Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah melalui Whatsapp Grup di Masa Pandemi Covid-19 pada Siswa Kelas VI SDN 1 Penengahan Bandar Lampung Pebrinda SDN 1 Penengahan. Bandar Lampung lindapebrinda2016@gmail. Abstract: The purpose of this classroom action research is to improve social studies learning outcomes for grade VI. A students of SDN 1 Penengahan. Kedaton District. Bandar Lampung City. Semester 2 of the 2019/2020 academic year. The form of this research is classroom action research which consists of 2 cycles, each cycle is carried out three times face-to-face meetings with the research subjects of class VI. A SDN 1 Penengahan students, totaling 33 students. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of a problem-based learning model (PBL) assisted by Whatsapp Groups can improve social studies learning outcomes for students of class VI. A SDN 1 Penengahan. Kedaton District. Bandar Lampung City. Keywords: problem-based learning, learning outcomes, social studies. Whatsapp Group. Covid-19 pandemic PENDAHULUAN Keadaan Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi tidak baik disebabkan oleh virus berasal dari Wuhan. China yang dinamakan dengan Covid-19. (WHO, menyatakan bahwa virus ini penularannya sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian. Virus ini menyerang infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek namun sifatnya lebih mematikan. Berdasarkan data (Worldometer, 2. Coronavirus Casses menyatakan 2. 744 Pasien yang terpapar virus ini dan beberapa meninggal dunia sehingga wabah penyebaran virus ini disebut dengan pandemi Covid-19 dunia. Penyebaran virus ini bisa ditempat umum atau kerumunan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan penyebaran virus ini melalui kontak fisik seperti berjabat tangan maka dianjurkan agar mencuci tangan dengan benar dan baik sesuai langkah serta menggunakan masker jika keluar rumah untuk pencegahan penyebaran Corona Virus. Akibat adanya kasus Covid-19 di Indonesia update terakhir menurut web resmi Kemenkes pada hari Senin, 04 Mei 2019 korban meninggal dunia sebanyak 864 jiwa. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . terkonfirmasi terpapar Covid-19 sebanyak 11. 587 jiwa. Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 238. 178 sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 24. 020 dan yang telah sembuh sebanyak 1. 954 jiwa. Akibat dari pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan Covid-19 mengimplementasikan ajakan masyarakat untuk melaksanakan Physical Distancing atau memberi jarak dengan orang lain sejauh satu meter dan menghindari kerumunan dan berbagai acara pertemuan yang menimbulkan perkumpulan (Covid-19, 2. Selain itu pemerintah menerapkan kebijakan untuk di rumah Saja seperti kerja dirumah atau Work From Home (WFH) dan kegiatan apapun yang berhubungan dengan perkumpulan atau pertemuan ditiadakan dan diganti dengan media online. Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Isi dari surat ini salah satunya adalah meliburkan kegiatan belajar mengajar dan mengganti dengan pembelajaran berbasis jaringan (Darin. via E-learning yang dapat digunakan berbagai instansi pendidikan. Pada kondisi seperti ini semua guru atau tenaga pendidik diharuskan untuk mengganti pembelajaran menggunakan E-learning atau melalui media online. Berbagai platform digunakan untuk melakukan pengajaran sehingga perlu didukung dengan fasilitas pembelajaran yang baik dan pemanfaatan teknologi informasi (Rusman, 2. Seluruh siswa diwajibkan untuk menggunakan alat komunikasi seperti Handphone dengan bijak untuk mendukung proses Pembelajaran daring dengan tatap muka melalui aplikasi menjadi hal yang paling menguntungkan guna memutus penyebaran Covid-19 serta menjaga kesehatan keselamatan jiwa guru dan siswa dari terpaparnya virus tersebut (Jamaluddin. Ratnasih. Gunawan, & Panjiah, 2. Pembelajaran daring memberikan dampak positif yaitu pengalaman dan pemanfaatan teknologi dalam hal positif serta mewujudkan tantangan guru di Abad21 (Wicaksono, 2. Pembelajaran daring membawa perubahan dalam sistem pendidikan, materi yang akan diajarkan, pembelajaran yang dilakukan serta hambatan-hambatan yang dihadapi baik oleh guru, siswa dan penyelanggara pendidikan (Ruseffendi, 1. Pembelajaran daring selain untuk memutus penyebaran Covid-19 diharapkan mampu menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan kemandirian pembelajaran yang memungkinkan siswa pelajari materi pengetahuan yang lebih luas di dalam dunia internet sehingga menimbulkan kekreatifan siswa dalam mengetahui ilmu pengetahuan dan dapat mengimplementasikan kebijakan Kurikulum 2013 (Darmalaksana. Hambali. Masrur, & Muhlas, 2. Situasi pandemi Covid-19 seperti ini, pembelajaran daring diatur melalui Surat Edaran Kemdikbud mengenai Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19 terdapat kebijakan yaitu pembelajaran daring guna memberikan sebuah pengalaman belajar yang sangat bermakna, tidak menjadi beban dalam Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . menyelesaikan semua kurikulum untuk kelulusan, pembelajaran dititikberatkan pada pengembangan kecakapan hidup yaitu tentang pandemi Covid-19 dan pembelajaran tugas dapat divariasi antar siswa, mengikuti bakat dan minat serta keadaan masing-masing termasuk meninjau kembali kesenjangan fasilitas belajar yang dimiliki dirumah. Pembelajaran daring pada mata pelajaran IPS menimbulkan suatu permasalahan karena pada hakikatnya Pembelajaran IPS adalah pembelajaran yang mencantumkan konsep abstrak dan kejadian yang memerlukan observasi, hingga siswa harus diharuskan melihat apa yang dapat dipelajari (Rusman, 2. Disisi lain IPS merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan IPS di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan IPS diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan IPS yang kuat sejak dini (Japar & Siska, 2. Mata pelajaran IPS perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif (Suradi, 2. Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran IPS yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian (Subroto. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model IPS, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya (Slameto, 1991. Hudoyo. Kondisi awal kegiatan belajar mengajar sebelum diadakan penelitian tindakan kelas, guru dalam mengajar sebagian besar menggunakan metode ceramah, sehingga menimbulkan kebosanan pada peserta didik, kurangnya antusias terhadap materi pelajaran, peserta didik kurang perhatian terhadap proses belajar Masalah-masalah yang dihadapi peserta didik kelas VI dalam pembelajaran IPS adalah: . Hasil belajar peserta didik masih rendah, peserta didik umumnya masih mengalami kesulitan memahami materi pembelajaran IPS, hal ini terjadi setiap kali dilakukan ulangan formatif, nilai peserta didik masih banyak yang berada dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. , 70 . entang 0 - . Persentase ketuntasan belajar hanya 60% . dari 33 ana. padahal seharusnya minimal 75% tuntas. Pembelajaran hanya terpusat pada guru . uru sentri. , peserta didik belum terlibat secara aktif, kreatif dalam proses pembelajaran. Guru dalam pembelajaran IPS cenderung menggunakan metode konvensional, dalam Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . pembelajaran kurang mengaktifkan peserta didik. Peserta didik belum aktif dan belum diajak berfikir kritis dalam proses pembelajaran. Penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat, belum dapat merangsang peserta didik untuk belajar aktif, kreatif dan menyenangkan. Minat belajar dan motivasi peserta didik terhadap pelajaran IPS masih rendah. Peserta didik masih kurang pemahaman konsep belajar IPS sehingga prestasi belajar rendah. Penggunaan sumber belajar yang terbatas, guru satu-satunya sumber belajar. Kurangnya penggunaan media pembelajaran dan alat peraga yang tepat dengan karakteristik materi pembelajaran (Hamalik, 1993. Darmin, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan partisipasi dan hasil belajar IPS tema Bumiku melalui penerapan model Berbasis Masalah melalui Aplikasi Whatssapp Grup pada siswa kelas VI. A semester 2 SDN 1 Penengahan Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Secara umum hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada pembelajaran IPS utamanya dalam meningkatkan pemahaman konsep belajar IPS peserta didik. Secara khusus penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada strategi pembelajaran IPS. METODE Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model spiral dari Kemmis dan Targat. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 . Dalam setiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi dan observasi, dan tahap refleksi. