JPFT - volume 12, nomor 1, pp. April 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBANTUAN SIMULASI PhET PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE Development of a PhET Simulation Assisted Learning Module on Elasticity and Hooke's Law Rafika. Marungkil Pasaribu Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia rafikajafar@gmail. Kata Kunci Modul Pembelajaran. Simulasi PhET. Elastisitas dan Hukum Hooke Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET, serta menguji validitas dan respon guru serta siswa terhadap modul tersebut. Materi yang digunakan adalah elastisitas dan hukum Hooke. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan media, kemudian diberikan kepada guru dan 25 siswa untuk mendapatkan umpan balik. Pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert 1-5, dan subjek penelitian adalah siswa kelas XI. Hasil validasi menunjukkan bahwa skor rata-rata penilaian ahli materi adalah 4,03 . ategori "Baik"), ahli media 4,18 . ategori "Baik"), respon guru 4,55 . ategori "Sangat Setuju"), dan respon siswa 4,47 . ategori "Sangat Setuju"). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET dapat dijadikan bahan ajar yang efektif untuk siswa. Keywords Learning Modules. PhET Simulation. Elasticity and Hooke's Law Abstract This study aims to develop a PhET simulation-assisted learning module and assess its validity and the responses of teachers and students toward the module. The subject matter covered is elasticity and Hooke's law. Utilizing a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, the research follows five stages: analysis, design, development, implementation, and The developed module underwent validation by subject matter and media experts before being distributed to teachers and 25 students for feedback. Data collection employed a questionnaire with a Likert scale of 1-5, targeting 11th-grade students as subjects. Validation results revealed average scores of 4. 03 from subject matter experts . ategorized as "Good"), 18 from media experts . ategorized as "Good"), 4. 55 from teacher responses . ategorized as "Strongly Agree"), and 4. 47 from student responses . ategorized as "Strongly Agree"). These findings suggest that the PhET simulation-assisted learning module is an effective teaching resource for students. A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 12/02/2024. Revised 10/03/2024. Accepted 08/04/2024. Available Online 30/04/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN dilakukan dengan melibatkan praktikum di Namun situasi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia tahun 2020 kebijakan dengan menerapkan pembelajaran secara online dari rumah untuk menggantikan pembelajaran konvensional yang selama ini dilakukan secara tatap muka . Pembelajaran Fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam . yang membahas gejala dan perilaku alam yang dapat diamati oleh manusia . Sifat ingin tahu siswa perlu dirangsang, ditumbuh dan dipelihara. Karena praktikum siswa tidak hanya memahami dan menguasai konsep, teori, asa dan hukum fisika, tetapi juga menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan sikap ilmiah . Fisika bukanlah persamaan dan angkaangka semata, tetapi pembeljaran fisika harus online atau daring merupakan pembelajaran menyalurkan ilmu pengetahuan . Pembelajaran online bukan kali pertama diterapkan di Kota Palu, dilakukan karena terjadi peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 SR diikuti dengan tsunami Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online serta liquifaksi yang melanda Kota Palu. Sigi dan Donggala pada tanggal 28 September 2018 . Berdasarkan dilakukan di SMA Negeri 1 Palu, peneliti mendapatkan informasi dari hasil wawancara mengatakan bahwa selama pembelajaran dilakukan online, menonton video praktikum di Youtube dijadikan sebagai solusi pengganti sementara praktikum di laboratorium. Pada dasarnya skill praktikum itu hanya bisa diperoleh melalui experiment dan experience, sehingga tidak banyak pelajaran yang bisa siswa dapatkan dari menonton video praktikum. Penerapan motivasi siswa, proses pembelajaran akan lebih bermakna dan menyenangkan, karena siswa secara aktif terlibat langsung dalam proses penemuan . Maka dari itu, solusi yang paling tepat untuk pelaksanaan kegiatan praktikum ini dengan memanfaatkan media pembelajaran bantuan ICT (Information and Communication Technologie. atau yang sering disebut dengan penggunaan media berbasis teknologi. Salah digunakan sebagai alternatif untuk praktikum adalah