https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 ANALISIS WACANA CERPEN AuWARISANAy DALAM MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT NO. 33 Ae 14 AGUSTUS 2021 FAJRIN DWI ARTIKA Kinasih Yuliastuti1*. Bayu Indrayanto2. Ike Anisa 3 SMA N 1 Wedi Klaten, 2,3 PBSD Universitas Widya Dharma Klaten *E-mail: kinasihyuliastuti@gmail. Abstrak Cerpen dalam majalah Panjebar Semangat yang berjudul AuWarisanAy menceritakan tentang pertarungan keluarga dalam memperebutkan harta warisan. Konflik dimulai ketika sang ibu meninggal dunia dan meninggalkan sebuah wasiat yang membagi harta warisan di antara anak-anaknya. Namun, wasiat tersebut memicu ketegangan antara para penerima warisan. Cerita ini menyoroti nilai nilai kekeluargaan dan kejujuran dalam menghadapi situas i sulit. Cerita ini dapat menginspirasi pembaca untuk mempertimbangkan nilai-nilai kekeluargaan dan kejujuran dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cerpen dalam majalah Panjebar Semangat yang berjudul AuWarisanAy karya Fajrin Dwi Artika dianalisis dalam kajian wacana dengan piranti analisis gramatikal dan analisis leksikal. Aspek gramatikal yang dominan yaitu pengacuan, sedangkan yang lebih dominan dari aspek leksikal yaitu repetisi. Kata kunci: gramatikal, leksikal, cerpen Abstract The short story in the Panjebar Spirit magazine entitled "Inheritance" tells about a family's fight over inheritance. The conflict began when the mother died and left a will that divided the inheritance between her However, the will sparked tension between the beneficiaries. This story highlights family values and honesty in dealing with difficul t This story can inspire readers to consider family values and honesty in their daily lives. The short story in Panjebar Selamat magazine entitled "Warisan" by Fajrin Dwi Artika is analyzed in discourse studies using grammatical analysis and lexical analysis tools. The dominant grammatical aspect is reference, while the more dominant lexical aspect is repetition. Keywords: grammatical, lexical, short stories https://journal. id/widyadidaktika PENDAHULUAN Wacana adalah kumpulan kalimat atau ujaran yang membentuk suatu kesatuan yang utuh, dengan makna tertentu, dan diucapkan atau ditulis komunikatif tertentu (Sumarlam, 2. Wacana bisa berupa lisan maupun tulisan, dan terdiri dari beberapa kalimat yang terorganisasi dengan baik dan memiliki hubungan satu sama lain yang logis. Wacana dapat berupa karangan, pidato, percakapan, atau tulisan lainnya yang memiliki maksud dan tujuan tertentu. Tujuan dari wacana adalah untuk menyampaikan informasi, gagasan, atau pendapat dengan jelas dan efektif kepada pendengar atau pembaca. Wacana juga dapat digunakan untuk membentuk interaksi sosial dan mengungkapkan identitas sosial atau budaya (R Agustina, 2. Analisis wacana adalah proses analisis atau pemahaman terhadap bahasa dan teks secara lebih dalam dan kritis (Budiyono et al. , 2. Tujuan mengidentifikasi dan unsur-unsur bahasa yang terkandung dalam teks, seperti kata, kalimat, struktur, dan gaya bahasa, serta untuk memahami makna yang terkandung dalam teks tersebut . Analisis wacana dapat dilakukan pada berbagai jenis teks, seperti tulisan ilmiah, artikel berita, iklan, pidato politik, dan bahkan media sosial. Metode analisis wacana biasanya melibatkan teknik-teknik linguistik dan kualitatif, seperti analisis isi, analisis diskursus, dan analisis Cerpen adalah sebuah karya sastra yang berbentuk prosa naratif JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 yang memiliki ciri-ciri berupa cerita yang singkat, fokus pada satu konflik atau masalah, dengan karakter dan plot yang sederhana (Kridalaksana, 2. Cerpen biasanya terdiri dari beberapa babak atau adegan yang membentuk suatu alur cerita yang utuh dalam jumlah kata yang terbatas. Tujuan utama dari cerpen adalah untuk menghibur atau menyampaikan pesan kepada pembaca dalam waktu yang Cerpen dapat ditemukan di berbagai media, seperti majalah, koran, antologi, dan buku cerita. Cerpen AuWarisan" menceritakan tentang pertarungan keluarga dalam memperebutkan harta warisan. Konflik dimulai ketika sang kakek, seorang pengusaha kaya, meninggal dunia dan meninggalkan sebuah wasiat yang membagi harta warisan di antara anakanaknya. Namun, wasiat tersebut memicu ketegangan antara para penerima warisan, terutama antara kedua putranya yang selalu bersaing satu sama lain. Cerita ini menyoroti nilai-nilai kekeluargaan dan kejujuran dalam menghadapi situasi sulit. Dalam keadaan yang sulit, tokoh-tokoh cerita harus menyelesaikan konflik dengan cara yang bijaksana dan tidak merugikan pihak lain. Dalam akhir cerita, para karakter menemukan titik temu dan belajar untuk menghargai kebaikan satu sama lain. "Cerkak Warisan" merupakan cerita yang menghibur dan memuat pesan moral