Gambar 6. Penilaian praktik pengolahan simplisia dan pembuatan teh celup obat tradisional setiap peserta Gambar 5. Praktek pengolahan teh celup obat tradisional bunga telang Pelatihan pengolahan simplisia kering dan pemanfaatan tanaman obat dievaluasi melalui observasi dan diisi dalam lembar check list. Pelatihan terbagi menjadi 4 bagian yaitu sortasi dan pengeringan simplisia, pembuatan serbuk simplisia. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan penghalusan simplisia kering, penyimpanan simplisia kering dan membuat teh celup dari simplisia kering serta menyeduh teh celup simplisia kering untuk dikonsumsi. Lebih lengkapnya hasil pengamatan dapat dilihat pada gambar 6. Penilaian setiap bagian memiliki nilai maksimal 25 sehingga total 100 poin. Hasil Sandi peningkatan setelah dilakukan pelatihan pengolahan simplisia kering (Ayulia Dwi Sandi et al. , 2. Gambar 7. Hasil produk pelatihan: (A) Simplisia Kering dan (B) Teh Celup Daun Telang. Bunga Telang dan Bawang Dayak Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Setiawan. Sari. Putra. Wathan. Mardiati. Lingga & Akbar Pemanfaatan tanaman herbal sebagai simplisia untuk jamu dapat menggugah masyarakat untuk mengembangkan dan melestarikan potensi tanaman obat Selain itu, simplisia dapat digunakan untuk menyimpan tanaman dalam jangka waktu yang lama (Muh & Marwati, 2. Diskusi berjalan sangat menarik dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang muncul. Peserta menanyakan tentang metode pengeringan selain oven. Selain oven, pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah matahari langsung. Pengeringan disesuaikan dengan jenis simplisia dapat dibantu dengan kain penutup kain jika sampel mudah mengering (Wahyuni & Rivai, 2. Pertanyaan lain yang muncul yaitu berapa takaran yang digunakan untuk mengisi teh Takaran yang digunakan dalam sajian teh celup dapat bervariasi sesuai dengan selera, besarnya kantong teh celup dan komposisi yang diinginkan. Sebagian besar, takaran yang digunakan adalah 2 sendok teh atau setara 2 gram jika Sebagai pemanis, dapat digunakan stevia dalam campuran teh celup (Ariviani et al. , 2. IV. PENUTUP Pemberian edukasi pengenalan simplisia dapat meningkatkan pengetahuan kader Puskesmas Mataraman pengetahuan setelah edukasi sebesar 84%. Seluruh kader Puskesmas Mataraman p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 pemanfaatan tanaman obat dalam aspek penyimpanan simplisia kering dan membuat teh celup dari simplisia kering. Kegiatan ini belum menjelaskan tentang standar ruangan untuk skala produksi sehingga kegiatan selanjutnya dapat persyaratan dan pendaftaran produk Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal sebagai bekal wawasan bagi kader untuk pengembangan produk simplisia dan pemanfaatan yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH Tim abdi farmasi ULM mengucapkan terima kasih kepada Universitas Lambung Mangkurat atas dukungan finansial. Pengabdian memperoleh hibah PDWA PNBP ULM tahun 2024 (Nomor Kontrak 32/UN8. 2/AM/2. DAFTAR PUSTAKA