Analisis Pendapatan Usaha Home Industri Amplang Apriana Mandiri Di Kecamatan Muara Badak Selama Pandemi Covid-19 Muhammad Rizal 1. Danna Solihin 2. Mita Sonaria 3 Fakultas Ekonomi dab Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : muhrzl88@gmail. Keywords : Income Analysis. Revenue. Business Feasibility Analysis ABSTRACT Apriana Mandiri amplang home industry is a home industry that produces amplang that has been affected by the covid-19 pandemic The purpose of this study was to determine and analyze the income of the Amplang Apriana Mandiri home industry during the covid-19 pandemic and the feasibility of the Amplang Apriana Mandiri home industry business. The theoretical basis of this research consists of financial management, income, revenue, and business The data collection technique was carried out by collecting data directly from the research location through interviews with the owner of the Amplang home industry. Apriana Mandiri. The research analysis tool uses income analysis by calculating total costs, revenue and income as well as business feasibility analysis. The results of this study are 1. ) Amplang Apriana Mandiri's home industry before the covid-19 pandemic produced 180 packs/day or a total of 32. 400 packs, while during the covid-19 pandemic Apriana Mandiri's Amplang home industry reduced its production to 120 packs/day or the total 21. 600 packs due to a decrease in income of Rp. 000 during the covid-19 pandemic. ) Apriana Mandiri's Amplang home industry is still feasible to develop because during the covid-19 pandemic. Apriana Mandiri's Amplang still benefits, this is due to the favorable selling price with certain production costs and the maximum production amount during the covid-19 pandemic. PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan usaha industri di Indonesia tidak lepas dari persaingan bisnis, dari persaingan tersebut banyak variasi untuk mencapai keuntungan yang diperoleh Keuntungan merupakan pendapatan yang diperoleh produsen didalam menjalankan kegiatan bisnis mereka yang mana memiliki barang/jasa yang bisa meningkatkan nilai produksi serta bermanfaat dalam perkembangan usaha industrinya. Pembangunan untuk tujuan industri juga menjadi sumber yang dapat meningkatkan pendapatan, akan tetapi hal itu harus didukung pula oleh ketersediaan sumber daya ekonomi, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya modal yang produktif. Tanpa adanya daya dukung yang cukup kuat dari sumber daya ekonomi yang produktif maka pengembangan dalam kegiatan industri pun mengalami kesulitan dalam meningkatkan pendapatannya. Pembentukan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan dan dikembangkan oleh seseorang atau kelompok dengan tujuan menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupannya. Melalui usaha industri diharapkan bisa memajukan dan membangun kehidupan masyarakat dari kemiskinan atau terbatasnya kebutuhan ekonomi yang dimiliki. Usaha industri juga merupakan suatu langkah sebagai solusi yang tepat untuk digunakan oleh masyarakat dalam berkreativitas dan menciptakan nilai produksi dengan model-model atau barang yang bernuansa seni, unik, eksotis, motif dan kreasi, baik berupa makanan ataupun benda. Industri amplang Apriana Mandiri merupakan salah satu industri yang ada di Kecamatan Muara Badak yang masih tergolong dalam industri rumah tangga. Tujuan keseluruhan aktivitas dari suatu usaha adalah untuk memperoleh pendapatan yang Menurut Adhi Alfian . AuPendapatan adalah sebagai arus manfaat ekonomis yang masuk, berasal dari aktivitas suatu organisasi dan berdampak pada kenaikan ekuitas yang bukan merupakan kontribusi dari penanaman modalAy. Pendapatan usaha amplang sangat tergantung pada harga jual produk dan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi amplang, semakin tinggi harga jual produk dan semakin rendah biaya, maka semakin tinggi pendapatan usaha. Akan tetapi, kadangkadang besarnya jumlah pendapatan yang diperoleh belum sesuai dengan yang Pendapatan yang diperoleh belum dapat memberikan jaminan layak atau tidaknya suatu usaha. Adanya pandemi covid-19 permintaan pasar atau konsumsi terhadap produk kerupuk amplang saat ini mulai menurun dan daya beli melemah dikalangan masyarakat menyebabkan usaha produksi amplang Apriana Mandiri mengurangi jumlah produksi yang dihasilkan. Menurut Gestry Romaito Butarbutar . AuPendapatan adalah jumlah yang dibebankan kepada langganan atas barang dan jasa yang dijual, dan merupakan unsur yang paling penting dalam sebuah perusahaan, karena pendapatan akan dapat menentukan maju-mundurnya suatu perusahaanAy. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh pendapatan yang diharapkannya. Pendapatan pada dasarnya diperoleh dari hasil penjualan produk atau jasa yang Jumlah produksi amplang Apriana Mandiri bulan Oktober 2019 Ae Maret 2020 sebelum adanya pandemi covid-19 berjumlah 32. 400 bungkus, sedangkan pada bulan April 2020 Ae September 2020 selama pandemi covid-19 jumlah produksi berjumlah 600 bungkus sehingga adanya penurunan produksi pada amplang Apriana Mandiri yang akan berdampak kepada jumlah pendapatanya. Berdasarkan pemaparan dan penjelasan latar belakang yang telah kemukakan di atas maka penulis memilih judul AuAnalisis Pendapatan Usaha Home Industri Amplang Apriana Mandiri Di Kecamatan Muara Badak Selama Pandemi Covid-19Ay. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang,maka dapat merumuskan suatu permasalahan sebagai berikut : Apakah pendapatan home industri amplang Apriana Mandiri mengalami penurunan selama pandemi covid-19 ? Apakah home industri amplang Apriana Mandiri masih layak untuk Tujuan Penelitian Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang,maka dapat tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Untuk mengetahui dan menganalisis pendapatan home industri amplang Apriana Mandiri selama pandemi covid-19. Untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan usaha home industri amplang Apriana Mandiri. METODE Jangkauan Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 April Ae 30 April 2021 di Home Industri Amplang Apriana Mandiri di Jl. Sultan Hasanuddin RT. 03 No 25 Gg. Har Desa Badak Baru Kecamatan Muara Badak Kab. Kutai Kartanegara. Periode penelitian ini adalah sebelum pandemi covid-19 periode Oktober 2019 Ae Maret 2020 dan selama pandemi covid-19 periode April 2020 Ae September 2020. Rincian Data Yang Diperlukan Rincian data yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut Gambaran umum Home Industri Amplang Apriana Mandiri. Data biaya variabel dan biaya tetap Home Industri Amplang Apriana Mandiri periode Oktober 2019 Ae Maret 2020 dan April 2020 Ae September 2020. Data produksi Home Industri Amplang Apriana Mandiri periode Oktober 2019 Ae Maret 2020 dan April 2020 Ae September 2020. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini adalah sebagai berikut : Penelitian Lapangan (Field Work Researc. Penelitian lapangan adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data langsung dari lokasi penelitian melalui wawancara kepada pemilik Home Industri Amplang Apriana Mandiri. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. Yaitu mengumpulkan data yang bersifat mendukung atau yang berhubungan dengan masalah penelitian maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian untuk mendapatkan data sekunder yaitu dokumen berupa data biaya dan produksi dari Home Industri Amplang Apriana Mandiri. Alat Analisis Metode analisa data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis data kuantitatif dan akan disesuaikan dengan tujuan perumusan masalah sebagai berikut : Total Biaya Menurut Hawari . menghitung total biaya dapat di hitung dengan menggunakan rumus yaitu : TC = VC FC Keterangan : TC (Total Cos. VC (Total Variable Cos. FC (Total Fixed Cos. = Biaya Total = Biaya Variabel = Biaya Tetap Penerimaan Menurut Rahmi Helmi . Menghitung penerimaan usaha dapat dihitung dengan menggunakan rumus yaitu : TR = P x Q Keterangan : TR (Total Revenu. P (Pric. Q (Quantit. = Total penerimaan = Harga Jual = Jumlah Unit Produksi Pendapatan Menurut Hawari . Pendapatan dihitung dari selisih antara penerimaan dan semua biaya yang dikeluarkan Untuk melihat besarnya pendapatan usaha menggunakan rumus yaitu : = TR Ae TC Keterangan : TR (Total Revenu. TC (Total Cos. = Pendapatan = Total Penerimaan = Total Biaya Kelayakan Usaha Menurut Lien Damayanti . Kelayakan usaha dihitung dari perbandingan total revenue (TR) dan total cost (TC), untuk melihat kelayakan usaha dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang digunakan yaitu : R/C Keterangan : R/C TR (Total Revenu. TC (Total Cos. R/C > 1 R/C = 1 R/C < 1 = Revenue Cost Ratio = Total Penerimaan = Total Biaya = Usaha memperoleh keuntungan = Usaha mencapai titik impas = Usaha mengalami kerugian HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Hasil dari penelitian yang penulis kemukakan, maka