yang penting. Cerita ini nilai-nilai kekeluargaan dan kejujuran dalam kehidupan mereka sehari-hari. https://journal. id/widyadidaktika METODE PENELITIAN Penelitian Analisis Wacana Cerpen AuWarisan" dapat diskriptif, karena berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan meneliti objek penelitian secara mendalam untuk memperoleh hasil yang cermat (Kridalaksana, 2. Berdasarkan penjelasan tersebut penelitian ini yaitu berupaya mencari kebenaran ilmiah mengenai Cerpen AuWarisan. Ay Secara mendalam maksudnya bahwa sasaran penelitian akan menyangkut aspek gramatikal dan leksikal pada cerpen AuWarisan. " Penelitian ini mengkaji analisis wacana pada Cerpen AuWarisan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan setting apa adanya . atural settin. yang pada mendeskripsikan secara kualitatif dalam bentuk kata-kata dan bukan angka-angka matematis atau statistik (Sudaryanto, 2. Pengumpulan data menggumakam metode simak atau penyimakan yaitu metode pengumpulan data dengan (Sudaryanto, 2. Adapun teknik dasar yang dipakai adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang penulis gunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan teknik Teknik sadap digunakan untuk mendapatkan data. Dengan segenap pikiran dan kemampuan penulis penggunaan bahasa seseorang atau beberapa orang. Teknik ini juga dilakukan pada data yang berbentuk Teknik SBLC penulis tidak ikut campur dalam proses pembicaraan baik sebagai pembicara maupun lawan bicara, baik secara bergantian maupun JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 tidak, baik yang bersifat komunikasi . ua arah dan timbal bali. , maupun yang bersifat kontak . atu ara. HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Gramatikal Cerpen AyWarisanAy dalam Majalah Panjebar Semangat Analisis aspek gramatikal cerpen AyWarisanAy dalam Majalah Panjebar Semangat meliputi: Pengacuan (Referens. Pengacuan persona Dalam wacana Cerpen AyWarisanAy dalam Majalah Panjebar Semangat ditemukan tiga pronominal persona, yaitu: Pronomina persona pertama tunggal yang terdiri atas: A Pronomina persona pertama tunggal bentuk bebas . AuIki aku wis ngrengreng bageyan warisan saka Ibu. Lemah etan mepet nggone Yu Kar kae bageyane Bulik Sin, lemah sisihe sing ana wite jati bageyane Budhe Mar, sisih kulone maneh iki mengko bageyane Pakdhe Pur. Terus lemah sakidule Lik Yon mengko bageyane Bulik Las, sisih lor dhewe maneh bageyane Bulik Min. Iki mengko yen wis sarujuk langsung wae sertifikate dipisah-pisah ben ayem,Ay ujare Karno diampingi sisihane. Maryati. AuIya, sarujuk aku,Ay saute Purnomo. AuAku ya manut, aku sarujuk wae,Ay saure Minarsih . AuIya, adil kuwi, aku ya mathuk,Ay Lasmi . AuNggih sampun ta, yen pancen sampun didum ngaten nggih pripun malih. Kula naming saget manut ta. Pakdhe,Ay wangsulane Sindu sanajan ana sing ngganjel ing atine. Pada tuturan . pronomina persona pertama tunggal bentuk bebas aku dan kula mengacu pada unsur lain yang berada di dalam teks . yang disebutkan kemudian, yaitu kata aku mengacu pada Karno. kata aku mengacu pada Purnomo. aku mengacu pada Minarsih. kata aku mengacu pada Lasmi. dan kata kula mengacu pada Sindu . rang yang mengutarakan tuturan Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka aku dan kula merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora . arena https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 acuannya berada di dalam tek. , yang bersifat kataforis . arena acuannya disebutkan di sebelah kana. melalui satuan lingual berupa pronomina persona pertama tunggal bentuk A Pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat lekat kanan . AuPiye. Bulek Sin? Njenengan rak sarujuk ta? Iki olehku ngrengreng rak ya wis adil, wong lemahe Simbah ki ambane ngene, yen dipara anak-anake sakmene rak ya mesthine wis adil. Kudune njenengan ya sarujuk,Ay Karno ngatag. AuNjenengan ki sapa? Apa njenengan sedulur kandhungku? Apa njenengan sing ngopeni Ibu wektu Ibu isih sugeng? Sapa ta njenengan ki kok ngatur-ngatur, malah nganti warisan wae njenengan sing ngedum tanpa ana musyawarah kabeh kulawarga lan sedulur? Bocah cilik wae ngerti yen olehe njenengan mbagi lemah blas ora adil. Saiki ditambah meneh lemah sing tak encebi omah, sing wis pirang-pirang taun tak-nggoni, malah arep dijaluk, arep di dol, arep dibagi maneh. Apa kurang akeh bageyane? Apa kurang akeh bandhane? Nganti tega arep ngakali aku sing mung wong ndesa sing ora mambu pendidikan luhur? . AuKamangka biyene wasiat saka ibu wis cetha, wektu semana yaw is dirembug, kabeh sedulur ora kabotan yen lemah sing mung sak plong iki dadi duwekku, amarga wektu semana aku ya pancen ora duwe bandha donya. Njur Ibu menehake lemah sak ilat iki supaya isa takbanguni omah, isa taknggo ngeyup saka udan lan panas. Wektu semana ya ora ana sing protes, kabeh sarujuk. Kena ngapa saiki dadi ngene? Kena ngapa?!Ay ucape Sindu karo sesenggukan ora bisa ngampet tangis. Pada tuturan . , . pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat olehku mengacu pada Karno sedangkan kandhungku dan duwekku mengacu pada unsur lain yang berada di dalam teks . yang disebutkan kemudian, yaitu Sindu . rang yang mengutarakan tuturan it. Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka olehku . , kandhungku . dan duwekku . merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora . arena acuannya berada di dalam tek. , yang bersifat kataforis . arena acuannya disebutkan di sebelah kana. melalui satuan lingual berupa pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat lekat kanan. A Pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat lekat kiri . AuNjenengan ki sapa? Apa njenengan sedulur kandhungku? Apa njenengan sing ngopeni Ibu wektu Ibu isih sugeng? Sapa ta njenengan ki kok ngatur-ngatur, malah nganti warisan wae njenengan sing ngedum tanpa ana musyawarah kabeh kulawarga lan sedulur? Bocah cilik wae ngerti yen olehe njenengan mbagi lemah blas ora adil. Saiki ditambah meneh lemah sing tak encebi omah, sing wis pirang-pirang taun tak-nggoni, malah arep dijaluk, arep di dol, arep dibagi maneh. Apa kurang akeh bageyane? Apa kurang akeh bandhane? Nganti tega arep ngakali aku sing mung wong ndesa sing ora mambu pendidikan luhur? . AuKamangka biyene wasiat saka ibu wis cetha, wektu semana yaw is dirembug, kabeh sedulur ora kabotan yen lemah sing mung sak plong iki dadi duwekku, amarga wektu semana aku ya pancen ora duwe bandha donya. Njur Ibu menehake lemah sak ilat iki supaya isa takbanguni omah, isa taknggo ngeyup saka udan lan panas. Wektu semana ya ora ana sing protes, kabeh sarujuk. Kena ngapa saiki dadi ngene? Kena ngapa?!Ay ucape Sindu karo sesenggukan ora bisa ngampet tangis. Pada tuturan . pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat taknggoni, takbanguni dan taknggo mengacu pada unsur lain yang berada di dalam teks . yang disebutkan kemudian, yaitu Sindu . rang yang mengutarakan tuturan it. Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka taknggoni . dan takbanguni, taknggo . merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora . arena acuannya berada di dalam tek. , yang bersifat anaforis . arena acuannya disebutkan di sebelah kir. melalui satuan lingual berupa pronomina persona pertama tunggal bentuk terikat lekat kiri. A Pronomina persona kedua yang terdiri A Pronomina persona kedua tunggal bentuk bebas . AuPiye. Bulek Sin? Njenengan rak sarujuk ta? Iki olehku ngrengreng rak ya wis adil, https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 wong lemahe Simbah ki ambane ngene, yen dipara anak-anake sakmene rak ya mesthine wis adil. Kudune njenengan ya sarujuk,Ay Karno ngatag. AuNjenengan ki sapa? Apa njenengan sedulur kandhungku? Apa njenengan sing ngopeni Ibu wektu Ibu isih sugeng? Sapa ta njenengan ki kok ngatur-ngatur, malah nganti warisan wae njenengan sing ngedum tanpa ana musyawarah kabeh kulawarga lan sedulur? Bocah cilik wae ngerti yen olehe njenengan mbagi lemah blas ora adil. Saiki ditambah meneh lemah sing tak encebi omah, sing wis pirang-pirang taun tak-nggoni, malah arep dijaluk, arep di dol, arep dibagi maneh. Apa kurang akeh bageyane? Apa kurang akeh bandhane? Nganti tega arep ngakali aku sing mung wong ndesa sing ora mambu pendidikan luhur? Pada tuturan . pronomina persona kedua tunggal bentuk bebas njenengan mengacu pada unsur lain yang berada di dalam teks . yang disebutkan kemudian, yaitu Sindu dan Karno . rang yang mengutarakan tuturan it. Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka njenengan merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora . arena acuannya berada di dalam tek. , yang bersifat anaforis . arena acuannya disebutkan di sebelah kir. melalui satuan lingual berupa pronomina persona kedua tunggal bentuk bebas. A Pronomina persona ketiga yang terdiri Pronomina persona ketiga tunggal bentuk bebas . Sewulan kepungkur Mbah Pariyem kapundhut dening Gusti. Saiki kabeh sedulure Sindu padha mara kanggo njaluk warisan sing ditinggalake dening Mbah Pariyem. Pancen Mbah Pariyem mono kondhang sugih. Lemahe akeh. Mula sawise dheweke tinggal donya, anakanake wiwit usreg njaluk bageyan warisan Pada tuturan . pronomina persona ketiga tunggal bentuk bebas dheweke mengacu pada unsur lain yang berada di dalam teks yang disebutkan kemudian, yaitu Mbah Pariyem. Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka dheweke merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora . arena acuannya berada di dalam tek. , yang bersifat anaforis . arena acuannya disebutkan di sebelah kir. melalui satuan lingual berupa pronomina persona ketiga tunggal bentuk A Pronomina persona ketiga tunggal bentuk terikat lekat kanan . Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Lemah bageyane Sindu entuk neng poncod paling etan. Lemah miring. Upama arep dibangun omah ya mesthi wae rasa angel amarga pancen panggonane ora rata. e, lha kok kabeh sedulure malah antuk bageyan lemah rada amba, tur ya panggonane strategis. Umpama dibangun omah utawa didol ya mesthi wae larang regane. Wektu semana kabeh sedulure ya wis Ora apa-apa yen lemah kuwi dadi duweke Sindu, wong ya ambane ora Nanging kena ngapa saiki sedulure dadi malih duwe trekah kaya ngono? Dadi Sengkuni sing kepengin antuk mulya kanthi cara kang licik? Sindu isane mung ngelus dhadha. Pada tuturan . pronomina persona ketiga tunggal bentuk terikat lekat kanan ibune, sedulure, simboke mengacu pada unsur lain yang berada di dalam teks yang disebutkan kemudian, yaitu Mbah Pariyem dan saudaranya Sindu. Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka ibune, sedulure, simboke merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora . arena acuannya berada di dalam tek. , yang bersifat anaforis . arena acuannya disebutkan di sebelah kir. melalui satuan lingual berupa pronomina persona ketiga tunggal bentuk terikat lekat kanan. Pengacuan demonstratif A Pengacuan pronomina demonstratif waktu . Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing https://journal. id/widyadidaktika gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Sewulan kepungkur Mbah Pariyem kapundhut dening Gusti. Saiki kabeh sedulure Sindu padha mara kanggo njaluk warisan sing ditinggalake dening Mbah Pariyem. Pancen Mbah Pariyem mono kondhang sugih. Lemahe akeh. Mula sawise dheweke tinggal donya, anakanake wiwit usreg njaluk bageyan warisan . Wektu kaya lumaku cepet. Ora krasa Mbah Pariyem wis mendhak pisan. Wiwitane kabeh lumaku lumrah wae sawise warisan didum. Nanging tanpa dimangerteni dening Sindu, sedulure kok jebule padha usreg maneh perkara Kaya-kaya ngubleg banyu Sing kudune sawise ibune seda kudu tansah rukun karo sedulur, nanging jebul mlenceng saka pangirane Sindu. Sedulure isih wae kepengin entuk warisan sing luwih akeh. Nganti nudhuh Sindu ngrekayasa sertifikat. Banjur sedulur liyane melu-melu gawe tambah butheg Kaya-kaya mbumboni. Wektu semana kabeh sedulure ya wis Ora apa-apa yen lemah kuwi dadi duweke Sindu, wong ya ambane ora Nanging kena ngapa saiki sedulure dadi malih duwe trekah kaya ngono? Dadi Sengkuni sing kepengin antuk mulya kanthi cara kang licik? Sindu isane mung ngelus dhadha. Wis sesasi kabeh sedulure ngoyak-oyak supaya lemahe enggal didol, njur asile didum rata neng kabeh sedulur. Sindu sing sasuwene iki mung bisa meneng, saiki wis entek sabare ngadhepi sedulure sing ala gedhohane kuwi. Nalika kabeh sedulure padha mulih ndesa, kabeh padha ngumpul. Sindu wis ora bisa ngampet isining ati. Ing sangarepe sedulure, dheweke nyuntak uneg-uneg sing sasuwene iki dipendhem. AuKamangka biyene wasiat saka ibu wis cetha, wektu semana yaw is dirembug, kabeh sedulur ora kabotan yen lemah sing JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 mung sak plong iki dadi duwekku, amarga wektu semana aku ya pancen ora duwe bandha donya. Njur Ibu menehake lemah sak ilat iki supaya isa takbanguni omah, isa taknggo ngeyup saka udan lan panas. Wektu semana ya ora ana sing protes, kabeh sarujuk. Kena ngapa saiki dadi ngene? Kena ngapa?!Ay ucape Sindu karo sesenggukan ora bisa ngampet tangis. Tuturan . terdapat pronomina demonstratif yang mengacu pada waktu lampau, yaitu rong taun, sewulan kepungkur, mendhak pisan, wektu semana, sesasi yang mengacu di luar teks bisa disebut Pengacuan pronomina demonstratif tempat . Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Sindu pancen urip neng ndesa karo anak bojone supaya isa karo ngopeni Mbah Pariyem. Umpama dheweke ora mikir ngopeni ibune lan milih kaya sedulure, jane isa wae wong anake Sindu sing nomer siji ya manggon neng kutha. Nanging apa ya pantes disawang uwong ing atase ibune wis ora isa apa-apa kok njur arep ditinggal tanpa ana anake sing . Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh padha dadi pegawe. Uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni ibune. Sedulursedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha endha. Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut https://journal. id/widyadidaktika wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. Pada tuturan . , . , dan . terdapat pengacuan pronomina demonstratif tempat menunjuk secara eksplisit, yaitu rumah sakit, ndesa, kutha, dan sekolah. Pengacuan komparatif Pengacuan komparatif . ialah salah satu jenis kohesi gramatikal yang bersifat membandingkan dua hal atau lebih yang mempunyai kemiripan atau kesamaan dari segi bentuk atau wujud, sikap, sifat, watak, perilaku, dan sebagainya . Wektu kaya lumaku cepet. Ora krasa Mbah Pariyem wis mendhak pisan. Wiwitane kabeh lumaku lumrah wae sawise warisan didum. Nanging tanpa dimangerteni dening Sindu, sedulure kok jebule padha usreg maneh perkara Kaya-kaya ngubleg banyu Sing kudune sawise ibune seda kudu tansah rukun karo sedulur, nanging jebul mlenceng saka pangirane Sindu. Sedulure isih wae kepengin entuk warisan sing luwih akeh. Nganti nudhuh Sindu ngrekayasa sertifikat. Banjur sedulur liyane melu-melu gawe tambah butheg Kaya-kaya mbumboni. Penyulihan (Substitus. Substitusi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa penggantian satuan lingual tertentu dengan satuan lingual yang lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda (Sumarlam, 2. Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh padha dadi pegawe. Uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni ibune. Sedulursedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha endha. Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. Kabeh ora nyana yen Sindu sing suwene iki mung meneng, ora tau akeh omong, wani ngetokake kabeh uneg-uneg kanthi Kabeh sedulure padha kaget. Kabeh mung meneng. Ora ana kang Kabeh mung Mung meneng karo ngenam pikirane dhewe-dhewe. Pelesapan (Elipsi. Pelesapan . merupakan salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa penghilangan unsur tertentu yang telah disebutkan (R. Agustina 2. Unsur yang dilesapkan bisa berupa kata, frasa, klausa, maupun kalimat. Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara yo Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. yo Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara tuwa. Mbah Pariyem wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Mbah Pariyem wis mlebu metu rumah sakit. Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni . Sewulan kepungkur Mbah Pariyem kapundhut dening Gusti. Saiki kabeh sedulure Sindu padha mara kanggo njaluk warisan sing ditinggalake dening Mbah Pariyem. Pancen Mbah Pariyem mono kondhang sugih. yo Lemahe akeh. Mula sawise dheweke tinggal donya, anakanake wiwit usreg njaluk bageyan warisan https://journal. id/widyadidaktika Sewulan kepungkur Mbah Pariyem kapundhut dening Gusti. Saiki kabeh sedulure Sindu padha mara kanggo njaluk warisan sing ditinggalake dening Mbah Pariyem. Pancen Mbah Pariyem mono kondhang sugih. Mbah Pariyem lemahe akeh. Mula sawise dheweke tinggal donya, anak-anake wiwit usreg njaluk bageyan warisan . Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh yo padha dadi pegawe. yo Uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni Sedulur-sedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh sedulursedulure padha dadi pegawe. Sedulursedulure uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni ibune. Sedulursedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha endha. Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. Perangkai (Konjungs. Konjungsi merupakan salah satu kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur yang satu dengan unsur yang lain. Unsur-unsur yang dirangkaikan dapat berupa kata, frasa, klausa. JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 kalimat, alinea, topik pembicaraan dan alih . Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Nanging sing njalari atine Sindu cuwa, olehe ngedum warisan tinggalane ibune kuwi kalebu ora adil. Kepiye leh adil, wong anggone ngedum ora merga musyawarah kabeh sedulur, nanging malah diputusi dhewe dening Karno lan Maryati. Mbuh kepiye nalare. Pancen sedulur-sedulure Sindu padha srakah yen Kepengine nguwasani kabeh bandhane ibune. Sindu pancen urip neng ndesa karo anak bojone supaya isa karo ngopeni Mbah Pariyem. Umpama dheweke ora mikir ngopeni ibune lan milih kaya sedulure, jane isa wae wong anake Sindu sing nomer siji ya manggon neng kutha. Nanging apa ya pantes disawang uwong ing atase ibune wis ora isa apa-apa kok njur arep ditinggal tanpa ana anake sing . Mula saka iku Sindu milih ngalah. Manggon ndesa supaya isa ngopeni ibune. Nanging saiki atine digawe gela karo sedulur-sedulure. Sawise ibune seda, kok njur padha rebut perkara bandha. Malah durung nganti dimusyawarahke barengbareng koku jug-ujug kabeh bali ndesa mung kanggo andum warisan. Warisan sing miturut Sindu ora adil anggone mbagi kuwi mau. Kepiye karepe? Apa mbiyen sedulure gelem ngopeni ibune wektu lara? Sindu ora ngerti. Sangertine saiki sedulure kaya wis padha kalap merga . Lemah bageyane Sindu entuk neng poncod paling etan. Lemah miring. Upama dibangun omah ya mesthi wae rada angel amarga pancen panggonane ora rata. e, lha kok kabeh sedulure malah antuk bageyan lemah rada amba, tur ya panggonane strategis. Umpama https://journal. id/widyadidaktika dibangun omah utawa didol ya mesthi wae larang regane. Wektu kaya lumaku cepet. Ora krasa Mbah Pariyem wis