JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Meningkatkan Penjualan UMKM sebagai Wujud Pemberdayaan pada UMKM Bangun Jaya di Desa Sukaraya Ibnu Andaris1*. Yuki Dwi Darma2. Dea Cahyani3. Nurul Fitriyah4. Devi Herlina5. Rika Purnama Sari6 1,2,3,4,5,6 Universitas Pelita Bangsa *E-mail: ibnuandaris1@gmail. Abstrak Sektor Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan penting dalam membentuk aktivitas perekonomian Indonesia dan menjadi pilar fundamental perekonomian Menurut UU No. 20 Tahun 2008. UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki oleh orang atau badan usaha dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) roti pisang Bangun Jaya di Dusun 1 Desa Sukaraya yang dibina oleh Pak Nedi. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data diperoleh melalui wawancara komprehensif, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem pembuatan roti pisang Bangun Jaya sudah cukup baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal pemasaran. Keterlibatan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Pelita Bangsa memungkinkan penerapan pendekatan pemasaran yang lebih komprehensif untuk mendongkrak penjualan produk ini. Kata kunci: UMKM. Ekonomi. Pemasaran. Penjualan Abstract The Micro. Small and Medium Enterprises (MSME) sector plays a crucial role in shaping Indonesia's economic activity and serves as a fundamental pillar of the national economy. According to Law no. 20 of 2008. MSMEs refer to productive enterprises that are owned by people or corporate entities and fulfill certain conditions. The objective of this study is to investigate the Bangun Jaya banana bread micro, small, and medium enterprise (MSME) in Hamlet 1 Sukaraya Village, which is overseen by Pak Nedi. The study employs qualitative methodologies to get a comprehensive comprehension of the operations of these micro, small, and medium enterprises (MSME. The data was acquired by comprehensive interviews, observation, and documentation. The study findings indicate that the banana bread manufacturing system of Bangun Jaya is commendable and sophisticated. However, there are still challenges in terms of marketing. The involvement of the Real Work Lecture (KKN) team from Pelita Bangsa University enables the implementation of a more comprehensive marketing approach to boost sales of this product. Keywords: Micro. Small and Medium Enterprises (MSME). Economy. Marketing. Sales Jurnal Lentera Pengabdian : Ibnu Andaris. Yuki Dwi Darma. Dea Cahyani. Nurul Fitriyah. Devi Herlina. Rika Purnama Sari JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. PENDAHULUAN Kehadiran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, yang berarti kontribusi sektor ini tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perekonomian negara. UMKM adalah perusahaan menguntungkan yang dimiliki oleh orang atau organisasi yang memenuhi persyaratan usaha mikro, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 (Dewi, 2. Definisi UMKM menetapkan persyaratan yang berbeda untuk setiap kategori, yang mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (Al Farisi & Fasa, 2. Selain itu. UMKM dapat dipahami sebagai pengembangan wilayah andalan untuk mempercepat pemulihan ekonomi guna menampung program prioritas dan pengembangan berbagai sektor dan potensi sedangkan usaha kecil merupakan perluasan dari berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, (Febriyanti et al. , 2. Jaringan UMKM yang luas di seluruh negeri dapat memperluas dan meningkatkan potensi masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat (Darma et al. , 2. Kegiatan perekonomian yang dilakukan pada sektor UMKM juga berupaya memperbesar angka penjualan (Rofiah et al. , 2. Melalui kegiatan UMKM tersebut, kreativitas dan kapasitas masyarakat dalam menyalurkan inovasinya melalui pemanfaatan sumber daya alam yang sudah ada dapat ditingkatkan (Selfiana et al. , 2. Kegiatan perekonomian di sektor UMKM juga dapat dimanfaatkan untuk menyerap tenaga kerja, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru dan menurunkan angka pengangguran, serta sebagai saluran inovasi (Mas'ud & Susilo, 2. Peran dominasi diperlihatkan pada UMKM yang khususnya terdapat di Indonesia sebagai bentuk usaha yang terbilang padat karya, serta memiliki jumlah total UMKM yang tersebar per tahun 2019 sebesar 65,4 juta (Aliyah, 2. Melihat jumlah UMKM yang fantastis tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa UMKM memiliki potensi yang besar dalam hal keterkaitan penyerapan tenaga kerja di Indonesia (Kementerian Keuangan, 2. Penyerapan tenaga kerja ini dibutuhkan oleh sebagian besar angkatan kerja, terutama dari kelompok berpendidikan rendah atau menengah yang mungkin sulit mendapatkan perkerjaan, melalui penyerapan tenaga kerja tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas hidup sehingga dapat mengentaskan kemiskinan (Lubis & Salsabila, 2. UMKM saat ini sedang mengalami peningkatan, dengan pertumbuhan jumlahnya di setiap tahunnya (Putra, 2. Kemunculan fenomena meningkatnya jumlah UMKM membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia sendiri, menurut angka dari Pemerintah menyebutkan bahwa setidaknya UMKM memberikan sumbangan sebesar 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto yang berarti mengindikasikan bahwa UMKM yang terdapat di Indonesia mengalami pertumbuhan yang terbilang cukup masif dan memberikan dampak kontribusi yang cukup besar terhadap roda perputaran perekonomian di Indonesia (Satria et al. Berdasarkan tren jumlah UMKM yang meningkat, maka kami tertarik untuk mengetahui lebih dalam pada salah satu UMKM yang terdapat di dusun 1 desa sukaraya yang bernama UMKM roti Bangun Jaya. Produk utama pada UMKM ini ialah roti pisang yang dikelola oleh Bapak Nedi. Jurnal Lentera Pengabdian : Ibnu Andaris. Yuki Dwi Darma. Dea Cahyani. Nurul Fitriyah. Devi Herlina. Rika Purnama Sari JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. METODE Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena sosial atau manusia. Penelitian kualitatif menekankan pada proses dan makna yang tidak selalu dapat diukur secara numerik (Adlini et al. , 2. Penelitian ini berlokasi di desa sukaraya kabupaten bekasi, berlangsung selama 1 bulan dimulai dari bulan juli hingga agustus. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi (Maharani et , 2. Dalam melakukan pengambilan data, peneliti melakukan pengamatan terhadap kegiatan usaha yang dilakukan oleh pelaku UMKM yang menjadi objek penelitian kami, serta bagaimana pelaku UMKM tersebut melakukan pembuatan produk hingga ke tahap Peneliti juga melakukan wawancara langsung kepada pelaku UMKM untuk dapat mengetahui informasi lebih detail terkait UMKM yang kami teliti. Pengambilan dokumentasi berupa foto-foto dan video kami lakukan sebagai bukti dari pelaksanaan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan program kerja yang telah ditetapkan dalam kegiatan KKN, kami mahasiswa KKN Desa Sukaraya memutuskan untuk menjadikan UMKM milik Bapak Nedi sebagai objek penelitian kami. Usaha beliau bergerak di bidang makanan dengan UMKM yang diberikan nama AuUMKM Bangun JayaAy. Dengan izin dari pemilik usaha UMKM ini, kami akan membantu penjualan produk utama atau unggulan mereka yaitu Roti Pisang. Berikut tahapantahapan proses produksi roti pisang. Gambar 1. Observasi dan wawancara dengan Pak Nedi Gambar 2. Penuangan tepung untuk memproduksi adonan Jurnal Lentera Pengabdian : Ibnu Andaris. Yuki Dwi Darma. Dea Cahyani. Nurul Fitriyah. Devi Herlina. Rika Purnama Sari JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Gambar 3. Proses pembentukan adonan roti pisang Gambar 4 Proses penggorengan adonan roti pisang Gambar 5 Penyerahan dana pemberdayaan produksi roti