Analisis Kualitas Tanah disekitar TPA SampahA (Kamsul. Asma Nadia. Khairil Anwar, dk. Analisis Kualitas Air Tanah disekitar TPA Sampah. Systematic Literatur Review Analysis Of Groundwater Quality Around The Waste Landfill. Systematic Literature Review Kamsul1. Asma Nadia1. Khairil Anwar1. Samira1. M Agung Apriyansyah1. Dila Utami1 Poltekkes Kemenkes Palembang. Indonesia Korespondensi Penulis: kamsul@poltekkespalembang. ABSTRACT Final Disposal Sites (TPA) can cause various potentials of groundwater and air pollution. Groundwater pollution is a problem that needs attention, considering that groundwater is an important source of clean water for the community, especially those living around the TPA. Well water, which is a source of shallow groundwater, is most susceptible to contamination if leachate seepage occurs. This can pose a health risk to the community. This study aims to determine the quality of groundwater around the waste TPA. The method used is a systematic literature review sourced from Google Scholar. based on the review of articles conducted, 1 article stated that well water had been contaminated with leachate so that it was not suitable for consumption, while 4 articles stated that well water was still within safe limits for consumption. The results of several studies collected, it can be seen that the quality of groundwater around the final disposal site (TPA) can vary, depending on the condition of the TPA, the distance of the water source from the TPA, the leachate management process, the geology of the area, and other aspects. Keywords: TPA, well water quality, groundwater quality ABSTRAK Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat menimbulkan berbagai potensi pencemaran air tanah dan udara. Pencemaran air tanah merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian, mengingat air tanah merupakan sumber air bersih penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar TPA. Air sumur, yang merupakan sumber air tanah dangkal, paling rentan tercemar apabila terjadi rembesan lindi. Hal ini dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah disekitar TPA sampah. Metode yang digunakan yaitu systematic literature review bersumber dari Google Scholar. Berdasarkan telaah artkel yang dilakukan 1 artikel menyatakan bahwa air sumur telah tercemarair lindi sehingga tidak layak untuk di konsumsi sedangkan 4 aktikel menyatakan air sumur masih dalam batas aman untuk di Hasil dari beberapa penelitian yang dihimpun, dapat dilihat bahwa kualitas air tanah di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) dapat bervariasi, bergantung pada kondisi TPA, jarak sumber air dari TPA, proses pengelolaan lindi, geologis kawasan, dan aspek lainnya. Kata kunci: TPA,kualitas Air sumur, kualitas air tanah PENDAHULUAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) digunakan untuk menampung seluruh sampah yang dihasilkan perkotaan. Saat ini, sebagian besar TPA di Indonesia pembuangan terbuka . pen dumpin. , yaitu cara pembuangan yang sederhana, di mana sampah hanya ditumpuk di suatu area dan dibiarkan terbuka. Metode ini (Axmalia & Mulasari, 2. Pencemaran lingkungan baik pencemaran udara dan pencemaran air tanah (Thomas & Santoso, 2. Pencemaran air tanah Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 544-549 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Kualitas Tanah disekitar TPA SampahA (Kamsul. Asma Nadia. Khairil Anwar, dk. mendapatkan perhatian, mengingat air tanah merupakan sumber air bersih penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar TPA (Iriani et al. , 2. Air sumur, yang merupakan sumber air tanah dangkal, paling rentan tercemar apabila terjadi rembesan lindi . Hal ini dapat menimbulkan risiko kesehatan, seperti diare, keracunan logam, dan penyakit lain yang terjadi akibat konsumsi air yang tercemar (Maksuk et , 2. Analisis kualitas air sumur di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memperoleh gambaran komprehensif mengenai mutu air dan potensi risiko yang dapat ditimbulkannya terhadap kesehatan manusia. Dalam konteks ini, pendekatan systematic literature review dapat diterapkan untuk merangkum dan temuan-temuan berbagai studi yang tersedia, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih luas, rinci, dan dapat diandalkan mengenai kondisi kualitas air sumur di kawasan TPA. Hasil dari tinjauan pustaka secara sistematis tersebut diharapkan dapat berguna sebagai acuan ilmiah dan pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan, pengelolaan TPA, dan upaya perlindungan sumber air tanah demi