Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi Siswa Sekolah Dasar di Pekanbaru Firdatul Taqbira1. Rindu Cindi Fatika2. Neng Sholihat3* Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Penguatan karakter peduli lingkungan sejak dini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung terciptanya budaya hidup bersih dan sehat di kalangan siswa sekolah dasar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan pada siswa SD Muhammadiyah IV Pekanbaru melalui edukasi dan aksi nyata pengelolaan Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode edukasi di kelas serta praktik langsung berupa aksi bersihbersih di lingkungan sekolah dan sekitar pemukiman warga. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa, guru, siswa, serta partisipasi warga sekitar sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan, ditandai dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, serta mengurangi penggunaan plastik di sekolah. Partisipasi warga sekitar juga memberikan dampak positif bagi keberhasilan kegiatan. Meski demikian, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya disiplin sebagian siswa selama kegiatan berlangsung. Keberlanjutan program perlu diperkuat melalui pembentukan tim kebersihan sekolah, penyediaan tempat sampah terpilah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter peduli lingkungan yang dikemas dalam bentuk edukasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan berkelanjutan. Submit: 10 Mei 2025 Revisi: 19 Juni 2025 Diterima: 24 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: kepedulian lingkungan, pelestarian lingkungan, pembangunan berkelanjutan, pendidikan karakter Corresponding Author: Neng Sholihat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia Email: nengsholihat@umri. Pendahuluan Kepedulian merupakan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali (Pratiwi et al. , 2. Manusia sebagai makhluk hidup tidak bisa terlepas dari interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam menjalani sehari-hari, bergantung pada alam untuk memenuhi Pemanfaatan keseimbangan ekosistem serta kelestarian lingkungan agar tetap lestari bagi generasi Namun, realitas menunjukkan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan saat Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. ini justru seringkali memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan alam. Kecenderungan manusia modern yang mengeksploitasi alam tanpa batas telah menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan yang semakin sulit Bahkan tidak sedikit aktivitas manusia yang secara langsung merusak keindahan alam dan mempercepat laju kerusakan lingkungan (Arifin et al. , 2. Kerusakan lingkungan telah menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh masyarakat global, termasuk Indonesia (Maulana & Hidayah. Ancaman seperti perubahan iklim, pencemaran udara dan air, deforestasi, hingga degradasi lahan merupakan bukti nyata dari dampak negatif ulah manusia yang tidak ramah Berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui jalur pendidikan (Astikasari et al. , 2022. Pramesiana et al. , 2. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran, sikap, dan perilaku generasi muda agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Sayangnya, tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan masih tergolong rendah (Nasucha et al. , 2020. Nugroho et al. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, masyarakat, maupun lembaga pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian Padahal, kepedulian terhadap lingkungan menjadi aspek krusial dalam Keberlanjutan pembangunan tidak akan tercapai tanpa dukungan dari kondisi lingkungan yang Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 sehat dan lestari. Namun, dalam praktiknya, pembangunan di Indonesia seringkali justru berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, tanpa memperhatikan kapasitas daya dukung lingkungan. Proses pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan mendorong pertumbuhan penduduk yang pesat dan berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap sumber daya alam. Akibatnya, fenomena seperti deforestasi, pencemaran, dan degradasi lingkungan terus terjadi dalam skala yang semakin mengkhawatirkan (Sitorus & Lasso, 2. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi salah satu aspek fundamental untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembinaan sikap, perilaku, dan nilai-nilai luhur yang dapat membentuk cara berpikir, berperasaan, dan bertindak seseorang menjadi lebih baik. Salah satu strategi yang mengintegrasikan pendidikan karakter peduli lingkungan dalam kurikulum pendidikan di Pendidikan karakter peduli lingkungan merupakan upaya sistematis untuk membangun sikap dan perilaku yang mencerminkan kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran dalam mengelola serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan bertujuan untuk melahirkan generasi muda, khususnya siswa, yang memiliki sikap dan tindakan nyata dalam mencegah kerusakan lingkungan sekaligus berupaya memperbaiki Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 kondisi alam yang telah rusak. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa lingkungan hidup yang terstruktur dan berkesinambungan (Sitorus & Lasso, 2. Melalui pendidikan di sekolah, nilai-nilai peduli lingkungan dapat ditanamkan sejak dini sehingga membentuk kebiasaan dan budaya yang positif di kalangan siswa. Penanaman nilai karakter peduli lingkungan sejak dini sangat penting mengingat anak-anak pada jenjang sekolah dasar berada pada tahap perkembangan yang kritis dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku. Anak usia sekolah dasar cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, senang bermain dan bereksperimen, serta memiliki semangat belajar yang kuat terutama ketika materi yang disampaikan sesuai dengan minat mereka. Oleh karena itu, pendidikan karakter peduli lingkungan sebaiknya dikembangkan dalam bentuk pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan aplikatif agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya pendidikan lingkungan hidup juga ditegaskan oleh Agsari et al. yang menyatakan bahwa pendidikan lingkungan hidup harus seimbang antara aspek teoretis dan Pendidikan ini menjadi investasi penting dalam upaya melestarikan lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan dari generasi ke generasi. Tidak hanya itu, kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga sekolah, baik guru, siswa, maupun tenaga kependidikan lainnya. Lingkungan e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. sekolah yang bersih dan sehat dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif serta menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan di kalangan siswa (Ratih et al. , 2020. Sabardila et , 2. Pembentukan dan penguatan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar menjadi sangat relevan dalam konteks pendidikan karakter yang diamanatkan oleh sistem pendidikan nasional. Rahma et al. menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pendidikan nasional yang bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang berakhlak mulia, berkarakter, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, masyarakat, dan lingkungan Oleh karena itu, penguatan karakter peduli lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan pendidikan nasional Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa membentuk dan menguatkan karakter peduli lingkungan pada anak sejak jenjang sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan Muhammadiyah Pekanbaru menjadi salah satu contoh sekolah dasar yang memerlukan penguatan karakter peduli lingkungan bagi siswanya. Realitas di sekolah ini menunjukkan bahwa kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah maupun kelas masih tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu adanya program yang terencana dan sistematis untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan pada siswa SD Muhammadiyah IV Pekanbaru. Upaya ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan bagi pelestarian alam di masa depan. Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena dinilai sesuai untuk menggambarkan dan menjelaskan berbagai fenomena sosial yang terjadi di lapangan, khususnya dalam konteks membangun karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Menurut metode deskriptif, data yang dikumpulkan dapat berupa data verbal maupun nonverbal yang kemudian diolah untuk memberikan gambaran nyata tentang situasi, aktivitas, dan perubahan yang terjadi pada subjek kegiatan. Dalam konteks pengabdian ini, metode deskriptif memungkinkan tim pengabdi untuk mengeksplorasi kondisi aktual siswa dalam berperilaku terhadap kebersihan lingkungan sekolah, serta memahami proses pembentukan karakter peduli lingkungan melalui pendekatan langsung yang aplikatif. Pengabdian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah IV Pekanbaru, yang berlokasi di Kota Pekanbaru. Provinsi Riau. Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Kamis, 6 Februari 2025, dengan melibatkan kurang lebih 300 siswa dari berbagai jenjang kelas yang ada di sekolah tersebut. Kegiatan difokuskan pada upaya menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui aktivitas nyata yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan sesi edukasi tentang pengelolaan sampah yang disampaikan oleh mahasiswa sebagai Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 bagian dari tim pengabdi. Pada sesi edukasi ini, siswa diberikan pemahaman mengenai jenisjenis sampah, dampak negatif sampah terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Setelah sesi edukasi selesai, siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi sekaligus meningkatkan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan pemungutan sampah. Setiap kelompok didampingi oleh guru pendamping dan mahasiswa yang telah ditugaskan secara khusus untuk membimbing sekaligus mengawasi