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas VI SDN 1 Penengahan Kecamatan Kedaton. Kota Bandar Lampung. Peserta didik kelas VI. A ini berjumlah 33 anak yang terdiri dari 18 peserta didik perempuan dan 15 peserta didik laki-laki, pada mata pelajaran IPS dengan tema AuBumikuAy. Alasan pemilihan tempat penilitan tersebut adalah karena peneliti sebagai guru yang mengampu atau wali kelas di sekolah tempat bertugas. Suasana Sekolah asri dengan suasana pedesaan, di sekitar lokasi sekolah terdapat perumahan warga, persawahan, dan sungai. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI. A SDN 1 Penengahan Kecamatan Kedaton. Kota Bandar Lampung. Jawa Tengah. Peserta didik kelas VI. A ini berjumlah 33 anak yang terdiri dari 15 peserta didik perempuan dan 18 peserta didik laki-laki, semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Sebagian besar orang tua/wali peserta didik bermata pencaharian bertani, buruh, pedagang. Kondisi ini menyebabkan perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya masih kurang, karena rata-rata peserta didik ikut nenek atau saudaranya. Orang tua peserta didik kurang memperhatikan perkembangan kemajuan belajar putra-putrinya. Khususnya kegiatan belajar peserta didik dirumah, tugas atau pekerjaan rumah, mempelajari kembali materi pelajaran masih kurang perhatian dari orang tua. Apalagi ikut membantu membimbing belajar putra-putrinya di rumah. Kenyataan ini diketahui Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . guru langsung dari jawaban sebagian besar peserta didik ketika ditanya di dalam Dengan demikian, motivasi untuk belajar sangat rendah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) direncanakan untuk perbaikan peningkatan hasil belajar peserta didik dalam dua siklus. Siklus 1 dan Siklus 2. Penelitian dinyatakan berhasil apabila persentase ketuntasan belajar peserta didik setelah diadakan penelitian sesuai target yang ditentukan. Bila ternyata belum mencapai target yang ditentukan akan dilanjutkan ke siklus berikutnya. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart . alam Setyadin dan Wiyono, 2010:. , yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang Setiap siklus meliputi: planning . , action . , observation . , dan reflection . Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi (Sutama, 2. Sebelum masuk pada Siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 1. Model Penelitian Tindakan dari Kemmis dan Taggart HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik atau hasil belajar IPS. Berdasarkan hasil observasi ini peneliti mendapatkan data kondisi awal bahwa hasil belajar IPS peserta didik kelas VI. SDN 1 Penengahan masih rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai tes IPS dari Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . 33 peserta didik kelas VI. A yang tuntas hanya 13 peserta didik . %) dan 20 peserta didik . %) tidak tuntas belajar, rata-rata nilai dalam satu kelas VI. A 2,3. Pembelajaran IPS kelas VI. A SDN 1 Penengahan dinyatakan tuntas apabila 75% peserta didiknya mendapat nilai Ou70 (KKM). Pada kondisi awal peserta didik masih pasif, motivasi belajar rendah, pembelajaran bersifat guru sentris sehingga hasil belajar peserta didik rendah. Melihat kondisi itu, maka perlu diadakan peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Rencana Tindakan Siklus Pertama . x35 meni. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam memahami dan menyerap materi pembelajaran yang akan diajarkan. Pelaksanaan pembelajaran IPS pada siklus 1 dilaksanakan melalui 3 pertemuan melalui WA Grup yaitu tanggal 23, 26, 27 April 2020. Persiapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: Persiapan . Menyusun RPP pelajaran IPS dengan Tema Bumiku yang digunakan untuk pegangan guru dalam proses pembelajaran agar lebih efektif, efisien, dan terarah sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menyiapkan sumber pembelajaran . Menyiapkan media pembelajaran . Menyiapkan Lembar Kerja Peserta didik . Menyusun dan menyiapkan lembar observasi . Menyusun soal-soal tes untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Pertemuan 1 . Kegiatan Awal Pelaksanaan tindakan dimulai dengan kegiatan pendahuluan yang berupa berdoa, dan presensi melalui Whatsapp Grup. Guru membuka pelajaran dan mengadakan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru memberikan informasi materi yang akan dibahas dalam Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran agar peserta didik mampu menyelesaikan pengerjaan tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN dengan Guru memberi motivasi pada peserta didik. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Kegiatan Inti Guru menyampaikan materi pembelajaran secara klasikal tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Peserta didik mendengarkan dan menyimak video pembelajaran yang dikirim melalui Whatsapp Grup tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru menyajikan permasalahan pembelajaran yang telah disiapkan. Guru mengelompok kan peserta didik menjadi beberapa kelompok secara heterogen yang terdiri dari 4-5 peserta didik melalui Whatsapp Grup. Secara berkelompok melalui Whatsapp Grup peserta didik mengadakan diskusi tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru melakukan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan dengan cara masuk ke WA Grup masing-masing kelompok. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok melalui WA Grup Kelas. Kelompok yang lain memperhatikan dan memberi tanggapan dari hasil kerja kelompok yang sedang dipresentasikan. Kegiatan Akhir Guru memberikan ulasan masalah hasil kerja kelompok dari masingmasing kelompok. Guru memberikan penguatan dengan cara memberikan pujian bagi kelompok yang aktif Guru menutup pelajaran Pertemuan 2 . Kegiatan Awal Guru memulai kegiatan dengan berdoa dan presensi. Guru membuka pelajaran dan mengadakan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan tentang pelajaran yang sudah dipelajari dan yang akan diajarkan. Guru memberikan informasi materi yang akan dibahas dalam Guru menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan volume dan luas Bumiku. Guru memberi motivasi pada peserta didik. Kegiatan Inti Guru menyampaikan materi pembelajaran secara klasikal tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . di wilayah ASEAN Peserta didik mendengarkan dan mengamati video pembelajaran yang dikirim melalui Whatsapp Grup tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru menyajikan permasalahan pembelajaran tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru mengelompokkan peserta didik melalui Whatsapp Grup menjadi beberapa kelompok secara heterogen yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Secara berkelompok peserta didik mengadakan diskusi tentang cara mencari volume dan luas Bumiku. Guru melakukan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan dengan cara masuk ke WA Grup masing-masing kelompok. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok. Kelompok yang lain memperhatikan dan memberi tanggapan dari hasil kerja kelompok . Kegiatan Akhir Guru memberikan ulasan masalah hasil kerja kelompok dari masingmasing kelompok. Guru memberikan penguatan dengan cara memberikan pujian bagi kelompok yang mengerjakan tugasnya dengan baik. Guru menutup pelajaran Pertemuan 3 . Kegiatan Awal Guru memulai kegiatan dengan berdoa dan presensi. Guru mengkondisikan kelas. Guru memberi motivasi pada peserta didik. Kegiatan Inti Guru mengadakan tes dari apa yang dipelajarai pada pertemuan 1 dan Guru memberikan soal pada peserta didik untuk dikerjakan sendirisendiri tanpa bantuan dari temannya. Peserta didik mengerjakan soal tes yang sudah diberikan oleh guru. Guru bersama peserta didik membahas soal-soal tes. Guru mengadakan penilaian. Kegiatan Akhir Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi soal yang baru saja dikerjakan. Guru menutup pelajaran. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Refleksi Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, hasil belajar IPS sudah mengalami peningkatan, tetapi masih ada peserta didikyang nilainya masih di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengerjaan soal dimana peserta didik yang memperoleh nilai diatas 70 ada 23 peserta didik, mendapat nilai dibawah 750 ada 8 peserta didik dengan prosentase ketuntasan 73,91 %. Siklus 2 . x35 meni. Perencanaan Tindakan Setelah melihat kekurangan dan keberhasilan siklus 1 hasil pembelajaran IPS tema Bumiku pada peserta didik kelas VI. A SDN 1 Penengahan yang belum memenuhi prosentase ketuntasan dengan data peserta didik yang memperoleh nilai diatas 70 ada 24 peserta didik, mendapat nilai dibawah 70 ada 9 peserta didik dengan prosentase ketuntasan 73,91 % maka kegiatan penelitian Siklus 1 perlu diadakan perbaikan pada Siklus