akan di analisis dan dibahas persoalan yang berhubungan dengan pendapatan dan kelayakan usaha di home industri Amplang Apriana Mandiri berdasarkan dari data biaya variabel sebelum dan selama pandemi covid-19 dan biaya tetap sebelum dan selama pandemi covid-19 : Tabel 1 : Data Biaya Variabel Amplang Apriana Mandiri Periode Oktober 2019 Ae Maret 2020 (Sebelum Pandemi Covid-. Jenis Biaya Variabel Jumlah (Rp/6 Bula. Ikan Bandeng Minyak Goreng Tepung Tapioka Telur Bawang Putih Gula Garam Penyedap Rasa Biaya Gas Biaya Plastik Kemasan Biaya Tenaga Kerja Total Biaya Variabel Sumber : Industri Amplang Apriana Mandiri, 2022 Tabel 2 : Data Biaya Tetap Amplang Apriana Mandiri Periode Oktober 2019 Ae Maret 2020 (Sebelum Pandemi Covid-. Jenis Biaya Tetap Jumlah (Rp/6 Bula. 1 Biaya listrik 2 Biaya air 3 Depresiasi kompor gas 4 Depresiasi wajan besar 5 Depresiasi mesin hand mixer 6 Depresiasi peniris minyak 7 Depresiasi sutil 8 Depresiasi mesin hand sealer 9 Depresiasi nampan 10 Depresiasi meja 11 Depresiasi timbangan 12 Depresiasi baskom 13 Depresiasi pisau Total Biaya Tetap Sumber : Industri Amplang Apriana Mandiri, 2022 Tabel 3 : Data Biaya Variabel Amplang Apriana Mandiri Periode April 2020 Ae September 2020 (Selama Pandemi Covid-. Jenis Biaya Variabel Jumlah (Rp/6 Bula. Ikan Bandeng Minyak Goreng Tepung Tapioka Telur Bawang Putih Gula Garam Penyedap Rasa Biaya Gas Biaya Plastik Kemasan Biaya Tenaga Kerja Total Biaya Variabel Sumber : Industri Amplang Apriana Mandiri, 2022 Tabel 4 : Data Biaya Tetap Amplang Apriana Mandiri Periode April 2020 Ae September 2020 (Selama Pandemi Covid-. Jenis Biaya Tetap Jumlah (Rp/6 Bula. 1 Biaya listrik 2 Biaya air 3 Depresiasi kompor gas 4 Depresiasi wajan besar 5 Depresiasi mesin hand mixer 6 Depresiasi peniris minyak 7 Depresiasi sutil 8 Depresiasi mesin hand sealer 9 Depresiasi nampan 10 Depresiasi meja 11 Depresiasi timbangan 12 Depresiasi baskom 13 Depresiasi pisau Total Biaya Tetap Sumber : Industri Amplang Apriana Mandiri, 2022 Total Biaya Amplang Apriana Mandiri Total Biaya merupakan jumlah dari biaya variabel dan biaya tetap yang dikeluarkan oleh home industri Amplang Apriana Mandiri dalam proses usahanya. Berikut ini total biaya yang dikeluarkan pada home industri Amplang Apriana Mandiri di Kecamatan Muara Badak. Tabel 5 : Data Total Biaya Amplang Apriana Mandiri Di Kecamatan Muara Badak Periode Biaya Biaya Tetap Total Biaya (R. Variabel (R. (R. Oktober 2019 Maret 2020 (Sebelum Pandemi Covid-. April 2020 September 2020 (Selama Pandemi Covid-. Sumber : Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa total biaya pada home industri Amplang Apriana Mandiri sebelum pandemi covid-19 bulan Oktober 2019 Ae Maret 2020 sebesar Rp386. 816, sedangkan selama pandemi covid-19 bulan April 2020 Ae September 2020 total biaya home industri Amplang Apriana Mandiri sebesar Rp277. Penerimaan Usaha Amplang Apriana Mandiri Penerimaan Usaha adalah nilai yang diperoleh dari seluruh hasil produksi dikalikan dengan harga jual produksi. Berikut ini penerimaan yang didapatkan home industri Amplang Apriana Mandiri di Kecamatan Muara Badak. Tabel 6 : Data Penerimaan Usaha Amplang Apriana Mandiri Di Kecamatan Muara Badak Periode Harga Volume Total Penerimaan Penjualan (R. Produksi (R. (Bungku. Oktober 2019 -Maret 2020 (Sebelum Pandemi Covid-. 000 y 32. April 2020 September 2020 (Selama Pandemi Covid-. 000 y 21. Sumber : Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa penerimaan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri sebelum pandemi covid-19 bulan Oktober 2019 Ae Maret 2020 sebesar Rp648. 000 dengan rincian volume penjualan sebanyak 32. bungkus dan harga per bungkus sebesar Rp20. Sedangkan penerimaan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri selama pandemi covid-19 bulan April 2020 Ae September 2020 sebesar Rp432. 000 dengan rincian volume penjualan sebanyak 600 bungkus dan harga per bungkus sebesar Rp20. Pendapatan Usaha Industri Amplang Apriana Mandiri Pendapatan adalah nilai uang yang diperoleh produsen dengan menghitung selisih antara total penerimaan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan. Berikut pendapatan dari usaha home industri Amplang Apriana Mandiri di Kecamatan Muara Badak. Tabel 7 : Data Pendapatan Usaha Amplang Apriana Mandiri Di Kecamatan Muara Badak Periode Total Total Biaya Total Pendapatan (R. Penerimaan (R. (R. Oktober 2019 Maret 2020 (Sebelum Pandemi Covid. 