JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Implementasi Kelayakan Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit Untuk UKM Pada BNI Menggunakan Metode ORESTE Raja Syahfitra Harahap1 . Saniman2 . Rita Hamdani 3 1,3 Sistem Informasi. STM IK Triguna Dharma 2Sistem Komputer. STM IK Triguna Dharma Email: 1rajasyyahfitra@gmail. com, 2sanisani. murdi@gmail. com, 3r1t4. hamdani@gmail. Email Penulis Korespondensi: rajasyyahfitra@gmail. AbstrakOe Bank Negara Indonesia atau BNI adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUM N di Indonesia. Pada Bank Negara Indonesia (BNI) dalam pengambilan keputusan untuk menentukan Pemilihan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana UKM terdapat suatu permasalahan yang dimana pengambilan keputusan diambil dengan cara manual dan dapat menghambat proses pemilihan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana UKM Pada Bank Negara Indonesia (BNI). Oleh karena itu diperlukan adanya Sistem Pendukung Keputusan menentukan Pemilihan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana UKM menggunakan metode ORESTE. Dengan adanya sistem tersebut diharapkan kinerja dan waktu dalam pengambilan putusan Pemilihan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana UKM menjadi efektif dan efisien baik dari segi kecepatan dalam mengambil keputusan. Hasil program ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dengan berbasis dekstop dapat membantu pihak bank dalam mengambil keputusan Pemilihan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana UKM dengan cepat dan tepat. Kata Kunci: Aplikasi berbasis dekstop. Bank Negara Indonesia. Bantuan Dana UKM . ORESTE. Sistem Pendukung Keputusan. AbstracOe Bank Negara Indonesia or BNI is a government-owned banking institution, in this case a state-owned company in Indonesia. At Bank Negara Indonesia (BNI), in making decisions to determine the feasibility of providing SME funding assistance, there is a problem where the decision is taken manually and can hamper the process of selecting eligibility for providing SME funding as sistance at Bank Negara Indonesia (BNI). Therefore, it is necessary to have a Decision Support System to determine the Eligibility of Providing SME Funding Assistance using the ORESTE method. With this system, it is hoped that the performance and time in making decisions on the selection of eligibility for providing SME funding assistance will be effective and efficient both in terms of speed in making decisions. The results of this program show that a system built on a desktop basis can help banks make decisions regarding the feasibility of providing SME funding assistance quickly and accurately. Keywords: Bank Negara Indonesia. Decision Support Systems. Desktop based application . ORESTE. SME Funding Assistance. PENDAHULUAN Menurut Hukum Republik Indonesia No 20 tahun 2008 pengertian Usaha Kecil merupakan Upaya ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan ataupun lembaga usaha yang bukan merupakan anak industri ataupun cabang industri yang dimiliki, dikuasai, ataupun jadi bagian baik langsung ataupun tidak langsung dengan upaya kecil ataupun upaya besar dengan jumlah kekayaan bersih ataupun hasil penjualan tahunan seperti mana diatur dalam Undang- Undang . Kegiatan melaksanakan usaha yang dilakukan masyarakat pada era saat ini pada umumnya membutuhkan anggaran, serta mendesak badan perbankan guna melaksanakan kegiatan pembiayaan. Perihal itu cocok dengan peraturan bank Indonesia No 17 atau 12 atau PBI atau 2015 dalam rangka mendesak pemberian kredit serta pembiayaan perbankan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM). Bank Indonesia sudah mengharuskan Bank Umum untuk memberikan kredit ataupun pembiayaan pada UKM salah satunya Bank Nasional Indonesia. Beberapa tahun terakhir UKM di Indonesia terus berkembang dengan cepat dan pesat akibat dampak dari adanya sosial media seperti Kaskus. Facebook. Twitter. Instagram dan lain-lain . Namum dalam hal terkait untuk memproduksi barang dagangan sendiri, para pengusaha memiliki permasalahan yang dihadapi untuk memulai usaha sendiri yang dikarenakan tidak ada atau kurang dalam hal pemodalan usaha, karena sejak dari awal setiap pengusaha baru itu hanya menggunakan modal pribadi tanpa adanya pemberian pembiayaan atau pinjaman bagi para pengusaha yang ingin membuat produk atau barangnya sendiri untuk dijual kepada masyarakat. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu pemberian biaya atau pinjaman untuk para pengusaha baru untuk mengembangkan atau memajukan usahanya. Dalam hal ini untuk membantu dan menyelesaikan permasalahan yang ada Bank Negara Indonesia (BNI) mengambil alih agar setiap pengusaha yang ingin mengembangkan atau memajukan usahanya untuk mendapatkan bantuan modal yang nantinya akan dapat memajukan usaha mereka. Hanya saja bagi pihak BNI yang dimana memiliki peran dalam hal ini juga didapat permasalahan yang tidak mudah dipecahkan. Salah satunya banyaknya pembiayaan yang bermasalah yang disebabkan karena pinjaman yang telah dikeluarkan tidak dibayarkan dalam jangka waktu tertentu, sehingga banyak penunggakan dan para pengusaha juga kurang mengetahui kemampuan usaha mereka dalam membayar Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 13 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index pengembalian dana yang sudah diberikan pihak BNI. Untuk itu agar menghindari banyaknya penunggakan ini, pihak perbankan BNI harus lebih teliti dalam menentukan pengusaha mana saja yang layak menerima pinjaman modal. Selain itu, semakin banyaknya para pengusaha yang ingin mengajukan pinjaman terhadap pihak BNI, hal ini juga menyulitkan pihak BNI untuk menyaring dan menentukan pengusaha mana yang memenuhi persyaratan dari mereka dan layak untuk diberikan pinjaman. Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam menentukan kelayakan pemberian bantuan dana atau kredit untuk usaha kecil menengah dibuatlah suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang bertujuan untuk mempermudah dan membantu masalah-masalah dalam menentukan kelayakan pemberian bantuan dana atau kredit untuk usaha kecil menengah dan diharapkan dapat menemukan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur . Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun mengetahui secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat . Dalam hal ini metode yang digunakan untuk menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah metode Organization Rangement Et Synthese De Donnes Relationnelles (ORESTE). Metode Organization Rangement Et Synthese De Donnes Relationnelles (ORESTE) merupakan metode yang dibangun sesuai dengan kondisi dimana sekumpulan alternatif akan diurutkan berdasarkan kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya . METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan guna mendapat informasi dan data yang valid agar mengurangi resiko kesalahan data yang Untuk melakukan penelitian ini dibutuhkan riset langsung ke lapangan agar memperoleh data yang akurat tanpa adanya kekurangan data satupun. Teknik Pengumpulan Data (Data Collectin. Data Collecting adalah suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Pengamatan Langsung (Observas. Wawancara (Intervie. Studi Kepustakaan (Study of Literatur. Penerapan Metode Organization Rangement Et Synthese De Donnes Relationlles dalam pengolahan data menjadi sebuah Keputusan PT Bank Negara Indonesia Tbk BNI merupakan Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negar. pertama yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1996. PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk . elanjutnya disebut AuBNIAy atau AuBankA. pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai Bank sentral dengan nama AuBank Negara IndonesiaAy berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang No. 2 tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946. Selanjutnya, berdasarkan Undang -Undang No. 17 tahun 1968. BNI ditetapkan menjadi AuBank Negara Indonesia 1946Ay, dan statusnya menjadi Bank Umum Milik Negara . Selanjutnya, peran BNI sebagai Bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1992, tanggal 29 April 1992, telah dilakukan penyesuaian bentuk hukum BNI menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (Perser. Penyesuaian bentuk hukum menjadi Persero, dinyatakan dalam Akta No. tanggal 31 Juli 1992, dibuat di hadapan Muhani Salim. , yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 11 September 1992 Tambahan No. BNI merupakan Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negar. pertama yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1996. Untuk memperkuat struktur keuangan dan daya saingnya di tengah industri perbankan nasional. BNI melakukan sejumlah aksi korporasi, antara lain proses rekapitalisasi oleh Pemerintah di tahun 1999, divestasi saham Pemerintah di tahun 2007, dan penawaran umum saham terbatas di tahun 2010. Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 14 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan mengolah data menjadi informasi dalam mengambil keputusan dengan sistem komputer. dimana dalam mengolah masalah -masalah dengan mengevaluasi alternatif sehingga menjadi sebuah keputusan. Secara umum sistem pendukung keputusan adalah sistem informasi yang berbasis kompute r termasuk didalamnya sistem berbasis pengetahuan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan pada organisasi atau perusahaan. Sistem pendukung keputusan dirancang dalam menunjang seluruh tahap -tahap keputusan dalam mengidentifikasi masalah, memilih data relavan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pembuat keputusan sampai mengevaluasi pemilihan alternative . Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Syste. ialah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan yang semiterstruktur dan tidak terstruktur, yang dimana untuk seseorang mengetahui sebuah keputusan yang dibuat . Metode Organization Rangement Et Synthese De Donnes Relationlles (ORESTE) Metode Oreste, pertama kali diperkenalkan oleh Roubens. Metode Oreste memungkinkan untuk peringkat percobaan dalam perintah lengkap atau dalam urutan parsial dengan mempertimbangkan incomparability . Metode Oreste merupakan pengembangan dari beberapa metode lain yang terhimpun dalam Metode Multi Attribute Decision Making (MADM) dan merupakan metode yang terbilang baru. Metode ini mengadopsi Besson -rank sehingga terdapat hal yang unit . Metode Oreste menggunakan proses Besson-Rank yang berarti metode ini menggunakan data ordinal. Data ordinal adalah data yang sudah diurutkan dari yang terendah sampai yang tertinggi, maupun sebaliknya bergantung pada Data ordinal tidak menggambarkan nilai data yang ada didalamnya tetapi merupakan rangking perbandingan satu data dengan data yang lain . Metode Oreste merupakan metode yang dibangun sesuai untuk keadaan dimana sekumpulan alternatif akan diurutkan berdasarkan kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya . Adapun algoritma penyelesaian Metode Oreste yaitu seagai berikut : Mendefenisikan terlebih dahulu kriteria-kriteria yang akan dijadikan sebagai tolak ukur penyelesaian masalah. Mengubah alternatif yang ada ke dalam bentuk besson -rank sehingga berbentuk ordinal atau peringkat. Jika terdapat nilai yang sama maka cari meannya. Menghitung Distance Ae score dengan cara menghitung setiap pasangan alternatif Ae kriteria sebagai nilai AujarakAy untuk posisi yang ideal dan di tempati oleh alternatif terbaik untuk kriteria yang paling penting. Skor ini adalah nilai rata-rata Besson-rank rcj kriteria cj, dan Besson-rank rcj . alternatif a dalam kriteria cj. j,c. = [ A r cjR A r cj . R ] 1/R Keterangan : D ( aj,cj ) = DistanceScore rcj = Besson Ae rank rcj ( a ) = Besson Ae rank alternatif dalam kriteria R = Koefisien . efault = . Nilai ketetapan perpangkatan. Menghitung nilai preferensi (V. = Distance Score * Wj (Bobot Kriteri. Melakukan perangkingan dari akumulasi metode oreste untuk menentukan alternatif terbaik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Metode Organization Rangement Et Synthese De Donnes Relationlles (ORESTE) Dalam menentukan Vendor Nitrile Yang Layak Diterima Pada Bank Negara Indonesia (BNI) dengan menggunakan metode ORESTE pada Bank Negara Indonesia (BNI) diperlukan tahapan dalam penyelesaian perhitungan sebagai berikut: Mendefenisikan kriteria dan Bobot Mengubah data alternatif ke dalam Besson-Rank Menghitung Nilai Distance-Score Menghitung Nilai Preferensi Melakukan Perangkingan Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 15 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Gambar 1. Krangka Kerja Mendefenisikan Kriteria Dan Bobot Kriteria yang digunakan dalam Kelayakan Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit Untuk UKM adalah sebagai Tabel 1. Kriteria Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit UKM Nama Kriteria Kode Kriteria Nilai Bobot Character Capasity Capital Collateral Condition Character (C. Kriteria ini diperlukan perusahaan guna mengetahui suatu keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang -orang yang akan diberikan kredit benar Ae benar dapat dipercaya yang tercermin dari latar belakang calon peminjam dana, apakah pernah menunggak dalam pembiayaan sebelumnya. Tabel 2. Kriteria Character Character Nilai Buruk Cukup Baik Sangat Baik Capasity (C. Kriteria ini diperlukan perusahaan guna mengetahui calon penerima bantuan dana dalam kemampuanya membayar kembali bantuan dana yang sudah diberikan, ini dapat dilihat dari jumlah penghasilan usaha yang dijalankan. Tabel 3. Kriteria Capasity Capasity Nilai < 1. 