menjaga kualitas hidup dan kesehatan METODE Metode yang digunakan adalah systematic literature review. Sumber penyusunan artikel yaitu Google Scholar. Pencarian artikel dimulai dari artikel yang di terbitakan dari Tahun 2020 Ae 2024. Kriteria yang dipilih adalah artikel yang dapat diakses penuh sesuai judul. Artikel dicari berdarakan kata kunci AuAnalisis Kualitas Air TanahAy Air SumurAy disekitar TPAAy Proses pemilihan artikel dilakukan mengikuti protokol Preferred Reporting Items forSystematic Reviewsand Metaanalyses(PRISMA). Artikel Kriteria eksklusi digunakan untuk memilih artikel yang relevan dengan tujuan penelitian. Database jurnal yang digunakan dalam mencari daftar pustaka: Google Scholar N = 1790 Jurnal yang sesuai dengan abstrak, full text, publication date 5 tahun N = 996 Jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi N = 25 Jurnal yang dipilih dan dianalisis N=5 Gambar 1. Proses Telaah HASIL Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 544-549 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Kualitas Tanah disekitar TPA SampahA (Kamsul. Asma Nadia. Khairil Anwar, dk. Penelitian systematic literature review, penulis memilih 6 . artikel yang Penulis (Leluno, (Finmeta (Agustina (Mardiyan akan dianalisis. Artikel yang telah dipilih sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pengkategorian Jurnal Judul Hasil Penelitian Kualitas Air Tanah di Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekitar TPA Km 14 air tanah di sekitar TPA selama tiga Kota Palangka Raya hari tanpa hujan tidak berbahaya untuk dikonsumsi sebagai air minum, dan tidak melebihi baku mutu air yang ditetapkan pemerintah yaitu tidak berbau, tidak berasa, dan tidak Beberapa indikator juga ditetapkan, yaitu TDS . -68,14 mg/L). DHL ,15-69,39 AA. , kekeruhan . ,11-2,50 mg/L), besi ,227-0,71 mg/L), (<0,0123-0,02 mg/L), (<1,8-280 MPN/100 m. , sedangkan Pb dan H2S tidak terdeteksi Keberadaan Tempat Hasil Kualitas air sumur di kecamatan Pembuangan Akhir Alak berada pada kategori sesuai Berdampak pada artinya sesuai dengan Permenkes Kualitas Air No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tanggal April Variabel akhir berpengaruh terhadap kualitas air sumur. Parameter kualitas air yang diambil dari daerah pemukiman di kelurahan Alak pada jarak 800 m dan 200 m masih dalam batas aman Analisis Kualitas Air Hasil pengukuran logam berat Fe dan Tanah di Sekitar TPA Mn di TPA Bagedung, masih di bawah Bagendung. Cilegon baku mutu. Kandungan e. coli dalam sumur penduduk di titik 4 pada pengambilan bulan Desember 2019 sebesar 230 MPN/100 mL, terlihat melebihi baku mutu. Pengambilan sampel bulan Januari 2020 seluruh sumur penduduk terkontaminasi e. MPN/100 MPN/100 ml sedangkan nilai baku mutu e. coli sebesar 100 MPN/100 ml. Status mutu air sumur penduduk di sekitar TPA Bagendung berkisar 4,306,07 . ercemar ringan-sedan. Analisis Sebaran Air Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lindi Terhadap air sumur warga yang bermukim di Kualitas Air Sumur di sekitar TPA Sukosari Sekitar TPA Sukosari, parameter pH. BOD. COD sudah Karanganyar tercemar air lindi. Yang memenuhi Baku Mutu berdasarkan kadar BOD Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 544-549 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Kualitas Tanah disekitar TPA SampahA (Kamsul. Asma Nadia. Khairil Anwar, dk. (Asokawati Analisis Kualitas Air Tanah Dan Air Permukaan Disekitar Tpa Km 14 Kota Palangkaraya PEMBAHASAN Hasil dari beberapa penelitian yang dihimpun, dapat dilihat bahwa kualitas air tanah di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) dapat bervariasi, bergantung pada kondisi TPA, jarak sumber air dari TPA, proses pengelolaan lindi, geologis kawasan, dan aspek lainnya. Hal ini menjadi penting karena air tanah merupakan sumber air bersih yang paling mudah diakses masyarakat, sehingga kualitasnya harus memenuhi standar baku mutu demi menjaga kesehatan manusia dan kualitas hidup masyarakat sekitar (Malle, 2. Hasil penelitian (Leluno, 2. menunjukkan bahwa kualitas air tanah di sekitar TPA Km 14 Palangka Raya masih memenuhi baku mutu, sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Hal ini tercermin dari parameter TDS . Ae68,14 mg/L). DHL . ,15Ae69,39 AA. , kekeruhan . ,11Ae2,50 NTU), besi . ,227Ae0,71 mg/L), mangan (< 0,0123Ae0,02 mg/L), dan coliform (< 1,8Ae280 MPN/100 m. yang masih berada di bawah ambang Demikian juga Pb dan HCCS tidak Hal ini dapat terjadi karena TPA Km 14 dikelola secara cukup baik dan proses perembesan lindi dapat dibatasi, sehingga kualitas air