000 - 386. = 261. April 2020 September 2020 (Selama Pandemi Covid-. 000 - 277. = 154. Sumber : Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa pendapatan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri sebelum pandemi covid-19 bulan Oktober 2019 Ae Maret 2020 sebesar Rp261. 184, sedangkan pendapatan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri selama pandemi covid-19 bulan April 2020 Ae September 2020 sebesar Rp154. Analisis Kelayakan Usaha Analisis Kelayakan usaha adalah analisis untuk menentukan kelayakan dari sebuah usaha dan sejauh mana hasil yang diperoleh dari usaha pada periode tertentu. Berikut analisis kelayakan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri di Kecamatan Muara Badak. Tabel 8 : Data Analisis Kelayakan Usaha Amplang Apriana Mandiri Selama Pandemi Covid-19 No. Keterangan Nilai (R. Total Penerimaan Total Biaya R/C Ratio 1,55 Sumber : Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa analisis kelayakan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri selama pandemi covid-19 didapatkan R/C Ratio sebesar 1,55. Artinya menurut kriteria jika R/C Ratio > 1, maka usaha home industri Amplang Apriana Mandiri memperoleh keuntungan. Dengan kata lain nilai R/C ratio sebesar 1,55 bermakna untuk setiap Rp100 biaya yang dikeluarkan, maka usaha home industri Amplang Apriana Mandiri memperoleh penerimaan sebesar Rp155. PEMBAHASAN Hipotesis 1 : Diduga bahwa Pendapatan Home Industri Amplang Apriana Mandiri mengalami penurunan selama pandemi covid-19. Berdasarkan hasil dari perhitungan yang dilakukan penulis sebelum pandemi covid-19 dapat diketahui bahwa jumlah produksi yang dihasilkan Home Industri Amplang Apriana Mandiri 180 bungkus/harinya atau total keseluruhan sebanyak 32. bungkus, sedangkan selama pandemi covid-19 Home Industri Amplang Apriana Mandiri mengurangi jumlah produksinya menjadi 120 bungkus/harinya atau total keseluruhan sebanyak 21. 600 akibat adanya penurunan permintaan amplang yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui adanya penurunan jumlah produksi yang akan mempengaruhi jumlah pendapatan Amplang Apriana Mandiri. Pendapatan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri sebelum pandemi covid-19 sebesar Rp261. 184, sedangkan pendapatan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri selama pandemi covid-19 sebesar Rp154. Artinya adanya penurunan pendapatan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri sebesar Rp106. selama pandemi covid-19, dengan demikian hipotesis pertama penelitian ini diterima. Hipotesis 2 : Diduga bahwa Home Industri Amplang Apriana Mandiri masih layak untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan penulis dapat diketahui bahwa total penerimaan yang didapatkan selama pandemi covid-19 sebesar Rp432. 000 dan total biaya yang dikeluarkan selama pandemi covid-19 sebesar Rp277. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui analisis kelayakan usaha pada home industri Amplang Apriana Mandiri menunjukkan bahwa nilai R/C Ratio sebesar 1,55. Artinya jika R/C Ratio 1,55 > 1, maka usaha home industri Amplang Apriana Mandiri tersebut mendapatkan keuntungan dan layak untuk dikembangkan, dengan demikian hipotesis kedua penelitian ini diterima. Selama pandemi covid-19 ini Amplang Apriana Mandiri masih mendapatkan keuntungan sebesar Rp154. 184 dan masih layak untuk dikembangkan, hal ini disebabkan oleh harga jual yang menguntungkan dengan biaya produksi tertentu dan jumlah produksi yang maksimal selama pandemi covid-19. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada bab sebelumnya, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut : Pendapatan yang diperoleh home industri Amplang Apriana Mandiri selama pandemi covid-19 mengalami penurunan. Analisis kelayakan usaha home industri Amplang Apriana Mandiri mendapatkan keuntungan, maka usaha tersebut masih layak untuk dikembangkan. Saran Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka saran yang dapat diberikan penulis untuk dapat dijadikan pertimbangan adalah sebagai berikut Sebaiknya bagi Home Industri Amplang Apriana Mandiri diharapkan dapat meningkatan jumlah produksinya agar pendapatan usaha tersebut menjadi lebih Kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan usaha home industri amplang yang ada di daerah Muara Badak pada masa pandemi covid-19 agar Home Industri Amplang Apriana Mandiri bisa mendapatkan bantuan seperti pinjaman dana untuk meningkatkan jumlah produksinya. REFERENCES