JIKMW Ae 2. , 2022. Hal 35-40 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya ISSN : 2809-3151 DOI: https://doi. org/10. 54883/jikmw. https://ejournal. id/jikmw/index Sosialisasi Kesehatan Menggunakan Media Leaflet terhadap Penerimaan Vaksin Covid-19 pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Laode Ardiansyah Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya ABSTRAK World Health Organization mengeluarkan pernyataan kekhawatiran akan penyebaran (Covid-. sebagai pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu coronavirus. Penanggulangan pandemi Covid-19 terus dilakukan baik secara kuratif, preventif, maupun promotif. Namun, transmisi komunitas masih menjadi penyebab meningkatnya kasus Covid-19. Salah satu yang rentan terpapar covid-19 yaitu lansia yang berumur diatas 60 tahun. Upaya untuk mengatasi permasalahan covid-19 pada yaitu dengan pelaksanaan vaksin dalam menciptakan herd immunity. Pada hakikatnya fungsi vaksin Covid-19 membantu membentuk antibodi spesifik untuk menimbulkan kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Metode penelitian ini dilakukan dengan Quasi Eksperimen Design dengan desain uji Pre-Post Test Design. Hasil Penelitian bahwa uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks test dengan taraf signifikan yang ditetapkan adalah p value < 0,05. Penerimaan vaksin covid-19 responden lansia sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi kesehatan dengan menggunakan media leaflet diperoleh nilai p value = 0,00. Kesimpulan, ada pengaruh sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid19 pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Kata Kunci : Sosialisasi Kesehatan. Media leaflet. Penerimaan Vaksin Covid-19 pada Lansia Health Socialization Using Leaflet Media on Receipt of Covid-19 Vaccine to the Elderly in the Work Area of the Poasia Health Center. Kendari City ABSTRACT The World Health Organization issued a statement of concern over the spread of (Covid-. as an unprecedented pandemic, namely the coronavirus. The Covid-19 pandemic continues to be carried out both curatively, preventive and promotive. However, community transmission is still the cause of the increase in Covid-19 cases. One of the people who are vulnerable to being exposed to COVID-19 is the elderly who are over 60 years old. Efforts to overcome the problem of covid-19 are by implementing vaccines in creating herd immunity. In essence, the function of the Covid-19 vaccine is to help form specific antibodies to generate immunity. This study aims to determine the effect of health socialization using leaflet media on the acceptance of the covid-19 vaccine in the elderly in the working area of the Poasia Health Center. Kendari City. This research method is carried out with Quasi Experimental Design with Pre-Post Test Design test design. The results of the study showed that the statistical test using the Wilcoxon Signed Ranks test with the specified significance level was p value <0. The acceptance of the covid-19 vaccine for elderly respondents before and after being given health socialization using leaflet media obtained a p value = 0. In conclusion, there is an effect of health socialization using leaflet media on the acceptance of the covid-19 vaccine in the elderly in the working area of the Poasia Health Center. Kendari City. Keywords: : Health Socialization. Media leaflets. Acceptance of the Covid-19 Vaccine to the Elderly Info Artikel : Submitted : 25 April 2022 Revised : 07 Juni 2022 Accepted : 09 Juni 2022 Published : 30 Juni 2022 Penulis Korespondensi : Laode Ardiansyah Universitas Mandala Waluya E-mail : laodeardiansyah22@gmail. No. Hp : 087761 482692 JIKMW Ae 2. , 2022. Hal 35-40 PENDAHULUAN Menurut World Health Organization . Covid-19 sebagai pandemi penyakit yang menyebar di seluruh dunia dengan peningkatan terjadi secara signifikan sehingga tidak hanya menimbulkan kerugian dalam bidang kesehatan, namun berdampak pada sosial ekonomi masyarakat. Data Covid-19 yang diterbitkan oleh WHO terkonfirmasi dari seluruh negara di dunia yaitu sebanyak 572 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 2. 702 jiwa (World Health Organization. Tingkat keparahan Covid-19 bergantung pada usia, orang dewasa di atas 65 tahun memiliki risiko kematian 23 kali lipat lebih besar daripada orang yang berusia di bawah 65 tahun, sehingga menjadi prioritas dalam kasus Covid19. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa demam, batuk, dan dispnea dapat berkembang menjadi sindrom gangguan pernapasan akut, konsolidasi paru-paru, sindrom pelepasan sitokin, endotheliosis, koagulopati, kegagalan organ multipel, dan kematian (Mueller, et al. , 2. Di Indonesia, tanggal 6 Oktober 2020 Presiden Peraturan Presiden (Perpre. tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan program vaksinasi untuk menanggulangi pandemi Perpres tersebut menetapkan bahwa pemerintah akan mempersiapkan pengadaan dan distribusi vaksin serta pelaksanaan vaksin covid-19. Sulawesi Tenggara sebaran covid-19 berada pada urutan ke 12 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan total kasus terkonfirmasi pada tanggal 07 April 2021 mencapai 10. kasus (Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Kota kendari memiliki kasus Covid-19 tertinggi di Sulawesi Tenggara, diikuti dengan Kota Bau-Bau. Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Utara, sedangkan daerah dengan kasus Covid-19 terendah adalah Kabupaten Buton Utara (Sultra Tanggap Corona, 2. Di Kota Kendari khususnya di Kecamatan Poasia menempati urutan keempat setelah Wua-wua. Kambu dan Baruga dengan jumlah 103 terkonfirmasi penderitanya merupakan usia lansia (Dinas Kesehatan Kota Kendari, 2. Upaya penanggulangan pandemi Covid19 telah dilakukan, baik secara kuratif, preventif, maupun promotif oleh pemerintah. Penanggulangan dengan kebijakan sosial distencing dan penggunaan masker dilakukan untuk menghindari terjadinya transmisi komunitas Covid-19 di Masyarakat (World Health Organization, 2. Namun transmisi meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia (World Health Organization, 2. Sehingga menciptakan herd immunity di Masyarakat (Aditama, 2. Pada hakikatnya fungsi vaksin Covid-19 membantu membentuk antibodi spesifik menimbulkan kekebalan terhadap virus corona namun terjadi pro dan kontra di Kelompok usia > 65 tahun merupakan kelompok lansia yang paling beresiko mengalami keparahan atau morbiditas dan mortalitas akibat penyakit covid-19. Hal itu disebabkan lansia telah mengalami penurunan imun tubuh serta mempunyai berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, stroke, rematik dan cedera. Selain itu, penurunan sistem imun tersebut dapat mudah terserang penyakit pneumonia. Sehingga lansia lebih rentan terpapar virus covid-19 bahkan dapat menimbulkan kematian (Kemenkes RI, 2. Pandemi kasus Covid-19 dunia, regional Asia Tenggara berada dalam posisi ketiga setelah Amerika dan Eropa dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 15. Indonesia berada di posisi teratas jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang lain, kemudian posisi berikutnya diikuti dengan Filipina. Malaysia. Myanmar dan Singapore (World Health Organization, 2. JIKMW Ae 2. , 2022. Hal 35-40 Selain ada masyarakat yang Covid-19 menganggap hal ini merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Namun ada pula masyarakat yang menganggap vaksin Covid-19 terlalu dini (Mochtar, 2. Selain itu keraguan akan keefektifan dan keamanan vaksin, serta sebagian besar Masyarakat juga meyakini vaksin Covid-19 sebagai bagian dari proyek farmasi dan elit dunia (Putri, 2020. Agung. Salah satu untuk meningkatkan penerimaan vaksin covid-19 yaitu dengan sosialisasi kesehatan dengan menggunakan media leaflet. Media leaflet merupakan salah satu media yang paling sering digunakan dalam melakukan penyuluhan kesehatan. Menurut Notoatmodjo. , media leaflet memiliki beberapa keuntungan yang biasanya menggunakan bahasa yang mudah kehidupan, dan sasaran dapat menyesuaikan, mudah diperbaiki, mudah diperbanyak, dapat memberikan informasi baik lisan maupun Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 pada lansia di wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. kesehatan Puskesmas Poasia Kota Kendari, berjumlah 421 orang lansia. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah sampel ada 40 orang responden lansia >60 tahun, dengan kriteria sampel yaitu lansia berusia >60 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan, menggunakan leaflet dan bersedia menjadi responden penelitian. Adapun penarikan sampel dengan menggunakan Teknik random sampling, pengambilan sampel dilakukan secara acak. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Pengaruh Sosialisasi Kesehatan Sebelum dan sesudah Menggunakan Media Leaflet terhadap Penerimaan Vaksin Covid-19 Pada uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Shapiro-wilk karena jumlah sampel yang diteliti <50 responden . responden lansi. Hasil uji normalitas dari selisih data pada sosialisasi menggunakan media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari diperoleh nilai p = 0,00 . < 0,. Nilai tersebut menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga uji statistik yang digunakan yaitu uji non parametrik . ji Wilcoxon Signed Rank. Adapun hasil uji statistik wilcoxon signed ranks test sebelum dan sesudah sosialisasi menggunakan media whatsApp terhadap penerimaan vaksin covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari dapat dilihat pada tabel berikut ini : METODE Metode penelitian ini dilakukan dengan Quasi Eksperimen Design dengan desain uji Pre-Post Test Design, yang dilakukan dengan cara memberikan Pretest terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi, kemudian dilakukan posttest (Hidayat A, 2. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari dengan populasi yaitu seluruh lansia berusia >60 JIKMW Ae 2. , 2022. Hal 35-40 Tabel 1. Uji Statistik Wilcoxon Signed Ranks test Sebelum dan Sesudah Sosialisasi Menggunakan Media leaflet terhadap Penerimaan Vaksin Covid-19 Penerimaan Vaksin Covid-19 Pre Leaflet Post Leaflet Median Minimum Maximum Uji Statistik 0,00 <0,05 orang dari total 1. 