jalannya kegiatan. Para pendamping berperan memastikan bahwa kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Setiap kelompok diberikan rute atau jalur tersendiri untuk menyisir area di sekitar sekolah, termasuk halaman, taman, dan area lain di lingkungan sekolah yang berpotensi terdapat sampah. Dengan pembagian rute ini, diharapkan seluruh area sekolah dapat dibersihkan secara merata dan optimal. Kegiatan pemungutan sampah ini tidak lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan peduli Melalui pengalaman langsung di lapangan, diharapkan siswa dapat membangun kesadaran dan sikap positif terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah IV Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Pekanbaru ini berfokus pada penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di area sekolah maupun lingkungan sekitar, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata (Sari et al. , 2. Pendidikan karakter peduli lingkungan menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, mengingat karakter ini dapat membentuk sikap tanggung jawab terhadap lingkungan yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bekerja sama dengan pihak sekolah, khususnya guru-guru, untuk mengorganisasi siswa dalam melakukan aksi bersih-bersih Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukasi dan praktik lapangan, yang diawali dengan pemberian edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik. Edukasi ini disampaikan oleh mahasiswa kepada seluruh siswa peserta kegiatan di aula sekolah. Dalam sesi edukasi, disampaikan berbagai informasi mengenai jenisjenis sampah, dampak negatif dari sampah yang tidak terkelola dengan baik, serta pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Mahasiswa juga menjelaskan tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan, termasuk bagaimana plastik dapat mencemari tanah, air, dan bahkan masuk ke rantai makanan manusia. Setelah sesi edukasi selesai, siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok Setiap kelompok terdiri dari sejumlah e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. siswa yang berasal dari berbagai tingkatan kelas, sehingga terjadi interaksi antar siswa yang saling belajar satu sama lain. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk memperlancar koordinasi di lapangan serta meningkatkan efektivitas kegiatan bersih-bersih. Setiap kelompok didampingi oleh guru dan mahasiswa KKN yang bertugas membimbing, mengarahkan, dan memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Mahasiswa juga memberikan arahan teknis kepada siswa mengenai cara yang benar dan aman dalam mengumpulkan sampah. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan dengan cara mengelilingi area di sekitar sekolah, mencakup halaman sekolah, taman, jalan-jalan di sekitar sekolah, serta pemukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah. Setiap kelompok diberikan rute atau jalur tertentu yang harus mereka lalui untuk memastikan bahwa seluruh area sekitar sekolah dapat tersisir dengan baik (Adhantoro et al. , 2025. (Alfiyani et , 2. Sampah yang ditemukan di menggunakan kantong plastik besar yang telah disiapkan sebelumnya oleh panitia kegiatan. Siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti dari semangat mereka saat memungut sampah di berbagai titik yang telah Gambar 1. Siswa Mengumpulkan Sampah Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dalam kegiatan ini tidak hanya dibatasi di dalam kawasan sekolah semata, tetapi juga meluas ke area publik seperti jalanan dan pemukiman warga. Mahasiswa bersama siswa berupaya membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat secara luas (Adhantoro et , 2. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat Beberapa warga yang melihat aktivitas bersih-bersih turut memberikan dukungan, bahkan ada yang secara sukarela membantu proses pengumpulan sampah. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendekatan persuasif kepada warga untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Mahasiswa juga memberikan edukasi tambahan kepada siswa tentang cara memilah sampah antara organik dan anorganik sebelum dibuang, sebagai langkah awal dalam proses daur ulang (Ratri et al. , 2. Pengelolaan sampah yang baik dan benar sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memperbaiki kondisi lingkungan secara umum (Sulistyanto et al. , 2. Selain pembentukan perilaku positif siswa setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Observasi dilakukan oleh guru dan mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan. Banyak siswa yang mulai membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya tanpa harus diingatkan. Tidak hanya itu, beberapa siswa juga terlihat mulai memilah sampah di lingkungan kelas serta menjaga kebersihan ruang kelas dan area sekitarnya (Fauzi et al. , 2. Perubahan kebiasaan ini juga berdampak pada perilaku siswa di kantin sekolah. Terlihat adanya kecenderungan siswa membawa wadah makan dan botol minum sendiri dari rumah, yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang dapat menambah jumlah sampah plastik di sekolah. Ini merupakan salah satu indikator keberhasilan dari kegiatan pengabdian yang tidak hanya memberikan efek sesaat, tetapi juga membentuk kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan di kalangan siswa. Keberhasilan ini menjadi motivasi untuk mengembangkan program lanjutan agar karakter peduli lingkungan yang telah mulai terbentuk dapat terus ditingkatkan dan dipertahankan dalam jangka panjang. Beberapa strategi lanjutan yang dirancang di antaranya adalah pembentukan tim kebersihan sekolah yang terdiri dari perwakilan siswa di setiap kelas. Tim ini bertugas untuk melakukan pengawasan rutin terhadap kebersihan kelas dan lingkungan Selain itu, pihak sekolah dapat mengadakan kompetisi kelas terbersih setiap bulan sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi siswa untuk terus menjaga kebersihan. Pengadaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah juga menjadi langkah penting untuk memudahkan siswa dalam membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Dengan adanya tempat sampah yang terpisah antara organik dan anorganik, siswa akan terbiasa memilah sampah sejak dini. Sekolah juga berencana untuk terus menjalin kolaborasi dengan masyarakat sekitar, misalnya melalui program kerja bakti rutin yang melibatkan warga sekitar sekolah, dengan tujuan menciptakan budaya kebersihan yang tidak hanya terbatas di sekolah tetapi juga di lingkungan masyarakat. Gambar 2. Siswa Selesai Memungut Sampah di Area Sekitar Sekolah Kegiatan pengabdian ini juga memberikan pembelajaran penting bahwa karakter peduli lingkungan memiliki nilai yang sangat berharga, terutama dalam membentuk lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan indah. Menurut Lestari et al. , karakter peduli lingkungan sangat berpengaruh dalam menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter peduli lingkungan yang berbasis pengalaman langsung seperti ini menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran kolektif, baik bagi siswa maupun masyarakat. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi catatan untuk perbaikan di masa mendatang. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah adanya sebagian siswa yang sulit diatur dan kurang disiplin dalam mengikuti arahan dari guru maupun mahasiswa KKN. Beberapa siswa juga terlihat sering bercanda berlebihan dengan sampah yang dipungut, bahkan memicu keributan kecil di antara mereka. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan pengawasan dan pendekatan edukatif yang lebih intens agar kegiatan berjalan lebih tertib dan efektif (Hanifah et al. , 2. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi dan aksi bersih-bersih yang dilakukan di SD Muhammadiyah IV Pekanbaru ini telah peningkatan kesadaran siswa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan siswa secara langsung dalam pengelolaan sampah tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya kebersihan, tetapi juga membentuk kebiasaan baik yang dapat terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberlanjutan program seperti ini sangat penting agar budaya bersih dan sehat dapat terus tertanam di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan karakter peduli lingkungan dapat menjadi bagian integral dari kepribadian siswa, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari di masa depan. Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup bagi A . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Simpulan Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah IV Pekanbaru telah berhasil memberikan kontribusi nyata dalam membentuk dan meningkatkan karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah Melalui pendekatan edukasi dan aksi nyata berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan yang melibatkan mahasiswa, guru, siswa, serta partisipasi masyarakat sekitar, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis tentang pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik langsung. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, serta membawa perlengkapan makan dan minum sendiri untuk mengurangi sampah Keberhasilan pengabdian ini menjadi indikasi bahwa pendidikan karakter peduli pengalaman langsung dan kolaborasi antara sekolah, mahasiswa, dan masyarakat. Namun, pengabdian ini juga menghadapi tantangan seperti masih adanya sebagian siswa yang kurang disiplin selama kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, perlu adanya program lanjutan yang pengadaan tempat sampah terpilah, kompetisi kelas terbersih, serta kerja bakti rutin bersama mempertahankan karakter peduli lingkungan di kalangan siswa. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi lingkungan sekolah dan masyarakat Dengan pendidikan karakter peduli lingkungan sejak jenjang sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan, yang sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di masa depan. Daftar Pustaka