pisang Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Pelita Bangsa dan berlokasi di Desa Sukaraya berfokus untuk meningkatkan penjualan UMKM sebagai bentuk pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan UMKM Roti pisang Bangun Jaya milik Pak Nedi dijadikan sebagai objek untuk mengimplementasikan kegiatan pemberdayaan UMKM di Desa Sukaraya. Berdasarkan gambar dokumentasi yang sebagaimana telah disajikan diatas. Permulaan kegiatan diawali oleh observasi dan wawancara dengan Pak Nedi selaku pemilik UMKM roti pisang Bangun Jaya. Setelah melakukan observasi dan wawancara, tim KKN Desa Sukaraya melakukan kegiatan produksi roti pisang yang dipandu oleh Pak Nedi, yang dimulai dari proses penuangan tepung untuk membentuk adonan hingga ke tahap penggorengan dan dikemas untuk siap dipasarkan. Jurnal Lentera Pengabdian : Ibnu Andaris. Yuki Dwi Darma. Dea Cahyani. Nurul Fitriyah. Devi Herlina. Rika Purnama Sari JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Secara garis besar pengelolaan sistem produksi pada UMKM roti pisang Bangun Jaya yang dikelola oleh Pak Nedi sendiri sudah terbilang baik dan cukup maju, namun masih terdapat adanya masalah dalam hal pemasaran. Roti pisang Bangun Jaya milik Pak Nedi dalam segi pemasaran produk tergolong masih memasarkan produknya dalam lingkup desa sukaraya yang termasuk kedalam lingkup kecil sehingga hasil penjualan belum cukup maksimal. Melalui kegiatan pemasaran yang dilakukan tim KKN Desa Sukaraya yang memiliki cakupan yang lebih luas daripada sebelumnya, dapat memberikan peluang kepada produk UMKM Bangun Jaya yakni roti pisang untuk jauh lebih dikenal di luar Desa Sukaraya. Adanya peluang tersebut dapat memunculkan banyaknya permintaan terhadap produk roti pisang UMKM Bangun Jaya, yang pada akhirnya dapat memaksimalkan penjualan. KESIMPULAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional karena mampu menyerap tenaga keja dalam jumlah besar dan berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto. UMKM juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja baru, kemunculan lapangan kerja baru ini dapat mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Purba & Sucipto, 2. Melalui Kuliah Kerja Nyata sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat khususnya di Desa Sukaraya, kami membantu salah satu UMKM milik Pak Nedi untuk lebih berkembang. Meskipun UMKM tersebut sudah cukup baik, namun kami ingin memperbesar cakupan pemasaran ke wilayah yang lebih luas sehingga produk roti pisang milik Pak Nedi memiliki peminat yang banyak. Walaupun metode pemasaran yang kami lakukan tergolong ke dalam hal yang sederhana, namun kami berharap UMKM roti pisang Bangun Jaya milik Pak Nedi dapat berkembang jauh lebih baik. UCAPAN TERIMAKASIH Selama berlangsungnya kegiatan KKN di Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia. Kabupaten Bekasi, kami sebagai peserta KKN dari mahasiswa maupun mahasiswi Universitas Pelita Bangsa ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada beberapa pihak yang diantaranya ialah Pak Dano Sumarno selaku Kepala Desa Sukaraya yang telah berkenan menerima kami di Desa Sukaraya. Kami juga berterima kasih kepada Pak Rosim dan Pak Sahari selaku perangkat desa yang sangat mendukung dan membantu sosialisasi proker yang kami buat kepada masyarakat Desa Sukaraya sehingga dapat terlaksana dengan baik. Serta tidak lupa kami juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan kami yakni Pak Yuki Dwi Darma yang selalu memberikan ide, saran, dan masukan serta membimbing kami dalam setiap proker yang kami buat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Sukaraya yang telah bersedia berpartisipasi dalam setiap kegiatan proker yang kami Jurnal Lentera Pengabdian : Ibnu Andaris. Yuki Dwi Darma. Dea Cahyani. Nurul Fitriyah. Devi Herlina. Rika Purnama Sari JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. DAFTAR PUSTAKA