mendhak pisan. Wiwitane kabeh lumaku lumrah wae sawise warisan didum. Nanging tanpa dimangerteni dening Sindu, sedulure kok jebule padha usreg maneh perkara Kaya-kaya ngubleg banyu Sing kudune sawise ibune seda kudu tansah rukun karo sedulur, nanging jebul mlenceng saka pangirane Sindu. Sedulure isih wae kepengin entuk warisan sing luwih akeh. Nganti nudhuh Sindu ngrekayasa sertifikat. Banjur sedulur liyane melu-melu gawe tambah butheg Kaya-kaya mbumboni. Reka-rekane sedulure Sindu ora mung masalah kuwi wae. Nanging uga gawe cara amrih lemah sing dipanggoni Sindu didol, banjur dhuwite dibagi karo sedulursedulure. Iki pancen ora tinemu nalar. Sanajan ta lemah kuwi biyene pancen lemahe ibune, nanging wektu semana ibune pancen wis aweh wasiat yen lemah sing dipanggoni Sindu bakale dadi hake Sindu. Amarga ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune. Wis sesasi kabeh sedulure ngoyak-oyak supaya lemahe enggal didol, njur asile didum rata neng kabeh sedulur. Sindu sing sasuwene iki mung bisa meneng, saiki wis entek sabare ngadhepi sedulure sing ala gedhohane kuwi. Nalika kabeh sedulure padha mulih ndesa, kabeh padha ngumpul. Sindu wis ora bisa ngampet isining ati. Ing sangarepe sedulure, dheweke nyuntak uneg-uneg sing sasuwene iki dipendhem. AuPiye Bulik?Ay Wis ana sing nakokne lemahe apa durung? Yen isa enggal ditawakke neng uwong, supaya ndang payu, ndang isa dibagi kabeh,Ay ujare Karno, bojone Maryati ya mbakyune Sindu. AuNjenengan ki sapa? Apa njenengan sedulur kandhungku? Apa njenengan sing ngopeni Ibu wektu Ibu isih sugeng? Sapa ta njenengan ki kok ngatur-ngatur, malah nganti warisan wae njenengan sing ngedum tanpa ana musyawarah kabeh kulawarga lan sedulur? Bocah cilik wae ngerti yen olehe njenengan mbagi lemah JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 blas ora adil. Saiki ditambah meneh lemah sing tak encebi omah, sing wis pirang-pirang taun tak-nggoni, malah arep dijaluk, arep di dol, arep dibagi maneh. Apa kurang akeh bageyane? Apa kurang akeh bandhane? Nganti tega arep ngakali aku sing mung wong ndesa sing ora mambu pendidikan luhur? . AuKamangka biyene wasiat saka ibu wis cetha, wektu semana ya wis dirembug, kabeh sedulur ora kabotan yen lemah sing mung sak plong iki dadi duwekku, amarga wektu semana aku ya pancen ora duwe bandha donya. Njur Ibu menehake lemah sak ilat iki supaya isa takbanguni omah, isa taknggo ngeyup saka udan lan panas. Wektu semana ya ora ana sing protes, kabeh sarujuk. Kena ngapa saiki dadi ngene? Kena ngapa?!Ay ucape Sindu karo sesenggukan ora bisa ngampet tangis. Aspek Leksikal Cerpen AyWarisanAy dalam Majalah Panjebar Semangat Repetisi (Pengulanga. Repetisi adalah pengulangan satuan bunyi lingual . unyi, suku kata, kata maupun bagian kalima. yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang . AuIki aku wis ngrengreng bageyan warisan saka Ibu. Lemah etan mepet nggone Yu Kar kae bageyane Bulik Sin, lemah sisihe sing ana wite jati bageyane Budhe Mar, sisih kulone maneh iki mengko bageyane Pakdhe Pur. Terus lemah sakidule Lik Yon mengko bageyane Bulik Las, sisih lor dhewe maneh bageyane Bulik Min. Iki mengko yen wis sarujuk langsung wae sertifikate dipisah-pisah ben ayem,Ay ujare Karno diampingi sisihane. Maryati. AuPiye. Bulek Sin? Njenengan rak sarujuk ta? Iki olehku ngrengreng rak ya wis adil, wong lemahe Simbah ki ambane ngene, yen dipara anak-anake sakmene rak ya mesthine wis adil. Kudune njenengan ya sarujuk,Ay Karno ngatag. AuNggih sampun ta, yen pancen sampun didum ngaten nggih pripun malih. Kula naming saget manut ta. Pakdhe,Ay wangsulane Sindu sanajan ana sing ngganjel ing atine. Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Sewulan kepungkur Mbah Pariyem kapundhut dening Gusti. Saiki kabeh sedulure Sindu padha mara kanggo njaluk warisan sing ditinggalake dening Mbah Pariyem. Pancen Mbah Pariyem mono kondhang sugih. Lemahe akeh. Mula sawise dheweke tinggal donya, anakanake wiwit usreg njaluk bageyan warisan . Nanging sing njalari atine Sindu cuwa, olehe ngedum warisan tinggalane ibune kuwi kalebu ora adil. Kepiye leh adil, wong anggone ngedum ora merga musyawarah kabeh sedulur, nanging malah diputusi dhewe dening Karno lan Maryati. Mbuh kepiye nalare. Pancen sedulur-sedulure Sindu padha srakah yen Kepengine nguwasani kabeh bandhane ibune. Sindu pancen urip neng ndesa karo anak bojone supaya isa karo ngopeni Mbah Pariyem. Umpama dheweke ora mikir ngopeni ibune lan milih kaya sedulure, jane isa wae wong anake Sindu sing nomer siji ya manggon neng kutha. Nanging apa ya pantes disawang uwong ing atase ibune wis ora isa apa-apa kok njur arep ditinggal tanpa ana anake sing . Lemah bageyane Sindu entuk neng poncod paling etan. Lemah miring. Upama dibangun omah ya mesthi wae rada angel amarga pancen panggonane ora rata. e, lha kok kabeh sedulure malah antuk bageyan lemah rada amba, tur ya panggonane strategis. Umpama dibangun omah utawa didol ya mesthi wae larang regane. Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh padha dadi pegawe. Uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni ibune. Sedulursedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha endha. Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. Wektu kaya lumaku cepet. Ora krasa Mbah Pariyem wis mendhak pisan. Wiwitane kabeh lumaku lumrah wae sawise warisan didum. Nanging tanpa dimangerteni dening Sindu, sedulure kok jebule padha usreg maneh perkara Kaya-kaya ngubleg banyu Sing kudune sawise ibune seda kudu tansah rukun karo sedulur, nanging jebul mlenceng saka pangirane Sindu. Sedulure isih wae kepengin entuk warisan sing luwih akeh. Nganti nudhuh Sindu ngrekayasa sertifikat. Banjur sedulur liyane melu-melu gawe tambah butheg Kaya-kaya mbumboni. Wis sesasi kabeh sedulure ngoyak-oyak supaya lemahe enggal didol, njur asile didum rata neng kabeh sedulur. Sindu sing sasuwene iki mung bisa meneng, saiki wis entek sabare ngadhepi sedulure sing ala gedhohane kuwi. Nalika kabeh sedulure padha mulih ndesa, kabeh padha ngumpul. Sindu wis ora bisa ngampet isining ati. Ing sangarepe sedulure, dheweke nyuntak uneg-uneg sing sasuwene iki dipendhem. AuPiye Bulik?Ay Wis ana sing nakokne lemahe apa durung? Yen isa enggal ditawakke neng uwong, supaya ndang payu, ndang isa dibagi kabeh,Ay ujare Karno, bojone Maryati ya mbakyune Sindu. AuNjenengan ki sapa? Apa njenengan sedulur kandhungku? Apa njenengan sing ngopeni Ibu wektu Ibu isih sugeng? Sapa ta njenengan ki kok ngatur-ngatur, malah nganti warisan wae njenengan sing ngedum tanpa ana musyawarah kabeh kulawarga lan sedulur? Bocah cilik wae ngerti yen olehe njenengan mbagi lemah blas ora adil. Saiki ditambah meneh lemah sing tak encebi omah, sing wis pirang-pirang taun tak-nggoni, malah arep https://journal. id/widyadidaktika dijaluk, arep di dol, arep dibagi maneh. Apa kurang akeh bageyane? Apa kurang akeh bandhane? Nganti tega arep ngakali aku sing mung wong ndesa sing ora mambu pendidikan luhur? . AuKamangka biyene wasiat saka ibu wis cetha, wektu semana ya wis dirembug, kabeh sedulur ora kabotan yen lemah sing mung sak plong iki dadi duwekku, amarga wektu semana aku ya pancen ora duwe bandha donya. Njur Ibu menehake lemah sak ilat iki supaya isa takbanguni omah, isa taknggo ngeyup saka udan lan panas. Wektu semana ya ora ana sing protes, kabeh sarujuk. Kena ngapa saiki dadi ngene? Kena ngapa?!Ay ucape Sindu karo sesenggukan ora bisa ngampet tangis. Kabeh ora nyana yen Sindu sing suwene iki mung meneng, ora tau akeh omong, wani ngetokake kabeh uneg-uneg kanthi Kabeh sedulure padha kaget. Kabeh mung meneng. Ora ana kang Kabeh mung Mung meneng karo ngenam pikirane dhewe-dhewe. Kabeh ora nyana yen Sindu sing suwene iki mung meneng, ora tau akeh omong, wani ngetokake kabeh uneg-uneg kanthi Kabeh sedulure padha kaget. Kabeh mung meneng. Ora ana kang Kabeh mung Mung meneng karo ngenam pikirane dhewe-dhewe. Sinomimi (Padan Kat. Sinonimi atau padanan kata merupakan alat kohesi leksikal dalam wacana yang menunjukkan pemakaian lebih dari satu bentuk Bahasa yang secara semantik memiliki kesamaan atau kemiripan . Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara tuwa. Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah sakit. Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni Antonimi (Lawan Kat. Antonim atau antonimi adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 pertentangan, atau kontras antara yang satu dengan yang lain. Sindu pancen urip neng ndesa karo anak bojone supaya isa karo ngopeni Mbah Pariyem. Umpama dheweke ora mikir ngopeni ibune lan milih kaya sedulure, jane isa wae wong anake Sindu sing nomer siji ya manggon neng kutha. Nanging apa ya pantes disawang uwong ing atase ibune wis ora isa apa-apa kok njur arep ditinggal tanpa ana anake sing . AuKamangka biyene wasiat saka ibu wis cetha, wektu semana ya wis dirembug, kabeh sedulur ora kabotan yen lemah sing mung sak plong iki dadi duwekku, amarga wektu semana aku ya pancen ora duwe bandha donya. Njur Ibu menehake lemah sak ilat iki supaya isa takbanguni omah, isa taknggo ngeyup saka udan lan panas. Wektu semana ya ora ana sing protes, kabeh sarujuk. Kena ngapa saiki dadi ngene? Kena ngapa?!Ay ucape Sindu karo sesenggukan ora bisa ngampet tangis. Kolokasi (Sanding Kat. Kolokasi atau sanding kata adalah asosiasi tertentu dalam menggunakan pilihan kata yang cenderung digunakan secara Kata-kata yang berkolokasi adalah kata-kata yang cenderung dipakai dalam suatu domain atau jaringan tertentu (Sumarlam, 2. Mbah Pariyem pancen duwe anak 5. Lasmi. Maryati. Purnomo. Sindu lan Minarsih. Nanging ya mung Sindu sing gelem ngopeni ibune neng