HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui Dini dan Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi Penulis: Ambar Susilawati1 Herry Garna 2 Yeni Mahwati 3 Herri S Sastramihardja 4 Afiliasi: Program Studi Magister Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada1. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung2. Program Studi Magister Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada3,Departemen Farmakologi Universitas Islam Bandung,4 Abstrak: Proses IMD merangsang pelepasan oksitosin pada ibu yang mendukung stabilisasi suhu tubuh bayi selama kontak kulit ke kulit. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh bedong Chibeb dibanding dengan bedong tradional terhadap keberhasilan IMD dan stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang. Modifikasi Prosedur Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb Untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui Dini dan Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan Quast exsperimental dengan desain penelitian posttest nonequivalent control group design. Populasi adalah bayi baru lahir di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini meggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi square. Waktu penelitian dilaksanakan periode 20 FebruariAe15 Maret 2025. Hasil penelitian pada bedong Chibeb sebanyak 31 dari 33 bayi berhasil dilakukan inisiasi menyusu dini, sedangkan pada bedong tradisional hanya 15 dari 33 bayi yang berhasil . =0,. Simpulan. Modifikasi Prosedur Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb terhadap inisiasi menyusu dini lebih baik dari pemakaian bedong tradisional, sedangkan kedua pemakaian bedong tidak memengaruhi stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir dan bedong Chibeb tidak lebih baik daripada bedong tradisional. Korespondensi: Kata kunci: Bedong Chibeb. inisiasi menyusu dini. stabilisasi suhu tubuh Histori Naskah: Diajukan: 08-09-2025 Disetujui: 30-01-2026 Publikasi: 31-01-2026 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Pendahuluan Bayi baru lahir usia 0Ae28 hari . merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di masa yang akan datang. Bayi yang sehat akan menjadi modal utama dalam pembentukan generasi yang kuat, berkualitas, dan produktif. Oleh karena itu, asuhan tidak hanya diberikan pada ibu, tetapi juga sangat diperlukan asuhan kepada bayi baru lahir (BBL). Masa bayi baru lahir atau yang disebut neonatus merupakan masa yang rentan terhadap gangguan kesehatan dan merupakan periode yang rawan bagi kelangsungan hidup ke depannya. Bayi baru lahir yang gagal dalam beradaptasi di luar rahim maka akan berdampak pada kematian bayi baru lahir. Angka kematian bayi (AKB) adalah jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia tepat 1 tahun yang dinyatakan per 1. 000 kelahiran hidup. 2 Angka kematian bayi digunakan untuk mencerminkan tingkat pembangunan kesehatan dari suatu negara serta kualitas hidup dari masyarakat yang kemudian hal ini dituangkan dalam rumusan Sustainable Development Goals (SDG. tujuan ketiga untuk mencapai target yang diharapkan, yaitu salah satu indikatornya menurunkan angka kematian neonatal (AKN) setidaknya hingga 12 per 1. 000 kelahiran hidup pada tahun 2030. (Rahayu et al. World Health Organization menunjukkan bahwa risiko kematian bayi dapat diturunkan dengan pemberian ASI yang dimulai dengan melakukan IMD. Inisiasi Menyusu Dini dapat mencegah kematian neonatal sebesar 22%. Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan United National ChildrenAos Fund (UNICEF) yang merekomendasikan IMD sebagai tindakan penyelamat kehidupan karena IMD dapat menyelamatkan 22% bayi yang meninggal sebelun usia satu bulan. Menyusu satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global. Inisiasi Menyusu Dini atau early lactch on breast crawl menurut UNICEF merupakan kondisi ketika bayi mulai menyusu sendiri setelah lahir, yaitu ketika bayi memiliki kemampuan untuk dapat menyusu sendiri, dengan kriteria terjadi kontak kulit ibu dan kulit bayi setidaknya dalam waktu 60 menit pertama setelah bayi lahir. (Nurhidayah, 2. Permasalahan proses IMD yang tidak berhasil salah satunya, yaitu para praktisi kelahiran baik dokter spesialis kandungan maupun bidan yang membantu proses persalinan bertindak langsung memisahkan bayi dari ibu sesaat setelah dilahirkan. Langkah ini tidak membuat bayi menjadi lebih baik, tetapi justru menurunkan ketahanan tubuh bayi hingga 25%. Inisiasi Menyusu Dini merupakan salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi keberhasilan ASI eksklusif. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan keberhasilan IMD sesuai dengan Permenkes No. 15 Tahun 2013 bahwa IMD penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Semua fasilitas kesehatan diwajibkan untuk melakukan IMD minimal selama satu jam setelah bayi lahir, salah satu contohnya setiap persalinan, fasilitas kesehatan diharapkan mengikuti prosedur IMD sebagai langkah standar, termasuk menghindari pemisahan bayi dari ibu, kecuali dalam kondisi darurat. (Mastuti et al. , 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang Provinsi Banten jumlah bayi baru lahir normal tahun 2022 sebanyak 278 bayi dan tahun 2023 sebanyak 281 bayi. Peneliti juga mendapatkan hasil rerata suhu tubuh lima bayi yang lahir pada bulan Agustus tahun 2024, yaitu 36,40 C. Keberhasilan IMD dari lima bayi hanya dua bayi This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. yang berhasil IMD selama satu jam. Semua bayi yang lahir untuk menjaga suhu tubuh menggunakan bedong tradisional, yaitu kain pernel dan topi sehingga bayi setelah selesai satu jam proses IMD mengalami penurunan suhu tubuh dikarenakan terpapar suhu ruangan dan benda. Bayi cenderung kehilangan panas tubuh dengan cepat melalui evaporasi . , konduksi . ontak dengan permukaan dingi. , konveksi . aparan udara dingi. , dan radiasi . anas tubuh yang memancar ke lingkungan yang lebih dingi. Hal ini membuat bayi rentan mengalami hipotermia, yakni kondisi suhu tubuh turun di bawah 36,5A C. 18 Penelitian yang sudah dilakukan oleh Meiriza20 mengenai efektivitas penggunaan bedong kain dan skin wrap dalam pengaturan suhu tubuh bayi baru lahir. Hasil penelitian tersebut menimbulkan efek samping terhadap kulit bayi seperti dermatitis atopik, bayi tidak bebas bergerak, dan bermanfaat hanya untuk perlindungan suhu tubuh bayi. (Pinilla Toro, 2. Swaddling atau yang sering dikenal dengan istilah bedong adalah pembungkus kain yang diberikan pada bayi baru lahir. Membedong dapat membuat bayi lebih tenang, hangat, dan membatasi ruang gerak bayi. Membedong bayi ini bertujuan menghindari bayi kehilangan panas dan dapat menstabilkan suhu tubuhnya. Bedong dipercaya dapat membantu bayi lebih tenang karena bayi merasa lebih hangat dan nyaman seperti ketika masih berada di dalam rahim. (Damayanti Y. Sutini T, 2. Seiring dengan berkembang ilmu kesehatan dan teknologi, praktik bedong mengalami berbagai Saat ini banyak produk bedong instan yang dirancang untuk lebih praktis dan aman dibanding dengan kain bedong tradisional. Bedong instan biasanya menggunakan bahan yang elastis dan dilengkapi dengan perekat atau ritsleting sehingga lebih mudah digunakan oleh Meskipun bedong memiliki banyak manfaat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bedong yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko displasia panggul atau bahkan sindrom kematian mendadak bayi/sudden infant death syndrome (SIDS) jika terlalu ketat atau digunakan dalam posisi tidur yang salah. Oleh karena itu, teknik bedong sangat penting untuk memastikan keamanan bayi. (Fridely, 2. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut maka peneliti membuat produk inovasi kebidanan berupa bedong Chibeb. Bedong Chibeb merupakan cara membungkus bayi dengan selimut bertujuan memberikan rasa hangat dan nyaman. Selain sebagai pelukan, bedong adalah replika yang paling mampu memberikan suasana mirip dengan saat ia masih di dalam rahim ibu. Bedong Chibeb dirancang dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan bayi, serta kemudahan penggunaan bagi para ibu dan tenaga kesehatan khususnya bidan. Bahan yang digunakan, yaitu bahan yang lembut dan teknologi yang memadai. Bedong Chibeb ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu menjaga suhu tubuh bayi, tetapi juga mendukung keberhasilan inisiasi menyusu dini. (Romadlona et al. , 2. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan Quast exsperimental dengan desain penelitian posttest nonequivalent control group design. Populasi adalah bayi baru lahir di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini meggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi square. Waktu penelitian dilaksanakan periode 20 FebruariAe15 Maret 2025. Telah mendapatkan izin penelitian dan mendapatkan etichal clearance dari Komisi Etik Penelitian (KEP) STIKes Dharma Husada Bandung dengan No. 33/KEPK/SDHB/B/II/2025. Penelitian ini dilakukan kepada bayi baru lahir di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang berjumlah 33 bayi baru lahir kelompok intervensi dan 33 bayi baru lahir