tanah masih terjaga Sementara itu, (Finmeta et al. , 2. menemukan bahwa kualitas air sumur di Kecamatan Alak masih memenuhi syarat Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Peneliti juga pembuangan akhir turut mempengaruhi kualitas air. pada jarak 800 m dan 1. m dari TPA, kualitas air masih memenuhi baku mutu, sehingga dapat disimpulkan bahwa risiko tercemarnya air tanah dapat menurun seiring bertambahnya jarak dari adalah air sumur 6, 7, 8, 9, dan menurut kadar COD yang memenuhi yaitu air sumur nomor 7, sedangkan berdasarkan nilai pH tidak ada yang sesuai baku mutu bahwa Konsentrasi logam berat pada air tanah tidak melebihi baku mutu TPA. Hal ini terjadi karena proses perkolasi lindi dapat terurai secara bertahap dan terjadi proses penyaringan secara alami, sehingga kualitas air dapat Berbeda (Agustina et al. , 2. kualitas air tanah di sekitar TPA Bagendung. Cilegon, tercemar bakteri e. Hal ini terjadi pada pengambilan Desember 2019, di mana kadar e. coli mencapai 230 MPN/100 ml, dan pada Januari 2020 terjadi peningkatan signifikan, yaitu 300Ae2. MPN/100 melebihi baku mutu yang ditetapkan . MPN/100 Bakteri menyebabkan keracunan makanan dan infeksi yang cukup serius. Coli O157:H7 dapat menghasilkan racun yang mampu merusak dinding dari usus kecil dan mengakibatkan kram perut, diare yang bercampur dengan darah, hingga muntah-muntah (Izzah, 2. (Asih et , 2. Hal ini menunjukkan proses signifikan, sehingga bakteri patogen dapat mencapai air tanah dan menjadi masalah kesehatan apabila air tersebut digunakan masyarakat. Peneliti juga menemukan bahwa kualitas air sumur di sekitar TPA Bagendung tercemar pada tingkat ringan sampai sedang . ,30Ae 6,. Selain bakteri, parameter pH. BOD, dan COD juga menjadi ukuran penting. Penelitian (Mardiyan et al. , 2. menemukan pH. BOD, dan COD air sumur di sekitar TPA Sukosari. Karanganyar, tercemar lindi. Hanya beberapa sumur . umur 6, 7, 8, dan . yang memenuhi baku mutu berdasarkan parameter BOD, dan hanya sumur nomor 7 yang memenuhi baku mutu berdasarkan COD. Sementara pH di seluruh sumur tidak memenuhi standar, yaitu lebih rendah Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 544-549 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Kualitas Tanah disekitar TPA SampahA (Kamsul. Asma Nadia. Khairil Anwar, dk. dari 6,5. Hal ini terjadi akibat perembesan lindi, yang membawa material organik dan asam, sehingga terjadi penurunan pH dan peningkatan kadar BOD dan COD. COD dan BOD yang tinggi menandakan air tercemar zat organik, limbah, atau Hal ini dapat menjadi tempat patogen, seperti bakteri, virus, dan protozoa (Royani et al. , 2. Hal tersebut dapat menjadi masalah apabila air tanah digunakan secara langsung menimbulkan masalah kesehatan dan kualitas hidup masyarakat sekitar (Ashar et al. , 2. Pada penelitian (Asokawati et al. menemukan bahwa kadar logam berat pada air tanah di sekitar TPA Km 14 Palangka Raya masih memenuhi baku Hal ini terjadi karena proses pengelolaan TPA dan kondisi geologis perembesan lindi secara signifikan. Dengan kata lain, meskipun TPA pencemaran, apabila dikelola secara benar dan memenuhi aspek teknologi sanitary landfill, kualitas air tanah dapat kondisi TPA, jarak sumur dari TPA, proses pengelolaan lindi, dan geologis tanah turut menentukan kualitas air tanah di sekitarnya. Penumpukan dan menghasilkan lindi yang dapat merembes ke lapisan akuifer dan mencemari air Hal ini terjadi apabila TPA tidak dikelola sesuai standar, dan apabila lapisan tanah di bawah TPA permeabel, sehingga lindi dapat menyebar lebih luas (Walid et al. , 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas air tanah di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) dipengaruhi oleh kondisi TPA, jarak sumber air dari TPA, proses pengelolaan lindi, dan aspek geologis tanah di sekitarnya. TPA yang dikelola sesuai standar, menggunakan teknologi sanitary landfill, dan diawasi signifikan pada air tanah. Hal ini terjadi karena proses perembesan lindi dapat memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Sebaliknya, apabila TPA dikelola secara perembesan lindi, pH turun, dan kadar bakteri. BOD. COD, dan logam dapat melampaui baku mutu, sehingga kualitas air tanah tercemar dan dapat menjadi Pengelolaan TPA yang memenuhi aspek pencegahan, seperti penggunaan liner, instalasi pengumpul dan pengolahan pengawasan berkala, dapat menjaga kualitas air tanah dan melindungi kesehatan manusia dan kelestarian Hal ini penting demi masyarakat dan menjaga kualitas hidup secara jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA