Journal of Accounting and Digital Finance , 5. , 2025,45-59 Available at: https://journal. id/index. php/jadfi EISSN: 2776-639X Evaluasi faktor penentu kinerja UMKM: Peran kompetensi SDM, literasi keuangan, modal keuangan, dan modal sosial Tri Wahyuningrum. Purwo Adi Wibowo* Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Indonesia *) Korespondensi . -mail: purwoadiwibowo@unisnu. Abstract This study analyzes the influence of human resource (HR) competence, financial literacy, financial capital, and social capital on the performance of Jepara City micro, small, and medium enterprises (MSME. The population of this study was 160 members of the Kartini Mandiri Jepara MSME Association, with a sample of 106 respondents obtained through purposive The data collected were primary data through the distribution of questionnaires. The analysis method used was Partial Least Square (PLS) to test the relationship between The results of the study indicate that HR competencies, financial literacy, and financial capital have a significant effect on MSME performance. Conversely, social capital does not affect MSME performance. These results show that access to financial resources is essential in improving business performance. These findings suggest that strategies to improve SME performance should focus on strengthening access to capital and financial Additionally, further efforts are needed to enhance the effectiveness of human resource competencies and financial literacy to contribute more significantly to SME Keywords: Human Resource Competency. Financial Literacy. Financial Capital. Social Capital. MSMEs Performance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya manusia (SDM), literasi keuangan, modal keuangan, dan modal sosial terhadap kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Jepara. Populasi penelitian ini adalah anggota Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara yang berjumlah 160 orang, dengan sampel sebanyak 106 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM, literasi keuangan, dan modal keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Sebaliknya, modal sosial terbukti tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Hasil ini menunjukkan bahwa akses terhadap sumber daya keuangan merupakan faktor utama dalam peningkatan kinerja usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan kinerja UMKM sebaiknya difokuskan pada penguatan akses permodalan dan pengelolaan keuangan. Selain itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas kompetensi SDM dan literasi keuangan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih berdampak terhadap kinerja UMKM. Kata kunci: Kompetensi SDM. Literasi Keuangan. Modal Keuangan. Modal Sosial. Kinerja UMKM. How to cite: Wahyuningrum. , & Wibowo. Evaluasi faktor penentu kinerja UMKM: Peran kompetensi SDM, literasi keuangan, modal keuangan, dan modal sosial. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 45Ae59. https://doi. org/10. 53088/jadfi. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 46 Pendahuluan Secara historis, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menjadi kekuatan pendorong di balik pertumbuhan ekonomi dalam skala global dan nasional (Zhaviery et al. , 2. Sebagai kelompok UMKM. Paguyuban Kartini Mandiri Jepara memiliki peran penting dalam perekonomian daerah terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah Jepara. Namun. UMKM di Jepara sering menghadapi sejumlah tantangan, termasuk terbatasnya akses keuangan, pemasaran, dan teknologi, serta kurangnya bantuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sementara mereka harus menghadapi tren ekonomi nasional dan global yang sulit. Dengan membina kolaborasi di antara berbagai pelaku usaha, memperluas akses ke pasar, dan memperjuangkan kebijakan yang membantu pertumbuhan UMKM. Paguyuban Kartini Mandiri Jepara berupaya mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Bisnis di Jepara sangat baik dalam menyesuaikan diri dengan keadaan baru dan memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan yang baik. Untuk dapat berkembang dalam industri perdagangan. UMKM perlu melakukan inovasi terhadap produk dan layanan mereka dan menemukan teknik pemasaran yang baru. Grafik Pendapatan UMKM di Jepara 4,405,000,000,000 4,400,000,000,000 4,395,000,000,000 4,390,000,000,000 4,385,000,000,000 4,380,000,000,000 4,375,000,000,000 4,370,000,000,000 4,365,000,000,000 Gambar 1. Grafik pertumbuhan pendapatan UMKM sektor perdagangan Kabupaten Jepara tahun 2021 - 2023 Dari tahun 2021-2022, seperti yang terlihat pada data di Gambar 1, pendapatan hanya meningkat sekitar 0,03%. dari tahun 2022-2023, pendapatan meningkat 0,43%, yang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total pendapatan (Data, 2. Pertumbuhan yang lambat seperti ini tidak cukup untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengatasi kesulitan ekonomi mereka. Jika ingin tetap bertahan dalam bisnis dan bahkan berkembang, para pelaku UMKM perlu fokus pada seberapa baik kinerja perusahaan mereka (Suindari & Juniariani, 2. Sebagai ukuran keberhasilan atau kegagalan, kinerja bisnis adalah hasil akhir dari upaya organisasi untuk mencapai tujuannya dalam jangka waktu tertentu (Maulatuzulfa & Rokhmania, 2. Masalah umum yang belum terselesaikan terkait kemampuan sumber daya manusia (SDM), kepemilikan, keuangan, pemasaran, dan aspek lain dari administrasi perusahaan adalah penyebab umum penundaan bagi usaha mikro, kecil. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 47 dan menengah (UMKM) (Abor & Quartey, 2. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk membuat UMKM lebih baik dalam menangani masalah bisnis. Sebuah komunitas di Jepara yang menyambut para pelaku bisnis UMKM adalah Paguyuban UMKM Kartini Mandiri. Program-program seperti pemasaran produk lokal, pelatihan manajemen perusahaan, dan pengembangan keterampilan adalah kunci dari misi asosiasi untuk memberdayakan anggota secara ekonomi. Selain itu. Asosiasi UMKM Kartini Mandiri Jepara merupakan bagian dari inisiatif AuAyo JajanAy, yang menyelenggarakan bazar produk UMKM untuk membantu perekonomian para pelaku UMKM yang terkena dampak COVID-19. Hal ini menunjukkan komitmen Asosiasi UMKM Kartini Mandiri Jepara dalam mengembangkan kapasitasnya untuk memenuhi tuntutan dunia usaha. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang harus mengiringi pengembangan UMKM sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi (Arini et al. , 2. Menurut Al Qifari . , sumber daya manusia memiliki peran yang signifikan dalam menentukan sejauh mana sebuah perusahaan melangkah. Pelaku UMKM membutuhkan kompetensi SDM untuk menunjukkan kinerja terbaiknya (Maulatuzulfa & Rokhmania, 2. Sumber daya manusia yang profesional harus memiliki kompetensi di berbagai bidang seperti pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sifat-sifat kepribadian yang berdampak pada pekerjaan mereka (Suindari & Juniariani. Salah satu hal yang berdampak pada kinerja UMKM adalah kompetensi SDM. Alasannya, gaya manajemen orang-orang yang bekerja di suatu unit bisnis adalah yang pada akhirnya mendefinisikan unit tersebut (Wahyudiati, 2. Sebuah studi yang dilakukan oleh Zhaviery et al. menemukan bahwa kompetensi sumber daya manusia memainkan peran penting dalam menentukan seberapa baik fungsi UMKM. Di sisi lain. Kristanto et al. menemukan bahwa kompetensi SDM tidak berdampak pada kinerja UMKM. Suyono . menemukan bahwa literasi keuangan adalah elemen lain yang berdampak pada kinerja UMKM. Pelaku UMKM yang melek finansial akan memiliki keuntungan tersendiri. Istilah Auliterasi keuanganAy mengacu pada program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang uang dan kemampuan mereka untuk menangani urusan keuangan mereka sendiri (Septiani & Wuryani, 2. Manajer usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan keterampilan dalam akuntansi keuangan, manajemen utang, dan penganggaran untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan secara maksimal (Maulatuzulfa & Rokhmania, 2. Menurut Ayu & Gede . , literasi keuangan memiliki dampak yang besar terhadap kesuksesan dan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal yang sebaliknya terjadi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti yang ditunjukkan oleh Naufal & Purwanto . Modal finansial dan modal sosial adalah dua jenis modal utama yang dipertimbangkan oleh pelaku usaha dalam penelitian ini (Maulatuzulfa & Rokhmania. Modal keuangan yang dimiliki pelaku UMKM dapat menentukan pemanfaatan sumber daya keuangan dan seni manajemen keuangan yang baik (Sombolayuk. Sudirman, et al. , 2. Uang, menurut teori ekonomi klasik, didefinisikan sebagai Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 48 input untuk menghasilkan lebih banyak produk. Operasi perusahaan tidak dapat berjalan tanpa modal, yang mungkin berasal dari kantong investor sendiri atau melalui Biasanya, modal kerja dibiayai oleh modal finansial untuk UMKM (Rapih. Usaha kecil dan menengah (UKM) tidak terpengaruh oleh modal finansial, menurut Maulatuzulfa & Rokhmania . Sebaliknya, modal keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UKM, menurut Sombolayuk et al. Kemampuan untuk membina hubungan positif dengan orang lain merupakan salah satu manfaat modal sosial bagi pelaku UMKM di komunitas lokal mereka (Santoso et , 2. Salah satu alasan mengapa modal sosial menjadi komponen yang semakin penting dalam kapasitas UMKM untuk menjalankan bisnis adalah karena mayoritas masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan terus menghormati budaya daerah. Mengingat begitu kuatnya elemen-elemen ini dalam kehidupan para pengusaha Indonesia, sangat penting bagi mereka untuk memperkuat jaringan sosial yang didasarkan pada warisan budaya dan pengetahuan lokal. Usaha kecil dan menengah (UKM) mendapatkan keuntungan dari modal sosial, menurut Maulatuzulfa & Rokhmania . Di sisi lain, modal sosial tidak berdampak pada kinerja UMKM, seperti yang ditunjukkan oleh Suriyanti et al. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kompetensi SDM, literasi keuangan, ketersediaan modal, serta kekuatan jaringan sosial dalam mendukung pencapaian tujuan usaha, peningkatan produktivitas, dan daya saing paguyuban. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting karena menyoroti perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi dalam pemberdayaan UMKM, di mana peningkatan akses modal harus dibarengi dengan penguatan kompetensi SDM dan pemahaman finansial agar UMKM dapat berkembang secara lebih berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan masukan strategis bagi para pelaku UMKM dalam menyusun kebijakan dan program peningkatan kapasitas usaha yang lebih efektif. Tinjauan Pustaka Resources Based View (RBV) Resource based view (RBV) menjelaskan bagaimana bisnis dapat tetap berada di depan dalam persaingan dengan memanfaatkan sumber daya mereka sebaik mungkin dengan cara memanfaatkan kekuatan mereka (Hadjri et al. , 2. Teori RBV ini berusaha menjelaskan perbedaan antara jumlah bisnis yang sukses dan tidak sukses yang beroperasi dalam industri yang sama. Sukses tidaknya sebuah perusahaan akan sangat ditentukan oleh kekuatan dan kelemahan yang ada dalam internal perusahaan, bukan lingkungan eksternalnya (Maulatuzulfa & Rokhmania, 2. UMKM adalah entitas dalam dunia bisnis yang memiliki kombinasi sumber daya yang unik yang dapat membantu mereka mengatasi persaingan dan mencapai tujuan mereka. RBV adalah seperangkat kemampuan sumber daya yang terus berubah sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan di atas rata-rata (Sombolayuk. Sudirman, et al. , 2. Kinerja UMKM Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 49 Kinerja usaha merupakan hasil yang dicapai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktu. Sebuah organisasi dikatakan telah berhasil mengimplementasikan rencananya jika tingkat kinerjanya tinggi (Maulatuzulfa & Rokhmania, 2. Meninjau struktur pencatatan informasi keuangan adalah salah satu cara manajemen bisnis yang kompeten dapat mengungkapkan kinerja (Malikhah et al. , 2. Selain itu, perputaran utang yang terkelola adalah indikator yang jelas dari keberhasilan atau kegagalan penjualan bagi sebuah perusahaan. Kemudian, kinerja dan penjualan perusahaan dapat ditingkatkan dengan menerapkan anggaran berbasis evaluasi. Samira et al. menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan dan laba merupakan ukuran kinerja yang digunakan dalam penelitian ini. Kompetensi SDM Kompetensi merupakan hal yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang bisa ditingkatkan dan hal ini mendasari seseorang dalam bekerja maupu berprilaku (Zhaviery et al. , 2. Kompetensi adalah aspek penting dalam menentukan kinerja dan kesuksesan suatu organisasi (Fauzi & Siregar, 2. Dalam mengembangkan kompetensi SDM UMKM harus memperoleh perhatian khusus untuk tujuan menjadikan tenaga kerja yang kualitasnya baik dan sanggup berkompetisi serta memperoleh hasil kinerja yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan (Habibi et al. SDM merupakan bagian yang sangat utama dari organisasi, oleh sebab itu perlu memastikan SDM dikerjakan dengan maksud memberi partisipasi secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi (Sari & Sijabat, 2. Peneliti Zhaviery et al. mengungkapkan bahwa kompetensi SDM terbukti berpengaruh kepada kinerja UMKM. Peneliti lain seperti Suindari & Juniariani . juga menyatakan bahwa kompetensi SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. H1 : Kompetensi SDM berpengaruh terhadap kinerja UMKM Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan faktor yang fundamental untuk pertumbuhan ekonomi dan kestabilitas keuangan bagi konsumen, penyedia jasa keungan dan pemerintah (Yanti, 2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan prilaku individu untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. UKM yang lebih sukses dijalankan oleh pengusaha yang memiliki literasi keuangan dan memahami konsep-konsep keuangan utama yang meliputi, manajemen utang, suku bunga dan pembukuan (Fauzi & Siregar, 2. Pengetahuan keuangan berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memahami, menganalisis dan mengelola keuangan yang tersedia bagi dirinya untuk menghasilkan keputusan keuangan dengan tepat, dan dapat membantu perkembangan kinerja UMKM. Sehingga, literasi keuangan dianggap sebagai hal yang sangat penting bagi perkembangan kinerja suatu usaha, khususnya UMKM (Septiani & Wuryani, 2. Peneliti Ayu & Gede . dan Yanti . menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 50 H2 : Literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM Modal Keuangan Modal keuangan didefinisikan sebagai kemampuan memperoleh sumber daya keuangan membangun, dan mempertahankan modal yang memungkinkan perusahaan memainkan peran produktif dalam perekonomian (Marija et al. , 2. Kekurangan modal keuangan merupakan hambatan utama melakukan akses keuangan meningkatkan kinerja perusahaan usaha kecil dari pada usaha lainnya yang memiliki modal keuangan yang memadai. Perusahaan yang tidak mampu mengamankan modal eksternal mungkin lebih rentan terhadap perubahan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan kecil pada umumnya (Prajogo & McDermott, 2. Peneliti Sombolayuk. Sudirman, et al. dan Rapih . yang mengungkapkan bahwa modal keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pada UMKMAy. H3 : Modal keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM Modal Sosial Modal sosial didefinisikan sebagai seluruh sumber daya sebuah perusahaan yang terkumpul melalui jaringan hubungan dengan perusahaan lain (Hadi & Purwati, 2. Modal sosial secara umum berkaitan dengan adanya perasaan percaya dan nyaman pada lingkungan sosialnya yang meliputi nilai perilaku dan relasi yang bisa difungsikan oleh masyarakat untuk mengatasi segala permasalahan secara bersama dan mencapai tujuan seperti yang diharapkan (Susanto & Sukarno, 2. Modal sosial sebagai kemampuan masyarakat untuk bekerja sama, demi mencapai tujuan-tujuan bersama, di dalam berbagai kelompok dan organisasi (Maulatuzulfa & Rokhmania. Oleh sebab itu, modal sosial menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh seorang pelaku UMKM, sehingga meningkatkan jiwa kewirausahaannya agar dapat menjalankan roda usahanya (Hadi & Purwati, 2. Peneliti Sombolayuk. Yusup, et . mengungkapkan bahwa modal keuangan memiliki pengaruh positif langsung terhadap kinerja perusahaan UMKM. Peneliti Susanto & Sukarno . juga menunjukkan hasil bahwa modal sosial memiliki pengaruh positif pada kinerja UMKM. H4 : Modal sosial berpengaruh terhadap kinerja UMKM Metode Penelitian Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan pendekatan Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara sebanyak 160. Untuk mendapatkan sampel yang representatif, 106 anggota Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara dipilih dengan metode Purposive Sampling. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Anggota Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara. Usaha yang telah beroperasi minimal satu tahun. Usaha yang memiliki minimal satu orang karyawan. Adapun variabel operasional yang terdapat pada penelitian ini adalah: Variabel Tabel 1. Definisi Operasional dan Indikator Definisi Indikator Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 51 Kinerja UMKM Kegiatan yang dilakukan dalam suatu usaha, hasil yang dicapai mengenai apa yang dikerjakan dan bagaimana cara pelaksanaannya (Samira et al. Kompetensi Kemampuan SDM melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang menggunakan dasar memiliki skill dan pengetahuan juga menggunakan sikap yang baik pekerjaan tersebut (Sari & Sijabat. Literasi Literasi keuangan adalah pengetahuan Keuangan atau kemampuan mengelola keuangan pribadi dan pemahaman keuangan tentang tabungan, asuransi, dan investasi (Amelia, 2. Modal Keuangan Financial capital . odal keuanga. bisa dikatakan sebagai keahlian mengenai sumber keuangan yang digunakan oleh pemilik mengawali dan mengelola usaha (Novitasari et al. , 2. Modal Suatu modal yang harus dimiliki Sosial UMKM. Secara keseluruhan dalam dunia bisnis modal sosial merupakan konsumen, distributor, komunitas dan pemerintahan (Arifin, 2. Sumber: Data Primer, 2024 Pertumbuhan Keuntungan Pengetahuan . Keterampilan . Kemampuan . Pemahaman pengetahuan keuangan Pendidikan keuangan Tabungan dan Manfaat dan risiko produk keuangan Modal pribadi modal pinjaman yang berasal dari pihak lain Keanggotaan formal Partisipasi masyarakat Kepercayaan sosial Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya yang dilakukan di Jepara di Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara. Di sini, cara bagi responden untuk mengekspresikan pendapat mereka adalah dengan menandai salah satu alternatif jawaban yang ditawarkan pada skala Likert di mana 1 menunjukkan ketidaksetujuan yang kuat dan 5 menunjukkan persetujuan yang kuat. Model penelitian ini menggunakan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis hubungan kausal antara kompetensi SDM, literasi keuangan, modal keuangan, dan modal sosial terhadap kinerja UMKM. Model ini terdiri dari model struktural . nner mode. dan model pengukuran . uter mode. Uji Inner Model digunakan untuk menguji hubungan antara variabel laten dengan menggunakan Koefisien Determinasi (RA) dan Uji Signifikansi Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 52 Hipotesis (Path Coefficient & T-Statistic. Sementara itu. Uji Outer Model menjelaskan hubungan antara variabel laten dan indikator-indikatornya melalui Validitas Konvergen (Outer Loading & AVE) dan Reliabilitas Konstruk (Composite Reliability & CronbachAos Alph. Gambar 2. Model Penelitian Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Deskripsi Data Responden Data primer yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari Asosiasi UMKM Kartini Mandiri melalui penyebaran kuesioner. Distribusi berikut ini berasal dari 106 orang yang berpartisipasi dalam survei setelah dilakukan konfirmasi dan verifikasi: Kategori Jenis Kelamin Umur Jenis Usaha Tabel 2. Hasil Deskripsi Data Responden Deskripsi Frekuensi (Oran. Persentase (%) Laki-laki 6,60% Perempuan 93,40% 20 sampai 30 7,50% 31 sampai 40 36,80% 41 sampai 50 35,80% lebih dari 50 19,80% Makanan 85,80% Fashion 7,50% Mebel 2,80% Sembako 3,80% Dalam kategori ini, partisipasi wanita secara signifikan lebih tinggi daripada pria, seperti yang terlihat pada Tabel 2, di mana 99 responden . ,4% dari tota. adalah wanita dan 7 . ,6%) pria. Dengan 39 peserta . ,8% dari tota. , mereka yang berusia antara 31 dan 40 tahun merupakan kelompok usia terbesar, diikuti oleh mereka yang berusia antara 41 dan 50 tahun dengan 38 peserta . ,8% dari tota. Sebagian besar responden berada di usia produktif, terutama antara 31 dan 50 tahun, seperti yang ditunjukkan oleh sedikitnya jumlah responden yang berusia 20 hingga 30 tahun . ,5%) dan 21 orang . ,8%) yang berusia di atas 50 tahun. Dengan 91 responden . ,8% dari total responde. , sebagian besar responden dalam survei ini bekerja di industri Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 53 Berikutnya adalah 8 responden . ,5%), 4 responden . ,8% dari tota. , dan 3 responden . ,8%) di toko kelontong dan penjualan furnitur. Uji Outer Model Loading Factor Variabel Kompetensi SDM Kinerja UMKM Literasi Keuangan Modal Keuangan Modal Sosial Tabel 3. Loading Factor Indikator Outer Loading KSDM1 0,809 KSDM2 0,871 KSDM3 0,846 KUMKM1 0,872 KUMKM2 0,890 LK1 0,699 LK2 0,716 LK3 0,833 LK4 0,823 MK1 0,888 MK2 0,891 MS1 0,874 MS2 0,875 MS3 0,816 Untuk menggambarkan konstruk laten secara memadai, diperlukan nilai faktor loading sebesar 0,50 atau lebih tinggi (Hair Jr, 2. Hasil untuk kinerja UMKM, literasi keuangan, modal keuangan, modal sosial, dan kompetensi SDM ditunjukkan pada Tabel 3, bersama dengan nilai outer loading awal. Menurut Rahman et al. yang berada di antara kisaran 0,5 hingga 0,6 untuk nilai loading factor dianggap dapat Setiap indikator variabel memiliki nilai loading factor yang lebih besar dari 0,5, yang mengindikasikan bahwa indikator tersebut memiliki validasi yang cukup untuk menjelaskan konstruk latennya dan semua indikator dalam penelitian ini diterima. Validitas dan Reliabilitas Konstruk Tabel 4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Cronbach's Composite Average Variance Alpha Reliability Extracted (AVE) Kinerja UMKM 0,712 0,714 0,874 0,776 Kompetensi SDM 0,796 0,804 0,880 0,709 Literasi Keuangan 0,764 0,829 0,853 0,593 Modal Keuangan 0,735 0,735 0,883 0,791 Modal Sosial 0,818 0,837 0,891 0,732 Convergent validity mengukur besarnya korelasi antara skor indikator dengan skor Ketika nilai average variance extracted (AVE) dari sebuah indikator lebih dari 0,5, maka indikator tersebut dianggap valid. Baik Cronbach's alpha maupun nilai reliabilitas komposit menunjukkan hasil uji reliabilitas. Jika cronbach's alpha lebih besar dari 0,6 dan nilai composite reliability lebih besar dari 0,7, maka kriteria dianggap Berdasarkan pada Tabel 4. Data dianggap dapat diterima karena semua variabel pada nilai AVE lebih besar dari 0,5. Dengan nilai di atas 0,7 dan 0,6 untuk cronbach's alpha dan composite reliability, maka data dapat dianggap reliabel. Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 54 Uji Inner Model Koefisien Determinasi (R. Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. R Square R Square Adjusted Kinerja UMKM 0,968 0,967 Dengan menggunakan data dari Tabel 5. Nilai R-squared untuk variabel kinerja UMKM adalah 0,967, yang berarti variabel lain menjelaskan 3,3% sisanya, sedangkan kompetensi SDM, literasi keuangan, modal keuangan, dan modal sosial menjelaskan 96,7% varians. Pengujian Hipotesis Tabel 6. Hasil Pengujian Hipotesis Koef. T hitung Kompetensi SDM -> Kinerja UMKM 0,206 2,505 Literasi Keuangan -> Kinerja UMKM 0,245 2,624 Modal Keuangan -> Kinerja UMKM 0,700 7,277 Modal Sosial -> Kinerja UMKM -0,151 1,665 Prob. 0,013 0,009 0,000 0,097 Hipotesis Diterima Diterima Diterima Ditolak Berdasarkan data pada Tabel 6, kompetensi SDM, literasi keuangan, dan modal keuangan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing yang lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung yang lebih besar dari t-tabel. Secara rinci, kompetensi SDM memiliki nilai signifikansi 0,013 dan t-hitung 2,505. literasi keuangan dengan signifikansi 0,009 dan t-hitung 2,624. modal keuangan dengan signifikansi 0,000 dan t-hitung 7,277. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa H1-H3 diterima. Sebaliknya, modal sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM karena nilai t-hitung 1,665 lebih kecil dari t-tabel dan nilai signifikansi 0,097 melebihi 0,05, sehingga H4 ditolak. Pembahasan Kompetensi SDM dan Kinerja UMKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM memiliki pengaruh terhadap kinerja Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara yang memiliki arti bahwa hipotesis pertama diterima. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa semakin tinggi tingkat kompetensi yang dimiliki oleh pelaku UMKM, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja UMKM secara keseluruhan. Kompetensi yang memadai memungkinkan pelaku UMKM untuk mengelola usaha secara lebih efektif dan efisien, melakukan inovasi, serta merespons perubahan lingkungan bisnis dengan lebih adaptif. Hal ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan produktivitas, kualitas layanan, dan daya saing usaha, yang merupakan indikator penting dalam mengukur kinerja suatu paguyuban UMKM. Hasil ini sejalan dengan penelitian Zhaviery et al. yang mengungkapkan bahwa kompetensi SDM terbukti berpengaruh kepada kinerja UMKM. Peneliti lain seperti Suindari & Juniariani . juga menyatakan bahwa kompetensi SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Pelaku UMKM dengan kompetensi yang baik akan lebih mampu dalam melakukan perencanaan, pengambilan keputusan, manajemen operasional, serta beradaptasi terhadap Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 55 dinamika lingkungan usaha. Hal ini berdampak positif pada peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, kualitas produk dan layanan, serta keberlanjutan usaha secara Literasi Keuangan dan Kinerja UMKM Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh terhadap kinerja Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara yang memiliki arti bahwa hipotesis kedua diterima. Hal ini menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola aspek keuangan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kinerja usaha mereka. Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM lebih mampu menyusun laporan keuangan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta merencanakan strategi keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini berdampak positif terhadap efisiensi usaha, peningkatan profitabilitas, serta ketahanan usaha terhadap risiko keuangan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Septiani & Wuryani . yang menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian Ayu & Gede . dan Yanti . menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan pelaku UMKM, maka semakin besar pula peluang mereka untuk mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan. Modal Keuangan dan Kinerja UMKM Hasil uji hipotesis dalam penelitian menunjukkan bahwa modal keuangan memiliki pengaruh terhadap kinerja Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara yang memiliki arti bahwa hipotesis ketiga diterima. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan modal keuangan akan langsung meningkatkan kinerja UMKM secara signifikan dengan asumsi faktor lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan UMKM dianggap konstan. Modal keuangan adalah kemampuan untuk memperoleh, membangun, dan mempertahankan sumber daya keuangan yang memerlukan peran aktif pemilik usaha di mana pemilihan antara modal sendiri atau pinjaman sangat mempengaruhi pengelolaan dan kinerja UMKM (Marija et al. , 2. Dalam hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa semakin baik aspek keuangan yang ada dalam suatu UMKM, maka akan semakin baik pula kinerja dari UMKM tersebut. Hasil ini sejalan dengan peneliti Sombolayuk. Sudirman, et al. dan Rapih . yang mengungkapkan bahwa modal keuangan berpengaruh terhadap kinerja pada UMKM. UMKM yang memiliki akses modal yang baik cenderung memiliki kinerja lebih baik dibandingkan mereka yang kesulitan mendapatkan pendanaan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang mempermudah akses modal, seperti pinjaman berbunga rendah atau bantuan modal usaha, dapat membantu meningkatkan daya saing UMKM. Modal Sosial dan Kinerja UMKM Hasil uji hipotesis dalam penelitian menunjukkan bahwa modal sosial tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara yang memiliki arti Journal of Accounting and Digital Finance, 5. , 2025, 56 bahwa hipotesis keempat ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa modal sosial dalam praktiknya tidak menunjukkan hubungan yang kuat dengan peningkatan kinerja UMKM. Modal sosial yang dimiliki UMKM tidak menjamin peningkatan usaha secara langsung, karena keberhasilan suatu bisnis lebih bergantung pada hubungan dengan konsumen yang merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja perusahaan (Suriyanti et , 2. Modal sosial dapat meningkatkan kesenjangan sosial daripada Misalnya, jika jaringan bisnis didominasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang mengecualikan orang-orang dari kelompok lain, hal ini dapat memperkuat kesenjangan sosial daripada memperbaikinya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Walenta . bahwa variabel modal sosial secara keseluruhan signifikan kurang berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Hasil ini juga diperkuat peneliti Wibowo et al. dan Suriyanti et al. yang mengungkapkan bahwa modal sosial tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Modal sosial tidak selalu memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, terutama jika jaringan yang mereka miliki tidak mampu mendukung ekspansi usaha atau mendatangkan pelanggan baru. Kesimpulan Dalam penelitian menunjukkan bahwa kinerja Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh kompetensi SDM, literasi keuangan, dan modal keuangan. Studi ini juga menunjukkan bahwa Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara tidak dipengaruhi oleh modal sosial. Dengan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa modal keuangan merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja UMKM, khususnya pada Paguyuban UMKM Kartini Mandiri Jepara. Oleh karena itu, saran praktis yang dapat diambil adalah dengan fokus pada penguatan akses modal bagi pelaku usaha melalui berbagai inisiatif, seperti pinjaman lunak, subsidi bunga, atau kemitraan strategis dengan perbankan dan fintech. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas objek studi ke paguyuban UMKM di wilayah lain guna mengetahui apakah pola pengaruh yang sama juga berlaku di daerah lain. Selain itu, penelitian dapat menambahkan variabel lain seperti inovasi produk, adopsi teknologi digital, dan dukungan kebijakan pemerintah untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja UMKM. Referensi