kelompok kontrol sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, hasil penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini pada Kelompok yang Diberikan Bedong Chibeb dan Bedong Tradisional di UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang FebruariAeMaret 2025 Inisiasi Menyusu Dini Bedong Chibeb Bedong Tradisional Median (IQR) Berhasil Tidak berhasil 10 . Berdasartkan hasil Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar reponden yang menggunakan bedong Chibeb berhasil dalam melakukan proses inisiasi menyusu dini atau IMD, yaitu 31 orang . ,9%), sedangkan responden yang menggunakan bedong tradisional sebagian besar tidak berhasil sebanyak 18 orang 954,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir pada Kelompok yang Diberikan Bedong Chibeb dan Bedong Tradisional di UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang FebruariAeMaret 2025 Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Bedong Chibeb Bedong Tradisional Median (IQR) Normal Tidak Normal 36,3 . Berdasarkan hasil Tabel . 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang menggunakan bedong Chibeb dengan kategori tidak normal sebanyak 21 orang . ,6%), sedangkan responden yang menggunakan bedong tradisional sebagian besar dengan kategori tidak normal sebanyak 19 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. ,6%). Hasil analisis juga menunjukan nilai tengah atau median dari variabel suhu yaitu 3A Celcius, menunjukan bahwa rata-rata suhu tubuh bayi berada dalam kategori rendah. Tabel 3 Modifikasi Prosedur Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb terhadap Keberhasilan Menyusui Dini Lebih Baik Dibandingkan Bedong Tradisional Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serangtahun 2025 FebruariAeMaret 2025 Berhasil Bedong Chibeb Bedong Tradisional Inisiasi menyusu dini Tidak Total 0,001 Berdasarkan hasil Tabel 3 diketahui bahwa, pada kelompok eksperimental yaitu bedong Chibeb hampir seluruh sampel berhasil dalam proses inisiasi menyusu dini atau IMD yaitu sebanyak 31 orang dari total 33 orang, sedangkan 2 orang lainnya tidak berhasil dalam proses IMD. Namun dalam kelompok kontrol yaitu bedong tradisional lebih dari setengah sampel tidak berhasil dalam proses IMD yaitu sebanyak 18 orang dari total 33 orang, sedangkan 15 orang lainnya berhasil dalam proses IMD. Tabel 4. Modifikasi Prosedur Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb terhadap Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Lebih Baik Dibandingkan Bedong Tradisional di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang FebruariAeMaret 2025 Bedong Chibeb Bedong Tradisional Stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir Stabil Tidak Total 0,401 Berdasarkan hasil Tabel 4. diketahui bahwa, suhu bayi baru lahir pada kedua kelompok bedong Chibeb dan bedong tradisional lebih banyak berada dalam kategori rendah. Untuk kelompok bedong Chibeb 12 bayi dari total 33 bayi memiliki suhu yang stabil, sedangkan 21 bayi lainnya memiliki suhu yang rendah. Dari total sebanyak 33 bayi dalam kelompok bedong tradisional, yang memiliki suhu normal yaitu 14 bayi, sedangkan 19 bayi, lainnya memiliki suhu dalam kategori rendah atau tidak stabil. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi prosedur inisiasi menyusui dini dengan penggunaan bedong chibeb terhadap keberhasilan menyusui dini lebih baik dibandingkan bedong tradisional di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang periode FebruariAeMaret This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Pada penelitian ini terdapat bayi yang tidak berhasil IMD selama satu jam salah satunya dikarenakan kondisi berat badan bayi lebih dari batas normal, yaitu 4,3 kg. Inisiasi menyusu dini atau early inisiation breast freeding adalah memberi kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu sendiri pada ibu dalam satu jam pertama kelahiran. Inisiasi menyusu dini dilakukan tepat setelah persalinan sampai satu jam setelah persalinan, meletakkan bayi baru lahir dengan posisi tengkurap setelah dikeringkan tubuhnya, namun belum dibersihkan dan memastikan bayi mendapat kontak kulit dengan ibunya, menemukan puting susu, dan mendapatkan kolostrom atau ASI yang pertama kali keluar. (Meiriza et al. , 2. World Health Organization merekomendasikan bahwa prinsip IMD dilakukan dengan kontak kulit ke kulit langsung karena memiliki manfaat menstabilkan suhu tubuh bayi secara alami dengan panas tubuh ibu, mempercepat refleks menyusu bayi sehingga lebih cepat mendapatkan kolostrum, serta meningkatkan hormon oksitosin dan prolaktin yang mendukung produksi ASI. Hal ini juga menurunkan stres bayi dan ibu serta memperkuat ikatan emosional. Meskipun kontak kulit ke kulit lebih diutamakan, ada beberapa kondisi kain penutup tubuh bayi dapat digunakan untuk mendukung proses IMD, yaitu bayi dengan berat lahir rendah (<2,5 k. , bayi prematur, atau bayi makrosomia dapat mengalami kesulitan mempertahankan suhu tubuh. Kain penutup dapat digunakan secara longgar di atas bayi dan ibu, tetapi tidak mengganggu kontak kulit dengan (Arifuddin et al. , 2. Kain penutup harus digunakan dengan cara yang benar, yaitu hanya diletakkan di punggung bayi, tidak menghalangi kontak kulit dengan ibu, menggunakan kain lembut dan ringan, jangan terlalu tebal agar bayi tetap dapat merasakan suhu tubuh ibu, dan tidak membungkus bayi terlalu ketat agar tetap dapat bergerak mencari puting ibu secara alami. Kain penutup tradisional sering kali berbahan licin dan tidak memiliki sistem pengikat yang aman, apabila kain tidak terpasang dengan baik, bayi dapat tergelincir saat berada di dada ibu. Setelah melahirkan ibu mungkin kurang memiliki kekuatan untuk menopang bayi dalam waktu lama. Kain penutup tidak dikombinasikan dengan dukungan tangan ibu atau tenaga kesehatan, bayi dapat jatuh dari dada ibu, dan akan memengaruhi keberhasilan IMD. (Arifuddin et al. , 2. Upaya meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keberhasilan IMD menggunakan bedong Chibeb dibanding dengan bedong tradisional, bedong Chibeb lebih aman karena tetap mendukung gerakan bayi dan meminimalkan risiko jatuh. Bedong Chibeb adalah inovasi terbaru yang dirancang untuk memberikan solusi atas tantangan dunia kesehatan. Produk ini menggabungkan desain ergonomis dan bahan berkualitas tinggi untuk memastikan bahwa bayi tetap hangat dan nyaman, sekaligus mempermudah proses IMD. (Indah Purnama Sari et al. , 2. Bedong bayi Chibeb dirancang dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan bayi, serta kemudahan penggunaan bagi para ibu dan tenaga kesehatan khususnya bidan. Bahan yang digunakan lembut dan teknologi yang memadai. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu menjaga suhu tubuh bayi, tetapi juga mendukung keberhasilan IMD dengan memberikan lingkungan yang nyaman dan mendukung bayi selama proses IMD. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi prosedur inisiasi menyusui dini dengan penggunaan bedong chibeb terhadap stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir tidak lebih baik This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 05 | Nomor . Januari 2. E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. dibandingkan bedong tradisional di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang Tahun 2025. Kedua jenis bedong terbukti mampu menjaga suhu tubuh bayi dalam kisaran normal . ,5ACAe37,5AC) selama periode observasi, namun perbedaan antara keduanya tidak bermakna secara statistik. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak adanya perbedaan antara penggunaan bedong Chibeb dalam mempertahankan suhu tubuh bayi baru lahir kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa Salah satunya adalah standar waktu pemeriksaan suhu tubuh, di mana variasi jarak waktu pengukuran dapat menyebabkan hasil yang relatif serupa meskipun metode pembedoangan berbeda. Selain itu, jenis dan ukuran bedong Chibeb yang digunakan juga berperan. jika ukuran tidak sesuai dengan tubuh bayi atau tidak digunakan secara optimal, maka efektivitasnya dalam memberikan kehangatan tidak jauh berbeda dengan bedong tradisional. Dengan demikian, meskipun secara desain bedong Chibeb memiliki keunggulan ergonomis dan keamanan, faktor teknis seperti cara penggunaan, waktu pengukuran suhu, serta kecocokan ukuran dapat memengaruhi hasil sehingga tidak tampak adanya perbedaan nyata dalam stabilisasi suhu tubuh bayi. Penelitian ini sejalan dengan teori bahwa keberhasilan mempertahankan suhu tubuh bayi baru lahir lebih dipengaruhi oleh teknik membedong yang benar, ketebalan bahan, dan waktu penggunaan, daripada merek atau desain bedong. Studi oleh Nyqvist juga menekankan bahwa kontak kulit dan perlindungan termal pascakelahiran lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan teknik perawatan daripada alat semata. Dapat disimpulkan bahwa pemilihan jenis bedong dapat disesuaikan dengan preferensi dan kenyamanan ibu, selama prinsip dasar penghangatan bayi dilakukan dengan benar, karena kedua jenis bedong memiliki kemampuan yang setara dalam membantu stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir. REFERENSI