167 orang lansia. Hasil wawancara tim peneliti bahwa yang menjadi kendala akan penerimaan vaksin covid-19 yaitu masih banyaknya masyarakat yang menerima informasi tentang dampak suntikan vaksin yang belum tentu kebenarannya. Hal itu sejalan dengan yang disampaikan oleh Agung . , bahwa masyarakat masih ragu akan keefektifan dan keamanan vaksin, serta ada pula yang meyakini vaksin Covid-19 sebagai bagian dari proyek farmasi dan elit Terkait permasalahan tersebut tentu sangat penting peran sosialisasi kesehatan dengan media leaflet agar masyarakat dapat menerima vaksin covid-19 sesuai apa yang targetkan pemerintah. Pada dasarnya leaflet adalah salah satu media cetak penyampaian pesan dengan lembaran yang dilipat, mudah dibagikan, dapat disimpan dan dibaca berulang kali. Media leaflet memiliki bentuk yang sederhana, mudah dibawa kemanamana, informasi yang tersaji pun jelas (Gani et , 2. Media leaflet merupakan alat komunikasi yang menjadi alternatif untuk mensosialisasikan penerimaan vaksin covid-19 di masyarakat. Hasil penelitian mengenai sosialisasi kesehatan menggunakan leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Poasia menunjukkan bahwa dari 40 responden lansia sebelum diberikan sosialisasi dengan media leaflet terdapat 15 responden lansia yang kurang memahami tentang vaksin covid-19, namun setelah diberikan sosialisasi kesehatan dengan media leaflet terdapat 34 responden Tabel 1 menunjukkan bahwa setelah dilakukan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test dengan taraf signifikan yang ditetapkan adalah p value < 0,05 pada penerimaan vaksin covid-19 pada responden lansia sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet diperoleh nilai p value = 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Pembahasan Sosialisasi media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 pada lansia dilakukan karena mengacu permasalahan data cakupan lansia di Indonesia yang bersedia di vaksin dari target 21,5 juta orang masih jauh jauh dari target pemerintah. Hal itu sesuai dengan permasalahan di Kota Kendari yang notabenenya kasus kejadian covid-19 tertinggi di Sulawesi Tenggara bahwa per tanggal 17 juni 2021 sasaran vaksin covid19 pada lansia masih jauh target. Jumlah lansia yang ditargetkan mendapatkan vaksin covid-19 ada 18. 634 orang, namun persentase vaksin covid-19 pada lansia baru mencapai 21,3% (Dinkes Kota Kendari, 2. Begitu pula yang terjadi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Poasia bahwa lansia yang mendapatkan pelayanan kesehatan ada 421 JIKMW Ae 2. , 2022. Hal 35-40 lansia yang mengatakan baik dan menerima informasi vaksin covid-19. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test dengan taraf signifikan yang ditetapkan adalah p value < 0,05 pada penerimaan vaksin covid-19 pada responden lansia sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet diperoleh nilai p value = 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh sosialisasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Namun, data yang diperoleh masih terdapat 6 responden yang masih belum menerima tentang vaksin covid-19 karena adanya riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Sesuai dengan yang dianjurkankan oleh Kemenkes RI, dalam seputar pelaksanaan vaksinasi covid-19 orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes melitus atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin, oleh karenanya sebelum pelaksanaan vaksin covid-19 perlu dilakukan pengecekan kondisi tubuh terlebih dahulu bahwa mereka yang memiliki penyakit komorbid harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapatkan persetujuan vaksin covid-19 dari dokter yang Hasil penelitian tersebut sejalan dengan yang dilakukan oleh Budiarti et al. bahwa pemahaman tentang edukasi dengan menggunakan media leaflet memiliki keefektifan dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai vaksinasi. Hasilnya mengalami peningkatan serta jumlah masyarakat yang pemahamannya kurang terkait vaksinasi mengalami penurunan. Penelitian tersebut juga serupa dengan yang dilakukan oleh Noer Febriyanti . , mengatakan bahwa informasi pemahaman serta kesiapan masyarakat mengenai kesediaan untuk dilakukan vaksinasi covid-19 ada di kategori baik, dimana dari jumlah 37 responden yang memahami tentang vaksinasi terdapat 81% setuju untuk dilakukan vaksinasi, sisanya masih ada rasa ketakutan terhadap dampak yang ditimbulkan setelah divaksinasi covid-19. KESIMPULAN Ada pengaruh sosialisasi kesehatan sebelum dan sesudah menggunakan leaflet terhadap penerimaan vaksin covid-19 pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada: Yayasan Mandala Waluya Kendari yang telah memberikan dana penelitian Yayasan kepada para dosen lingkup Universitas Mandala Waluya demi terlaksananya Tridharma. Kepada ketua LPPM Universitas Mandala Waluya persetujuan, dukungan serta bantuan Kepada Kepala Puskesmas Poasia Kota Kendari yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di wilayah kerjanya, sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. JIKMW Ae 2. , 2022. Hal 35-40 DAFTAR PUSTAKA