simulasi PhET (Physics Education Technolog. PhET adalah simulasi yang dibuat oleh University of Colorado yang berisi simulasi pembelajaran fisika, biologi, dan kimia untuk kepentingan pengajaran di kelas atau belajar . PhET Vol. No. 1, pp. April 2024 PhET untuk menunjang pelaksanaan praktikum. Penggunaan media pembelajaran mandiri dimaksudkan agar siswa dapat menjalankan simulasi PhET tanpa memerlukan banyak bimbingan dari guru dan pembelajaran menjadi lebih terarah. Media belajar mandiri bercirikan self instructional . embelajarkan diri sendir. , self contained . atu kesatua. , stand alone . erdiri sendir. , adaptive . dan user friendly . Salah satu media yang memenuhi kriteria sebagai media pembelajaran mandiri adalah modul. Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh terencana dan didesain untuk membantu siswa menguasai materi belajar dan evaluasi . Penggunaan modul melibatkan siswa secara aktif dalam belajar sehingga tercipta proses belajar yang mandiri. Modul yang dikembangkan peneliti akan memenuhi karakteristik media belajar mandiri yang disebutkan oleh Depdiknas. Di dalam modul terdapat kegiatan belajar, simulasi PhET, tugas atau sejenisnya, rangkuman, evaluasi dan umpan balik penilaian agar siswa dapat mengukur tingkat penguasaan materi. Modul yang akan dihasilkan memuat materi Elastisitas dan Hukum Hooke dengan alasan di dalam materi tersebut terdapat praktikum yang dapat dilakukan menggunakan simulasi PhET. Selain itu, materi Elastisitas dan Hukum Hooke memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, sehingga dalam menanggapi materi tersebut membutuhkan kecermatan yang tinggi . Berdasarkan beberapa hal yang telah dijelaskan di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPengembangan Modul Pembelajaran Berbantuan Simulasi PhET Pada Materi Elastisitas dan Hukum HookeAy. Berdasarkan tersebut, maka rumusan masalah dalam Bagaimana PhET Elastisitas dan Hukum Hooke? Apakah modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke valid untuk digunakan? Bagaimana respon guru fisika dan berbantuan simulasi PhET? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Menghasilkan modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke, mengetahui validitas terhadap modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke serta mengetahui respon guru dan siswa terhadap pembelajaran berbasis virtual lab yang dianggap mampu menjawab tantangan pembelajaran fisika selama masa pandemi Covid-19 . Sehingga PhET dapat digunakan sebagai solusi dalam melaksanakan praktikum pembelajaran fisika ketika praktikum di laboratorium tidak dapat terlaksana dengan maksimal. PhET dapat menampilkan gambaran yang tidak tampak oleh mata dalam bentuk simulasi interaktif pemahaman siswa . Selain itu, sifat PhET memungkinkan siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran, sehingga dapat memberikan suatu pengalaman bermakna bagi siswa yang pemahaman konsep siswa. Simulasi PhET belum pernah digunakan di SMA Negeri 1 Palu maka belum terdapat PhET. Adapun sumber belajar di sekolah tersebut hanya menggunakan buku paket. LKS, dan Oleh sebab itu, dibutuhkan media pembelajaran mandiri berbantuan simulasi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke. Pendidikan Fisika. No. Aspek Penilaian Kelayakan Isi Kelayakan Penyajian Penilaian Simulasi PhET Rata-rata Tabel 1 Hasil Validasi Ahli Materi Kelayakan Kegrafikan Penilaian Bahasa Rata-rata 4,14 4,18 Skor Indikator 3,84 4,07 Kriteria Baik Baik 4,17 Baik 4,03 Baik Tabel 3 Hasil Penilaian Respon Siswa No. Hasil Penelitian Validasi Ahli Materi Ahli materi adalah validator yang dipilih penyajian, dan penilaian simulasi PhET pada modul pembelajaran yang dikembangkan. Pada tahap uji kelayakan materi dilakukan oleh seorang dosen Pendidikan Fisika. Indikator Dari tabel 2 dapat disimpulkan bahwa dari validasi dari ahli media diperoleh jumlah nilai rata-rata 4,18 yang termasuk ke dalam kriteria baik. Respon Siswa Hasil uji coba terbatas yang dilakukan pada 25 siswa kelas XI menunjukkan bahwa modul pembelajaran layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN No. Tabel 2 Hasil Validasi Ahli Media METODOLOGI PENELITIAN Penelitian penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D) dengan mengacu pada model desain dari ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu yaitu Analysis . Design . Development . Implementation . dan Evaluation . Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Palu pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Subjek peneltian ini meliputi ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran dan siswa sebagai responden untuk menilai kelayakan modul yang Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisa data yang digunakan dari hasil penilaian angket adalah perhitungan nilai rata-rata berdasarkan penilaian Skala Likert. Untuk mengetahui peringkat nilai akhir pada setiap butir angket penelitian, jumlah nilai yang diperoleh dibagi dengan banyaknya responden yang menjawab angket penelitian tersebut . Skor Indikator 4,21 Vol. No. 1, pp. April 2024 Krieria Sangat Baik Baik Baik Dari tabel 1 dapat disimpulkan bahwa dari validasi dari ahli materi diperoleh jumlah nilai rata-rata sebesar 4,03 yang termasuk ke dalam kriteria baik. Validasi Ahli Media Ahli media adalah validator yang dipilih untuk menilai kelayakan kegrafikan dan penilaian bahasa pada modul pembelajaran yang Pada tahap uji kelayakan Pernyataan Desain modul yang digunakan Petunjuk penggunaan modul jelas dan mudah pahami Modul ini memuat uraian materi yang jelas Modul ini memuat konsep dan contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Modul alternatif sumber belajar Modul memberikan petunjuk simulasi PhET sehingga tidak membuat saya kesulitan dalam melakukan praktikum secara Gambar pada modul berkaitan dengan materi Gambar yang disajikan jelas dan tidak buram Teks/tulisan menarik dan mudah dibaca Jenis, warna dan ukuran huruf yang dipilih susah tepat dan Bahasa Bahasa yang digunakan baik dan benar Saya dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan modul ini Saya tertarik dan berminat belajar menggunakan modul Skor 4,48 4,72 4,44 Kriteria Sangat Setuju Sangat Setuju Sangat Setuju 4,28 Sangat Setuju 4,68 Sangat Setuju 4,76 Sangat Setuju 4,60 4,44 4,44 4,12 Sangat Setuju Sangat Setuju Sangat Setuju Setuju 4,32 Sangat Setuju 4,44 Sangat Setuju 4,48 Sangat Setuju 4,44 Sangat Setuju Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Simulasi Prosedur modul berbantuan simulasi PhET mudah untuk dipahami Praktikum simulasi PhET mudah untuk Saya mudah untuk mengakses simulasi PhET Gambar simulasi PhET yang ditampilkan memudahkan saya dalam melakukan praktikum Penggunaan PhET memperoleh informasi tentang Rata-rata 4,48 Sangat Setuju 4,48 Sangat Setuju 4,40 Sangat Setuju 4,28 Sangat Setuju 4,64 Sangat Setuju 4,48 Sangat Setuju 4,47 Sangat Setuju Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa respon siswa terhadap modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET mendapatkan ratarata skor 4,47 yang berarti siswa Ausangat setujuAy untuk digunakan sebagai bahan ajar. Pada angket respon siswa juga menyertakan kemandirian belajar . Rata-rata skor pada poin 13 adalah 4,48 yang berarti siswa sangat setuju bahwa modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET dapat digunakan belajar secara mandiri. Respon Guru Mata Pelajaran Pengisian angket ini terdiri dari 1 orang guru Fisika SMA Negeri 1 Palu. Tabel 4 Hasil Penilaian guru Fisika No. Pernyataan Desain digunakan menarik Layout dentitas modul, pembelajaran, materi, dl. lengkap dan tepat Materi yang disampaikan sesuai/relevan Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Dasar Modul ini memuat konsep dan contoh yang berkaitan dengan kehidupan seharihari Simulasi PhET digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran Modul ini membantu guru memfasilitasi siswa dalam kegiatan pembelajaran Modul ini dapat membantu Skor 5,00 5,00 Kriteria Sangat Setuju Sangat Setuju 5,00 Sangat Setuju 5,00 Sangat Setuju 4,00 Setuju 4,00 Setuju 5,00 Sangat Setuju 4,00 Setuju Vol. No. 1, pp. April 2024 Materi pada modul dan PhET berkaitan dan sesuai Modul mengenai simulasi PhET siswa dalam melakukan praktikum secara virtual Modul bersifat interaktif, menarik Teks/tulisan pada modul menarik dan mudah dibaca Jenis, warna dan ukuran huruf yang dipilih susah modul lebih menarik Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah Penulisan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia Gambar berkaitan dengan materi Modul berbantuan simulasi PhET Pemanfaatan simulasi PhET memudahkan siswa untuk Simulasi PhET Prosedur PhET secara sistematis Rata-rata 4,00 Setuju 4,00 Setuju 4,00 Setuju 5,00 Sangat Setuju Sangat Setuju 5,00 5,00 Sangat Setuju 4,00 Setuju 4,00 Setuju 5,00 Sangat Setuju 4,00 Setuju 5,00 Sangat Setuju 5,00 Sangat Setuju 4,55 Sangat Setuju Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa respon guru Fisika terhadap modul PhET mendapatkan rata-rata skor 4,55 yang berarti guru Ausangat setujuAy untuk digunakan sebagai bahan ajar. Pembahasan Tujuan dalam penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar berupa modul PhET. Dengan diharapkan dapat bermanfaat untuk siswa dan siswa dapat memperoleh kemandirian dalam Modul pembelajaran merupakan satuan program belajar mengajar yang terkecil, yang perseorangan atau diajarkan oleh siswa kepada dirinya sendiri self-instructional . Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Penelitian Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam Model juga merupakan kerangka kerja untuk pengembangan penelitian dan teori . Adapun model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan ADDIE yang terdiri lima tahap yaitu Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Pengembangan simulasi PhET untuk kegiatan praktikum yang ada di dalam modul. Penggunaan PhET memberi gambaran fenomena abstrak dalam fisika yang sulit diobservasi langsung oleh indera manusia menjadi mungkin dengan simulasi . Pengguna simulasi PhET dapat lebih nyata mengamati fenomena yang ada . Agar penggunaan PhET mudah dimengerti dan sesuai tujuan yang diinginkan dalam proses PhET sebagai bahan ajar yang dapat memberikan petunjuk secara detail dalam pemanfaatan simulasi PhET. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi oleh dosen Pendidikan Fisika Universitas Tadulako rata-rata keseluruhan aspek adalah 4,03 yang masuk dalam kriteria AuBaikAy. Aspek kelayakan isi memperoleh skor 3,84 dengan kriteria AuBaikAy, aspek kelayakan penyajian memperoleh skor 4,07 dengan kriteria AuBaikAy dan skor tertinggi didapatkan dalam penilaian simulasi PhET sebesar 4,17 yang masuk dalam kriteria AuBaikAy. Indikator penilaian pada aspek ini yaitu kesesuaian pemanfaatan simulasi PhET dan kejelasan sajian dan kemudahan akses. Adapun hasil validasi dari ahli media oleh dosen Pendidikan Fisika Universitas Tadulako, aspek yang dinilai meliputi askep kelayakan kegrafikan dan aspek kelayakan Rata-rata hasil penilaian aspek kelayakan kegrafikan sebesar 4,21 dengan kategori AuBaikAy dan rata-rata hasil penilaian kelayakan bahasa sebesar 4,14 dengan kategori AuBaikAy. Sehingga diperoleh skor ratarata dari keseluruhan ahli media sebesar 4,18 dan dikategorikan AuBaikAy. Hasil validasi ahli materi dan ahli media sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agung Candra Yuda . Pengembangan Modul Pembelajaran Simulasi Virtual PhET Pada Materi Listrik Dinamis yang memperoleh nilai rata-rata kelayakan aspek isi sebesar 3,8 dengan kategori AuBaikAy dan aspek kelayakan penyajian modul memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,9 dengan kategori AuBaikAy, aspek kelayakan Vol. No. 1, pp. April 2024 bahasa modul memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,9 dengan kategori AuBaikAy dan aspek kelayakan kegrafikan modul memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,01 dengan kategori AuBaikAy. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penilaian yang diberikan oleh ahli materi dan ahli media terhadap modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET sudah valid dan layak untuk diujicobakan kepada siswa dengan revisi sesuai saran. Adapun komentar atau saran dari menggunakan simulasi PhET dalam evaluasi. Sedangkan komentar atau saran dari ahli media simulasi PhET pada rangkuman dan dijelaskan terkait prosedur simulasinya. Setelah dilakukan revisi sesuai saran dan dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media kemudian diuji cobakan dalam uji kelayakan praktisi pembelajaran . dan uji Uji kelayakan dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Palu. Angket kuesioner respon guru fisika berisi 20 pernyataan yang meliputi kurikulum, penyajian materi dan media modul pembelajaran. Hasil penilaian yang diperoleh yaitu 4,55 yang termasuk dalam kategori AuSangat BaikAy. Selain itu, guru mata pelajaran fisika mengatakan simulasi PhET menarik dan diharapkan dapat bermanfaat dalam pembelajaran. Selanjutnya, berbantuan simulasi PhET hasil pengembangan diujikan dalam uji coba lapangan skala kecil atau uji terbatas kepada 25 orang siswa. Tujuan pelaksanaan uji coba lapangan skala terbatas untuk mengetahui respon siswa terhadap produk yang sedang dikembangkan. Siswa memberi tanggapan terhadap materi, bahasa dan ketertarikan menggunakan modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET. Uji coba terbatas yang dilakukan oleh siswa dengan mengisi angket siswa yang berisi 20 item pernyataan. Pilihan opsi dalam angket terdiri dari lima opsi, yaitu skor 5 dengan kategori sangat setuju, skor 4 kategori setuju, skor 3 kategori kurang setuju, skor 