berikutnya. Pelaksanaan pembelajaran IPS tema Bumiku pada siklus 2 dilaksanakan melalui 3 pertemuan yaitu tanggal 2, 3, 6 Mei 2020. Persiapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: Persiapan . Menyusun RPP pelajaran IPS dengan tema Bumiku yang digunakan untuk pegangan guru dalam proses pembelajaran agar lebih efektif, efisien, dan terarah sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menyiapkan sumber pembelajaran . Menyiapkan media pembelajaran . Menyiapkan Lembar Kerja Peserta didik . Menyusun dan menyiapkan lembar observasi . Menyusun soal-soal tes untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Pertemuan 1 . Kegiatan Awal Pelaksanaan tindakan dimulai dengan kegiatan pendahuluan yang berupa berdoa, dan presensi. Guru membuka pelajaran dan mengadakan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru memberikan informasi materi yang akan dibahas dalam Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran agar peserta didik mampu menyelesaikan pengerjaan tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Guru memberi motivasi pada peserta didik. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Kegiatan Inti Guru menyampaikan materi pembelajaran secara klasikal tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Peserta didik mendengarkan dan mengamati video pembelajaran yang dikirim guru melalui Whatsapp Grup kelas tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Guru menyajikan permasalahan pembelajaran yang telah disiapkan. Guru mengelompokkan peserta didik melalui Whatsapp Grup menjadi beberapa kelompok secara heterogen yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Secara berkelompok peserta didik mengadakan diskusi tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru melakukan bimbingan kepada kelompok yang mengalami Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok. Kelompok yang lain memperhatikan dan memberi tanggapan dari hasil kerja kelompok yang sedang dipresentasikan. Kegiatan Akhir Guru memberikan ulasan hasil kerja kelompok dari masing-masing Guru memberikan penguatan dengan memberikan pujian kelompok yang aktif. Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan dari hasil kerja kelompok. Guru menutup pelajaran Pertemuan 2 . Kegiatan Awal Guru menyiapkan peserta didik untuk memulai kegiatan dengan berdoa dan presensi. Guru membuka pelajaran dan mengadakan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan tentang pelajaran yang sudah dipelajari dan yang akan diajarkan. Guru menjelaskan materi yang akan dibahas dalam pembelajaran. Peserta didik mengamati dan memperhatikan penjelasan guru. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Guru memberi motivasi pada peserta didik. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Kegiatan Inti Guru menyampaikan materi pembelajaran secara klasikal tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Peserta didik mendengarkan dan mengamati video pembelajaran guru yang dikirim melalui Whatsapp Grup karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Guru menyajikan permasalahan pembelajaran karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Guru mengelompokkan peserta didik melalui Whatsapp Grup menjadi beberapa kelompok secara heterogen yang terdiri dari 4-5 peserta didik. Secara berkelompok peserta didik mengadakan diskusi tentang karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN Guru melakukan bimbingan kepada kelompok yang mengalami Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok. Kelompok yang lain memperhatikan dan memberi tanggapan dari hasil kerja kelompok yang sedang dipresentasikan. Kegiatan Akhir Guru membimbing peserta didik membuat kesimpulan dari hasil kerja Guru memberikan umpan balik dan penguatan dengan cara memberikan pujian bagi kelompok yang mengerjakan tugasnya dengan baik. Guru menutup pelajaran Pertemuan 3 . Kegiatan Awal Guru memulai kegiatan dengan berdoa dan presensi. Guru mengkondisikan kelas. Guru memberi motivasi pada peserta didik. Kegiatan Inti Guru mengadakan tes dari apa yang dipelajarai pada pertemuan 1 dan Guru memberikan soal pada peserta didik untuk dikerjakan sendirisendiri tanpa bantuan dari temannya. Peserta didik mengerjakan soal tes yang sudah diberikan oleh guru. Guru bersama peserta didik membahas soal-soal tes. Guru mengadakan penilaian. Kegiatan Akhir Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi soal yang baru saja dikerjakan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan dalam bentuk pujian pada peserta didik yang berhasil mengerjakan soal dengan baik. Guru menutup pelajaran. Refleksi Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah hasil belajar IPS Tema Bumiku telah mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI. A SDN 1 Penengahan semester I Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengerjaan soal dimana peserta didik yang memperoleh nilai diatas 75 ada 15 peserta didik, dengan prosentase ketuntasan Hasil Tindakan Analisis data hasil belajar IPS Pra Siklus Dari tes evaluasi yang dilakukan oleh guru untuk peserta didik diperoleh data hasil belajar IPS sebelum dilakukan tindakan pembelajaran sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Belajar IPS Pra Siklus Interval Frekwensi 80 Ae 89 70 Ae 79 60 Ae 69 50 - 59 Jumlah Rata-rata Nilai 63,26 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Presentasi 8,70% 34,78% 17,39% 39,13% Berdasarkan tabel, hasil analisis yang digambarkan bahwa hasil belajar IPS menunjukkan peserta didik yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 75 sebanyak 19 peseta didik, sedangkan diatas KKM sebanyak 14 peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPS masih rendah. Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar IPS Pra Siklus Jumlah No Skor Ketuntasan Frekwensi Presentasi (%) Ou75 Tuntas 60,87% <75 Belum Tuntas 39,13% Jumlah Rata-rata 63,26 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa peserta didik yang sudah tuntas dengan nilai di atas KKM Ou ada 20 peserta didik dan yang belum tuntas atau masih Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . di bawah KKM O ada 13 peserta didik. Dari tabel 4. 2 dapat dibuat diagram lingkaran seperti pada diagram di bawah ini. Gambar 2. Ketuntasan Hasil Belajar IPS Pra Siklus peserta didik kelas VI. SDN 1 Penengahan Semester 2 Thaun Pelajaran 2019/2020 Berdasarkan diagram di atas, dapat diambil kesimpulan, pada mata pelajaran IPS peserta didik yang sudah tuntas mencapai 60,87%, sedangkan yang belum tuntas ada 39,13%. Dengan melihat data tersebut maka peneliti mengadakan evaluasi dengan mengadakan penelitian tindakan kelas siklu1. Analisis Data Hasil Belajar IPS siklus 1 Pembelajaran IPS pada siklus 1 dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah hasil belajar IPS tema Bumiku dapat meningkatkan hasil belajar peserta Deskripsi hasil belajar IPS tema Bumiku dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Belajar IPS Siklus 1 Interval Frekwensi Presentasi 90 - 100 8,70% 80 Ae 89 70 Ae 79 52,17% 13,04% 60 Ae 69 26,09% 50 - 59 Jumlah Rata-rata Nilai 66,30 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Tabel 4. Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siklus 1 Jumlah Skor Ketuntasan Frekwensi Presentasi (%) Ou75 Tuntas 73,91% <75 Belum Tuntas 26,09% Jumlah Rata-rata 66,30 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa peserta didik yang sudah tuntas dengan nilai di atas KKM Ou ada 24 peserta didik dan yang belum tuntas atau masih di bawah KKM O ada 9 peserta didik. Dari tabel 4. 4 dapat dibuat diagram lingkaran di bawah ini. 1 Ou Tuntas 2 O Belum Tuntas Gambar 3. Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siklus 1 peserta didik kelas VI. SDN 1 Penengahan Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 Berdasarkan diagram di atas, dapat diambil kesimpulan, pada mata pelajaran IPS peserta didik yang sudah tuntas mencapai 73,91%, sedangkan yang belum tuntas ada 26,09%. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Hasil Belajar IPS siklus 2 Pembelajaran IPS pada siklus 2 dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah hasil belajar IPS tema Bumiku dapat meningkatkan hasil belajar peserta Deskripsi hasil belajar IPS tema Bumiku dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 5. Hasil Belajar IPS Siklus 2 Interval Frekwensi Presentasi 91 - 100 8,70% 86 Ae 90 13,05% 81 Ae 85 43,47% 75 Ae 80 34,78% Jumlah Rata-rata Nilai 71,08 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Tabel 6. Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siklus 2 Jumlah Skor Ketuntasan Frekwensi Presentasi (%) Jumlah Rata-rata nilai 71,08 Ou75 Tuntas <75 Belum Tuntas Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa peserta didik yang sudah tuntas dengan nilai di atas KKM Ou ada 33 peserta didik dan yang belum tuntas atau masih di bawah KKM O tidak ada. Hasil belajar siklus 2 dapat dilihat pada Grafik 4. Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . 1 Ou Tuntas 2 O Belum Tuntas Gambar 4. Diagram ketuntasan hasil belajar IPS siklus 2 peserta didik kelas VI. A SDN 1 Penengahan semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 Pada mata pelajaran IPS peserta didik yang sudah tuntas mencapai 100%, jadi dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik SDN 1 Penengahan. Pembahasan Aktivitas peserta didik, pada siklus 1 aktivitas peserta didik masih tergolong rendah, peserta didik yang kurang aktif dalam kelompoknya sekitar 39,13%. Peserta didik masih banyak yang belum paham dengan kegiatan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) melalui Whatsapp Grup, karena kurangnya penjelasan, sehingga peserta didik kurang termotivasi, malu, takut bertanya pada guru. Oleh karena itu pada setiap proses pembelajaran berlangsung peserta didik selalu diberi bimbingan dan motivasi agar tumbuh rasa percara diri yang akhirnya peserta didik berani bertanya, bertindak, bekerjasama dengan teman kelompoknya. Peserta didik masih takut bertanya dan mengeluarkan pendapat. Ini disebabkan karena belum terbiasa atau belum terlatih, maka sangat perlu peserta didik diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan, dan tanya jawab. Hal ini diharapkan dapat melatih dan memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya dan berpendapat dengan teman sejawat. Dalam diskusi kelompok, ada beberapa kelompok yang terlihat pasif. Pada tes siklus 1, peserta didik masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal latihan. Pada kegiatan pembelajaran siklus 2, peserta didik berani bertanya pada guru, dan temannya. Keberanian peserta didik semakin tumbuh, sebagian besar peserta didik dengan kesadaran berani menunjukkan jarinya untuk menjawab pertanyaan, atau pun memberi tanggapan kelompok lain. Selama mengerjakan tes akhir semua peserta didik mengerjakan dengan tertib. Penggunaan masalah sehari- Pebrinda Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tema Bumiku Menggunakan Model Pembelajaran. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . hari/konstekstual membuat peserta didik lebih menarik. Pada tes siklus 2 peserta didik mengerjakan tugas dengan baik dan mengalami peningkatan hasil dibandingkan dengan hasil tes-tes sebelumnya. Peserta didik mengerjakan tes akhir dengan tenang dan tertib. Persentase ketuntasan peserta didik mencapai 100% dari jumlah 33 peserta didik kelas enam SDN 1 Penengahan. Dengan demikian pada siklus 2 dipandang cukup, karena ketuntasan belajar peserta didik telah mencapai tolok ukur keberhasilan, yaitu ketuntasan belajar telah mencapai Ou 75%. Aktivitas mengajar guru juga mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, guru telah melaksankan tahapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL), dengan kategori baik. Terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari kondisi Pra Siklus nilai rata-rata 63,26 pada siklus 1 meningkat menjadi 66,30 kemudian naik menjadi 71,08 pada siklus 2. Dari hasil penelitian menunjukkan telah terjadi peningkatan hasil belajar IPS peserta didik kelas VI. A setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (PBL). Peneliti beranggapan proses dan hasil penelitian sudah dianggap berhasil sehingga dihentikan pada siklus 2. SIMPULAN Hasil belajar siswa mengalami peningkatan, sebelum penelitian ketuntasan hanya 39,13% dengan rata-rata kelas VI. A 3,26 setelah dilakukan tindakan, pada siklus1 ketuntasan belajar siswa 73,91% dengan nilai rata-rata 66,30. Pada siklus 2 ketuntasan belajar siswa 100% dengan nilai rata-rata kelas 71,08 Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran berbasisi masalah (PBL) berbantuan Whatsapp Grup dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI. A SDN 1 Penengahan Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Saran dalam penelitian ini ialah guru dapat mencoba menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) berbantuan Whatsapp Grup sebagai salah satu alternative model pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih bermakna, dapat meningkatkan keaktifan siswa, dapat meningkatkan kerjasama dan toleransi serta dapat membangun kepercayaan diri pada siswa, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar IPS. DAFTAR PUSTAKA