ndesa. Kabeh sedulure manggon neng kutha. Wis watara rong taun Mbah Pariyem lara Wis ora isa mlaku, isane mung lumah-lumah. Wis mlebu metu rumah Sindu sing ngalah ciklu-ciklu ngopeni simboke. Sewulan kepungkur Mbah Pariyem kapundhut dening Gusti. Saiki kabeh sedulure Sindu padha mara kanggo njaluk warisan sing ditinggalake dening Mbah Pariyem. Pancen Mbah Pariyem mono kondhang sugih. Lemahe akeh. Mula sawise dheweke tinggal donya, anakanake wiwit usreg njaluk bageyan warisan https://journal. id/widyadidaktika . Lemah bageyane Sindu entuk neng poncod paling etan. Lemah miring. Upama dibangun omah ya mesthi wae rada angel amarga pancen panggonane ora rata. e, lha kok kabeh sedulure malah antuk bageyan lemah rada amba, tur ya panggonane strategis. Umpama dibangun omah utawa didol ya mesthi wae larang regane. Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh padha dadi pegawe. Uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni ibune. Sedulursedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha endha. Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. Hiponimi (Hubungan atas-bawa. Hiponimi dapat diartikan sebagai satuan bahasa . ata, frasa, kalima. yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna satuan lingual yang lain. Hiponimi adalah semacam relasi antarkata yang berwujud atasbawah atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain. Ekuivalensi (Kesepadana. Ekuivalensi kesepadanan antara satuan lingual tertentu dengan satuan lingual yang lain dalam sebuah . AuIki aku wis ngrengreng bageyan warisan saka Ibu. Lemah etan mepet nggone Yu Kar kae bageyane Bulik Sin, lemah sisihe sing ana wite jati bageyane Budhe Mar, sisih kulone maneh iki mengko bageyane Pakdhe Pur. Terus lemah sakidule Lik Yon mengko bageyane Bulik Las, sisih lor dhewe maneh bageyane Bulik Min. Iki mengko yen wis sarujuk langsung wae sertifikate dipisah-pisah ben ayem,Ay ujare Karno diampingi sisihane. Maryati. Sindu pancen urip neng ndesa karo anak bojone supaya isa karo ngopeni Mbah Pariyem. Umpama dheweke ora mikir JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 ngopeni ibune lan milih kaya sedulure, jane isa wae wong anake Sindu sing nomer siji ya manggon neng kutha. Nanging apa ya pantes disawang uwong ing atase ibune wis ora isa apa-apa kok njur arep ditinggal tanpa ana anake sing . Mula saka iku Sindu milih ngalah. Manggon ndesa supaya isa ngopeni ibune. Nanging saiki atine digawe gela karo sedulur-sedulure. Sawise ibune seda, kok njur padha rebut perkara bandha. Malah durung nganti dimusyawarahke barengbareng koku jug-ujug kabeh bali ndesa mung kanggo andum warisan. Warisan sing miturut Sindu ora adil anggone mbagi kuwi mau. Kepiye karepe? Apa mbiyen sedulure gelem ngopeni ibune wektu lara? Sindu ora ngerti. Sangertine saiki sedulure kaya wis padha kalap merga . Nanging apa ya isa dheweke protes? Sindu mono mung wong ndesa, ora mambu sekolahan kaya sedulur-sedulure sing manggon neng kutha. Kabeh padha dadi pegawe. Uripe penak. Dheweke biyen pancen ora nerusake sekolah, mung tamat SMP. Beda karo sedulure sing bisa sekolah dhuwur. Nanging geneya saiki bareng ibune seda kok njur padha tegel karo dheweke, sing kudune oleh bageyan rada memper, wong kepriyea wae dheweke sing ngopeni ibune. Sedulursedulure kuwi ora ana sing ngopeni ibune, kepara malah padha endha. Nanging Sindu wegah rame. Mula ya mung manut wae nalika dheweke diwenehi bageyan lemah miring kuwi. SIMPULAN Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: Tabel 1. Hasil Analisis Aspek Gramatikal Cerpen AuWarisanAy dalam Majalah Panjebar Semangat No. 33 Ae 14 Agustus 2021 karya Fajrin Dwi Artika Aspek Jumlah Gramatikal data yang Pengacuan 26 data Substitusi 3 data https://journal. id/widyadidaktika Elipsis Konjungsi Jumlah 3 data 11 data 43 data Tabel 2. Hasil Analisis Aspek Leksikal Cerpen AuWarisanAy dalam Majalah Panjebar Semangat No. 33 Ae 14 Agustus 2021 karya Fajrin Dwi Artika Aspek Jumlah Leksikal data yang Repetisi 16 data Sinomimi 1 data Antonimi 2 data Kolokasi 4 data Hiponimi Ekuivalensi 4 data Jumlah 27 data Kajian telaah wacana pada cerpen yang berjudul Warisan dalam majalah Panjebar Semangat yang lebih dominan dari aspek gramatikal yaitu pengacuan, sedangkan yang lebih dominan dari aspek leksikal yaitu JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2025. PP 29-41 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 frontcover&hl=id&source=gbs_vp t_read#v=onepage&q&f=false R. Aspek Leksikal dan Gramatikal pada Lirik Lagu Jika Karya Melly Goeslow. Jurnal Bahastra, 36. , 97Ae106. https://doi. org/10. 26555/bahas Sudaryanto. Metode dan aneka teknik analisis bahasa pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sumarlan. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta Pustaka Cakra. DAFTAR PUSTAKA