2 kategori tidak setuju, dan skor 1 kategori sangat tidak Berdasarkan data hasil analisis angket siswa diperoleh skor rata-rata yaitu 4,46 dan termasuk kategori AuSangat SetujuAy. Penilaian tersebut dapat diinterpretasikan bahwa siswa berbantuan simulasi PhET digunakan dalam proses pembelajaran di kelas maupun belajar Modul berbantuan simulasi PhET hanya memerlukan Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online sedikit revisi tambahan di bagian penulisan yang salah ketik . sehingga bahan ajar yang dibuat layak digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa. Pada dilakukan Istiqomah Nur Fitriyani . skor rata-rata keseluruhan aspek materi sebesar 3,81 dengan klasifikasi penilaian yaitu AuSangat BaikAy dan persentase kelayakan 95,41%. Skor rata-rata keseluruhan aspek media yaitu sebesar 3,89 dengan klasifikasi penilaian yaitu AuSangat BaikAy dan persentase kelayakan 97,23%. Analisis respon tanggapan peserta didik menunjukkan skor rata-rata 3,27 dan termasuk dalam kategori AuSangat SetujuAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas dan kelayakan pengembangan modul elektronik dengan memanfaatkan aplikasi PhET Simulation Adapun perbedaan mendasar antara penelitian sebelumnya dengan penelitian ini terletak pada bentuk modul, jenjang pendidikan dan materi yang diteliti. Pada penelitian ini, modul yang dikembangkan dalam bentuk cetak yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan terfokus pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke. Modul penyajian dalam bahan ajar mencakup materi elastisitas dan hukum Hooke secara lengkap, bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti, bahan ajar dapat digunakan untuk belajar mandiri, terdapat informasi tambahan mengenai materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, terdapat contoh soal, latihan soal dan kegiatan praktikum simulasi PhET yang dilengkapi petunjuk penggunaanya dan terdapat evaluasi beserta kunci jawaban soal serta umpan balik di akhir kegiatan belajar agar siswa dapat mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi yang telah Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Raeka Widi Anggeraeni . , modul Praktikum Berbantuan PhET dapat membantu siswa dalam melakukan praktikum secara virtual, modul dibuat dengan desain yang menarik dengan penggabungan warna yang menarik serta jelas, bahasa yang digunakan dalam modul mudah dipahami siswa, modul dapat mengembangkan kemandirian belajar siswa dan modul dapat diakses setiap waktu ketika akan digunakan. Penelitian pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi elastisitas dan hukum Hooke secara keseluruhan layak digunakan sesuai dengan penilaian oleh ahli materi, ahli media, guru Vol. No. 1, pp. April 2024 mata pelajaran dan siswa. Namun hal tersebut tentunya tidak lepas dari keterbatasan peneliti diantaranya uji coba yang dilakukan tidak secara luas, tetapi hanya terbatas pada satu sekolah saja yaitu di SMA Negeri 1 Palu kelas XI MIPA 1 sebanyak 25 orang siswa. Pada saat melakukan uji coba terbatas siswa menemukan kesalahan-kesalahan penulisan pada modul pembelajaran sehingga kesalahan tersebut perlu diperbaiki guna untuk menyempurnakan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data penelitian PhET Hooke berdasarkan langkah-langkah pengembangan model ADDIE yaitu Analysis . Design . Development . Implementation . dan Evaluation . Hasil analisis ahli materi didapatkan skor rata-rata sebesar 4,03 dengan kategori AuBaikAy dan hasil analisis ahli media didapatkan skor rata-rata sebesar 4,18 dengan kategori AuBaikAy. Hal ini menunjukkan bahwa modul layak untuk diujicobakan. Hasil analisis penilaian respon guru mata pelajaran didapatkan skor penilaian rata-rata sebesar 4,55 dengan kategori AuSangan SetujuAy dan hasil penilaian respon siswa didapatkan skor penilaian ratarata sebesar 4,47 dengan kategori AuSangat SetujuAy. Hal ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan ajar siswa. Saran Adapun berbantuan simulasi PhET yaitu, produk bahan ajar modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi elastisitas dan hukum Hooke disempurnakan lagi agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas, penelitian selanjutnya disarankan dapat dilaksanakan uji coba dalam skala lebih luas di sekolah lain, untuk memperkaya sumber belajar siswa perlu adanya pengembangan modul berbantuan simulasi PhET dengan tema lain, dan untuk menghemat biaya disarankan mengembangkan modul eletronik. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online DAFTAR PUSTAKA