5 Juta 6 > 2 Juta 1 > 2. 5 Juta > 2. 6 Juta Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 16 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Capital (C. Kriteria ini diperlukan perusahaan guna mengetahui struktur modal yang dipunyai. Tabel 4. Kriteria Capital Capital Nilai < 5 Juta 6 > 10 Juta 11 > 15 Juta > 16 Juta Collateral (C. Kriteria ini diperlukan perusahaan guna mengetahui jaminan yang diberikan calon penerima bantuan dana baik yangbersifat fisik maupun non fisik. Jaminan harus melebihi jumlah kredit yang rencana akan dipinjam. Tabel 5. Kriteria Collateral Collateral Skor < 10% > 40% Condition (C. Kriteria ini diperlukan perusahaan guna mengetahui keadaan usaha dari calon penerima bantuan dana yang dapat dilihatapakah usaha yang dijalankan mengalami kemajuan atau kemunduran dari awal usaha dimulai. Tabel 6. Kriteria Condition Condition Nilai Tidak Berkembang Cukup Berkembang Berkembang Sangat Berkembang Dan berdasarkan hasil penilaian Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit Untuk UKM yang disebut alternatif berikut iniadalah tabel nilai alternatif : Tabel 7. Penilaian Dari Setiap Alternatif Nama Alternatif Muhammad Ali Nabila Khairani Alex Karokaro Sugimin Mino Roslina Saragih Suharso Yunus Suprianto Herijon Meliala Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 17 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Ali Usman Lubis Muhammad Mutahir Mengubah Data Alternatif Ke Dalam Besson-Rank Dalam langkah ini setiap data alterntif yang ada diubah ke dalam bentuk Besson-Rank sehingga berbentuk atau peringkat. jika terdapat nilai yang sama maka cari meannya. Besson-Rank Character Tabel 8. Nilai Bobot Kriteria Character Nama Alternatif Nilai Alternatif Keterangan Muhammad Ali Rangking 2 Nabila Khairani Rangking 6,5 Alex Karokaro Rangking 6,5 Sugimin Mino Rangking 6,5 Roslina Saragih Rangking 10 Suharso Yunus Rangking 2 Suprianto Rangking 6,5 Herijon Meliala Rangking 6,5 Ali Usman Lubis Rangking 2 Muhammad Mutahir Rangking 6,5 Menghitung Nilai Distance-Score Menghitung nilai Distance Ae Score dengan cara menghitung setiap pasangan altenatif Ae kriteria sebagai nilai AujarakAy untuk posisi yang ideal dan ditempati oleh alternatif terbaik untuk kriteria yang paling penting. Skor ini adalah nilai ratarata Besson Ae rank rcj kriteria cj, dan besson rank rcj. alternatif a dalam kriteria cj. Distance Ae Score D. j,c. = [ Ajr c R A r cj . R ] 1/R . Keterangan : D . j,c. = Distance-Score rcj = Besson Ae rank kriteria j rcj . = Besson Ae rank alternatif dalam kriteria. R = Koefisien . efault = . Nilai ketetapan perpangkatan. Tabel 9. Hasil Distance Score Nama Alternatif Muhammad Ali 1,58 2,00 4,43 4,26 3,69 Nabila Khairani 4,65 4,47 2,37 4,26 5,26 Alex Karokaro 4,65 2,00 4,43 4,26 7,59 Sugimin Mino 4,65 4,47 7,04 4,26 5,26 Roslina Saragih 7,11 6,86 4,43 4,26 5,26 Suharso Yunus 1,58 4,47 4,43 7,29 5,26 Suprianto 4,65 4,47 2,37 4,26 7,59 Herijon Meliala 4,65 2,00 7,04 7,29 3,69 Ali Usman Lubis 1,58 4,47 4,43 4,26 5,26 Muhammad Mutahir 4,65 6,86 4,43 4,26 5,26 Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 18 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Melakukan Perangkingan Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode ORESTE maka langkah terakhir adalah Berikut ini adalah tabel perangkingan yaitu sebagai berikut: Tabel 10. Tabel Hasil Akhir Nama Alternatif Nilai Bobot Rangking Muhammad Ali Nabila Khairani Alex Karokaro Sugimin Mino Roslina Saragih Suharso Yunus Suprianto Herijon Meliala Ali Usman Lubis Muhammad Mutahir Keterangan : Dalam menentukan kelayakan ini, nilai terkecil adalah nilai yang mendapatkan peringkat paling tinggi dan seterusnya. Berdasarkan hasil dari tabel diatas maka diperoleh Calon Penerima Bantuan Dana Atau Kredit Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) Pada Bank Negara Indonesia (BNI) yang layak dan tidak layak dengan nilai sebagai berikut : Tabel 11. Batas Nilai Kelayakan Kelulusan Bobot Tidak Lulus >= 6. Lulus <= 6. Maka dari total hasil perhitungan diatas bisa disimpulkan bahwa calon yang layak menerima Bantuan Dana Atau Kredit Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) Pada Bank Negara Indonesia (BNI) yang memiliki nilai <= 6. 75 Sehingga hasil keputusan tampil seperti berikut ini : Tabel 12. Hasil Keputusan Nama Alternatif Nilai Bobot Muhammad Ali Layak Ali Usman Lubis Layak Suharso Yunus Layak Herijon Meliala Layak Nabila Khairani Layak Sugimin Mino Tidak Layak Alex Karokaro Tidak Layak Muhammad Mutahir Tidak Layak Suprianto Tidak Layak Roslina Saragih Tidak Layak Keterangan Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 19 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Implementasi Sistem Berikut ini merupakan hasil implementasi sistem yang telah dibangun dengan berbasis desktop programing menggunakan Visual Basic Studio 2008 dan Crystal Reports Form Login Halaman Form Login berfungsi untuk masuk kedalam aplikasi dengan mengecek kebenaran akun yang dimasukan apakah memang benar akun admin yang layak mengelola aplikasi atau memang ada orang yang tidak berkepentingan yang ingin menggunakan aplikasi Gambar 2. Tampilan Form Login Halaman menu utama Halaman menu utama merupakan tampilan halaman awal sistem untuk melakukan pengolahan data di dalam Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) Pada Bank Negara Indonesia (BNI) Metode Organization Rangement Et Synthese De Donnes Relationlles (ORESTE) Gambar 3. Tampilan Form Menu Utama Form Data Calon Penerima Bantuan Kredit Halaman Form Data Calon Penerima Bantuan Kredit merupakan form yang digunakan untuk meng-crud data CalonPenerima Bantuan Kredit yang ada Pada Bank Negara Indonesia (BNI). Gambar 4. Tampilan Form Data Calon Penerima Bantuan Kredit Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 20 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Form data kriteria Halaman Form data kriteria merupakan form yang digunakan untuk mengubah data kriteria Pada Bank Negara Indonesia (BNI). Halaman data Form Data Calon Penerima Bantuan Kredit terdiri dari kode kriteria, nama kriteria, dan bobot kriteria yang dimana pengolahan data hanya pengubahan data kriteria, data kriteria yang telah dimasukkan ke dalam sistem meliputiketerkaitan data beserta bobot penilaian kelayakan yang di berikan dari Gambar 5. Tampilan Form Data Kriteria Form data penilaian Halaman Form data penilaian merupakan form yang digunakan untuk meng-crud nilai setiap Calon Penerima Bantuan Kredit Gambar 6. Tampilan Form Penilaian Form Proses Perhitungan Halaman Form Proses Perhitungan pada form ORESTE merupakan untuk melakukan proses perhitungan data penilaian menggunakan metode ORESTE. Gambar 7. Tampilan Form Perhitungan ORESTE Raja Syahfitra Harahap, 2022. Hal 21 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 1. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index KESIMPULAN Dalam proses Menentukan Keputusan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya yang terdiri dari Character. Capasity. Capital. Collateral. Untuk merancang sistem pendukung keputusan Kelayakan Pemberian Bantuan Dana Atau Kredit menggunakan metode ORESTE di awali dengan pengumpulan data alternatif yang kemudian dikonversi sesuai dengan masing -masing bobot kriteria yang telah ditetapkan dan kemudian dihitung dengan menggunakan metode ORESTE. Dari hasil perhitungan menggunakan metode ORESTE hasil pada sistem sama dengan hasil manual dengan menggunakan metode ORESTE yaitu alternatif dengan nama Muhammad Ali berada pada peringkat pertama nilai 4,42 Layak. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih diucapkan kepada Allah SWT yang memberikan rahmat dan karunia sehingga mampu menyelesaikan jurnal ini. Kemudian kepada Bapak Saniman dan Ibu Rita Hamdani atas segala waktu dan ilmunya yang telah memberikan bimbingan selama masa pengerjaan hingga menyelesaikan jurnal ini dan kepada seluruh dosen serta pegawai kampus STMIK Triguna Dharma yang telah banyak membantu baik dari segi informasi ataupun dukungan lainnya. REFERENCES